Paseduluran Angkringan Gelar Pawai Pencak Silat



Sekitar 2.000 pesilat dari berbagai aliran akan melakukan Pawai Silat Tradisi yang berlangsung hari Minggu (27/5/2012) di Yogyakarta. Pawai yang akan menyusuri jalan Malioboro muali dari Jalan Abubakar Ali dan berkahir di Alun-Alun Utara ini, diselenggarakan Paseduluran Angkringan Silat Yogyakarta.

Ludiyarto Bimasesna Wibowo sebagai Koordinator Paseduluran Angkringan Silat (PAS) Yogyakarta menyatakan, pawai silat tradisi ini diikuti 30 perguruan silat dari berbagai wilayah. Di samping Yogyakarta, juga hadir pesilat dari Jawa Timur, Madura, Jawa Barat. "Bahkan ada pesilat dari luar negeri diantaranya Spanyol, Italia, dan Thailand," kata Ludyanto, Jumat (25/5/2012).

Tujuan pawai silat tradisi ini adalah untuk memperingati hari Kebangkitan Nasional dan juga untuk memperingati hari ulang tahun ke-64 Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Pawai ini juga dimaksudkan untuk mengingatkan dan melestarikan kembali kepada generasi muda bahwa silat adalah wirisan budaya yang adiluhung. Silat merupakan wirisan local genius yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

"Silat juga bisa untuk menjalin silaturhami dan menjalin persatuan," kaa Ludyanto.

Paseduluran Angkringan Silat Yogyakarta sebagai pemrakarsa pawai ini merupakan wadah yang khusus berkonsentrasi mengurusi bidang pembinaan seni budaya dan kerohanian. Kelahirannya dinaungi oleh Surat keputusan IPSI Kota Yogyakarta.

"Wadah ini merupakan tangan panjang dari IPSI Kota Yogyakarta dalam pembinaan mental spiritual," kata Ludyanto.

PAS Yogyakarta kini memiliki 40 perguruan silat yang berada di wilayah Yogyakarta, bahkan anggota ada yang datang Dari luar negeri. "Keanggotaan PAS memang terbuka untuk umum, baik perguruan yang sudah bergaqbung di dalam IPSI maupun perguruan yang masih bersifat tradisi," tegasnya.

sumber: kompas

festival-silat-tradisi