Aliran Silat

Silat Betawi Langkah Troktok (SIBELATOK)

Dec 27th, 2010 | By | Category: Aliran Silat

Senin, 11 Oktober 2010 MAEN PUKUL TROKTOK DI ULUJAMI Maen pukul Troktok atau yang di Ulujami biasa disebut dengan “LANGKAH” atau “RONCE” adalah salah satu maen pukul disamping beberapa aliran maen pukul yang ada dan berkembang di Ulujami. Maen pukul ini dibawa ke Ulujami sejak Kong H Dilun mempelajarinya dari Guru Marzuk asal Rawakidang Tangerang. [...]



Sejarah dan perkembangan Permaenan Silat Ki Atu

Dec 21st, 2010 | By | Category: Aliran Silat

Permaenan silat Ki Atu berasal dari daerah Cawang Kampung Asem (dahulu Cawang dan Kampung Asem masih jadi satu). Berdasarkan tutur sejarah silat ini berasal dari seorang pendekar wanita yang bernama Ne’ Reme, yang kemudian diturunkan kepada satu-satu nya murid beliau yaitu Ki Atu atau yang biasa juga dipanggil Ence Tua Atu.



Silat Pauh

Sep 2nd, 2010 | By | Category: Aliran Silat

Silat pauh ternyata digunakan guru tarikat Naqsabandiyah di Kecamatan Pauh, Kota Padang untuk menarik seorang laki-laki belajar tarikat Naqsabandiyah. “Siapa yang hendak belajar beladiri pencak silat pauh harus masuk dulu ke dalam ajaran Naqsabandiyah,” ujar Syafri Malin Mudo, guru Naqsabandiyah di Musala Baitul Makmur, Pauh, Sabtu (6/12). Syafri yang juga pengurus silat “Alam Pauh Sejati [...]



Maen Pukulan dari Kemanggisan

Aug 27th, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat

MAEN PUKULAN adalah terminologi dalam bahasa Betawi untuk SILAT/PENCAK SILAT. Padanan kata yang bisa disamakan untuk ini dalam bahasa sunda adalah PEUPEUHAN, dan kondang dengan sebutan MAENPO PEUPEUHAN. Kenapa disebut MAEN PUKULAN? apakah ini bela diri yang mirip TINJU karena menekankan pada kata PUKULAN?



Seni Silat Jaman Pangeran Diponegoro

Jul 24th, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat

Secara historis dalam arti tertulis kemungkinan besar keilmuan Krida Yudha Sinalika (Krida Yudha = Seni perang, Sinalika = Naluri) dapat ditelusuri dari jaman Pangeran Wiryowilogo Niti Yudha yang hidup pada jaman Pangeran Diponegoro. Keilmuan Krida Yudha Sinalika dahulunya merupakan “Ilmu Polah Emoh” artinya “Tidak Mau Disakiti Lahir Batin dan Tidak Mau Menyakiti. Ilmu Polah Emoh [...]



Ground Fighting ala Silat Paseban

Jul 22nd, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat

Acara tayangan UFC (Ultimate Fighting Championship) tak pelak lagi mengangkat nama Brazilian Jujitsu, banyak orang di setiap belahan dunia sepertinya menjadi tergila-gila oleh aliran beladiri yang dikuasai oleh keluarga Gracie ini. Dunia terkagum-kagum oleh teknik grappling dan ground fighting yang di tawarkan beladiri tersebut.



Pencak Silat ISMD Putra Setia

Jul 21st, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat

Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia. [...]



Menilik Sejarah Merpati Putih

Jul 13th, 2010 | By | Category: Aliran Silat, Artikel Silat, Liputan Khusus

Siapa yang tak mengenal perguruan silat Merpati Putih ? beberapa praktisi silat pasti mengenal perguruan ini. Namun apakah adakah yang tahu mengenai sejarahnya  dan perkembangannya? Berikut artikel yang didapat Tim SI mengenai sejarah dan perkembangannya dari panitia Kejurnas MP V/2010 .



Sejarah Singkat Aliran Silat Sera

Mar 1st, 2010 | By | Category: Aliran Silat

Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com



Ilmu Pencak Silat Batin

Dec 29th, 2009 | By | Category: Aliran Silat

Kita selalu melihat para pendekar silat maupun pendekar kungfu, pendekar karate, judo dan sebagainya ketika beraksi sangat luar biasa. sekali tebas saja sudah mampu melumpuhkan lawan. bukan itu saja, meski lawan melebihi dari satu orangpun sipendekar mampu berkelit menyelamatkan diri, bahkan mampu melumpuhkan sipenyerang hingga tidak dapat berkutik. Tentu semua yang dimiliki oleh sang pendekar [...]