<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Silat Indonesia &#187; rimbang</title>
	<atom:link href="http://silatindonesia.com/author/rimbang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://silatindonesia.com</link>
	<description>Pusat Informasi Pencak Silat Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 02:40:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>DEMO SILAT DI SENAYAN CITY DAN SILATURAHMI SAHABAT SILAT</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2009/06/demo-silat-di-senayan-city-dan-silaturahmi-sahabat-silat/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2009/06/demo-silat-di-senayan-city-dan-silaturahmi-sahabat-silat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 02:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rimbang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat Silat]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Senayan City, 22 Juni 2009 bertepatan dengan Ulang Tahun Jakarta Berdasarkan informasi yang diposting seorang sahabat di sahabatsilat.com, malam ini akan ada acara martial art journy di Senayan City. Yang menarik dan membuat para sahabatsilat datang berbondong-bondong adalah akan tampilnya beberapa alairan silat tradisional dari betawi. Mereka adalah MUSTIKA KWITANG, SABENI, BEKSI, CINGKRIG. Benar saja, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p>Senayan City, 22 Juni 2009 bertepatan dengan Ulang Tahun Jakarta<br />
Berdasarkan informasi yang diposting seorang sahabat di sahabatsilat.com, malam ini akan ada acara martial art journy di Senayan City. Yang menarik dan membuat para sahabatsilat datang berbondong-bondong adalah akan tampilnya beberapa alairan silat tradisional dari betawi. Mereka adalah MUSTIKA KWITANG, SABENI, BEKSI, CINGKRIG.<br />
Benar saja, setelah pembukaan pukul 18.30 yang diawali dengan sedikit hiburan musik dan lagu, demo bela diri dimulai. Penampilan pertama adalah silat Mustika Kwitang yang menyajikan jurus dan teknik, serta demo aplikasi yang sangat menarik dengan menggunakan beberapa jenis senjata tajam.<br />
Selanjutnya aliran silat Sabeni dengan jurus khas nya Kelabang Nyebrang, jurus dan aplikasi ditampilkan. Sangat unik, indah dan praktis. Setelah itu Silat Betawi yang sudah sangat terkenal, BEKSI. Dengan Kostum yang eye catching, merah menyala, ditampilkan keindahan jurus2 beksi, gerakan khas beksi yang sangat unik, indah, cepat dan keras. Tidak ketinggalan pula demo aplikasi yang sangat kentara tidak direkayasa, istilah orang betawi “maen nye bebeneran banget”.<br />
Setelah penampilan beberapa jenis bela diri lainnya, demo silat betawi ditutup dengan atraksi Cingkrig. Aliran silat Betawi yang sangat melegenda ini ditampilkan begitu atraktif. Cingkrig yang diajarkan dan diturunkan oleh Kong Goning ini dibawakan oleh Pak TB Bambang yang merupakan murid dari Kong Usup Utay, di mana Kong Usup Utay adalah salah seorang murid langsung Kong Goning. Demo jurus oleh Pak Bambang, kemudian dilanjut oleh demo aplikasi oleh dua orang murid nya, dan diakhiri dengan penampilan Pa Bambang “besambut” lawan bang Lutfi.<br />
Acara ini menarik karena dua hal : di adakan di salah satu mal termewah di jakarta oleh salah satu televisi swasta, dan silat tradisional telah makin menunjukkan jati diri nya untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri<br />
SILATURAHMI SAHABAT SILAT<br />
Setelah menonton demo bela diri, kami para sahabat silat yang hadir melanjutkan obrolan santai ke food court. Obrolan santai dengan ditemani es teh manis ini ternyata menghasilakan beberapa keputusan besar antara lain : Silaturahim pecinta dan pelestari silat akan diadakan pada pertengahan bulan juli di Padepokan Pencak Silat TMII dengan agenda diskusi dan evaluasi tiga tahun FP2ST, atraksi seni dan bela diri silat. Atraksi seni seni ini akan menampilkan ibingan silat. Acara dan agenda lainnya sedang digodok.<br />
Ide lain yang muncul adalah mengadakan SILAT CAMPAIGN. Silat campaign dengan motto, BELUM KENAL INDONESIA BILA BELUM MENGENAL SILAT ini mempunyai program SATU HARI SATU JURUS. Rencana nya acara ini akan diadakan di pusat-pusat keramaian seperti di Bundaran HI pada setiap car free day, Senayan, atau tempat2 lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah jelas mengenalkan dan memasyarakatkan silat sebagai identitas bangsa. Teknis dan detil kegiatan ini sedang dalam penggodokan.<br />
Demikian sekilas catatan yang dapat saya rangkum pada pertemuan tadi malam. Kekurangan nya mohon dikoreksi dan ditambahkan oleh sahabat lainnya.</p>
<p>thx to :<br />
Bp Bambang Sarkoro, Uda Alda, Bang Ajad, kang Kiki, GAn Ery, Om Lury, Kang Ian, MAs Herman, MAs Taufan, MAs Arifin, MAs Pram, MAs Pras, MAs Eka, MAs Edwin</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2009/06/demo-silat-di-senayan-city-dan-silaturahmi-sahabat-silat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cingkrik, Maenpukulan Khas Betawi Rawa Belong</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2008/12/cingkrik-maenpukulan-khas-betawi-rawa-belong/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2008/12/cingkrik-maenpukulan-khas-betawi-rawa-belong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 08:01:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rimbang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>
		<category><![CDATA[cingkrig]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara tentang maenpukulan (silat) Cingkrik tidak akan terlepas dari kampung Rawa Belong, begitupun sebaliknya. Keduanya identik tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena tidak dapat dipungkiri, bahwa di Rawa Belong lah maenpukulan Cingkrik dilahirkan dan dikembangkan. Perkembangan yang demikian pesat merupakan jasa-jasa sesepuh para pendahulu maenpukulan Cingkrik di Rawa Belong dan sekitarnya. Fenomena Cingkrik sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Berbicara tentang maenpukulan (silat) Cingkrik tidak akan terlepas dari kampung Rawa Belong, begitupun sebaliknya. Keduanya identik tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena tidak dapat dipungkiri, bahwa di Rawa Belong lah maenpukulan Cingkrik dilahirkan dan dikembangkan. Perkembangan yang demikian pesat merupakan jasa-jasa sesepuh para pendahulu maenpukulan Cingkrik di Rawa Belong dan sekitarnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Fenomena Cingkrik sebagai maenpukulan asli Betawi Rawa Belong, membawa nama tokoh legendaris Betawi Si Pitung, yang memang terkenal sebagai Jawara Rawa Belong. Cingkrik dianggap sebagai salah satu silatnya Si Pitung, dan ini merupakan salah satu dari sekian banyak hal tentang Cingkrik yang perlu diluruskan. Para sesepuh maenpukulan Rawa Belong meragukan bahwa Cingkrik merupakan “maenan” nya Si Pitung, sekalipun dia dilahirkan dan dibesarkan disana. Bang Nunung sebagai salah satu sesepuh maenpukulan Rawa Belong berargumen, bahwa masa Si Pitung jauh mendahului masa lahirnya maenpukulan Cingkrik di Rawa Belong yang diperkirakan baru diciptakan pada awal abad ke XX oleh Ki Maing. Hal ini dapat ditelusuri dari skema generasi terbawah di silsilah Cingkrik Rawa Belong, yang orang-orangnya masih ada dan tetap eksis mengajar Cingkrik sampai saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><strong><span style="12pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><strong><span style="12pt;">Sejarah dan Perkembangan Maenpukulan Cingkrik</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Dahulu banyak orang Rawa Belong yang menimba ilmu ke Kulon (tidak dapat dipastikan tempatnya, karena Meruya dan Tangerangpun sudah dianggap Kulon oleh orang-orang Rawa Belong pada waktu itu) untuk belajar ilmu agama dan ilmu beladiri, baik ilmu batin maupun maenpukulan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Salah satu dari sekian banyak orang Rawa Belong yang belajar ke Kulon itu adalah Ki Maing, namun belum tuntas belajar, Ki Maing memutuskan untuk kembali pulang ke Rawa Belong. Hingga sampai pada suatu ketika, Ki Maing yang sedang berjalan, tongkatnya direbut oleh seekor kera milik tetangganya yang bernama Nyi Saereh. Spontan Ki Maing menarik kembali tongkatnya, hingga terjadilah perebutan tongkat antara Ki Maing dan kera milik Nyi Saereh. Si kera tidak mau mengalah begitu saja, dengan sigap dan lincahnya berusaha menarik kembali tongkat Ki Maing dengan disertai beberapa gerakan serangan dan pertahanan yang menyerupai jurus silat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Ki Maing sangat terkesan akan gerakan-gerakan kera tersebut, hingga hampir setiap hari Ki Maing mendatangi kera itu untuk kemudian mempelajari dan menganalisanya. Setiap gerakan pertahanan si kera yang lincah itu diiringi serangan, begitupun sebaliknya setiap serangan merupakan pertahanan. Dengan kombinasi antara kaki dan tangan yang begitu gesit dan lincah. Dari pengamatan gerakan natural kera tersebut, dan ketekunannya berlatih, oleh Ki Maing dikembangkan menjadi sebuah gerakan atau jurus silat, yang kemudian hari dikenal dengan sebutan Cingkrik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Setelah merasa menguasai maenpukulan Cingkrik yang diinspirasikan dari gerakan kera milik Nyi Saereh tadi, Ki Maing memutuskan untuk kembali ke padepokannya di Kulon. Untuk menguji sampai dimana keberhasilan jurus-jurus barunya itu, Ki Maing “menjajal” satu persatu teman seperguruannya itu, yang hasilnya tidak satupun teman seperguruannya berhasil mengalahkannya. Pada akhirnya guru Ki Maing pun turut serta menjajal kehebatan jurus baru muridnya itu, namun kenyataan yang dialami oleh teman-teman seperguruan Ki Maing, dialami pula oleh gurunya. Gemparlah seluruh padepokan itu dan sang gurupun mengakui kehebatan jurus barunya Ki Maing itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Sekembalinya ke Rawa Belong, Ki Maing menyebarluaskannya dengan menularkan jurus barunya itu kepada jawara-jawara Rawa Belong yang pada fase ini, mulai dikenal nama maenpukulan Cingkrik, karena sebelumnya orang Rawa Belong hanya mengenal Cingkrik dengan sebutan “maenpukul”. Dari Ki Maing diturunkan kepada tiga orang, yaitu Ki Saari, Ki Ajid, dan Ki Ali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><strong><span style="12pt;">Ki Saari</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Ki Saari turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik dan mempunyai murid bernama Bang Wahab. Bang Wahab sendiripun turut mengembangkannya dengan memliki beberapa murid, yang salah satu diantaranya adalah anaknya sendiri yaitu Bang Nur yang hingga kini masih eksis mengembangkan maenpukulan Cingkrik di Rawa Belong.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><strong><span style="12pt;">Ki Ajid</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Ki Ajid turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik dan banyak memiliki murid yang tersebar di Rawa Belong dan sekitarnya, diantaranya yang terkenal adalah: Bang Acik (Munasik), Bang Uming, Bang Ayat, dan Bang Majid.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Selanjutnya dari Bang Uming, maenpukulan Cingkrik kian pesat dikembangkan. Bang Uming mengajar Cingkrik tidak hanya di Rawa Belong saja tetapi di tempat lain seperti Tenabang, Kemandoran (Permata Hijau), Kebon Jeruk/Kelapa Dua dan daerah lainnya. Adapun dari sekian banyak murid Bang Uming yang terkenal adalah: Bang Akib, Bang Umar, Bang Hasan Kumis, dan Bang Nunung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Pada masa Bang Hasan Kumis, maenpukulan Cingkrik makin terus berkembang dan terkenal, bersama-sama Bang Nunung dan kawan-kawan mendirikan Perguruan Silat Cingkrik Jatayu Tumbal Pitung. Diantara muridnya yang terkenal adalah, Bang Sapri dan Bang Warno (Suwarno Ayub) yang hingga kini masih eksis mengajarkan maenpukulan Cingkrik di Rawa Belong dan sekitarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><strong><span style="12pt;">Ki Ali</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Ki Ali turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik dan juga memiliki banyak murid, diantaranya yang paling terkenal adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">-Ki Sinan, berasal dari Kebon Jeruk dan turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik di daerah Kebon Jeruk dan sekitarnya. Diantara murid-muridnya yang terkenal adalah: Bang Melik dan Bang Entong.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">-Ki Goning, berasal dari Kemanggisan, turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik di Kemanggisan dan sekitarnya. Memiliki cukup banyak murid, yang terkenal diantaranya adalah Bang Hamdan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">-Ki Legod, berasal dari Muara Angke/Pesing yang juga turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik di daerah Muara Angke/Pesing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><strong><span style="12pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><strong><span style="12pt;">Asal Kata Cingkrik</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Sebagaimana disebutkan di atas, bahwa penyebutan maenpukulan Cingkrik mulai dikenal pada masa genre kedua (Ki Saari, Ki Ajid, dan Ki Ali). Dimana kata Cingkrik muncul dari ungkapan Betawi, yaitu Jingkrak-Jingkrik atau Cingkrak-Cingkrik yang berarti lincah, hal ini mengacu pada gerakan natural dari kera yang sangat lincah, hingga dikembangkan menjadi sebuah jurus silat (maenpukulan) yang lincah, atraktif dalam serangan yang sekaligus merupakan pertahanan, dan pertahan yang sekalgus juga adalah serangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><strong><span style="12pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><strong><span style="12pt;">Jurus-Jurus Maenpukulan Cingkrik</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Cingkrik memiliki 12 jurus dan ditambah dengan sambut, namun dalam perkembangannya dari 12 jurus dan sambut yang ada, bisa saja berlainan tergantung dari guru mana kita belajar. Sejatinya setiap jurus dan gerakan Cingkrik adalah fleksibel berkembang, tidak kaku atau baku. Namun intinya tetap sama, gerakannya lincah, menyerang maupun bertahan, bertahan sekaligus menyerang dengan gesit dan lincah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Sebagai contoh, seperti yang dikembangkan oleh Bang Wahab, jurus-jurus dan gerakannya menitik beratkan pada bagian atas, gerakannya seperti menotok, banyak mengandalkan serangan tangan dan jari dengan sasaran ulu hati, dada, leher dan muka. Sedangkan Bang Uming mengembangkannya dengan atas-bawah kombinasi beset-gedor, ambilan kaki (cingkrik) dan turun ke bawah dengan serangan empat penjuru. Begitupun dengan Ki Sinan dan Ki Goning, yang mengembangkan Cingkrik dengan kelebihannya masing-masing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Ketidak seragaman atau perbedaan baik dalam jurus, gerak dan sambut di Cingkrik, dalam perkembangannya bukan merupakan masalah yang mendasar bagi orang-orang yang ingin mendalami Cingkrik, karena fleksibilitasnya yang terus berkembang tergantung kepada siapa (guru cingkrik) kita belajar/berguru. Namun yang paling penting adalah janganlah kita melupakan sejarah asal usul Cingkrik, yang dilahirkan di dan oleh orang Rawa Belong, yaitu Ki Maing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><strong><span style="12pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><strong><span style="12pt;">Dasar Jurus Cingkrik ada 12, yaitu:</span></strong></p>
<ol style="0in;" type="1">
<li class="MsoNormal"><em><span style="12pt;">Keset Bacok</span></em></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="12pt;">Keset Gedor</span></em></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="12pt;">Cingkrik</span></em></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="12pt;">Langkah 3</span></em></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="12pt;">Langkah 4</span></em></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="12pt;">Buka Satu</span></em></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="12pt;">Saup</span></em></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="12pt;">Macan</span></em></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="12pt;">Tiktuk</span></em></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="12pt;">Singa</span></em></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="12pt;">Lokbe</span></em></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="12pt;">Longok</span></em></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><strong><span style="12pt;">Ditambah atau dilanjutkan dengan sambut:</span></strong></p>
<ol style="0in;" type="1">
<li class="MsoNormal"><em><span style="12pt;">Sambut 7 muka</span></em></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="12pt;">Sambut Gulung</span></em></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="12pt;">Sambut Detik/Habis</span></em></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Adapun gerakan jurus gabungan dari 1-12 disebut sebagai <em>Bongbang</em>, yang biasanya digunakan untuk atraksi di panggung-panggung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span style="12pt;">Betawi, Nopember 2008</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><em><span style="12pt;">Berdasar tulisan asli Cacang tentang Sejarah Silat Cingkrik Rawa Belong, dengan nara sumber sesepuh Maenpukulan Cingkrik Rawa Belong diantaranya : Bang Nunung dan Bang Warno (Suwarno Ayub)_____Diedit dan ditulis ulang oleh Gusman”Jali”Natawidjaja</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2008/12/cingkrik-maenpukulan-khas-betawi-rawa-belong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CAPITA SELECTA PENCAK SILAT</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2008/11/capita-selecta-pencak-silat/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2008/11/capita-selecta-pencak-silat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 15:53:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rimbang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai tema klasik menyangkut Pencak Silat selalu menarik untuk dibahas dan dijadikan bahan diskusi. Untuk itu, terlepas judul di atas tepat atau tidak, saya akan coba menyajikan berbagai fenomena menarik terkait dengan Pencak Silat. Tulisan ini banyak dipengaruhi oleh pendapat para sahabat dalam forum diskusi sahabat silat (http://sahabatsilat.com) dan millis silat indonesia (silatindonesia@yahoogroups.com) , selanjutnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="justify;">Berbagai tema klasik menyangkut Pencak Silat selalu menarik untuk dibahas dan dijadikan bahan diskusi.<span> </span>Untuk itu, terlepas judul di atas tepat atau tidak, saya akan coba menyajikan berbagai fenomena menarik terkait dengan Pencak Silat. <span> </span>Tulisan ini banyak dipengaruhi oleh pendapat para sahabat dalam forum diskusi sahabat silat (<a href="http://sahabatsilat.com/">http://sahabatsilat.com</a>) dan millis silat indonesia (<a href="mailto:silatindonesia@yahoogroups.com">silatindonesia@yahoogroups.com</a>) , selanjutnya akan disebut fodis SS dan millis.</p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span> </span>DEFINISI DAN SEJARAH PENCAK SILAT</p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span> </span>Membuat definisi tentang pencak silat bukan lah persoalan yang mudah, setiap orang, praktisi silat, pendekar, terutama para sesepuh pencak silat akan menyajikan beragam definisi tergantung latar belakang silat yang ditekuninya dan pengalaman yang dimilikinya. Asal kata pencak silat sendiri adalah paduan dari dua kata yaitu Pencak dan Silat. PENCAK<span> </span>berasal dari kosa kata masyarakat dengan kultur/budaya Jawa, sedang kan SILAT<span> </span>ada yang mengatakan berasal dari kata SILEK yang digunakan oleh masyarakat Minangkabau (Sumatera Barat)</p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span> </span>Pencak Silat adalah nasionalisasi frasa yang merujuk pada teknik dan seni bela diri asli Indonesia, sedangkan beberapa daerah di Indonesia memiliki sebutan sendiri untuk penamaan seni bela dirinya. Masyarakat Jawa Barat (Sunda/Pasundan) menyebut nya MAENPO, masyarakat Betawi menamakan MAEN PUKULAN, di masyarakat Minang dikenal sengan SILEK sebagai mana disebut di atas, dan Pencak dikalangan masyarakat dengan kultur Jawa. Entah ada hubungan nya atau tidak, para pemain lenong di Betawi disebut PANJAK LENONG.</p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span> </span>Pencak silat adalah seni bela diri khas Indonesia, merujuk pada tata kaidah gerak dan filosofi pertahanan dan menyerang. Unsur seni nya tampak pada gerakan yang indah bahkan kadang lemah gemulai dan bisa dimainkan dengan iringan musik yang khas.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>BELAJAR PENCAK SILAT<span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Ada du acara untuk mempelajari Pencak Silat (selanjutnya akan ditulis <span> </span>“silat”) :</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mendaftar untuk menjadi murid dari suatu perguruan silat; ada banyak sekali perguran silat di Indonesia. Perguruan silat di sini bisa merupakan perguruan yang terorganisir rapi dengan banyak cabang di pelbagai daerah seperti Perisai Diri, Merpati Putih, SHT, dll. Perguruan silat lokal seperti Beksi, Mustika Kwitang (Jakarta), Silat Bandrong (Banten), Cimande, Cikalong (jawa Barat) dll. Ada pula aliran silat yang belum berbentuk perguruan seperti Cingkrig (Betawi).</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Di samping itu belajar silat bisa juga langsung ke pada guru silat. Ini kebanyakan untuk aliran-aliran silat tradisional, yang proses pembelajarannya merupakan interaksi pribadi antara guru dan murid.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"> </p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="31.5pt;">Yang terpenting untuk diperhatikan adalah belajar silat harus diniatkan sungguh-sungguh untuk menguasai teknik, jurus, langkah, aplikasi, kaedah dan filosofi nya. Apabila belajar silat dengan tujuan sementara saja, dalam arti hanyauntuk sekedar bisa “berkelahi”, maka tidak perlu belajar silat. Karena kalau sekedar bisa berkelahi, asalkan badan sehat dan kuat, lincah dan cerdik cukuplah. Apalagi bermodalkan senjata api, lebih hebat lagi.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="31.5pt;">Belajar sialt harus lah dengan niat yang tulus untuk melestarikan dan mengembangkan silat, memahami filosi nya, nilai-nilai luhur nya dan manfaatnya untuk masyarakat luas. <span> </span>Dengan demikian cita-cita untuk menjadikan silat sebagai gaya hidup bangsa, identitas nasional dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri Insyaallah akan tercapai.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="31.5pt;"> </p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="31.5pt;">UNTUK APA BELAJAR SILAT?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="31.5pt;"> </p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="31.5pt;">Pertanyaan ini bisa mengundang beraneka ragam jawaban, tergantung sudut pandang orang yang menjawabnya. Sebagai gerak badan, orang bisa belajar silat untuk tujuan kesehatan; sebagai sebuah karya seni seseorang bisa belajar silat sekedar untuk mengapresiasi keindahan gerak dan gaya pencak silat. Sebagai sebuah karya adiluhung nenek moyang, pencak silat perlu dilestarikan dan dikembangkan, dalam hal ini kita belajar silat dengan tujuan pelestarian budaya. Pencak silat pada dasarnya tidak terpisahkan dari ajaran moral dan pembentukan perilaku yang baik/kesatria, di sini tujuan berlatih silat juga untuk membentuk pribadi yang berakhlak baik, bermental baik dan berjiwa kesatria. Unsur utama yang menonjol dari pencak silat adalah BELA DIRI, di sini umum nya tujuan orang berlatih silat adalah untuk membela diri dari serangan dan kejahatan pihak lain. Masih banyak lagi tujuan dari belajar dan berlatih silat; untuk menambah kawan, menjalin silaturahmi, untuk prestasi dalam kejuaraan, dll. Semua tujuan itu adalah baik dan sah-sah saja sepanjang dilandasi oleh niat yang baik pula.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="31.5pt;"> </p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="31.5pt;">KESAN NEGATIF PENCAK SILAT</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="31.5pt;"> </p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="31.5pt;">Tidak dapat dipungkiri saat ini masih ada kesan negatif yang melekat pada pencak silat, antara lain :</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Silat identik dengan kekerasan : SEMUA BELA DIRI PASTI MENGANDUNG KEKERASAN</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Silat identik dengan klenik : INI PEMAHAMAN YANG SALAH KAPRAH, silat adalah gerak badan, gerakan anggota badan yang kasat mata. Doa dan amalan yang biasa dilakukan sebelum berlatih silat pada dasarnya adalah bagian dari unsur spritualitas dalam silat. Bahwa silat berasal dari budaya bangsa yang bersifat relijius, doa adalah kewajiban. Mistik dan klenik sebenarnya hal yang terpisah dalam silat, kalaupun tampaknya menyatu itu karena faktor dari pelaku nya sendiri. Anda ingin berlatih silat atau belajar klenik? Silakan pilih sendiri.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Silat itu kampungan : SILAKAN LIAT DAN BERKENALAN DENGAN PARA SAHABAT DARI SILATINDONESIA.COM. Bahkan pesilat metroseksual pun ada di sini.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span style="normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Silat itu kampungan : BAHKAN AHLI BELA DIRI DARI LUAR NEGERI PUN KINI SANGAT MENGHORMATI PENCAK SILAT. Kenapa kita malah merendahkannya?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>5.<span style="normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Berbagai kesan negatif lainnya mungkin masih banyak, tapi saya yakin bahwa semua itu akan hilang dengan sendiri nya ditelan jaman</p>
<p class="MsoNormal" style="justify;">TEKNIK, JURUS DAN SENJATA DALAM SILAT</p>
<p class="MsoNormal" style="justify;">TEKNIK,</p>
<p class="MsoNormal" style="67.5pt;">Teknik adalah teknik menyerang, menghindar dan bertahan. Teknik ini akan sangat banyak ragam dan variasi nya tergantung aliran, perguruan, daerah penyebaran, dll nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="67.5pt;">JURUS</p>
<p class="MsoNormal" style="67.5pt;">Jurus adalah tata gerak, pola gerak dan langkah dalam silat, termasuk bentuk badan, kuda-kuda, posisi tangan dan kaki yang membentuk pola serang dan hindar</p>
<p class="MsoNormal" style="67.5pt;">SENJATA</p>
<p class="MsoNormal" style="67.5pt;">Senjata dalam silat sangat banyak jenis dan macam nya mulai dari pisau, golok, pedang, toya, clurit, keris, kujang dll. Bahkan kain sarung bisa menjadi senjata dan senjata adalah kepanjangan tangan dari seorang pesilat</p>
<p class="MsoNormal" style="67.5pt;">KEMBANGAN DALAM SILAT</p>
<p class="MsoNormal" style="67.5pt;">Dalam forum diskusi sahabat silat, telah dibahsa mengenai kembangan dalam silat, dapat disimpulkan bahwa kembangan dalam silat bisa memiliki dua pengertian :</p>
<p class="MsoNormal" style="-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Dalam mean pukulan betawi, kembangan adalah jurus/langkah yang dilatih sebelum melatih sambut/aplikasi. Biasa disebut : “itu baru kembangannye doang”</p>
<p class="MsoNormal" style="-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Kembangan bisa juga berarti ibingan dalam pencak silat sunda/maenpo. Kembangan adalah jurus yang dimainkan sebagai tarian dan diiringi musik khas kendang pencak</p>
<p class="MsoNormal" style="justify;">TREND PERKEMBANGAN PENCAK SILAT KE DEPAN</p>
<p class="MsoNormal" style="67.5pt;">Ke depannya pencak silat diharapkan dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri, menjadi sebuah gaya hidup dikalangan generasi muda, dan memiliki slogan : ANDA BELUM MENGENAL INDONESIA KALAU BELUM MENGENAL PENCAK SILAT.<span> </span>Untuk itu diharapkan para pecinta dan pelestari pencak silat Indonesia bersatu padu, segerak seirama dalam mewujudkan tujuan yang mulia ini. <span> </span>Dengan adanya komunitas sahabat silat, komunitas pecinta silat, millis silat indonesia, blog silat dll diharapkan promosi dan kampanye cinta silat perlahan-lahan akan menuai hasil yang diharapkan..</p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span> </span>Wabillahi taufik wal hidayah<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span>-ocd-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2008/11/capita-selecta-pencak-silat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENCAK SILAT DALAM PERSPETIF KEBUDAYAAN</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2008/08/pencak-silat-dalam-perspetif-kebudayaan/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2008/08/pencak-silat-dalam-perspetif-kebudayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 06:36:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rimbang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat . Dalam wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Indonesia) disebutkan beberapa jenis kebudayaan indonesia yang terdiri dari : Rumah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="justify;"><strong><span>kebudayaan</span></strong><span> berasal dari bahasa Sansekerta yaitu <em>buddhayah</em>, yang merupakan bentuk jamak dari <em>buddhi</em> (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat . </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>Dalam wikipedia (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Indonesia">http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Indonesia</a>) disebutkan beberapa jenis kebudayaan indonesia yang terdiri dari :</span></p>
<ol type="1">
<blockquote>
<li class="MsoNormal"><span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Indonesia#Rumah_adat"><span style="#000000;"><span> </span>Rumah adat</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Indonesia#Tarian"><span style="#000000;"><span> </span>Tarian</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><span> </span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Indonesia#Lagu"><span style="#000000;">Lagu</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Indonesia#Musik"><span style="#000000;"><span> </span>Musik</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Indonesia#Alat_musik"><span style="#000000;"><span> </span>Alat musik</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Indonesia#Gambar"><span style="#000000;"><span> </span>Gambar</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Indonesia#Patung"><span style="#000000;"><span> </span>Patung</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Indonesia#Pakaian"><span style="#000000;"><span> </span>Pakaian</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Indonesia#Suara"><span style="#000000;">Suara</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Indonesia#Sastra.2Ftulisan"><span style="#000000;">Sastra/tulisan</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Indonesia#Makanan"><span style="#000000;">Makanan</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Indonesia#Kebudayaan_Modern_Khas_Indonesia"><span style="#000000;">Kebudayaan       Modern Khas Indonesia</span></a>.</span></li>
</blockquote>
</ol>
<ul type="disc"></ul>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span>Merujuk pada definisi kebudayaan di atas, semestinya Pencak Silat juga masuk dalam kebudayaan Indonesia. Menarik sekali untuk didiskusikan mengapa Pencak Silat tidak termasuk dalam bagian kebudayaan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span>Pencak silat jelas merupakan hasil budi dan akal manusia, lahir melalui proses perenungan, pembelajaran dan pematangan. Sebagai tata gerak, pencak silat dapat dipersamakan dengan tarian. Bahkan pencak silat lebih kompleks, karena dalam tata gerak nya terkandung unsur-unsur pembelaan diri yang tidak ada dalam tarian. Pencak silat sebagai hasil budaya, dalam hal-hal tertentu lebih fungsional dari tarian karena mempunyai manfaat terhadap individu dan masyrakat. Bagi Individu manfaat nya adalah untuk pembelaan diri dan kesehatan. Bagi masyarakat, manfaatnya berupa keindahan seni gerak yang dapat dinikmati, dan sabagai sarana silaturahmi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span>Pencak silat adalah seni bela diri. Dalam seni terkandung dua pengertian : keindahan dan tindakan (<em>how to act, how to do</em>). Oleh karena itu lah dikenal istilah “seni memimpin, seni memasarkan, seni mempengaruhi orang lain, dan sebagainya”. Dengan demikian sebagai hasil dari suatu kebudayaan pencak silat adalah SENI yang mengandung unsur PEMBELAAN DIRI. Mengapa disebut seni bela diri? Ini untuk membedakan pertarungan dalam pencak silat dengan pertarungan jalanan. Di jalanan, pertarungan dua orang yang tidak mengenal pencak silat (atau segala jenis seni bela diri lainnya) hanya mengenal satu kata : MENANG. Bagaimana pun caranya, hantam kromo, serabutan, asal pukul, asal tendang. Pencak silat mengatur bagaimana cara menyerang, menghindar, bertahan dan mengalahkan dengan teknik dan kaidah yang indah, tidak asal-asalan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span>Sebagai hasil karya budaya, Pencak Silat sangat kental dengan nilai dan norma yang hidup dan berlaku di masyarakat. Oleh karena itu pada dasarnya pencak silat lebih menekankan pada unsur-unsur sosial berupa silaturahmi; keindahan dalam seni gerak; kesehatan dalam gerak badan, dan pembelaan diri pada urutan terakhir. Para guru dan sesepuh silat selalu mengajarkan untuk tidak mendahului menyerang, menghindari pertarungan, dan sedapat mungkin tidak mencelakai musuh. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span>Amanat <strong>Rd. Hj Ibrahim</strong>, pencipta silat Cikalong dapat dijadikan contoh :</span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><em><span>J<span>angan menyombongkan guru, lebih-lebih jangan menyombongkan diri sendiri mahir maenpo, Menunjukkannya di mana-mana, sebab dapat menimbulkan fitnah, menghina dan menjelek jelekan penca yang lain, Takabur, Ujub dan ria (sombong) dengan harapan disebut mahir maenpo atau ingin di takuti orang lain</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><strong><span>Amanat dari Raden Obing Ibrahim<em></em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><em><span>Diingatkan kepada semua yang sedang belajar atau yang sudah belajar amengan (penca), janganlah sampai melanggar nasihat gurunya, seperti mencoba ilmu orang lain atau memamerkan gerakan di jalan atau di tempat umum, sebab hal demikian kurang pantas. Belajar amengan itu tidak ada akhirnya, selamanya kita belajar terus, berakhir hanya pada saat meninggal.  Pada waktu mencapai ilmu yang tinggi perilaku menjadi hati-hati dan waspada, apa yang terjadi dihadapi.  sangat sulit untuk mengetahui siapa yang sudah tinggi ilmunya dan siapa yang masih rendah, sebab apa yang tampak , misalnya kebagusan ibing (tari penca) tidak dapat di jadikan patokan kemahiran penca.  Pada saat bersambung baru dapat di tentukan apakah seseorang itu lebih tinggi, sama, atau lebih rendah  Semua ameng (baik yang ada di tanah sunda maupun yang berasal dari luar) tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, sungguh semuanya biasa saja, menjadi jelek untuk yang masih bodoh , sedangkan bagi yang sudah mahir tetap bagus, jadi tidak tergantung ameng yang mana, melainkan pada kemahiran atau kebodohannya.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="normal;"><span>Dikalangan masyarakat Betawi, orang yang belajar maen pukulan (istilah pencak silat di Betawi) selalu diajarkan untuk tidak : <em>belagu, pental-pentil </em><span> </span>dan bahwa belajar maen pukulan itu buat <em>buka lari</em> , artinya untuk menghindari perkelahian. Begitu pula dengan pencak silat dari daerah lain, seperti di masyarakat minang yang mengajarkan bahwa serangan pertama dari musuh harus dianggap sebagai ibu yang sedang marah, artinya kita tidak boleh membalasnya. Baru pada serangan keempat kita boleh membalas, dengan niat mengalahkan kezholiman.</span></p>
<p><span>Pencak Silat adalah budaya bangsa, harus kita tempatkan pada posisi yang terhormat karena merupakan karya adi luhung nenek moyang, hasil karsa, rasa, dan cipta. Sebagai suatu hasil budaya, pencak silat mengandung unsur-usnur keindahan, kesehatan, dan nilai serta norma dalam pergaulan masyarakat. </span><em><span>(ochid)</span></em><span><span> </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2008/08/pencak-silat-dalam-perspetif-kebudayaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

