Pencak Silat Pamor Badai.

    [
in English ]

Aug 21st, 2009 | By | Category: Aliran Silat [ in English ]

Pencak silat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia. Semacam seni membela diri yang mengunakan tendangan, pukulan, kuncian dan bermacam-macam gerakan dengan senjata, di kombinasikan dengan gaya lemah-lembut ? keras dinamis. Yang di tekankan disini adalah gerakan-gerakan yang explosif dan supel dengan combinasi gerakan-gerakan kejutan. Semua aspek ini di sesuaikan dengan tradisi, adat kebiasaan, seperti persahabatan, disiplin, sopan-santun, kesetiaan dan menghormati orang lain.
Pencak silat ini berasal dari kepulauan Indonesia-Malaysia. Kapan mulai terjadi, tidak ada yang tahu pasti. Menurut penemuan ilmu purba kala yang tetua di Indonesia, di ketemukan bukti-bukti yang menyatakan terjadinya seni ini pada abat 800 sesudah masehi. Se tidak-tidaknya pencak silat ini sudah berumur 1200 tahun. Dalam berabad-abad ini pencak silat telah berkembang menjadi seni bela diri yang bermacam-macam bentuknya. Dalam saat ini di Indonesia sekurang-kurangnya ada 800 macam dan pengikutnya ada di berbagai negara seluruh dunia.

Dahulu nama seni bela diri ini bermacam-macam tergantung dari daerah masing-masing. Di antaranya parmoca, silat sile, silat, pencak, penak etc. Nama pencak silat ini sudah ada pada masa perang dunia ke dua. Tapi baru pada tahun 1946, waktu persatuan pencak silat IPSSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) didirikan, nama pencak silat deresmikan untuk di pakai pertamakalinya. Persatuan ini pendaluhuan dari pada persatuan yang berada sekarang ini IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

Sesudah mempelajari pencak silat para guru besar bersama menentukan struktur yang bermacam-macam ini dalam pembagian. Struktur ini di tekankan enekaragam dari seni bela diri di kepulauan Indonesia-Malaysia. Dalam struktur pencak silat ini di bagi dalam empat aspek:
? Kebatinan
? Seni
? Bela Diri
? Wiralaga / Tanding

Pamor Badai
Perguruan Pencak Silat Pamor Badai mendapat nama dari 2 bagian yaitu aliran Pamor dan Badai. Kedua aliran ini berasal dari keluarga yang sama. Pamor adalah aliran keluarga tradisional dan Badai adalah aliran baru yang secara resmi berdiri sejak tahun 1969. Di samping 2 aliran ini Pamor dan Badai masih ada berberapa aliran lain yang di pergunakan misalnya bawean dan Bhayuhmanunggal.
Pamor adalah aliran asli dari keluarga pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, di kenal oleh murid-muridnya sebagai ?Oom Dave?). Pamor adalah aliran dari keluarga bangsawan Indonesia dari jaman Majapahit dari turunan pangeran Suhita. Berabad-abad aliran ini dikembangkan dan diwariskan terun temurun oleh keluarga pangeran ini. Pada tahun 1941 Oom Dave diangkat oleh paman-pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji dan Bentung sebagai kepala aliran Pamor.

Kata pamor sendiri sering dihubungkan dengan struktur-struktur yang terlihat pada keris, tapi kata itu mempunai arti yang lebih luas; selain struktur tetapi juga berarti wajah, bentuk, gambar etc. Dalam behasa Djawa kuno kata pamor mumpunjai banyak maknanya. Pamor mempunya berberapa wajah yang membantu masyarakat hidup dalam persahabatan dan untuk manjaga perdamaian. Tyaranya adalah dengan mempergunakan seni bela diri ini untuk tidak berkelahi dan menjaga agresi dan situasi yang membehaiahkan supaya di bisa hindari, dan hidup dalam kerukunan.

Pamor sering dianggap Pamur. Pamur adalah aliran pencak silat yang lebih modern berasal dari Madura. Pamur adalah singakatan dari Pencak Silat Angkatan Muda Rasio dan diririkan sejak tahun 1951 di Pamekasan oleh Raden Hasan Habudin, seorang keponakan jauh Oom Dave.

Pakaian seragam Pamor terdiri dari baju hitam dan selendang putih. Warna hitam melambangkan kebenaran dan putih sebagai kesuciaan.
Berbeda dengan Pamor, Badai adalah aliran yang lebih muda dan berasal dari keluarga yang sama. Bagaimana datangnya aliran Badai ke keluarga Oom Dave adalah seperti berikut:
Di Sulawesi Selatan ada kepala suku yang membuang anak perempuannya, namanya Sumiami, dari desanya. Dia termasuk turunan dari satu kelompok di Indonesia yang terkenal sebagai ?Orang Laut?. Sejarah dari kelompok ini tidak begitu di kenal tapi ada kemungkinan berabad-abad yang lalu berhubungan dengan pulau Bawean. Sumiami dibuang dengan perahu dan tidak boleh lagi kembali ke kampungnya. Sesudah mengalami pelayaran yang berat dia berlabuh di pulau Djawa pada perkebunan (kelapa) dari Raden Bagin Swarsan, seorang paman dari Oom Dave. Sesudah mendarat dia membikin gubuk untuk menetap. Waktu sedang mengontrol Pak Swarsan melihat Sumiami di gubuknya. Dia bertanya sedang apa kamu ada disini dan Sumiami menjuruhnya pergi dari situ. Tidak lama kemudian Sumiami menjerang dengan pintarnya dan Pak Swarsan dengan susah payah mengelakan serangan-serangannya. Pak Swarsan sangat kaget, ternyata gadis ini bisa mengelakan dengan baik dia pintar menggunakan aliran Badei. Sesudah berkelahi Pak Swarsan membolehkan Sumiami tinggal di perkebunannya dengan sjarat supaya menjaga kebunnya. Oom Dave dan saudaranya Raden Panji Setiocipto belajar Badai dari wanita Sumiami ini. Pak Cipto lebih lama lagi belajar Badai dari Sumiami dan nantinya akan menjadi kepala dari aliran Badai.

Dalam tahun 1969 Badai diresmikan jadi aliran silat baru yang di akui oleh IPSI.

Arti Badai ada dua, selain sebagai Badai, angin puyuh, juga merupakan singkatan dari Bela Diri Anak Indonesia. Setelah Pak Cipto meninggal, maka Oom Dave menjadi pengganti resmi sebagai kepala aliran Badai.

Seragam Badai terdiri dari baju abu-abu dengan selendang biru tua. Warna-warnanya melambangkan kedukaan dan mencerminkan persaan kasian kepada lawannya.

Kepala aliran Pergurauan Pencak Silat Pamor Badai adalah Raden Panji Setiosoeprapto, juga dikenal sebagai Dave Nelson atau disebat Oom Dave.

Raden Panji Setiosoeprapto lahir di Asembagus, Jawa Timur pada tahun 1932, Oom Dave mulai sejak kecil berlatih Pencak Silat. Pada umur 6 tahun, pamannya mengajarkan aliran keluarga sebagai tradisi. Selain diajarkan aliran keluarga Oom Dave dan kakak Raden Panji Setiocipto juga diajarkan aliran Badai. Oom Dave juga mempelajari banyak alrian lain. Karena Oom Dave adalah keturunan keluarga bangsawan, sesuai istiadat dia dikirim ke biara Buddha di Nakhon Pathon, Siam. Di biara ini Oom Dave mempelajari cara-cara berkelahi di Siam, yang sekarang dikenal Muay Thai (saat itu tidak dikenal Muay Thai). Oom Dave juga berlatih tinju, gulat sumo dan kendo. Setelah tinggal di biara Oom Dave diangkat sebagai kepala aliran Pamor oleh pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji Bentung pada tahun 1941.

Setelah tinggal di Papua, Oom Dave akhirnya pindah ke Belanda dimana dia sedikit-sedikit mengajar Pencak Silat pada tahun 1964.
Tahun 1973 Oom Dave secara resmi mengajar, Pencak Silat di Diemen. Tahun 1969 Oom Dave diakui, sebagai ‘pendekar’ oleh IPSI di Surabaya. Selain itu Oom Dave sekali lagi tahun 1993 di angkat jadi pendekar oleh Persilat (Persatuan Pencak Silat Internasional).

ENGLISH VERSION
Pencak Silat is an all comprising martial art from Indonesia. It is a form of self-defense which combines kicking, punching, grabbing, locking and several weapon-techniques to a graceful and dynamic hard-soft style. The emphasis lies in the agility, explosiveness and flexibility in combination with the surprise effect. All these aspects go hand in hand with traditional norms and values as brotherhood, self-discipline, politeness, loyalty and respect for others.

Pencak Silat?s origin is from the Indonesian-Malaysian archipelago. When the Pencak Silat was established can not exactly be determined. Although the oldest archeological findings in the Indonesian archipelago which refer to the existence of martial arts in Indonesia are dated approximately in the year 800 A.C. Therefore one is convinced that Pencak Silat is at least older than 1200 years. Through the centuries Pencak Silat has developed it self to the extremely varied martial art it is today. At this moment there are at least 800 different Pencak Silat styles in Indonesia and is practiced in many countries in the world.

In the past several names were given to this Indonesian martial art, which was mainly dependent on the region. The names used were parmoca, silat sile, silat, pencak, penak, etc. The name Pencak Silat as we know it today already existed before WWII. It was officially used the first time not until 1946, during the establishement of the first national Pencak Silat association (the IPSSI ? Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). This organization is the predecessor of the current Pencak Silat association in Indonesia, the IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

After analizing the Pencak Silat the grandmasters agreed upon a structure. This structure emphasizes the versatility of the Indonesian-Malaysian martial art. In this structure the Pencak Silat is devided in 4 aspects, namely;
? Kebatinan (mental-spiritual, such as meditation)
? Seni (cultural/art)
? Bela Diri (self-defense)
? Wiralaga/Tanding (sport)

Pamor Badai
Perguruan Pencak Silat Pamor Badai owes its name to 2 main styles which are practiced, namely the Pamor and the Badai. Both styles originate from the same family. The Pamor is a traditional family style and the Badai is a young style which only officially exists since 1969. The styles Bawean and the Bhayumanunggal are also practised besides the 2 main styles Pamor and Badai.

The Pamor is an original family style from our pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, better known as Oom Dave for his students). The Pamor is a style from an old royal Indonesian family from the Majapahit era in the line of Pangeran Suhita. Through the centuries this style has been further developed and passed on. In 1941 Oom Dave was appointed by his uncles, Raden Widikdo and Raden Panji Bentung, as the heir (kepala aliran) of the Pamor.

The word Pamor is often solely associated with the structures which are visible on the kris. But the word has a much broader meaning; besides structure it also means face, figure, drawing etc. The old Javanese word ‘pamor’ comprises a lot. The Pamor involves several faces, which helps to live in friendship, brotherhood and peace in society. The art is to use destructive techniques not to fight and to deescalate aggressive, threatening situations to live in harmony with others.

The Pamor is often confused with the Pamur. The Pamur is a more modern Pencak Silat style from Madura. Pamor stands for Pencak Silat Angkatan Muda Rasio and is established in 1951 in Pamekasan by Raden Hasan Habudin, a distant cousin of Oom Dave.

The uniform of the Pamor consist of a black suit and a white belt. The color black symbolizes the truth and white symbolizes purity.

Badai is in contrary to the Pamor a relatively young style which originates from the same family. The Badai style has been adapted by Oom Dave?s family as follows:
In South Sulawesi the daughter of a tribe chief by the name Sumiami was banned from her village. She belonged to a people who are known in Indonesia as ?Orang Laut?, which means sea people. Through history, there is little known about these people, but these people were supposedly closely linked with the island Bawean. Sumiami was sent away in a boat and was ordered never to return to her village. After a grueling boat voyage she stranded in Java, on the land (coconut field) of Raden Bagin Swarsan to be precise, an uncle of Oom Dave. Once there she built her self a hut in order to settle. Pak Swarsan saw on one of his inspections Sumiami and her hut. He asked her what she was doing and told her to leave immediately . Shortly after, she attacked pak Swarsan in a clever way, he barely was able to defend himself. To his disbelieve Sumiami was able to defend herself, for she mastered the style of Badei (hurricane). After the fight pak Swarsan told Sumiami she could stay on his land provided she would keep an eye on his gardens. Oom Dave and his brother Raden Panji Setiocipto learned the Badai from this woman, Sumiami. Pak Cipto stayed apprenticed to Sumiami and later became the kepala aliran of the Badai. In 1969 the Badai was officially acknowledged by the IPSI as a new Pencak Silat style.

Badai has two meanings beside Badei, which means hurricane, Badai also stands for the abbreviation of Bela Diri Anak Indonesia. After the death of pak Cipto, Oom Dave officially became the kepala aliran of the Badai.

The uniform of the Badai consist of a grey suit and a navy-blue belt. The colors symbolizes mourning and express a sense of sadness and compassion for the opponent.



Artikel Pencak Silat Pamor Badai yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


    - Powered by BING [2014-02-05 11:46]

    Leave Comment

    You must be logged in to post a comment.

    Pencak Silat Pamor Badai - Silat Indonesia

    Pencak Silat Pamor Badai.

        [
    in English ]

    Aug 21st, 2009 | By | Category: Aliran Silat [ in English ]

    Pencak silat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia. Semacam seni membela diri yang mengunakan tendangan, pukulan, kuncian dan bermacam-macam gerakan dengan senjata, di kombinasikan dengan gaya lemah-lembut ? keras dinamis. Yang di tekankan disini adalah gerakan-gerakan yang explosif dan supel dengan combinasi gerakan-gerakan kejutan. Semua aspek ini di sesuaikan dengan tradisi, adat kebiasaan, seperti persahabatan, disiplin, sopan-santun, kesetiaan dan menghormati orang lain.
    Pencak silat ini berasal dari kepulauan Indonesia-Malaysia. Kapan mulai terjadi, tidak ada yang tahu pasti. Menurut penemuan ilmu purba kala yang tetua di Indonesia, di ketemukan bukti-bukti yang menyatakan terjadinya seni ini pada abat 800 sesudah masehi. Se tidak-tidaknya pencak silat ini sudah berumur 1200 tahun. Dalam berabad-abad ini pencak silat telah berkembang menjadi seni bela diri yang bermacam-macam bentuknya. Dalam saat ini di Indonesia sekurang-kurangnya ada 800 macam dan pengikutnya ada di berbagai negara seluruh dunia.

    Dahulu nama seni bela diri ini bermacam-macam tergantung dari daerah masing-masing. Di antaranya parmoca, silat sile, silat, pencak, penak etc. Nama pencak silat ini sudah ada pada masa perang dunia ke dua. Tapi baru pada tahun 1946, waktu persatuan pencak silat IPSSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) didirikan, nama pencak silat deresmikan untuk di pakai pertamakalinya. Persatuan ini pendaluhuan dari pada persatuan yang berada sekarang ini IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

    Sesudah mempelajari pencak silat para guru besar bersama menentukan struktur yang bermacam-macam ini dalam pembagian. Struktur ini di tekankan enekaragam dari seni bela diri di kepulauan Indonesia-Malaysia. Dalam struktur pencak silat ini di bagi dalam empat aspek:
    ? Kebatinan
    ? Seni
    ? Bela Diri
    ? Wiralaga / Tanding

    Pamor Badai
    Perguruan Pencak Silat Pamor Badai mendapat nama dari 2 bagian yaitu aliran Pamor dan Badai. Kedua aliran ini berasal dari keluarga yang sama. Pamor adalah aliran keluarga tradisional dan Badai adalah aliran baru yang secara resmi berdiri sejak tahun 1969. Di samping 2 aliran ini Pamor dan Badai masih ada berberapa aliran lain yang di pergunakan misalnya bawean dan Bhayuhmanunggal.
    Pamor adalah aliran asli dari keluarga pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, di kenal oleh murid-muridnya sebagai ?Oom Dave?). Pamor adalah aliran dari keluarga bangsawan Indonesia dari jaman Majapahit dari turunan pangeran Suhita. Berabad-abad aliran ini dikembangkan dan diwariskan terun temurun oleh keluarga pangeran ini. Pada tahun 1941 Oom Dave diangkat oleh paman-pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji dan Bentung sebagai kepala aliran Pamor.

    Kata pamor sendiri sering dihubungkan dengan struktur-struktur yang terlihat pada keris, tapi kata itu mempunai arti yang lebih luas; selain struktur tetapi juga berarti wajah, bentuk, gambar etc. Dalam behasa Djawa kuno kata pamor mumpunjai banyak maknanya. Pamor mempunya berberapa wajah yang membantu masyarakat hidup dalam persahabatan dan untuk manjaga perdamaian. Tyaranya adalah dengan mempergunakan seni bela diri ini untuk tidak berkelahi dan menjaga agresi dan situasi yang membehaiahkan supaya di bisa hindari, dan hidup dalam kerukunan.

    Pamor sering dianggap Pamur. Pamur adalah aliran pencak silat yang lebih modern berasal dari Madura. Pamur adalah singakatan dari Pencak Silat Angkatan Muda Rasio dan diririkan sejak tahun 1951 di Pamekasan oleh Raden Hasan Habudin, seorang keponakan jauh Oom Dave.

    Pakaian seragam Pamor terdiri dari baju hitam dan selendang putih. Warna hitam melambangkan kebenaran dan putih sebagai kesuciaan.
    Berbeda dengan Pamor, Badai adalah aliran yang lebih muda dan berasal dari keluarga yang sama. Bagaimana datangnya aliran Badai ke keluarga Oom Dave adalah seperti berikut:
    Di Sulawesi Selatan ada kepala suku yang membuang anak perempuannya, namanya Sumiami, dari desanya. Dia termasuk turunan dari satu kelompok di Indonesia yang terkenal sebagai ?Orang Laut?. Sejarah dari kelompok ini tidak begitu di kenal tapi ada kemungkinan berabad-abad yang lalu berhubungan dengan pulau Bawean. Sumiami dibuang dengan perahu dan tidak boleh lagi kembali ke kampungnya. Sesudah mengalami pelayaran yang berat dia berlabuh di pulau Djawa pada perkebunan (kelapa) dari Raden Bagin Swarsan, seorang paman dari Oom Dave. Sesudah mendarat dia membikin gubuk untuk menetap. Waktu sedang mengontrol Pak Swarsan melihat Sumiami di gubuknya. Dia bertanya sedang apa kamu ada disini dan Sumiami menjuruhnya pergi dari situ. Tidak lama kemudian Sumiami menjerang dengan pintarnya dan Pak Swarsan dengan susah payah mengelakan serangan-serangannya. Pak Swarsan sangat kaget, ternyata gadis ini bisa mengelakan dengan baik dia pintar menggunakan aliran Badei. Sesudah berkelahi Pak Swarsan membolehkan Sumiami tinggal di perkebunannya dengan sjarat supaya menjaga kebunnya. Oom Dave dan saudaranya Raden Panji Setiocipto belajar Badai dari wanita Sumiami ini. Pak Cipto lebih lama lagi belajar Badai dari Sumiami dan nantinya akan menjadi kepala dari aliran Badai.

    Dalam tahun 1969 Badai diresmikan jadi aliran silat baru yang di akui oleh IPSI.

    Arti Badai ada dua, selain sebagai Badai, angin puyuh, juga merupakan singkatan dari Bela Diri Anak Indonesia. Setelah Pak Cipto meninggal, maka Oom Dave menjadi pengganti resmi sebagai kepala aliran Badai.

    Seragam Badai terdiri dari baju abu-abu dengan selendang biru tua. Warna-warnanya melambangkan kedukaan dan mencerminkan persaan kasian kepada lawannya.

    Kepala aliran Pergurauan Pencak Silat Pamor Badai adalah Raden Panji Setiosoeprapto, juga dikenal sebagai Dave Nelson atau disebat Oom Dave.

    Raden Panji Setiosoeprapto lahir di Asembagus, Jawa Timur pada tahun 1932, Oom Dave mulai sejak kecil berlatih Pencak Silat. Pada umur 6 tahun, pamannya mengajarkan aliran keluarga sebagai tradisi. Selain diajarkan aliran keluarga Oom Dave dan kakak Raden Panji Setiocipto juga diajarkan aliran Badai. Oom Dave juga mempelajari banyak alrian lain. Karena Oom Dave adalah keturunan keluarga bangsawan, sesuai istiadat dia dikirim ke biara Buddha di Nakhon Pathon, Siam. Di biara ini Oom Dave mempelajari cara-cara berkelahi di Siam, yang sekarang dikenal Muay Thai (saat itu tidak dikenal Muay Thai). Oom Dave juga berlatih tinju, gulat sumo dan kendo. Setelah tinggal di biara Oom Dave diangkat sebagai kepala aliran Pamor oleh pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji Bentung pada tahun 1941.

    Setelah tinggal di Papua, Oom Dave akhirnya pindah ke Belanda dimana dia sedikit-sedikit mengajar Pencak Silat pada tahun 1964.
    Tahun 1973 Oom Dave secara resmi mengajar, Pencak Silat di Diemen. Tahun 1969 Oom Dave diakui, sebagai ‘pendekar’ oleh IPSI di Surabaya. Selain itu Oom Dave sekali lagi tahun 1993 di angkat jadi pendekar oleh Persilat (Persatuan Pencak Silat Internasional).

    ENGLISH VERSION
    Pencak Silat is an all comprising martial art from Indonesia. It is a form of self-defense which combines kicking, punching, grabbing, locking and several weapon-techniques to a graceful and dynamic hard-soft style. The emphasis lies in the agility, explosiveness and flexibility in combination with the surprise effect. All these aspects go hand in hand with traditional norms and values as brotherhood, self-discipline, politeness, loyalty and respect for others.

    Pencak Silat?s origin is from the Indonesian-Malaysian archipelago. When the Pencak Silat was established can not exactly be determined. Although the oldest archeological findings in the Indonesian archipelago which refer to the existence of martial arts in Indonesia are dated approximately in the year 800 A.C. Therefore one is convinced that Pencak Silat is at least older than 1200 years. Through the centuries Pencak Silat has developed it self to the extremely varied martial art it is today. At this moment there are at least 800 different Pencak Silat styles in Indonesia and is practiced in many countries in the world.

    In the past several names were given to this Indonesian martial art, which was mainly dependent on the region. The names used were parmoca, silat sile, silat, pencak, penak, etc. The name Pencak Silat as we know it today already existed before WWII. It was officially used the first time not until 1946, during the establishement of the first national Pencak Silat association (the IPSSI ? Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). This organization is the predecessor of the current Pencak Silat association in Indonesia, the IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

    After analizing the Pencak Silat the grandmasters agreed upon a structure. This structure emphasizes the versatility of the Indonesian-Malaysian martial art. In this structure the Pencak Silat is devided in 4 aspects, namely;
    ? Kebatinan (mental-spiritual, such as meditation)
    ? Seni (cultural/art)
    ? Bela Diri (self-defense)
    ? Wiralaga/Tanding (sport)

    Pamor Badai
    Perguruan Pencak Silat Pamor Badai owes its name to 2 main styles which are practiced, namely the Pamor and the Badai. Both styles originate from the same family. The Pamor is a traditional family style and the Badai is a young style which only officially exists since 1969. The styles Bawean and the Bhayumanunggal are also practised besides the 2 main styles Pamor and Badai.

    The Pamor is an original family style from our pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, better known as Oom Dave for his students). The Pamor is a style from an old royal Indonesian family from the Majapahit era in the line of Pangeran Suhita. Through the centuries this style has been further developed and passed on. In 1941 Oom Dave was appointed by his uncles, Raden Widikdo and Raden Panji Bentung, as the heir (kepala aliran) of the Pamor.

    The word Pamor is often solely associated with the structures which are visible on the kris. But the word has a much broader meaning; besides structure it also means face, figure, drawing etc. The old Javanese word ‘pamor’ comprises a lot. The Pamor involves several faces, which helps to live in friendship, brotherhood and peace in society. The art is to use destructive techniques not to fight and to deescalate aggressive, threatening situations to live in harmony with others.

    The Pamor is often confused with the Pamur. The Pamur is a more modern Pencak Silat style from Madura. Pamor stands for Pencak Silat Angkatan Muda Rasio and is established in 1951 in Pamekasan by Raden Hasan Habudin, a distant cousin of Oom Dave.

    The uniform of the Pamor consist of a black suit and a white belt. The color black symbolizes the truth and white symbolizes purity.

    Badai is in contrary to the Pamor a relatively young style which originates from the same family. The Badai style has been adapted by Oom Dave?s family as follows:
    In South Sulawesi the daughter of a tribe chief by the name Sumiami was banned from her village. She belonged to a people who are known in Indonesia as ?Orang Laut?, which means sea people. Through history, there is little known about these people, but these people were supposedly closely linked with the island Bawean. Sumiami was sent away in a boat and was ordered never to return to her village. After a grueling boat voyage she stranded in Java, on the land (coconut field) of Raden Bagin Swarsan to be precise, an uncle of Oom Dave. Once there she built her self a hut in order to settle. Pak Swarsan saw on one of his inspections Sumiami and her hut. He asked her what she was doing and told her to leave immediately . Shortly after, she attacked pak Swarsan in a clever way, he barely was able to defend himself. To his disbelieve Sumiami was able to defend herself, for she mastered the style of Badei (hurricane). After the fight pak Swarsan told Sumiami she could stay on his land provided she would keep an eye on his gardens. Oom Dave and his brother Raden Panji Setiocipto learned the Badai from this woman, Sumiami. Pak Cipto stayed apprenticed to Sumiami and later became the kepala aliran of the Badai. In 1969 the Badai was officially acknowledged by the IPSI as a new Pencak Silat style.

    Badai has two meanings beside Badei, which means hurricane, Badai also stands for the abbreviation of Bela Diri Anak Indonesia. After the death of pak Cipto, Oom Dave officially became the kepala aliran of the Badai.

    The uniform of the Badai consist of a grey suit and a navy-blue belt. The colors symbolizes mourning and express a sense of sadness and compassion for the opponent.



    Artikel Pencak Silat Pamor Badai yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


      - Powered by BING [2014-02-10 18:13]

      Leave Comment

      You must be logged in to post a comment.

      Pencak Silat Pamor Badai - Silat Indonesia

      Pencak Silat Pamor Badai.

          [
      in English ]

      Aug 21st, 2009 | By | Category: Aliran Silat [ in English ]

      Pencak silat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia. Semacam seni membela diri yang mengunakan tendangan, pukulan, kuncian dan bermacam-macam gerakan dengan senjata, di kombinasikan dengan gaya lemah-lembut ? keras dinamis. Yang di tekankan disini adalah gerakan-gerakan yang explosif dan supel dengan combinasi gerakan-gerakan kejutan. Semua aspek ini di sesuaikan dengan tradisi, adat kebiasaan, seperti persahabatan, disiplin, sopan-santun, kesetiaan dan menghormati orang lain.
      Pencak silat ini berasal dari kepulauan Indonesia-Malaysia. Kapan mulai terjadi, tidak ada yang tahu pasti. Menurut penemuan ilmu purba kala yang tetua di Indonesia, di ketemukan bukti-bukti yang menyatakan terjadinya seni ini pada abat 800 sesudah masehi. Se tidak-tidaknya pencak silat ini sudah berumur 1200 tahun. Dalam berabad-abad ini pencak silat telah berkembang menjadi seni bela diri yang bermacam-macam bentuknya. Dalam saat ini di Indonesia sekurang-kurangnya ada 800 macam dan pengikutnya ada di berbagai negara seluruh dunia.

      Dahulu nama seni bela diri ini bermacam-macam tergantung dari daerah masing-masing. Di antaranya parmoca, silat sile, silat, pencak, penak etc. Nama pencak silat ini sudah ada pada masa perang dunia ke dua. Tapi baru pada tahun 1946, waktu persatuan pencak silat IPSSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) didirikan, nama pencak silat deresmikan untuk di pakai pertamakalinya. Persatuan ini pendaluhuan dari pada persatuan yang berada sekarang ini IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

      Sesudah mempelajari pencak silat para guru besar bersama menentukan struktur yang bermacam-macam ini dalam pembagian. Struktur ini di tekankan enekaragam dari seni bela diri di kepulauan Indonesia-Malaysia. Dalam struktur pencak silat ini di bagi dalam empat aspek:
      ? Kebatinan
      ? Seni
      ? Bela Diri
      ? Wiralaga / Tanding

      Pamor Badai
      Perguruan Pencak Silat Pamor Badai mendapat nama dari 2 bagian yaitu aliran Pamor dan Badai. Kedua aliran ini berasal dari keluarga yang sama. Pamor adalah aliran keluarga tradisional dan Badai adalah aliran baru yang secara resmi berdiri sejak tahun 1969. Di samping 2 aliran ini Pamor dan Badai masih ada berberapa aliran lain yang di pergunakan misalnya bawean dan Bhayuhmanunggal.
      Pamor adalah aliran asli dari keluarga pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, di kenal oleh murid-muridnya sebagai ?Oom Dave?). Pamor adalah aliran dari keluarga bangsawan Indonesia dari jaman Majapahit dari turunan pangeran Suhita. Berabad-abad aliran ini dikembangkan dan diwariskan terun temurun oleh keluarga pangeran ini. Pada tahun 1941 Oom Dave diangkat oleh paman-pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji dan Bentung sebagai kepala aliran Pamor.

      Kata pamor sendiri sering dihubungkan dengan struktur-struktur yang terlihat pada keris, tapi kata itu mempunai arti yang lebih luas; selain struktur tetapi juga berarti wajah, bentuk, gambar etc. Dalam behasa Djawa kuno kata pamor mumpunjai banyak maknanya. Pamor mempunya berberapa wajah yang membantu masyarakat hidup dalam persahabatan dan untuk manjaga perdamaian. Tyaranya adalah dengan mempergunakan seni bela diri ini untuk tidak berkelahi dan menjaga agresi dan situasi yang membehaiahkan supaya di bisa hindari, dan hidup dalam kerukunan.

      Pamor sering dianggap Pamur. Pamur adalah aliran pencak silat yang lebih modern berasal dari Madura. Pamur adalah singakatan dari Pencak Silat Angkatan Muda Rasio dan diririkan sejak tahun 1951 di Pamekasan oleh Raden Hasan Habudin, seorang keponakan jauh Oom Dave.

      Pakaian seragam Pamor terdiri dari baju hitam dan selendang putih. Warna hitam melambangkan kebenaran dan putih sebagai kesuciaan.
      Berbeda dengan Pamor, Badai adalah aliran yang lebih muda dan berasal dari keluarga yang sama. Bagaimana datangnya aliran Badai ke keluarga Oom Dave adalah seperti berikut:
      Di Sulawesi Selatan ada kepala suku yang membuang anak perempuannya, namanya Sumiami, dari desanya. Dia termasuk turunan dari satu kelompok di Indonesia yang terkenal sebagai ?Orang Laut?. Sejarah dari kelompok ini tidak begitu di kenal tapi ada kemungkinan berabad-abad yang lalu berhubungan dengan pulau Bawean. Sumiami dibuang dengan perahu dan tidak boleh lagi kembali ke kampungnya. Sesudah mengalami pelayaran yang berat dia berlabuh di pulau Djawa pada perkebunan (kelapa) dari Raden Bagin Swarsan, seorang paman dari Oom Dave. Sesudah mendarat dia membikin gubuk untuk menetap. Waktu sedang mengontrol Pak Swarsan melihat Sumiami di gubuknya. Dia bertanya sedang apa kamu ada disini dan Sumiami menjuruhnya pergi dari situ. Tidak lama kemudian Sumiami menjerang dengan pintarnya dan Pak Swarsan dengan susah payah mengelakan serangan-serangannya. Pak Swarsan sangat kaget, ternyata gadis ini bisa mengelakan dengan baik dia pintar menggunakan aliran Badei. Sesudah berkelahi Pak Swarsan membolehkan Sumiami tinggal di perkebunannya dengan sjarat supaya menjaga kebunnya. Oom Dave dan saudaranya Raden Panji Setiocipto belajar Badai dari wanita Sumiami ini. Pak Cipto lebih lama lagi belajar Badai dari Sumiami dan nantinya akan menjadi kepala dari aliran Badai.

      Dalam tahun 1969 Badai diresmikan jadi aliran silat baru yang di akui oleh IPSI.

      Arti Badai ada dua, selain sebagai Badai, angin puyuh, juga merupakan singkatan dari Bela Diri Anak Indonesia. Setelah Pak Cipto meninggal, maka Oom Dave menjadi pengganti resmi sebagai kepala aliran Badai.

      Seragam Badai terdiri dari baju abu-abu dengan selendang biru tua. Warna-warnanya melambangkan kedukaan dan mencerminkan persaan kasian kepada lawannya.

      Kepala aliran Pergurauan Pencak Silat Pamor Badai adalah Raden Panji Setiosoeprapto, juga dikenal sebagai Dave Nelson atau disebat Oom Dave.

      Raden Panji Setiosoeprapto lahir di Asembagus, Jawa Timur pada tahun 1932, Oom Dave mulai sejak kecil berlatih Pencak Silat. Pada umur 6 tahun, pamannya mengajarkan aliran keluarga sebagai tradisi. Selain diajarkan aliran keluarga Oom Dave dan kakak Raden Panji Setiocipto juga diajarkan aliran Badai. Oom Dave juga mempelajari banyak alrian lain. Karena Oom Dave adalah keturunan keluarga bangsawan, sesuai istiadat dia dikirim ke biara Buddha di Nakhon Pathon, Siam. Di biara ini Oom Dave mempelajari cara-cara berkelahi di Siam, yang sekarang dikenal Muay Thai (saat itu tidak dikenal Muay Thai). Oom Dave juga berlatih tinju, gulat sumo dan kendo. Setelah tinggal di biara Oom Dave diangkat sebagai kepala aliran Pamor oleh pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji Bentung pada tahun 1941.

      Setelah tinggal di Papua, Oom Dave akhirnya pindah ke Belanda dimana dia sedikit-sedikit mengajar Pencak Silat pada tahun 1964.
      Tahun 1973 Oom Dave secara resmi mengajar, Pencak Silat di Diemen. Tahun 1969 Oom Dave diakui, sebagai ‘pendekar’ oleh IPSI di Surabaya. Selain itu Oom Dave sekali lagi tahun 1993 di angkat jadi pendekar oleh Persilat (Persatuan Pencak Silat Internasional).

      ENGLISH VERSION
      Pencak Silat is an all comprising martial art from Indonesia. It is a form of self-defense which combines kicking, punching, grabbing, locking and several weapon-techniques to a graceful and dynamic hard-soft style. The emphasis lies in the agility, explosiveness and flexibility in combination with the surprise effect. All these aspects go hand in hand with traditional norms and values as brotherhood, self-discipline, politeness, loyalty and respect for others.

      Pencak Silat?s origin is from the Indonesian-Malaysian archipelago. When the Pencak Silat was established can not exactly be determined. Although the oldest archeological findings in the Indonesian archipelago which refer to the existence of martial arts in Indonesia are dated approximately in the year 800 A.C. Therefore one is convinced that Pencak Silat is at least older than 1200 years. Through the centuries Pencak Silat has developed it self to the extremely varied martial art it is today. At this moment there are at least 800 different Pencak Silat styles in Indonesia and is practiced in many countries in the world.

      In the past several names were given to this Indonesian martial art, which was mainly dependent on the region. The names used were parmoca, silat sile, silat, pencak, penak, etc. The name Pencak Silat as we know it today already existed before WWII. It was officially used the first time not until 1946, during the establishement of the first national Pencak Silat association (the IPSSI ? Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). This organization is the predecessor of the current Pencak Silat association in Indonesia, the IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

      After analizing the Pencak Silat the grandmasters agreed upon a structure. This structure emphasizes the versatility of the Indonesian-Malaysian martial art. In this structure the Pencak Silat is devided in 4 aspects, namely;
      ? Kebatinan (mental-spiritual, such as meditation)
      ? Seni (cultural/art)
      ? Bela Diri (self-defense)
      ? Wiralaga/Tanding (sport)

      Pamor Badai
      Perguruan Pencak Silat Pamor Badai owes its name to 2 main styles which are practiced, namely the Pamor and the Badai. Both styles originate from the same family. The Pamor is a traditional family style and the Badai is a young style which only officially exists since 1969. The styles Bawean and the Bhayumanunggal are also practised besides the 2 main styles Pamor and Badai.

      The Pamor is an original family style from our pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, better known as Oom Dave for his students). The Pamor is a style from an old royal Indonesian family from the Majapahit era in the line of Pangeran Suhita. Through the centuries this style has been further developed and passed on. In 1941 Oom Dave was appointed by his uncles, Raden Widikdo and Raden Panji Bentung, as the heir (kepala aliran) of the Pamor.

      The word Pamor is often solely associated with the structures which are visible on the kris. But the word has a much broader meaning; besides structure it also means face, figure, drawing etc. The old Javanese word ‘pamor’ comprises a lot. The Pamor involves several faces, which helps to live in friendship, brotherhood and peace in society. The art is to use destructive techniques not to fight and to deescalate aggressive, threatening situations to live in harmony with others.

      The Pamor is often confused with the Pamur. The Pamur is a more modern Pencak Silat style from Madura. Pamor stands for Pencak Silat Angkatan Muda Rasio and is established in 1951 in Pamekasan by Raden Hasan Habudin, a distant cousin of Oom Dave.

      The uniform of the Pamor consist of a black suit and a white belt. The color black symbolizes the truth and white symbolizes purity.

      Badai is in contrary to the Pamor a relatively young style which originates from the same family. The Badai style has been adapted by Oom Dave?s family as follows:
      In South Sulawesi the daughter of a tribe chief by the name Sumiami was banned from her village. She belonged to a people who are known in Indonesia as ?Orang Laut?, which means sea people. Through history, there is little known about these people, but these people were supposedly closely linked with the island Bawean. Sumiami was sent away in a boat and was ordered never to return to her village. After a grueling boat voyage she stranded in Java, on the land (coconut field) of Raden Bagin Swarsan to be precise, an uncle of Oom Dave. Once there she built her self a hut in order to settle. Pak Swarsan saw on one of his inspections Sumiami and her hut. He asked her what she was doing and told her to leave immediately . Shortly after, she attacked pak Swarsan in a clever way, he barely was able to defend himself. To his disbelieve Sumiami was able to defend herself, for she mastered the style of Badei (hurricane). After the fight pak Swarsan told Sumiami she could stay on his land provided she would keep an eye on his gardens. Oom Dave and his brother Raden Panji Setiocipto learned the Badai from this woman, Sumiami. Pak Cipto stayed apprenticed to Sumiami and later became the kepala aliran of the Badai. In 1969 the Badai was officially acknowledged by the IPSI as a new Pencak Silat style.

      Badai has two meanings beside Badei, which means hurricane, Badai also stands for the abbreviation of Bela Diri Anak Indonesia. After the death of pak Cipto, Oom Dave officially became the kepala aliran of the Badai.

      The uniform of the Badai consist of a grey suit and a navy-blue belt. The colors symbolizes mourning and express a sense of sadness and compassion for the opponent.



      Artikel Pencak Silat Pamor Badai yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


        - Powered by BING [2014-02-16 20:19]

        Leave Comment

        You must be logged in to post a comment.

        Pencak Silat Pamor Badai - Silat Indonesia

        Pencak Silat Pamor Badai.

            [
        in English ]

        Aug 21st, 2009 | By | Category: Aliran Silat [ in English ]

        Pencak silat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia. Semacam seni membela diri yang mengunakan tendangan, pukulan, kuncian dan bermacam-macam gerakan dengan senjata, di kombinasikan dengan gaya lemah-lembut ? keras dinamis. Yang di tekankan disini adalah gerakan-gerakan yang explosif dan supel dengan combinasi gerakan-gerakan kejutan. Semua aspek ini di sesuaikan dengan tradisi, adat kebiasaan, seperti persahabatan, disiplin, sopan-santun, kesetiaan dan menghormati orang lain.
        Pencak silat ini berasal dari kepulauan Indonesia-Malaysia. Kapan mulai terjadi, tidak ada yang tahu pasti. Menurut penemuan ilmu purba kala yang tetua di Indonesia, di ketemukan bukti-bukti yang menyatakan terjadinya seni ini pada abat 800 sesudah masehi. Se tidak-tidaknya pencak silat ini sudah berumur 1200 tahun. Dalam berabad-abad ini pencak silat telah berkembang menjadi seni bela diri yang bermacam-macam bentuknya. Dalam saat ini di Indonesia sekurang-kurangnya ada 800 macam dan pengikutnya ada di berbagai negara seluruh dunia.

        Dahulu nama seni bela diri ini bermacam-macam tergantung dari daerah masing-masing. Di antaranya parmoca, silat sile, silat, pencak, penak etc. Nama pencak silat ini sudah ada pada masa perang dunia ke dua. Tapi baru pada tahun 1946, waktu persatuan pencak silat IPSSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) didirikan, nama pencak silat deresmikan untuk di pakai pertamakalinya. Persatuan ini pendaluhuan dari pada persatuan yang berada sekarang ini IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

        Sesudah mempelajari pencak silat para guru besar bersama menentukan struktur yang bermacam-macam ini dalam pembagian. Struktur ini di tekankan enekaragam dari seni bela diri di kepulauan Indonesia-Malaysia. Dalam struktur pencak silat ini di bagi dalam empat aspek:
        ? Kebatinan
        ? Seni
        ? Bela Diri
        ? Wiralaga / Tanding

        Pamor Badai
        Perguruan Pencak Silat Pamor Badai mendapat nama dari 2 bagian yaitu aliran Pamor dan Badai. Kedua aliran ini berasal dari keluarga yang sama. Pamor adalah aliran keluarga tradisional dan Badai adalah aliran baru yang secara resmi berdiri sejak tahun 1969. Di samping 2 aliran ini Pamor dan Badai masih ada berberapa aliran lain yang di pergunakan misalnya bawean dan Bhayuhmanunggal.
        Pamor adalah aliran asli dari keluarga pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, di kenal oleh murid-muridnya sebagai ?Oom Dave?). Pamor adalah aliran dari keluarga bangsawan Indonesia dari jaman Majapahit dari turunan pangeran Suhita. Berabad-abad aliran ini dikembangkan dan diwariskan terun temurun oleh keluarga pangeran ini. Pada tahun 1941 Oom Dave diangkat oleh paman-pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji dan Bentung sebagai kepala aliran Pamor.

        Kata pamor sendiri sering dihubungkan dengan struktur-struktur yang terlihat pada keris, tapi kata itu mempunai arti yang lebih luas; selain struktur tetapi juga berarti wajah, bentuk, gambar etc. Dalam behasa Djawa kuno kata pamor mumpunjai banyak maknanya. Pamor mempunya berberapa wajah yang membantu masyarakat hidup dalam persahabatan dan untuk manjaga perdamaian. Tyaranya adalah dengan mempergunakan seni bela diri ini untuk tidak berkelahi dan menjaga agresi dan situasi yang membehaiahkan supaya di bisa hindari, dan hidup dalam kerukunan.

        Pamor sering dianggap Pamur. Pamur adalah aliran pencak silat yang lebih modern berasal dari Madura. Pamur adalah singakatan dari Pencak Silat Angkatan Muda Rasio dan diririkan sejak tahun 1951 di Pamekasan oleh Raden Hasan Habudin, seorang keponakan jauh Oom Dave.

        Pakaian seragam Pamor terdiri dari baju hitam dan selendang putih. Warna hitam melambangkan kebenaran dan putih sebagai kesuciaan.
        Berbeda dengan Pamor, Badai adalah aliran yang lebih muda dan berasal dari keluarga yang sama. Bagaimana datangnya aliran Badai ke keluarga Oom Dave adalah seperti berikut:
        Di Sulawesi Selatan ada kepala suku yang membuang anak perempuannya, namanya Sumiami, dari desanya. Dia termasuk turunan dari satu kelompok di Indonesia yang terkenal sebagai ?Orang Laut?. Sejarah dari kelompok ini tidak begitu di kenal tapi ada kemungkinan berabad-abad yang lalu berhubungan dengan pulau Bawean. Sumiami dibuang dengan perahu dan tidak boleh lagi kembali ke kampungnya. Sesudah mengalami pelayaran yang berat dia berlabuh di pulau Djawa pada perkebunan (kelapa) dari Raden Bagin Swarsan, seorang paman dari Oom Dave. Sesudah mendarat dia membikin gubuk untuk menetap. Waktu sedang mengontrol Pak Swarsan melihat Sumiami di gubuknya. Dia bertanya sedang apa kamu ada disini dan Sumiami menjuruhnya pergi dari situ. Tidak lama kemudian Sumiami menjerang dengan pintarnya dan Pak Swarsan dengan susah payah mengelakan serangan-serangannya. Pak Swarsan sangat kaget, ternyata gadis ini bisa mengelakan dengan baik dia pintar menggunakan aliran Badei. Sesudah berkelahi Pak Swarsan membolehkan Sumiami tinggal di perkebunannya dengan sjarat supaya menjaga kebunnya. Oom Dave dan saudaranya Raden Panji Setiocipto belajar Badai dari wanita Sumiami ini. Pak Cipto lebih lama lagi belajar Badai dari Sumiami dan nantinya akan menjadi kepala dari aliran Badai.

        Dalam tahun 1969 Badai diresmikan jadi aliran silat baru yang di akui oleh IPSI.

        Arti Badai ada dua, selain sebagai Badai, angin puyuh, juga merupakan singkatan dari Bela Diri Anak Indonesia. Setelah Pak Cipto meninggal, maka Oom Dave menjadi pengganti resmi sebagai kepala aliran Badai.

        Seragam Badai terdiri dari baju abu-abu dengan selendang biru tua. Warna-warnanya melambangkan kedukaan dan mencerminkan persaan kasian kepada lawannya.

        Kepala aliran Pergurauan Pencak Silat Pamor Badai adalah Raden Panji Setiosoeprapto, juga dikenal sebagai Dave Nelson atau disebat Oom Dave.

        Raden Panji Setiosoeprapto lahir di Asembagus, Jawa Timur pada tahun 1932, Oom Dave mulai sejak kecil berlatih Pencak Silat. Pada umur 6 tahun, pamannya mengajarkan aliran keluarga sebagai tradisi. Selain diajarkan aliran keluarga Oom Dave dan kakak Raden Panji Setiocipto juga diajarkan aliran Badai. Oom Dave juga mempelajari banyak alrian lain. Karena Oom Dave adalah keturunan keluarga bangsawan, sesuai istiadat dia dikirim ke biara Buddha di Nakhon Pathon, Siam. Di biara ini Oom Dave mempelajari cara-cara berkelahi di Siam, yang sekarang dikenal Muay Thai (saat itu tidak dikenal Muay Thai). Oom Dave juga berlatih tinju, gulat sumo dan kendo. Setelah tinggal di biara Oom Dave diangkat sebagai kepala aliran Pamor oleh pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji Bentung pada tahun 1941.

        Setelah tinggal di Papua, Oom Dave akhirnya pindah ke Belanda dimana dia sedikit-sedikit mengajar Pencak Silat pada tahun 1964.
        Tahun 1973 Oom Dave secara resmi mengajar, Pencak Silat di Diemen. Tahun 1969 Oom Dave diakui, sebagai ‘pendekar’ oleh IPSI di Surabaya. Selain itu Oom Dave sekali lagi tahun 1993 di angkat jadi pendekar oleh Persilat (Persatuan Pencak Silat Internasional).

        ENGLISH VERSION
        Pencak Silat is an all comprising martial art from Indonesia. It is a form of self-defense which combines kicking, punching, grabbing, locking and several weapon-techniques to a graceful and dynamic hard-soft style. The emphasis lies in the agility, explosiveness and flexibility in combination with the surprise effect. All these aspects go hand in hand with traditional norms and values as brotherhood, self-discipline, politeness, loyalty and respect for others.

        Pencak Silat?s origin is from the Indonesian-Malaysian archipelago. When the Pencak Silat was established can not exactly be determined. Although the oldest archeological findings in the Indonesian archipelago which refer to the existence of martial arts in Indonesia are dated approximately in the year 800 A.C. Therefore one is convinced that Pencak Silat is at least older than 1200 years. Through the centuries Pencak Silat has developed it self to the extremely varied martial art it is today. At this moment there are at least 800 different Pencak Silat styles in Indonesia and is practiced in many countries in the world.

        In the past several names were given to this Indonesian martial art, which was mainly dependent on the region. The names used were parmoca, silat sile, silat, pencak, penak, etc. The name Pencak Silat as we know it today already existed before WWII. It was officially used the first time not until 1946, during the establishement of the first national Pencak Silat association (the IPSSI ? Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). This organization is the predecessor of the current Pencak Silat association in Indonesia, the IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

        After analizing the Pencak Silat the grandmasters agreed upon a structure. This structure emphasizes the versatility of the Indonesian-Malaysian martial art. In this structure the Pencak Silat is devided in 4 aspects, namely;
        ? Kebatinan (mental-spiritual, such as meditation)
        ? Seni (cultural/art)
        ? Bela Diri (self-defense)
        ? Wiralaga/Tanding (sport)

        Pamor Badai
        Perguruan Pencak Silat Pamor Badai owes its name to 2 main styles which are practiced, namely the Pamor and the Badai. Both styles originate from the same family. The Pamor is a traditional family style and the Badai is a young style which only officially exists since 1969. The styles Bawean and the Bhayumanunggal are also practised besides the 2 main styles Pamor and Badai.

        The Pamor is an original family style from our pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, better known as Oom Dave for his students). The Pamor is a style from an old royal Indonesian family from the Majapahit era in the line of Pangeran Suhita. Through the centuries this style has been further developed and passed on. In 1941 Oom Dave was appointed by his uncles, Raden Widikdo and Raden Panji Bentung, as the heir (kepala aliran) of the Pamor.

        The word Pamor is often solely associated with the structures which are visible on the kris. But the word has a much broader meaning; besides structure it also means face, figure, drawing etc. The old Javanese word ‘pamor’ comprises a lot. The Pamor involves several faces, which helps to live in friendship, brotherhood and peace in society. The art is to use destructive techniques not to fight and to deescalate aggressive, threatening situations to live in harmony with others.

        The Pamor is often confused with the Pamur. The Pamur is a more modern Pencak Silat style from Madura. Pamor stands for Pencak Silat Angkatan Muda Rasio and is established in 1951 in Pamekasan by Raden Hasan Habudin, a distant cousin of Oom Dave.

        The uniform of the Pamor consist of a black suit and a white belt. The color black symbolizes the truth and white symbolizes purity.

        Badai is in contrary to the Pamor a relatively young style which originates from the same family. The Badai style has been adapted by Oom Dave?s family as follows:
        In South Sulawesi the daughter of a tribe chief by the name Sumiami was banned from her village. She belonged to a people who are known in Indonesia as ?Orang Laut?, which means sea people. Through history, there is little known about these people, but these people were supposedly closely linked with the island Bawean. Sumiami was sent away in a boat and was ordered never to return to her village. After a grueling boat voyage she stranded in Java, on the land (coconut field) of Raden Bagin Swarsan to be precise, an uncle of Oom Dave. Once there she built her self a hut in order to settle. Pak Swarsan saw on one of his inspections Sumiami and her hut. He asked her what she was doing and told her to leave immediately . Shortly after, she attacked pak Swarsan in a clever way, he barely was able to defend himself. To his disbelieve Sumiami was able to defend herself, for she mastered the style of Badei (hurricane). After the fight pak Swarsan told Sumiami she could stay on his land provided she would keep an eye on his gardens. Oom Dave and his brother Raden Panji Setiocipto learned the Badai from this woman, Sumiami. Pak Cipto stayed apprenticed to Sumiami and later became the kepala aliran of the Badai. In 1969 the Badai was officially acknowledged by the IPSI as a new Pencak Silat style.

        Badai has two meanings beside Badei, which means hurricane, Badai also stands for the abbreviation of Bela Diri Anak Indonesia. After the death of pak Cipto, Oom Dave officially became the kepala aliran of the Badai.

        The uniform of the Badai consist of a grey suit and a navy-blue belt. The colors symbolizes mourning and express a sense of sadness and compassion for the opponent.



        Artikel Pencak Silat Pamor Badai yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


          - Powered by BING [2014-02-22 23:13]

          Leave Comment

          You must be logged in to post a comment.

          Pencak Silat Pamor Badai - Silat Indonesia

          Pencak Silat Pamor Badai.

              [
          in English ]

          Aug 21st, 2009 | By | Category: Aliran Silat [ in English ]

          Pencak silat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia. Semacam seni membela diri yang mengunakan tendangan, pukulan, kuncian dan bermacam-macam gerakan dengan senjata, di kombinasikan dengan gaya lemah-lembut ? keras dinamis. Yang di tekankan disini adalah gerakan-gerakan yang explosif dan supel dengan combinasi gerakan-gerakan kejutan. Semua aspek ini di sesuaikan dengan tradisi, adat kebiasaan, seperti persahabatan, disiplin, sopan-santun, kesetiaan dan menghormati orang lain.
          Pencak silat ini berasal dari kepulauan Indonesia-Malaysia. Kapan mulai terjadi, tidak ada yang tahu pasti. Menurut penemuan ilmu purba kala yang tetua di Indonesia, di ketemukan bukti-bukti yang menyatakan terjadinya seni ini pada abat 800 sesudah masehi. Se tidak-tidaknya pencak silat ini sudah berumur 1200 tahun. Dalam berabad-abad ini pencak silat telah berkembang menjadi seni bela diri yang bermacam-macam bentuknya. Dalam saat ini di Indonesia sekurang-kurangnya ada 800 macam dan pengikutnya ada di berbagai negara seluruh dunia.

          Dahulu nama seni bela diri ini bermacam-macam tergantung dari daerah masing-masing. Di antaranya parmoca, silat sile, silat, pencak, penak etc. Nama pencak silat ini sudah ada pada masa perang dunia ke dua. Tapi baru pada tahun 1946, waktu persatuan pencak silat IPSSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) didirikan, nama pencak silat deresmikan untuk di pakai pertamakalinya. Persatuan ini pendaluhuan dari pada persatuan yang berada sekarang ini IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

          Sesudah mempelajari pencak silat para guru besar bersama menentukan struktur yang bermacam-macam ini dalam pembagian. Struktur ini di tekankan enekaragam dari seni bela diri di kepulauan Indonesia-Malaysia. Dalam struktur pencak silat ini di bagi dalam empat aspek:
          ? Kebatinan
          ? Seni
          ? Bela Diri
          ? Wiralaga / Tanding

          Pamor Badai
          Perguruan Pencak Silat Pamor Badai mendapat nama dari 2 bagian yaitu aliran Pamor dan Badai. Kedua aliran ini berasal dari keluarga yang sama. Pamor adalah aliran keluarga tradisional dan Badai adalah aliran baru yang secara resmi berdiri sejak tahun 1969. Di samping 2 aliran ini Pamor dan Badai masih ada berberapa aliran lain yang di pergunakan misalnya bawean dan Bhayuhmanunggal.
          Pamor adalah aliran asli dari keluarga pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, di kenal oleh murid-muridnya sebagai ?Oom Dave?). Pamor adalah aliran dari keluarga bangsawan Indonesia dari jaman Majapahit dari turunan pangeran Suhita. Berabad-abad aliran ini dikembangkan dan diwariskan terun temurun oleh keluarga pangeran ini. Pada tahun 1941 Oom Dave diangkat oleh paman-pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji dan Bentung sebagai kepala aliran Pamor.

          Kata pamor sendiri sering dihubungkan dengan struktur-struktur yang terlihat pada keris, tapi kata itu mempunai arti yang lebih luas; selain struktur tetapi juga berarti wajah, bentuk, gambar etc. Dalam behasa Djawa kuno kata pamor mumpunjai banyak maknanya. Pamor mempunya berberapa wajah yang membantu masyarakat hidup dalam persahabatan dan untuk manjaga perdamaian. Tyaranya adalah dengan mempergunakan seni bela diri ini untuk tidak berkelahi dan menjaga agresi dan situasi yang membehaiahkan supaya di bisa hindari, dan hidup dalam kerukunan.

          Pamor sering dianggap Pamur. Pamur adalah aliran pencak silat yang lebih modern berasal dari Madura. Pamur adalah singakatan dari Pencak Silat Angkatan Muda Rasio dan diririkan sejak tahun 1951 di Pamekasan oleh Raden Hasan Habudin, seorang keponakan jauh Oom Dave.

          Pakaian seragam Pamor terdiri dari baju hitam dan selendang putih. Warna hitam melambangkan kebenaran dan putih sebagai kesuciaan.
          Berbeda dengan Pamor, Badai adalah aliran yang lebih muda dan berasal dari keluarga yang sama. Bagaimana datangnya aliran Badai ke keluarga Oom Dave adalah seperti berikut:
          Di Sulawesi Selatan ada kepala suku yang membuang anak perempuannya, namanya Sumiami, dari desanya. Dia termasuk turunan dari satu kelompok di Indonesia yang terkenal sebagai ?Orang Laut?. Sejarah dari kelompok ini tidak begitu di kenal tapi ada kemungkinan berabad-abad yang lalu berhubungan dengan pulau Bawean. Sumiami dibuang dengan perahu dan tidak boleh lagi kembali ke kampungnya. Sesudah mengalami pelayaran yang berat dia berlabuh di pulau Djawa pada perkebunan (kelapa) dari Raden Bagin Swarsan, seorang paman dari Oom Dave. Sesudah mendarat dia membikin gubuk untuk menetap. Waktu sedang mengontrol Pak Swarsan melihat Sumiami di gubuknya. Dia bertanya sedang apa kamu ada disini dan Sumiami menjuruhnya pergi dari situ. Tidak lama kemudian Sumiami menjerang dengan pintarnya dan Pak Swarsan dengan susah payah mengelakan serangan-serangannya. Pak Swarsan sangat kaget, ternyata gadis ini bisa mengelakan dengan baik dia pintar menggunakan aliran Badei. Sesudah berkelahi Pak Swarsan membolehkan Sumiami tinggal di perkebunannya dengan sjarat supaya menjaga kebunnya. Oom Dave dan saudaranya Raden Panji Setiocipto belajar Badai dari wanita Sumiami ini. Pak Cipto lebih lama lagi belajar Badai dari Sumiami dan nantinya akan menjadi kepala dari aliran Badai.

          Dalam tahun 1969 Badai diresmikan jadi aliran silat baru yang di akui oleh IPSI.

          Arti Badai ada dua, selain sebagai Badai, angin puyuh, juga merupakan singkatan dari Bela Diri Anak Indonesia. Setelah Pak Cipto meninggal, maka Oom Dave menjadi pengganti resmi sebagai kepala aliran Badai.

          Seragam Badai terdiri dari baju abu-abu dengan selendang biru tua. Warna-warnanya melambangkan kedukaan dan mencerminkan persaan kasian kepada lawannya.

          Kepala aliran Pergurauan Pencak Silat Pamor Badai adalah Raden Panji Setiosoeprapto, juga dikenal sebagai Dave Nelson atau disebat Oom Dave.

          Raden Panji Setiosoeprapto lahir di Asembagus, Jawa Timur pada tahun 1932, Oom Dave mulai sejak kecil berlatih Pencak Silat. Pada umur 6 tahun, pamannya mengajarkan aliran keluarga sebagai tradisi. Selain diajarkan aliran keluarga Oom Dave dan kakak Raden Panji Setiocipto juga diajarkan aliran Badai. Oom Dave juga mempelajari banyak alrian lain. Karena Oom Dave adalah keturunan keluarga bangsawan, sesuai istiadat dia dikirim ke biara Buddha di Nakhon Pathon, Siam. Di biara ini Oom Dave mempelajari cara-cara berkelahi di Siam, yang sekarang dikenal Muay Thai (saat itu tidak dikenal Muay Thai). Oom Dave juga berlatih tinju, gulat sumo dan kendo. Setelah tinggal di biara Oom Dave diangkat sebagai kepala aliran Pamor oleh pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji Bentung pada tahun 1941.

          Setelah tinggal di Papua, Oom Dave akhirnya pindah ke Belanda dimana dia sedikit-sedikit mengajar Pencak Silat pada tahun 1964.
          Tahun 1973 Oom Dave secara resmi mengajar, Pencak Silat di Diemen. Tahun 1969 Oom Dave diakui, sebagai ‘pendekar’ oleh IPSI di Surabaya. Selain itu Oom Dave sekali lagi tahun 1993 di angkat jadi pendekar oleh Persilat (Persatuan Pencak Silat Internasional).

          ENGLISH VERSION
          Pencak Silat is an all comprising martial art from Indonesia. It is a form of self-defense which combines kicking, punching, grabbing, locking and several weapon-techniques to a graceful and dynamic hard-soft style. The emphasis lies in the agility, explosiveness and flexibility in combination with the surprise effect. All these aspects go hand in hand with traditional norms and values as brotherhood, self-discipline, politeness, loyalty and respect for others.

          Pencak Silat?s origin is from the Indonesian-Malaysian archipelago. When the Pencak Silat was established can not exactly be determined. Although the oldest archeological findings in the Indonesian archipelago which refer to the existence of martial arts in Indonesia are dated approximately in the year 800 A.C. Therefore one is convinced that Pencak Silat is at least older than 1200 years. Through the centuries Pencak Silat has developed it self to the extremely varied martial art it is today. At this moment there are at least 800 different Pencak Silat styles in Indonesia and is practiced in many countries in the world.

          In the past several names were given to this Indonesian martial art, which was mainly dependent on the region. The names used were parmoca, silat sile, silat, pencak, penak, etc. The name Pencak Silat as we know it today already existed before WWII. It was officially used the first time not until 1946, during the establishement of the first national Pencak Silat association (the IPSSI ? Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). This organization is the predecessor of the current Pencak Silat association in Indonesia, the IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

          After analizing the Pencak Silat the grandmasters agreed upon a structure. This structure emphasizes the versatility of the Indonesian-Malaysian martial art. In this structure the Pencak Silat is devided in 4 aspects, namely;
          ? Kebatinan (mental-spiritual, such as meditation)
          ? Seni (cultural/art)
          ? Bela Diri (self-defense)
          ? Wiralaga/Tanding (sport)

          Pamor Badai
          Perguruan Pencak Silat Pamor Badai owes its name to 2 main styles which are practiced, namely the Pamor and the Badai. Both styles originate from the same family. The Pamor is a traditional family style and the Badai is a young style which only officially exists since 1969. The styles Bawean and the Bhayumanunggal are also practised besides the 2 main styles Pamor and Badai.

          The Pamor is an original family style from our pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, better known as Oom Dave for his students). The Pamor is a style from an old royal Indonesian family from the Majapahit era in the line of Pangeran Suhita. Through the centuries this style has been further developed and passed on. In 1941 Oom Dave was appointed by his uncles, Raden Widikdo and Raden Panji Bentung, as the heir (kepala aliran) of the Pamor.

          The word Pamor is often solely associated with the structures which are visible on the kris. But the word has a much broader meaning; besides structure it also means face, figure, drawing etc. The old Javanese word ‘pamor’ comprises a lot. The Pamor involves several faces, which helps to live in friendship, brotherhood and peace in society. The art is to use destructive techniques not to fight and to deescalate aggressive, threatening situations to live in harmony with others.

          The Pamor is often confused with the Pamur. The Pamur is a more modern Pencak Silat style from Madura. Pamor stands for Pencak Silat Angkatan Muda Rasio and is established in 1951 in Pamekasan by Raden Hasan Habudin, a distant cousin of Oom Dave.

          The uniform of the Pamor consist of a black suit and a white belt. The color black symbolizes the truth and white symbolizes purity.

          Badai is in contrary to the Pamor a relatively young style which originates from the same family. The Badai style has been adapted by Oom Dave?s family as follows:
          In South Sulawesi the daughter of a tribe chief by the name Sumiami was banned from her village. She belonged to a people who are known in Indonesia as ?Orang Laut?, which means sea people. Through history, there is little known about these people, but these people were supposedly closely linked with the island Bawean. Sumiami was sent away in a boat and was ordered never to return to her village. After a grueling boat voyage she stranded in Java, on the land (coconut field) of Raden Bagin Swarsan to be precise, an uncle of Oom Dave. Once there she built her self a hut in order to settle. Pak Swarsan saw on one of his inspections Sumiami and her hut. He asked her what she was doing and told her to leave immediately . Shortly after, she attacked pak Swarsan in a clever way, he barely was able to defend himself. To his disbelieve Sumiami was able to defend herself, for she mastered the style of Badei (hurricane). After the fight pak Swarsan told Sumiami she could stay on his land provided she would keep an eye on his gardens. Oom Dave and his brother Raden Panji Setiocipto learned the Badai from this woman, Sumiami. Pak Cipto stayed apprenticed to Sumiami and later became the kepala aliran of the Badai. In 1969 the Badai was officially acknowledged by the IPSI as a new Pencak Silat style.

          Badai has two meanings beside Badei, which means hurricane, Badai also stands for the abbreviation of Bela Diri Anak Indonesia. After the death of pak Cipto, Oom Dave officially became the kepala aliran of the Badai.

          The uniform of the Badai consist of a grey suit and a navy-blue belt. The colors symbolizes mourning and express a sense of sadness and compassion for the opponent.



          Artikel Pencak Silat Pamor Badai yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


            - Powered by BING [2014-03-01 01:05]

            Leave Comment

            You must be logged in to post a comment.

            Pencak Silat Pamor Badai - Silat Indonesia

            Pencak Silat Pamor Badai.

                [
            in English ]

            Aug 21st, 2009 | By | Category: Aliran Silat [ in English ]

            Pencak silat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia. Semacam seni membela diri yang mengunakan tendangan, pukulan, kuncian dan bermacam-macam gerakan dengan senjata, di kombinasikan dengan gaya lemah-lembut ? keras dinamis. Yang di tekankan disini adalah gerakan-gerakan yang explosif dan supel dengan combinasi gerakan-gerakan kejutan. Semua aspek ini di sesuaikan dengan tradisi, adat kebiasaan, seperti persahabatan, disiplin, sopan-santun, kesetiaan dan menghormati orang lain.
            Pencak silat ini berasal dari kepulauan Indonesia-Malaysia. Kapan mulai terjadi, tidak ada yang tahu pasti. Menurut penemuan ilmu purba kala yang tetua di Indonesia, di ketemukan bukti-bukti yang menyatakan terjadinya seni ini pada abat 800 sesudah masehi. Se tidak-tidaknya pencak silat ini sudah berumur 1200 tahun. Dalam berabad-abad ini pencak silat telah berkembang menjadi seni bela diri yang bermacam-macam bentuknya. Dalam saat ini di Indonesia sekurang-kurangnya ada 800 macam dan pengikutnya ada di berbagai negara seluruh dunia.

            Dahulu nama seni bela diri ini bermacam-macam tergantung dari daerah masing-masing. Di antaranya parmoca, silat sile, silat, pencak, penak etc. Nama pencak silat ini sudah ada pada masa perang dunia ke dua. Tapi baru pada tahun 1946, waktu persatuan pencak silat IPSSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) didirikan, nama pencak silat deresmikan untuk di pakai pertamakalinya. Persatuan ini pendaluhuan dari pada persatuan yang berada sekarang ini IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

            Sesudah mempelajari pencak silat para guru besar bersama menentukan struktur yang bermacam-macam ini dalam pembagian. Struktur ini di tekankan enekaragam dari seni bela diri di kepulauan Indonesia-Malaysia. Dalam struktur pencak silat ini di bagi dalam empat aspek:
            ? Kebatinan
            ? Seni
            ? Bela Diri
            ? Wiralaga / Tanding

            Pamor Badai
            Perguruan Pencak Silat Pamor Badai mendapat nama dari 2 bagian yaitu aliran Pamor dan Badai. Kedua aliran ini berasal dari keluarga yang sama. Pamor adalah aliran keluarga tradisional dan Badai adalah aliran baru yang secara resmi berdiri sejak tahun 1969. Di samping 2 aliran ini Pamor dan Badai masih ada berberapa aliran lain yang di pergunakan misalnya bawean dan Bhayuhmanunggal.
            Pamor adalah aliran asli dari keluarga pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, di kenal oleh murid-muridnya sebagai ?Oom Dave?). Pamor adalah aliran dari keluarga bangsawan Indonesia dari jaman Majapahit dari turunan pangeran Suhita. Berabad-abad aliran ini dikembangkan dan diwariskan terun temurun oleh keluarga pangeran ini. Pada tahun 1941 Oom Dave diangkat oleh paman-pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji dan Bentung sebagai kepala aliran Pamor.

            Kata pamor sendiri sering dihubungkan dengan struktur-struktur yang terlihat pada keris, tapi kata itu mempunai arti yang lebih luas; selain struktur tetapi juga berarti wajah, bentuk, gambar etc. Dalam behasa Djawa kuno kata pamor mumpunjai banyak maknanya. Pamor mempunya berberapa wajah yang membantu masyarakat hidup dalam persahabatan dan untuk manjaga perdamaian. Tyaranya adalah dengan mempergunakan seni bela diri ini untuk tidak berkelahi dan menjaga agresi dan situasi yang membehaiahkan supaya di bisa hindari, dan hidup dalam kerukunan.

            Pamor sering dianggap Pamur. Pamur adalah aliran pencak silat yang lebih modern berasal dari Madura. Pamur adalah singakatan dari Pencak Silat Angkatan Muda Rasio dan diririkan sejak tahun 1951 di Pamekasan oleh Raden Hasan Habudin, seorang keponakan jauh Oom Dave.

            Pakaian seragam Pamor terdiri dari baju hitam dan selendang putih. Warna hitam melambangkan kebenaran dan putih sebagai kesuciaan.
            Berbeda dengan Pamor, Badai adalah aliran yang lebih muda dan berasal dari keluarga yang sama. Bagaimana datangnya aliran Badai ke keluarga Oom Dave adalah seperti berikut:
            Di Sulawesi Selatan ada kepala suku yang membuang anak perempuannya, namanya Sumiami, dari desanya. Dia termasuk turunan dari satu kelompok di Indonesia yang terkenal sebagai ?Orang Laut?. Sejarah dari kelompok ini tidak begitu di kenal tapi ada kemungkinan berabad-abad yang lalu berhubungan dengan pulau Bawean. Sumiami dibuang dengan perahu dan tidak boleh lagi kembali ke kampungnya. Sesudah mengalami pelayaran yang berat dia berlabuh di pulau Djawa pada perkebunan (kelapa) dari Raden Bagin Swarsan, seorang paman dari Oom Dave. Sesudah mendarat dia membikin gubuk untuk menetap. Waktu sedang mengontrol Pak Swarsan melihat Sumiami di gubuknya. Dia bertanya sedang apa kamu ada disini dan Sumiami menjuruhnya pergi dari situ. Tidak lama kemudian Sumiami menjerang dengan pintarnya dan Pak Swarsan dengan susah payah mengelakan serangan-serangannya. Pak Swarsan sangat kaget, ternyata gadis ini bisa mengelakan dengan baik dia pintar menggunakan aliran Badei. Sesudah berkelahi Pak Swarsan membolehkan Sumiami tinggal di perkebunannya dengan sjarat supaya menjaga kebunnya. Oom Dave dan saudaranya Raden Panji Setiocipto belajar Badai dari wanita Sumiami ini. Pak Cipto lebih lama lagi belajar Badai dari Sumiami dan nantinya akan menjadi kepala dari aliran Badai.

            Dalam tahun 1969 Badai diresmikan jadi aliran silat baru yang di akui oleh IPSI.

            Arti Badai ada dua, selain sebagai Badai, angin puyuh, juga merupakan singkatan dari Bela Diri Anak Indonesia. Setelah Pak Cipto meninggal, maka Oom Dave menjadi pengganti resmi sebagai kepala aliran Badai.

            Seragam Badai terdiri dari baju abu-abu dengan selendang biru tua. Warna-warnanya melambangkan kedukaan dan mencerminkan persaan kasian kepada lawannya.

            Kepala aliran Pergurauan Pencak Silat Pamor Badai adalah Raden Panji Setiosoeprapto, juga dikenal sebagai Dave Nelson atau disebat Oom Dave.

            Raden Panji Setiosoeprapto lahir di Asembagus, Jawa Timur pada tahun 1932, Oom Dave mulai sejak kecil berlatih Pencak Silat. Pada umur 6 tahun, pamannya mengajarkan aliran keluarga sebagai tradisi. Selain diajarkan aliran keluarga Oom Dave dan kakak Raden Panji Setiocipto juga diajarkan aliran Badai. Oom Dave juga mempelajari banyak alrian lain. Karena Oom Dave adalah keturunan keluarga bangsawan, sesuai istiadat dia dikirim ke biara Buddha di Nakhon Pathon, Siam. Di biara ini Oom Dave mempelajari cara-cara berkelahi di Siam, yang sekarang dikenal Muay Thai (saat itu tidak dikenal Muay Thai). Oom Dave juga berlatih tinju, gulat sumo dan kendo. Setelah tinggal di biara Oom Dave diangkat sebagai kepala aliran Pamor oleh pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji Bentung pada tahun 1941.

            Setelah tinggal di Papua, Oom Dave akhirnya pindah ke Belanda dimana dia sedikit-sedikit mengajar Pencak Silat pada tahun 1964.
            Tahun 1973 Oom Dave secara resmi mengajar, Pencak Silat di Diemen. Tahun 1969 Oom Dave diakui, sebagai ‘pendekar’ oleh IPSI di Surabaya. Selain itu Oom Dave sekali lagi tahun 1993 di angkat jadi pendekar oleh Persilat (Persatuan Pencak Silat Internasional).

            ENGLISH VERSION
            Pencak Silat is an all comprising martial art from Indonesia. It is a form of self-defense which combines kicking, punching, grabbing, locking and several weapon-techniques to a graceful and dynamic hard-soft style. The emphasis lies in the agility, explosiveness and flexibility in combination with the surprise effect. All these aspects go hand in hand with traditional norms and values as brotherhood, self-discipline, politeness, loyalty and respect for others.

            Pencak Silat?s origin is from the Indonesian-Malaysian archipelago. When the Pencak Silat was established can not exactly be determined. Although the oldest archeological findings in the Indonesian archipelago which refer to the existence of martial arts in Indonesia are dated approximately in the year 800 A.C. Therefore one is convinced that Pencak Silat is at least older than 1200 years. Through the centuries Pencak Silat has developed it self to the extremely varied martial art it is today. At this moment there are at least 800 different Pencak Silat styles in Indonesia and is practiced in many countries in the world.

            In the past several names were given to this Indonesian martial art, which was mainly dependent on the region. The names used were parmoca, silat sile, silat, pencak, penak, etc. The name Pencak Silat as we know it today already existed before WWII. It was officially used the first time not until 1946, during the establishement of the first national Pencak Silat association (the IPSSI ? Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). This organization is the predecessor of the current Pencak Silat association in Indonesia, the IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

            After analizing the Pencak Silat the grandmasters agreed upon a structure. This structure emphasizes the versatility of the Indonesian-Malaysian martial art. In this structure the Pencak Silat is devided in 4 aspects, namely;
            ? Kebatinan (mental-spiritual, such as meditation)
            ? Seni (cultural/art)
            ? Bela Diri (self-defense)
            ? Wiralaga/Tanding (sport)

            Pamor Badai
            Perguruan Pencak Silat Pamor Badai owes its name to 2 main styles which are practiced, namely the Pamor and the Badai. Both styles originate from the same family. The Pamor is a traditional family style and the Badai is a young style which only officially exists since 1969. The styles Bawean and the Bhayumanunggal are also practised besides the 2 main styles Pamor and Badai.

            The Pamor is an original family style from our pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, better known as Oom Dave for his students). The Pamor is a style from an old royal Indonesian family from the Majapahit era in the line of Pangeran Suhita. Through the centuries this style has been further developed and passed on. In 1941 Oom Dave was appointed by his uncles, Raden Widikdo and Raden Panji Bentung, as the heir (kepala aliran) of the Pamor.

            The word Pamor is often solely associated with the structures which are visible on the kris. But the word has a much broader meaning; besides structure it also means face, figure, drawing etc. The old Javanese word ‘pamor’ comprises a lot. The Pamor involves several faces, which helps to live in friendship, brotherhood and peace in society. The art is to use destructive techniques not to fight and to deescalate aggressive, threatening situations to live in harmony with others.

            The Pamor is often confused with the Pamur. The Pamur is a more modern Pencak Silat style from Madura. Pamor stands for Pencak Silat Angkatan Muda Rasio and is established in 1951 in Pamekasan by Raden Hasan Habudin, a distant cousin of Oom Dave.

            The uniform of the Pamor consist of a black suit and a white belt. The color black symbolizes the truth and white symbolizes purity.

            Badai is in contrary to the Pamor a relatively young style which originates from the same family. The Badai style has been adapted by Oom Dave?s family as follows:
            In South Sulawesi the daughter of a tribe chief by the name Sumiami was banned from her village. She belonged to a people who are known in Indonesia as ?Orang Laut?, which means sea people. Through history, there is little known about these people, but these people were supposedly closely linked with the island Bawean. Sumiami was sent away in a boat and was ordered never to return to her village. After a grueling boat voyage she stranded in Java, on the land (coconut field) of Raden Bagin Swarsan to be precise, an uncle of Oom Dave. Once there she built her self a hut in order to settle. Pak Swarsan saw on one of his inspections Sumiami and her hut. He asked her what she was doing and told her to leave immediately . Shortly after, she attacked pak Swarsan in a clever way, he barely was able to defend himself. To his disbelieve Sumiami was able to defend herself, for she mastered the style of Badei (hurricane). After the fight pak Swarsan told Sumiami she could stay on his land provided she would keep an eye on his gardens. Oom Dave and his brother Raden Panji Setiocipto learned the Badai from this woman, Sumiami. Pak Cipto stayed apprenticed to Sumiami and later became the kepala aliran of the Badai. In 1969 the Badai was officially acknowledged by the IPSI as a new Pencak Silat style.

            Badai has two meanings beside Badei, which means hurricane, Badai also stands for the abbreviation of Bela Diri Anak Indonesia. After the death of pak Cipto, Oom Dave officially became the kepala aliran of the Badai.

            The uniform of the Badai consist of a grey suit and a navy-blue belt. The colors symbolizes mourning and express a sense of sadness and compassion for the opponent.



            Artikel Pencak Silat Pamor Badai yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


              - Powered by BING [2014-03-07 02:13]

              Leave Comment

              You must be logged in to post a comment.

              Pencak Silat Pamor Badai - Silat Indonesia

              Pencak Silat Pamor Badai.

                  [
              in English ]

              Aug 21st, 2009 | By | Category: Aliran Silat [ in English ]

              Pencak silat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia. Semacam seni membela diri yang mengunakan tendangan, pukulan, kuncian dan bermacam-macam gerakan dengan senjata, di kombinasikan dengan gaya lemah-lembut ? keras dinamis. Yang di tekankan disini adalah gerakan-gerakan yang explosif dan supel dengan combinasi gerakan-gerakan kejutan. Semua aspek ini di sesuaikan dengan tradisi, adat kebiasaan, seperti persahabatan, disiplin, sopan-santun, kesetiaan dan menghormati orang lain.
              Pencak silat ini berasal dari kepulauan Indonesia-Malaysia. Kapan mulai terjadi, tidak ada yang tahu pasti. Menurut penemuan ilmu purba kala yang tetua di Indonesia, di ketemukan bukti-bukti yang menyatakan terjadinya seni ini pada abat 800 sesudah masehi. Se tidak-tidaknya pencak silat ini sudah berumur 1200 tahun. Dalam berabad-abad ini pencak silat telah berkembang menjadi seni bela diri yang bermacam-macam bentuknya. Dalam saat ini di Indonesia sekurang-kurangnya ada 800 macam dan pengikutnya ada di berbagai negara seluruh dunia.

              Dahulu nama seni bela diri ini bermacam-macam tergantung dari daerah masing-masing. Di antaranya parmoca, silat sile, silat, pencak, penak etc. Nama pencak silat ini sudah ada pada masa perang dunia ke dua. Tapi baru pada tahun 1946, waktu persatuan pencak silat IPSSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) didirikan, nama pencak silat deresmikan untuk di pakai pertamakalinya. Persatuan ini pendaluhuan dari pada persatuan yang berada sekarang ini IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

              Sesudah mempelajari pencak silat para guru besar bersama menentukan struktur yang bermacam-macam ini dalam pembagian. Struktur ini di tekankan enekaragam dari seni bela diri di kepulauan Indonesia-Malaysia. Dalam struktur pencak silat ini di bagi dalam empat aspek:
              ? Kebatinan
              ? Seni
              ? Bela Diri
              ? Wiralaga / Tanding

              Pamor Badai
              Perguruan Pencak Silat Pamor Badai mendapat nama dari 2 bagian yaitu aliran Pamor dan Badai. Kedua aliran ini berasal dari keluarga yang sama. Pamor adalah aliran keluarga tradisional dan Badai adalah aliran baru yang secara resmi berdiri sejak tahun 1969. Di samping 2 aliran ini Pamor dan Badai masih ada berberapa aliran lain yang di pergunakan misalnya bawean dan Bhayuhmanunggal.
              Pamor adalah aliran asli dari keluarga pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, di kenal oleh murid-muridnya sebagai ?Oom Dave?). Pamor adalah aliran dari keluarga bangsawan Indonesia dari jaman Majapahit dari turunan pangeran Suhita. Berabad-abad aliran ini dikembangkan dan diwariskan terun temurun oleh keluarga pangeran ini. Pada tahun 1941 Oom Dave diangkat oleh paman-pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji dan Bentung sebagai kepala aliran Pamor.

              Kata pamor sendiri sering dihubungkan dengan struktur-struktur yang terlihat pada keris, tapi kata itu mempunai arti yang lebih luas; selain struktur tetapi juga berarti wajah, bentuk, gambar etc. Dalam behasa Djawa kuno kata pamor mumpunjai banyak maknanya. Pamor mempunya berberapa wajah yang membantu masyarakat hidup dalam persahabatan dan untuk manjaga perdamaian. Tyaranya adalah dengan mempergunakan seni bela diri ini untuk tidak berkelahi dan menjaga agresi dan situasi yang membehaiahkan supaya di bisa hindari, dan hidup dalam kerukunan.

              Pamor sering dianggap Pamur. Pamur adalah aliran pencak silat yang lebih modern berasal dari Madura. Pamur adalah singakatan dari Pencak Silat Angkatan Muda Rasio dan diririkan sejak tahun 1951 di Pamekasan oleh Raden Hasan Habudin, seorang keponakan jauh Oom Dave.

              Pakaian seragam Pamor terdiri dari baju hitam dan selendang putih. Warna hitam melambangkan kebenaran dan putih sebagai kesuciaan.
              Berbeda dengan Pamor, Badai adalah aliran yang lebih muda dan berasal dari keluarga yang sama. Bagaimana datangnya aliran Badai ke keluarga Oom Dave adalah seperti berikut:
              Di Sulawesi Selatan ada kepala suku yang membuang anak perempuannya, namanya Sumiami, dari desanya. Dia termasuk turunan dari satu kelompok di Indonesia yang terkenal sebagai ?Orang Laut?. Sejarah dari kelompok ini tidak begitu di kenal tapi ada kemungkinan berabad-abad yang lalu berhubungan dengan pulau Bawean. Sumiami dibuang dengan perahu dan tidak boleh lagi kembali ke kampungnya. Sesudah mengalami pelayaran yang berat dia berlabuh di pulau Djawa pada perkebunan (kelapa) dari Raden Bagin Swarsan, seorang paman dari Oom Dave. Sesudah mendarat dia membikin gubuk untuk menetap. Waktu sedang mengontrol Pak Swarsan melihat Sumiami di gubuknya. Dia bertanya sedang apa kamu ada disini dan Sumiami menjuruhnya pergi dari situ. Tidak lama kemudian Sumiami menjerang dengan pintarnya dan Pak Swarsan dengan susah payah mengelakan serangan-serangannya. Pak Swarsan sangat kaget, ternyata gadis ini bisa mengelakan dengan baik dia pintar menggunakan aliran Badei. Sesudah berkelahi Pak Swarsan membolehkan Sumiami tinggal di perkebunannya dengan sjarat supaya menjaga kebunnya. Oom Dave dan saudaranya Raden Panji Setiocipto belajar Badai dari wanita Sumiami ini. Pak Cipto lebih lama lagi belajar Badai dari Sumiami dan nantinya akan menjadi kepala dari aliran Badai.

              Dalam tahun 1969 Badai diresmikan jadi aliran silat baru yang di akui oleh IPSI.

              Arti Badai ada dua, selain sebagai Badai, angin puyuh, juga merupakan singkatan dari Bela Diri Anak Indonesia. Setelah Pak Cipto meninggal, maka Oom Dave menjadi pengganti resmi sebagai kepala aliran Badai.

              Seragam Badai terdiri dari baju abu-abu dengan selendang biru tua. Warna-warnanya melambangkan kedukaan dan mencerminkan persaan kasian kepada lawannya.

              Kepala aliran Pergurauan Pencak Silat Pamor Badai adalah Raden Panji Setiosoeprapto, juga dikenal sebagai Dave Nelson atau disebat Oom Dave.

              Raden Panji Setiosoeprapto lahir di Asembagus, Jawa Timur pada tahun 1932, Oom Dave mulai sejak kecil berlatih Pencak Silat. Pada umur 6 tahun, pamannya mengajarkan aliran keluarga sebagai tradisi. Selain diajarkan aliran keluarga Oom Dave dan kakak Raden Panji Setiocipto juga diajarkan aliran Badai. Oom Dave juga mempelajari banyak alrian lain. Karena Oom Dave adalah keturunan keluarga bangsawan, sesuai istiadat dia dikirim ke biara Buddha di Nakhon Pathon, Siam. Di biara ini Oom Dave mempelajari cara-cara berkelahi di Siam, yang sekarang dikenal Muay Thai (saat itu tidak dikenal Muay Thai). Oom Dave juga berlatih tinju, gulat sumo dan kendo. Setelah tinggal di biara Oom Dave diangkat sebagai kepala aliran Pamor oleh pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji Bentung pada tahun 1941.

              Setelah tinggal di Papua, Oom Dave akhirnya pindah ke Belanda dimana dia sedikit-sedikit mengajar Pencak Silat pada tahun 1964.
              Tahun 1973 Oom Dave secara resmi mengajar, Pencak Silat di Diemen. Tahun 1969 Oom Dave diakui, sebagai ‘pendekar’ oleh IPSI di Surabaya. Selain itu Oom Dave sekali lagi tahun 1993 di angkat jadi pendekar oleh Persilat (Persatuan Pencak Silat Internasional).

              ENGLISH VERSION
              Pencak Silat is an all comprising martial art from Indonesia. It is a form of self-defense which combines kicking, punching, grabbing, locking and several weapon-techniques to a graceful and dynamic hard-soft style. The emphasis lies in the agility, explosiveness and flexibility in combination with the surprise effect. All these aspects go hand in hand with traditional norms and values as brotherhood, self-discipline, politeness, loyalty and respect for others.

              Pencak Silat?s origin is from the Indonesian-Malaysian archipelago. When the Pencak Silat was established can not exactly be determined. Although the oldest archeological findings in the Indonesian archipelago which refer to the existence of martial arts in Indonesia are dated approximately in the year 800 A.C. Therefore one is convinced that Pencak Silat is at least older than 1200 years. Through the centuries Pencak Silat has developed it self to the extremely varied martial art it is today. At this moment there are at least 800 different Pencak Silat styles in Indonesia and is practiced in many countries in the world.

              In the past several names were given to this Indonesian martial art, which was mainly dependent on the region. The names used were parmoca, silat sile, silat, pencak, penak, etc. The name Pencak Silat as we know it today already existed before WWII. It was officially used the first time not until 1946, during the establishement of the first national Pencak Silat association (the IPSSI ? Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). This organization is the predecessor of the current Pencak Silat association in Indonesia, the IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

              After analizing the Pencak Silat the grandmasters agreed upon a structure. This structure emphasizes the versatility of the Indonesian-Malaysian martial art. In this structure the Pencak Silat is devided in 4 aspects, namely;
              ? Kebatinan (mental-spiritual, such as meditation)
              ? Seni (cultural/art)
              ? Bela Diri (self-defense)
              ? Wiralaga/Tanding (sport)

              Pamor Badai
              Perguruan Pencak Silat Pamor Badai owes its name to 2 main styles which are practiced, namely the Pamor and the Badai. Both styles originate from the same family. The Pamor is a traditional family style and the Badai is a young style which only officially exists since 1969. The styles Bawean and the Bhayumanunggal are also practised besides the 2 main styles Pamor and Badai.

              The Pamor is an original family style from our pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, better known as Oom Dave for his students). The Pamor is a style from an old royal Indonesian family from the Majapahit era in the line of Pangeran Suhita. Through the centuries this style has been further developed and passed on. In 1941 Oom Dave was appointed by his uncles, Raden Widikdo and Raden Panji Bentung, as the heir (kepala aliran) of the Pamor.

              The word Pamor is often solely associated with the structures which are visible on the kris. But the word has a much broader meaning; besides structure it also means face, figure, drawing etc. The old Javanese word ‘pamor’ comprises a lot. The Pamor involves several faces, which helps to live in friendship, brotherhood and peace in society. The art is to use destructive techniques not to fight and to deescalate aggressive, threatening situations to live in harmony with others.

              The Pamor is often confused with the Pamur. The Pamur is a more modern Pencak Silat style from Madura. Pamor stands for Pencak Silat Angkatan Muda Rasio and is established in 1951 in Pamekasan by Raden Hasan Habudin, a distant cousin of Oom Dave.

              The uniform of the Pamor consist of a black suit and a white belt. The color black symbolizes the truth and white symbolizes purity.

              Badai is in contrary to the Pamor a relatively young style which originates from the same family. The Badai style has been adapted by Oom Dave?s family as follows:
              In South Sulawesi the daughter of a tribe chief by the name Sumiami was banned from her village. She belonged to a people who are known in Indonesia as ?Orang Laut?, which means sea people. Through history, there is little known about these people, but these people were supposedly closely linked with the island Bawean. Sumiami was sent away in a boat and was ordered never to return to her village. After a grueling boat voyage she stranded in Java, on the land (coconut field) of Raden Bagin Swarsan to be precise, an uncle of Oom Dave. Once there she built her self a hut in order to settle. Pak Swarsan saw on one of his inspections Sumiami and her hut. He asked her what she was doing and told her to leave immediately . Shortly after, she attacked pak Swarsan in a clever way, he barely was able to defend himself. To his disbelieve Sumiami was able to defend herself, for she mastered the style of Badei (hurricane). After the fight pak Swarsan told Sumiami she could stay on his land provided she would keep an eye on his gardens. Oom Dave and his brother Raden Panji Setiocipto learned the Badai from this woman, Sumiami. Pak Cipto stayed apprenticed to Sumiami and later became the kepala aliran of the Badai. In 1969 the Badai was officially acknowledged by the IPSI as a new Pencak Silat style.

              Badai has two meanings beside Badei, which means hurricane, Badai also stands for the abbreviation of Bela Diri Anak Indonesia. After the death of pak Cipto, Oom Dave officially became the kepala aliran of the Badai.

              The uniform of the Badai consist of a grey suit and a navy-blue belt. The colors symbolizes mourning and express a sense of sadness and compassion for the opponent.



              Artikel Pencak Silat Pamor Badai yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                - Powered by BING [2014-03-12 18:29]

                Leave Comment

                You must be logged in to post a comment.

                Pencak Silat Pamor Badai - Silat Indonesia

                Pencak Silat Pamor Badai.

                    [
                in English ]

                Aug 21st, 2009 | By | Category: Aliran Silat [ in English ]

                Pencak silat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia. Semacam seni membela diri yang mengunakan tendangan, pukulan, kuncian dan bermacam-macam gerakan dengan senjata, di kombinasikan dengan gaya lemah-lembut ? keras dinamis. Yang di tekankan disini adalah gerakan-gerakan yang explosif dan supel dengan combinasi gerakan-gerakan kejutan. Semua aspek ini di sesuaikan dengan tradisi, adat kebiasaan, seperti persahabatan, disiplin, sopan-santun, kesetiaan dan menghormati orang lain.
                Pencak silat ini berasal dari kepulauan Indonesia-Malaysia. Kapan mulai terjadi, tidak ada yang tahu pasti. Menurut penemuan ilmu purba kala yang tetua di Indonesia, di ketemukan bukti-bukti yang menyatakan terjadinya seni ini pada abat 800 sesudah masehi. Se tidak-tidaknya pencak silat ini sudah berumur 1200 tahun. Dalam berabad-abad ini pencak silat telah berkembang menjadi seni bela diri yang bermacam-macam bentuknya. Dalam saat ini di Indonesia sekurang-kurangnya ada 800 macam dan pengikutnya ada di berbagai negara seluruh dunia.

                Dahulu nama seni bela diri ini bermacam-macam tergantung dari daerah masing-masing. Di antaranya parmoca, silat sile, silat, pencak, penak etc. Nama pencak silat ini sudah ada pada masa perang dunia ke dua. Tapi baru pada tahun 1946, waktu persatuan pencak silat IPSSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) didirikan, nama pencak silat deresmikan untuk di pakai pertamakalinya. Persatuan ini pendaluhuan dari pada persatuan yang berada sekarang ini IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

                Sesudah mempelajari pencak silat para guru besar bersama menentukan struktur yang bermacam-macam ini dalam pembagian. Struktur ini di tekankan enekaragam dari seni bela diri di kepulauan Indonesia-Malaysia. Dalam struktur pencak silat ini di bagi dalam empat aspek:
                ? Kebatinan
                ? Seni
                ? Bela Diri
                ? Wiralaga / Tanding

                Pamor Badai
                Perguruan Pencak Silat Pamor Badai mendapat nama dari 2 bagian yaitu aliran Pamor dan Badai. Kedua aliran ini berasal dari keluarga yang sama. Pamor adalah aliran keluarga tradisional dan Badai adalah aliran baru yang secara resmi berdiri sejak tahun 1969. Di samping 2 aliran ini Pamor dan Badai masih ada berberapa aliran lain yang di pergunakan misalnya bawean dan Bhayuhmanunggal.
                Pamor adalah aliran asli dari keluarga pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, di kenal oleh murid-muridnya sebagai ?Oom Dave?). Pamor adalah aliran dari keluarga bangsawan Indonesia dari jaman Majapahit dari turunan pangeran Suhita. Berabad-abad aliran ini dikembangkan dan diwariskan terun temurun oleh keluarga pangeran ini. Pada tahun 1941 Oom Dave diangkat oleh paman-pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji dan Bentung sebagai kepala aliran Pamor.

                Kata pamor sendiri sering dihubungkan dengan struktur-struktur yang terlihat pada keris, tapi kata itu mempunai arti yang lebih luas; selain struktur tetapi juga berarti wajah, bentuk, gambar etc. Dalam behasa Djawa kuno kata pamor mumpunjai banyak maknanya. Pamor mempunya berberapa wajah yang membantu masyarakat hidup dalam persahabatan dan untuk manjaga perdamaian. Tyaranya adalah dengan mempergunakan seni bela diri ini untuk tidak berkelahi dan menjaga agresi dan situasi yang membehaiahkan supaya di bisa hindari, dan hidup dalam kerukunan.

                Pamor sering dianggap Pamur. Pamur adalah aliran pencak silat yang lebih modern berasal dari Madura. Pamur adalah singakatan dari Pencak Silat Angkatan Muda Rasio dan diririkan sejak tahun 1951 di Pamekasan oleh Raden Hasan Habudin, seorang keponakan jauh Oom Dave.

                Pakaian seragam Pamor terdiri dari baju hitam dan selendang putih. Warna hitam melambangkan kebenaran dan putih sebagai kesuciaan.
                Berbeda dengan Pamor, Badai adalah aliran yang lebih muda dan berasal dari keluarga yang sama. Bagaimana datangnya aliran Badai ke keluarga Oom Dave adalah seperti berikut:
                Di Sulawesi Selatan ada kepala suku yang membuang anak perempuannya, namanya Sumiami, dari desanya. Dia termasuk turunan dari satu kelompok di Indonesia yang terkenal sebagai ?Orang Laut?. Sejarah dari kelompok ini tidak begitu di kenal tapi ada kemungkinan berabad-abad yang lalu berhubungan dengan pulau Bawean. Sumiami dibuang dengan perahu dan tidak boleh lagi kembali ke kampungnya. Sesudah mengalami pelayaran yang berat dia berlabuh di pulau Djawa pada perkebunan (kelapa) dari Raden Bagin Swarsan, seorang paman dari Oom Dave. Sesudah mendarat dia membikin gubuk untuk menetap. Waktu sedang mengontrol Pak Swarsan melihat Sumiami di gubuknya. Dia bertanya sedang apa kamu ada disini dan Sumiami menjuruhnya pergi dari situ. Tidak lama kemudian Sumiami menjerang dengan pintarnya dan Pak Swarsan dengan susah payah mengelakan serangan-serangannya. Pak Swarsan sangat kaget, ternyata gadis ini bisa mengelakan dengan baik dia pintar menggunakan aliran Badei. Sesudah berkelahi Pak Swarsan membolehkan Sumiami tinggal di perkebunannya dengan sjarat supaya menjaga kebunnya. Oom Dave dan saudaranya Raden Panji Setiocipto belajar Badai dari wanita Sumiami ini. Pak Cipto lebih lama lagi belajar Badai dari Sumiami dan nantinya akan menjadi kepala dari aliran Badai.

                Dalam tahun 1969 Badai diresmikan jadi aliran silat baru yang di akui oleh IPSI.

                Arti Badai ada dua, selain sebagai Badai, angin puyuh, juga merupakan singkatan dari Bela Diri Anak Indonesia. Setelah Pak Cipto meninggal, maka Oom Dave menjadi pengganti resmi sebagai kepala aliran Badai.

                Seragam Badai terdiri dari baju abu-abu dengan selendang biru tua. Warna-warnanya melambangkan kedukaan dan mencerminkan persaan kasian kepada lawannya.

                Kepala aliran Pergurauan Pencak Silat Pamor Badai adalah Raden Panji Setiosoeprapto, juga dikenal sebagai Dave Nelson atau disebat Oom Dave.

                Raden Panji Setiosoeprapto lahir di Asembagus, Jawa Timur pada tahun 1932, Oom Dave mulai sejak kecil berlatih Pencak Silat. Pada umur 6 tahun, pamannya mengajarkan aliran keluarga sebagai tradisi. Selain diajarkan aliran keluarga Oom Dave dan kakak Raden Panji Setiocipto juga diajarkan aliran Badai. Oom Dave juga mempelajari banyak alrian lain. Karena Oom Dave adalah keturunan keluarga bangsawan, sesuai istiadat dia dikirim ke biara Buddha di Nakhon Pathon, Siam. Di biara ini Oom Dave mempelajari cara-cara berkelahi di Siam, yang sekarang dikenal Muay Thai (saat itu tidak dikenal Muay Thai). Oom Dave juga berlatih tinju, gulat sumo dan kendo. Setelah tinggal di biara Oom Dave diangkat sebagai kepala aliran Pamor oleh pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji Bentung pada tahun 1941.

                Setelah tinggal di Papua, Oom Dave akhirnya pindah ke Belanda dimana dia sedikit-sedikit mengajar Pencak Silat pada tahun 1964.
                Tahun 1973 Oom Dave secara resmi mengajar, Pencak Silat di Diemen. Tahun 1969 Oom Dave diakui, sebagai ‘pendekar’ oleh IPSI di Surabaya. Selain itu Oom Dave sekali lagi tahun 1993 di angkat jadi pendekar oleh Persilat (Persatuan Pencak Silat Internasional).

                ENGLISH VERSION
                Pencak Silat is an all comprising martial art from Indonesia. It is a form of self-defense which combines kicking, punching, grabbing, locking and several weapon-techniques to a graceful and dynamic hard-soft style. The emphasis lies in the agility, explosiveness and flexibility in combination with the surprise effect. All these aspects go hand in hand with traditional norms and values as brotherhood, self-discipline, politeness, loyalty and respect for others.

                Pencak Silat?s origin is from the Indonesian-Malaysian archipelago. When the Pencak Silat was established can not exactly be determined. Although the oldest archeological findings in the Indonesian archipelago which refer to the existence of martial arts in Indonesia are dated approximately in the year 800 A.C. Therefore one is convinced that Pencak Silat is at least older than 1200 years. Through the centuries Pencak Silat has developed it self to the extremely varied martial art it is today. At this moment there are at least 800 different Pencak Silat styles in Indonesia and is practiced in many countries in the world.

                In the past several names were given to this Indonesian martial art, which was mainly dependent on the region. The names used were parmoca, silat sile, silat, pencak, penak, etc. The name Pencak Silat as we know it today already existed before WWII. It was officially used the first time not until 1946, during the establishement of the first national Pencak Silat association (the IPSSI ? Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). This organization is the predecessor of the current Pencak Silat association in Indonesia, the IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

                After analizing the Pencak Silat the grandmasters agreed upon a structure. This structure emphasizes the versatility of the Indonesian-Malaysian martial art. In this structure the Pencak Silat is devided in 4 aspects, namely;
                ? Kebatinan (mental-spiritual, such as meditation)
                ? Seni (cultural/art)
                ? Bela Diri (self-defense)
                ? Wiralaga/Tanding (sport)

                Pamor Badai
                Perguruan Pencak Silat Pamor Badai owes its name to 2 main styles which are practiced, namely the Pamor and the Badai. Both styles originate from the same family. The Pamor is a traditional family style and the Badai is a young style which only officially exists since 1969. The styles Bawean and the Bhayumanunggal are also practised besides the 2 main styles Pamor and Badai.

                The Pamor is an original family style from our pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, better known as Oom Dave for his students). The Pamor is a style from an old royal Indonesian family from the Majapahit era in the line of Pangeran Suhita. Through the centuries this style has been further developed and passed on. In 1941 Oom Dave was appointed by his uncles, Raden Widikdo and Raden Panji Bentung, as the heir (kepala aliran) of the Pamor.

                The word Pamor is often solely associated with the structures which are visible on the kris. But the word has a much broader meaning; besides structure it also means face, figure, drawing etc. The old Javanese word ‘pamor’ comprises a lot. The Pamor involves several faces, which helps to live in friendship, brotherhood and peace in society. The art is to use destructive techniques not to fight and to deescalate aggressive, threatening situations to live in harmony with others.

                The Pamor is often confused with the Pamur. The Pamur is a more modern Pencak Silat style from Madura. Pamor stands for Pencak Silat Angkatan Muda Rasio and is established in 1951 in Pamekasan by Raden Hasan Habudin, a distant cousin of Oom Dave.

                The uniform of the Pamor consist of a black suit and a white belt. The color black symbolizes the truth and white symbolizes purity.

                Badai is in contrary to the Pamor a relatively young style which originates from the same family. The Badai style has been adapted by Oom Dave?s family as follows:
                In South Sulawesi the daughter of a tribe chief by the name Sumiami was banned from her village. She belonged to a people who are known in Indonesia as ?Orang Laut?, which means sea people. Through history, there is little known about these people, but these people were supposedly closely linked with the island Bawean. Sumiami was sent away in a boat and was ordered never to return to her village. After a grueling boat voyage she stranded in Java, on the land (coconut field) of Raden Bagin Swarsan to be precise, an uncle of Oom Dave. Once there she built her self a hut in order to settle. Pak Swarsan saw on one of his inspections Sumiami and her hut. He asked her what she was doing and told her to leave immediately . Shortly after, she attacked pak Swarsan in a clever way, he barely was able to defend himself. To his disbelieve Sumiami was able to defend herself, for she mastered the style of Badei (hurricane). After the fight pak Swarsan told Sumiami she could stay on his land provided she would keep an eye on his gardens. Oom Dave and his brother Raden Panji Setiocipto learned the Badai from this woman, Sumiami. Pak Cipto stayed apprenticed to Sumiami and later became the kepala aliran of the Badai. In 1969 the Badai was officially acknowledged by the IPSI as a new Pencak Silat style.

                Badai has two meanings beside Badei, which means hurricane, Badai also stands for the abbreviation of Bela Diri Anak Indonesia. After the death of pak Cipto, Oom Dave officially became the kepala aliran of the Badai.

                The uniform of the Badai consist of a grey suit and a navy-blue belt. The colors symbolizes mourning and express a sense of sadness and compassion for the opponent.



                Artikel Pencak Silat Pamor Badai yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                  - Powered by BING [2014-03-19 07:30]

                  Leave Comment

                  You must be logged in to post a comment.

                  Pencak Silat Pamor Badai - Silat Indonesia

                  Pencak Silat Pamor Badai.

                      [
                  in English ]

                  Aug 21st, 2009 | By | Category: Aliran Silat [ in English ]

                  Pencak silat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia. Semacam seni membela diri yang mengunakan tendangan, pukulan, kuncian dan bermacam-macam gerakan dengan senjata, di kombinasikan dengan gaya lemah-lembut ? keras dinamis. Yang di tekankan disini adalah gerakan-gerakan yang explosif dan supel dengan combinasi gerakan-gerakan kejutan. Semua aspek ini di sesuaikan dengan tradisi, adat kebiasaan, seperti persahabatan, disiplin, sopan-santun, kesetiaan dan menghormati orang lain.
                  Pencak silat ini berasal dari kepulauan Indonesia-Malaysia. Kapan mulai terjadi, tidak ada yang tahu pasti. Menurut penemuan ilmu purba kala yang tetua di Indonesia, di ketemukan bukti-bukti yang menyatakan terjadinya seni ini pada abat 800 sesudah masehi. Se tidak-tidaknya pencak silat ini sudah berumur 1200 tahun. Dalam berabad-abad ini pencak silat telah berkembang menjadi seni bela diri yang bermacam-macam bentuknya. Dalam saat ini di Indonesia sekurang-kurangnya ada 800 macam dan pengikutnya ada di berbagai negara seluruh dunia.

                  Dahulu nama seni bela diri ini bermacam-macam tergantung dari daerah masing-masing. Di antaranya parmoca, silat sile, silat, pencak, penak etc. Nama pencak silat ini sudah ada pada masa perang dunia ke dua. Tapi baru pada tahun 1946, waktu persatuan pencak silat IPSSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) didirikan, nama pencak silat deresmikan untuk di pakai pertamakalinya. Persatuan ini pendaluhuan dari pada persatuan yang berada sekarang ini IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

                  Sesudah mempelajari pencak silat para guru besar bersama menentukan struktur yang bermacam-macam ini dalam pembagian. Struktur ini di tekankan enekaragam dari seni bela diri di kepulauan Indonesia-Malaysia. Dalam struktur pencak silat ini di bagi dalam empat aspek:
                  ? Kebatinan
                  ? Seni
                  ? Bela Diri
                  ? Wiralaga / Tanding

                  Pamor Badai
                  Perguruan Pencak Silat Pamor Badai mendapat nama dari 2 bagian yaitu aliran Pamor dan Badai. Kedua aliran ini berasal dari keluarga yang sama. Pamor adalah aliran keluarga tradisional dan Badai adalah aliran baru yang secara resmi berdiri sejak tahun 1969. Di samping 2 aliran ini Pamor dan Badai masih ada berberapa aliran lain yang di pergunakan misalnya bawean dan Bhayuhmanunggal.
                  Pamor adalah aliran asli dari keluarga pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, di kenal oleh murid-muridnya sebagai ?Oom Dave?). Pamor adalah aliran dari keluarga bangsawan Indonesia dari jaman Majapahit dari turunan pangeran Suhita. Berabad-abad aliran ini dikembangkan dan diwariskan terun temurun oleh keluarga pangeran ini. Pada tahun 1941 Oom Dave diangkat oleh paman-pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji dan Bentung sebagai kepala aliran Pamor.

                  Kata pamor sendiri sering dihubungkan dengan struktur-struktur yang terlihat pada keris, tapi kata itu mempunai arti yang lebih luas; selain struktur tetapi juga berarti wajah, bentuk, gambar etc. Dalam behasa Djawa kuno kata pamor mumpunjai banyak maknanya. Pamor mempunya berberapa wajah yang membantu masyarakat hidup dalam persahabatan dan untuk manjaga perdamaian. Tyaranya adalah dengan mempergunakan seni bela diri ini untuk tidak berkelahi dan menjaga agresi dan situasi yang membehaiahkan supaya di bisa hindari, dan hidup dalam kerukunan.

                  Pamor sering dianggap Pamur. Pamur adalah aliran pencak silat yang lebih modern berasal dari Madura. Pamur adalah singakatan dari Pencak Silat Angkatan Muda Rasio dan diririkan sejak tahun 1951 di Pamekasan oleh Raden Hasan Habudin, seorang keponakan jauh Oom Dave.

                  Pakaian seragam Pamor terdiri dari baju hitam dan selendang putih. Warna hitam melambangkan kebenaran dan putih sebagai kesuciaan.
                  Berbeda dengan Pamor, Badai adalah aliran yang lebih muda dan berasal dari keluarga yang sama. Bagaimana datangnya aliran Badai ke keluarga Oom Dave adalah seperti berikut:
                  Di Sulawesi Selatan ada kepala suku yang membuang anak perempuannya, namanya Sumiami, dari desanya. Dia termasuk turunan dari satu kelompok di Indonesia yang terkenal sebagai ?Orang Laut?. Sejarah dari kelompok ini tidak begitu di kenal tapi ada kemungkinan berabad-abad yang lalu berhubungan dengan pulau Bawean. Sumiami dibuang dengan perahu dan tidak boleh lagi kembali ke kampungnya. Sesudah mengalami pelayaran yang berat dia berlabuh di pulau Djawa pada perkebunan (kelapa) dari Raden Bagin Swarsan, seorang paman dari Oom Dave. Sesudah mendarat dia membikin gubuk untuk menetap. Waktu sedang mengontrol Pak Swarsan melihat Sumiami di gubuknya. Dia bertanya sedang apa kamu ada disini dan Sumiami menjuruhnya pergi dari situ. Tidak lama kemudian Sumiami menjerang dengan pintarnya dan Pak Swarsan dengan susah payah mengelakan serangan-serangannya. Pak Swarsan sangat kaget, ternyata gadis ini bisa mengelakan dengan baik dia pintar menggunakan aliran Badei. Sesudah berkelahi Pak Swarsan membolehkan Sumiami tinggal di perkebunannya dengan sjarat supaya menjaga kebunnya. Oom Dave dan saudaranya Raden Panji Setiocipto belajar Badai dari wanita Sumiami ini. Pak Cipto lebih lama lagi belajar Badai dari Sumiami dan nantinya akan menjadi kepala dari aliran Badai.

                  Dalam tahun 1969 Badai diresmikan jadi aliran silat baru yang di akui oleh IPSI.

                  Arti Badai ada dua, selain sebagai Badai, angin puyuh, juga merupakan singkatan dari Bela Diri Anak Indonesia. Setelah Pak Cipto meninggal, maka Oom Dave menjadi pengganti resmi sebagai kepala aliran Badai.

                  Seragam Badai terdiri dari baju abu-abu dengan selendang biru tua. Warna-warnanya melambangkan kedukaan dan mencerminkan persaan kasian kepada lawannya.

                  Kepala aliran Pergurauan Pencak Silat Pamor Badai adalah Raden Panji Setiosoeprapto, juga dikenal sebagai Dave Nelson atau disebat Oom Dave.

                  Raden Panji Setiosoeprapto lahir di Asembagus, Jawa Timur pada tahun 1932, Oom Dave mulai sejak kecil berlatih Pencak Silat. Pada umur 6 tahun, pamannya mengajarkan aliran keluarga sebagai tradisi. Selain diajarkan aliran keluarga Oom Dave dan kakak Raden Panji Setiocipto juga diajarkan aliran Badai. Oom Dave juga mempelajari banyak alrian lain. Karena Oom Dave adalah keturunan keluarga bangsawan, sesuai istiadat dia dikirim ke biara Buddha di Nakhon Pathon, Siam. Di biara ini Oom Dave mempelajari cara-cara berkelahi di Siam, yang sekarang dikenal Muay Thai (saat itu tidak dikenal Muay Thai). Oom Dave juga berlatih tinju, gulat sumo dan kendo. Setelah tinggal di biara Oom Dave diangkat sebagai kepala aliran Pamor oleh pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji Bentung pada tahun 1941.

                  Setelah tinggal di Papua, Oom Dave akhirnya pindah ke Belanda dimana dia sedikit-sedikit mengajar Pencak Silat pada tahun 1964.
                  Tahun 1973 Oom Dave secara resmi mengajar, Pencak Silat di Diemen. Tahun 1969 Oom Dave diakui, sebagai ‘pendekar’ oleh IPSI di Surabaya. Selain itu Oom Dave sekali lagi tahun 1993 di angkat jadi pendekar oleh Persilat (Persatuan Pencak Silat Internasional).

                  ENGLISH VERSION
                  Pencak Silat is an all comprising martial art from Indonesia. It is a form of self-defense which combines kicking, punching, grabbing, locking and several weapon-techniques to a graceful and dynamic hard-soft style. The emphasis lies in the agility, explosiveness and flexibility in combination with the surprise effect. All these aspects go hand in hand with traditional norms and values as brotherhood, self-discipline, politeness, loyalty and respect for others.

                  Pencak Silat?s origin is from the Indonesian-Malaysian archipelago. When the Pencak Silat was established can not exactly be determined. Although the oldest archeological findings in the Indonesian archipelago which refer to the existence of martial arts in Indonesia are dated approximately in the year 800 A.C. Therefore one is convinced that Pencak Silat is at least older than 1200 years. Through the centuries Pencak Silat has developed it self to the extremely varied martial art it is today. At this moment there are at least 800 different Pencak Silat styles in Indonesia and is practiced in many countries in the world.

                  In the past several names were given to this Indonesian martial art, which was mainly dependent on the region. The names used were parmoca, silat sile, silat, pencak, penak, etc. The name Pencak Silat as we know it today already existed before WWII. It was officially used the first time not until 1946, during the establishement of the first national Pencak Silat association (the IPSSI ? Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). This organization is the predecessor of the current Pencak Silat association in Indonesia, the IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

                  After analizing the Pencak Silat the grandmasters agreed upon a structure. This structure emphasizes the versatility of the Indonesian-Malaysian martial art. In this structure the Pencak Silat is devided in 4 aspects, namely;
                  ? Kebatinan (mental-spiritual, such as meditation)
                  ? Seni (cultural/art)
                  ? Bela Diri (self-defense)
                  ? Wiralaga/Tanding (sport)

                  Pamor Badai
                  Perguruan Pencak Silat Pamor Badai owes its name to 2 main styles which are practiced, namely the Pamor and the Badai. Both styles originate from the same family. The Pamor is a traditional family style and the Badai is a young style which only officially exists since 1969. The styles Bawean and the Bhayumanunggal are also practised besides the 2 main styles Pamor and Badai.

                  The Pamor is an original family style from our pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, better known as Oom Dave for his students). The Pamor is a style from an old royal Indonesian family from the Majapahit era in the line of Pangeran Suhita. Through the centuries this style has been further developed and passed on. In 1941 Oom Dave was appointed by his uncles, Raden Widikdo and Raden Panji Bentung, as the heir (kepala aliran) of the Pamor.

                  The word Pamor is often solely associated with the structures which are visible on the kris. But the word has a much broader meaning; besides structure it also means face, figure, drawing etc. The old Javanese word ‘pamor’ comprises a lot. The Pamor involves several faces, which helps to live in friendship, brotherhood and peace in society. The art is to use destructive techniques not to fight and to deescalate aggressive, threatening situations to live in harmony with others.

                  The Pamor is often confused with the Pamur. The Pamur is a more modern Pencak Silat style from Madura. Pamor stands for Pencak Silat Angkatan Muda Rasio and is established in 1951 in Pamekasan by Raden Hasan Habudin, a distant cousin of Oom Dave.

                  The uniform of the Pamor consist of a black suit and a white belt. The color black symbolizes the truth and white symbolizes purity.

                  Badai is in contrary to the Pamor a relatively young style which originates from the same family. The Badai style has been adapted by Oom Dave?s family as follows:
                  In South Sulawesi the daughter of a tribe chief by the name Sumiami was banned from her village. She belonged to a people who are known in Indonesia as ?Orang Laut?, which means sea people. Through history, there is little known about these people, but these people were supposedly closely linked with the island Bawean. Sumiami was sent away in a boat and was ordered never to return to her village. After a grueling boat voyage she stranded in Java, on the land (coconut field) of Raden Bagin Swarsan to be precise, an uncle of Oom Dave. Once there she built her self a hut in order to settle. Pak Swarsan saw on one of his inspections Sumiami and her hut. He asked her what she was doing and told her to leave immediately . Shortly after, she attacked pak Swarsan in a clever way, he barely was able to defend himself. To his disbelieve Sumiami was able to defend herself, for she mastered the style of Badei (hurricane). After the fight pak Swarsan told Sumiami she could stay on his land provided she would keep an eye on his gardens. Oom Dave and his brother Raden Panji Setiocipto learned the Badai from this woman, Sumiami. Pak Cipto stayed apprenticed to Sumiami and later became the kepala aliran of the Badai. In 1969 the Badai was officially acknowledged by the IPSI as a new Pencak Silat style.

                  Badai has two meanings beside Badei, which means hurricane, Badai also stands for the abbreviation of Bela Diri Anak Indonesia. After the death of pak Cipto, Oom Dave officially became the kepala aliran of the Badai.

                  The uniform of the Badai consist of a grey suit and a navy-blue belt. The colors symbolizes mourning and express a sense of sadness and compassion for the opponent.



                  Artikel Pencak Silat Pamor Badai yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                    - Powered by BING [2014-03-24 18:58]

                    Leave Comment

                    You must be logged in to post a comment.

                    Pencak Silat Pamor Badai - Silat Indonesia

                    Pencak Silat Pamor Badai.

                        [
                    in English ]

                    Aug 21st, 2009 | By | Category: Aliran Silat [ in English ]

                    Pencak silat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia. Semacam seni membela diri yang mengunakan tendangan, pukulan, kuncian dan bermacam-macam gerakan dengan senjata, di kombinasikan dengan gaya lemah-lembut ? keras dinamis. Yang di tekankan disini adalah gerakan-gerakan yang explosif dan supel dengan combinasi gerakan-gerakan kejutan. Semua aspek ini di sesuaikan dengan tradisi, adat kebiasaan, seperti persahabatan, disiplin, sopan-santun, kesetiaan dan menghormati orang lain.
                    Pencak silat ini berasal dari kepulauan Indonesia-Malaysia. Kapan mulai terjadi, tidak ada yang tahu pasti. Menurut penemuan ilmu purba kala yang tetua di Indonesia, di ketemukan bukti-bukti yang menyatakan terjadinya seni ini pada abat 800 sesudah masehi. Se tidak-tidaknya pencak silat ini sudah berumur 1200 tahun. Dalam berabad-abad ini pencak silat telah berkembang menjadi seni bela diri yang bermacam-macam bentuknya. Dalam saat ini di Indonesia sekurang-kurangnya ada 800 macam dan pengikutnya ada di berbagai negara seluruh dunia.

                    Dahulu nama seni bela diri ini bermacam-macam tergantung dari daerah masing-masing. Di antaranya parmoca, silat sile, silat, pencak, penak etc. Nama pencak silat ini sudah ada pada masa perang dunia ke dua. Tapi baru pada tahun 1946, waktu persatuan pencak silat IPSSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) didirikan, nama pencak silat deresmikan untuk di pakai pertamakalinya. Persatuan ini pendaluhuan dari pada persatuan yang berada sekarang ini IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

                    Sesudah mempelajari pencak silat para guru besar bersama menentukan struktur yang bermacam-macam ini dalam pembagian. Struktur ini di tekankan enekaragam dari seni bela diri di kepulauan Indonesia-Malaysia. Dalam struktur pencak silat ini di bagi dalam empat aspek:
                    ? Kebatinan
                    ? Seni
                    ? Bela Diri
                    ? Wiralaga / Tanding

                    Pamor Badai
                    Perguruan Pencak Silat Pamor Badai mendapat nama dari 2 bagian yaitu aliran Pamor dan Badai. Kedua aliran ini berasal dari keluarga yang sama. Pamor adalah aliran keluarga tradisional dan Badai adalah aliran baru yang secara resmi berdiri sejak tahun 1969. Di samping 2 aliran ini Pamor dan Badai masih ada berberapa aliran lain yang di pergunakan misalnya bawean dan Bhayuhmanunggal.
                    Pamor adalah aliran asli dari keluarga pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, di kenal oleh murid-muridnya sebagai ?Oom Dave?). Pamor adalah aliran dari keluarga bangsawan Indonesia dari jaman Majapahit dari turunan pangeran Suhita. Berabad-abad aliran ini dikembangkan dan diwariskan terun temurun oleh keluarga pangeran ini. Pada tahun 1941 Oom Dave diangkat oleh paman-pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji dan Bentung sebagai kepala aliran Pamor.

                    Kata pamor sendiri sering dihubungkan dengan struktur-struktur yang terlihat pada keris, tapi kata itu mempunai arti yang lebih luas; selain struktur tetapi juga berarti wajah, bentuk, gambar etc. Dalam behasa Djawa kuno kata pamor mumpunjai banyak maknanya. Pamor mempunya berberapa wajah yang membantu masyarakat hidup dalam persahabatan dan untuk manjaga perdamaian. Tyaranya adalah dengan mempergunakan seni bela diri ini untuk tidak berkelahi dan menjaga agresi dan situasi yang membehaiahkan supaya di bisa hindari, dan hidup dalam kerukunan.

                    Pamor sering dianggap Pamur. Pamur adalah aliran pencak silat yang lebih modern berasal dari Madura. Pamur adalah singakatan dari Pencak Silat Angkatan Muda Rasio dan diririkan sejak tahun 1951 di Pamekasan oleh Raden Hasan Habudin, seorang keponakan jauh Oom Dave.

                    Pakaian seragam Pamor terdiri dari baju hitam dan selendang putih. Warna hitam melambangkan kebenaran dan putih sebagai kesuciaan.
                    Berbeda dengan Pamor, Badai adalah aliran yang lebih muda dan berasal dari keluarga yang sama. Bagaimana datangnya aliran Badai ke keluarga Oom Dave adalah seperti berikut:
                    Di Sulawesi Selatan ada kepala suku yang membuang anak perempuannya, namanya Sumiami, dari desanya. Dia termasuk turunan dari satu kelompok di Indonesia yang terkenal sebagai ?Orang Laut?. Sejarah dari kelompok ini tidak begitu di kenal tapi ada kemungkinan berabad-abad yang lalu berhubungan dengan pulau Bawean. Sumiami dibuang dengan perahu dan tidak boleh lagi kembali ke kampungnya. Sesudah mengalami pelayaran yang berat dia berlabuh di pulau Djawa pada perkebunan (kelapa) dari Raden Bagin Swarsan, seorang paman dari Oom Dave. Sesudah mendarat dia membikin gubuk untuk menetap. Waktu sedang mengontrol Pak Swarsan melihat Sumiami di gubuknya. Dia bertanya sedang apa kamu ada disini dan Sumiami menjuruhnya pergi dari situ. Tidak lama kemudian Sumiami menjerang dengan pintarnya dan Pak Swarsan dengan susah payah mengelakan serangan-serangannya. Pak Swarsan sangat kaget, ternyata gadis ini bisa mengelakan dengan baik dia pintar menggunakan aliran Badei. Sesudah berkelahi Pak Swarsan membolehkan Sumiami tinggal di perkebunannya dengan sjarat supaya menjaga kebunnya. Oom Dave dan saudaranya Raden Panji Setiocipto belajar Badai dari wanita Sumiami ini. Pak Cipto lebih lama lagi belajar Badai dari Sumiami dan nantinya akan menjadi kepala dari aliran Badai.

                    Dalam tahun 1969 Badai diresmikan jadi aliran silat baru yang di akui oleh IPSI.

                    Arti Badai ada dua, selain sebagai Badai, angin puyuh, juga merupakan singkatan dari Bela Diri Anak Indonesia. Setelah Pak Cipto meninggal, maka Oom Dave menjadi pengganti resmi sebagai kepala aliran Badai.

                    Seragam Badai terdiri dari baju abu-abu dengan selendang biru tua. Warna-warnanya melambangkan kedukaan dan mencerminkan persaan kasian kepada lawannya.

                    Kepala aliran Pergurauan Pencak Silat Pamor Badai adalah Raden Panji Setiosoeprapto, juga dikenal sebagai Dave Nelson atau disebat Oom Dave.

                    Raden Panji Setiosoeprapto lahir di Asembagus, Jawa Timur pada tahun 1932, Oom Dave mulai sejak kecil berlatih Pencak Silat. Pada umur 6 tahun, pamannya mengajarkan aliran keluarga sebagai tradisi. Selain diajarkan aliran keluarga Oom Dave dan kakak Raden Panji Setiocipto juga diajarkan aliran Badai. Oom Dave juga mempelajari banyak alrian lain. Karena Oom Dave adalah keturunan keluarga bangsawan, sesuai istiadat dia dikirim ke biara Buddha di Nakhon Pathon, Siam. Di biara ini Oom Dave mempelajari cara-cara berkelahi di Siam, yang sekarang dikenal Muay Thai (saat itu tidak dikenal Muay Thai). Oom Dave juga berlatih tinju, gulat sumo dan kendo. Setelah tinggal di biara Oom Dave diangkat sebagai kepala aliran Pamor oleh pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji Bentung pada tahun 1941.

                    Setelah tinggal di Papua, Oom Dave akhirnya pindah ke Belanda dimana dia sedikit-sedikit mengajar Pencak Silat pada tahun 1964.
                    Tahun 1973 Oom Dave secara resmi mengajar, Pencak Silat di Diemen. Tahun 1969 Oom Dave diakui, sebagai ‘pendekar’ oleh IPSI di Surabaya. Selain itu Oom Dave sekali lagi tahun 1993 di angkat jadi pendekar oleh Persilat (Persatuan Pencak Silat Internasional).

                    ENGLISH VERSION
                    Pencak Silat is an all comprising martial art from Indonesia. It is a form of self-defense which combines kicking, punching, grabbing, locking and several weapon-techniques to a graceful and dynamic hard-soft style. The emphasis lies in the agility, explosiveness and flexibility in combination with the surprise effect. All these aspects go hand in hand with traditional norms and values as brotherhood, self-discipline, politeness, loyalty and respect for others.

                    Pencak Silat?s origin is from the Indonesian-Malaysian archipelago. When the Pencak Silat was established can not exactly be determined. Although the oldest archeological findings in the Indonesian archipelago which refer to the existence of martial arts in Indonesia are dated approximately in the year 800 A.C. Therefore one is convinced that Pencak Silat is at least older than 1200 years. Through the centuries Pencak Silat has developed it self to the extremely varied martial art it is today. At this moment there are at least 800 different Pencak Silat styles in Indonesia and is practiced in many countries in the world.

                    In the past several names were given to this Indonesian martial art, which was mainly dependent on the region. The names used were parmoca, silat sile, silat, pencak, penak, etc. The name Pencak Silat as we know it today already existed before WWII. It was officially used the first time not until 1946, during the establishement of the first national Pencak Silat association (the IPSSI ? Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). This organization is the predecessor of the current Pencak Silat association in Indonesia, the IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

                    After analizing the Pencak Silat the grandmasters agreed upon a structure. This structure emphasizes the versatility of the Indonesian-Malaysian martial art. In this structure the Pencak Silat is devided in 4 aspects, namely;
                    ? Kebatinan (mental-spiritual, such as meditation)
                    ? Seni (cultural/art)
                    ? Bela Diri (self-defense)
                    ? Wiralaga/Tanding (sport)

                    Pamor Badai
                    Perguruan Pencak Silat Pamor Badai owes its name to 2 main styles which are practiced, namely the Pamor and the Badai. Both styles originate from the same family. The Pamor is a traditional family style and the Badai is a young style which only officially exists since 1969. The styles Bawean and the Bhayumanunggal are also practised besides the 2 main styles Pamor and Badai.

                    The Pamor is an original family style from our pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, better known as Oom Dave for his students). The Pamor is a style from an old royal Indonesian family from the Majapahit era in the line of Pangeran Suhita. Through the centuries this style has been further developed and passed on. In 1941 Oom Dave was appointed by his uncles, Raden Widikdo and Raden Panji Bentung, as the heir (kepala aliran) of the Pamor.

                    The word Pamor is often solely associated with the structures which are visible on the kris. But the word has a much broader meaning; besides structure it also means face, figure, drawing etc. The old Javanese word ‘pamor’ comprises a lot. The Pamor involves several faces, which helps to live in friendship, brotherhood and peace in society. The art is to use destructive techniques not to fight and to deescalate aggressive, threatening situations to live in harmony with others.

                    The Pamor is often confused with the Pamur. The Pamur is a more modern Pencak Silat style from Madura. Pamor stands for Pencak Silat Angkatan Muda Rasio and is established in 1951 in Pamekasan by Raden Hasan Habudin, a distant cousin of Oom Dave.

                    The uniform of the Pamor consist of a black suit and a white belt. The color black symbolizes the truth and white symbolizes purity.

                    Badai is in contrary to the Pamor a relatively young style which originates from the same family. The Badai style has been adapted by Oom Dave?s family as follows:
                    In South Sulawesi the daughter of a tribe chief by the name Sumiami was banned from her village. She belonged to a people who are known in Indonesia as ?Orang Laut?, which means sea people. Through history, there is little known about these people, but these people were supposedly closely linked with the island Bawean. Sumiami was sent away in a boat and was ordered never to return to her village. After a grueling boat voyage she stranded in Java, on the land (coconut field) of Raden Bagin Swarsan to be precise, an uncle of Oom Dave. Once there she built her self a hut in order to settle. Pak Swarsan saw on one of his inspections Sumiami and her hut. He asked her what she was doing and told her to leave immediately . Shortly after, she attacked pak Swarsan in a clever way, he barely was able to defend himself. To his disbelieve Sumiami was able to defend herself, for she mastered the style of Badei (hurricane). After the fight pak Swarsan told Sumiami she could stay on his land provided she would keep an eye on his gardens. Oom Dave and his brother Raden Panji Setiocipto learned the Badai from this woman, Sumiami. Pak Cipto stayed apprenticed to Sumiami and later became the kepala aliran of the Badai. In 1969 the Badai was officially acknowledged by the IPSI as a new Pencak Silat style.

                    Badai has two meanings beside Badei, which means hurricane, Badai also stands for the abbreviation of Bela Diri Anak Indonesia. After the death of pak Cipto, Oom Dave officially became the kepala aliran of the Badai.

                    The uniform of the Badai consist of a grey suit and a navy-blue belt. The colors symbolizes mourning and express a sense of sadness and compassion for the opponent.



                    Artikel Pencak Silat Pamor Badai yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                      - Powered by BING [2014-03-31 00:41]

                      Leave Comment

                      You must be logged in to post a comment.

                      Pencak Silat Pamor Badai - Silat Indonesia

                      Pencak Silat Pamor Badai.

                          [
                      in English ]

                      Aug 21st, 2009 | By | Category: Aliran Silat [ in English ]

                      Pencak silat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia. Semacam seni membela diri yang mengunakan tendangan, pukulan, kuncian dan bermacam-macam gerakan dengan senjata, di kombinasikan dengan gaya lemah-lembut ? keras dinamis. Yang di tekankan disini adalah gerakan-gerakan yang explosif dan supel dengan combinasi gerakan-gerakan kejutan. Semua aspek ini di sesuaikan dengan tradisi, adat kebiasaan, seperti persahabatan, disiplin, sopan-santun, kesetiaan dan menghormati orang lain.
                      Pencak silat ini berasal dari kepulauan Indonesia-Malaysia. Kapan mulai terjadi, tidak ada yang tahu pasti. Menurut penemuan ilmu purba kala yang tetua di Indonesia, di ketemukan bukti-bukti yang menyatakan terjadinya seni ini pada abat 800 sesudah masehi. Se tidak-tidaknya pencak silat ini sudah berumur 1200 tahun. Dalam berabad-abad ini pencak silat telah berkembang menjadi seni bela diri yang bermacam-macam bentuknya. Dalam saat ini di Indonesia sekurang-kurangnya ada 800 macam dan pengikutnya ada di berbagai negara seluruh dunia.

                      Dahulu nama seni bela diri ini bermacam-macam tergantung dari daerah masing-masing. Di antaranya parmoca, silat sile, silat, pencak, penak etc. Nama pencak silat ini sudah ada pada masa perang dunia ke dua. Tapi baru pada tahun 1946, waktu persatuan pencak silat IPSSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) didirikan, nama pencak silat deresmikan untuk di pakai pertamakalinya. Persatuan ini pendaluhuan dari pada persatuan yang berada sekarang ini IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

                      Sesudah mempelajari pencak silat para guru besar bersama menentukan struktur yang bermacam-macam ini dalam pembagian. Struktur ini di tekankan enekaragam dari seni bela diri di kepulauan Indonesia-Malaysia. Dalam struktur pencak silat ini di bagi dalam empat aspek:
                      ? Kebatinan
                      ? Seni
                      ? Bela Diri
                      ? Wiralaga / Tanding

                      Pamor Badai
                      Perguruan Pencak Silat Pamor Badai mendapat nama dari 2 bagian yaitu aliran Pamor dan Badai. Kedua aliran ini berasal dari keluarga yang sama. Pamor adalah aliran keluarga tradisional dan Badai adalah aliran baru yang secara resmi berdiri sejak tahun 1969. Di samping 2 aliran ini Pamor dan Badai masih ada berberapa aliran lain yang di pergunakan misalnya bawean dan Bhayuhmanunggal.
                      Pamor adalah aliran asli dari keluarga pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, di kenal oleh murid-muridnya sebagai ?Oom Dave?). Pamor adalah aliran dari keluarga bangsawan Indonesia dari jaman Majapahit dari turunan pangeran Suhita. Berabad-abad aliran ini dikembangkan dan diwariskan terun temurun oleh keluarga pangeran ini. Pada tahun 1941 Oom Dave diangkat oleh paman-pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji dan Bentung sebagai kepala aliran Pamor.

                      Kata pamor sendiri sering dihubungkan dengan struktur-struktur yang terlihat pada keris, tapi kata itu mempunai arti yang lebih luas; selain struktur tetapi juga berarti wajah, bentuk, gambar etc. Dalam behasa Djawa kuno kata pamor mumpunjai banyak maknanya. Pamor mempunya berberapa wajah yang membantu masyarakat hidup dalam persahabatan dan untuk manjaga perdamaian. Tyaranya adalah dengan mempergunakan seni bela diri ini untuk tidak berkelahi dan menjaga agresi dan situasi yang membehaiahkan supaya di bisa hindari, dan hidup dalam kerukunan.

                      Pamor sering dianggap Pamur. Pamur adalah aliran pencak silat yang lebih modern berasal dari Madura. Pamur adalah singakatan dari Pencak Silat Angkatan Muda Rasio dan diririkan sejak tahun 1951 di Pamekasan oleh Raden Hasan Habudin, seorang keponakan jauh Oom Dave.

                      Pakaian seragam Pamor terdiri dari baju hitam dan selendang putih. Warna hitam melambangkan kebenaran dan putih sebagai kesuciaan.
                      Berbeda dengan Pamor, Badai adalah aliran yang lebih muda dan berasal dari keluarga yang sama. Bagaimana datangnya aliran Badai ke keluarga Oom Dave adalah seperti berikut:
                      Di Sulawesi Selatan ada kepala suku yang membuang anak perempuannya, namanya Sumiami, dari desanya. Dia termasuk turunan dari satu kelompok di Indonesia yang terkenal sebagai ?Orang Laut?. Sejarah dari kelompok ini tidak begitu di kenal tapi ada kemungkinan berabad-abad yang lalu berhubungan dengan pulau Bawean. Sumiami dibuang dengan perahu dan tidak boleh lagi kembali ke kampungnya. Sesudah mengalami pelayaran yang berat dia berlabuh di pulau Djawa pada perkebunan (kelapa) dari Raden Bagin Swarsan, seorang paman dari Oom Dave. Sesudah mendarat dia membikin gubuk untuk menetap. Waktu sedang mengontrol Pak Swarsan melihat Sumiami di gubuknya. Dia bertanya sedang apa kamu ada disini dan Sumiami menjuruhnya pergi dari situ. Tidak lama kemudian Sumiami menjerang dengan pintarnya dan Pak Swarsan dengan susah payah mengelakan serangan-serangannya. Pak Swarsan sangat kaget, ternyata gadis ini bisa mengelakan dengan baik dia pintar menggunakan aliran Badei. Sesudah berkelahi Pak Swarsan membolehkan Sumiami tinggal di perkebunannya dengan sjarat supaya menjaga kebunnya. Oom Dave dan saudaranya Raden Panji Setiocipto belajar Badai dari wanita Sumiami ini. Pak Cipto lebih lama lagi belajar Badai dari Sumiami dan nantinya akan menjadi kepala dari aliran Badai.

                      Dalam tahun 1969 Badai diresmikan jadi aliran silat baru yang di akui oleh IPSI.

                      Arti Badai ada dua, selain sebagai Badai, angin puyuh, juga merupakan singkatan dari Bela Diri Anak Indonesia. Setelah Pak Cipto meninggal, maka Oom Dave menjadi pengganti resmi sebagai kepala aliran Badai.

                      Seragam Badai terdiri dari baju abu-abu dengan selendang biru tua. Warna-warnanya melambangkan kedukaan dan mencerminkan persaan kasian kepada lawannya.

                      Kepala aliran Pergurauan Pencak Silat Pamor Badai adalah Raden Panji Setiosoeprapto, juga dikenal sebagai Dave Nelson atau disebat Oom Dave.

                      Raden Panji Setiosoeprapto lahir di Asembagus, Jawa Timur pada tahun 1932, Oom Dave mulai sejak kecil berlatih Pencak Silat. Pada umur 6 tahun, pamannya mengajarkan aliran keluarga sebagai tradisi. Selain diajarkan aliran keluarga Oom Dave dan kakak Raden Panji Setiocipto juga diajarkan aliran Badai. Oom Dave juga mempelajari banyak alrian lain. Karena Oom Dave adalah keturunan keluarga bangsawan, sesuai istiadat dia dikirim ke biara Buddha di Nakhon Pathon, Siam. Di biara ini Oom Dave mempelajari cara-cara berkelahi di Siam, yang sekarang dikenal Muay Thai (saat itu tidak dikenal Muay Thai). Oom Dave juga berlatih tinju, gulat sumo dan kendo. Setelah tinggal di biara Oom Dave diangkat sebagai kepala aliran Pamor oleh pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji Bentung pada tahun 1941.

                      Setelah tinggal di Papua, Oom Dave akhirnya pindah ke Belanda dimana dia sedikit-sedikit mengajar Pencak Silat pada tahun 1964.
                      Tahun 1973 Oom Dave secara resmi mengajar, Pencak Silat di Diemen. Tahun 1969 Oom Dave diakui, sebagai ‘pendekar’ oleh IPSI di Surabaya. Selain itu Oom Dave sekali lagi tahun 1993 di angkat jadi pendekar oleh Persilat (Persatuan Pencak Silat Internasional).

                      ENGLISH VERSION
                      Pencak Silat is an all comprising martial art from Indonesia. It is a form of self-defense which combines kicking, punching, grabbing, locking and several weapon-techniques to a graceful and dynamic hard-soft style. The emphasis lies in the agility, explosiveness and flexibility in combination with the surprise effect. All these aspects go hand in hand with traditional norms and values as brotherhood, self-discipline, politeness, loyalty and respect for others.

                      Pencak Silat?s origin is from the Indonesian-Malaysian archipelago. When the Pencak Silat was established can not exactly be determined. Although the oldest archeological findings in the Indonesian archipelago which refer to the existence of martial arts in Indonesia are dated approximately in the year 800 A.C. Therefore one is convinced that Pencak Silat is at least older than 1200 years. Through the centuries Pencak Silat has developed it self to the extremely varied martial art it is today. At this moment there are at least 800 different Pencak Silat styles in Indonesia and is practiced in many countries in the world.

                      In the past several names were given to this Indonesian martial art, which was mainly dependent on the region. The names used were parmoca, silat sile, silat, pencak, penak, etc. The name Pencak Silat as we know it today already existed before WWII. It was officially used the first time not until 1946, during the establishement of the first national Pencak Silat association (the IPSSI ? Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). This organization is the predecessor of the current Pencak Silat association in Indonesia, the IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

                      After analizing the Pencak Silat the grandmasters agreed upon a structure. This structure emphasizes the versatility of the Indonesian-Malaysian martial art. In this structure the Pencak Silat is devided in 4 aspects, namely;
                      ? Kebatinan (mental-spiritual, such as meditation)
                      ? Seni (cultural/art)
                      ? Bela Diri (self-defense)
                      ? Wiralaga/Tanding (sport)

                      Pamor Badai
                      Perguruan Pencak Silat Pamor Badai owes its name to 2 main styles which are practiced, namely the Pamor and the Badai. Both styles originate from the same family. The Pamor is a traditional family style and the Badai is a young style which only officially exists since 1969. The styles Bawean and the Bhayumanunggal are also practised besides the 2 main styles Pamor and Badai.

                      The Pamor is an original family style from our pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, better known as Oom Dave for his students). The Pamor is a style from an old royal Indonesian family from the Majapahit era in the line of Pangeran Suhita. Through the centuries this style has been further developed and passed on. In 1941 Oom Dave was appointed by his uncles, Raden Widikdo and Raden Panji Bentung, as the heir (kepala aliran) of the Pamor.

                      The word Pamor is often solely associated with the structures which are visible on the kris. But the word has a much broader meaning; besides structure it also means face, figure, drawing etc. The old Javanese word ‘pamor’ comprises a lot. The Pamor involves several faces, which helps to live in friendship, brotherhood and peace in society. The art is to use destructive techniques not to fight and to deescalate aggressive, threatening situations to live in harmony with others.

                      The Pamor is often confused with the Pamur. The Pamur is a more modern Pencak Silat style from Madura. Pamor stands for Pencak Silat Angkatan Muda Rasio and is established in 1951 in Pamekasan by Raden Hasan Habudin, a distant cousin of Oom Dave.

                      The uniform of the Pamor consist of a black suit and a white belt. The color black symbolizes the truth and white symbolizes purity.

                      Badai is in contrary to the Pamor a relatively young style which originates from the same family. The Badai style has been adapted by Oom Dave?s family as follows:
                      In South Sulawesi the daughter of a tribe chief by the name Sumiami was banned from her village. She belonged to a people who are known in Indonesia as ?Orang Laut?, which means sea people. Through history, there is little known about these people, but these people were supposedly closely linked with the island Bawean. Sumiami was sent away in a boat and was ordered never to return to her village. After a grueling boat voyage she stranded in Java, on the land (coconut field) of Raden Bagin Swarsan to be precise, an uncle of Oom Dave. Once there she built her self a hut in order to settle. Pak Swarsan saw on one of his inspections Sumiami and her hut. He asked her what she was doing and told her to leave immediately . Shortly after, she attacked pak Swarsan in a clever way, he barely was able to defend himself. To his disbelieve Sumiami was able to defend herself, for she mastered the style of Badei (hurricane). After the fight pak Swarsan told Sumiami she could stay on his land provided she would keep an eye on his gardens. Oom Dave and his brother Raden Panji Setiocipto learned the Badai from this woman, Sumiami. Pak Cipto stayed apprenticed to Sumiami and later became the kepala aliran of the Badai. In 1969 the Badai was officially acknowledged by the IPSI as a new Pencak Silat style.

                      Badai has two meanings beside Badei, which means hurricane, Badai also stands for the abbreviation of Bela Diri Anak Indonesia. After the death of pak Cipto, Oom Dave officially became the kepala aliran of the Badai.

                      The uniform of the Badai consist of a grey suit and a navy-blue belt. The colors symbolizes mourning and express a sense of sadness and compassion for the opponent.



                      Artikel Pencak Silat Pamor Badai yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                        - Powered by BING [2014-04-05 20:43]

                        Leave Comment

                        You must be logged in to post a comment.

                        Pencak Silat Pamor Badai - Silat Indonesia

                        Pencak Silat Pamor Badai.

                            [
                        in English ]

                        Aug 21st, 2009 | By | Category: Aliran Silat [ in English ]

                        Pencak silat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia. Semacam seni membela diri yang mengunakan tendangan, pukulan, kuncian dan bermacam-macam gerakan dengan senjata, di kombinasikan dengan gaya lemah-lembut ? keras dinamis. Yang di tekankan disini adalah gerakan-gerakan yang explosif dan supel dengan combinasi gerakan-gerakan kejutan. Semua aspek ini di sesuaikan dengan tradisi, adat kebiasaan, seperti persahabatan, disiplin, sopan-santun, kesetiaan dan menghormati orang lain.
                        Pencak silat ini berasal dari kepulauan Indonesia-Malaysia. Kapan mulai terjadi, tidak ada yang tahu pasti. Menurut penemuan ilmu purba kala yang tetua di Indonesia, di ketemukan bukti-bukti yang menyatakan terjadinya seni ini pada abat 800 sesudah masehi. Se tidak-tidaknya pencak silat ini sudah berumur 1200 tahun. Dalam berabad-abad ini pencak silat telah berkembang menjadi seni bela diri yang bermacam-macam bentuknya. Dalam saat ini di Indonesia sekurang-kurangnya ada 800 macam dan pengikutnya ada di berbagai negara seluruh dunia.

                        Dahulu nama seni bela diri ini bermacam-macam tergantung dari daerah masing-masing. Di antaranya parmoca, silat sile, silat, pencak, penak etc. Nama pencak silat ini sudah ada pada masa perang dunia ke dua. Tapi baru pada tahun 1946, waktu persatuan pencak silat IPSSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) didirikan, nama pencak silat deresmikan untuk di pakai pertamakalinya. Persatuan ini pendaluhuan dari pada persatuan yang berada sekarang ini IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

                        Sesudah mempelajari pencak silat para guru besar bersama menentukan struktur yang bermacam-macam ini dalam pembagian. Struktur ini di tekankan enekaragam dari seni bela diri di kepulauan Indonesia-Malaysia. Dalam struktur pencak silat ini di bagi dalam empat aspek:
                        ? Kebatinan
                        ? Seni
                        ? Bela Diri
                        ? Wiralaga / Tanding

                        Pamor Badai
                        Perguruan Pencak Silat Pamor Badai mendapat nama dari 2 bagian yaitu aliran Pamor dan Badai. Kedua aliran ini berasal dari keluarga yang sama. Pamor adalah aliran keluarga tradisional dan Badai adalah aliran baru yang secara resmi berdiri sejak tahun 1969. Di samping 2 aliran ini Pamor dan Badai masih ada berberapa aliran lain yang di pergunakan misalnya bawean dan Bhayuhmanunggal.
                        Pamor adalah aliran asli dari keluarga pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, di kenal oleh murid-muridnya sebagai ?Oom Dave?). Pamor adalah aliran dari keluarga bangsawan Indonesia dari jaman Majapahit dari turunan pangeran Suhita. Berabad-abad aliran ini dikembangkan dan diwariskan terun temurun oleh keluarga pangeran ini. Pada tahun 1941 Oom Dave diangkat oleh paman-pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji dan Bentung sebagai kepala aliran Pamor.

                        Kata pamor sendiri sering dihubungkan dengan struktur-struktur yang terlihat pada keris, tapi kata itu mempunai arti yang lebih luas; selain struktur tetapi juga berarti wajah, bentuk, gambar etc. Dalam behasa Djawa kuno kata pamor mumpunjai banyak maknanya. Pamor mempunya berberapa wajah yang membantu masyarakat hidup dalam persahabatan dan untuk manjaga perdamaian. Tyaranya adalah dengan mempergunakan seni bela diri ini untuk tidak berkelahi dan menjaga agresi dan situasi yang membehaiahkan supaya di bisa hindari, dan hidup dalam kerukunan.

                        Pamor sering dianggap Pamur. Pamur adalah aliran pencak silat yang lebih modern berasal dari Madura. Pamur adalah singakatan dari Pencak Silat Angkatan Muda Rasio dan diririkan sejak tahun 1951 di Pamekasan oleh Raden Hasan Habudin, seorang keponakan jauh Oom Dave.

                        Pakaian seragam Pamor terdiri dari baju hitam dan selendang putih. Warna hitam melambangkan kebenaran dan putih sebagai kesuciaan.
                        Berbeda dengan Pamor, Badai adalah aliran yang lebih muda dan berasal dari keluarga yang sama. Bagaimana datangnya aliran Badai ke keluarga Oom Dave adalah seperti berikut:
                        Di Sulawesi Selatan ada kepala suku yang membuang anak perempuannya, namanya Sumiami, dari desanya. Dia termasuk turunan dari satu kelompok di Indonesia yang terkenal sebagai ?Orang Laut?. Sejarah dari kelompok ini tidak begitu di kenal tapi ada kemungkinan berabad-abad yang lalu berhubungan dengan pulau Bawean. Sumiami dibuang dengan perahu dan tidak boleh lagi kembali ke kampungnya. Sesudah mengalami pelayaran yang berat dia berlabuh di pulau Djawa pada perkebunan (kelapa) dari Raden Bagin Swarsan, seorang paman dari Oom Dave. Sesudah mendarat dia membikin gubuk untuk menetap. Waktu sedang mengontrol Pak Swarsan melihat Sumiami di gubuknya. Dia bertanya sedang apa kamu ada disini dan Sumiami menjuruhnya pergi dari situ. Tidak lama kemudian Sumiami menjerang dengan pintarnya dan Pak Swarsan dengan susah payah mengelakan serangan-serangannya. Pak Swarsan sangat kaget, ternyata gadis ini bisa mengelakan dengan baik dia pintar menggunakan aliran Badei. Sesudah berkelahi Pak Swarsan membolehkan Sumiami tinggal di perkebunannya dengan sjarat supaya menjaga kebunnya. Oom Dave dan saudaranya Raden Panji Setiocipto belajar Badai dari wanita Sumiami ini. Pak Cipto lebih lama lagi belajar Badai dari Sumiami dan nantinya akan menjadi kepala dari aliran Badai.

                        Dalam tahun 1969 Badai diresmikan jadi aliran silat baru yang di akui oleh IPSI.

                        Arti Badai ada dua, selain sebagai Badai, angin puyuh, juga merupakan singkatan dari Bela Diri Anak Indonesia. Setelah Pak Cipto meninggal, maka Oom Dave menjadi pengganti resmi sebagai kepala aliran Badai.

                        Seragam Badai terdiri dari baju abu-abu dengan selendang biru tua. Warna-warnanya melambangkan kedukaan dan mencerminkan persaan kasian kepada lawannya.

                        Kepala aliran Pergurauan Pencak Silat Pamor Badai adalah Raden Panji Setiosoeprapto, juga dikenal sebagai Dave Nelson atau disebat Oom Dave.

                        Raden Panji Setiosoeprapto lahir di Asembagus, Jawa Timur pada tahun 1932, Oom Dave mulai sejak kecil berlatih Pencak Silat. Pada umur 6 tahun, pamannya mengajarkan aliran keluarga sebagai tradisi. Selain diajarkan aliran keluarga Oom Dave dan kakak Raden Panji Setiocipto juga diajarkan aliran Badai. Oom Dave juga mempelajari banyak alrian lain. Karena Oom Dave adalah keturunan keluarga bangsawan, sesuai istiadat dia dikirim ke biara Buddha di Nakhon Pathon, Siam. Di biara ini Oom Dave mempelajari cara-cara berkelahi di Siam, yang sekarang dikenal Muay Thai (saat itu tidak dikenal Muay Thai). Oom Dave juga berlatih tinju, gulat sumo dan kendo. Setelah tinggal di biara Oom Dave diangkat sebagai kepala aliran Pamor oleh pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji Bentung pada tahun 1941.

                        Setelah tinggal di Papua, Oom Dave akhirnya pindah ke Belanda dimana dia sedikit-sedikit mengajar Pencak Silat pada tahun 1964.
                        Tahun 1973 Oom Dave secara resmi mengajar, Pencak Silat di Diemen. Tahun 1969 Oom Dave diakui, sebagai ‘pendekar’ oleh IPSI di Surabaya. Selain itu Oom Dave sekali lagi tahun 1993 di angkat jadi pendekar oleh Persilat (Persatuan Pencak Silat Internasional).

                        ENGLISH VERSION
                        Pencak Silat is an all comprising martial art from Indonesia. It is a form of self-defense which combines kicking, punching, grabbing, locking and several weapon-techniques to a graceful and dynamic hard-soft style. The emphasis lies in the agility, explosiveness and flexibility in combination with the surprise effect. All these aspects go hand in hand with traditional norms and values as brotherhood, self-discipline, politeness, loyalty and respect for others.

                        Pencak Silat?s origin is from the Indonesian-Malaysian archipelago. When the Pencak Silat was established can not exactly be determined. Although the oldest archeological findings in the Indonesian archipelago which refer to the existence of martial arts in Indonesia are dated approximately in the year 800 A.C. Therefore one is convinced that Pencak Silat is at least older than 1200 years. Through the centuries Pencak Silat has developed it self to the extremely varied martial art it is today. At this moment there are at least 800 different Pencak Silat styles in Indonesia and is practiced in many countries in the world.

                        In the past several names were given to this Indonesian martial art, which was mainly dependent on the region. The names used were parmoca, silat sile, silat, pencak, penak, etc. The name Pencak Silat as we know it today already existed before WWII. It was officially used the first time not until 1946, during the establishement of the first national Pencak Silat association (the IPSSI ? Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). This organization is the predecessor of the current Pencak Silat association in Indonesia, the IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

                        After analizing the Pencak Silat the grandmasters agreed upon a structure. This structure emphasizes the versatility of the Indonesian-Malaysian martial art. In this structure the Pencak Silat is devided in 4 aspects, namely;
                        ? Kebatinan (mental-spiritual, such as meditation)
                        ? Seni (cultural/art)
                        ? Bela Diri (self-defense)
                        ? Wiralaga/Tanding (sport)

                        Pamor Badai
                        Perguruan Pencak Silat Pamor Badai owes its name to 2 main styles which are practiced, namely the Pamor and the Badai. Both styles originate from the same family. The Pamor is a traditional family style and the Badai is a young style which only officially exists since 1969. The styles Bawean and the Bhayumanunggal are also practised besides the 2 main styles Pamor and Badai.

                        The Pamor is an original family style from our pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, better known as Oom Dave for his students). The Pamor is a style from an old royal Indonesian family from the Majapahit era in the line of Pangeran Suhita. Through the centuries this style has been further developed and passed on. In 1941 Oom Dave was appointed by his uncles, Raden Widikdo and Raden Panji Bentung, as the heir (kepala aliran) of the Pamor.

                        The word Pamor is often solely associated with the structures which are visible on the kris. But the word has a much broader meaning; besides structure it also means face, figure, drawing etc. The old Javanese word ‘pamor’ comprises a lot. The Pamor involves several faces, which helps to live in friendship, brotherhood and peace in society. The art is to use destructive techniques not to fight and to deescalate aggressive, threatening situations to live in harmony with others.

                        The Pamor is often confused with the Pamur. The Pamur is a more modern Pencak Silat style from Madura. Pamor stands for Pencak Silat Angkatan Muda Rasio and is established in 1951 in Pamekasan by Raden Hasan Habudin, a distant cousin of Oom Dave.

                        The uniform of the Pamor consist of a black suit and a white belt. The color black symbolizes the truth and white symbolizes purity.

                        Badai is in contrary to the Pamor a relatively young style which originates from the same family. The Badai style has been adapted by Oom Dave?s family as follows:
                        In South Sulawesi the daughter of a tribe chief by the name Sumiami was banned from her village. She belonged to a people who are known in Indonesia as ?Orang Laut?, which means sea people. Through history, there is little known about these people, but these people were supposedly closely linked with the island Bawean. Sumiami was sent away in a boat and was ordered never to return to her village. After a grueling boat voyage she stranded in Java, on the land (coconut field) of Raden Bagin Swarsan to be precise, an uncle of Oom Dave. Once there she built her self a hut in order to settle. Pak Swarsan saw on one of his inspections Sumiami and her hut. He asked her what she was doing and told her to leave immediately . Shortly after, she attacked pak Swarsan in a clever way, he barely was able to defend himself. To his disbelieve Sumiami was able to defend herself, for she mastered the style of Badei (hurricane). After the fight pak Swarsan told Sumiami she could stay on his land provided she would keep an eye on his gardens. Oom Dave and his brother Raden Panji Setiocipto learned the Badai from this woman, Sumiami. Pak Cipto stayed apprenticed to Sumiami and later became the kepala aliran of the Badai. In 1969 the Badai was officially acknowledged by the IPSI as a new Pencak Silat style.

                        Badai has two meanings beside Badei, which means hurricane, Badai also stands for the abbreviation of Bela Diri Anak Indonesia. After the death of pak Cipto, Oom Dave officially became the kepala aliran of the Badai.

                        The uniform of the Badai consist of a grey suit and a navy-blue belt. The colors symbolizes mourning and express a sense of sadness and compassion for the opponent.



                        Artikel Pencak Silat Pamor Badai yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                          - Powered by BING [2014-04-11 18:43]

                          Leave Comment

                          You must be logged in to post a comment.

                          Pencak Silat Pamor Badai - Silat Indonesia

                          Pencak Silat Pamor Badai.

                              [
                          in English ]

                          Aug 21st, 2009 | By | Category: Aliran Silat [ in English ]

                          Pencak silat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia. Semacam seni membela diri yang mengunakan tendangan, pukulan, kuncian dan bermacam-macam gerakan dengan senjata, di kombinasikan dengan gaya lemah-lembut ? keras dinamis. Yang di tekankan disini adalah gerakan-gerakan yang explosif dan supel dengan combinasi gerakan-gerakan kejutan. Semua aspek ini di sesuaikan dengan tradisi, adat kebiasaan, seperti persahabatan, disiplin, sopan-santun, kesetiaan dan menghormati orang lain.
                          Pencak silat ini berasal dari kepulauan Indonesia-Malaysia. Kapan mulai terjadi, tidak ada yang tahu pasti. Menurut penemuan ilmu purba kala yang tetua di Indonesia, di ketemukan bukti-bukti yang menyatakan terjadinya seni ini pada abat 800 sesudah masehi. Se tidak-tidaknya pencak silat ini sudah berumur 1200 tahun. Dalam berabad-abad ini pencak silat telah berkembang menjadi seni bela diri yang bermacam-macam bentuknya. Dalam saat ini di Indonesia sekurang-kurangnya ada 800 macam dan pengikutnya ada di berbagai negara seluruh dunia.

                          Dahulu nama seni bela diri ini bermacam-macam tergantung dari daerah masing-masing. Di antaranya parmoca, silat sile, silat, pencak, penak etc. Nama pencak silat ini sudah ada pada masa perang dunia ke dua. Tapi baru pada tahun 1946, waktu persatuan pencak silat IPSSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) didirikan, nama pencak silat deresmikan untuk di pakai pertamakalinya. Persatuan ini pendaluhuan dari pada persatuan yang berada sekarang ini IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

                          Sesudah mempelajari pencak silat para guru besar bersama menentukan struktur yang bermacam-macam ini dalam pembagian. Struktur ini di tekankan enekaragam dari seni bela diri di kepulauan Indonesia-Malaysia. Dalam struktur pencak silat ini di bagi dalam empat aspek:
                          ? Kebatinan
                          ? Seni
                          ? Bela Diri
                          ? Wiralaga / Tanding

                          Pamor Badai
                          Perguruan Pencak Silat Pamor Badai mendapat nama dari 2 bagian yaitu aliran Pamor dan Badai. Kedua aliran ini berasal dari keluarga yang sama. Pamor adalah aliran keluarga tradisional dan Badai adalah aliran baru yang secara resmi berdiri sejak tahun 1969. Di samping 2 aliran ini Pamor dan Badai masih ada berberapa aliran lain yang di pergunakan misalnya bawean dan Bhayuhmanunggal.
                          Pamor adalah aliran asli dari keluarga pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, di kenal oleh murid-muridnya sebagai ?Oom Dave?). Pamor adalah aliran dari keluarga bangsawan Indonesia dari jaman Majapahit dari turunan pangeran Suhita. Berabad-abad aliran ini dikembangkan dan diwariskan terun temurun oleh keluarga pangeran ini. Pada tahun 1941 Oom Dave diangkat oleh paman-pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji dan Bentung sebagai kepala aliran Pamor.

                          Kata pamor sendiri sering dihubungkan dengan struktur-struktur yang terlihat pada keris, tapi kata itu mempunai arti yang lebih luas; selain struktur tetapi juga berarti wajah, bentuk, gambar etc. Dalam behasa Djawa kuno kata pamor mumpunjai banyak maknanya. Pamor mempunya berberapa wajah yang membantu masyarakat hidup dalam persahabatan dan untuk manjaga perdamaian. Tyaranya adalah dengan mempergunakan seni bela diri ini untuk tidak berkelahi dan menjaga agresi dan situasi yang membehaiahkan supaya di bisa hindari, dan hidup dalam kerukunan.

                          Pamor sering dianggap Pamur. Pamur adalah aliran pencak silat yang lebih modern berasal dari Madura. Pamur adalah singakatan dari Pencak Silat Angkatan Muda Rasio dan diririkan sejak tahun 1951 di Pamekasan oleh Raden Hasan Habudin, seorang keponakan jauh Oom Dave.

                          Pakaian seragam Pamor terdiri dari baju hitam dan selendang putih. Warna hitam melambangkan kebenaran dan putih sebagai kesuciaan.
                          Berbeda dengan Pamor, Badai adalah aliran yang lebih muda dan berasal dari keluarga yang sama. Bagaimana datangnya aliran Badai ke keluarga Oom Dave adalah seperti berikut:
                          Di Sulawesi Selatan ada kepala suku yang membuang anak perempuannya, namanya Sumiami, dari desanya. Dia termasuk turunan dari satu kelompok di Indonesia yang terkenal sebagai ?Orang Laut?. Sejarah dari kelompok ini tidak begitu di kenal tapi ada kemungkinan berabad-abad yang lalu berhubungan dengan pulau Bawean. Sumiami dibuang dengan perahu dan tidak boleh lagi kembali ke kampungnya. Sesudah mengalami pelayaran yang berat dia berlabuh di pulau Djawa pada perkebunan (kelapa) dari Raden Bagin Swarsan, seorang paman dari Oom Dave. Sesudah mendarat dia membikin gubuk untuk menetap. Waktu sedang mengontrol Pak Swarsan melihat Sumiami di gubuknya. Dia bertanya sedang apa kamu ada disini dan Sumiami menjuruhnya pergi dari situ. Tidak lama kemudian Sumiami menjerang dengan pintarnya dan Pak Swarsan dengan susah payah mengelakan serangan-serangannya. Pak Swarsan sangat kaget, ternyata gadis ini bisa mengelakan dengan baik dia pintar menggunakan aliran Badei. Sesudah berkelahi Pak Swarsan membolehkan Sumiami tinggal di perkebunannya dengan sjarat supaya menjaga kebunnya. Oom Dave dan saudaranya Raden Panji Setiocipto belajar Badai dari wanita Sumiami ini. Pak Cipto lebih lama lagi belajar Badai dari Sumiami dan nantinya akan menjadi kepala dari aliran Badai.

                          Dalam tahun 1969 Badai diresmikan jadi aliran silat baru yang di akui oleh IPSI.

                          Arti Badai ada dua, selain sebagai Badai, angin puyuh, juga merupakan singkatan dari Bela Diri Anak Indonesia. Setelah Pak Cipto meninggal, maka Oom Dave menjadi pengganti resmi sebagai kepala aliran Badai.

                          Seragam Badai terdiri dari baju abu-abu dengan selendang biru tua. Warna-warnanya melambangkan kedukaan dan mencerminkan persaan kasian kepada lawannya.

                          Kepala aliran Pergurauan Pencak Silat Pamor Badai adalah Raden Panji Setiosoeprapto, juga dikenal sebagai Dave Nelson atau disebat Oom Dave.

                          Raden Panji Setiosoeprapto lahir di Asembagus, Jawa Timur pada tahun 1932, Oom Dave mulai sejak kecil berlatih Pencak Silat. Pada umur 6 tahun, pamannya mengajarkan aliran keluarga sebagai tradisi. Selain diajarkan aliran keluarga Oom Dave dan kakak Raden Panji Setiocipto juga diajarkan aliran Badai. Oom Dave juga mempelajari banyak alrian lain. Karena Oom Dave adalah keturunan keluarga bangsawan, sesuai istiadat dia dikirim ke biara Buddha di Nakhon Pathon, Siam. Di biara ini Oom Dave mempelajari cara-cara berkelahi di Siam, yang sekarang dikenal Muay Thai (saat itu tidak dikenal Muay Thai). Oom Dave juga berlatih tinju, gulat sumo dan kendo. Setelah tinggal di biara Oom Dave diangkat sebagai kepala aliran Pamor oleh pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji Bentung pada tahun 1941.

                          Setelah tinggal di Papua, Oom Dave akhirnya pindah ke Belanda dimana dia sedikit-sedikit mengajar Pencak Silat pada tahun 1964.
                          Tahun 1973 Oom Dave secara resmi mengajar, Pencak Silat di Diemen. Tahun 1969 Oom Dave diakui, sebagai ‘pendekar’ oleh IPSI di Surabaya. Selain itu Oom Dave sekali lagi tahun 1993 di angkat jadi pendekar oleh Persilat (Persatuan Pencak Silat Internasional).

                          ENGLISH VERSION
                          Pencak Silat is an all comprising martial art from Indonesia. It is a form of self-defense which combines kicking, punching, grabbing, locking and several weapon-techniques to a graceful and dynamic hard-soft style. The emphasis lies in the agility, explosiveness and flexibility in combination with the surprise effect. All these aspects go hand in hand with traditional norms and values as brotherhood, self-discipline, politeness, loyalty and respect for others.

                          Pencak Silat?s origin is from the Indonesian-Malaysian archipelago. When the Pencak Silat was established can not exactly be determined. Although the oldest archeological findings in the Indonesian archipelago which refer to the existence of martial arts in Indonesia are dated approximately in the year 800 A.C. Therefore one is convinced that Pencak Silat is at least older than 1200 years. Through the centuries Pencak Silat has developed it self to the extremely varied martial art it is today. At this moment there are at least 800 different Pencak Silat styles in Indonesia and is practiced in many countries in the world.

                          In the past several names were given to this Indonesian martial art, which was mainly dependent on the region. The names used were parmoca, silat sile, silat, pencak, penak, etc. The name Pencak Silat as we know it today already existed before WWII. It was officially used the first time not until 1946, during the establishement of the first national Pencak Silat association (the IPSSI ? Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). This organization is the predecessor of the current Pencak Silat association in Indonesia, the IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

                          After analizing the Pencak Silat the grandmasters agreed upon a structure. This structure emphasizes the versatility of the Indonesian-Malaysian martial art. In this structure the Pencak Silat is devided in 4 aspects, namely;
                          ? Kebatinan (mental-spiritual, such as meditation)
                          ? Seni (cultural/art)
                          ? Bela Diri (self-defense)
                          ? Wiralaga/Tanding (sport)

                          Pamor Badai
                          Perguruan Pencak Silat Pamor Badai owes its name to 2 main styles which are practiced, namely the Pamor and the Badai. Both styles originate from the same family. The Pamor is a traditional family style and the Badai is a young style which only officially exists since 1969. The styles Bawean and the Bhayumanunggal are also practised besides the 2 main styles Pamor and Badai.

                          The Pamor is an original family style from our pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, better known as Oom Dave for his students). The Pamor is a style from an old royal Indonesian family from the Majapahit era in the line of Pangeran Suhita. Through the centuries this style has been further developed and passed on. In 1941 Oom Dave was appointed by his uncles, Raden Widikdo and Raden Panji Bentung, as the heir (kepala aliran) of the Pamor.

                          The word Pamor is often solely associated with the structures which are visible on the kris. But the word has a much broader meaning; besides structure it also means face, figure, drawing etc. The old Javanese word ‘pamor’ comprises a lot. The Pamor involves several faces, which helps to live in friendship, brotherhood and peace in society. The art is to use destructive techniques not to fight and to deescalate aggressive, threatening situations to live in harmony with others.

                          The Pamor is often confused with the Pamur. The Pamur is a more modern Pencak Silat style from Madura. Pamor stands for Pencak Silat Angkatan Muda Rasio and is established in 1951 in Pamekasan by Raden Hasan Habudin, a distant cousin of Oom Dave.

                          The uniform of the Pamor consist of a black suit and a white belt. The color black symbolizes the truth and white symbolizes purity.

                          Badai is in contrary to the Pamor a relatively young style which originates from the same family. The Badai style has been adapted by Oom Dave?s family as follows:
                          In South Sulawesi the daughter of a tribe chief by the name Sumiami was banned from her village. She belonged to a people who are known in Indonesia as ?Orang Laut?, which means sea people. Through history, there is little known about these people, but these people were supposedly closely linked with the island Bawean. Sumiami was sent away in a boat and was ordered never to return to her village. After a grueling boat voyage she stranded in Java, on the land (coconut field) of Raden Bagin Swarsan to be precise, an uncle of Oom Dave. Once there she built her self a hut in order to settle. Pak Swarsan saw on one of his inspections Sumiami and her hut. He asked her what she was doing and told her to leave immediately . Shortly after, she attacked pak Swarsan in a clever way, he barely was able to defend himself. To his disbelieve Sumiami was able to defend herself, for she mastered the style of Badei (hurricane). After the fight pak Swarsan told Sumiami she could stay on his land provided she would keep an eye on his gardens. Oom Dave and his brother Raden Panji Setiocipto learned the Badai from this woman, Sumiami. Pak Cipto stayed apprenticed to Sumiami and later became the kepala aliran of the Badai. In 1969 the Badai was officially acknowledged by the IPSI as a new Pencak Silat style.

                          Badai has two meanings beside Badei, which means hurricane, Badai also stands for the abbreviation of Bela Diri Anak Indonesia. After the death of pak Cipto, Oom Dave officially became the kepala aliran of the Badai.

                          The uniform of the Badai consist of a grey suit and a navy-blue belt. The colors symbolizes mourning and express a sense of sadness and compassion for the opponent.



                          Artikel Pencak Silat Pamor Badai yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                            - Powered by BING [2014-04-17 19:38]

                            Leave Comment

                            You must be logged in to post a comment.