<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Silatindonesia.Com &#187; admin</title>
	<atom:link href="http://silatindonesia.com/author/admin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://silatindonesia.com</link>
	<description>Media Komunitas Pencak Silat Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jul 2010 05:02:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Sejarah Singkat Aliran Silat Sera</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 05:14:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com “Bismillahirrahmanirrahim” Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com</p>
<p><span id="more-571"></span> “<strong>Bismillahirrahmanirrahim</strong>”</p>
<p><strong>Sejarah Singkat Aliran Silat Sera</strong><br />
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera)<br />
Sumber : H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama).<br />
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali r.a. Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah).<br />
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Salah seorang guru mereka adalah murid dari keturunan murid Syekh Sayyidina Ali r.a (Wallahu alam).<br />
Ketika tentara colonial Belanda (VOC) masuk ke tanah Aceh pada tahun 1752 M, kedua suami istri tersebut bekerjasama dengan para pendekar silat lainnya mengadakan perlawanan bersama rakyat untuk mengusir tentara belanda dari bumi Aceh. Pada mulanya mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda, namun dengan siasat licik dengan cara mengadu domba diantara rakyat Aceh, maka tentara Belanda dapat mengetahui kelemahan suami Cut Suriah tersebut. Akhirnya pada saat yang naas bagi Teuku Kaharuddin Solehuddin, Belanda dapat menembak roboh beliau dengan peluru emas, maka gugurlah beliau sebagai seorang syuhada.<br />
Setelah suaminya gugur, Hj. Cut Suriah hijrah ke dalam hutan + 35 km ke pedalaman daerah Bireun. Beliau mengasingkan diri sebagai seorang sufi. Pada waktu sedang hamil muda + 2 bulan. Dalam kehidupan sebagai seorang sufi kebutuhan hidup beliau bergantung kepada alam di sekitarnya. Sesekali beliau berburu dengan alat sedanya, beliau sering menolong orang-orang yang sedang mencari kayu atau hasil hutan lainnya, yang sering digangggu binatang buas seperti harimau, ular, buaya dan lain sebagainya. Sudah sering beliau menyelamatkan orang-orang yang diganggu binatang buas, kemudian lenyap tanpa meningggalkan jejak. Dari mulut ke mulut orang-orang yang pernah ditolongnya mengatakan bahwa adanya wanita berkerudung rapi dengan ilmu silatnya yang tinggi sanggup melumpuhkan binatang buas yang menyerang para pencari hasil hutan, hanya dengan beberapa gerakan saja. Yang karena keahliannya yang sangat mengagumkan sehingga terkenal sebagai seorang wanita berkerudung yang misterius sering menolong tanpa pamrih, kemudian pergi tanpa diketahui identitasnya. Sifat pendekarnya membuat dicari orang untuk berguru, tetapi karena yang masih buas sehingga banyak yang menjadi korban sebelum sampai ke tujuan.<br />
Sekitar abad ke XVII, datanglah seorang laki-laki bernama Bapak Sera, beliau adalah seorang yang gemar sekali bertualang. Dalam petualangannyabeliau banyak sekali menimba ilmu agama dan silat dari berbagai daerah, disamping berniaga sebagai mata pencariannya. Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih saja kurang. Ketika beliau sedang berada di daerah Riau, beliau mendengar berita yang tersiar akan keperkasaan wanita meisterius itu yang membuat Bapak Sera bertekad untuk mencarinya ke tanah Aceh. Untuk mencapai tujuannya, tentu saja harus melalui perjuangan yang amat berat, harus bertarung dengan harimau, ular, babi hutan, begitu juga harus berhadapan dengan buaya setiap menyeberangi sungai. Jarak yang hanya sekitar 30 km itu harus dicapai selama 3 bulan. Seandainya tidak berbekal ilmu silat, mustahil dapat mencapai tujuan.<br />
Rupanya segala sepak terjang Bapak Sera sudah diketahui oleh Ibu Hj. Cut Suriah. Ketika Bapak Sera sedang tertidur lelap terdengar suara takbir adzan dari Hj. Cut Suriah yang dikeraskan, tanda waktu shalat Shubuh telah tiba. Dari atas pohon besar Bapak Sera melihat seorang berkerudung kuning dengan menggendong anak dipunggungnya turun, untuk melaksanakan Shalat Shubuh. Kemudian Bapak Sera pun turun daripohon dan mengucap salam, dibalas salamnya. Kemudian mereka melakukan shalat dengan berjamaah. Sebagai seorang pendekar dan ahli sufi, semua sepak terjang dan tujuan dari Bapak Sera sudah diketahui oleh Hj. Cut Suriah. Sekitar tiga bulan Bapak Sera melayani Hj. Cut Suriah, barulah dengan perjuangan yang ulet mulailah diajarkan ilmu silat oleh Hj. Cut Suriah pada siang hari dan ilmu agama pada malam harinya. Setelah sekitar satu setengah tahun Bapak Sera berlatih, datanglah seorang pemuda yang terdampar, konon khabarnya dari tanah Sulawesi, bernama Lago dan menjadi adik seperguruan dari Bapak Sera.<br />
Kurang lebih 6 tahun berguru kepada Hj. Cut Suriah, Bapak Sera baru mengetahui nama asli gurunya tersebut. Nyai Panjate adalah julukan yang diberikan Bapak Sera, karena setiap menyusui anak perempuannya dengan terbungkus rapi selalu dikebelakangkan. Hj. Cut Suriah bersumpah bahwa putrinya itu tidak akan pernah dilatihilmu silat. Atasm anjuran Sang Guru, Bapak Sera dan Bapak Lagoa dianjurkan untuk kembali pulang ke tanah asalnya karena ilmu yang didapat telah dinilai cukup. Mereka kembali ke tanah Jawa, Bapak Sera ke Bogor dan Bapak Sera ke Tanjung Priuk, tepatnya daerah Lagoa sekarang, daerah itupun berasal dari nama beliau karena wafat dan dimakamkan disana.<br />
Dalam pengembaraannya, Bapak Sera bertemu dengan dengan seorang pedagang kain dari Mongol yang bernama Yu Sak Liong, yang kemudian menjadi majikan Bapak Sera dalam berniaga. Bah Yu Sak Liong adalah seorang Muslim yang lebih dikenal dengan nama Bah Yusa. Mereka berniaga berkeliling sampai ke tanah Aceh. Awal perkenalan mereka dimulai ketika saat Bapak Sera sedang menurunkan bal gulungan kain, tiba-tiba, satu gulungan kain tersebut jatuh dan akan menimpa dirinya. Namun dengan gerakan tangannya, Bapak Sera berhasil menagkis bal gulungan kain tersebut, hingga bal gulungan kain tersebut yang beratnya puluhan kilo tersebut mental terkena tangkisannya dan tak sengaja melayang menuju kea rah BahYusa. Namun dengan gerakan kakinya, Bah Yusa menyambut bal gulungan kain tersebut dan menendangnya kearah tempatsemula. Bah Yusa sangat kagum menyaksikan gerakan Bapak Sera yang hanya dengan sedikit saja menggerakan tangan, dapat menyelamatkan diri, karena jika orang lain yang mengalaminya pasti sudah cedera berat. Akhirnya mereka berkenalan dan sepakat untuk tukar pikiran dalam hal ilmu mereka masing-masing.<br />
Bah Yu Sak Liong ahli dalam beladiri menggunakan kaki sesuai dengan negeri asalnya yakni Mongol, sedangkan Bapak Sera ahli dalam menggunakan tangan. Mereka mengadu ilmu kurang lebih tiga hari tiga malam, dengan istirahat untuk mengerjakan shalat. Tak ada yang unggul dalam adu ilmu tersebut, Bah Yu Sak Liong hangus kakinya, sedangkan Bapak Sera hangus pula tangannya. Akhirnya mereka sepakat untuk mengabungkan ilmu mereka. Sejak saat itu maka bertambahlah ilmu silat Bapak Sera dan Bah Yu Sak Liong. Ilmu mereka kemudian dikenal dengan Aliran Sera, sesuai dengan nama penemunya yaitu Bapak Sera. Bah Yu Sak Liong kemudian kembali ke Mongol dan Bapk Sera meneruskan pengembaraannya.<br />
Suatu ketika Bapak Sera menyaksikan seorang pedagang kain keliling dari Cina Shantung sedang dikeroyok olehsekelompok penyamun yang bermaksud merampoknya, namun Cina tersebut dengan gesit dan lincah dapat mengalahkan para penyamun tersebut dengan hanya bersenjatakan meteran kainnya sebagai senjata toya. Permainan toyanya sangat mengagumkan, sampai-sampai bapak sera tidak beranjak dari tempatnya menyaksikan permainannya. Namun naas bagi Cina tersebut, ketika sedang bertarung, kakinya dipatuk seekor ular berbisa. Dia pinsan dan ditolong dan diobati oleh Bapak Sera hingga sembuh. Sebagaitanda terima kasih, Cina tersebut meberikan seluruh kain dagangannya kepada Bapak Sera, namun ditolak, meskipun demikian Bapak Sera tidak dapat menyembunyikan keinginannya untuk belajar ilmu toyanya.<br />
Maka dengan senang hati Cina Shantung tersebut mengajarkan ilmu toyanya kepada Bapak Sera dan dalam waktu singkat telah dapat dapat menguasai ilmu toya tersebut. Malah sebelum Cina Shantung tersebut kembali ke negeri asalnya, dia berkenan menurunkan seluruh ilmunya kepada Bapak Sera dan mereka berdua mengangkat saudara. Bapak Sera mengembangkan ilmunya sesuai dengan keadaan waktu itu, konon khabarnya beliau bermukim hingga wafat dimakamkan di Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor.<br />
Salah seorang murid Bapak Sera yang paling menonjol adalah Bapak Mursyid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Ocid yang berasal dari Kebonmanggis. Beliau inilah yangmengembangkan Aliran Sera pada abad ke XVIII di daerah Bogor dan sekitarnya. Ciri-ciri fisik Bah Ocid, tinggi sekitar 157 cm, rambut panjang sebahu, kuku tangan dan kaki sekitar 7 cm, sehingga kalau berjalan, aka nada bekas kuku kakinya menggores jalan yang dilaluinya. Tak banyak hal ikhwal Bah Ocid, untuk lembih komplitnya kami masih berusaha mencari datanya dari berbagai sumber. Konon Bah Ocid ini selain menguasai Silat Sera, juga mempelajari ilmu istijrad. Kuku tangan dan kakinya dibiarkan panjang karena tak bias dipotong, begitu pula rambutnya, mandi hanya dapat dilakukan setahun sekali yakni pada Bulan Maulud, hal ini disebabkan ilmu istijradnya tersebut yang menyebabkannya. Pantangan ini kalau dilanggar akan menyebabkan badan Bah Ocid menjadi hitam dan gatal-gatal. Jika Bah Ocid sedang tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, sebab dapat berakibat fatal, karena refleknya yang sudah menyatu, walaupun sedang tidur, Bah Ocid dapat membuat orang yang membangunkannya jatuh tunggang langgang. Kalau terpaksa orang yang membangunkannya harus memakai galah atau tongkat panjang, itupun bisa patah-patah karena refleknya.<br />
Sepengetahuan Bapak Sera bahwa Hj. Cut Suriah tidak pernah mengajarkan ilmu hitam, adapun ilmu-ilmu hitam yang dipunyai oleh Guru-guru Sera adalah hasil pelajaran dari Guru-guru sebelumnya, karena berguru Silat Sera, fisik harus kuat dahulu, seperti Bah Ocid, sebelumnya sudah mempunyai ilmu kebal, kejayaan, Batara Karang dan lain sebagainya.<br />
Peristiwa Bapak Sera rupanya juga dialami oleh Bah Ocid, yakni pernah mengadu ilmu dengan seorang Cina seorang pedagang koyo bernama Babah Tong, yang juga mahir ilmu silat. Merekamengadu ilmu di pinggir kali Cipakancilan di Jalan Paledang, di depan Asrama Tentara yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Babah Tong mengakui keunggulan Bah Ocid, setelah itu hubungan mereka tetap berjalan baik. Babah Tong menganggap Bah Ocid sebagai kakak sperguruannya. Kata Pabaton sekarang adalah berasal dari nama beliau, karena tinggal disana. Bah Ocid banyak mempunyai murid, tetapi jarang yang sampai kepada ajaran terakhirnya yaitu yang disebut Sera Geni, Gerak Rasa Sera, Rasa Diri Sera dan Sera Manjak Pamungkas, yang merupakan filsafat Silat Sera. Kebanyakan hanya sampai pada Langkah Opat Lipet, Kombinasi dan Tilu Eusi (Tiga Isi) beserta fungsinya atau istilah Ajaran Sera disebut Rusiah (Rahasia).<br />
Dalam hal ini hanya Bapak H. Ali Yoenoes Bin Kartadiredja, yang sampai kepada Langkah Pamungkas. Beliau sebelum menjadi murid Silat Sera dari Bah Ocid terlebih dahulu banyak belajar dari guru-guru silat terkenal di seluruh Tanah Jawa, diepkirakan tidak kurang dari 11 (sebelas) orang gurunya. Dengan bermodalkan silat-silat itulah baru dapat berguru kepada Bah Ocid, konon khabarnya, setiap beradu fisik dengan Bah Ocid, kalau tidak berilmu tentulah anggota badan yang terkena benturan akan menjadi hitam legam (tampak hangus). Bapak H. Ali Yoenoes berasal dari Jombang, Jawa Timur, beliau malang melintang di dunia persilatan sejak abad ke XVII dan XIX, karena beliau panjang umurnya sampai mencapai usia 103 tahun. Beliau pernah dicoba oleh para pendekar berbagai daerah, namun Alhamdulillah belum pernah kalah. Dahulu Pemerintah Kolonial Belanda sengaja mengadu domba para pendekar silat. Mereka diharuskan bertarung sampai mati, dengan perjanjian tidak ada tuntutan apapun dari pihak keluarga korban, dibawah panggung sudah disediakan keranda mayat. Belanda sengaja mengadakan hal tersebut dengan maksud agar para pendekar silat tersebut tumpas dengan sendirinya, hingga tidak ada yang ditakuti lagi oleh pihak Belanda. Acara tersebut diadakan setiap tahun bertempat di dalam Istana Kebun Raya Bogor, dalam memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda, Ratu Wilhemina.<br />
Pada awal mulanya Bapak H. Ali Yoenoes tidak menyadari siasat licik dari pihak Belanda tersebut, maka pada setiap bertanding beliau pasti membunuh lawannya, tak kurang, 19 orang mati ditangannya. Tetapi akhirnya beliau menyadari akan hal ini, maka setiap kali bertarung, beliau tidak sampai membunuh lawannya yang kalah, namun cukup hanya dilukai saja dan kemudian menyuruh lawannya tersebut untuk melarikan diri. Tindakan ini lama kelamaan tercium juga oleh pihak Belanda dan akhirnya Bapak H. Ali Yoenoes untuk selanjutnya tidak diperkenankan ikut pertandingan lagi, malahan beliau ditahan selamapertandingan berlangsung. Para pendekar yang beliau selamatkan pada pertandingan tersebut, setiap Hari Idhul Fitri dan Bulan Maulud selalu berkumpul dan bersilaturahmi di rumah Bapak H. Ali Yoenoes di Gang Selot Paledang, sebagai rasa syukur dan tanda terima kasih telah diselamatkan nyawanya. Bapak H. Ali Yoenoes belajar silat pada Bah Ocid sekitar 9 tahun dan beliau melatih selama 21 tahun.<br />
Bapak H. Ali Yoenoes menunaikan ibadah haji pada tahun 1969. Salah seorang putra beliau yang turut mengembangkan Silat Sera adalah Bapak Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Komang dan di dunia persilatan dijuluki Si Girimis, karena kecepatan tangan beliau yang kalau mencecar lawan seperti hujan gerimis, putra lainnya adalah H. Rachmat atau lebih dikenal dengan nama Pak Memet. Bapak H. Ali Yoenoes bin Kartadiredja meninggal pada tahun 1971 dalam usia 103 tahun, yang kemudian disusul oleh putranya yakni Bapak Abdulrachman pada tahun 1983 dalam usia 64 tahun.<br />
Salah satu murid yang dilatih oleh Bapak H. Ali Yoenoes dan Pak Komang adalah Bapak H. Cucu Sutarya, SH Bin Tubagus Baban Sidik Ismaya. Beliau mulai berlatih pada Bapak H. Ali Yoenoes sejak tahun 1957 hingga tahun 1968 dan mengembangkannya hingga sekarang. Bapak H. Cucu Sutarya, SH menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1998, sekitar bulan Maret-April (Tahun 1418 Hijriah). Beliau pernah pula menimba ilmu dari berbagai sumber lain seperti karate (Dan II Internasional) yudo, tinju (pernah juara tinju kelas bantam pada PON di Surabaya), kuntau, yuyitszu, dan silat dari perguruan lain seperti Aliran Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. Hal ini dilakukan atas anjuran dari Bapak H. Ali Yoenoes sebagai bahan pembanding dan sebagai ilmu tambahan saja, tetapi loyalitas tetaplah terpusat pada Silat Sera yang kemudian beliau kembangkan menjadi Perguruan Pencak Silat PANCASSERA (Lima Silat Sera, yaitu Sera Banyu, Sera Ringkus, Sera Bayu, Sera Putih dan Sera Geni). Khusus untuk para Pelatih diajarkan Gerak Rasa dan Rasa Diri sebagai Langkah (Jurus Panjang) terakhir dari Aliran Silat Sera. Bapak H. Cucu Sutarya, SH mendapat kepercayaan langsung dari Bapak H. Ali Yoenoes untuk meneruskan perguruan. Beliau resmi mulai melatih sejak tahun 1968 di Bandung dan di Garut, kemudian di Bogor sampai sekarang. Hanya kepada beliaulah Bapak H. Ali Yoenoes menurunkan seluruh ilmunya hingga tuntas untuk dikembangkan dan diteruskan. Dengan demikian pewaris dan penerus satu-satunya adalah Bapak H. Cucu Sutarya, SH.</p>
<p>Guru-guru lain dari Bapak H. Cucu Sutarya, SH adalah :<br />
1. H. Adra’I Cianjur Selatan (Pengurutan dan Patah Tulang)<br />
2. Kyai H. Baing Bakri Pasarean Cianjur (Cikalong)<br />
3. Bah Rumanta Garut (Syahbandar)<br />
4. Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan)<br />
5. Bah Maun Dreded Bondongan (Sera Pamacan)<br />
6. Bah Enuh Tarogong Garut (Ajrak)<br />
7. Liem Sen Thong Bogor (Kuntau dan Akunktur)<br />
8. Meneer Ong Bogor (Yudo dan Yuyitszu)<br />
9. Mr. Matsunaga Osaka Jepang (Karate)<br />
10. Endang Ukaedi Bogor (Tinju)</p>
<p>Perguruan Silat Pancassera menjadi anggota IPSI pada tahun 1976. Sampai saat ini perguruan telah banyak berkembang, bahkan sampai keluar Pulau Jawa yakni di Kalimantan dan Maros, Sulawesi Selatan. Di Jawa sendiri Silat Sera tersebar luas, mulai dari Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta dan di mancanegara di Amerika Serikat, Norwegia dan khusus di Belanda ada murid Bapak H. Ali Yoenoes yaitu Keluarga Van de Vries.<br />
Pada perguruan Silat Pancassera khusus diajarkan :<br />
• Ilmu beladiri Sera tangan kosong<br />
• Ilmu beladiri senjata : golok tunggal, golok ganda, gobang (sejenis pedang), gada, toya panjang, toya pendek, ruyung pendek, ruyung panjang, toya pendek, toya panjang, trisula, tongkat rantai dua, rantai tiga (double stick, triple stick), pisau terbang, cambuk, cemeti, clurit dan kombinasi senjata-senjata tersebut)<br />
• Pengurutan keseleo, patah tulang.<br />
• Tusuk jari, tusuk jarum (akupunktur.<br />
• Peramuan obat-obatan tradisional.<br />
• Seni pernapasan.</p>
<p>Kami menghimbau kepada para pengembang Aliran Silat Sera untuk dapat bersilaturahmi dengan Perguruan-perguruan Silat Sera lainnya dimana saja berada, apapun nama perguruannya dengan Perguruan Pencak Silat PANCASSERA yang sumbernya sama. Dimana khas Silat Sera yaitu jurus-jurusnya banyak dikenal dengan jurus dari huruf Arab dan Cina, seperti : Alif, Ba, Lam Alif (dari huruf Arab), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, dari Bahasa Cina) dan lain sebagainya.<br />
Demikian Sejarah singkat Aliran Silat Sera yang kini bernama PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA, wallahu alam (Hanya Allah Yang Maha Tahu), akan segala kejelasan serta kebenarannya.</p>
<p><strong>SUSUNAN PENGURUS</strong><br />
PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA</p>
<p>PEMBINA/PELATIH UTAMA : H. CUCU SUTARYA, SH<br />
P E L I N D U N G : Mayor Jenderal (Purn) H. AMIR TOHAR<br />
KETUA UMUM : H. SUPARNI<br />
SEKRETARIS JENDERAL : R. SOEPRAPTO DJOJOPOESPITO<br />
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MUHAMMAD SIDIK<br />
BENDAHARA I : H. SUPARDI<br />
BENDAHARA II : EENG SUHERMAN<br />
KEPALA BIDANG ADMINISTRASI : Drs. MACHMUD DJAKSAN<br />
KEPALA BIDANG TEKHNIK : Drs. ADEH DJAJADI</p>
<p>Ditetapkan pada tanggal 27 Nopember 2005, bertempat di Gedung Pertemuan Balai Besar Industri Agro, Jalan Ir. H. Juanda Bogor.</p>
<p>Ditulis kembali oleh :<br />
Muhammad Sidik, Sabuk Hitam Tingkat II, Cabang Gas Alam Cimanggis Depok.<br />
Komplek Departemen Penerangan/Harapan Baru Taman Bunga Blok G.08 RT.004 RW.010 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok 16954</p>
<p>sumber: <a href="http://www.facebook.com/topic.php?uid=8436699980&amp;topic=14541" target="_blank">facebook bang Santanu Muliawidi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Forum Peduli Pencak Silat Mahasiswa FIK UNJ</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/01/forum-peduli-pencak-silat-mahasiswa-fik-unj/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/01/forum-peduli-pencak-silat-mahasiswa-fik-unj/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 01:40:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb Ditengah tengah keprihatinan terharhadap hasil yang diperoleh Pencak Silat Di SEA GAMES  2009 Laos yang baru lalu , dimana tidak adanya pesilat dari DKI Jakarta yang mewakili Indonesia , maka dilaksanakanlah Diskusi Pencak Silat  oleh Forum Peduli Pencak Silat Mahasiswa FIK UNJ pada tanggal 30 Desember 2009 bertempat di Ruang Sidang Lantai 2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Ditengah tengah keprihatinan terharhadap hasil yang  diperoleh Pencak Silat Di SEA GAMES  2009 Laos yang baru lalu , dimana tidak  adanya pesilat dari DKI Jakarta yang mewakili Indonesia , maka dilaksanakanlah  Diskusi Pencak Silat  oleh Forum Peduli Pencak Silat Mahasiswa FIK UNJ pada  tanggal 30 Desember 2009 bertempat di Ruang Sidang Lantai 2 FIK UNJ, Jl Pemuda  No. 10 Rawamangun Jakarta Timur. Yang hasilnya mengeluarkan</p>
<p>Rekomendasi  sbb :<br />
1.    Kepengurusan DKI perlu di perbaharui sesuai AD &amp; ART, karena  habis masa berlaku pada tahun 2007.<br />
2.    Perlu disusun buku pedoman  pembentukan  Tim (pelatda, pelatnas) meliputi : Atlet, Pelatih dan  Official.<br />
3.    Rintisan agar pencak silat masuk sekolah, dalam bentuk ekskul  dan mulok dengan menyusun buku  pedoman pelaksanaannya.<br />
4.    Peningkatan  perwasitan dan pelatih sesuai perkembangan iptek.<br />
5.    Perlu ada kebijakan  pemerintah tentang pencak silat sebagai budaya bangsa.<br />
6.    Sosialisas hasil  diskusi  ke media massa.<br />
7.    Adanya pertemuan lanjutan secara  berkala.<br />
8.    Perlunya dibentuk kemitraan dalam mengembangkan pencak  silat.<br />
9.    Dikembangkannya Forum peduli pencak silat sebagai lembaga mitra.<br />
10. Usulan adanya program Kejuaraan Eddy M Nalapraya Cup dan Pengangkatan  sebagai Bapak Pencak Silat Nasional.</p>
<p>HASIL FOCUS GROUP  DISCUSSION</p>
<p>PERKEMBANGAN PRESTASI PENCAK SILAT BERCERMIN DARI HASIL SEA  GAMES 2009 LAOS</p>
<p>Diskusi dilaksanakan oleh Forum Peduli Pencak Silat  Mahasiswa FIK UNJ pada tanggal 30 Desember 2009 bertempat di Ruang Sidang Lantai  2 FIK UNJ, Jl Pemuda No. 10 Rawamangun Jakarta Timur. Tel.  4893534</p>
<p>JAKARTA, 31 DESEMBER 2009</p>
<p>A.    Pendahuluan<br />
Ditengah-tengah kehausan informasi, diskusi dan kepada siapa akan  menyampaikan informasi, maka dengan diadakannya forum diskusi akan menjadi forum  yang tepat dalam memecahkan perrmasalahan pencak silat, jika informasi tersumbat  maka pemecahan permasalahan pencak silat akan melebar dan berjalan kemana-mana  tanpa tujuan dan ini akan menjadikan sulitnya pemecahan pencak  silat.<br />
Perkembangan prestasi pencak silat dewasa ini sangat memprihatinkan  dan perlu perhatian terutama diajang internasional SEA Games 2009 Laos, dari  situasi seperti ini maka sebagian kecil mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan  Universitas Negeri Jakarta yang mengikuti mata kuliah pencak silat yang  tergabung dalam Forum Peduli Pencak Silat Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta  berinisiatif menyelengarakan forum diskusi sederhana dengan mengundang instansi  dan dan perguruan pencak silat yang terkait serta para pakar perorangan untuk  sekedar silaturahmi dan membicarakan berbagai hal tentang pencak silat, dari  inisiatif yang kecil maka diharapkan adanya usulan dan dorongan kepada berbagai  pihak untuk bersama-sama meningkatkan pencak silat sebagai budaya bangsa di  negeri nya sendiri.<br />
Forum diskusi sangat penting untuk memberikan masukan  kepada IPSI khususnya menghadapi SEA Games 2011 agar Indonesia menjadi juara  umum di pencak silat karena Indonesia sebagai tuan rumah, jika Indonesia tidak  juara umum maka akan sulit dibayangkan bagaimana kemampuan Indonesia dalam  mengelola pencak silat sebagai budaya bangsa, yang katanya bangsa yang besar  adalah bangsa yang menghormati dan menghargai para pahlawan dan budayanya.</p>
<p>B.   Bentuk Kegiatan<br />
Kegiatan berbentuk diskusi kecil yaitu Focus Group  Discussion yang memposisikan semua peserta aktif  dalam seluruh  kegiatan.</p>
<p>C.   Tujuan<br />
1.    Silaturahmi antar masyarakat pencak  silat.<br />
2.    Membicarakan berbagai permasalahan pencak silat yang ada selama  ini.<br />
3.    Membicarakan perkembangan prestasi pencak silat terutama hasil SEA  Games 2009 Laos dimana Indonesia urutan ke 4 di bawah Vietnam, Malaysia dan  Thailand.<br />
4.    Memberi masukan kepada IPSI untuk menyusun program yang lebih  tepat dan menjawab peningkatan prestasi.</p>
<p>D.   Manfaat<br />
1.     Berkembangnya silaturahmi antar masyarakat pencak silat.<br />
2.    Munculnya  berbagai berbagai problem pencak silat yang terpendam.<br />
3.    Munculnya ide,  inisiatif, pemikiran untuk peningkatan pencak silat.<br />
4.    Sebagai masukan  dan evaluasi hasil kinerja IPSI agar selalu memenuhi tuntutan masyarakat pencak  silat.</p>
<p>E.   Pelaksanaan<br />
Dilaksanakan pada Rabu, 30 Desember 2009  bertempat di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri  Jakarta.</p>
<p>F.    Peserta<br />
Peserta yang diundang PB IPSI, Pengprov IPSI  DKI Jakarta, Pencab IPSI Jaktim, Jaksel, Jakbar, Jakut, Jakpus, Perguruan  Historis KPS Nusantara, Tapak Suci, Perisai Diri, Perisai Putih, Putra Betawi,  Setia Hati, Setia Hati Terate, KONI Prov DKI Jakarta, Dinas Olahraga dan Pemuda  Prov DKI Jakarta, Asosiasi Guru Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia  (AGPORI), PUSKOR FIK UNJ.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/01/forum-peduli-pencak-silat-mahasiswa-fik-unj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencak Silat sebagai pilihan wajib Sekolah Ekskul Jakarta</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/01/pencak-silat-sebagai-pilihan-wajib-sekolah-ekskul-jakarta/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/01/pencak-silat-sebagai-pilihan-wajib-sekolah-ekskul-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 01:39:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb Alhamdulillah setelah sekian lama akhirnya Pencak Silat dimasukan sebagai olahraga Bela diri pilihan wajib Sekolah pada kegiatan Ekskul di sekolah-sekolah DKI Jakarta dengan keluarnya Surat Edaran No.176/SE/2009 oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Bp.Drs.H.Taufik Yudi Mulyanto.M.pd Ini tidak lepas dari perjuangan insan-insan Pencak Silat di DKI Jakarta, yang di lakukan oleh Bp.Drs.Denny [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr.Wb</p>
<p>Alhamdulillah setelah sekian lama akhirnya Pencak  Silat dimasukan sebagai olahraga Bela diri pilihan wajib Sekolah pada kegiatan  Ekskul di sekolah-sekolah DKI Jakarta dengan keluarnya Surat Edaran  No.176/SE/2009 oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Bp.Drs.H.Taufik  Yudi Mulyanto.M.pd<br />
Ini tidak lepas dari perjuangan insan-insan Pencak Silat  di DKI Jakarta, yang di lakukan oleh Bp.Drs.Denny Herawan selaku Ketua Asosiasi  Guru Pendidikan Olah raga DKI Jakarta ( AGPORI ) dkk.<br />
Sebelumnya beliau  menjadi Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Pencak Silat Pelajar DKI Jakarta yang  diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta yang baru lalu.  Beliau juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMK 30 Jakarta dan Wakil Ketua Dewan  Pendekar PSN.Perisai Putih DKI Jakarta.<br />
Ini kesempatan bagi  Perguruan-perguruan Silat untuk mengembangkan Pencak Silat di sekolah-sekolah di  DKI Jakarta.<br />
Terima kasih kami sampaikan untuk semua pihak yang telah  memperjuangkannya pada umumnya dan khususnya kepada Bp.Drs.H.Taufik Yudi  Mulyanto.M.pd.</p>
<p>bagi sahabat2 yang sedang mengajukan proposal kegiatan ekstrakurikuler pencak silat ke sekolah-sekolah.<br />
dokumen ini mungkin bisa dijadikan sebagai aspirasi.<br />
<a href="../../pub/dok/contoh.program.kegiatan.extra.pencak.silat.xls" target="_blank">http://silatindonesia.com/pub/dok/contoh.program.kegiatan.extra.pencak.silat.xls</a><br />
<a href="../../pub/dok/contoh.program.kegiatan.extra.pencak.silat.zip" target="_blank">http://silatindonesia.com/pub/dok/contoh.program.kegiatan.extra.pencak.silat.zip</a></p>
<p>dokumen dipersembahkan oleh Pak Sudirman Yan melalui milis <a href="mailto:silatindonesia@yahoogroups.com">silatindonesia@yahoogroups.com</a><br />
sesuai informasi dari beliau, dokumen lain yang diperlukan untuk mengajukan program ekskul:<br />
1.Surat Pengajuan Kegiatan Ekskul<br />
2.Profile Perguruan<br />
3.Program Latihan<br />
4.Kurikulum Latihan<br />
source : Sudirman Yan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/01/pencak-silat-sebagai-pilihan-wajib-sekolah-ekskul-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laporan Pandangan Mata Diskusi Bulanan 16 Jan 2010</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/01/laporan-pandangan-mata-diskusi-bulanan-16-jan-2010/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/01/laporan-pandangan-mata-diskusi-bulanan-16-jan-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 04:18:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cover Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Laporan pandangan mata dari lokasi Oleh Pangeran Muda Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar dan barokah.. Tanpa di duga banyak yang hadir, mulai dari para pendekar dan senior2 Forum (Uda PArewa, One, Sarkam, Antara,dsbnya), hadir juga mas O&#8217;ong sang pendekar, mas Kalamangga (mas Bimo) dan putranya (mas Raka), Aki Sija, Abu Zakka, mas Pemulung, Dolly, Ghorylla [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Laporan pandangan mata dari lokasi Oleh Pangeran Muda</em></p>
<p>Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar dan barokah..<br />
Tanpa di duga banyak yang hadir, mulai dari para pendekar dan senior2 Forum (Uda PArewa, One, Sarkam, Antara,dsbnya), hadir juga mas O&#8217;ong sang pendekar, mas Kalamangga (mas Bimo) dan putranya (mas Raka), Aki Sija, Abu Zakka, mas Pemulung, Dolly, Ghorylla (sereem).., hudz &amp; friend (beneran temen ya? bukan pacar kan? <img src="http://sahabatsilat.com/forum/Smileys/default/wek.gif" border="0" alt="wek" />), anak2 Padjadjaran Nasional cbg yayasan, GGBD, Cingkrik Goning, Beksi, Paseban Pengasinan, Cikalongers, Yusuf, Uda Aslim dan mas Syamsul, bang Ochid, bang Antara, dan yang lainnya (maaf gak kesebuut)..</p>
<p>Animo dan antusias yang luar biasa, dari sini saya bisa melihat spirit dalam memajukan silat..dan terbukti sudah jalan selama 3 tahun ini dan tanpa di duga forum bisa menjadi seperti sekarang ini  <img src="http://sahabatsilat.com/forum/Smileys/default/thumbsup.gif" border="0" alt="top" /> walaupun org2 gilanya udah banyak yang waras  <img src="http://sahabatsilat.com/forum/Smileys/default/0102-bigsmile.gif" border="0" alt="Cheesy" />..<br />
Ide-ide diutarakan..sharing-sharing di utarakan (nanti akan di sarikan lebih lengkap oleh sang notulen yang sodaqoh Lontong..(Hill).. <img src="http://sahabatsilat.com/forum/Smileys/default/0110-tongueout.gif" border="0" alt="Tongue" /></p>
<p>Hampir semua setuju bahwa penanaman silat dan agar anak Indonesia mencintai Silat adalah di mulai dari nuclear family yaitu keluarga inti..<br />
Orang tua memberi peranan sangat besar dan juga porsinya dalam penanaman cinta silat dan cinta budaya Indonesia.<br />
Beberapa tips utk ortu ke anak juga di beber oleh mas Kalamangga, bahwa ortu harus bisa memberikan rasa secure terhadap anak dan juga bisa mengarahkan anak.</p>
<p>Ada info yang melegakan dlam pertemuan itu, bahwa ternyata sudah ada SK (?) atau keputusan agar tiap2 sekolah harus memasukkan silat dalam kurikulumnya..akan tetapi hal ini harus di perjelas lagi (agar tidak terjadi mis intepretasi.</p>
<p>Ada beberapa hal yang mengerucut dal;am diskusi kemarin sabtu..(CMIIW)..<br />
1. Membuat join grup di FB utk menggalang kritik yang membangun ke Paddle Pop dengan mengajukan sequel ke 2 (kalau ada) harus ada silat dan juga mengundang para simpatisan silat utk mewujudkan sadar dan melek silat sebagai budaya dan warisan Indonesia.</p>
<p>2. Membuat aksi damai (semacam demonstrasi) di tempat yang sangat strategis (cont : Bunderan HI) dan momentumnya bertepatan dengan Car Free Day. Aksi damai ini (awalnya sebenarnya ingin bikin event tapi dikarenakan terbentur biaya yang pastinya cukup[ besar) akan mengundang partisipan dari tiap perguruan silat baik yang orientasi ke sport maupun yang tradisional; aksi dilakukan dengan semua peserta menggunakan atribut silat dan (tentunya) seragam silat; objektif dari acara aksi damai ini adalah semacam gebrakan agar pemerintah dan masyarakat &#8220;ngeh&#8221; akan keberadaan silat; disitu (kalau) diliput stasiun TV maka akan ada kesempatan utk mengutarakan maksud kita ke publik secara massal (termasuk mensosialisaikan ESI secara world wide (?) mohon koreksinya mas Kalamangga dan Uda Aslim..</p>
<p>3. Membuat Gelanggang Silih Berganti (meminjam istilah mas O&#8217;ong).<br />
Dengan tujuan adalah dinas dan memberikan alternativ dan juga membuka mata pemrth.</p>
<p>Hal yang sama adalah bahwa banyak orang yang (mungkin) lebih memilih bayar perbulan ratusan ribu utk bela diri asing dari pada spending ratusan ribu yang sama ke silat..ini sangat menggangu pikiran kita..bahwa ada apa dengan silat? apaklah saking kampungannya sampai mereka sayang menyisihkan uang mereka ke silat? Benarkah orang akan lebih bangga diketahui bahwa dia belajar bela diri asing dari pada diketahui dia belajar silat?<br />
Hal-hal ini yang memicu kita agar bisa berpikir lebih dalam, apalgi ketika mendengar komparasi dari mas O&#8217;ong bahwa presiden silat Thailand lebih tanggap utk memajukan silat (dengan tindakan) dari pada pengurus silat di Indonesia yang selalu berkutat dalam tahapan pembahasan, mengapa indonesia kalah?<br />
Sampai kapan hal ini akan terjadi?<br />
Bagi saya, ini adalah tugas kita semua yang merasa mencintai silat dan kita perlu komitmen dengan diri sendiri akan bahu membahu dalam memajukan silat di Indonesia!</p>
<p>http://sahabatsilat.com/forum/index.php/topic,1471.105.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/01/laporan-pandangan-mata-diskusi-bulanan-16-jan-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Info Diskusi Bulanan Silat (16 Jan 2010)</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/01/info-diskusi-bulanan-silat-16-jan-2010/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/01/info-diskusi-bulanan-silat-16-jan-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 04:26:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cover Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=528</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat Silat Indonesia Bagi yang mau ikut acara diskusi Bulanan Pencak Silat Temanya &#8220;Bisakah Anak Indonesia Mencintai Silat?&#8221; akan diselenggarakan Sabtu, 16 Januari 2010, jam 10.00 di Gedung Persilat, Padepokan Pencak Silat TMII. Linknya bisa di;ihat disini http://sahabatsilat.com/forum/index.php/topic,1471.105.html Info ini sekaligus undangan terbuka&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a onclick="ft(&quot;4:9:17:768107801:::0:::250885985641::&quot;);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=768107801&amp;ref=nf">Sahabat Silat Indonesia</a> Bagi yang mau ikut acara diskusi Bulanan Pencak Silat Temanya &#8220;Bisakah Anak Indonesia Mencintai Silat?&#8221; akan diselenggarakan Sabtu, 16 Januari 2010, jam 10.00 di Gedung Persilat, Padepokan Pencak Silat TMII.</h3>
<p>Linknya bisa di;ihat disini</p>
<p>http://sahabatsilat.com/forum/index.php/topic,1471.105.html</p>
<p>Info ini sekaligus undangan terbuka&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/01/info-diskusi-bulanan-silat-16-jan-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MINI MARTIAL ARTS FEST</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/01/mini-martial-arts-fest/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/01/mini-martial-arts-fest/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 02:26:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Flash Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;MINI MARTIAL ARTS FEST&#8221; Tanggal : 19 &#8211; 21 Febuari 2010 Tempat : Assembly Hall Jakarta Hilton Convention Centre ( JHCC ), Disini kami mengajak seluruh rekan rekan bela diri untuk mengisi acara ini untuk mempromosikan dan boleh membuka pendaftaran untuk murid/ peserta baru bagi kelas bela diri rekan rekan sekalian, dan yg pasti kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: large;"><strong>&#8220;MINI MARTIAL ARTS FEST&#8221;</strong> </span></p>
<p>Tanggal      : 19 &#8211; 21 Febuari 2010<br />
Tempat      : Assembly Hall Jakarta Hilton Convention Centre ( JHCC ), Disini kami mengajak seluruh rekan rekan bela diri untuk mengisi acara ini untuk mempromosikan dan boleh membuka pendaftaran untuk murid/ peserta baru bagi kelas bela diri rekan rekan sekalian, dan yg pasti kami tidak akan memungut biaya alias GRATIS !</p>
<p>Cukup ikuti langkah langkah mudah berikut :</p>
<p>1.Telp langsung kami di 021 700 41 567 atau email langsung kami di <a href="mailto:Dojosdojo@yahoo.com">Dojosdojo@yahoo.com</a></p>
<p>2.Secara umum pendaftar pertama yg akan diprioritaskan</p>
<p>3.kami akan memberikan konfirmasikan kembali secepatnya bila rekan rekan terpilih menjadi peserta di acara ini, ( kami hanya menerima 1 atau maksimal 2 club atau organisasi yg sejenis agar acara lebih dinamis, contoh : utk bela diri kendo club kendo A yg pertama mendaftar dan terpilih, dan bila ada peserta serta waktu yg cukup maka jika Club kendo B juga terpilih maka materi demonya akan diatur agar tidak sama )</p>
<p>4. Materti Demo secara garis besar sbb : BASIC &#8211; TEHNIK &#8211; APLIKASI &#8211; APLIKASI PRAKTIS / STREET APPLICATION, yg bisa anda rekam dan upload ke Youtube dan berikan kami linknya pada kami untuk di tampilkan di thread ini. bila peserta untuk satu jenis bela diri banyak yg mendaftar maka peragaan yg paling menarik yg akan kami pilih tentunya dengan bantuan suara rekan rekan juga.</p>
<p>5. Teknis Peragaan/ Demo :</p>
<p>*** First Thing First : Faktor Keamanan dan ketertiban adalah prioritas utama kami, hal ini akan didiskusikan kemudian saat gladi bersih</p>
<p>***Durasi           : 10 &#8211; 15 menit</p>
<p>***Arena demo : 6 x 6 meter dg matras puzzle tebal 2cm sebagai alas sudah kami sediakan, bila anda butuh matras dg spesifikasi khusus harus dibawa sendiri dan di koordinasikan pada panitia.</p>
<p>***Musik : kami menyediakan Mini Compo dg mic untuk MC, musik silahkan anda siapkan sendiri ( harus ada satu orang yg jadi MC untuk menjelaskan dan mungkin menjawab bila anda membuat sesi tanya jawab.</p>
<p>***Sesi Tanya Jawab : tergantung peserta tetapi satu hal yg tidak diperkenankan yaitu membuat sesi tanya jawab menjadi sesi pembuktian atau yg lebih umum adalah sesi tantang menantang, bila hal ini terjadi peserta akan langsung kami persilahkan untuk menyudahi acaranya.<br />
disini sesi ini pasti akan muncul pertanyaan dan mungkin nada miring dari para penonton, untuk hal ini kami sudah siapkan teknis penyelesaiannya nanti di sesi gladi resik.</p>
<p>***Pembukaan pendaftaran : Formulir bisa dititipkan pada stand kami dimana ada beberapa hal yg harus tercantum pada formulir pendaftaran tersebut yaitu :</p>
<p><strong>a. nama, alamat, serta nomor telp yg bisa dihubungi (alamat email dan website akan lebih baik lagi )<br />
b. biaya pendaftaran, iuran, serta biaya biaya lain yg perlu diketahui calon pendaftar baik kelas umum maupun private<br />
c. jadwal latihan umum dan private kalau ada.<br />
d. Peraturan club/ organisasi yg harus dipatuhi untuk peserta yg sudah join<br />
e. Kurikulum pelatihan </strong></p>
<p>Berikut adalah beberapa rekan yg sudah konfirmasi akan ikut dalam <span style="font-size: large;"><strong>&#8220;MINI MARTIAL ART FEST&#8221;</strong></span> ini :</p>
<p><span style="color: blue;">1. Kabutowari Kendo Club = Kendo + Confirm<br />
2. Belati = bela diri pisau + Confirm<br />
3. INC   = nunchaku club + Confirm<br />
4. JKC   = Kenjutsu + Confirm</span><br />
5. BJJ    = Clubnya Bro Budi yg di Glodok ( msh dalam proses )<br />
<span style="color: blue;">6. Krav Maga = Clubnya bro david dan bro ueno + confirm</span><br />
7. Golok Seliwa = Siapa lagi kalau bukan Pak Husein ( msh dalam proses )<br />
8. Anggar = Clubnya pak Ganefio<br />
9. Taekwondo WTF = Clubnya Bro Alfian Hotel Sultan ( Msh dalam prosess )<br />
10.Aikido = Dojo Cempaka Putih ( dalam Proses )<br />
11.Sambo = Klub Sambo &#8211; Judo Pak Saleh ( dalam Proses )<br />
12.Jujitsu Tradisional = Dojo Pak Ben Haryo ( dalam proses )<br />
13.Karate Wado Ryu = Pak Ben Haryo ( dalam Proses<br />
<span style="color: blue;">14.Silat Paseban = Babe Cacang + Confirm</span><br />
<span style="color: blue;">15. Silat Pengasinan = Bro Galih + Confirm</span><br />
jadi bagi rekan rekan yg ingin promosi atau ingin sekedar melestarikan bela diri yg anda pelajari silahkan secepatnya hubungi kami baik telp 021 700 41 567 maupun email <a href="mailto:dojosdojo@yahoo.com">dojosdojo@yahoo.com</a></p>
<p>Acara ini kami selenggarakan pada pameran :</p>
<p>&#8221; Indonesia OutDoor Exhibition 2010 &#8211; Sports Hobbies Lifestyle &#8221;</p>
<p>dimana kami adalah salah satu pesertanya, dimana pameran ini diikuti oleh seluruh komunitas outdoor baik dalam maupun luar negeri, seperti SkateBoard, Climbing, Fishing, Biking, Martial Arts,<br />
info mengenai pameran ini, anda bisa mengunjungi website berikut :</p>
<p>Info lengkapnya ada di :</p>
<p>http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2671720</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/01/mini-martial-arts-fest/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situs Forum Diskusi Komunitas pencak silat Indonesia</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2009/12/situs-forum-diskusi-komunitas-pencak-silat-indonesia/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2009/12/situs-forum-diskusi-komunitas-pencak-silat-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 10:52:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sahabat Silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=506</guid>
		<description><![CDATA[Situs Forum Diskusi Komunitas pencak silat Indonesia Kalau dipikir-pikir berapa banyak sih pesilat di Indonesia, dan berapa pula yang aktif di Internet sehingga di perlukannya web forum khusus pencak silat. Jawabnya adalah tidaklah terlalu banyak pesilat yang aktif di dunia maya, itupun dalam jumlah yang belum fantastis. Seperti Milis dan juga forum diskusi, memang lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> <a title="Permanent Link: Situs Forum Diskusi Komunitas pencak silat Indonesia" rel="bookmark" href="http://silat.blogsome.com/2007/05/02/situs-forum-diskusi-komunitas-pencak-silat-indonesia/"><br />
</a></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><strong>Situs Forum Diskusi Komunitas pencak silat Indonesia</strong> </strong></p>
<p><strong><img style="width: 264px; height: 182px;" src="http://silat.blogsome.com/wp-admin/images/for.jpg" border="1" alt="" hspace="5" vspace="5" width="264" height="182" align="right" /> Kalau dipikir-pikir berapa banyak sih pesilat di Indonesia, dan berapa pula yang aktif di Internet sehingga di perlukannya web forum khusus pencak silat. Jawabnya adalah tidaklah terlalu banyak pesilat yang aktif di dunia maya, itupun dalam jumlah yang belum fantastis. Seperti Milis dan juga forum diskusi, memang lebih ramai oleh pesilat asing, mengapa? Silahkan jawab sendiri. </strong></p>
<p><strong>Tapi sepertinya usaha komunitas pencak silat yang bernaung di bawah bendera silatindinesia.com ( silatindonesia network) berserta jajaran Forum Pecinta Pelestari Silat Tradisional (FP2TS) atau “sahabat silat” tetap bersemangat membuka wahana dunia Silat di jalur maya. </strong></p>
<p><strong>Tidak sedikit yang meragukan mereka, tapi keraguan ini sudah mulai terjawab, dengan pembuktian komitment mereka dalam dunia maya maupun dalam kegiatan hariannya. Tidak ada fanatic ke perguruan tertentu menyebabkan anggota komunitas ini selalu terbuka dengan hal-hal baru disekitar mereka. Karena dengan bekomunitas identitas perguruan yang pernah mereka ikuti juga tidak akan luntur bahkan mungkin akan semakin bertambah wawasannya. </strong></p>
<p><strong>Sayangnya banyak kawan-kawan pesilat yang belum menyadari arti pentingnya berkomunitas dalam artian bergaul di luar lingkungan perguruannya, sehingga konsep pemikiran sebagain pesilat masih tertuju pada loyalitas perguruan, padahal kalau mau jujur dan berpikir terbuka, akan banyak kegiatan yang dapat dilakukan bersama dan akan menguntungkan semua pihak, dan ini juga tidakakan mengurangi sikap loyal kepada perguruan dimana ia berasal. </strong></p>
<p><strong>Tapi bagaimanapun juga kita tetap menghargai mereka yang masih menutup diri (bukan perguruan yang menutup diri, tapi dirinya sendiri yang tertutup dengan alasan loyalitas perguruannya tadi) dalam bincang-bincang dengan orang nomor satu di jajaran <span>IPSI</span> dan <span>PERSILAT</span> juga di akui bahwa pesilat di Indonesia umumnya kurang begitu peduli dengan silat lainnya, pada umumnya akan begitu fanatic dengan perguruannya. </strong></p>
<p><strong>Hal inilah salah satu penyebab silat di Indonesia kurang begitu berkembang, satu sama lain, tidak saling membantu apalagi bersilaturahmi padahal kalau di selidiki hampir semua aliran silat dahulunya bersaudara ( satu rumpun) sebut saja silat cimande, Cikalong, Sabandar, karimadi, cikaret, silek toa, dan masih banyak aliran lainnya yang berasal dari rumpun Nusantara. </strong></p>
<p><strong>Mengapa kita harus berdiri sendiri, mengapa kita harus membusungkan dada, mengapa sulitnya bergaul dengan perguruan lainnya, kalau asal-usulnya perguruan tersebut adalah satu rumpun, atau takut rahasinya terbongkar? atau ilmunya di curi? atau dan atau lainnya. Banyak juga yang salah kaprah dengan silat tradisional yang kesannya tertutup, nyatanya umumnya mereka terbuka, ini dibuktikan dengan hasil pertemuan-pertemuan dengan pewaris silat dari betawi, sebut saja, silat Sabeni, Silat Cingrik, silat Paseban, dan masih banyak lainnya. Kalau saja pewarisnya saja terbuka kenapa yang sudah menjadi organisasi (perguruan) kesannya lebih menutup diri ?, ada apa dengan perguruan silat di Indonesia. </strong></p>
<p><strong>Oleh sebab itu dibutuhkan saluran komunikasi yang jujur, terbuka dan saling menguntungkan, melalui media online salah satunya, dimana seorang pesilat dapat berinteraksi dengan pesilat lainnya, bertukar informasi yang berguna dan saling mendukung satu sama lainnya. Apalagi sekarang jamannya globalisasi jadi apapun, dimanapun informasi begitu cepatnya. Dimana beladiri lain telah berlari kencang didukung oleh organisasi dan anggota-anggotanya, perguruasn silat kita malah sibuk menutup diri dan tidak mau bergaul. Melalui media Forum Diskusi dibuka seluas-luasnya aliran informasi yang masuk, yang dapat dicerna oleh semua orang dan harapannya informasi tersebut menjadi bagian silaturahmi yang memperkuat jatidiri pencak silat, karena para pecintanya begitu peduli dan bangga dengan seni beladiri bangsanya. </strong></p>
<p><strong>Yang tidak kalah pentingnya ternyata banyak simpati dari pengemar beladiri lain yang mendukung Komunitas Online ini, karena selama ini banyak yang tidak tahu apa sesungguhnya pencak silat itu sebenarnya, apakah ilmu klenik semata atau ada Intan dan berlian di dalam pencak silat yang tidak diketahui. </strong></p>
<p><strong>Akhir kata, mohon maaf bila tulisan ini agak menggurui, ini hanyalah konsep semata dimana kita sebagai pesilat yang mencintai pencak silat, agar dapat membuka diri kita masing-masing, tujuannya agar pesilat dapat duduk manis bersama-sama dan melakukan kegiatan yang bermanfaat, karena pendekar sejati tidak hanya dikenal di lingkungan dimana dia lahir, tapi bagaimana seorang pendekar mampu mengamalkan ilmunya untuk masyarakat banyak. Amin(Yanweka)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2009/12/situs-forum-diskusi-komunitas-pencak-silat-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencak Silat dalam Era Kolaborasi dan Komunitas</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2009/12/pencak-silat-dalam-era-kolaborasi-dan-komunitas/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2009/12/pencak-silat-dalam-era-kolaborasi-dan-komunitas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 10:45:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin terasa janggal makna dari kolaborasi dalam dunia pencak silat di era modern saat ini, banyak pula kritikan bahkan kecurigaan yang berlebih menanggapi pencak silat dalam kolaborasinya dalam sebuah komunitas. Batasan atau skat-skat yang selama ini menjadi penjara informasi menyebabkan banyak ketertinggalan dalam dunia pencak silat, penggalian informasi sudah sejak lama dilakukan dengan dan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">Mungkin terasa janggal makna dari kolaborasi dalam dunia pencak silat di era modern saat ini, banyak pula kritikan bahkan kecurigaan yang berlebih menanggapi pencak silat dalam kolaborasinya dalam sebuah komunitas.</p>
<p>Batasan atau skat-skat yang selama ini menjadi penjara informasi menyebabkan banyak ketertinggalan dalam dunia pencak silat, penggalian informasi sudah sejak lama dilakukan dengan dan oleh beragam media sebut saja Majalah maupun media elekronik lainnya.</p>
<p>Batasan-batasan informasi pun semakin diperluas oleh gerakan komunitas dalam pencak silat yang menyebabkan pesilat melakukan kerjasama yang apik, unik dalam menggali dan bertukar informasi tentang pencak silat dalam kaidah kolaborasi.</p>
<p>Sebagai contoh wikipedia adalah salah satu media web yang menggunakan kekuatan kolaborasi ini, setiap orang dari di belahan dunia manapun saling berbagi dan memberi informasi tentang apa yang mereka ketahui dan menjadikan wikipedia sebagai salah satu ensiklopedia terluas dan terlengkap saat ini.</p>
<p>Hal ini dibangun oleh komunitas “open mind” yang menyadari bahwa informasi sangatlah penting bagi kehidupan manusia baik sejarah dan perkembangannya, lalu bagaimana dengan pencak silat?.</p>
<p>Kolaborasi bisa terjadi bila masing-masing individu dalam hal ini pesilat yang telah menyadari bahwa informasi mengenai pencak silat adalah milik umum, apalagi kebenaran informasi akan menjadi tolak ukur karena saling melengkapi satu dengan yang lainnya.</p></div>
<div style="text-align: justify;"><a name="more"></a>Sebagai contoh sebuah aliran yang sulit di telusuri karena ada perguruan silat yang merahasiakan sejarah aliran tertentu, lalu bagaimana informasi tentang kebenaran bisa di ungkapkan?, salah satunya karena sesunggunya informasi adalah milik umum dan apapun yang dirahasiakan atau di tutupi akan tetap kembali menjadi milik umum atau public.</div>
<div style="text-align: justify;">
Dalam fenomena berkomunitas dibutuhkan hal-hal berikut antara lain:<br />
1. Opennes – keterbukaan<br />
2. Sharing – berbagi<br />
3. Action global – bertindak global<br />
4. Peering – kerjasama</p>
<p>Empat syarat inilah yang akan menentukan berkembangnya komunitas dalam menggali pencak silat dalam berbagai aspek dan sejarahnya. Dalam komunitas pola hubungan antar pesilat dibentuk, dan disertai dengan kegiatan, kecendurungan ini akan menghasilkan sebuah fenomena pencak silat menjadi sebuah beladiri yang terjaga, terlindungi, terawat dan terbuka.</p>
<p>Walaupun ada sebagian pesilat yang mengkritik dengan tajam tentang tujuan berkomunitas tapi hal ini tidak akan berlangsung lama, karena umumnya setalah mereka mengetahui, merasakan bagaimana komunitas itu bekerja disinilah kesadaran dan kerbukaannya mulai tumbuh.</p>
<p>Komunitas hadir karena ruang informasi yang sempit dan terbatas, dan situasi ini memang sengaja di ciptakan oleh beberapa perguruan yang sengaja menutup rapat-rapat perguruannya karena ada hal-hal yang tidak ingin diketahui public, padahal kalau mau jujur perguruan tersebut mendapatkan atau mengolah jurus-jurusnya dari aliran yang berkembang saat itu, lalu di kolaborasikan di dalam perguruannya dan jadilah sebuah perguruan yang memiliki jurus-jurus yang handal. Lain halnya bila perguruan tersebut memang terbatas dalam pengelolaannya, sehingga tidak tersedia Sumber daya manusia yang mampu.</p>
<p>Dari sini bisa di tarik kesimpulan bahwa silat bukanlah milik sebuah perguruan tertentu, kewajiban sebuah perguruan adalah menjaga kemurnian alirannya dengan baik dengan memberikan informasi yang benar, bukan di tutupi. Karena dengan menutup diri, informasi akan tersumbat dan menyebabkan orang lain salah dalam memandang perguruan tersebut.</p>
<p>Kini saatnya pesilat harus membuka diri, tidak ada batasan seorang pesilat untuk belajar lebih jauh, berikan informasi yang benar dan catatlah semua sejarah dalam dokumentasi yang baik, jangan sampai silat kita ini terus menerus menjadi anak tiri di negerinya sendiri. (Yanweka)</p></div>
<p><em>Sumber : www.silat.blogsome.com </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2009/12/pencak-silat-dalam-era-kolaborasi-dan-komunitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prabowo Buka Kejurnas Pencak Silat Mahasiswa di Bandung</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2009/12/prabowo-buka-kejurnas-pencak-silat-mahasiswa-di-bandung/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2009/12/prabowo-buka-kejurnas-pencak-silat-mahasiswa-di-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 10:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Flash Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=501</guid>
		<description><![CDATA[TEMPO Interaktif, BANDUNG -Kejuaraan Nasional Pencak Silat antar Perguruan Tinggi hari ini dimulai. Sebanyak 486 pendekar dari 88 perguruan tinggi akan berlaga di aula Grha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran, Bandung. Menurut Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Prabowo, kejuaraan kali ini adalah yang terbesar dibanding acara sebelumya. Pengurus ikatan akan menjadikan ajang itu sebagai ajang pembibitan atlet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #666666;"><strong>TEMPO <em>Interaktif</em></strong></span>, <span style="color: #666666;"><strong>BANDUNG</strong></span> -Kejuaraan Nasional Pencak Silat antar Perguruan Tinggi hari ini dimulai. Sebanyak 486 pendekar dari 88 perguruan tinggi akan berlaga di aula Grha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran, Bandung.</p>
<p>Menurut Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Prabowo, kejuaraan kali ini adalah yang terbesar dibanding acara sebelumya. Pengurus ikatan akan menjadikan ajang itu sebagai ajang pembibitan atlet nasional. Para juara nantinya akan ditawari beasiswa untuk berlatih ilmu bela diri di berbagai negara.</p>
<p>Sebelum diberangkatkan, para pendekar mahasiswa itu akan disaring dengan beberapa syarat. Diantaranya bakat, prestasi, semangat, dan kondisi fisiknya. Sebelumnya, IPSI telah mengirim berbagai atlet pencak silat ke Korea dan Cina untuk belajar taekwondo dan judo. &#8220;Ada yang universal gerakan pencak silat dengan cabang itu (taekwondo dan judo), seperti fisik, daya juang, kecepatan, kelenturan, dan daya juang,&#8221; ujarnya di Bandung, Senin (28/12).</p>
<p>Masa latihan di luar negeri itu diharapkan bisa lebih dari setahun. Duit untuk beasiswa jangka panjang itu, kata Prabowo, akan dicari IPSI lewat pengumpulan dana. Calon yang berminat juga akan ditanya soal komitmen. &#8220;Mau nggak mendedikasikan hidupnya hingga 5 tahun ke depan untuk pencak silat,&#8221; ujarnya. Namun kuota jumlah pendekar yang akan diberi beasiswa latihan di luar negeri itu belum bisa dipastikan.</p>
<p>Ketua pelaksana Kejuaraan Nasional Pencak Silat antar Perguruan Tinggi Diah Ayu Nurhasanah mengatakan, panitia mempertandingkan nomor tarung putra dan putri seni tunggal, ganda, dan regu. Pertandingan akan digelar setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga 10 malam. Acara dua tahunan yang memperebutkan piala Menteri Pemuda dan Olahraga itu berhadiah Rp 1-5 juta.</p>
<p>ANWAR SISWADI</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2009/12/prabowo-buka-kejurnas-pencak-silat-mahasiswa-di-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencak Silat Sanggup Tumbuhkan Karakter Bangsa</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2009/12/pencak-silat-sanggup-tumbuhkan-karakter-bangsa/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2009/12/pencak-silat-sanggup-tumbuhkan-karakter-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 10:34:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=499</guid>
		<description><![CDATA[Laporan oleh: Ratih Anbarini [Unpad.ac.id, 28/12] Olah raga Pencak Silat yang merupakan budaya asli bangsa Indonesia mampu menumbuhkan karakter bangsa yang kuat dan pemberani. Watak tersebut sangat dibutuhkan bangsa Indonesia yang saat ini masih berada dalam posisi lemah dan belum mampu berdiri sendiri. Melalui Pencak Silat pula diharapkan tumbuh pemimpin-pemimpin bangsa yang sanggup mengangkat Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Laporan oleh: Ratih Anbarini</p>
<p>[Unpad.ac.id, 28/12] Olah raga Pencak Silat yang merupakan budaya asli bangsa Indonesia mampu menumbuhkan karakter bangsa yang kuat dan pemberani. Watak tersebut sangat dibutuhkan bangsa Indonesia yang saat ini masih berada dalam posisi lemah dan belum mampu berdiri sendiri. Melalui Pencak Silat pula diharapkan tumbuh pemimpin-pemimpin bangsa yang sanggup mengangkat Indonesia dari keterpurukan.</p>
<div id="attachment_18825" style="width: 310px;"><a href="http://www.unpad.ac.id/files/data/2009/12/silat2.jpg"><img title="silat2" src="http://www.unpad.ac.id/files/data/2009/12/silat2-300x200.jpg" alt="Para peserta kejurnas dari 88 perguruan tinggi seluruh Indonesia (Foto: Tedi Yusup)" width="300" height="200" /></a>Para peserta kejurnas dari 88 perguruan tinggi seluruh Indonesia (Foto: Tedi Yusup)</div>
<p>Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Letjen TNI (Purn), Prabowo Subianto, saat membuka Kejuaraan Nasional Pencak Silat Antarperguruan Tinggi se-Indonesia III, Senin (28/12) di Grha Sanusi Hardjadinata, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung. Dalam sambutannya tersebut ia menekankan bahwa Pencak Silat merupakan bagian yang penting dalam pembangunan watak bangsa Indonesia yang kuat dan mampu bersaing dengan negara lain.</p>
<p>“Jiwa, badan, dan watak yang lemah dalam sebuah bangsa hanya akan membuat rakyatnya menjadi lemah dan dijadikan sasaran penjajahan bangsa lain secara budaya dan ekonomi,” ujar Prabowo di hadapan lebih dari 400 atlet peserta kejuaraan tersebut yang berasal dari 88 perguruan tinggi di Indonesia.</p>
<p>Dalam sambutannya itu pula, ia menyinggung keberhasilan Vietnam yang mampu mengalahkan tim Pencak Silat Indonesia dalam Sea Games 2009 yang digelar di Laos beberapa waktu lalu. Prabowo mengatakan bahwa jenis olahraga bela diri tersebut sudah mendapat tempat yang cukup baik di negara-negara lain. Namun di sisi lain, lanjut Prabowo, fakta tersebut juga merupakan cambuk bagi bangsa Indonesia untuk lebih memperhatikan perkembangan olahraga di Indonesia.</p>
<p>“Tidak dapat dipungkiri bahwa Pencak Silat sebagai olahraga bela diri peninggalan nenek moyang kita sudah dihormati oleh bangsa-bangsa lain. Olahraga tersebut dipelajari oleh banyak orang di negara-negara lain. Tahun lalu saya berjumpa dengan atlet asal Rusia, Kamboja, Yaman, dan beberapa negara lain yang belajar Pencak Silat berbulan-bulan di Indonesia,” ungkap Prabowo.</p>
<p>Sebagai investasi jangka pendek dan panjang, Prabowo mengaku telah menyiapkan beasiswa bagi atlet-atlet berprestasi yang muncul lewat ajang Kejurnas Pencak Silat Antarperguruan Tinggi se-Indonesia III ini. Beasiswa tersebut, jelas Prabowo, diberikan bagi mereka melalui tahapan <em>talent scouting</em> untuk menjaring peserta beasiswa yang benar-benar berkualitas dan memiliki komitmen kuat mengembangkan dan memajukan Pencak Silat di Indonesia.</p>
<p><strong>Pelestarian budaya<br />
</strong>Sementara itu, Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia yang juga menyampaikan sambutan dalam pembukaan kejuaraan tersebut menyebut bahwa atlet-atlet berbakat dunia muncul dari kalangan mahasiswa. Ia menilai bahwa saat masih menjadi mahasiswa, prestasi olahraga yang mengedepankan sportivitas dan <em>character building</em> mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. “Lihat saja pemain basket top NBA yang muncul dari kalangan mahasiswa,” ujar Rektor.</p>
<div id="attachment_18827" style="width: 310px;"><a href="http://www.unpad.ac.id/files/data/2009/12/silat1.jpg"><img title="silat1" src="http://www.unpad.ac.id/files/data/2009/12/silat1-300x200.jpg" alt="Prabowo Subianto didampingi Rektor Unpad menjawab pertanyaan para wartawan (Foto: Tedi Yusup)" width="300" height="200" /></a>Prabowo Subianto didampingi Rektor Unpad menjawab pertanyaan para wartawan (Foto: Tedi Yusup)</div>
<p>Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unpad, dr. Trias Nugrahadi, Sp. KN. yang ditemui usai acara pembukaan mengungkapkan bahwa target kemenangan bagi tim Unpad bukan merupakan hal yang penting. Menurutnya, semangat berolahraga dan pelestarian budaya bangsa serta pembentukan <em>softskill </em>berupa pembangunan karakter dan watak diri yang kuat merupakan hal terpenting diselenggarakannya kegiatan ini.</p>
<p>“Keikutsertaan 88 perguruan tinggi dengan lebih dari 400 atlet membuktikan bahwa perguruan tinggi juga berperan dalam pelestarian budaya bangsa dalam hal ini olahraga Pencak Silat yang merupakan peninggalan nenek moyang kita,” jelas dr. Trias.</p>
<p>Kejuaraan Nasional Pencak Silat Antarperguruan Tinggi se-Indonesia merupakan ajang dua tahunan yang diikuti seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Kejuaraan Nasional Pencak Silat Antarperguruan Tinggi se-Indonesia pertama kali digelar pada 2005. Pada 2007, kejuaraan yang memperebutkan piala bergilir Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) itu diselenggarakan di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Saat itu Universitas Syahkirti Palembang menjadi juara umum.</p>
<p>Tahun ini, perhelatan Kejuaraan Nasional Pencak Silat Antarperguruan Tinggi se-Indonesia itu digelar di Unpad yang diikuti oleh 88 perguruan tinggi se-Indonesia dan melibatkan 318 atlet putra dan 163 atlet putri. Selain Piala Bergilir Menegpora, ratusan atlet tersebut juga akan memperebutkan Piala Tetap Rektor Unpad, Piala Tetap Gubernur Jabar, Piala Pengurus Besar IPSI, Piala Tetap KONI Jabar, Piala Tetap Pengda IPSI Jabar, uang pembinaan dan piagam. <em>(eh)* </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2009/12/pencak-silat-sanggup-tumbuhkan-karakter-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
