<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Silat Indonesia &#187; Artikel Silat</title>
	<atom:link href="http://silatindonesia.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://silatindonesia.com</link>
	<description>Pusat Informasi Pencak Silat Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 02:40:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Uncul Betawi</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/02/uncul-betawi/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/02/uncul-betawi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 02:35:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[betawi]]></category>
		<category><![CDATA[sampyong]]></category>
		<category><![CDATA[ujungan]]></category>
		<category><![CDATA[uncul]]></category>
		<category><![CDATA[uncul betawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1587</guid>
		<description><![CDATA[Uncul merupakan bagian atau biasa diselipkan pada pertunjukan Ujungan Betawi. Sebagaimana ujungan di daerah lain, yang biasa disebut citikan atau sabetan, ujungan Betawi berupa pertandingan ketrampilan pukul-memukul dan tangkis-menangkis dengan rotan. Uncul berfungsi sebagai rangsangan dan tantangan kepada lawan dalam arena ujungan. Musik pengiring uncul biasa disebut “sampyong”. Terdiri atas sebuah sampyong, semacam gambang sederhana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="shutterset_" title="" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/20120208-uncul-betawi.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/thumbs/thumbs_20120208-uncul-betawi.jpg" alt="20120208-uncul-betawi" /></a>Uncul merupakan bagian atau biasa diselipkan pada pertunjukan <a title="ujungan" href="http://silatindonesia.com/tag/ujungan">Ujungan </a>Betawi. Sebagaimana ujungan di daerah lain, yang biasa disebut citikan atau sabetan, ujungan Betawi berupa pertandingan ketrampilan pukul-memukul dan tangkis-menangkis dengan rotan. <a href="http://silatindonesia.com/tag/uncul">Uncul</a> berfungsi sebagai rangsangan dan tantangan kepada lawan dalam arena ujungan.<span id="more-1587"></span></p>
<p>Musik pengiring uncul biasa disebut “<a href="http://silatindonesia.com/tag/sampyong">sampyong</a>”. Terdiri atas sebuah sampyong, semacam gambang sederhana denga empat bilah terbuat dari bamboo atau kayu, ditambah kentongan bamboo dan tanduk kerbau. Kostum penari uncul, sebagaimana pemain ujungan Betawi tidak ditetapkan. Tetapi umumnya mereka mengenakan celana pangsi hitam, kaos oblong hitam, atau kadang-kadang bertelanjang dada. Sambil memegang pukulan rotan sebesar ibu jari kaki dan panjang 80cm, seorang penari uncul muncul di arena setelah lebih dulu memberi hormat dengan membungkukkan badan. Setelah itu barulah ia menari dengan gerakan-gerakan pukulan, menangkis dengan rotannya, secara berirama dan ditingkahi alunan music sampyong. Ada pula yang menari dengan gerak lucu seperti gerak monyet, untuk memancing dan memanaskan hati lawan.</p>
<p>Pendukung uncul sebagaimana ujungan Betawi, adalah petani. Penyebarannya janya di  Jakarta Timur terutama daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi. Sedang di Bekasi hampir di semua kecamatan ada, tetapi  lebih diutamakan ujungannya ketimbang unculnya. Tokoh-tokoh uncul di Jakarta antara lain Yakub, Mamad, Peto dan Sapri. Mereka semua sudah lanjut usia.</p>
<p><em>eng:</em></p>
<p>Uncul is a part or usually put in a Ujungan <em>Batavienese</em> performance. As like Ujungan in the other area, which usually called Citikan or Sabetan, Ujungan  <em>Batavienese </em>is acompetition of hitting and dodging skill using rattan. Uncul is usually to stimulate and a challenge to the opponents inside the Ujungan arena.</p>
<p>Music that usually complement uncul is called “sampyong”. Sampyong consist of sampyong, a simple <em>Gambang</em> with 4 piles of bamboo or woods, added with bamboo drum and buffalo horn. The costume, as like Ujungan <em>Batavienese</em> player, is free. But they usually wear a black <em>Pangsi</em> , black shirt, or sometimes topless. While hitting a rattan club with the thumb sized diameter and length of 80cm, an Uncul performer present in the arena after giving salutation and bow. After that, then he will dance with hitting move, dodging with his rattan, rhyming and complemented with Sampyong music. Some others are dancing with funny movement like monkey to stimulate and challenge the opponents.</p>
<p>The supporter of Uncul, as like Ujungan <em>Batavienese</em>, is farmers, the distriburion area is only in Eastern Jakarta, especially those which close to the border of Bekasi Regency. While in Bekasi, almost aall district have theirs, but they put more attention on the ujungan than the Uncul. Uncul figure in Jakarta are  Yakub, Mamad, Peto and Sapri, but all of them are old.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber:<br />
<a title="note aditya kurniawan" href="https://www.facebook.com/notes/t-aditya-kurniawan/uncul-betawi/10150586572968830" target="_blank">fb note T. Aditya Kurniawan</a></p>
<p>&nbsp;</p>

<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/20120208-uncul-betawi.jpg" title="" class="shutterset_singlepic185" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-center" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/cache/185__320x240_20120208-uncul-betawi.jpg" alt="20120208-uncul-betawi" title="20120208-uncul-betawi" />
</a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/02/uncul-betawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tari Pentjak Silat (Betawi Style)</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/02/tari-pentjak-silat-betawi-style/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/02/tari-pentjak-silat-betawi-style/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 02:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[bang zul]]></category>
		<category><![CDATA[betawi]]></category>
		<category><![CDATA[betawi style]]></category>
		<category><![CDATA[isi]]></category>
		<category><![CDATA[kembangan]]></category>
		<category><![CDATA[sabeni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1582</guid>
		<description><![CDATA[Tari Pencak Silat tergolong baru berkembang lama di Betawi. Sebab selama ini para pelaku silat Betawi lebih mementingkan segi “isi” ketimbang “kembangan” silat. Akan tetapi tarian ini bergunan untuk membangkitkan gairah anak muda untuk belajar pencak silat. Dengan sendirinya tari pencak silat berisi gerak-gerak silat denga berbagai aliran atau gaya yang diikuti masing-masing penari. Berbeda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="shutterset_" title="" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/20120208-bang-zul-sabeni.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/thumbs/thumbs_20120208-bang-zul-sabeni.jpg" alt="bang zul sabeni" /></a>Tari Pencak Silat tergolong baru berkembang lama di <a href="http://silatindonesia.com/tag/betawi">Betawi</a>. Sebab selama ini para pelaku silat Betawi lebih mementingkan segi “isi” ketimbang “kembangan” silat. Akan tetapi tarian ini bergunan untuk membangkitkan gairah anak muda untuk belajar pencak silat. Dengan sendirinya tari pencak silat berisi gerak-gerak silat denga berbagai aliran atau gaya yang diikuti masing-masing penari. <span id="more-1582"></span></p>
<p>Berbeda dengan tari pencak silat di Pasundan yang diiringi gendang pencak, tari silat Betawi diiringi gambang kromon, rebana biang, dan sebagainya. Ada pula pencak seperti kelompok Putra Betawi pimpinan Utama di Kayu manis dan Mamat di Cirendeu. Akan tetapi instrument gendang pencak pada tari silat Betawi hanya sebagai pembawa irama saja. Sementara di Pasundan di samping sebagai pembawa irama gendang pencak juga memberikan aksentuasi pada gerakan-gerakan tari.</p>
<p>Pada 1979 Pemda DKI Jakarta dan Lembaga Kesenian Betawi pernah mengadakan festival tari silat Betawi Juara I adalah aliran Sabeni pimpinan Mohammad ali <a href="http://silatindonesia.com/tag/sabeni">Sabeni </a>dari Tanah ABang dengan pengiring orkes samrah; Juara II Sinar Kwitang pimpinan Asmat dari Kwitang dengan pengiring gambang kromong; Juara III Putra Betawi pimpinan Utama dari Kayu manis dengan pengiring gendang pencak Betawi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>eng:</p>
<p>Pencak silat dance can be categorized as developing and have not too long in <em>Batavianese’s </em>culture. These years, Silat performers are thinking more of the content not the growth of Silat itself. But this dance is to stimulate youngster to learn more about Pencak silat. Of course the movement of pencak silat dance contains silat motions along with various genre or style known by the performer. Differ from Pencak Silat dance in Pasundan which is complemented with <em>Gendang</em> Pencak, <em>Batavianese’s</em>  Silat is complemented by <em>Gambang Kromong, Rebana Biang</em> and the others. Some were also complement it with<em> Gendang</em> Pencak like <em>Putra Batavianese</em> group led by Utama in Kayu Manis and Mamat in Cirendeu. While in Pasundan, other than as the rhytim maker, <em>Gendang</em> Pencak also bring accentuation on the dance movement.</p>
<p>In 1979, the Government of Jakarta and the Institute of <em>Batavienese</em> Culture held <em>Batavienese</em> Silat Dance Festival.  The 1st winner is Sabeni Style led by Mohammad Ali from Tanah Abang with the complement of <em>Samrah</em> Orchestra; 2nd winner is Sinar <em>Kwitang</em> led by Asmat from <em>Kwitang </em>with the complement of <em>Gambang Kromong</em>; 3rd winner is <em>Putra Batavienese</em> led by Utama from Kayu Manis with complement of <em>Batavinese’s Gendang</em> Pencak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber:<br />
<a title="note aditya kurniawan" href="https://www.facebook.com/notes/t-aditya-kurniawan/tari-pentjak-silat-betawi-style/10150586501553830" target="_blank">note  T Aditya Kurniawan </a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="ngg-singlepic ngg-center" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/20120208-bang-zul-sabeni.jpg" alt="bang zul sabeni" width="382" height="535" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/02/tari-pentjak-silat-betawi-style/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aom Tur&#8217;at : Sang Perintis Pencak Silat di Tatar Galuh Ciamis</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/01/aom-turat-sang-perintis-pencak-silat-di-tatar-galuh-ciamis/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/01/aom-turat-sang-perintis-pencak-silat-di-tatar-galuh-ciamis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 20:44:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Figure Pesilat]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Aom Tur'at]]></category>
		<category><![CDATA[Ciamis]]></category>
		<category><![CDATA[maenpo]]></category>
		<category><![CDATA[Tatar Galuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1567</guid>
		<description><![CDATA[”Mama guru cumarios, ‘Naha lain kuring geus nyaritakeun pamaksudan ka anjeun’, sarta karuhun baheula ogé geus nyarita, yén éta para utusan anu satia satuhu seja unjukkan ka Gusti Alloh” RADEN AOM TUR&#8217;AT Salah satu aliran pencak silat (maénpo) yang asli dari Tatar Galuh Ciamis adalah Aliran AOM TUR’AT. Menurut tuturan dari para muridnya, AOM TUR’AT [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>”<em>Mama guru cumarios, ‘Naha lain kuring geus nyaritakeun pamaksudan ka anjeun’, sarta karuhun baheula ogé geus nyarita, yén éta para utusan anu satia satuhu seja unjukkan ka Gusti Alloh</em>”</p>
<p><a href="http://silatindonesia.com/tag/aom-turat/"><strong>RADEN AOM TUR&#8217;AT</strong></a><br />
Salah satu aliran pencak silat (<a href="http://silatindonesia.com/tag/maenpo">maénpo</a>) yang asli dari <a href="http://silatindonesia.com/tag/ciamis">Tatar Galuh Ciamis</a> adalah Aliran AOM TUR’AT. Menurut tuturan dari para muridnya, AOM TUR’AT berasal dari kota Bandung. Ia lahir pada tahun 1878, kemudian pada tahun 1935 ia berkelana ke Tatar Galuh Ciamis untuk menyebarkan seni bela diri tradisional yang diciptakannya. Pertama kali ia mengembangkan ajarannya di daerah Cijantung Ciamis, karena ia menikah dengan seorang gadis Cijantung. Namun beberapa tahun kemudian istrinya meninggal dunia.<br />
<span id="more-1567"></span><br />
Setahun setelah Indonesia Merdeka (1946), ia menikah lagi dengan seorang janda dari kampung Cikatomas Desa Handapherang Ciamis, yang bernama Nyi Arsitem (yang acapkali dipanggil Nyi Itong). Dari daerah Handapherang inilah, ia terus mengembangkan ajaran pencak silatnya, bahkan menyebar ke berbagai daerah, seperti daerah Cidewa Dewasari, Janggala Cidolog, Cimaragas, Karangampel Baregbeg, dan Ciparigi Sukadana Ciamis.</p>
<p>Pada waktu itu istilah pencak silat disebut dengan maénpo (maén usik nu tara méré témpo). AOM TUR’AT mengatakan bahwa pencak silat (maénpo) itu ada tiga pengertian, yakni 1) usik (gerakan), 2) karep (kemauan/niat yang kuat), 3) rasa (dorongan batin). Adapun gerakan jurus-jurus AOM TUR’AT merupakan gabungan dari berbagai guru yang telah teruji kemahirannya. Untuk mendapatkan kesempurnaan ilmunya, ia berguru ke sepuluh orang guru, yang salah satunya ia pernah belajar silat Cikalong ciptaan Juragan Haji Ibrahim atau Raden Djajaperbata. Dari kesepuluh guru yang ia pelajari, lalu diambil intisarinya yang telah ia uji kehebatan gerakannya, dan ia gabungkan menjadi gerakan silat tersendiri yang dinamakan Pencak Silat (Maénpo) Aliran AOM TUR’AT, yang terdiri dari :</p>
<ul>
<li>30 Gerakan Jurus Dasar</li>
<li>11 Gerakan Lapisan (Gerakan gabungan dari jurus dasar)</li>
<li>5 Gerakan Pecahan (Gerakan gabungan dari jurus dasar dan lapisan yang diiringi gerak langkah kaki/mecah)</li>
<li>Kaedah (Isi dari gerakan jurus dasar, lapisan dan pecahan)</li>
<li>Jurus Bedog (diambil dari gerakan pecahan)</li>
<li>Usik (gerak reflek)</li>
<li>Akal (gerak rasa).</li>
</ul>
<p>Selanjutnya dalam gerakan pencak silat ini mengandung gerakan néwak (menangkap, miceun (membuang); neunggeul (memukul); ngelés/nyingcet (menghindar), dan ngalumpuhkeun (melumpuhkan lawan). Ketiga bentuk gerakan tersebut secara filosofis berarti kita harus mampu menangkap nafsu jahat yang datang pada diri yang seterusnya harus segera dibuang, namun apabila nafsu terus berkobar maka harus dipatahkan dengan cara memukulnya, dan apabila membahayakan pada diri maka harus segera dilumpuhkan.</p>
<p>AOM TUR’AT terkenal sebagai orang yang taat menjalankan ajaran agama, dan dekat dengan guru-guru ngaji di madrasah. Sehingga setiap akan mengajarkan silat kepada murid-muridnya, ia selalu berpesan untuk tidak meninggalkan shalat wajib yang lima waktu dan mengajarkan agar senantiasa menjaga hubungan tali silaturrahim. Sehingga falsafahnya, ”Ngaliwatan silat sing ngetol sholat, jeung ulah pegat silaturrahim.” Dalam hal ini, jurus hanya boleh digunakan untuk menjaga diri bukan untuk menyombongkan diri.</p>
<p>Pada waktu itu, warna seragama yang dipakai untuk latihan, AOM TUR’AT menyarankan untuk memakai pakaian putih, dengan ikat pinggang berwarna kuning. Dari sini dapat kita pahami bahwa warna putih merupakan lambang kesucian dan kebersihan lahir batin, sedangkan warna kuning perlambang keagungan, kewibawaan dan persahabatan.</p>
<p><a href="http://silatindonesia.com/tag/aom-turat/">AOM TUR&#8217;AT</a> yang mahir juga berbahasa Belanda ini wafat pada jaman revolusi bertepatan dengan Agresi Militer Belanda ke II yang terjadi pada tahun 1949 dalam usia 71 tahun. Ketika wafatnya tidak seperti halnya kebanyakan orang pada umumnya, ia wafat secara tiba-tiba dan langsung lenyap (sunda: silem). Sehingga pada waktu itu, masyarakat pun tersentak kaget. Sebelum wafat ia memang mengalami sakit, namun sakitnya pun tidak seperti kita berbaring di tempat tidur. Ketika sakit, ia masih sempat jalan-jalan ke sana ke mari tanpa pakai baju, sehingga orang-orang pun keheranan sambil bergumam (ting kecewis). Maka sampai saat ini, kuburannya pun tidak ada yang tahu di mana sebenarnya dia meninggal, karena ia lenyap tanpa ada yang mengetahuinya.</p>
<p>Murid-murid <a href="http://silatindonesia.com/tag/aom-turat/">AOM TUR&#8217;AT</a> yang terkenal adalah:<br />
1) Wikatma (Bah Emo) dari Handapherang<br />
2) Fachrudin (ayahanda Empud Saepudin) dari Handapherang<br />
3) Abas Masduki dari Janggala<br />
4) Den Emod dari Cimaragas.</p>
<p>Adapun murid-muridnya yang lain di antaranya: H. Hasan (Mantan Kepala Desa Handapherang), Achmad Djalaludin (Kepala Desa Handapherang pada saat itu = Ayahanda Kang Hasbi), Ijazi (anak dari Ny Arsitem sebelum nikah dengan Aom Tur’at), Sasmita, Sukinta, Suwanta, Ahmad, H. Tahya, Tahyudin, Sayubi, Samsudin, Muchtar, Al Hapi, Atmaja, Jajuli, Ahyar, Lomri, Madrofi, Ojo, Wanta, Jae/Sasmita, Hambali, Sukaeri, Fahroji dan Djuhana.</p>
<p>AOM TUR&#8217;AT berpesan pada murid-muridnya dengan kalimat: ”Kudu hormat ka saluhureun, nyaah ka sahandapeun, deudeuh ka sasama”. Ini adalah bagian dari gerak rasa, karena itu beliau berkata, “rasa sajeroning rasa” (bagian rasa mesti diterima oleh rasa). Jangan malah sebaliknya, ”resep maledog kanu gedé, nalipak kanu leutik, resep pasea”. Sehingga jika ada yang sedang latihan pencak silat dalam kondisi penuh dengan nafsu amarah, beliau acap kali berkata, ”beu lapur” (tidak ada manfaatnya –belajar silat). Dalam hal ini ketika menghadapi lawan, kata beliau, kuncinya adalah: ”Ulah hayang menang, ulah sieun éléh, babakuna kedah teger, kumpulkeun dina manah; kantun nengetan usikna jalmi” (Jangan ingin menang, jangan takut kalah, tapi harus konsentrasi yang dipusatkan di hati, perhatikan gerak langkahnya orang lain).</p>
<p>Selain itu, dalam belajar usik (gerak jurus dengan rasa) harus memiliki tiga kontrol utama, yaitu :<br />
1. Kedah tiasa ngosongkeun émutan sareng minuhan émutan (gembleng kana hiji hal). Maksudnya kita harus mampu mengosongkan pikiran dan mengisinya pikiran itu untuk fokus pada satu hal/tujuan.<br />
2. Kedah bedas, hartosna bedas nyaéta sanés tanaga namung manah kedah teguh, kedah tiasa merangan nafsu anu awon. Artinya hati harus teguh, dan harus mampu memerangi hawa nafsu yang jelek.<br />
3. Kedah ikhlas, hartosna manah kedah suci, margi kedah tiasa ningali batin salira ku anjeun, sareng kedah nyaksi ku manah kana kaagungan Gusti anu Maha Suci. Maksudnya, harus ikhlas, dalam arti hati harus suci, sebab harus bisa melihat diri dengan batin kita sendiri, serta harus meyakini akan keagungan Allah Yang Maha Suci.</p>
<p>Dalam masalah peralatan pencak silat pun memiliki makna tersendiri, yakni :<br />
a. Kendang indung, artinya bahwa fungsi sang bunda (indung) merupakan wujud yang mesti menjadi patokan yang dapat menuntut jalan hidup kita (nu nungtun jalan hirup urang saréréa) dalam menjalankan derap langkah kehidupan.<br />
b. Kendang anak, artinya anak mesti tunduk kepada tuntunan ibundanya (indung).<br />
c. Kuluwung (kula suwung) jeung kulitna, artinya bahwa diri kita sudah semestinya banyak diingatkan oleh diri kita sendiri sebelum diingatkan oleh orang lain.<br />
d. Sora Goong (gung&#8230; gung… gung&#8230;), artinya dalam setiap langkah kita senantiasa menyuarakan pujian kepada Allah Yang Maha Agung.<br />
e. Sora Tarompet, artinya ajakan untuk senantiasa serempak untuk giat bekerja (ngehempak-hempak nitah prak gawé).</p>
<p>Sebagai kata penutup, sudah semestinya siapa saja yang akan mempelajari gerakan pencak silat aliran AOM TUR’AT memahami 11 (sebelas) hal, sebagaimana amanat dari penggagasnya, yakni:<br />
1. Kedah ngabdi ka Alloh<br />
2. Hidmah ka Ibu rama<br />
3. Ta’at ka pamaréntah salagi aya dina jalan bener<br />
4. Ta’at kana kawajiban diajar<br />
5. Sopan santun<br />
6. Silih ma’afkeun<br />
7. Silih wasiatan dina jalan kasaéan<br />
8. Silih tulungan<br />
9. Ngaberesihkeun laku tina mipit teu amit ngala teu ménta<br />
10. Ngaberesihkeun tékad<br />
11. Jihadun-nafsi (ngendalikeun nafsu).</p>
<p>Mari kita lestarikan pencak silat di Tatar Sunda yang mengandung nilai-nilai spiritual dan budaya luhur. Melalui khazanah budaya luhur pencak silat itu sendiri, maka akan terwujud hakikat dan tingkatan tertinggi ilmu silat yakni silaturrahim.</p>
<p>Salam silaturrahim ka sadayana!</p>
<p>sumber:<a href="http://www.facebook.com/groups/silattradisional/permalink/419889904980/">facebook group silat tradisional</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&quot;type&quot;:1}"></h6>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/01/aom-turat-sang-perintis-pencak-silat-di-tatar-galuh-ciamis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dr Hiltrud Cordes, Peneliti &#8220;Silek&#8221; Minangkabau</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/01/dr-hiltrud-cordes-peneliti-silek-minangkabau/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/01/dr-hiltrud-cordes-peneliti-silek-minangkabau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 07:47:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[hiltrud]]></category>
		<category><![CDATA[Hiltrud Cordes]]></category>
		<category><![CDATA[minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[psud]]></category>
		<category><![CDATA[silek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1563</guid>
		<description><![CDATA[Hiltrud memulai hubungannya dengan Indonesia dari Minangkabau. Setelah meneliti ”silek” (pencak silat) Minangkabau dan menulis buku rujukan pertama dari sisi antropologi, Hiltrud tak terbendung lagi. Mendirikan perguruan pencak silat di Jerman dan Serikat Pencak Silat Jerman (PSUD). Ia lalu menjadi presiden pertama Federasi Pencak Silat Eropa (EPSF). Hiltrud juga mendirikan lembaga amal Kultur Kontakt yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://silatindonesia.com/tag/hiltrud"><strong>Hiltrud</strong> </a>memulai hubungannya dengan Indonesia dari Minangkabau. Setelah meneliti ”silek” (pencak silat) Minangkabau dan menulis buku rujukan pertama dari sisi antropologi, Hiltrud tak terbendung lagi.</p>
<p>Mendirikan perguruan pencak silat di Jerman dan <a href="http://silatindonesia.com/2012/01/dr-hiltrud-cordes-peneliti-silek-minangkabau/">Serikat Pencak Silat Jerman</a> (PSUD). Ia lalu menjadi presiden pertama Federasi Pencak Silat Eropa (EPSF).</p>
<p><span id="more-1563"></span></p>
<p>Hiltrud juga mendirikan lembaga amal <strong>Kultur Kontakt</strong> yang berfokus pada kerja sama lembaga dan pembangunan kebudayaan Indonesia- Jerman. Hal itu di antaranya mengumpulkan dana bagi kelompok-kelompok kesenian dari Indonesia untuk berpentas di Eropa.</p>
<p>Dia juga mendirikan Yayasan Penyu yang berpusat di Swiss dan Jerman serta mengelola program konservasi penyu di Berau, Kalimantan Timur. Ia juga menjadi manajer produksi beragam program dokumenter soal Indonesia yang digarap stasiun televisi Bayerischer Rundfunk di Muenchen, Jerman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dua tahun terakhir, Hiltrud menjadi salah seorang kurator Sawahlunto International Music Festival (SIMFes). Sebuah festival musik di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, yang baru saja merangkak dengan seniman dari berbagai benua.</p>
<p>”<em>Jangan panggil saya doktor, panggil saja Hill</em>i,” katanya.</p>
<p>Hilli lalu menerawang jauh ke tahun 1980-an, seusai menamatkan kuliah S-2 tahun 1983, saat ia melancong ke Indonesia untuk pertama kali. ”Saat itu Indonesia adalah tujuan yang cukup populer. Banyak anak muda Eropa jalan-jalan ke Indonesia,” kenangnya.</p>
<p>Hilli bukan sekadar jalan-jalan. Ia mencari daerah penelitian untuk program S-3. Ia langsung betah dan menetapkan fokus. Apalagi ketika ia menemukan pencak silat di dataran Sunda. ”Saya cerita kepada pembimbing saya, Prof Kurt Tauchmann, bagaimana jika saya meneliti pencak silat,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Terpesona silat</strong></p>
<p>Gayung bersambut karena saat itu belum ada penelitian di dunia akademis soal pencak silat dari sudut pandang antropologi. Ia kembali ke Eropa dan tahun 1986 ia terpesona penampilan dua perempuan Bukittinggi yang menampilkan silek dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Vienna, Austria.</p>
<p><em><strong>Ia mengingat silek untuk pertama kali sebagai perpaduan yang sangat harmonis. Sederhana, tak banyak gerak, tetapi penuh ledakan energi.</strong></em></p>
<p>Dia pun bertemu dengan mahasiswa Indonesia dari Nagari Magek, Kabupaten Agam -dekat Bukittinggi- yang tengah melanjutkan kuliah di Hamburg. Mahasiswa itu, Aryadie Adnan, kini dosen Jurusan Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang.</p>
<p>”Saya bertemu Hilli dalam pertandingan sepak takraw di Hamburg. Saat itu dia datang dari Cologne dan mengutarakan keinginannya meneliti silek. Saya langsung persilakan datang dan tinggal bersama orangtua saya,” kata Aryadie.</p>
<p>Beberapa waktu kemudian, Hilli berkirim surat kepada Aryadie yang sudah kembali ke Indonesia. ”Kami lalu bertemu di Padang. Dia antar saya ke Magek. Saya dititipkan kepada ibunya untuk menumpang tinggal selama sepuluh bulan. Mereka adalah keluarga angkat saya sekarang,” kenang Hilli.</p>
<p>Hilli belajar kepada sejumlah guru silek, termasuk kepada Sutan Malenggang, guru dua perempuan pesilat dari Bukittinggi yang pernah ditontonnya di Vienna. Ia merasa perlu belajar langsung silek Minangkabau. ”Supaya saya paham, saya harus praktik sendiri,” kata Hilli.</p>
<p><strong>Persiapan merantau</strong></p>
<p>Penelitiannya lalu berfokus pada fungsi silek dalam sistem sosial Minangkabau. Filosofi silek Minangkabau sebagai persiapan bagi anak-anak muda Minang sebelum merantau menjadi dasar pemahamannya kemudian.</p>
<p>Ia mengatakan tidak ada aliran dalam silek Minangkabau. Pengajaran dilakukan antara kelompok murid dan guru. Ini menjadi mata pelajaran untuk penguasaan soft skill sebelum memasuki jenjang pendidikan formal. ”Dengan surau sebagai pusatnya,” ujarnya.</p>
<p>Hilli melanjutkan, sekalipun belum ada data sahih, kuat diduga maksimal hanya 95 persen ilmu dari guru silek yang diturunkan kepada muridnya. ”Ada rahasia yang tidak diturunkan. Barulah biasanya ketika menjelang ajal, itu diturunkan,” kata anak kedua dari lima bersaudara itu.</p>
<p>Pesan untuk mengembangkan pencak silat di Eropa datang dari Sutan Malenggang di ujung masa penelitiannya. Sebagai murid yang baik, Hilli patuh.</p>
<p>Di sudut Museum Goedang Ransoem, Kota Sawahlunto, yang basah karena hujan malam itu, perbincangan kami sempat terhenti. Hilli mesti mengurusi pembukaan SIMFes yang padat. Namun, seusai pergelaran, ia kemudian kembali dan melanjutkan ceritanya sembari mengisap sebatang rokok mentol.</p>
<p>Di Jerman, dia mendirikan Perguruan Silek Tuo. Tahun 1988, dia mendirikan PSUD di Jerman dengan total lima perguruan pencak silat.</p>
<p>Selain itu, dia juga menjalankan amanah Sutan Malenggang dengan mengembangkan organisasi pencak silat di Eropa dengan mendirikan EPSF. ”Ini sebagai balas budi saya karena saya mendapatkan gelar S-3 juga karena orang-orang lain yang membantu,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekalipun lama tak bermain silek, Hilli mengatakan dirinya masih ingat beberapa jurus. ”Itu mirip dengan keterampilan bersepeda. Tinggal diasah saja lagi sekalipun lama tidak melakukannya,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tahun 1991 ia membantu seorang sutradara membuat film dokumenter soal konservasi. Tidak kurang dari 23 film dokumenter tentang kehidupan alam liar yang mencakup orangutan, burung, dan penyu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari sinilah, ia berkenalan dengan fakta menyedihkan soal kehidupan penyu sebagai penjamin tingkat nutrisi di perairan dan fosil hidup. Ia menjalankan program konservasi di Berau. Bukan hanya menyelamatkan penyu, tetapi juga memikirkan mata pencarian alternatif bagi penangkap penyu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hilli masih memendam keinginan untuk membuat program konservasi penyu di beberapa daerah lain di Indonesia. Namun, dana yang tersedia terbatas.</p>
<p>Suaminya, Prof Dr Otto Jockel, yang juga Rektor Sekolah Ekonomi Internasional Neuss di Jerman mendukungnya. Bagaimana pendapatnya mengenai negeri, terutama yang berkaitan dengan konservasi alam? ”<em>Saya lihat dari undang-undang bagus. Saya kasih jempol. Cuma pelaksanaannya kurang</em>,” kata Hilli</p>
<p>sumber : <a title="kompas" href="http://cetak.kompas.com/read/2012/01/14/02105227/penyambung.indonesia.di.eropa" target="_blank">kompas</a><br />
Kompas, Sabtu, 14 Januari 2012, rubrik Sosok</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/01/dr-hiltrud-cordes-peneliti-silek-minangkabau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karambit/Kerambit/Kurambik Indonesia Punya</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/01/karambitkerambitkurambik-indonesia-punya/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/01/karambitkerambitkurambik-indonesia-punya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 04:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Karambit]]></category>
		<category><![CDATA[Kerambit]]></category>
		<category><![CDATA[Kurambik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1554</guid>
		<description><![CDATA[Kerambit Indonesia Punya Kerambit lahir di negeri ini. Itu artinya Kerambit adalah salah satu senjata warisan budaya. Namun sayang jenis senjata ini kurang begitu populer di kalangan kita sendiri. Ironisnya jutru di luar negeri senjata ini malah cukup dikenal, seperti di Malaysia, Philipina, bahkan di Amerika sekalipun. Bahkan US marshal menjadikan Kerambit sebagai salah satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kerambit Indonesia Punya</strong></p>
<p><a href="http://silatindonesia.com/tag/kerambit"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/20120116-karambit-minang.jpg" alt="karambit minang" width="207" height="155" />Kerambit </a>lahir di negeri ini. Itu artinya Kerambit adalah salah satu senjata warisan budaya. Namun sayang jenis senjata ini kurang begitu populer di kalangan kita sendiri. Ironisnya jutru di luar negeri senjata ini malah cukup dikenal, seperti di Malaysia, Philipina, bahkan di Amerika sekalipun. Bahkan US marshal menjadikan <a href="http://silatindonesia.com/tag/kerambit">Kerambit </a>sebagai salah satu alat wajib yang harus dibawa setiap personilnya.</p>
<p>Di luar negeri nama nama seperti Steve Tarani atau Ray Dionaldo cukup dikenal di kalangan penggemar beladiri sebagai orang yang mahir memainkan senjata ini. Bahkan Ray Dionaldo mendapat julukan <a href="http://silatindonesia.com/tag/kerambit">The King of Kerambit</a>.</p>
<p>Di Indonesia? Saya bisa paham jika anda kurang menggenalnya. Sangat jarang para pendekar silat yang mau mengajarkan tehnik bermain Kerambit. Sangat jarang pula para pendekar silat yang mendemostrasikan kemampuannya di depan khalayak. Hal ini bisa dipahami, karena Kerambit sendiri sebenarnya masuk dalam kategori <strong>senjata rahasia</strong>. Dan guru silat yang menguasainya tidak sembarangan mau menurunkan ilmunya, kecuali kepada murid yang benar benar dipercaya. Dan jika ia tidak mendapatkan murid yang dipercaya ini, maka ilmu Kerambit pun dibawanya mati.</p>
<p><span id="more-1554"></span></p>
<p>Beberapa perguruan memang akhirnya bersedia membuka tehnik bermain Kerambit ini, khususnya silat silat aliran Jawa Barat. Dari sinilah ilmu Kerambit kemudian berkembang di luar. Para expatriat kemudian mengenalkan tehnik Kerambit ini di luar negeri dan bisa menjadi populer disana.</p>
<p>Kita mungkin bangga karena salah satu warisan budaya kita bisa dikenal di manca negara. Namun mungkin juga miris, kenapa justru berkembangnya disana. Mari kita bersama mengkajinya.</p>
<p><strong>Senjatanya Kaum Tani Jawa</strong></p>
<p>Karambit atau Kerambit adalah pisau genggam kecil, pisau melengkung dari Asia Tenggara, khususnya kepulauan Asia tenggara. Berdasarkan sejarah tertulis, Kerambit telah mulai digunakan dari daerah Jawa. Menurut cerita rakyat, terinspirasi oleh cakar kucing besar. Seperti senjata sebagian besar kawasan melayu, pada awalnya merupakan alat pertanian dirancang untuk menyapu akar, mengumpulkan batang padi dan alat pengirikan padi. Dirancang seperti itu menjadi lebih melengkung untuk memaksimalkan potensi pemotongan. Karambit akhirnya tersebar melalui jaringan perdagangan Indonesia hingga ke  negara-negara tetangga, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina dan Thailand.</p>
<p>Di Jawa Kerambit digunakan sebagai senjata simpanan kaum tani agraria, Kerambit tidak dipakai oleh kesatria (kelas prajurit) yang dilatih di keraton atau istana. Jadi Kerambit adalah senjata rakyat biasa.</p>
<p>Buku sejarah di Eropa mengatakan bahwa tentara di Malaysia dan Indonesia dipersenjatai dengan keris di pinggang dan tombak di tangan mereka, sedangkan Kerambit itu digunakan sebagai upaya terakhir ketika senjata lain hilang dalam pertempuran. Meskipun demikian, akhirnya populer di kalangan wanita yang akan mengikat senjata ke rambut mereka untuk digunakan dalam membela diri. Bahkan saat ini, guru silat menganggapnya sebagai senjata feminin. Para prajurit Bugis Sulawesi terkenal untuk keahlian mereka dalam memakai Kerambit. Saat ini Kerambit adalah salah satu senjata utama silat dan umumnya digunakan dalam seni beladiri.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Senjata Genggam Khas Minangkabau</strong></p>
<p>Menurut Tambo Minangkabau, Kerambit merupakan jenis senjata asli Minangkabau Sumatera Barat, termasuk senjata khas andalan yang sangat berbahaya. Dalam aksen Minangkabau disebut “kurambik”. Pada masa dahulu, permainan senjata Kerambit di Minangkabau hanya diwarisi oleh para Datuk atau kalangan Raja, tidak sembarang orang menguasai permainan yang dianggap rahasia dan hanya untuk kalangan tertentu saja.</p>
<p>Dalam klasifikasi senjata genggam paling berbahaya, Kerambit sebagai senjata mematikan menempati urutan kedua setelah pistol. Sabetan senjata Kerambit bila mengenai tubuh lawan, dari luar memang tampak seperti luka sayatan kecil, namun pada bagian dalam tubuh bisa menimbulkan akibat yang sangat fatal karena urat-urat putus. Dan apabila mengenai perut, maka usus terpotong atau tercabik-cabik didalam.</p>
<p>Disamping menjadi senjata khas Minangkabau, permainan senjata Kerambit juga berkembang di Madiun Jawa Timur yang dalam aksen Jawa disebut dengan nama “kerambik”. Permainan senjata ini diajarkan oleh Ki Ngabei Surodiwiryo dalam permainan pencak silat Setia Hati (SH), yang didapatnya dari Gurunya yang bernama Datuk Rajo Batuah di Kampung Ampang Padang. Dan Datuk Rajo Batuah tersebut merupakan murid dari para Panglima Minangkabau yang disebut Harimau Nan Salapan. Di Madiun, permainan senjata Kerambit ini menjadi senjata khas pencak silat Setia Hati.</p>
<p><strong> Filosofi</strong></p>
<ol>
<li>Sepasang Kerambit bila dimainkan, menggambarkan seekor kerbau yang menjadi lambang suku bangsa Minangkabau. Hal ini mengisyaratkan jati diri seorang satria atau pendekar Minangkabau yang sebenarnya.</li>
<li>Sepasang Kerambit bila disatukan, menggambarkan perlambang hati. Dan barangsiapa yang setia kepada hati sanubarinya atau dapat merasakan sumber dari rasa yang selalu menghadap kepada Tuhan, niscaya ia akan selamat lahir bathinnya dan sampai kepada tujuannya. Artinya mengandung nilai ketaqwaan. Namun, jika ingkar atau menyimpang dari hati sanubarinya, maka ia akan celaka karena perbuatannya itu. Hal ini digambarkan dari senjata Kerambit yang tajam sisi luar maupun sisi dalamnya, dari luar mampu melindungi ancaman dan dari dalam juga dapat memberi kontrol diri karena jika menyimpang akan menjadi senjata makan tuan. Dengan demikian untuk meraih kemenangan atau tujuan, maka dalam memainkan senjata Kerambit juga harus berpedoman pada hukumnya yakni menjalankan “langkah” dalam “jurus” yang benar, tidak asal melangkah dalam memainkan suatu jurus. Sebab langkah dalam jurus merupakan sebuah hukum dalam pencak silat. Jika menyimpang atau melanggar dari hukum itu, maka akan memperoleh akibat hukumnya atau tergelincir karenanya. Dalam pencak silat, ini apa yang dimaksud sebagai rohnya pencak silat itu sendiri.</li>
<li>Dalam memainkan langkah Kerambit, Kerambit muncul dari sisi atau samping perut, tersembunyi disamping iga atau rusuk. Hal ini mengandung maksud:</li>
</ol>
<ul>
<li>Kerambit ibarat tulang iga (bentuknya melengkung), mengingatkan kepada riwayat seorang wanita, sehingga wajib hukumnya untuk menempatkan wanita pada kedudukan yang terhormat mengingat kedudukannya sebagai seorang ibu. Dalam sistem adat Minangkabau, wanita memperoleh kedudukan yang sangat tinggi (matrilineal).</li>
<li>Kerambit ibarat tulang rusuk, memperlihatkan bahwa organ-organ tubuh bagian dalam manusia terlindungi oleh rusuk yang dapat membentuk tubuh manusia memiliki alat pertahanan yang kokoh dan kuat. Jika tidak ada tulang rusuk, maka badan menjadi lemah. Rusuk berfungsi melindungi ancaman dari luar dan ancaman dari dalam agar organ bagian dalam tidak mudah keluar dari badan. Dibalik rusuk juga bersemayam hati atau sumber rasa.</li>
</ul>
<p>Dapat disimpulkan bahwa sebenarnya senjata Kerambit itu adalah senjata yang berasal dari dalam tubuh manusia. Maka dalam pencak silat Minangkabau atau pencak silat Setia Hati (disingkat SH) merupakan satu kesatuan sistem yang tak dapat dipisahkan. Senjata yang ampuh adalah senjata yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. Seperti yang digambarkan pada binatang kerbau yang memiliki tanduk yang kuat dan harimau yang memiliki kuku yang tajam, senjatanya binatang juga berasal dari dalam dirinya sendiri.</p>
<p><strong>Senjata Silat Harimau</strong></p>
<p>Untuk pesilat Harimau senjata andalan adalah Kurambik ini, yang diambil dari model kuku atau taring harimau.</p>
<p>Berdasarkan penuturan Guru Besar Silat Harimau bapak Edwel Yusri Datuk Rajo Gampo Alam. Menurut Datuk Edwel, di Tanah Datar Minangkabau Kerambit itu <strong>sangat sangat rahasia ilmunya</strong>.</p>
<p>Dahulu dipakai oleh pasukan harimau dengan Spesialisasi <em>Silent Killing – Special Force </em>untuk membunuh dan menculik. Bentuk melengkungnya juga leluasa dipakai untuk mencongkel kunci pintu.</p>
<p>Pewaris ilmu Kerambit ini harus dari kalangan keluarga. Keponakan-keponakan yang menjadi tanggung jawab para ninikmamak sudah dipantau jauh-jauh hari. Jikalau dipandang tidak ada yang bisa mewarisi, maka ilmu itu lebih baik dibawa mati.</p>
<p>Pembuatan Kerambit sangat personalized. Kenapa? Karena Kerambit selain sebagai alat membunuh juga sebagai identitas. Jikalau Kerambit digunakan (biasanya hanya pertarungan antar pendekar) dan musuhnya mati, maka bagian tajam harus dibiarkan menancap di tubuh korban. Sang pendekar harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, entah secara adat atau secara hukum. Bilah tajam disambungkan dengan Hilt menggunakan penguncian yang unik, dan ring index juga sangat personal. Dua hal ini yg akan membuktikan bahwa Kerambit adalah sah milik si pendekar.</p>
<p>Dibuat dengan besi tempa dengan campuran tujuh logam dan bagian yang tajam atau tengah dalam besi diberi Besi babajo (baja keras) philosofi tujuh logam dahulunya untuk melumpuhkan orang yang memiliki ilmu kebal, dengan tujuh logam biasanya akan tembus. (<em>Japuik japuik tabao semba semba putuih,tibo dikulik cabiak tibo diurek putuih tibo ditulang patah, minuman angkau darah makanan engkau daging ,mauik manyapuik angkau</em>)</p>
<p><strong>Keberadaan Kerambit di Dunia</strong></p>
<p>Kerambit adalah asli Sumatera, selain wilayah Indonesia karena penyebaran budaya, Asia Tenggara juga berhak mengklaim ini sebagai senjata tradisional mereka.</p>
<p>Dalam dunia barat terutama Amerika, Kerambit merupakan satu senjata favorit yang dikembangkan oleh beberapa perguruan. Steve Tarani mempunyai Basic Kerambit dari Silat Sunda, sedangkan Sayoc Kali mempuyai Basic Kerambit dari FMA (Filipino Martial Arts), dalam Silat Melayu Kerambit terkenal di kenalkan ke dunia oleh Silat Gayong.</p>
<p>Di Indonesia sendiri Kerambit di pakai oleh Silat Sumatera seperti Silat Harimau/Silek Harimau dengan sebutan Kurambik.</p>
<p>Untuk Karambit asal Sumatera, catatan tertua yang di temukan adalah penggunaan karambit yang ditulis pada Asian Journal British, July – Dec 1827.</p>
<p>Tahun 1960?an Daeger keliling Indonesia untuk melakukan pencatatan tentang senjata tajam dan pencak silat di Indonesia yang sampai sekarang dijadikan rujukan informasi mengenai senjata tajam dan pencak silat oleh banyak orang.</p>
<p><strong>Berbagai nama Kerambit</strong></p>
<p>Di beberapa daerah Jawa Timur ada satu bentukan pisau (biasanya digunakan untuk keperluan rumah tangga dan pertanian) yang dipakai untuk menyerut bambu yang digunakan untuk dijadikan kipas, atau sebagai pengulit kelapa, kelapa ada bahasa Jawa disebut kerambil, dan senjata ini fungsi awalnya untuk itu.</p>
<p>Kerambit juga memiliki istilah lain yaitu “korambit atau kerambui”. Selain itu dikenal juga dengan “KURAMBI” atau “KURAMBIK” dalam bahasa Minang, “KARAMBET” dalam bahasa Aceh dan Aceh juga punya karambit jenis sendiri yang berbeda. Di jambi dan Sumatera Tengah ada yg nyebutnya “RAMBAI”, “KUDI”. Sedikit Melayu disebut Lawi Ayam, Kuku Ayam. Diantara semua nama panggilan untuk sejenis senjata dengan Dua sisi tajam dan melengkung baik yg memiliki ring atau tidak lebih banyak digunakan “KARAMBIT” lantaran referensi yang ada menyebut kata itu.</p>
<p><strong>Kelebihan Karambit</strong></p>
<p>Kelebihan dari Kerambit adalah:</p>
<ul>
<li>Bentuknyah kecil dan mudah disembunyikan</li>
<li>Sulit untuk di <em>disarmed</em> atau dilucuti dalam pertarungan</li>
<li>Jarak bisa berubah tanpa ada gerakan footwork atau merubah langkah</li>
<li>Bisa untuk dua serangan dalam satu gerakan tangan</li>
<li>Lebih membuat robekan besar untuk gerakan-gerakan tarikan</li>
<li>Serangan cepat dengan pegangan standart secara pukulan jab</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Jenis Karambit</strong></p>
<p>Meski secara umum bentuk Kerambit adalah sama yaitu melengkung (curve) dan memiliki lobang dibagian pegangannya, namun dalam perkembangannya Kerambit memiliki beberapa bentuk. Dari bilah tajamnya terbagai menjadi dua yaitu tajam tunggal (single edge) dan tajam ganda (double edges). Sedangkan di Indonesia sendiri, Kerambit ada dua yaitu Kerambit Jawa Barat dan Kerambit Padang. Kerambit Jawa Barat biasanya memiliki lengkungan yang membulat, sedangkan Kerambit Padang memiliki lengkungan siku.</p>
<ul>
<li>Kerambit kuku bima: Jawa barat</li>
<li>Kerambit kuku Hanuman: Jawa Barat</li>
<li>Kerambit kuku harimau: Sumatra, Jawa Barat dan Madura</li>
<li>Kerambit Sumbawa: Pulau Sumba</li>
<li>Kerambit Lombok: Lombok</li>
<li>Lawi ayam: Cakar ayam dari Padang</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: <a title="primadonal" href="http://primadonal.wordpress.com/2011/08/17/karambitkerambitkurambik-indonesia-punya/" target="_blank">primadonal</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/01/karambitkerambitkurambik-indonesia-punya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Robot Ini Jago Silat Cimande</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/12/robot-ini-jago-silat-cimande/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/12/robot-ini-jago-silat-cimande/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 09:56:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[cimande]]></category>
		<category><![CDATA[International Robot Olympiade]]></category>
		<category><![CDATA[robot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1514</guid>
		<description><![CDATA[Selama tiga menit, empat sekawan itu beraksi: menendang, memukul, dan berputar dengan luwes. Mereka mengenakan baju silat hitam, dua ban merah, dua ban putih. Aksi ini bukan peragaan jurus di pertandingan. Lakonnya pun bukan atlet silat. Empat sekawan itu adalah robot bikinan Galvin Amaris, pelajar kelas enam Sekolah Dasar Springfield, Jakarta Barat, yang sedang mengikuti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama tiga menit, empat sekawan itu beraksi: menendang, memukul, dan berputar dengan luwes. Mereka mengenakan baju silat hitam, dua ban merah, dua ban putih.</p>
<p>Aksi ini bukan peragaan jurus di pertandingan. Lakonnya pun bukan atlet silat. Empat sekawan itu adalah <a title="robot" href="http://silatindonesia.com/tag/robot">robot </a>bikinan Galvin Amaris, pelajar kelas enam Sekolah Dasar Springfield, Jakarta Barat, yang sedang mengikuti International Robot Olympiade di Universitas Tarumanegara, Kamis, 15 Desember 2011.<br />
<span id="more-1514"></span><br />
Bocah sebelas tahun ini mulai membuat robot ini bulan lalu. &#8220;Terinspirasi <a title="Sea Games" href="http://silatindonesia.com/tag/sea-games">SEA Games</a>,&#8221; katanya. Galvin mengadopsi gerakan Silat <a title="cimande" href="http://silatindonesia.com/tag/cimande">Cimande </a>dari Internet.</p>
<p>Dia tidak menemukan banyak kesulitan untuk membuat empat robot 30 sentimeter dan bobot 1,45 kilogram itu. Maklum, Galvin sudah tiga tahun digembleng ilmu membuat robot di World Robotic Explorer di Thamrin City milik ibunya.</p>
<p>Jully Tjindrawan, ibunda Galvin, mendatangkan bahan robot Silat Cimande itu dari Korea Selatan. &#8220;<em>Pas</em> datang, cuma berbentuk kotak-kotak, Galvin yang merakitnya,&#8221; katanya. Si bocah juga menambah empat <em>servo</em> atau motor jadi 20 supaya gerakan lebih luwes. Harga satu unit robot sekitar Rp 6 juta.</p>
<p>Di olimpiade robot itu, Galvin bertarung di kategori robot kreatif junior. Terdapat 14 kategori yang diperlombakan sampai Sabtu mendatang. Pengumuman pemenang dilangsungkan Ahad di Balai Kartini.<strong><br />
</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: <a title="tempo" href="http://www.tempo.co/read/news/2011/12/15/061371853/Robot-Ini-Jago-Silat-Cimande" target="_blank">tempo</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/12/robot-ini-jago-silat-cimande/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ribuan Pesilat Turun ke Jalan</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/12/ribuan-pesilat-turun-ke-jalan/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/12/ribuan-pesilat-turun-ke-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 00:49:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[liputan6]]></category>
		<category><![CDATA[madiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1504</guid>
		<description><![CDATA[Madiun: Ribuan pesilat dari sejumlah kota berkumpul di Kota Madiun, Jawa Timur, belum lama ini, memperingati Tahun Baru Islam 1433 Hijriah. Guna mengantisipasi terjadinya bentrok, ribuan personel TNI maupun Polri pun diturunkan di sejumlah titik rawan. Sebelum konvoi digelar, sejumlah aktivis pencak silat membagikan bunga dan mengimbau kepada pengguna jalan ataupun pemilik toko tidak takut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Madiun</strong>: Ribuan pesilat dari sejumlah kota berkumpul di Kota <a title="madiun" href="http://silatindonesia.com/tag/madiun" target="_blank">Madiun</a>, Jawa Timur, belum lama ini, memperingati Tahun Baru Islam 1433 Hijriah. Guna mengantisipasi terjadinya bentrok, ribuan personel TNI maupun Polri pun diturunkan di sejumlah titik rawan.<br />
<span id="more-1504"></span><br />
Sebelum konvoi digelar, sejumlah aktivis pencak silat membagikan bunga dan mengimbau kepada pengguna jalan ataupun pemilik toko tidak takut. Terutama, menepis kekhawatiran atas aktivitas para pesilat yang akan digelar.</p>
<p>Setiap kegiatan yang dilakukan dapat dipastikan terjadi aksi bentrok dengan perguruan pencak silat di Madiun. Bahkan, tak jarang ketika ada kegiatan yang melibatkan pencak silat, banyak warga yang takut dan menutup tokonya. Meski demikian, ribuan personel TNI-Polri tetap disiagakan di titik-titik rawan.</p>
<p>sumber: <a title="liputan 6" href="http://berita.liputan6.com/read/366999/ribuan-pesilat-turun-ke-jalan" target="_blank">liputan6</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/12/ribuan-pesilat-turun-ke-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tradisi Pencak Dor</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/12/tradisi-pencak-dor/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/12/tradisi-pencak-dor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 09:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[pagar nusa]]></category>
		<category><![CDATA[pencak dor]]></category>
		<category><![CDATA[suro]]></category>
		<category><![CDATA[tarung bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1492</guid>
		<description><![CDATA[NGANJUK &#124; Sejumlah pemuda menderita luka-luka saat mengikuti tradisi pencak dor atau tarung bebas di Kota Nganjuk, Minggu (27/11) siang. Dalam tradisi tersebut, ratusan pesilat muda antar berbagai perguruan silat saling bertarung secara bebas tanpa pendaftaran tanpa alat pengaman dan tanpa aturan yang macam-macam. Pokoknya siapa yang berani langsung diperbolehkan masuk ke tengah arena pertandingan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/20111206-pencakdor1.jpg" alt="pencak dor" width="132" height="110" />NGANJUK</strong> | Sejumlah pemuda menderita luka-luka saat mengikuti tradisi pencak dor atau tarung bebas di Kota Nganjuk, Minggu (27/11) siang. Dalam tradisi tersebut, ratusan pesilat muda antar berbagai perguruan silat saling bertarung secara bebas tanpa pendaftaran tanpa alat pengaman dan tanpa aturan yang macam-macam.</p>
<p><span id="more-1492"></span></p>
<p>Pokoknya siapa yang berani langsung diperbolehkan masuk ke tengah arena pertandingan. Uniknya meski tak ada hadiah yang diberikan pada pemenang, namun setiap tradisi ini di gelar pesertanya mencapai ratusan orang. Acara ini di gelar untuk merayakan datangnya tahun baru Islam.</p>
<p>Pencak dor atau tarung bebas yang digelar di Kelurahan Mangundikaran Kecamatan Kota Nganjuk ini diikuti oleh remaja dan pemuda dari berbagai perguruan silat di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Sesuai dengan namanya “<a title="tarung bebas" href="http://silatindonesia.com/tag/tarung-bebas">tarung bebas</a>”, dalam pertandingan ini para peserta bertarung secara bebas. Meski peserta pertarungan bebas ini adalah para pendekar dari berbagai perguruan silat, namun dalam pertarungan langsung dan bebas ternyata tak tampak satupun jurus-jurus yang bisa dikeluarkan oleh para petarung.</p>
<p>Begitu wasit membuka pertandingan, para pendekar ini langsung saling serang sekenanya. Karena tak ada alat pengaman, tak sedikit dari para petarung yang menderita luka-luka. Meski demikian, para petarung ini mengaku tidak ciut nyali dan justru merasa lebih berani.</p>
<p>KH. Amir Marwah Dahlan, tokoh dan sesepuh perguruan silat <a title="http://silatindonesia.com/tag/" href="http://silatindonesia.com/tag/pagar-nusa">Pagar Nusa</a> di Nganjuk mengaku sengaja menggelar acara pencak dor atau tarung bebas untuk merayakan datangnya tahun baru Islam atau datangnya tanggal 1 Suro.</p>
<p>Sebab pada tanggal 1 Suro biasanya para murid perguruan silat menjalani prosesi khataman atas pelatihan silat yang telah mereka ikuti selama satu tahun sebelumnya. Sehingga pasca khataman, kemampuan yang diperoleh pesilat dapat langsung dibuktikan.</p>
<p>Meski dalam tarung bebas ini para peserta bertarung habis-habisan, namun tak ada hadiah apapun buat para peserta. Pasca bertarung meski mengalami luka, bersama lawannya para peserta tidak boleh saling mendendam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: <a title="gerbang news" href="http://www.gerbangnews.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=611%3Atradisi-pencak-dor&amp;catid=39%3Ahumanesia&amp;Itemid=175" target="_blank">gerbang news</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/12/tradisi-pencak-dor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Silat Singkat, Komunitas Sahabat Cilik (KOSACIL)</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/11/pelatihan-silat-singkat-komunitas-sahabat-cilik-kosacil/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/11/pelatihan-silat-singkat-komunitas-sahabat-cilik-kosacil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 07:49:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[cikalong]]></category>
		<category><![CDATA[kocacil]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas sahabat cilik]]></category>
		<category><![CDATA[pancer bumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1486</guid>
		<description><![CDATA[Insya Allah pada hari AHAD, 4 Desember 2011, Anggota Paguron Maenpo Cikalong Pancer Bumi diundang oleh Komunitas Sahabat Cilik (Kosacil) di Kampung Cipeuteuy, Desa Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor untuk memberikan pelatihan singkat mengenai Pencak Silat. Tak lupa sahabat silat dari paguron ini juga turut membawa salah satu misi dan tujuan dari Komunitas Sahabat Silat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Insya Allah pada hari AHAD, 4 Desember 2011,</p>
<p>Anggota <a title="pancer bumi cikalong" href="http://www.pancerbumicikalong.com/" target="_blank">Paguron Maenpo Cikalong Pancer Bumi</a> diundang oleh Komunitas Sahabat Cilik (Kosacil) di Kampung Cipeuteuy, Desa Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor untuk memberikan pelatihan singkat mengenai Pencak Silat.<br />
<span id="more-1486"></span><br />
Tak lupa sahabat silat dari paguron ini juga turut membawa salah satu misi dan tujuan dari Komunitas Sahabat Silat yakni memperkenalkan pencak silat kepada generasi muda berikut nilai-nilai luhur yang terdapat di dalamnya.</p>
<p>kelas yang diajar Kosacil terbagi dalam:<br />
Kelas A untuk anak-anak usia 6-8 tahun;<br />
Kelas B untuk anak-anak usia 9-11 tahun; dan<br />
Kelas C untuk anak-anak di atas 11 tahun.</p>
<p>Jumlah murid sekitar 90 (sembilan puluh) orang anak dan mereka terbiasa berkomunikasi dengan bahasa Sunda.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa Kosacil ini adalah komunitas nirlaba yang peduli pada pendidikan anak dengan fokus ingin setiap anak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh kemampuan pendidikan dasar seperti menulis, membaca dan berhitung serta nilai-nilai moral dalam kehidupan melalui bermain.<br />
Demikian juga dengan Komunitas Sahabat Silat yang merupakan komunitas nirlaba yang bergerak dalam upaya pelestarian silat tradisional Indonesia yang aktivisnya banyak menjadi anggota <a title="fp2sti" href="http://silatindonesia.com/tag/fp2sti">FP2STI</a>.</p>
<p>Informasi lebih lanjut mengenai Kosacil bisa melihat link dibawah ini :<br />
<a title="media indonesia" href="http://www.mediaindonesia.com/move/?p=1707" target="_blank">http://www.mediaindonesia.com/move/?p=1707</a><br />
<a title="komunitas sahabat cilik" href="http://komunitassahabatkecil.blogspot.com/" target="_blank">http://komunitassahabatkecil.blogspot.com/</a></p>
<p>Dengan kerjasama dua KOMUNITAS ini setidaknya memberi gambaran pada sahabat silat lainnya&#8230;..<br />
ayo kita semua memperkenalkan budaya yang luhur ini pada anak bangsa dengan ide dan usaha apa saja yang kita bisa &#8230;.!!!</p>
<p><a title="pancer bumi cikalong" href="http://www.pancerbumicikalong.com/" target="_blank">pancer bumi cikalong</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/11/pelatihan-silat-singkat-komunitas-sahabat-cilik-kosacil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sea Games, Indonesia Raih Juara Umum cabang Pencak Silat</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 08:37:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[juara umum]]></category>
		<category><![CDATA[sea games]]></category>
		<category><![CDATA[silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1477</guid>
		<description><![CDATA[Kontingen silat Indonesia akhirnya mewujudkan target untuk tampil sebagai juara umum SEA Games 2011 setelah menambah tiga emas pada pertandingan hari terakhir di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Kamis. Dengan tambahan tiga medali emas tersebut, pencak silat yang sempat terpuruk di SEA Games 2009 Laos itu, secara keseluruhan mengumpulkan sembilan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="shutterset_" title="" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/maskot-silat.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/thumbs/thumbs_maskot-silat.jpg" alt="maskot-silat" width="106" height="80" /></a>Kontingen silat Indonesia akhirnya mewujudkan target untuk tampil sebagai juara umum <a title="SEA Games 2011" href="http://silatindonesia.com/tag/sea-games" target="_blank">SEA Games 2011</a> setelah menambah tiga emas pada pertandingan hari terakhir di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Kamis.</p>
<p>Dengan tambahan tiga medali emas tersebut, pencak silat yang sempat terpuruk di SEA Games 2009 Laos itu, secara keseluruhan mengumpulkan sembilan emas dari total 18 nomor yang dipertandingkan.<br />
<span id="more-1477"></span><br />
Meski gagal mencapai target sepuluh medali emas, Indonesia setidaknya berhasil mengembalikan dominasi yang sejak 1997 sempat diambil alih Vietnam.</p>
<p>Tiga emas terakhir tersebut dipersembahkan oleh Amelia Roring di kelas E putri, Rosmayani (kelas C putri) dan Dian Kristianto (kelas A putra).</p>
<p>Amelia meraih emas setelah pada pertandingan final mengalahkan Siti Rahmah Mohamed Nazir asal Malaysia dengan skor 5-0, sementara Rosmayani juga menang 5-0 atas Jutarat Noytapa (Thailand).</p>
<p>Sebelumnya Dian Kristianto juga menang telak 5-0 atas Anothai Choopeng dari Thailand.</p>
<p>Sementara itu, atlet Sofani Rahmawati yang turun di kelas F putri harus puas mendapat medali perak, setelah dikalahkan pesilat Vietnam Tran Thi Luyen.</p>
<p>Begitu juga atlet Indonesia Pranoto di kelas I hanya mampu menyabet medali perak setelah gagal mengalahkan lawannya Dang Minh Le (Vietnam).</p>
<p>Pencak silat Indonesia sempat mengalami hasil berburuk dalam sejarah SEA Games di Laos pada 2009 karena ketika itu hanya mampu meraih dua medali emas, tiga perak dan tiga perunggu.</p>
<p>Sementara itu, atlet Rosmayani mengaku puas menyabet medali emas ini, sebagai wujud bakti kepada bangsa dan negara.</p>
<p>&#8220;Syukur saya bisa menang dan medali ini saya serahkan kepada bangsa dan negara. Tanding kali ini adalah tanding saya untuk berlaga di kegiatan internasional,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Berikut klasemen cabang pencak silat:<br />
Indonesia   9  5  2 16<br />
Vietnam     6  7  5 18<br />
Malaysia    3  1  7 11<br />
Thailand    0  4  3 7<br />
Philippines 0  1  3 4<br />
Singapore  0  0  3 3<br />
Brunei         0  0  3 3<br />
Myanmar    0  0  3 3<br />
Laos           0   0  1 1<br />
Total          18 18 30 66</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: <a title="bola.net" href="http://www.bola.net/seagames2011/pencak-silat-indonesia-raih-juara-umum-7e95ee.html" target="_blank">bola.net</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

