Atlet Silat Berlatih di Negeri Kungfu



20110513-sea-gamesSEMARANG, Kompas.com Pesilat pelatnas direncanakan menjalani latihan di China selama tiga bulan sebelum tampil di SEA Games XXVI di Sumatera Selatan dan DKI Jakarta, November 2011.

Pelatih pelatnas pencak silat yang berasal dari Jawa Tengah, Rony Syaifullah, ketika dihubungi dari Semarang, Kamis (12/5/2011), mengatakan, mereka berlatih di "Negeri Tirai Bambu" mulai Juni 2011.
Akan tetapi, kata Rony yang mantan pesilat Jawa Tengah tersebut, sebelum atlet berlatih di China, induk organisasi olahraga pencak silat di Tanah Air bakal melakukan survei di negara tersebut. Ia mengatakan, pesilat yang akan berlatih di China sebanyak 32 atlet.

"Saat ini penghuni pelatnas pencak silat sebanyak 37 atlet atau 150 persen dan nantinya akan terkena degradasi sekitar lima atlet sehingga tinggal 130 persen," katanya.

Ia menjelaskan, China dipilih sebagai tempat latihan untuk meniru pola latihan atlet di negara itu karena di China juga ada seni bela diri kungfu. "Sebelum SEA Games 2007, pesilat Indonesia juga berlatih di China," katanya.

Ketika ditanya tentang kuota atlet yang turun pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia Tenggara itu, Rony yang meraih emas PON XVII/2008 Kalimantan Timur mengatakan, tim inti terdiri atas 24 pesilat putra dan putri. Mereka, katanya, akan mengikuti 18 nomor yang dipertandingkan, termasuk dua nomor ganda dan dua nomor beregu.

Ia mengatakan, mengingat Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games, pencak silat harus bisa menjadi juara umum. "Kami belum menentukan untuk menjadi juara umum harus meraih berapa medali emas karena harus melihat kekuatan lawan yang akan dihadapi," katanya.

Berdasarkan peta kekuatan pada kejuaraan pencak silat Asia di Singapura beberapa waktu lalu, katanya, pesaing Indonesia adalah pesilat Vietnam dan Malaysia.

Pada kejuaraan pencak silat Asia tersebut, Indonesia berhasil meraih lima medali emas dan empat perak. "Kami memang tidak tampil di semua nomor karena ada enam nomor andalan kita yang disembunyikan dan itu juga terlihat dari negara lain, seperti Malaysia dan Vietnam," katanya.

source:
kompas