Frans Veetman PELATIH BELANDA.

    [
in English ]

Aug 21st, 2009 | By | Category: Figure Pesilat [ in English ]


Nama : Frans Veetman Wijoyo Sumitro

Tgl. Lahir : Semarang, 11 Agustus 1955

Alamat : Timor Str 60A 9715 LJ Groningen

Perguruan : Panglipur Groningen

Jabatan : Koordinator Panglipur Belanda, Technical Affairs di NPSB

Datang ke Jakarta pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat sebagai Technical Affairs dari NPSB (Organisasi Pencak Silat di Belanda) bersama dengan tim pencak silat Belanda. Ketika ditanya mengenai prestasi atlet-atlet Belanda dengan perolehan 3 medali perunggu, tampaknya ia sudah diperhitungkan. Khusus mengenai penampilan Barbara di kategori Tunggal Putri, ia sangat menyesalkan dengan jatuhnya golok sehingga mendapat potongan nilai. Ia sudah bermain bagus, namun kurang beruntung, ujarnya. Begitu pula dengan kategori tanding, ia sudah memperingatkan kepada atlet-atletnya bahwa bila bertanding di Indonesia harus mantap dan mutlak dalam mengumpulkan nilai. Kalau tidak mutlak kemungkinan besar akan kalah.

Pelatih dan Wasit Juri senior yang pertama kali berpartisipasi pada Invitasi Pencak Silat di Wina, Austria tahun 1986 sebagai pelatih tim Belanda memang sudah banyak makan asam garam di dunia persilatan. Pria yang lahir di Semarang, Indonesia ini masih fasih berbahasa Indonesia walaupun sejak tahun 1975 sudah menetap dan bekerja di Belanda sebagai reserse di Departemen Kepolisian Belanda. Pengalaman menekuni pencak silat sejak ia masih tinggal di Indonesia dengan mempelajari pencak silat keluarga di Kesatryaan Setia Budhi, SHO Semarang, dan Bongkot Harimau di Belanda. Kini ia tercatat sebagai anggota HPS Panglipur Groningen. Di samping mempelajari pencak silat, ternyata ia pun mempelajari beladiri lain sebagai bahan pembanding, seperti ju jitsu, judo, karate, taekwondo, kendo, aikido, dan iaido.

Ditanya mengenai perkembangan pencak silat di Belanda, ia mengatakan cukup bagus, apalagi sejak NPSB menjadi anggota PERSILAT, organisasi keolahragaan di Belanda sudah mengakuinya. Diharapkan dalam dua tahun ke depan sudah ada subsidi yang memadai dari Pemerintah Belanda, harapnya.

Ayah dari seorang anak yang ahli dalam totok darah ini, secara pribadi sedikit menyayangkan dengan dihilangkannya unsur musik dalam kategori tunggal, ganda, dan regu. Di Belanda sendiri April tahun depan direncanakan akan diselenggarakan festival pencak silat yang tentu saja menggunakan musik sebagai pengiringnya. (Graspuzi)

Sumber : DUEL ONLINE

www.silatindonesia.com



Artikel Frans Veetman PELATIH BELANDA yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


    - Powered by BING [2014-02-04 01:08]

    Leave Comment

    You must be logged in to post a comment.

    Frans Veetman PELATIH BELANDA - Silat Indonesia

    Frans Veetman PELATIH BELANDA.

        [
    in English ]

    Aug 21st, 2009 | By | Category: Figure Pesilat [ in English ]


    Nama : Frans Veetman Wijoyo Sumitro

    Tgl. Lahir : Semarang, 11 Agustus 1955

    Alamat : Timor Str 60A 9715 LJ Groningen

    Perguruan : Panglipur Groningen

    Jabatan : Koordinator Panglipur Belanda, Technical Affairs di NPSB

    Datang ke Jakarta pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat sebagai Technical Affairs dari NPSB (Organisasi Pencak Silat di Belanda) bersama dengan tim pencak silat Belanda. Ketika ditanya mengenai prestasi atlet-atlet Belanda dengan perolehan 3 medali perunggu, tampaknya ia sudah diperhitungkan. Khusus mengenai penampilan Barbara di kategori Tunggal Putri, ia sangat menyesalkan dengan jatuhnya golok sehingga mendapat potongan nilai. Ia sudah bermain bagus, namun kurang beruntung, ujarnya. Begitu pula dengan kategori tanding, ia sudah memperingatkan kepada atlet-atletnya bahwa bila bertanding di Indonesia harus mantap dan mutlak dalam mengumpulkan nilai. Kalau tidak mutlak kemungkinan besar akan kalah.

    Pelatih dan Wasit Juri senior yang pertama kali berpartisipasi pada Invitasi Pencak Silat di Wina, Austria tahun 1986 sebagai pelatih tim Belanda memang sudah banyak makan asam garam di dunia persilatan. Pria yang lahir di Semarang, Indonesia ini masih fasih berbahasa Indonesia walaupun sejak tahun 1975 sudah menetap dan bekerja di Belanda sebagai reserse di Departemen Kepolisian Belanda. Pengalaman menekuni pencak silat sejak ia masih tinggal di Indonesia dengan mempelajari pencak silat keluarga di Kesatryaan Setia Budhi, SHO Semarang, dan Bongkot Harimau di Belanda. Kini ia tercatat sebagai anggota HPS Panglipur Groningen. Di samping mempelajari pencak silat, ternyata ia pun mempelajari beladiri lain sebagai bahan pembanding, seperti ju jitsu, judo, karate, taekwondo, kendo, aikido, dan iaido.

    Ditanya mengenai perkembangan pencak silat di Belanda, ia mengatakan cukup bagus, apalagi sejak NPSB menjadi anggota PERSILAT, organisasi keolahragaan di Belanda sudah mengakuinya. Diharapkan dalam dua tahun ke depan sudah ada subsidi yang memadai dari Pemerintah Belanda, harapnya.

    Ayah dari seorang anak yang ahli dalam totok darah ini, secara pribadi sedikit menyayangkan dengan dihilangkannya unsur musik dalam kategori tunggal, ganda, dan regu. Di Belanda sendiri April tahun depan direncanakan akan diselenggarakan festival pencak silat yang tentu saja menggunakan musik sebagai pengiringnya. (Graspuzi)

    Sumber : DUEL ONLINE

    www.silatindonesia.com



    Artikel Frans Veetman PELATIH BELANDA yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


      - Powered by BING [2014-02-11 06:29]

      Leave Comment

      You must be logged in to post a comment.

      Frans Veetman PELATIH BELANDA - Silat Indonesia

      Frans Veetman PELATIH BELANDA.

          [
      in English ]

      Aug 21st, 2009 | By | Category: Figure Pesilat [ in English ]


      Nama : Frans Veetman Wijoyo Sumitro

      Tgl. Lahir : Semarang, 11 Agustus 1955

      Alamat : Timor Str 60A 9715 LJ Groningen

      Perguruan : Panglipur Groningen

      Jabatan : Koordinator Panglipur Belanda, Technical Affairs di NPSB

      Datang ke Jakarta pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat sebagai Technical Affairs dari NPSB (Organisasi Pencak Silat di Belanda) bersama dengan tim pencak silat Belanda. Ketika ditanya mengenai prestasi atlet-atlet Belanda dengan perolehan 3 medali perunggu, tampaknya ia sudah diperhitungkan. Khusus mengenai penampilan Barbara di kategori Tunggal Putri, ia sangat menyesalkan dengan jatuhnya golok sehingga mendapat potongan nilai. Ia sudah bermain bagus, namun kurang beruntung, ujarnya. Begitu pula dengan kategori tanding, ia sudah memperingatkan kepada atlet-atletnya bahwa bila bertanding di Indonesia harus mantap dan mutlak dalam mengumpulkan nilai. Kalau tidak mutlak kemungkinan besar akan kalah.

      Pelatih dan Wasit Juri senior yang pertama kali berpartisipasi pada Invitasi Pencak Silat di Wina, Austria tahun 1986 sebagai pelatih tim Belanda memang sudah banyak makan asam garam di dunia persilatan. Pria yang lahir di Semarang, Indonesia ini masih fasih berbahasa Indonesia walaupun sejak tahun 1975 sudah menetap dan bekerja di Belanda sebagai reserse di Departemen Kepolisian Belanda. Pengalaman menekuni pencak silat sejak ia masih tinggal di Indonesia dengan mempelajari pencak silat keluarga di Kesatryaan Setia Budhi, SHO Semarang, dan Bongkot Harimau di Belanda. Kini ia tercatat sebagai anggota HPS Panglipur Groningen. Di samping mempelajari pencak silat, ternyata ia pun mempelajari beladiri lain sebagai bahan pembanding, seperti ju jitsu, judo, karate, taekwondo, kendo, aikido, dan iaido.

      Ditanya mengenai perkembangan pencak silat di Belanda, ia mengatakan cukup bagus, apalagi sejak NPSB menjadi anggota PERSILAT, organisasi keolahragaan di Belanda sudah mengakuinya. Diharapkan dalam dua tahun ke depan sudah ada subsidi yang memadai dari Pemerintah Belanda, harapnya.

      Ayah dari seorang anak yang ahli dalam totok darah ini, secara pribadi sedikit menyayangkan dengan dihilangkannya unsur musik dalam kategori tunggal, ganda, dan regu. Di Belanda sendiri April tahun depan direncanakan akan diselenggarakan festival pencak silat yang tentu saja menggunakan musik sebagai pengiringnya. (Graspuzi)

      Sumber : DUEL ONLINE

      www.silatindonesia.com



      Artikel Frans Veetman PELATIH BELANDA yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


        - Powered by BING [2014-02-16 19:55]

        Leave Comment

        You must be logged in to post a comment.

        Frans Veetman PELATIH BELANDA - Silat Indonesia

        Frans Veetman PELATIH BELANDA.

            [
        in English ]

        Aug 21st, 2009 | By | Category: Figure Pesilat [ in English ]


        Nama : Frans Veetman Wijoyo Sumitro

        Tgl. Lahir : Semarang, 11 Agustus 1955

        Alamat : Timor Str 60A 9715 LJ Groningen

        Perguruan : Panglipur Groningen

        Jabatan : Koordinator Panglipur Belanda, Technical Affairs di NPSB

        Datang ke Jakarta pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat sebagai Technical Affairs dari NPSB (Organisasi Pencak Silat di Belanda) bersama dengan tim pencak silat Belanda. Ketika ditanya mengenai prestasi atlet-atlet Belanda dengan perolehan 3 medali perunggu, tampaknya ia sudah diperhitungkan. Khusus mengenai penampilan Barbara di kategori Tunggal Putri, ia sangat menyesalkan dengan jatuhnya golok sehingga mendapat potongan nilai. Ia sudah bermain bagus, namun kurang beruntung, ujarnya. Begitu pula dengan kategori tanding, ia sudah memperingatkan kepada atlet-atletnya bahwa bila bertanding di Indonesia harus mantap dan mutlak dalam mengumpulkan nilai. Kalau tidak mutlak kemungkinan besar akan kalah.

        Pelatih dan Wasit Juri senior yang pertama kali berpartisipasi pada Invitasi Pencak Silat di Wina, Austria tahun 1986 sebagai pelatih tim Belanda memang sudah banyak makan asam garam di dunia persilatan. Pria yang lahir di Semarang, Indonesia ini masih fasih berbahasa Indonesia walaupun sejak tahun 1975 sudah menetap dan bekerja di Belanda sebagai reserse di Departemen Kepolisian Belanda. Pengalaman menekuni pencak silat sejak ia masih tinggal di Indonesia dengan mempelajari pencak silat keluarga di Kesatryaan Setia Budhi, SHO Semarang, dan Bongkot Harimau di Belanda. Kini ia tercatat sebagai anggota HPS Panglipur Groningen. Di samping mempelajari pencak silat, ternyata ia pun mempelajari beladiri lain sebagai bahan pembanding, seperti ju jitsu, judo, karate, taekwondo, kendo, aikido, dan iaido.

        Ditanya mengenai perkembangan pencak silat di Belanda, ia mengatakan cukup bagus, apalagi sejak NPSB menjadi anggota PERSILAT, organisasi keolahragaan di Belanda sudah mengakuinya. Diharapkan dalam dua tahun ke depan sudah ada subsidi yang memadai dari Pemerintah Belanda, harapnya.

        Ayah dari seorang anak yang ahli dalam totok darah ini, secara pribadi sedikit menyayangkan dengan dihilangkannya unsur musik dalam kategori tunggal, ganda, dan regu. Di Belanda sendiri April tahun depan direncanakan akan diselenggarakan festival pencak silat yang tentu saja menggunakan musik sebagai pengiringnya. (Graspuzi)

        Sumber : DUEL ONLINE

        www.silatindonesia.com



        Artikel Frans Veetman PELATIH BELANDA yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


          - Powered by BING [2014-02-21 16:18]

          Leave Comment

          You must be logged in to post a comment.

          Frans Veetman PELATIH BELANDA - Silat Indonesia

          Frans Veetman PELATIH BELANDA.

              [
          in English ]

          Aug 21st, 2009 | By | Category: Figure Pesilat [ in English ]


          Nama : Frans Veetman Wijoyo Sumitro

          Tgl. Lahir : Semarang, 11 Agustus 1955

          Alamat : Timor Str 60A 9715 LJ Groningen

          Perguruan : Panglipur Groningen

          Jabatan : Koordinator Panglipur Belanda, Technical Affairs di NPSB

          Datang ke Jakarta pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat sebagai Technical Affairs dari NPSB (Organisasi Pencak Silat di Belanda) bersama dengan tim pencak silat Belanda. Ketika ditanya mengenai prestasi atlet-atlet Belanda dengan perolehan 3 medali perunggu, tampaknya ia sudah diperhitungkan. Khusus mengenai penampilan Barbara di kategori Tunggal Putri, ia sangat menyesalkan dengan jatuhnya golok sehingga mendapat potongan nilai. Ia sudah bermain bagus, namun kurang beruntung, ujarnya. Begitu pula dengan kategori tanding, ia sudah memperingatkan kepada atlet-atletnya bahwa bila bertanding di Indonesia harus mantap dan mutlak dalam mengumpulkan nilai. Kalau tidak mutlak kemungkinan besar akan kalah.

          Pelatih dan Wasit Juri senior yang pertama kali berpartisipasi pada Invitasi Pencak Silat di Wina, Austria tahun 1986 sebagai pelatih tim Belanda memang sudah banyak makan asam garam di dunia persilatan. Pria yang lahir di Semarang, Indonesia ini masih fasih berbahasa Indonesia walaupun sejak tahun 1975 sudah menetap dan bekerja di Belanda sebagai reserse di Departemen Kepolisian Belanda. Pengalaman menekuni pencak silat sejak ia masih tinggal di Indonesia dengan mempelajari pencak silat keluarga di Kesatryaan Setia Budhi, SHO Semarang, dan Bongkot Harimau di Belanda. Kini ia tercatat sebagai anggota HPS Panglipur Groningen. Di samping mempelajari pencak silat, ternyata ia pun mempelajari beladiri lain sebagai bahan pembanding, seperti ju jitsu, judo, karate, taekwondo, kendo, aikido, dan iaido.

          Ditanya mengenai perkembangan pencak silat di Belanda, ia mengatakan cukup bagus, apalagi sejak NPSB menjadi anggota PERSILAT, organisasi keolahragaan di Belanda sudah mengakuinya. Diharapkan dalam dua tahun ke depan sudah ada subsidi yang memadai dari Pemerintah Belanda, harapnya.

          Ayah dari seorang anak yang ahli dalam totok darah ini, secara pribadi sedikit menyayangkan dengan dihilangkannya unsur musik dalam kategori tunggal, ganda, dan regu. Di Belanda sendiri April tahun depan direncanakan akan diselenggarakan festival pencak silat yang tentu saja menggunakan musik sebagai pengiringnya. (Graspuzi)

          Sumber : DUEL ONLINE

          www.silatindonesia.com



          Artikel Frans Veetman PELATIH BELANDA yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


            - Powered by BING [2014-03-02 13:45]

            Leave Comment

            You must be logged in to post a comment.

            Frans Veetman PELATIH BELANDA - Silat Indonesia

            Frans Veetman PELATIH BELANDA.

                [
            in English ]

            Aug 21st, 2009 | By | Category: Figure Pesilat [ in English ]


            Nama : Frans Veetman Wijoyo Sumitro

            Tgl. Lahir : Semarang, 11 Agustus 1955

            Alamat : Timor Str 60A 9715 LJ Groningen

            Perguruan : Panglipur Groningen

            Jabatan : Koordinator Panglipur Belanda, Technical Affairs di NPSB

            Datang ke Jakarta pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat sebagai Technical Affairs dari NPSB (Organisasi Pencak Silat di Belanda) bersama dengan tim pencak silat Belanda. Ketika ditanya mengenai prestasi atlet-atlet Belanda dengan perolehan 3 medali perunggu, tampaknya ia sudah diperhitungkan. Khusus mengenai penampilan Barbara di kategori Tunggal Putri, ia sangat menyesalkan dengan jatuhnya golok sehingga mendapat potongan nilai. Ia sudah bermain bagus, namun kurang beruntung, ujarnya. Begitu pula dengan kategori tanding, ia sudah memperingatkan kepada atlet-atletnya bahwa bila bertanding di Indonesia harus mantap dan mutlak dalam mengumpulkan nilai. Kalau tidak mutlak kemungkinan besar akan kalah.

            Pelatih dan Wasit Juri senior yang pertama kali berpartisipasi pada Invitasi Pencak Silat di Wina, Austria tahun 1986 sebagai pelatih tim Belanda memang sudah banyak makan asam garam di dunia persilatan. Pria yang lahir di Semarang, Indonesia ini masih fasih berbahasa Indonesia walaupun sejak tahun 1975 sudah menetap dan bekerja di Belanda sebagai reserse di Departemen Kepolisian Belanda. Pengalaman menekuni pencak silat sejak ia masih tinggal di Indonesia dengan mempelajari pencak silat keluarga di Kesatryaan Setia Budhi, SHO Semarang, dan Bongkot Harimau di Belanda. Kini ia tercatat sebagai anggota HPS Panglipur Groningen. Di samping mempelajari pencak silat, ternyata ia pun mempelajari beladiri lain sebagai bahan pembanding, seperti ju jitsu, judo, karate, taekwondo, kendo, aikido, dan iaido.

            Ditanya mengenai perkembangan pencak silat di Belanda, ia mengatakan cukup bagus, apalagi sejak NPSB menjadi anggota PERSILAT, organisasi keolahragaan di Belanda sudah mengakuinya. Diharapkan dalam dua tahun ke depan sudah ada subsidi yang memadai dari Pemerintah Belanda, harapnya.

            Ayah dari seorang anak yang ahli dalam totok darah ini, secara pribadi sedikit menyayangkan dengan dihilangkannya unsur musik dalam kategori tunggal, ganda, dan regu. Di Belanda sendiri April tahun depan direncanakan akan diselenggarakan festival pencak silat yang tentu saja menggunakan musik sebagai pengiringnya. (Graspuzi)

            Sumber : DUEL ONLINE

            www.silatindonesia.com



            Artikel Frans Veetman PELATIH BELANDA yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


              - Powered by BING [2014-03-08 09:51]

              Leave Comment

              You must be logged in to post a comment.

              Frans Veetman PELATIH BELANDA - Silat Indonesia

              Frans Veetman PELATIH BELANDA.

                  [
              in English ]

              Aug 21st, 2009 | By | Category: Figure Pesilat [ in English ]


              Nama : Frans Veetman Wijoyo Sumitro

              Tgl. Lahir : Semarang, 11 Agustus 1955

              Alamat : Timor Str 60A 9715 LJ Groningen

              Perguruan : Panglipur Groningen

              Jabatan : Koordinator Panglipur Belanda, Technical Affairs di NPSB

              Datang ke Jakarta pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat sebagai Technical Affairs dari NPSB (Organisasi Pencak Silat di Belanda) bersama dengan tim pencak silat Belanda. Ketika ditanya mengenai prestasi atlet-atlet Belanda dengan perolehan 3 medali perunggu, tampaknya ia sudah diperhitungkan. Khusus mengenai penampilan Barbara di kategori Tunggal Putri, ia sangat menyesalkan dengan jatuhnya golok sehingga mendapat potongan nilai. Ia sudah bermain bagus, namun kurang beruntung, ujarnya. Begitu pula dengan kategori tanding, ia sudah memperingatkan kepada atlet-atletnya bahwa bila bertanding di Indonesia harus mantap dan mutlak dalam mengumpulkan nilai. Kalau tidak mutlak kemungkinan besar akan kalah.

              Pelatih dan Wasit Juri senior yang pertama kali berpartisipasi pada Invitasi Pencak Silat di Wina, Austria tahun 1986 sebagai pelatih tim Belanda memang sudah banyak makan asam garam di dunia persilatan. Pria yang lahir di Semarang, Indonesia ini masih fasih berbahasa Indonesia walaupun sejak tahun 1975 sudah menetap dan bekerja di Belanda sebagai reserse di Departemen Kepolisian Belanda. Pengalaman menekuni pencak silat sejak ia masih tinggal di Indonesia dengan mempelajari pencak silat keluarga di Kesatryaan Setia Budhi, SHO Semarang, dan Bongkot Harimau di Belanda. Kini ia tercatat sebagai anggota HPS Panglipur Groningen. Di samping mempelajari pencak silat, ternyata ia pun mempelajari beladiri lain sebagai bahan pembanding, seperti ju jitsu, judo, karate, taekwondo, kendo, aikido, dan iaido.

              Ditanya mengenai perkembangan pencak silat di Belanda, ia mengatakan cukup bagus, apalagi sejak NPSB menjadi anggota PERSILAT, organisasi keolahragaan di Belanda sudah mengakuinya. Diharapkan dalam dua tahun ke depan sudah ada subsidi yang memadai dari Pemerintah Belanda, harapnya.

              Ayah dari seorang anak yang ahli dalam totok darah ini, secara pribadi sedikit menyayangkan dengan dihilangkannya unsur musik dalam kategori tunggal, ganda, dan regu. Di Belanda sendiri April tahun depan direncanakan akan diselenggarakan festival pencak silat yang tentu saja menggunakan musik sebagai pengiringnya. (Graspuzi)

              Sumber : DUEL ONLINE

              www.silatindonesia.com



              Artikel Frans Veetman PELATIH BELANDA yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                - Powered by BING [2014-03-14 19:45]

                Leave Comment

                You must be logged in to post a comment.

                Frans Veetman PELATIH BELANDA - Silat Indonesia

                Frans Veetman PELATIH BELANDA.

                    [
                in English ]

                Aug 21st, 2009 | By | Category: Figure Pesilat [ in English ]


                Nama : Frans Veetman Wijoyo Sumitro

                Tgl. Lahir : Semarang, 11 Agustus 1955

                Alamat : Timor Str 60A 9715 LJ Groningen

                Perguruan : Panglipur Groningen

                Jabatan : Koordinator Panglipur Belanda, Technical Affairs di NPSB

                Datang ke Jakarta pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat sebagai Technical Affairs dari NPSB (Organisasi Pencak Silat di Belanda) bersama dengan tim pencak silat Belanda. Ketika ditanya mengenai prestasi atlet-atlet Belanda dengan perolehan 3 medali perunggu, tampaknya ia sudah diperhitungkan. Khusus mengenai penampilan Barbara di kategori Tunggal Putri, ia sangat menyesalkan dengan jatuhnya golok sehingga mendapat potongan nilai. Ia sudah bermain bagus, namun kurang beruntung, ujarnya. Begitu pula dengan kategori tanding, ia sudah memperingatkan kepada atlet-atletnya bahwa bila bertanding di Indonesia harus mantap dan mutlak dalam mengumpulkan nilai. Kalau tidak mutlak kemungkinan besar akan kalah.

                Pelatih dan Wasit Juri senior yang pertama kali berpartisipasi pada Invitasi Pencak Silat di Wina, Austria tahun 1986 sebagai pelatih tim Belanda memang sudah banyak makan asam garam di dunia persilatan. Pria yang lahir di Semarang, Indonesia ini masih fasih berbahasa Indonesia walaupun sejak tahun 1975 sudah menetap dan bekerja di Belanda sebagai reserse di Departemen Kepolisian Belanda. Pengalaman menekuni pencak silat sejak ia masih tinggal di Indonesia dengan mempelajari pencak silat keluarga di Kesatryaan Setia Budhi, SHO Semarang, dan Bongkot Harimau di Belanda. Kini ia tercatat sebagai anggota HPS Panglipur Groningen. Di samping mempelajari pencak silat, ternyata ia pun mempelajari beladiri lain sebagai bahan pembanding, seperti ju jitsu, judo, karate, taekwondo, kendo, aikido, dan iaido.

                Ditanya mengenai perkembangan pencak silat di Belanda, ia mengatakan cukup bagus, apalagi sejak NPSB menjadi anggota PERSILAT, organisasi keolahragaan di Belanda sudah mengakuinya. Diharapkan dalam dua tahun ke depan sudah ada subsidi yang memadai dari Pemerintah Belanda, harapnya.

                Ayah dari seorang anak yang ahli dalam totok darah ini, secara pribadi sedikit menyayangkan dengan dihilangkannya unsur musik dalam kategori tunggal, ganda, dan regu. Di Belanda sendiri April tahun depan direncanakan akan diselenggarakan festival pencak silat yang tentu saja menggunakan musik sebagai pengiringnya. (Graspuzi)

                Sumber : DUEL ONLINE

                www.silatindonesia.com



                Artikel Frans Veetman PELATIH BELANDA yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                  - Powered by BING [2014-03-20 17:03]

                  Leave Comment

                  You must be logged in to post a comment.

                  Frans Veetman PELATIH BELANDA - Silat Indonesia

                  Frans Veetman PELATIH BELANDA.

                      [
                  in English ]

                  Aug 21st, 2009 | By | Category: Figure Pesilat [ in English ]


                  Nama : Frans Veetman Wijoyo Sumitro

                  Tgl. Lahir : Semarang, 11 Agustus 1955

                  Alamat : Timor Str 60A 9715 LJ Groningen

                  Perguruan : Panglipur Groningen

                  Jabatan : Koordinator Panglipur Belanda, Technical Affairs di NPSB

                  Datang ke Jakarta pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat sebagai Technical Affairs dari NPSB (Organisasi Pencak Silat di Belanda) bersama dengan tim pencak silat Belanda. Ketika ditanya mengenai prestasi atlet-atlet Belanda dengan perolehan 3 medali perunggu, tampaknya ia sudah diperhitungkan. Khusus mengenai penampilan Barbara di kategori Tunggal Putri, ia sangat menyesalkan dengan jatuhnya golok sehingga mendapat potongan nilai. Ia sudah bermain bagus, namun kurang beruntung, ujarnya. Begitu pula dengan kategori tanding, ia sudah memperingatkan kepada atlet-atletnya bahwa bila bertanding di Indonesia harus mantap dan mutlak dalam mengumpulkan nilai. Kalau tidak mutlak kemungkinan besar akan kalah.

                  Pelatih dan Wasit Juri senior yang pertama kali berpartisipasi pada Invitasi Pencak Silat di Wina, Austria tahun 1986 sebagai pelatih tim Belanda memang sudah banyak makan asam garam di dunia persilatan. Pria yang lahir di Semarang, Indonesia ini masih fasih berbahasa Indonesia walaupun sejak tahun 1975 sudah menetap dan bekerja di Belanda sebagai reserse di Departemen Kepolisian Belanda. Pengalaman menekuni pencak silat sejak ia masih tinggal di Indonesia dengan mempelajari pencak silat keluarga di Kesatryaan Setia Budhi, SHO Semarang, dan Bongkot Harimau di Belanda. Kini ia tercatat sebagai anggota HPS Panglipur Groningen. Di samping mempelajari pencak silat, ternyata ia pun mempelajari beladiri lain sebagai bahan pembanding, seperti ju jitsu, judo, karate, taekwondo, kendo, aikido, dan iaido.

                  Ditanya mengenai perkembangan pencak silat di Belanda, ia mengatakan cukup bagus, apalagi sejak NPSB menjadi anggota PERSILAT, organisasi keolahragaan di Belanda sudah mengakuinya. Diharapkan dalam dua tahun ke depan sudah ada subsidi yang memadai dari Pemerintah Belanda, harapnya.

                  Ayah dari seorang anak yang ahli dalam totok darah ini, secara pribadi sedikit menyayangkan dengan dihilangkannya unsur musik dalam kategori tunggal, ganda, dan regu. Di Belanda sendiri April tahun depan direncanakan akan diselenggarakan festival pencak silat yang tentu saja menggunakan musik sebagai pengiringnya. (Graspuzi)

                  Sumber : DUEL ONLINE

                  www.silatindonesia.com



                  Artikel Frans Veetman PELATIH BELANDA yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                    - Powered by BING [2014-03-27 16:07]

                    Leave Comment

                    You must be logged in to post a comment.

                    Frans Veetman PELATIH BELANDA - Silat Indonesia

                    Frans Veetman PELATIH BELANDA.

                        [
                    in English ]

                    Aug 21st, 2009 | By | Category: Figure Pesilat [ in English ]


                    Nama : Frans Veetman Wijoyo Sumitro

                    Tgl. Lahir : Semarang, 11 Agustus 1955

                    Alamat : Timor Str 60A 9715 LJ Groningen

                    Perguruan : Panglipur Groningen

                    Jabatan : Koordinator Panglipur Belanda, Technical Affairs di NPSB

                    Datang ke Jakarta pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat sebagai Technical Affairs dari NPSB (Organisasi Pencak Silat di Belanda) bersama dengan tim pencak silat Belanda. Ketika ditanya mengenai prestasi atlet-atlet Belanda dengan perolehan 3 medali perunggu, tampaknya ia sudah diperhitungkan. Khusus mengenai penampilan Barbara di kategori Tunggal Putri, ia sangat menyesalkan dengan jatuhnya golok sehingga mendapat potongan nilai. Ia sudah bermain bagus, namun kurang beruntung, ujarnya. Begitu pula dengan kategori tanding, ia sudah memperingatkan kepada atlet-atletnya bahwa bila bertanding di Indonesia harus mantap dan mutlak dalam mengumpulkan nilai. Kalau tidak mutlak kemungkinan besar akan kalah.

                    Pelatih dan Wasit Juri senior yang pertama kali berpartisipasi pada Invitasi Pencak Silat di Wina, Austria tahun 1986 sebagai pelatih tim Belanda memang sudah banyak makan asam garam di dunia persilatan. Pria yang lahir di Semarang, Indonesia ini masih fasih berbahasa Indonesia walaupun sejak tahun 1975 sudah menetap dan bekerja di Belanda sebagai reserse di Departemen Kepolisian Belanda. Pengalaman menekuni pencak silat sejak ia masih tinggal di Indonesia dengan mempelajari pencak silat keluarga di Kesatryaan Setia Budhi, SHO Semarang, dan Bongkot Harimau di Belanda. Kini ia tercatat sebagai anggota HPS Panglipur Groningen. Di samping mempelajari pencak silat, ternyata ia pun mempelajari beladiri lain sebagai bahan pembanding, seperti ju jitsu, judo, karate, taekwondo, kendo, aikido, dan iaido.

                    Ditanya mengenai perkembangan pencak silat di Belanda, ia mengatakan cukup bagus, apalagi sejak NPSB menjadi anggota PERSILAT, organisasi keolahragaan di Belanda sudah mengakuinya. Diharapkan dalam dua tahun ke depan sudah ada subsidi yang memadai dari Pemerintah Belanda, harapnya.

                    Ayah dari seorang anak yang ahli dalam totok darah ini, secara pribadi sedikit menyayangkan dengan dihilangkannya unsur musik dalam kategori tunggal, ganda, dan regu. Di Belanda sendiri April tahun depan direncanakan akan diselenggarakan festival pencak silat yang tentu saja menggunakan musik sebagai pengiringnya. (Graspuzi)

                    Sumber : DUEL ONLINE

                    www.silatindonesia.com



                    Artikel Frans Veetman PELATIH BELANDA yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                      - Powered by BING [2014-03-31 19:22]

                      Leave Comment

                      You must be logged in to post a comment.

                      Frans Veetman PELATIH BELANDA - Silat Indonesia

                      Frans Veetman PELATIH BELANDA.

                          [
                      in English ]

                      Aug 21st, 2009 | By | Category: Figure Pesilat [ in English ]


                      Nama : Frans Veetman Wijoyo Sumitro

                      Tgl. Lahir : Semarang, 11 Agustus 1955

                      Alamat : Timor Str 60A 9715 LJ Groningen

                      Perguruan : Panglipur Groningen

                      Jabatan : Koordinator Panglipur Belanda, Technical Affairs di NPSB

                      Datang ke Jakarta pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat sebagai Technical Affairs dari NPSB (Organisasi Pencak Silat di Belanda) bersama dengan tim pencak silat Belanda. Ketika ditanya mengenai prestasi atlet-atlet Belanda dengan perolehan 3 medali perunggu, tampaknya ia sudah diperhitungkan. Khusus mengenai penampilan Barbara di kategori Tunggal Putri, ia sangat menyesalkan dengan jatuhnya golok sehingga mendapat potongan nilai. Ia sudah bermain bagus, namun kurang beruntung, ujarnya. Begitu pula dengan kategori tanding, ia sudah memperingatkan kepada atlet-atletnya bahwa bila bertanding di Indonesia harus mantap dan mutlak dalam mengumpulkan nilai. Kalau tidak mutlak kemungkinan besar akan kalah.

                      Pelatih dan Wasit Juri senior yang pertama kali berpartisipasi pada Invitasi Pencak Silat di Wina, Austria tahun 1986 sebagai pelatih tim Belanda memang sudah banyak makan asam garam di dunia persilatan. Pria yang lahir di Semarang, Indonesia ini masih fasih berbahasa Indonesia walaupun sejak tahun 1975 sudah menetap dan bekerja di Belanda sebagai reserse di Departemen Kepolisian Belanda. Pengalaman menekuni pencak silat sejak ia masih tinggal di Indonesia dengan mempelajari pencak silat keluarga di Kesatryaan Setia Budhi, SHO Semarang, dan Bongkot Harimau di Belanda. Kini ia tercatat sebagai anggota HPS Panglipur Groningen. Di samping mempelajari pencak silat, ternyata ia pun mempelajari beladiri lain sebagai bahan pembanding, seperti ju jitsu, judo, karate, taekwondo, kendo, aikido, dan iaido.

                      Ditanya mengenai perkembangan pencak silat di Belanda, ia mengatakan cukup bagus, apalagi sejak NPSB menjadi anggota PERSILAT, organisasi keolahragaan di Belanda sudah mengakuinya. Diharapkan dalam dua tahun ke depan sudah ada subsidi yang memadai dari Pemerintah Belanda, harapnya.

                      Ayah dari seorang anak yang ahli dalam totok darah ini, secara pribadi sedikit menyayangkan dengan dihilangkannya unsur musik dalam kategori tunggal, ganda, dan regu. Di Belanda sendiri April tahun depan direncanakan akan diselenggarakan festival pencak silat yang tentu saja menggunakan musik sebagai pengiringnya. (Graspuzi)

                      Sumber : DUEL ONLINE

                      www.silatindonesia.com



                      Artikel Frans Veetman PELATIH BELANDA yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                        - Powered by BING [2014-04-08 06:27]

                        Leave Comment

                        You must be logged in to post a comment.

                        Frans Veetman PELATIH BELANDA - Silat Indonesia

                        Frans Veetman PELATIH BELANDA.

                            [
                        in English ]

                        Aug 21st, 2009 | By | Category: Figure Pesilat [ in English ]


                        Nama : Frans Veetman Wijoyo Sumitro

                        Tgl. Lahir : Semarang, 11 Agustus 1955

                        Alamat : Timor Str 60A 9715 LJ Groningen

                        Perguruan : Panglipur Groningen

                        Jabatan : Koordinator Panglipur Belanda, Technical Affairs di NPSB

                        Datang ke Jakarta pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat sebagai Technical Affairs dari NPSB (Organisasi Pencak Silat di Belanda) bersama dengan tim pencak silat Belanda. Ketika ditanya mengenai prestasi atlet-atlet Belanda dengan perolehan 3 medali perunggu, tampaknya ia sudah diperhitungkan. Khusus mengenai penampilan Barbara di kategori Tunggal Putri, ia sangat menyesalkan dengan jatuhnya golok sehingga mendapat potongan nilai. Ia sudah bermain bagus, namun kurang beruntung, ujarnya. Begitu pula dengan kategori tanding, ia sudah memperingatkan kepada atlet-atletnya bahwa bila bertanding di Indonesia harus mantap dan mutlak dalam mengumpulkan nilai. Kalau tidak mutlak kemungkinan besar akan kalah.

                        Pelatih dan Wasit Juri senior yang pertama kali berpartisipasi pada Invitasi Pencak Silat di Wina, Austria tahun 1986 sebagai pelatih tim Belanda memang sudah banyak makan asam garam di dunia persilatan. Pria yang lahir di Semarang, Indonesia ini masih fasih berbahasa Indonesia walaupun sejak tahun 1975 sudah menetap dan bekerja di Belanda sebagai reserse di Departemen Kepolisian Belanda. Pengalaman menekuni pencak silat sejak ia masih tinggal di Indonesia dengan mempelajari pencak silat keluarga di Kesatryaan Setia Budhi, SHO Semarang, dan Bongkot Harimau di Belanda. Kini ia tercatat sebagai anggota HPS Panglipur Groningen. Di samping mempelajari pencak silat, ternyata ia pun mempelajari beladiri lain sebagai bahan pembanding, seperti ju jitsu, judo, karate, taekwondo, kendo, aikido, dan iaido.

                        Ditanya mengenai perkembangan pencak silat di Belanda, ia mengatakan cukup bagus, apalagi sejak NPSB menjadi anggota PERSILAT, organisasi keolahragaan di Belanda sudah mengakuinya. Diharapkan dalam dua tahun ke depan sudah ada subsidi yang memadai dari Pemerintah Belanda, harapnya.

                        Ayah dari seorang anak yang ahli dalam totok darah ini, secara pribadi sedikit menyayangkan dengan dihilangkannya unsur musik dalam kategori tunggal, ganda, dan regu. Di Belanda sendiri April tahun depan direncanakan akan diselenggarakan festival pencak silat yang tentu saja menggunakan musik sebagai pengiringnya. (Graspuzi)

                        Sumber : DUEL ONLINE

                        www.silatindonesia.com



                        Artikel Frans Veetman PELATIH BELANDA yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                          - Powered by BING [2014-04-14 01:57]

                          Leave Comment

                          You must be logged in to post a comment.