Habis Manis Sepah di Buang (Nasib Para Atlet).

    [
in English ]

Sep 9th, 2009 | By | Category: Artikel Silat Visited 1220 times, 1 today [ in English ]

Menurut saya wajar apabila dunia olahraga kita masih stagnan. Salah satu penyebabnya (mungkin) adalah kepastian masa depan para olahragawan itu sendiri. Saya kira sudah banyak kasus yang menimpa para olahragawan kita di hari tuanya.

Tingkat penghargaan pemerintah kepada mereka sangat minim,sangat berbeda dengan prestasi yang telah mereka persembahkan. Di sini saya membatasi tulisan saya sampai penghargaan pemerintah terhadap atlet yang telah mengharum nama daerah maupun INdonesia. Tidak sampai pada peluang2 lain yang dapat diperoleh melalui sponsorship.

Olahragawan menghabiskan masa muda mereka dengan berlatih. Ada yang berlatih semenjak kecil sehingga ada yang meninggalkan bangku sekolah sama sekali. Mereka fokus berlatih demi prestasi. Di sisi lain, Pemerintah melalui lembaganya berusaha mencari dana untuk membiayai kegiatan olahraga dengan cara mengalokasikan dana khusus atau menggaet sponsor. Tapi sepertinya dana
ini hanya dinikmati atlet ketika atlet itu bisa berlatih dan berprestasi. Istilah saya, tidak ada dana pensiun untuk atlet.

Sebagai contoh gress, baru tadi pagi saya melihat berita seorang mantan atlet tolak peluru dan lempar cakram yang sekarang menjadi buruh tani dan buruh serabutan(bangunan, dll). Prestasinya cukup bagus, tapi tidak dikenal publik. Ketika melihat berita itu, ingatan saya kembali pada seorang mantan atlet lari marathon Indonesia keturunan India yang pernah mengharumkan nama Indonesia yang menjadi gelandangan dan seorang mantan atlet yang sempat masuk acara BEdah Rumah karena rumahnya sangat reyot.

Petenis putri Indonesia, Wynne Prakusa, memutuskan mundur dari dunia tennis dan ingin melanjutkan kuliah %@!#$& di Singapura dengan alasan yang sama. Dalam setiap PON yang dilaksanakan di INdonesia, biasanya atlet berprestasi akan bermigrasi ke provinsi penyelenggara dengan iming-iming pekerjaan dari rovinsi tersebut.

Saya kira suatu kewajaran bila olahraga Indonesia tidak berkembang karena para atlet itu tidak mendapat penghargaan yang memadai di hari tua. Hanya
segelintir atlet yang bisa berpikir ke depan dengan menjadi pelatih, ber%@!#$&, dll setelah mereka pensiun. Biasanya uang bonus tidak banyak dan bila banyak pun tidak akan bertahan lama. Sampai kapan hal ini akan terjadi?

Wallahu’alam bishowab
Oleh : Andhika Purbo

www.silatindonesia.com



Artikel Habis Manis Sepah di Buang (Nasib Para Atlet) yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:

    Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center

    Kendala Penyebaran Pencak Silat Deployment constraints Pencak Silat; Habis Manis Sepah di Buang (Nasib Para Atlet) Out Sweet Sepah in Dispose (The fate of the Athletes)
      Sumber: http://en.silatindonesia.com/

    Muhammad Syawal's Site

    ... seperti pencak silat dan menembak. Mungkin bagi saya hal ini sudah biasa, apalagi di negara tetangga, yakni Malaysia para atlet ... itu seperti habis manis, sepah di buang. ...
      Sumber: http://mmirzasyawal.multiply.com/

    Buang tuala wanita bersepah -sepah | borak kosong

    Padah bogel di web cam; Nasib ‘lelaki buih’ Lakonan ... [Pelik] Tarian Shuffle ganti silat di majlis ... Buang tuala wanita bersepah -sepah "Aku tanya ini anak siapa ni?"
      Sumber: http://www.borakkosong.com/2010/10/buang-tuala-wanita-bersepah-sepah.html

    Bali Post 27-04-2010

    ... dalam upaya menentukan nasib daerahnya, masa depan masyarakat di daerahnya ... sendiri masih ada yang merasa, habis manis sepah ... tertinggi ini berkat kerja keras para guru di ...
      Sumber: http://id.scribd.com/doc/54824548/Bali-Post-27-04-2010

    Lawak Giler!!!!! - ProBoards - Free Forums & Free Message Boards

    ... dari Sepanyol, samurai Jepun dan pendekar silat dari Malaysia. Di ... pun perasan yg gajah2 takut kan dia.... habis satu ... Post by meninblack on May 9, 2005, 11:55am Di Buang ...
      Sumber: http://induksijpbdlgm.proboards.com/index.cgi?board=general&action=print&thread=6


- Powered by BING [2012-05-22 07:27]

Leave Comment

You must be logged in to post a comment.