Pencak Silat ISMD Putra Setia.

    [
in English ]

Jul 21st, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat [ in English ]
20100722-putrasetia-01Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.
Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).
20100722-putrasetia-02Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.
Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.
Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.
Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.
Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.
Sedangkan makna dari 7  jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.
ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :
Pembina : H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua : K. Zaenuddin, sekartaris : Latif,  Bendahara : Zainuddin.
Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Dengan agenda acara: Pembentukan Pengurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.
Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.
Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.
Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.
Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.
Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.
Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.
ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.Sedangkan makna dari 7 jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :Pembina:H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua :K. Zaenuddin, sekartaris:Latif, Bendahara:Zainuddin.Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Denggan agenda acara: Pembentukan Penggurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

20100722-putrasetia-00

sumber: Sahabat Silat, Mas Agung dan Jhon Winarto

foto by : Marselano Anca



Artikel Pencak Silat ISMD Putra Setia yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


    - Powered by BING [2014-02-05 02:50]

    Comments are closed.

    Pencak Silat ISMD Putra Setia - Silat Indonesia

    Pencak Silat ISMD Putra Setia.

        [
    in English ]

    Jul 21st, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat [ in English ]
    20100722-putrasetia-01Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.
    Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).
    20100722-putrasetia-02Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.
    Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.
    Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.
    Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.
    Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.
    Sedangkan makna dari 7  jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.
    ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
    Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :
    Pembina : H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua : K. Zaenuddin, sekartaris : Latif,  Bendahara : Zainuddin.
    Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Dengan agenda acara: Pembentukan Pengurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.
    Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.
    Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.
    Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.
    Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.
    Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.
    Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.
    ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

    Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.Sedangkan makna dari 7 jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
    Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :Pembina:H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua :K. Zaenuddin, sekartaris:Latif, Bendahara:Zainuddin.Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Denggan agenda acara: Pembentukan Penggurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

    20100722-putrasetia-00

    sumber: Sahabat Silat, Mas Agung dan Jhon Winarto

    foto by : Marselano Anca



    Artikel Pencak Silat ISMD Putra Setia yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


      - Powered by BING [2014-02-11 16:09]

      Comments are closed.

      Pencak Silat ISMD Putra Setia - Silat Indonesia

      Pencak Silat ISMD Putra Setia.

          [
      in English ]

      Jul 21st, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat [ in English ]
      20100722-putrasetia-01Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.
      Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).
      20100722-putrasetia-02Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.
      Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.
      Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.
      Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.
      Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.
      Sedangkan makna dari 7  jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.
      ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
      Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :
      Pembina : H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua : K. Zaenuddin, sekartaris : Latif,  Bendahara : Zainuddin.
      Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Dengan agenda acara: Pembentukan Pengurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.
      Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.
      Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.
      Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.
      Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.
      Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.
      Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.
      ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

      Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.Sedangkan makna dari 7 jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
      Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :Pembina:H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua :K. Zaenuddin, sekartaris:Latif, Bendahara:Zainuddin.Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Denggan agenda acara: Pembentukan Penggurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

      20100722-putrasetia-00

      sumber: Sahabat Silat, Mas Agung dan Jhon Winarto

      foto by : Marselano Anca



      Artikel Pencak Silat ISMD Putra Setia yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


        - Powered by BING [2014-02-16 18:54]

        Comments are closed.

        Pencak Silat ISMD Putra Setia - Silat Indonesia

        Pencak Silat ISMD Putra Setia.

            [
        in English ]

        Jul 21st, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat [ in English ]
        20100722-putrasetia-01Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.
        Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).
        20100722-putrasetia-02Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.
        Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.
        Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.
        Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.
        Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.
        Sedangkan makna dari 7  jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.
        ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
        Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :
        Pembina : H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua : K. Zaenuddin, sekartaris : Latif,  Bendahara : Zainuddin.
        Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Dengan agenda acara: Pembentukan Pengurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.
        Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.
        Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.
        Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.
        Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.
        Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.
        Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.
        ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

        Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.Sedangkan makna dari 7 jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
        Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :Pembina:H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua :K. Zaenuddin, sekartaris:Latif, Bendahara:Zainuddin.Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Denggan agenda acara: Pembentukan Penggurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

        20100722-putrasetia-00

        sumber: Sahabat Silat, Mas Agung dan Jhon Winarto

        foto by : Marselano Anca



        Artikel Pencak Silat ISMD Putra Setia yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


          - Powered by BING [2014-02-22 23:02]

          Comments are closed.

          Pencak Silat ISMD Putra Setia - Silat Indonesia

          Pencak Silat ISMD Putra Setia.

              [
          in English ]

          Jul 21st, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat [ in English ]
          20100722-putrasetia-01Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.
          Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).
          20100722-putrasetia-02Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.
          Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.
          Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.
          Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.
          Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.
          Sedangkan makna dari 7  jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.
          ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
          Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :
          Pembina : H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua : K. Zaenuddin, sekartaris : Latif,  Bendahara : Zainuddin.
          Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Dengan agenda acara: Pembentukan Pengurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.
          Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.
          Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.
          Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.
          Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.
          Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.
          Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.
          ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

          Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.Sedangkan makna dari 7 jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
          Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :Pembina:H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua :K. Zaenuddin, sekartaris:Latif, Bendahara:Zainuddin.Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Denggan agenda acara: Pembentukan Penggurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

          20100722-putrasetia-00

          sumber: Sahabat Silat, Mas Agung dan Jhon Winarto

          foto by : Marselano Anca



          Artikel Pencak Silat ISMD Putra Setia yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


            - Powered by BING [2014-03-01 01:12]

            Comments are closed.

            Pencak Silat ISMD Putra Setia - Silat Indonesia

            Pencak Silat ISMD Putra Setia.

                [
            in English ]

            Jul 21st, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat [ in English ]
            20100722-putrasetia-01Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.
            Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).
            20100722-putrasetia-02Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.
            Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.
            Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.
            Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.
            Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.
            Sedangkan makna dari 7  jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.
            ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
            Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :
            Pembina : H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua : K. Zaenuddin, sekartaris : Latif,  Bendahara : Zainuddin.
            Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Dengan agenda acara: Pembentukan Pengurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.
            Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.
            Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.
            Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.
            Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.
            Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.
            Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.
            ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

            Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.Sedangkan makna dari 7 jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
            Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :Pembina:H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua :K. Zaenuddin, sekartaris:Latif, Bendahara:Zainuddin.Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Denggan agenda acara: Pembentukan Penggurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

            20100722-putrasetia-00

            sumber: Sahabat Silat, Mas Agung dan Jhon Winarto

            foto by : Marselano Anca



            Artikel Pencak Silat ISMD Putra Setia yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


              - Powered by BING [2014-03-06 17:49]

              Comments are closed.

              Pencak Silat ISMD Putra Setia - Silat Indonesia

              Pencak Silat ISMD Putra Setia.

                  [
              in English ]

              Jul 21st, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat [ in English ]
              20100722-putrasetia-01Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.
              Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).
              20100722-putrasetia-02Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.
              Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.
              Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.
              Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.
              Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.
              Sedangkan makna dari 7  jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.
              ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
              Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :
              Pembina : H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua : K. Zaenuddin, sekartaris : Latif,  Bendahara : Zainuddin.
              Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Dengan agenda acara: Pembentukan Pengurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.
              Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.
              Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.
              Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.
              Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.
              Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.
              Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.
              ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

              Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.Sedangkan makna dari 7 jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
              Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :Pembina:H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua :K. Zaenuddin, sekartaris:Latif, Bendahara:Zainuddin.Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Denggan agenda acara: Pembentukan Penggurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

              20100722-putrasetia-00

              sumber: Sahabat Silat, Mas Agung dan Jhon Winarto

              foto by : Marselano Anca



              Artikel Pencak Silat ISMD Putra Setia yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                - Powered by BING [2014-03-13 21:53]

                Comments are closed.

                Pencak Silat ISMD Putra Setia - Silat Indonesia

                Pencak Silat ISMD Putra Setia.

                    [
                in English ]

                Jul 21st, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat [ in English ]
                20100722-putrasetia-01Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.
                Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).
                20100722-putrasetia-02Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.
                Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.
                Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.
                Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.
                Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.
                Sedangkan makna dari 7  jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.
                ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
                Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :
                Pembina : H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua : K. Zaenuddin, sekartaris : Latif,  Bendahara : Zainuddin.
                Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Dengan agenda acara: Pembentukan Pengurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.
                Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.
                Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.
                Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.
                Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.
                Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.
                Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.
                ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

                Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.Sedangkan makna dari 7 jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
                Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :Pembina:H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua :K. Zaenuddin, sekartaris:Latif, Bendahara:Zainuddin.Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Denggan agenda acara: Pembentukan Penggurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

                20100722-putrasetia-00

                sumber: Sahabat Silat, Mas Agung dan Jhon Winarto

                foto by : Marselano Anca



                Artikel Pencak Silat ISMD Putra Setia yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                  - Powered by BING [2014-03-20 02:58]

                  Comments are closed.

                  Pencak Silat ISMD Putra Setia - Silat Indonesia

                  Pencak Silat ISMD Putra Setia.

                      [
                  in English ]

                  Jul 21st, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat [ in English ]
                  20100722-putrasetia-01Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.
                  Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).
                  20100722-putrasetia-02Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.
                  Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.
                  Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.
                  Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.
                  Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.
                  Sedangkan makna dari 7  jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.
                  ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
                  Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :
                  Pembina : H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua : K. Zaenuddin, sekartaris : Latif,  Bendahara : Zainuddin.
                  Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Dengan agenda acara: Pembentukan Pengurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.
                  Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.
                  Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.
                  Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.
                  Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.
                  Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.
                  Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.
                  ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

                  Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.Sedangkan makna dari 7 jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
                  Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :Pembina:H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua :K. Zaenuddin, sekartaris:Latif, Bendahara:Zainuddin.Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Denggan agenda acara: Pembentukan Penggurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

                  20100722-putrasetia-00

                  sumber: Sahabat Silat, Mas Agung dan Jhon Winarto

                  foto by : Marselano Anca



                  Artikel Pencak Silat ISMD Putra Setia yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                    - Powered by BING [2014-03-25 18:10]

                    Comments are closed.

                    Pencak Silat ISMD Putra Setia - Silat Indonesia

                    Pencak Silat ISMD Putra Setia.

                        [
                    in English ]

                    Jul 21st, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat [ in English ]
                    20100722-putrasetia-01Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.
                    Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).
                    20100722-putrasetia-02Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.
                    Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.
                    Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.
                    Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.
                    Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.
                    Sedangkan makna dari 7  jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.
                    ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
                    Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :
                    Pembina : H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua : K. Zaenuddin, sekartaris : Latif,  Bendahara : Zainuddin.
                    Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Dengan agenda acara: Pembentukan Pengurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.
                    Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.
                    Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.
                    Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.
                    Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.
                    Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.
                    Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.
                    ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

                    Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.Sedangkan makna dari 7 jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
                    Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :Pembina:H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua :K. Zaenuddin, sekartaris:Latif, Bendahara:Zainuddin.Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Denggan agenda acara: Pembentukan Penggurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

                    20100722-putrasetia-00

                    sumber: Sahabat Silat, Mas Agung dan Jhon Winarto

                    foto by : Marselano Anca



                    Artikel Pencak Silat ISMD Putra Setia yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                      - Powered by BING [2014-03-31 17:44]

                      Comments are closed.

                      Pencak Silat ISMD Putra Setia - Silat Indonesia

                      Pencak Silat ISMD Putra Setia.

                          [
                      in English ]

                      Jul 21st, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat [ in English ]
                      20100722-putrasetia-01Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.
                      Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).
                      20100722-putrasetia-02Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.
                      Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.
                      Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.
                      Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.
                      Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.
                      Sedangkan makna dari 7  jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.
                      ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
                      Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :
                      Pembina : H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua : K. Zaenuddin, sekartaris : Latif,  Bendahara : Zainuddin.
                      Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Dengan agenda acara: Pembentukan Pengurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.
                      Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.
                      Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.
                      Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.
                      Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.
                      Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.
                      Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.
                      ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

                      Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.Sedangkan makna dari 7 jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
                      Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :Pembina:H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua :K. Zaenuddin, sekartaris:Latif, Bendahara:Zainuddin.Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Denggan agenda acara: Pembentukan Penggurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

                      20100722-putrasetia-00

                      sumber: Sahabat Silat, Mas Agung dan Jhon Winarto

                      foto by : Marselano Anca



                      Artikel Pencak Silat ISMD Putra Setia yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                        - Powered by BING [2014-04-07 12:32]

                        Comments are closed.

                        Pencak Silat ISMD Putra Setia - Silat Indonesia

                        Pencak Silat ISMD Putra Setia.

                            [
                        in English ]

                        Jul 21st, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat [ in English ]
                        20100722-putrasetia-01Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.
                        Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).
                        20100722-putrasetia-02Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.
                        Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.
                        Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.
                        Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.
                        Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.
                        Sedangkan makna dari 7  jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.
                        ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
                        Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :
                        Pembina : H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua : K. Zaenuddin, sekartaris : Latif,  Bendahara : Zainuddin.
                        Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Dengan agenda acara: Pembentukan Pengurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.
                        Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.
                        Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.
                        Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.
                        Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.
                        Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.
                        Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.
                        ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

                        Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.Sedangkan makna dari 7 jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
                        Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :Pembina:H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua :K. Zaenuddin, sekartaris:Latif, Bendahara:Zainuddin.Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Denggan agenda acara: Pembentukan Penggurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

                        20100722-putrasetia-00

                        sumber: Sahabat Silat, Mas Agung dan Jhon Winarto

                        foto by : Marselano Anca



                        Artikel Pencak Silat ISMD Putra Setia yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                          - Powered by BING [2014-04-12 18:24]

                          Comments are closed.

                          Pencak Silat ISMD Putra Setia - Silat Indonesia

                          Pencak Silat ISMD Putra Setia.

                              [
                          in English ]

                          Jul 21st, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat [ in English ]
                          20100722-putrasetia-01Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.
                          Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).
                          20100722-putrasetia-02Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.
                          Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.
                          Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.
                          Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.
                          Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.
                          Sedangkan makna dari 7  jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.
                          ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
                          Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :
                          Pembina : H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua : K. Zaenuddin, sekartaris : Latif,  Bendahara : Zainuddin.
                          Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Dengan agenda acara: Pembentukan Pengurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.
                          Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.
                          Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.
                          Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.
                          Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.
                          Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.
                          Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.
                          ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

                          Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.Sedangkan makna dari 7 jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
                          Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :Pembina:H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua :K. Zaenuddin, sekartaris:Latif, Bendahara:Zainuddin.Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Denggan agenda acara: Pembentukan Penggurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

                          20100722-putrasetia-00

                          sumber: Sahabat Silat, Mas Agung dan Jhon Winarto

                          foto by : Marselano Anca



                          Artikel Pencak Silat ISMD Putra Setia yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                            - Powered by BING [2014-04-19 06:34]

                            Comments are closed.

                            Pencak Silat ISMD Putra Setia - Silat Indonesia

                            Pencak Silat ISMD Putra Setia.

                                [
                            in English ]

                            Jul 21st, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat [ in English ]
                            20100722-putrasetia-01Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.
                            Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).
                            20100722-putrasetia-02Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.
                            Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.
                            Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.
                            Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.
                            Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.
                            Sedangkan makna dari 7  jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.
                            ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
                            Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :
                            Pembina : H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua : K. Zaenuddin, sekartaris : Latif,  Bendahara : Zainuddin.
                            Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Dengan agenda acara: Pembentukan Pengurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.
                            Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.
                            Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.
                            Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.
                            Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.
                            Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.
                            Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.
                            ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

                            Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.Sedangkan makna dari 7 jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.
                            Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :Pembina:H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua :K. Zaenuddin, sekartaris:Latif, Bendahara:Zainuddin.Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Denggan agenda acara: Pembentukan Penggurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.

                            20100722-putrasetia-00

                            sumber: Sahabat Silat, Mas Agung dan Jhon Winarto

                            foto by : Marselano Anca



                            Artikel Pencak Silat ISMD Putra Setia yang 'mungkin' berkaitan di situs lain:


                              - Powered by BING [2014-04-24 18:35]

                              Comments are closed.