<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Silatindonesia.Com &#187; Aliran Silat</title>
	<atom:link href="http://silatindonesia.com/category/aliran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://silatindonesia.com</link>
	<description>Media Komunitas Pencak Silat Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jul 2010 05:02:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Seni Silat Jaman Pangeran Diponegoro</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/07/seni-silat-jaman-pangeran-diponegoro/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/07/seni-silat-jaman-pangeran-diponegoro/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 05:02:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[diponegoro]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=696</guid>
		<description><![CDATA[Secara historis dalam arti tertulis kemungkinan besar keilmuan Krida Yudha Sinalika (Krida Yudha = Seni perang, Sinalika = Naluri) dapat ditelusuri dari jaman Pangeran Wiryowilogo Niti Yudha yang hidup pada jaman Pangeran Diponegoro. Keilmuan Krida Yudha Sinalika dahulunya merupakan &#8220;Ilmu Polah Emoh&#8221; artinya &#8220;Tidak Mau Disakiti Lahir Batin dan Tidak Mau Menyakiti. Ilmu Polah Emoh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="shutterset_" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/1024-seni-silat-jaman-pangeran-diponegoro-2506.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/thumbs/thumbs_1024-seni-silat-jaman-pangeran-diponegoro-2506.jpg" alt="Seni Silat Jaman Pangeran Diponegoro" /></a>Secara historis dalam arti tertulis kemungkinan besar keilmuan Krida Yudha Sinalika (Krida Yudha = Seni perang, Sinalika = Naluri) dapat ditelusuri dari jaman Pangeran Wiryowilogo Niti Yudha yang hidup pada jaman Pangeran Diponegoro.</p>
<p>Keilmuan Krida Yudha Sinalika dahulunya merupakan &#8220;Ilmu Polah Emoh&#8221; artinya &#8220;Tidak Mau Disakiti Lahir Batin dan Tidak Mau Menyakiti. Ilmu Polah Emoh yang diturunkan secara lisan (melalui sabda) dari leluhur Sinalika sampai kepada Mpu R. Samiadji Niti Yudha Negara.<br />
<span id="more-696"></span>Ilmu ini tercipta dari pengalaman menghadapi rona hidup di mana pada jaman dahulu hutan masih sangat lebat. Dengan lebatnya hutan berarti juga banyak binatang buas yang berkeliaran dan masih sulit dihadapi dan dilawan karena senjata juga masih sangat tradisional.</p>
<p>Maka diciptakanlah seni bela diri untuk dapat mempertahankan diri dan melestarikan anak cucu dari mara bahaya ganasnya hutan rimba, peperangan, sakit penyakit dan untuk menghadapi hidup ini yang hanya sekali saja sesuai dengan fitrahnya.</p>
<p>Beratnya medan hidup yang harus dihadapi pada jaman itu membuat leluhur Krida Yudha Sinalika merancang keilmuan &#8220;Pola Emoh&#8221; agar anak cucu mampu dan secara tegas menghadapinya.</p>
<p>Ilmu Sinalika saat itu masih diwariskan turun temurun khusus untuk keluarga keraton secara lisan dan dapat ditelusuri dimulai dari Pangeran Wiryowilogo (Niti Yudha) yang di makamkan di Pagerluhur, beliau adalah Adipati Ngayoeda Mataram, beliau mempunyai putra Pangeran Wiryohatmaja yang berputrakan Raden Mas Niti Widjoyo yang berputrakan Raden Mas Niti Hadiwijoyo yang berputrakan Mpu Raden Samiadji Niti Yudha Negara, saat ini adalah sebagai Pewaris Tunggal, Guru Besar, dan pendiri PPS KRIDA YUDHA SINALIKA.</p>
<p>Semenjak tahun 1974 secara resmi Mpu R Samiadji mendirikan perguruan pencak silat SINALIKA yang dibuka untuk umum di Pacrabaan Lamuk Putih Dusun Pagerluhur, Desa Pagerejo, Kec. Kertek, Kab. Wonosobo, Jawa Tengah (lereng Gunung Sindoro).</p>
<p>Dan pada tahun 1986 Mpu R Samiadji membuka dan mengembangkan lagi di Jakarta dengan Nama Krida Yudha Sinalika. ( Sumber kutipan PPS Krida Yudha Sinalika )</p>
<p>sumber: <a href="http://kasakusuk.com/seni-silat-jaman-pangeran-diponegoro" target="_blank">kasakusuk.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/07/seni-silat-jaman-pangeran-diponegoro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ground Fighting ala Silat Paseban</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/07/ground-fighting-ala-silat-paseban/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/07/ground-fighting-ala-silat-paseban/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 04:57:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[ground fighting]]></category>
		<category><![CDATA[paseban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=694</guid>
		<description><![CDATA[Acara tayangan UFC (Ultimate Fighting Championship) tak pelak lagi mengangkat nama Brazilian Jujitsu, banyak orang di setiap belahan dunia sepertinya menjadi tergila-gila oleh aliran beladiri yang dikuasai oleh keluarga Gracie ini. Dunia terkagum-kagum oleh teknik grappling dan ground fighting yang di tawarkan beladiri tersebut. Beberapa waktu belakangan di jejaring sosial Facebook sebagian orang terkejut dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="shutterset_" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/1017-ground-fighting-ala-paseban-2307.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/thumbs/thumbs_1017-ground-fighting-ala-paseban-2307.jpg" alt="ground fighting ala paseban" /></a>Acara tayangan UFC (Ultimate Fighting Championship) tak pelak lagi mengangkat nama Brazilian Jujitsu, banyak orang di setiap belahan dunia sepertinya menjadi tergila-gila oleh aliran beladiri yang dikuasai oleh keluarga Gracie ini. Dunia terkagum-kagum oleh teknik grappling dan ground fighting yang di tawarkan beladiri tersebut.<br />
<span id="more-694"></span>Beberapa waktu belakangan di jejaring sosial Facebook sebagian orang terkejut dan terperangah saat muncul sebuah video ground fighting yang sangat fenomenal. Yang mengagetkan adalah video groundfighting tersebut bukan di peragakan oleh praktisi BJJ ataupun praktisi MMA seperti biasanya. Tetapi yang diperagakan oleh video tersebut adalah aplikasi pencak silat, dan yang lebih mengagetkan adalah Pencak Silat tersebut berasal dari Betawi.</p>
<p>Silat Paseban namanya setelah ditelusuri. Berbagai macam teknik grappling dan kuncian yang sangat efektif dan terlihat mematikan di tunjukkan oleh Pencak Silat Paseban dalam video tersebut. Video tersebut menunjukkan sebuah aplikasi groundfighting yang tidak kalah dari yang biasa diperagakan oleh BJJ maupun MMA lainnya..</p>
<p>Galih Iman, salah satu peraga berkata bahwa dia adalah salah satu dari sedikit pewaris Pencak Silat Paseban dari jalur Kong Moh Saleh bin Salman dan Babe Cacang.  Galih Iman berusaha mengembangkan silat paseban ini dan sudah membuktikannya bahwa silat paseban itu sangat efektif dalam berbagai pertarungannya.</p>
<p>Pencak Silat…? Ada pencak silat yang seperti ini…? Pencak silat bukannya hanya beladiri sport atau klenik…? Cobalah cari tahu lebih jauh bagaimanakah sebenarnya pencak silat itu, maka anda akan sangat terkejut dengan kekayaan warisan leluhur kita ini.(Arief Baskoro, Tangtungan Project)</p>
<p>sumber: <a href="http://kasakusuk.com/ground-fighting-ala-paseban" target="_blank">kasakusuk.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/07/ground-fighting-ala-silat-paseban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencak Silat ISMD Putra Setia</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/07/pencak-silat-ismd-putra-setia/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/07/pencak-silat-ismd-putra-setia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 09:42:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=676</guid>
		<description><![CDATA[Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a class="shutterset_" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/20100722-putrasetia-01.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/thumbs/thumbs_20100722-putrasetia-01.jpg" alt="20100722-putrasetia-01" /></a>Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.</div>
<div>Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).</div>
<div></div>
<div><span id="more-676"></span></div>
<div><a class="shutterset_" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/20100722-putrasetia-02.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/thumbs/thumbs_20100722-putrasetia-02.jpg" alt="20100722-putrasetia-02" /></a>Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.</div>
<div>Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.</div>
<div>Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.</div>
<div id="_mcePaste">Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.</div>
<div id="_mcePaste">Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.</div>
<div>Sedangkan makna dari 7  jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.</div>
<div>ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.</div>
<div id="_mcePaste">Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :</div>
<div id="_mcePaste">Pembina : H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua : K. Zaenuddin, sekartaris : Latif,  Bendahara : Zainuddin.</div>
<div id="_mcePaste">Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Dengan agenda acara: Pembentukan Pengurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.</div>
<div id="_mcePaste">Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.</div>
<div>Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.</div>
<div id="_mcePaste">Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.</div>
<div id="_mcePaste">Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.</div>
<div>Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.</div>
<div>Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.</div>
<div id="_mcePaste">ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.</div>
<p>Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.Sedangkan makna dari 7 jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.<br />
Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah <img src='http://silatindonesia.com/id/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> embina:H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua :K. Zaenuddin, sekartaris:Latif, Bendahara:Zainuddin.Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Denggan agenda acara: Pembentukan Penggurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.</p>
<p><img class="ngg-singlepic ngg-none" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/20100722-putrasetia-00.jpg" alt="20100722-putrasetia-00" /></p>
<p>sumber: <a href="http://sahabatsilat.com/forum/index.php/topic,1593.msg33711.html?PHPSESSID=100eb59ce509e0df09d44c705c0eda90#msg33711" target="_blank">Sahabat Silat</a>, Mas Agung dan Jhon Winarto</p>
<p>foto by : Marselano Anca</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/07/pencak-silat-ismd-putra-setia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menilik Sejarah Merpati Putih</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/07/menilik-sejarah-merpati-putih/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/07/menilik-sejarah-merpati-putih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 06:54:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=662</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tak mengenal perguruan silat Merpati Putih ? beberapa praktisi silat pasti mengenal perguruan ini. Namun apakah adakah yang tahu mengenai sejarahnya  dan perkembangannya? Berikut artikel yang didapat Tim SI mengenai sejarah dan perkembangannya dari panitia Kejurnas MP V/2010 . Sekitar tahun 1960 Bapak Saring Hadi Poernomo aktif membina kedua puteranya sekaligus yaitu Poerwoto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang tak mengenal perguruan silat Merpati Putih ? beberapa praktisi silat pasti mengenal perguruan ini. Namun apakah adakah yang tahu mengenai sejarahnya  dan perkembangannya? Berikut artikel yang didapat Tim SI mengenai sejarah dan perkembangannya dari panitia Kejurnas MP V/2010 .</p>
<p><span id="more-662"></span></p>
<p>Sekitar tahun 1960 Bapak Saring Hadi Poernomo aktif membina kedua puteranya sekaligus yaitu Poerwoto Hadi Poernomo dan Budisantoso Hadi Poernomo merupakan pewaris termuda yang dikenal dengan panggilan Mas Poeng dan Mas Budi.</p>
<p>Pada tahun 1962 mas Poeng dan mas Budi mendapat amanat dari ayahnya Sang Guru Bapak Saring Hadi Poernomo agar ilmu beladiri yang sebelumnya merupakan milik keluarga itu disebarluaskan kepada umum demi kepentingan bangsa.</p>
<p>Tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, Merpati Putih resmi didirikan. Sejak inilah Merpati Putih dikenal masyarakat berkat usaha yang keras dan tekun dari kedua putera Sang Guru Saring Hadi Poernomo, yang tidak segan-segan turun langsung menangani latihan atau dengan wejangan-wejangan yang pada dasarnya untuk membangkitkan gairah dan perkembangan Merpati Putih.</p>
<p>Tahun 1968 kedua putera Sang Guru mencoba mengembangkan sayap dengan dibentuknya cabang pertama Madiun JawaTimur. Selanjutnya pihak militer juga mulai ditembus dan berhasil. Dari hasil peragaannya mendapat kehormatan melatih seksi I Korem 072 dan Batalyon 403/Diponegoro di Yogyakarta.  Ketika itu  suasana memasuki era Orde baru.</p>
<p>Pada Tahun 1969 atau tepatnya 2 April 1969 Sang Guru Sarengat Hadi Poernomo wafat. Tahun 1973 Merpati Putih mendapat undangan untuk diadakan penelitian dari segi-segi yang menyangkut metode latihan yang diselenggarakannya. Penelitian di AKABRI udara ditangani langsung oleh tenaga-tenaga ahli, antara lain Prof. Dr. Achmad Muhammad Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM dibantu beberapa ahli lainnya dari AKABRI udara sendiri. Hasilnya menggembirakan dan ini mendorong pengembangan yang lebih luas wawasan Merpati Putih.Di Ibukota Jakarta pada tahun 1976 mendapat kehormatan melatih para anggota Pasukan Pengawal Presiden(PasWalPres).</p>
<p>Tahun 1977 komisariat cabang Jakarta dibentuk, dan mendapat peluang melatih para anggota Koppasandha di Cijantung sampai para anggota Kopassandha sanggup memperagakan keahliannya pada kemeriahan acara peringatan HUT ABRI 5 Oktober 1978.</p>
<p>Hingga kini, PPS. Betako Merpati Putih tersebar di tanah air dengan mempunyai hampir 100 cabang</p>
<p>dan lebih dari 10 pengurus daerah. Tidak hanya di Indonesia, Merpati Putih juga tersebar di manca negara seperti Amerika, Jepang, Paris, Belanda, Australia, Austria, NewZealand,dll.</p>
<p>Agar perguruan ini dapat dinikmati oleh masyarakat luas dan terorganisir dengan baik, maka pada  17 April 1998, Mas Poeng dan Mas Budi mendirikan Yayasan Saring Hadipoernomo.  Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, ilmu kanuragan warisan orangtuanya mulai dikembangkan dan diteliti secara ilmiah bersama dengan adiknya, R Budi Santoso.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/uploads/mp.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-666" title="mp" src="id/wp-content/uploads/mp-300x101.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Pada tanggal 7- 11 Juli 2010, Setelah vakum lebih dari 12 (dua belas) tahun, Merpati Putih menyelenggarakan Kejuaraan Nasional PPS. Betako Merpati Putih V/2010 bertempat di Padepokan Nasional Pencak Silat – Taman Mini. Disamping untuk mempertahankan keutuhan budaya bangsa Indonesia yang saat ini diakui oleh negara lain, Indonesia juga membutuhkan generasi yang berkualitas, berprestasi, tangguh dan sportif. Tema Kejurnas PPS. Betako Merpati PutihV/2010 adalah:</p>
<p>“Melalui Kejuaraan Nasional PPS. Betako Merpati Putih ke V kita kukuhkan kiprah dan peran Merpati Putih sebagai pilar pelestarian nilai budaya dan jati diri ”- “SaveOurCulture”</p>
<p>Materi yang dipertandingkan pada Kejurnas MP V/2010 :</p>
<p>1.  Laga(fighting)</p>
<p>2.  Stamina dan tenaga(pemecahan benda-benda keras)</p>
<p>3.  Getaran(tutup mata dan pemukulan benda keras dengan getaran)</p>
<p>4.  Seni tunggal,berpasangan dan regu</p>
<p>Pesan yang ingin disampaikan dari Kejurnas MP V/2010:</p>
<p>1.  Mempertahankan seni budaya bangsa dan menjaga kemurniannya</p>
<p>2.  Memantapkan ketangkasan dalam seni beladiri Merpati putih dikalangan anggota</p>
<p>3.  Lebih memasyarakatkan seni beladiri Merpati Putih di masyarakat</p>
<p>4.  Menggali potensi pesilat yang tangguh</p>
<p>Sampai saat ini PPS Betako Merpati Putih merupakan salah satu budaya bangsa Indonesia yang berada dibawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) salah satu Pencak Silat kebanggaan bangsa dan merupakan salah satu wadah pengembangan diri menjadi manusia yang mencintai budayanya sendiri, terutama seni bela diri.</p>
<p><em><strong>*Team SI : Kong Nizam, Ipam MJ,Sarkam</strong></em></p>
<p><img class="ngg-singlepic ngg-none" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan/20100713-mp_0.jpg" alt="20100713 merpati putih" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/07/menilik-sejarah-merpati-putih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Singkat Aliran Silat Sera</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 05:14:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com “Bismillahirrahmanirrahim” Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com</p>
<p><span id="more-571"></span> “<strong>Bismillahirrahmanirrahim</strong>”</p>
<p><strong>Sejarah Singkat Aliran Silat Sera</strong><br />
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera)<br />
Sumber : H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama).<br />
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali r.a. Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah).<br />
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Salah seorang guru mereka adalah murid dari keturunan murid Syekh Sayyidina Ali r.a (Wallahu alam).<br />
Ketika tentara colonial Belanda (VOC) masuk ke tanah Aceh pada tahun 1752 M, kedua suami istri tersebut bekerjasama dengan para pendekar silat lainnya mengadakan perlawanan bersama rakyat untuk mengusir tentara belanda dari bumi Aceh. Pada mulanya mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda, namun dengan siasat licik dengan cara mengadu domba diantara rakyat Aceh, maka tentara Belanda dapat mengetahui kelemahan suami Cut Suriah tersebut. Akhirnya pada saat yang naas bagi Teuku Kaharuddin Solehuddin, Belanda dapat menembak roboh beliau dengan peluru emas, maka gugurlah beliau sebagai seorang syuhada.<br />
Setelah suaminya gugur, Hj. Cut Suriah hijrah ke dalam hutan + 35 km ke pedalaman daerah Bireun. Beliau mengasingkan diri sebagai seorang sufi. Pada waktu sedang hamil muda + 2 bulan. Dalam kehidupan sebagai seorang sufi kebutuhan hidup beliau bergantung kepada alam di sekitarnya. Sesekali beliau berburu dengan alat sedanya, beliau sering menolong orang-orang yang sedang mencari kayu atau hasil hutan lainnya, yang sering digangggu binatang buas seperti harimau, ular, buaya dan lain sebagainya. Sudah sering beliau menyelamatkan orang-orang yang diganggu binatang buas, kemudian lenyap tanpa meningggalkan jejak. Dari mulut ke mulut orang-orang yang pernah ditolongnya mengatakan bahwa adanya wanita berkerudung rapi dengan ilmu silatnya yang tinggi sanggup melumpuhkan binatang buas yang menyerang para pencari hasil hutan, hanya dengan beberapa gerakan saja. Yang karena keahliannya yang sangat mengagumkan sehingga terkenal sebagai seorang wanita berkerudung yang misterius sering menolong tanpa pamrih, kemudian pergi tanpa diketahui identitasnya. Sifat pendekarnya membuat dicari orang untuk berguru, tetapi karena yang masih buas sehingga banyak yang menjadi korban sebelum sampai ke tujuan.<br />
Sekitar abad ke XVII, datanglah seorang laki-laki bernama Bapak Sera, beliau adalah seorang yang gemar sekali bertualang. Dalam petualangannyabeliau banyak sekali menimba ilmu agama dan silat dari berbagai daerah, disamping berniaga sebagai mata pencariannya. Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih saja kurang. Ketika beliau sedang berada di daerah Riau, beliau mendengar berita yang tersiar akan keperkasaan wanita meisterius itu yang membuat Bapak Sera bertekad untuk mencarinya ke tanah Aceh. Untuk mencapai tujuannya, tentu saja harus melalui perjuangan yang amat berat, harus bertarung dengan harimau, ular, babi hutan, begitu juga harus berhadapan dengan buaya setiap menyeberangi sungai. Jarak yang hanya sekitar 30 km itu harus dicapai selama 3 bulan. Seandainya tidak berbekal ilmu silat, mustahil dapat mencapai tujuan.<br />
Rupanya segala sepak terjang Bapak Sera sudah diketahui oleh Ibu Hj. Cut Suriah. Ketika Bapak Sera sedang tertidur lelap terdengar suara takbir adzan dari Hj. Cut Suriah yang dikeraskan, tanda waktu shalat Shubuh telah tiba. Dari atas pohon besar Bapak Sera melihat seorang berkerudung kuning dengan menggendong anak dipunggungnya turun, untuk melaksanakan Shalat Shubuh. Kemudian Bapak Sera pun turun daripohon dan mengucap salam, dibalas salamnya. Kemudian mereka melakukan shalat dengan berjamaah. Sebagai seorang pendekar dan ahli sufi, semua sepak terjang dan tujuan dari Bapak Sera sudah diketahui oleh Hj. Cut Suriah. Sekitar tiga bulan Bapak Sera melayani Hj. Cut Suriah, barulah dengan perjuangan yang ulet mulailah diajarkan ilmu silat oleh Hj. Cut Suriah pada siang hari dan ilmu agama pada malam harinya. Setelah sekitar satu setengah tahun Bapak Sera berlatih, datanglah seorang pemuda yang terdampar, konon khabarnya dari tanah Sulawesi, bernama Lago dan menjadi adik seperguruan dari Bapak Sera.<br />
Kurang lebih 6 tahun berguru kepada Hj. Cut Suriah, Bapak Sera baru mengetahui nama asli gurunya tersebut. Nyai Panjate adalah julukan yang diberikan Bapak Sera, karena setiap menyusui anak perempuannya dengan terbungkus rapi selalu dikebelakangkan. Hj. Cut Suriah bersumpah bahwa putrinya itu tidak akan pernah dilatihilmu silat. Atasm anjuran Sang Guru, Bapak Sera dan Bapak Lagoa dianjurkan untuk kembali pulang ke tanah asalnya karena ilmu yang didapat telah dinilai cukup. Mereka kembali ke tanah Jawa, Bapak Sera ke Bogor dan Bapak Sera ke Tanjung Priuk, tepatnya daerah Lagoa sekarang, daerah itupun berasal dari nama beliau karena wafat dan dimakamkan disana.<br />
Dalam pengembaraannya, Bapak Sera bertemu dengan dengan seorang pedagang kain dari Mongol yang bernama Yu Sak Liong, yang kemudian menjadi majikan Bapak Sera dalam berniaga. Bah Yu Sak Liong adalah seorang Muslim yang lebih dikenal dengan nama Bah Yusa. Mereka berniaga berkeliling sampai ke tanah Aceh. Awal perkenalan mereka dimulai ketika saat Bapak Sera sedang menurunkan bal gulungan kain, tiba-tiba, satu gulungan kain tersebut jatuh dan akan menimpa dirinya. Namun dengan gerakan tangannya, Bapak Sera berhasil menagkis bal gulungan kain tersebut, hingga bal gulungan kain tersebut yang beratnya puluhan kilo tersebut mental terkena tangkisannya dan tak sengaja melayang menuju kea rah BahYusa. Namun dengan gerakan kakinya, Bah Yusa menyambut bal gulungan kain tersebut dan menendangnya kearah tempatsemula. Bah Yusa sangat kagum menyaksikan gerakan Bapak Sera yang hanya dengan sedikit saja menggerakan tangan, dapat menyelamatkan diri, karena jika orang lain yang mengalaminya pasti sudah cedera berat. Akhirnya mereka berkenalan dan sepakat untuk tukar pikiran dalam hal ilmu mereka masing-masing.<br />
Bah Yu Sak Liong ahli dalam beladiri menggunakan kaki sesuai dengan negeri asalnya yakni Mongol, sedangkan Bapak Sera ahli dalam menggunakan tangan. Mereka mengadu ilmu kurang lebih tiga hari tiga malam, dengan istirahat untuk mengerjakan shalat. Tak ada yang unggul dalam adu ilmu tersebut, Bah Yu Sak Liong hangus kakinya, sedangkan Bapak Sera hangus pula tangannya. Akhirnya mereka sepakat untuk mengabungkan ilmu mereka. Sejak saat itu maka bertambahlah ilmu silat Bapak Sera dan Bah Yu Sak Liong. Ilmu mereka kemudian dikenal dengan Aliran Sera, sesuai dengan nama penemunya yaitu Bapak Sera. Bah Yu Sak Liong kemudian kembali ke Mongol dan Bapk Sera meneruskan pengembaraannya.<br />
Suatu ketika Bapak Sera menyaksikan seorang pedagang kain keliling dari Cina Shantung sedang dikeroyok olehsekelompok penyamun yang bermaksud merampoknya, namun Cina tersebut dengan gesit dan lincah dapat mengalahkan para penyamun tersebut dengan hanya bersenjatakan meteran kainnya sebagai senjata toya. Permainan toyanya sangat mengagumkan, sampai-sampai bapak sera tidak beranjak dari tempatnya menyaksikan permainannya. Namun naas bagi Cina tersebut, ketika sedang bertarung, kakinya dipatuk seekor ular berbisa. Dia pinsan dan ditolong dan diobati oleh Bapak Sera hingga sembuh. Sebagaitanda terima kasih, Cina tersebut meberikan seluruh kain dagangannya kepada Bapak Sera, namun ditolak, meskipun demikian Bapak Sera tidak dapat menyembunyikan keinginannya untuk belajar ilmu toyanya.<br />
Maka dengan senang hati Cina Shantung tersebut mengajarkan ilmu toyanya kepada Bapak Sera dan dalam waktu singkat telah dapat dapat menguasai ilmu toya tersebut. Malah sebelum Cina Shantung tersebut kembali ke negeri asalnya, dia berkenan menurunkan seluruh ilmunya kepada Bapak Sera dan mereka berdua mengangkat saudara. Bapak Sera mengembangkan ilmunya sesuai dengan keadaan waktu itu, konon khabarnya beliau bermukim hingga wafat dimakamkan di Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor.<br />
Salah seorang murid Bapak Sera yang paling menonjol adalah Bapak Mursyid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Ocid yang berasal dari Kebonmanggis. Beliau inilah yangmengembangkan Aliran Sera pada abad ke XVIII di daerah Bogor dan sekitarnya. Ciri-ciri fisik Bah Ocid, tinggi sekitar 157 cm, rambut panjang sebahu, kuku tangan dan kaki sekitar 7 cm, sehingga kalau berjalan, aka nada bekas kuku kakinya menggores jalan yang dilaluinya. Tak banyak hal ikhwal Bah Ocid, untuk lembih komplitnya kami masih berusaha mencari datanya dari berbagai sumber. Konon Bah Ocid ini selain menguasai Silat Sera, juga mempelajari ilmu istijrad. Kuku tangan dan kakinya dibiarkan panjang karena tak bias dipotong, begitu pula rambutnya, mandi hanya dapat dilakukan setahun sekali yakni pada Bulan Maulud, hal ini disebabkan ilmu istijradnya tersebut yang menyebabkannya. Pantangan ini kalau dilanggar akan menyebabkan badan Bah Ocid menjadi hitam dan gatal-gatal. Jika Bah Ocid sedang tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, sebab dapat berakibat fatal, karena refleknya yang sudah menyatu, walaupun sedang tidur, Bah Ocid dapat membuat orang yang membangunkannya jatuh tunggang langgang. Kalau terpaksa orang yang membangunkannya harus memakai galah atau tongkat panjang, itupun bisa patah-patah karena refleknya.<br />
Sepengetahuan Bapak Sera bahwa Hj. Cut Suriah tidak pernah mengajarkan ilmu hitam, adapun ilmu-ilmu hitam yang dipunyai oleh Guru-guru Sera adalah hasil pelajaran dari Guru-guru sebelumnya, karena berguru Silat Sera, fisik harus kuat dahulu, seperti Bah Ocid, sebelumnya sudah mempunyai ilmu kebal, kejayaan, Batara Karang dan lain sebagainya.<br />
Peristiwa Bapak Sera rupanya juga dialami oleh Bah Ocid, yakni pernah mengadu ilmu dengan seorang Cina seorang pedagang koyo bernama Babah Tong, yang juga mahir ilmu silat. Merekamengadu ilmu di pinggir kali Cipakancilan di Jalan Paledang, di depan Asrama Tentara yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Babah Tong mengakui keunggulan Bah Ocid, setelah itu hubungan mereka tetap berjalan baik. Babah Tong menganggap Bah Ocid sebagai kakak sperguruannya. Kata Pabaton sekarang adalah berasal dari nama beliau, karena tinggal disana. Bah Ocid banyak mempunyai murid, tetapi jarang yang sampai kepada ajaran terakhirnya yaitu yang disebut Sera Geni, Gerak Rasa Sera, Rasa Diri Sera dan Sera Manjak Pamungkas, yang merupakan filsafat Silat Sera. Kebanyakan hanya sampai pada Langkah Opat Lipet, Kombinasi dan Tilu Eusi (Tiga Isi) beserta fungsinya atau istilah Ajaran Sera disebut Rusiah (Rahasia).<br />
Dalam hal ini hanya Bapak H. Ali Yoenoes Bin Kartadiredja, yang sampai kepada Langkah Pamungkas. Beliau sebelum menjadi murid Silat Sera dari Bah Ocid terlebih dahulu banyak belajar dari guru-guru silat terkenal di seluruh Tanah Jawa, diepkirakan tidak kurang dari 11 (sebelas) orang gurunya. Dengan bermodalkan silat-silat itulah baru dapat berguru kepada Bah Ocid, konon khabarnya, setiap beradu fisik dengan Bah Ocid, kalau tidak berilmu tentulah anggota badan yang terkena benturan akan menjadi hitam legam (tampak hangus). Bapak H. Ali Yoenoes berasal dari Jombang, Jawa Timur, beliau malang melintang di dunia persilatan sejak abad ke XVII dan XIX, karena beliau panjang umurnya sampai mencapai usia 103 tahun. Beliau pernah dicoba oleh para pendekar berbagai daerah, namun Alhamdulillah belum pernah kalah. Dahulu Pemerintah Kolonial Belanda sengaja mengadu domba para pendekar silat. Mereka diharuskan bertarung sampai mati, dengan perjanjian tidak ada tuntutan apapun dari pihak keluarga korban, dibawah panggung sudah disediakan keranda mayat. Belanda sengaja mengadakan hal tersebut dengan maksud agar para pendekar silat tersebut tumpas dengan sendirinya, hingga tidak ada yang ditakuti lagi oleh pihak Belanda. Acara tersebut diadakan setiap tahun bertempat di dalam Istana Kebun Raya Bogor, dalam memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda, Ratu Wilhemina.<br />
Pada awal mulanya Bapak H. Ali Yoenoes tidak menyadari siasat licik dari pihak Belanda tersebut, maka pada setiap bertanding beliau pasti membunuh lawannya, tak kurang, 19 orang mati ditangannya. Tetapi akhirnya beliau menyadari akan hal ini, maka setiap kali bertarung, beliau tidak sampai membunuh lawannya yang kalah, namun cukup hanya dilukai saja dan kemudian menyuruh lawannya tersebut untuk melarikan diri. Tindakan ini lama kelamaan tercium juga oleh pihak Belanda dan akhirnya Bapak H. Ali Yoenoes untuk selanjutnya tidak diperkenankan ikut pertandingan lagi, malahan beliau ditahan selamapertandingan berlangsung. Para pendekar yang beliau selamatkan pada pertandingan tersebut, setiap Hari Idhul Fitri dan Bulan Maulud selalu berkumpul dan bersilaturahmi di rumah Bapak H. Ali Yoenoes di Gang Selot Paledang, sebagai rasa syukur dan tanda terima kasih telah diselamatkan nyawanya. Bapak H. Ali Yoenoes belajar silat pada Bah Ocid sekitar 9 tahun dan beliau melatih selama 21 tahun.<br />
Bapak H. Ali Yoenoes menunaikan ibadah haji pada tahun 1969. Salah seorang putra beliau yang turut mengembangkan Silat Sera adalah Bapak Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Komang dan di dunia persilatan dijuluki Si Girimis, karena kecepatan tangan beliau yang kalau mencecar lawan seperti hujan gerimis, putra lainnya adalah H. Rachmat atau lebih dikenal dengan nama Pak Memet. Bapak H. Ali Yoenoes bin Kartadiredja meninggal pada tahun 1971 dalam usia 103 tahun, yang kemudian disusul oleh putranya yakni Bapak Abdulrachman pada tahun 1983 dalam usia 64 tahun.<br />
Salah satu murid yang dilatih oleh Bapak H. Ali Yoenoes dan Pak Komang adalah Bapak H. Cucu Sutarya, SH Bin Tubagus Baban Sidik Ismaya. Beliau mulai berlatih pada Bapak H. Ali Yoenoes sejak tahun 1957 hingga tahun 1968 dan mengembangkannya hingga sekarang. Bapak H. Cucu Sutarya, SH menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1998, sekitar bulan Maret-April (Tahun 1418 Hijriah). Beliau pernah pula menimba ilmu dari berbagai sumber lain seperti karate (Dan II Internasional) yudo, tinju (pernah juara tinju kelas bantam pada PON di Surabaya), kuntau, yuyitszu, dan silat dari perguruan lain seperti Aliran Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. Hal ini dilakukan atas anjuran dari Bapak H. Ali Yoenoes sebagai bahan pembanding dan sebagai ilmu tambahan saja, tetapi loyalitas tetaplah terpusat pada Silat Sera yang kemudian beliau kembangkan menjadi Perguruan Pencak Silat PANCASSERA (Lima Silat Sera, yaitu Sera Banyu, Sera Ringkus, Sera Bayu, Sera Putih dan Sera Geni). Khusus untuk para Pelatih diajarkan Gerak Rasa dan Rasa Diri sebagai Langkah (Jurus Panjang) terakhir dari Aliran Silat Sera. Bapak H. Cucu Sutarya, SH mendapat kepercayaan langsung dari Bapak H. Ali Yoenoes untuk meneruskan perguruan. Beliau resmi mulai melatih sejak tahun 1968 di Bandung dan di Garut, kemudian di Bogor sampai sekarang. Hanya kepada beliaulah Bapak H. Ali Yoenoes menurunkan seluruh ilmunya hingga tuntas untuk dikembangkan dan diteruskan. Dengan demikian pewaris dan penerus satu-satunya adalah Bapak H. Cucu Sutarya, SH.</p>
<p>Guru-guru lain dari Bapak H. Cucu Sutarya, SH adalah :<br />
1. H. Adra’I Cianjur Selatan (Pengurutan dan Patah Tulang)<br />
2. Kyai H. Baing Bakri Pasarean Cianjur (Cikalong)<br />
3. Bah Rumanta Garut (Syahbandar)<br />
4. Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan)<br />
5. Bah Maun Dreded Bondongan (Sera Pamacan)<br />
6. Bah Enuh Tarogong Garut (Ajrak)<br />
7. Liem Sen Thong Bogor (Kuntau dan Akunktur)<br />
8. Meneer Ong Bogor (Yudo dan Yuyitszu)<br />
9. Mr. Matsunaga Osaka Jepang (Karate)<br />
10. Endang Ukaedi Bogor (Tinju)</p>
<p>Perguruan Silat Pancassera menjadi anggota IPSI pada tahun 1976. Sampai saat ini perguruan telah banyak berkembang, bahkan sampai keluar Pulau Jawa yakni di Kalimantan dan Maros, Sulawesi Selatan. Di Jawa sendiri Silat Sera tersebar luas, mulai dari Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta dan di mancanegara di Amerika Serikat, Norwegia dan khusus di Belanda ada murid Bapak H. Ali Yoenoes yaitu Keluarga Van de Vries.<br />
Pada perguruan Silat Pancassera khusus diajarkan :<br />
• Ilmu beladiri Sera tangan kosong<br />
• Ilmu beladiri senjata : golok tunggal, golok ganda, gobang (sejenis pedang), gada, toya panjang, toya pendek, ruyung pendek, ruyung panjang, toya pendek, toya panjang, trisula, tongkat rantai dua, rantai tiga (double stick, triple stick), pisau terbang, cambuk, cemeti, clurit dan kombinasi senjata-senjata tersebut)<br />
• Pengurutan keseleo, patah tulang.<br />
• Tusuk jari, tusuk jarum (akupunktur.<br />
• Peramuan obat-obatan tradisional.<br />
• Seni pernapasan.</p>
<p>Kami menghimbau kepada para pengembang Aliran Silat Sera untuk dapat bersilaturahmi dengan Perguruan-perguruan Silat Sera lainnya dimana saja berada, apapun nama perguruannya dengan Perguruan Pencak Silat PANCASSERA yang sumbernya sama. Dimana khas Silat Sera yaitu jurus-jurusnya banyak dikenal dengan jurus dari huruf Arab dan Cina, seperti : Alif, Ba, Lam Alif (dari huruf Arab), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, dari Bahasa Cina) dan lain sebagainya.<br />
Demikian Sejarah singkat Aliran Silat Sera yang kini bernama PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA, wallahu alam (Hanya Allah Yang Maha Tahu), akan segala kejelasan serta kebenarannya.</p>
<p><strong>SUSUNAN PENGURUS</strong><br />
PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA</p>
<p>PEMBINA/PELATIH UTAMA : H. CUCU SUTARYA, SH<br />
P E L I N D U N G : Mayor Jenderal (Purn) H. AMIR TOHAR<br />
KETUA UMUM : H. SUPARNI<br />
SEKRETARIS JENDERAL : R. SOEPRAPTO DJOJOPOESPITO<br />
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MUHAMMAD SIDIK<br />
BENDAHARA I : H. SUPARDI<br />
BENDAHARA II : EENG SUHERMAN<br />
KEPALA BIDANG ADMINISTRASI : Drs. MACHMUD DJAKSAN<br />
KEPALA BIDANG TEKHNIK : Drs. ADEH DJAJADI</p>
<p>Ditetapkan pada tanggal 27 Nopember 2005, bertempat di Gedung Pertemuan Balai Besar Industri Agro, Jalan Ir. H. Juanda Bogor.</p>
<p>Ditulis kembali oleh :<br />
Muhammad Sidik, Sabuk Hitam Tingkat II, Cabang Gas Alam Cimanggis Depok.<br />
Komplek Departemen Penerangan/Harapan Baru Taman Bunga Blok G.08 RT.004 RW.010 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok 16954</p>
<p>sumber: <a href="http://www.facebook.com/topic.php?uid=8436699980&amp;topic=14541" target="_blank">facebook bang Santanu Muliawidi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ilmu Pencak Silat Batin</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2009/12/ilmu-pencak-silat-batin/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2009/12/ilmu-pencak-silat-batin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 10:32:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Kita selalu melihat para pendekar silat maupun pendekar kungfu, pendekar karate, judo dan sebagainya ketika beraksi sangat luar biasa. sekali tebas saja sudah mampu melumpuhkan lawan. bukan itu saja, meski lawan melebihi dari satu orangpun sipendekar mampu berkelit menyelamatkan diri, bahkan mampu melumpuhkan sipenyerang hingga tidak dapat berkutik. Tentu semua yang dimiliki oleh sang pendekar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>Kita selalu melihat para pendekar silat maupun pendekar kungfu, pendekar karate, judo dan sebagainya ketika beraksi sangat luar biasa. sekali tebas saja sudah mampu melumpuhkan lawan. bukan itu saja, meski lawan melebihi dari satu orangpun sipendekar mampu berkelit menyelamatkan diri, bahkan mampu melumpuhkan sipenyerang hingga tidak dapat berkutik.</p>
<p>Tentu semua yang dimiliki oleh sang pendekar merupakan ilmu silat yang didapat bukan sehari dua hari hingga mampu selihai/semahir itu. Dengan percaya diri yang kuat sekaligus dengan kekuatan tenaga dalam yang penuh mampu melumpuhkan satu persatu lawannya.</p>
<p>Karena untuk menjadi seorang yang mahir tidaklah gampang/mudah, sudah tentu memerlukan waktu yang panjang untuk dapat meyerap teknik silat yang banyak, dengan demikian maka ketangkasan baru dapat dimiliki secara sempurna.</p>
<p>Bagaimana kalau seseorang yang ingin menguasai ilmu silat tetapi tidak memiliki waktu yang cukup karena kesibukan atau kebutuhan yang mendesak? Misalnya belum pernah belajar silat tetapi tiba tiba dijalan yang sepi dihadang oleh penyamun/segerombolan preman yang mengancam nyawanya, atau tiba tiba rumah dimasuki maling lalu maling akan membunuhnya. banyak zaman sekarang ini yang harus diwaspadai dalam hal keselamatan diri atau keluarga. setidaknya mampu menyelamatkan diri walau tidak mampu melumpuhkan musuh.</p>
<p>Orang tua kita dulu banyak bercerita pengalaman mereka ketika bagaimana menyelamatkan diri dari para penjajah, apalagi melawan dan melumpuhkan perampok dengan mudahnya. semua yang mereka lakukan dalam upaya membela diri, membela keluarga bahkan membela negara dalam memperjuangkan kemerdekaan.</p>
<p>Untuk mampu seperti itu diperlukan ketangkasan khusus yang disebut dengan pencak silat, kalau di negara jepang lebih dikenal dengan sebutan karate, dan di china menyebutnya kungfu. Mempelajari ilmu ketangkasan ini tidak cukup waktu sebentar, karena mempelajarinya diperlukan waktu berbulan hingga bertahun tahun agar dapat menguasainya dengan benar/tingkat mahir.</p>
<p>Tetapi ada suatu metode singkat dan instan bagaimana agar dapat menguasai silat tetapi tidak butuh waktu hingga berhari hari. sehingga meski kita tidak ada watu luang atau tidak tertarik dengan pencak silat namun kita dengan mudah menguasainya/memahirannya. lebih uniknya lagi, metode ini dapat menyerap semua teknik persilatan, teknik kungfu, teknik karate dan sebagainya.</p>
<p>Begitu dahsyatnya ilmu ini, walau untuk mendapatkan keahlian melompat bak kijang, terbang bak kelelawar, merayap bak cecak, menerkam bak harimau, melilit bak ular, mencakar bak elang, memanjat bak monyet, indah bak walangkadung, lembut bak tai chi, keras bak karate, kuncian bak judo dan sebagainya, namun semua itu dengan mudah dapat di miliki dengan sarana ilmu pencak silat bathin.</p>
<p>Adapun ilmu pencak silat batin sebagai berikut:</p>
<p>Bagi yang beragama islam di terlebih dahulu :</p>
<p><em><span style="color: #ff0000;"><strong>Berwudhu / mengambil air sembahyang.</strong></span></em></p>
<p>Setelah berwudhu maka ambil tempat yang tidak berbahaya. diruangan terbuka atau diruangan tertutup, lalu memasang kuda-kuda berdiri dengan kaki terbuka lalu sikap seperti menyembah dengan menyatukan kedua tapak tangan sambil mata terpejam, lalu membaca:</p>
<p><span style="color: #008000;"><strong>1. Basmalah 1x<br />
2. Dua kalimah sahadat 1x<br />
3. La haula wala quwwata illa billahhil ‘aliyil ‘azim 1x<br />
4. subhanallah 7x<br />
5. Berfatihah kepada syeh abdul qodir zailani. 1x</strong></span></p>
<p>lanjutkan membaca:</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">“Isim Abdik<br />
Nyeluken pencak ibingan jurus…….(<em>sebutkan gerak / permainan silat yang diinginkan seperti monyet, macan, ungfu, karate, judo dan sebaginya tetapi satu permainan saja untuk perdana</em>)<br />
isim abdik<br />
Nyeluken sahadat<br />
Nyeluken safa’at<br />
Gusti allah nu maha suci”</span></strong></p>
<p>lalu tarik nafas dalam</p>
<p>maka seketika tubuh akan bergetar lalu bergerak kesana kemari dengan sendirinya membentuk gerakan sesuai keinginan. Untuk pemula jangan memakai patner/lawan, karena semua gerakan belum terkontrol.</p>
<p>Anehnya, meski mata terpejam tetapi insting atau mata bathin terbuka lebar dan mengetahui sekelilingnya. walau  serangan dari belakangpun akan dapat diketahui dan dielakkan bahkan dapat melumpuhkan serangan. Pada saat melakukan silat bathin ini kita seolah olah mengetahui isi hati orang dan sebagainya. sungguh luar biasa.</p>
<p>Apabila selalu dilatih maka ada pepatah “ala bisa karena biasa”, dengan sendirinya kita dapat mengendalikan dan mengontrolnya, sebab dalam melakukan silat batin diri kita dalam keadaan sadar 100% (seratus persen).</p>
<p>Suatu waktu apabila ada lawan yang akan membahayakan maka seketika kita akan mampu berkelit menyelamatkan diri dan kalau berkeinginan melumpuhkan pun dapat melakukanya dengan mudah. tidak perlu membaca lapal ilmu seperti diawal berlatih.</p>
<p><em><strong><span style="color: #ff0000;">Khusus untuk muslim di anjurkan dalam hati ucapkan zikir asma allah..(allah-allah-allah)</span></strong></em></p>
<p>Ada suatu pengalaman, karena asyiknya bermain pencak silat batin sehingga tidak dapat berhenti/terus bergerak dengan gerakan silat, jangan bigung atau ketakutan. ucapkan dalam hati<strong><span style="color: #ff0000;"> “subhanallah” </span></strong>berulang ulang terus lemaskan seluruh tubuh. begitu juga apabila membantu memberhentikan teman yang sedang lakukan silat batin maka dengan lembut sentuh pundaknya dan ucapkan<strong><span style="color: #ff0000;"> “subhanallah”.</span></strong> memberhentikan harus dengan kelembutan, tidak boleh memakai kekerasan.sangat berbahaya bagi orang lain yang memberhentikan, karena refleknya cukup tinggi. tetapi sebenarnya ilmu ini sangat bersahabat bagi orang yang berhati baik dan memakai kelembutan.</p>
<p>http://kibayu.wordpress.com/2009/06/29/ilmu-pencak-silat-batin/</p></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2009/12/ilmu-pencak-silat-batin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GERAK SAKA  Bergerak Sesukanya dengan Rasa</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2009/12/gerak-saka-bergerak-sesukanya-dengan-rasa/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2009/12/gerak-saka-bergerak-sesukanya-dengan-rasa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 10:34:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Cobalah untuk memukulnya. Dijamin tangan lelaki berusia 58 tahun itu akan berkelebat cepat. Tangan kiri menangkis serangan berbarengan dengan tangan kanan menerjang muka lawan. Cash and carry. Kalau diserang, langsung kite bayar kontan, ujar Muhammad Sani sembari tertawa. Itulah karakter khas Gerak Saka. Aliran silat ini berasal dari Jawa Barat. Ini semula memang bela diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cobalah untuk memukulnya. Dijamin tangan lelaki berusia 58 tahun itu akan berkelebat cepat. Tangan kiri menangkis serangan berbarengan dengan tangan kanan menerjang muka lawan.</p>
<p>Cash and carry. Kalau diserang, langsung kite bayar kontan, ujar Muhammad Sani sembari tertawa.</p>
<p>Itulah karakter khas Gerak Saka. Aliran silat ini berasal dari Jawa Barat. Ini semula memang bela diri internal keluarga menak Sunda keturunan Prabu Siliwangi, kata Sani.</p>
<p>Raden H Muhammad Sjafe&#8217;i (1931-2001) adalah orang yang membawa bela diri tradisional ini ke Jakarta.</p>
<p>Bang Pe&#8217;i, demikian Muhammad Sjafe&#8217;i biasa disapa, belajar dari salah seorang kerabat istrinya, Raden Widarma. Meski keturunan bangsawan Pandeglang, Pe&#8217;i semula juga tak diperkenankan untuk mempelajarinya.</p>
<p>Ki Sura (nama aslinya tidak diketahui), salah seorang paman istri Bang Pe&#8217;i, akhirnya memberi izin Pe&#8217;i muda untuk memperdalam ilmu silat ini.</p>
<p>Pe&#8217;i juga diizinkan untuk mengajarkan ilmu ini kepada orang di luar lingkungan keluarga, asalkan mengubah nama alirannya. Aslinya bernama Gerak Gulung Pribumi, kata Sani.</p>
<p>Ketika mengembangkannya di Petojo, Jakarta Selatan, Pe&#8217;i mengubah namanya menjadi Gerak Saka. Singkatan dari Sakadaekna (bahasa Sunda) yang artinya sesukanya, kata Sani.</p>
<p>Maksudnya, ketika bertarung, gerakan aliran silat ini memiliki fleksibilitas bagaimana melumpuhkan lawan. Kena matanya bisa, mau serang kemaluan boleh, mau ambil ulu hati juga nggak apa-apa, ujarnya.</p>
<p>Selain Sani, dua ahli waris lainnya adalah H Abdullah di Condet dan H Nunung di Rawa Belong, yang lalu membentuk Gerak Sanalika.</p>
<p>Kesederhanaan dan fleksibilitas menjadi ciri khasnya. Aliran ini tidak memiliki kembang dan hanya memiliki lima jurus. Jurus-jurus ini sebenarnya hanya merupakan gerakan-gerakan dasar yang dalam aplikasinya berkembang sesuai dengan situasi pertarungan dan kondisi lawan.</p>
<p>Ilmu silat ini memang khusus untuk bertarung. Ketika menyerang, tangan digunakan hanya untuk menjangkau dan memukul daerah berbahaya lawan, seperti mata, leher, ulu hati, dan kemaluan.</p>
<p>Dalam ilmu ini kita memang diajarkan harus melumpuhkan lawan secepat mungkin, ucap Sani.</p>
<p>Tak seperti aliran silat lain yang lebih menekankan pada kecepatan dan kekuatan, ilmu bela diri ini bertumpu pada rasa, yakni sensitivitas untuk membaca sirkulasi pergerakan dan tenaga lawan lewat sentuhan tangan. Makanya ilmu ini juga disebut Gerak Rasa.</p>
<p>Rasa penting dalam perkelahian karena tangan yang terlatih akan memiliki kepekaan dan secara otomatis mengantisipasi gerakan lawan tanpa melihat.</p>
<p>Ketika bertarung, wajah kita justru berpaling dari musuh dan hanya melihat lawan lewat sudut mata, kata Sani. Unik, bukan?</p>
<p>Penulis :<br />
AMAL IHSAN<br />
Koran Tempo<br />
Edisi : Sabtu, 24 Februari 2007</p>
<p><strong>www.silatindonesia.com</strong></p>
<p align="center">
<script type="text/javascript">// <![CDATA[
google_ad_client = "pub-9298404015897950";
//300x250, created 1/6/08
google_ad_slot = "2381277887";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
// ]]&gt;</script> <script src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript">
</script><script src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/expansion_embed.js"></script><script src="http://googleads.g.doubleclick.net/pagead/test_domain.js"></script><script type="text/javascript">// <![CDATA[
google_protectAndRun("ads_core.google_render_ad", google_handleError, google_render_ad);
// ]]&gt;</script><ins style="border: medium none; margin: 0pt; padding: 0pt; display: inline-table; height: 250px; position: relative; visibility: visible; width: 300px;"><ins style="border: medium none; margin: 0pt; padding: 0pt; display: block; height: 250px; position: relative; visibility: visible; width: 300px;"></ins></ins></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2009/12/gerak-saka-bergerak-sesukanya-dengan-rasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perguruan Silat Warisan Leluhur Tunggal Pusaka tradisional Indonesia</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2009/12/perguruan-silat-warisan-leluhur-tunggal-pusaka-tradisional-indonesia/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2009/12/perguruan-silat-warisan-leluhur-tunggal-pusaka-tradisional-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 10:32:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=483</guid>
		<description><![CDATA[Silatindonesia.com, Perguruan Silat Warisan Leluhur Tunggal Pusaka tradisional Indonesia yang disingkat dengan PS. WALET PUTI didirikan oleh Bapak Sofyan Ratta pada bulan Januari 1970 di Kisaran-Sumatera Utara. Dengan didasari oleh pengalaman hidup mengembara dari suatu dusun ke dusun lainnya bahkan keluar masuk hutan belantara dan didorong semangat hidup pantang menyerah sebagai pemuda dikala itu, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><strong>Silatindonesia.com,</strong> </span></p>
<p><span>Perguruan Silat Warisan Leluhur Tunggal Pusaka tradisional Indonesia yang disingkat dengan PS. WALET PUTI didirikan oleh Bapak Sofyan Ratta pada bulan Januari 1970 di Kisaran-Sumatera Utara.</p>
<p>Dengan didasari oleh pengalaman hidup mengembara dari suatu dusun ke dusun lainnya bahkan keluar masuk hutan belantara dan didorong semangat hidup pantang menyerah sebagai pemuda dikala itu, maka diciptakanlah suatu beladiri yang diberi nama Perguruan Silat Walet Puti.</p>
<p>Dengan ketekunan dan kesabaran, maka cita-cita luhur Beliau tersebut mendapat tempat dikalangan masyarakat luas, sehingga pengembangan demi pengembangan dapat dirasakan keberadaannya hampir diseluruh daerah pulau Sumatera dan Jawa bahkan telah masuk Malaysia.</p>
<p>Untuk mengatasi berbagai kendala bagi Para Pendekar PS WALET PUTI dalam melakukan tugas pengembangan, maka diciptakanlah suatu metoda pengobatan yang dikenal dengan nama Ilmu Pengobatan Tradisional Totok Darah</p>
<p>PS WALET PUTI yang menggunakan sepasang stik dari bahan perak untuk merangsang titik-titik saraf dan mengatasi penyumbatan-penyumbatan pembuluh darah serta telah disempurnakan lagi dengan penyaluran energy metafisik yang dapat dilakukan secara jarak jauh dang telah terbukti sangat efektif dalam penyembuhan berbagai penyakit.</p>
<p>Ilmu Totok Darah ini tidak ada kaitannya sedikitpun dengan totok darah dari negeri Cina yang dikenal dengan nama Jurus Utara Selatan, maupun Ilmu Pengobatan negeri lainnya, tetapi Ilmu Pengobatan ini adalah berdiri sendiri, tunggal , tidak berteman dan tidak pula bertukar pikiran kepada siapapun atau bangsa manapun. Asli Milik Indonesia.</p>
<p>Pada mulanya Ilmu Pengobatan ini diberikan kepada para Pendekar/ Pelatih PS. WALET PUTI untuk mengatasi siswa yang cedera dalam latihan, akan tetapi karena banyaknya permintaan dari kalangan Masyarakat, maka ilmu Pengobatan ini ditumbuh kembangkan dan dikelola secara lebih Profesional.</p>
<p>Sampai sekarang telah berkembang di 17 Propinsi Sumatera dan Jawa, kegiatan-kegiatan Pengobatan missal di berbagai daerah dilakukan hampir setiap hari dan selalu mendapat respon positif dari berbagai kalangan sehingga telah banyak instansi swasta maupun Pemerintah yang mengajak kerja sama pengobatan secara missal.</p>
<p>Pada bulan Desember tahun 2005 dan tahun 2006 lalu , Pengobatan ini ikut andil dalam Pameran International di Pulau Pinang- Malaysia dan juga mendapat respon yang sangat baik, hal ini terbukti dengan semakin banyaknya permintaan pengobatan dari masyarakat negeri jiran tersebut. Bahkan seorang pengidap HIV yang telah merasakan pengobatan ini merasakan suatu perubahan drastic terhadap kebugaran tubuhnya dan akan tetap minta dilanjutkan pengobatannya sampai waktu 3 bulan yang telah ditentukan.</p>
<p>Di daerah Malang Jawa Timur, pengidap HIV-AIDS mulai antusias minta diobati setelah melihat seorang pengidap HIV yang telah sembuh dan seorang lagi yang sedang dirawat telah menunjukkan hasil luar biasa hanya dalam tempo 3 minggu perawatan ( data-data pasien lengkap di klinik kami.)</p>
<p><strong>SAPTA DHARMA PS WALET PUTI</strong></p>
<p>1.   KETUHANAN YANG MAHA ESA<br />
2.   TIDAK DIBENARKAN MELAWAN KEDUA ORANG TUA<br />
3.   TIDAK DIBENARKAN MELAWAN GURU ATAU PELATIH<br />
4.   TIDAK DIBENARKAN MENGHINA PERMAINAN ORANG LAIN<br />
5.   TIDAK DIBENARKAN MEMPERMAINKAN JURUS DIDEPAN UMUM<br />
6.   TIDAK DIBENARKAN MENGGANGGU DAN TIDAK MAU DIGANGGU<br />
7.   SATU PERGURUAN ADALAH SATU PERSAUDARAAN</p>
<p><strong>PROGRAM MATERI LATIHAN</strong></p>
<p>Satria Mula ( Sabuk Putih ). Pokok Dasar- I., Pokok Dasar II. Sambut Pukul Talitemali- I</p>
<p>Satria Muda ( Sabuk kuning ) Pokok Dasar III. Pokok Dasar IV. Sambut Pukul Talitemali II.<br />
Dasar senjata Toya.</p>
<p>Satria Madya ( Sabuk hijau ) Jurus Awal I. Jurul Awal II. Jurus Toya II. Sambut Pukul Talitemali III.</p>
<p>Satria Utama ( Sabuk Biru ) Jurus Awal III. Jurul Awal IV, Jurus Toya III. Sambut Pukul<br />
Talitemali IV. Jurus Dasar Tekfi</p>
<p>Pendekar Muda ( Sabuk Coklat) Jurus Walet I . Jurus Walet II. Jurus Dasar Double Stik.<br />
Jurus Toya IV. Jurus Dasar Tekfi I</p>
<p>Pendekar Madya ( Sabuk Hitam ) Jurus Walet III. Jurus Walet IV. Jurus Toya Pintu-I<br />
Jurus Dasar Tekfi- II . Pengenalan Pengobatan.</p>
<p>Pendekar Utama Jurus-Jurus Tangan Kosong. Jurus ? Jurus Senjata. Pendalam Pengobatan<br />
Totok Darah.</p>
<p>Mandala-I- IV Program Khusus. Penyempurnaan Totok Darah.</p>
<p>silatindonesia.com</p>
<p>Sumber : PS Walet Puti<br />
SUTOPO, SE<br />
PENGURUS WALET PUTI SUMUT<br />
TLP.061-77277395</p>
<p><strong>www.silatindonesia.com</strong><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2009/12/perguruan-silat-warisan-leluhur-tunggal-pusaka-tradisional-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membalas Secepat Kilat</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2009/12/membalas-secepat-kilat/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2009/12/membalas-secepat-kilat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 10:28:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[Edisi : Minggu, 25 Maret 2007 Sumber : Koran Tempo (Amal Ihsan) Membalas Secepat Kilat Sebuah pukulan datang dengan cepat. Mengarah ke muka. Tapi tangan lelaki setengah baya itu dengan tenang menepisnya. Serangan kedua datang menyusul. Lagi-lagi bisa ia mentahkan. Bersamaan tangan kanannya ganti menyerang. Kaki lawan dikunci. Si penyerang pun terlempar. Melihat jurusnya, sungguh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Edisi : Minggu, 25 Maret 2007<br />
Sumber : Koran Tempo (Amal Ihsan)<br />
Membalas Secepat Kilat</p>
<p>Sebuah pukulan datang dengan cepat. Mengarah ke muka. Tapi tangan lelaki setengah baya itu dengan tenang menepisnya. Serangan kedua datang menyusul. Lagi-lagi bisa ia mentahkan. Bersamaan tangan kanannya ganti menyerang. Kaki lawan dikunci. Si penyerang pun terlempar.</p>
<p>Melihat jurusnya, sungguh pas nama yang disematkan pada aliran ini: Si Kilat. Nama itu memang diambil dari karakter gerak pukulan yang secepat kilat. Aliran yang satu ini memang mengandalkan kecepatan tangan, kata Ibrahim bin M. Rosyad, ahli waris silat Si Kilat.</p>
<p>Kakek Ibrahim, Saprin (1911-1991), adalah orang yang menurunkan ilmu ini. Ketika itu, Ibrahim kecil belajar dari sang kakek yang tinggal tidak jauh dari rumahnya di daerah Kebon Baru. Selain itu, ia juga belajar Gerak Rasa dari ayahnya, M. Rosyad, dan Si Pecut dari Bang Utama.</p>
<p>Ibrahim lantas mencoba menggabungkan seluruh ilmu yang dikuasainya. Ia mencoba metodologi pengajaran yang baru. Misalnya ia langsung mengajarkan isi atau kunci jurus setelah mengajarkan kembangnya. Jadi begitu belajar jurus satu, langsung diteruskan latihan berpasangan atau sparring, katanya.</p>
<p>Tapi Ibrahim mempertahankan gerak Si Kilat yang asli di jurus yang terakhir. Walaupun karakter aliran ini adalah bertahan, menyerang balik justru menjadi inti ajarannya. Begitu lawan menyerang, langsung kita balas dengan cepat dan keras, katanya.</p>
<p>Serangan lawan hanya ditangkis seperlunya. Yang ditekankan justru adalah melakukan serangan balasan dengan beruntun sehingga tidak memberi kesempatan kepada lawan. Diserang satu, dibalas tiga, ujar Sahroni, anak Ibrahim.</p>
<p>Ciri lainnya adalah kuda-kuda yang menyandarkan kekuatan di satu kaki. Tujuannya adalah memancing lawan dan agar serangan ke kaki tidak menggoyahkan kuda-kuda, kata Ibrahim, yang berprofesi sebagai tukang bangunan itu.</p>
<p>Ibrahim sempat meneruskan ikhtiar kakek dan ayahnya mengembangkan aliran ini hingga ke beberapa wilayah, seperti Bekasi, Tomang, dan Kali Malang. Selama itu, ia beberapa kali dijajal oleh beberapa orang. Alhamdulillah, saya masih dilindungi Allah, katanya merendah. Semua yang ingin mencoba itu bisa saya kalahkan.</p>
<p>Tapi, sedikit demi sedikit, murid di beberapa tempat berkurang sehingga sekarang hanya tersisa di Kebon Baru. Yang di sini pun terkendala masalah tidak adanya tempat latihan, ujarnya.</p>
<p>Untuk melestarikan ilmu silatnya, Ibrahim membentuk kelompok kesenian Batavia Group, yang menyewakan jasa pertunjukan pencak silat untuk hajatan. Terutama untuk acara pengantenan, Buka Palang Pintu, dan Sambut Dandang, katanya. AMAL IHSAN</p>
<p><strong>www.silatindonesia.com</strong><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2009/12/membalas-secepat-kilat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIN LAM BA  Muka Dua dari Kebon Baru</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2009/12/sin-lam-ba-muka-dua-dari-kebon-baru/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2009/12/sin-lam-ba-muka-dua-dari-kebon-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 10:26:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[SIN LAM BA Muka Dua dari Kebon Baru Golok di tangan kanannya membacok ke samping. Secepat kilat golok itu sudah berpindah ke tangan kiri. Kali ini tangannya menusuk ke depan. Dan, lagi-lagi, golok itu sudah berpindah tangan. Tak terlihat mata. Ini jurus namanye Muka Dua, kata Haji Abdul Rauf, ahli waris Sin Lam Ba, setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>SIN LAM BA</p>
<p>Muka Dua dari Kebon Baru</p>
<p>Golok di tangan kanannya membacok ke samping. Secepat kilat golok itu sudah berpindah ke tangan kiri. Kali ini tangannya menusuk ke depan. Dan, lagi-lagi, golok itu sudah berpindah tangan. Tak terlihat mata.</p>
<p>Ini jurus namanye Muka Dua, kata Haji Abdul Rauf, ahli waris Sin Lam Ba, setelah memperagakan jurus tersebut. Sin Lam Ba? Ya, aliran bela diri terkenal itu ternyata mengajarkan jurus golok.</p>
<p>Haji Toha bin Si&#8217;ing (1882-1972) adalah orang yang pertama membawa aliran silat ini ke Jakarta. Toha muda mendapat ilmunya dari Haji Odo di Karawang, yang dipercaya merupakan murid dari Syekh Abdul Karim, tokoh sufi terkenal yang mengembangkan tarekat Qadiriyah di Banten pada akhir abad ke-19.</p>
<p>Bertahun-tahun nyantri di pesantren gurunya, Toha hanya belajar agama dan menjadi penjaga masjid. Ketika hendak pamit, barulah Haji Odo mengizinkan dia mengambil salah satu kitab lontar yang ada di masjid. Kitab yangg dipilihnya berjudul Ilmu yang Bekerja Jika Dizalimi Orang Lain.</p>
<p>Toha, yang opsir polisi itu, lantas mewarisi ilmunya kepada putra-putranya, antara lain H Mugeni, H Sarbini, H Harun, dan H Rauf. Kakak saya, H Harun Ahmad (1914-2003), kemudian mendirikan wadah perguruan yang diberi nama Sin Lam Ba, kata Cang Rauf.</p>
<p>Sin Lam Ba yang berdiri pada 1971 itu semula diajarkan di Menteng Dalam, Menteng Pulo, Senen, Tebet, Kebon Baru, Cawang, dan Cipayung. Tapi kemudian berkembang ke seluruh Jakarta dan bahkan provinsi-provinsi lainnya.</p>
<p>Nama Sin Lam Ba yang asalnya dari tiga huruf aksara Arab itu ternyata singkatan dari sa&#8217;dah (kebahagiaan), latifah (kelembutan), dan barokah (keberkahan). Maknanya, murid-murid perguruan harus bersikap lemah lembut dan sabar untuk bisa mencapai kebahagiaan dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.</p>
<p>Terkadang ada juga yang memaknainya sahabat lahir batin, yang bermakna setiap murid harus mengembangkan sikap persahabatan terhadap sesama muslim, ujar Adi Gepeng Sofyan, murid Cang Rauf yang mengembangkan Sin Lam Ba di Bekasi.</p>
<p>Ciri khas perguruan ini adalah kombinasi jurus silat, pernapasan, dan amalan doa, yang menghasilkan tenaga dalam yang dapat menjatuhkan lawan dari jauh. Dulu ilmu ini sering disebut ilmu kontak karena lawan jatuh tanpa disentuh, kata Gepeng.</p>
<p>Selain itu, aliran ini masih memiliki beberapa ilmu silat yang unik, salah satunya adalah jurus Muka Dua yang memiliki karakter gerak sama dan seimbang untuk dua tangan. Dengan memindahkan senjata dari tangan ke tangan, Bisa mencegah senjata kita direbut lawan, kata Cang Rauf.</p>
<p>Penulis : AMAL IHSAN<br />
Koran tempo &#8211;  Edisi : Minggu, 11 Februari 2007</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2009/12/sin-lam-ba-muka-dua-dari-kebon-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
