Frans Veetman PELATIH BELANDA




Nama : Frans Veetman Wijoyo Sumitro

Tgl. Lahir : Semarang, 11 Agustus 1955

Alamat : Timor Str 60A 9715 LJ Groningen

Perguruan : Panglipur Groningen

Jabatan : Koordinator Panglipur Belanda, Technical Affairs di NPSB


Datang ke Jakarta pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat sebagai Technical Affairs dari NPSB (Organisasi Pencak Silat di Belanda) bersama dengan tim pencak silat Belanda. Ketika ditanya mengenai prestasi atlet-atlet Belanda dengan perolehan 3 medali perunggu, tampaknya ia sudah diperhitungkan. Khusus mengenai penampilan Barbara di kategori Tunggal Putri, ia sangat menyesalkan dengan jatuhnya golok sehingga mendapat potongan nilai. Ia sudah bermain bagus, namun kurang beruntung, ujarnya. Begitu pula dengan kategori tanding, ia sudah memperingatkan kepada atlet-atletnya bahwa bila bertanding di Indonesia harus mantap dan mutlak dalam mengumpulkan nilai. Kalau tidak mutlak kemungkinan besar akan kalah.

Pelatih dan Wasit Juri senior yang pertama kali berpartisipasi pada Invitasi Pencak Silat di Wina, Austria tahun 1986 sebagai pelatih tim Belanda memang sudah banyak makan asam garam di dunia persilatan. Pria yang lahir di Semarang, Indonesia ini masih fasih berbahasa Indonesia walaupun sejak tahun 1975 sudah menetap dan bekerja di Belanda sebagai reserse di Departemen Kepolisian Belanda. Pengalaman menekuni pencak silat sejak ia masih tinggal di Indonesia dengan mempelajari pencak silat keluarga di Kesatryaan Setia Budhi, SHO Semarang, dan Bongkot Harimau di Belanda. Kini ia tercatat sebagai anggota HPS Panglipur Groningen. Di samping mempelajari pencak silat, ternyata ia pun mempelajari beladiri lain sebagai bahan pembanding, seperti ju jitsu, judo, karate, taekwondo, kendo, aikido, dan iaido.

Ditanya mengenai perkembangan pencak silat di Belanda, ia mengatakan cukup bagus, apalagi sejak NPSB menjadi anggota PERSILAT, organisasi keolahragaan di Belanda sudah mengakuinya. Diharapkan dalam dua tahun ke depan sudah ada subsidi yang memadai dari Pemerintah Belanda, harapnya.

Ayah dari seorang anak yang ahli dalam totok darah ini, secara pribadi sedikit menyayangkan dengan dihilangkannya unsur musik dalam kategori tunggal, ganda, dan regu. Di Belanda sendiri April tahun depan direncanakan akan diselenggarakan festival pencak silat yang tentu saja menggunakan musik sebagai pengiringnya. (Graspuzi)

Sumber : DUEL ONLINE

www.silatindonesia.com


Related Tags :