<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Silatindonesia.Com &#187; Serbaneka</title>
	<atom:link href="http://silatindonesia.com/category/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://silatindonesia.com</link>
	<description>Media Komunitas Pencak Silat Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jul 2010 05:02:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Forum Peduli Pencak Silat Mahasiswa FIK UNJ</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/01/forum-peduli-pencak-silat-mahasiswa-fik-unj/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/01/forum-peduli-pencak-silat-mahasiswa-fik-unj/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 01:40:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb Ditengah tengah keprihatinan terharhadap hasil yang diperoleh Pencak Silat Di SEA GAMES  2009 Laos yang baru lalu , dimana tidak adanya pesilat dari DKI Jakarta yang mewakili Indonesia , maka dilaksanakanlah Diskusi Pencak Silat  oleh Forum Peduli Pencak Silat Mahasiswa FIK UNJ pada tanggal 30 Desember 2009 bertempat di Ruang Sidang Lantai 2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Ditengah tengah keprihatinan terharhadap hasil yang  diperoleh Pencak Silat Di SEA GAMES  2009 Laos yang baru lalu , dimana tidak  adanya pesilat dari DKI Jakarta yang mewakili Indonesia , maka dilaksanakanlah  Diskusi Pencak Silat  oleh Forum Peduli Pencak Silat Mahasiswa FIK UNJ pada  tanggal 30 Desember 2009 bertempat di Ruang Sidang Lantai 2 FIK UNJ, Jl Pemuda  No. 10 Rawamangun Jakarta Timur. Yang hasilnya mengeluarkan</p>
<p>Rekomendasi  sbb :<br />
1.    Kepengurusan DKI perlu di perbaharui sesuai AD &amp; ART, karena  habis masa berlaku pada tahun 2007.<br />
2.    Perlu disusun buku pedoman  pembentukan  Tim (pelatda, pelatnas) meliputi : Atlet, Pelatih dan  Official.<br />
3.    Rintisan agar pencak silat masuk sekolah, dalam bentuk ekskul  dan mulok dengan menyusun buku  pedoman pelaksanaannya.<br />
4.    Peningkatan  perwasitan dan pelatih sesuai perkembangan iptek.<br />
5.    Perlu ada kebijakan  pemerintah tentang pencak silat sebagai budaya bangsa.<br />
6.    Sosialisas hasil  diskusi  ke media massa.<br />
7.    Adanya pertemuan lanjutan secara  berkala.<br />
8.    Perlunya dibentuk kemitraan dalam mengembangkan pencak  silat.<br />
9.    Dikembangkannya Forum peduli pencak silat sebagai lembaga mitra.<br />
10. Usulan adanya program Kejuaraan Eddy M Nalapraya Cup dan Pengangkatan  sebagai Bapak Pencak Silat Nasional.</p>
<p>HASIL FOCUS GROUP  DISCUSSION</p>
<p>PERKEMBANGAN PRESTASI PENCAK SILAT BERCERMIN DARI HASIL SEA  GAMES 2009 LAOS</p>
<p>Diskusi dilaksanakan oleh Forum Peduli Pencak Silat  Mahasiswa FIK UNJ pada tanggal 30 Desember 2009 bertempat di Ruang Sidang Lantai  2 FIK UNJ, Jl Pemuda No. 10 Rawamangun Jakarta Timur. Tel.  4893534</p>
<p>JAKARTA, 31 DESEMBER 2009</p>
<p>A.    Pendahuluan<br />
Ditengah-tengah kehausan informasi, diskusi dan kepada siapa akan  menyampaikan informasi, maka dengan diadakannya forum diskusi akan menjadi forum  yang tepat dalam memecahkan perrmasalahan pencak silat, jika informasi tersumbat  maka pemecahan permasalahan pencak silat akan melebar dan berjalan kemana-mana  tanpa tujuan dan ini akan menjadikan sulitnya pemecahan pencak  silat.<br />
Perkembangan prestasi pencak silat dewasa ini sangat memprihatinkan  dan perlu perhatian terutama diajang internasional SEA Games 2009 Laos, dari  situasi seperti ini maka sebagian kecil mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan  Universitas Negeri Jakarta yang mengikuti mata kuliah pencak silat yang  tergabung dalam Forum Peduli Pencak Silat Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta  berinisiatif menyelengarakan forum diskusi sederhana dengan mengundang instansi  dan dan perguruan pencak silat yang terkait serta para pakar perorangan untuk  sekedar silaturahmi dan membicarakan berbagai hal tentang pencak silat, dari  inisiatif yang kecil maka diharapkan adanya usulan dan dorongan kepada berbagai  pihak untuk bersama-sama meningkatkan pencak silat sebagai budaya bangsa di  negeri nya sendiri.<br />
Forum diskusi sangat penting untuk memberikan masukan  kepada IPSI khususnya menghadapi SEA Games 2011 agar Indonesia menjadi juara  umum di pencak silat karena Indonesia sebagai tuan rumah, jika Indonesia tidak  juara umum maka akan sulit dibayangkan bagaimana kemampuan Indonesia dalam  mengelola pencak silat sebagai budaya bangsa, yang katanya bangsa yang besar  adalah bangsa yang menghormati dan menghargai para pahlawan dan budayanya.</p>
<p>B.   Bentuk Kegiatan<br />
Kegiatan berbentuk diskusi kecil yaitu Focus Group  Discussion yang memposisikan semua peserta aktif  dalam seluruh  kegiatan.</p>
<p>C.   Tujuan<br />
1.    Silaturahmi antar masyarakat pencak  silat.<br />
2.    Membicarakan berbagai permasalahan pencak silat yang ada selama  ini.<br />
3.    Membicarakan perkembangan prestasi pencak silat terutama hasil SEA  Games 2009 Laos dimana Indonesia urutan ke 4 di bawah Vietnam, Malaysia dan  Thailand.<br />
4.    Memberi masukan kepada IPSI untuk menyusun program yang lebih  tepat dan menjawab peningkatan prestasi.</p>
<p>D.   Manfaat<br />
1.     Berkembangnya silaturahmi antar masyarakat pencak silat.<br />
2.    Munculnya  berbagai berbagai problem pencak silat yang terpendam.<br />
3.    Munculnya ide,  inisiatif, pemikiran untuk peningkatan pencak silat.<br />
4.    Sebagai masukan  dan evaluasi hasil kinerja IPSI agar selalu memenuhi tuntutan masyarakat pencak  silat.</p>
<p>E.   Pelaksanaan<br />
Dilaksanakan pada Rabu, 30 Desember 2009  bertempat di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri  Jakarta.</p>
<p>F.    Peserta<br />
Peserta yang diundang PB IPSI, Pengprov IPSI  DKI Jakarta, Pencab IPSI Jaktim, Jaksel, Jakbar, Jakut, Jakpus, Perguruan  Historis KPS Nusantara, Tapak Suci, Perisai Diri, Perisai Putih, Putra Betawi,  Setia Hati, Setia Hati Terate, KONI Prov DKI Jakarta, Dinas Olahraga dan Pemuda  Prov DKI Jakarta, Asosiasi Guru Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia  (AGPORI), PUSKOR FIK UNJ.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/01/forum-peduli-pencak-silat-mahasiswa-fik-unj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kredibilitas Pencak Silat Indonesia</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2009/06/kredibilitas-pencak-silat-indonesia/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2009/06/kredibilitas-pencak-silat-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 02:48:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Flash Info]]></category>
		<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Agustus akan diramaikan dengan ajang pertandingan pencak silat di kawasan Sub Mekong Region. Asia Martial Arts Games akan digelar pada tgl 1 &#8211; 9 Agustus di Thailand sesudah ditangguhkan karena rayot di Bangkok bulan lalu. Asia Indoor Sport Games juga akan digelar di penghujung bulan yang sama di Hanoi Vietnam. Desember mendatang akan juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Agustus akan diramaikan dengan ajang pertandingan pencak silat di kawasan  Sub Mekong Region.<br />
Asia Martial Arts Games akan digelar pada tgl 1 &#8211; 9  Agustus di Thailand sesudah ditangguhkan karena rayot di Bangkok bulan  lalu. Asia Indoor Sport Games juga akan digelar di penghujung bulan yang sama  di Hanoi Vietnam. Desember mendatang akan juga diramaikan pesta olahraga Sea  Games di Vientian LaosPDR</p>
<p>Persiapan pesilat sudah barang tentu menjadi  prioriti pertama, Pencak Silat sejak Sea Games 1987 mulai dipertandingkan.  Indonesia tempat tujuan negara negara tetangga untuk mempersiapkan pesilatnya  dengan berlatih bersama dan uji coba. KIni peta pemusatan latihan dan untuk  menjajal kekuatan lawan mulai berubah. Vietnam rupanya mendapat kepercayaan  dari luar negeri tempat untuk berlatih dan mempersiap diri menghadapi even yg  besar. Brunei sudah merubah pandangannya untuk berlatih berbulan bulan di  Hanoi, Pencak Silat Laos mempersiapkan pesilatnya mendapat bantuan sapenuhnya  dari pemerintah Vietnam untuk berlatih bersama sama di Vietnam.<br />
Bulan ini  juga Tim Pencak Silat Vietnam akan berlatih sebulan bersama Thailand Pencak  Silat tim di Phuket Thailand Selatan. Ada apa gerangan menjadi kan tanda  tanya mengapa mereka yang semula bertandang berlatih di Padepokan Pencak Silat  Indonesia kini beralih ke Vietnam dan Thailand. Tidak cukup kuat kah tim  Pencak Silat Indonesia atau mereka kecewa atas pelayan kita mungkin juga  bisa mereka menutup diri agar tidak diketahui tim Indonesia.</p>
<p>Patut  menjadi catatan semenjak tahun 2000 tim Vietnam kerap kali datang berlatih di  Indonesia. Tim Indonesia tahu teknik tim Vietnam di buatnya dukumentasi,  alihwal di even tim Indonesia terus kalah berkali kali. Karena prustasinya tim  Indonesia dijangkiti penyakit jiwa Vietnam Syndrom.  Mari kita pikirkan  pertahankan kredibilitas pencak silat Indonesia sebagai negara  sumber.</p>
<p>Wassalam</p>
<p>O&#8217;ong Maryono</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2009/06/kredibilitas-pencak-silat-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Silat PSRI Syahbandar</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2009/03/silat-psri-syahbandar/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2009/03/silat-psri-syahbandar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 05:17:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Flash Info]]></category>
		<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[-PSRI SYAHBANDAR- Tangan yang keras, buku kepalan yang hitam menjadi pertanda seseorang pesilat Syahbandar telah mengalami “remuk daging”, sebuah istilah yang familiar di lingkungan Persatuan Silat Ras Aksa Indonesia (PSRI) Syahbandar, sebagai sebuah metode pelatihan kekuatan tangan dengan cara menghancurkan benda-benda keras. Metode ini merupakan pelatihan dasar yang juga menjadi ciri khas perguruan silat ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]></p>
<style>
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
</style>
<p><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span></p>
<style>
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
</style>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><strong><span style="font-size: 16pt; line-height: 115%;">-PSRI SYAHBANDAR-</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Tangan yang keras, buku kepalan yang hitam menjadi pertanda seseorang pesilat Syahbandar telah mengalami “remuk daging”, sebuah istilah yang familiar di lingkungan Persatuan Silat Ras Aksa Indonesia (PSRI) Syahbandar, sebagai sebuah metode pelatihan kekuatan tangan dengan cara menghancurkan benda-benda keras. Metode ini merupakan pelatihan dasar yang juga menjadi ciri khas perguruan silat ini dalam setiap atraksinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Tangan yang serupa dijumpai pula pada sosok Muhammad Nuh ketika bersalaman dengannya, tangan yang dilatih sejak usia 9 tahun lewat gemblengan sang paman Bang Tjatja, yang di kalangan pendekar<span> </span>Betawi dikenal dengan sebutan Tjatja Muhammad Satiri </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">(1904-1983)</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">,</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> sebagai pendiri perguruan silat Betawi ini. TM Satiri selain sebagai pendiri PSRI Syahbandar pernah pula menduduki ketua I PPS Putera Betawi dan ketua Dewan Pendekar Betawi angkatan awal, yang didirikan pada tanggal 20 Januari 1972. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Secara organisatoris PSRI Syahbandar lahir di Jakarta pada tahun 1952. Embrio perguruan silat ini sebenarnya telah ada 10 tahun sebelumnya ketika TM Satiri masih berkecimpung dalam kancah perang kemerdekaan, namun situasi dan kondisi pada saat itu tidak memungkinkannya untuk mendirikan sebuah perkumpulan silat. Cita-citanya untuk mendirikan perkumpulan<span> </span>pemuda-pemuda Indonesia yang tangguh dan kuat, mendorong Satiri muda berkelana mempelajari ilmu silat. Ia ini memiliki 7 orang guru silat maupun kebatinan dari berbagai daerah, dua diantara guru silatnya yang dapat diketahui adalah Mbah Djajadipura dan Pak Yosis. Dari Mbah Djajadipura, TM Satiri mewarisi sebuah kitab berisi tentang sejarah dan ajaran pencak silat. Anak Betawi satu ini, disamping menguasai hampir seluruh senjata tradisional juga menguasai senjata rahasia jarum yang ditiupkan dari mulut. Suatu keahlian sangat langka yang dapat dijumpai pada saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Makna Dibalik Nama PSRI Syahbandar</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Secara harfiah Ras berarti etnik atau suku bangsa, Aksa yang berasal dari bahasa Arab memiliki makna luhur, dan dihiperboliskan menjadi besar dan kuat, sedangkan Syahbandar adalah pemimpin yang mengatur segala kegiatan di pelabuhan laut. Pengertian harfiah itu oleh TM Satiri dikembangkan menjadi sebuah makna filosofis kedalam silat ini, dimana di dalamnya terdapat unsur-unsur aliran silat yang ada di Tanah Betawi yang terkenal sebagai kota pelabuhan, dimana tempat berkumpulnya beberapa aliran silat tradisional yang ada di Indonesia. Unsur-unsur silat tradisional itu disatukan (oleh Syahbandar) hingga menjadi satu kekuatan silat yang dimiliki oleh bangsa Indonesia secara keseluruhan, oleh karenanya menjadi Persatuan Silat Ras Aksa Indonesia Syahbandar. Kata pencak sengaja tidak dipakai, karena pencak bagi TM Satiri merupakan seni, sedangkan silat adalah murni bela diri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">gbr. TM Satiri dengan sikap pasang khas PSRI Syahbandar dan Muhammad Nuh dengan jalan Koset-Golok.</span><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span><!--[if gte vml 1]><v:shapetype id="_x0000_t75"  coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe"  filled="f" stroked="f"> <v:stroke joinstyle="miter" /> <v:formulas> <v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0" /> <v:f eqn="sum @0 1 0" /> <v:f eqn="sum 0 0 @1" /> <v:f eqn="prod @2 1 2" /> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth" /> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight" /> <v:f eqn="sum @0 0 1" /> <v:f eqn="prod @6 1 2" /> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth" /> <v:f eqn="sum @8 21600 0" /> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight" /> <v:f eqn="sum @10 21600 0" /> </v:formulas> <v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect" /> <o:lock v:ext="edit" aspectratio="t" /> </v:shapetype><v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style='width:220.5pt;  height:294.75pt'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\yk3233\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\yk3233\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg"   o:title="DSC00378" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://farm4.static.flickr.com/3640/3339886637_4a1770b7e9_m.jpg" alt="" width="294" height="393" /><!--[endif]--><!--[if gte vml 1]><v:shape id="_x0000_i1026"  type="#_x0000_t75" style='width:225.75pt;height:294.75pt'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\yk3233\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image003.jpg" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\yk3233\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image003.jpg"   o:title="DSC00379" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://farm4.static.flickr.com/3333/3339888937_43baab0f76_m.jpg" alt="" width="301" height="393" /><!--[endif]--><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Orang mungkin mengira pada awalnya, bahwa perguruan silat Betawi ini adalah Sabandar, namun kenyataannya sangatlah berbeda, baik itu filosofi dan karakter gerakan maupun kaedah silat itu sendiri. PSRI Syahbandar merupakan sebuah perguruan silat yang merangkum aliran-aliran silat tradisional yang ada di Tanah Betawi, sedangkan Sabandar merupakan aliran silat tradisional yang dipopulerkan oleh Mamak Kosim di Sabandar, Cianjur. Sekalipun demikian kaedah silat Sabandar, Kari, Madi, dan Cimande menjadi “ruh” di dalam perguruan silat Betawi ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Filosofi utama dalam gerakan silat di PSRI Syahbandar adalah “kasih-terima, terima-kasih”, dengan pengertian setiap serangan yang datang akan diterima dengan mendahului serangan balik ke arah yang paling terdekat. Tidak menutup kemungkinan setiap pukulan atau tendangan yang datang akan “diadu” dengan salah satu bagian tubuh. Oleh karenanya unsur kekuatan dan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">kekerasan tubuh menjadi modal utama buat pesilat PSRI Syahbandar. Metode pelatihan pengerasan tubuh (remuk daging) adalah murni penempaan dari latihan fisik, bukan dari hasil pengolahan pernapasan atau tenaga dalam. Menurut A. Sanusi, sesepuh PPS Putera Betawi dan PS Pusaka Jakarta, PSRI Syahbandar jika digolongkan kedalam 4 aliran utama (Mainstream) silat Betawi termasuk kedalam kelompok “Gerak Kuat”. Menurutnya 4 aliran utama silat Betawi itu adalah;<span> </span>Gerak Cepat, Gerak Kuat, Gerak Teguh dan Gerak Rasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Jurus PSRI Syahbandar terdiri dari 13 jurus ditambah 20 tepak pukul yang masing-masing pada awalnya memiliki pecahan 4 kurung, 4 kelima pancer,<span> </span>gelombang 9 dan 12. Pada akhirnya dari 20 tepak pukul tersebut diseragamkan menjadi 5 pecahan, yang masing-masingnya memiliki 100 pecahan lagi yang kalau ditotal memiliki 500 pecahan!.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Muhammad Nuh telah lama tidak aktif di PSRI Syahbandar semenjak sepeninggalan sang paman (TM Satiri) di tahun 1984, dikarenakan adanya satu dan lain hal di internal perguruan. Namun keterikatan moral pada perguruan silat Betawi ini begitu kuatnya, sampai-sampai bersedia untuk naik panggung tatkala PSRI Syahbandar beratraksi di berbagai kesempatan, meskipun usia tidak lagi memadai, beliau masih mampu untuk memecahkan benda-benda keras seperti kelapa, batang pompa, dan tiang besi sekalipun. Begitu pula halnya ketika diwawancarai mengenai<span> </span>PSRI Syahbandar, semangatnya kembali menyala sambil memperagakan jurus, jalan dan pecahan Syahbandar yang tekenal cukup rumit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">“The Keris Poesaka”, Film Pencak Silat PSRI Syahbandar </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Pada tahun 70an PSRI Syahbandar terlibat dalam pembuatan film silat dengan karakter silat tradisional Indonesia, dengan judul “The Keris Poesaka”. Film yang mengisahkan seputar bela diri pencak silat yang asli Indonesia, dengan tema utama perebutan sebuah keris pusaka yang bernama “Ki Brojol”. Seratus persen bela diri yang digunakan dalam film ini adalah pencak silat dengan setting dan latar belakang Betawi, yang dalam hal ini menggunakan para pendekar dari PSRI Syahbandar. Film ini diproduksi oleh pemerintah kerajaan Belanda, namun sayangnya tidak atau mungkin belum pernah ditayangkan di Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"><span> </span><em>gbr. para pendukung film “The Keris Poesaka” usai syuting</em></span><em><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><!--[if gte vml 1]><v:shape id="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75"  style='width:331.5pt;height:235.5pt'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\yk3233\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image005.jpg" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\yk3233\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image005.jpg"   o:title="DSC00372" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://farm4.static.flickr.com/3377/3339882211_bf20f7c63b_m.jpg" alt="" width="442" height="314" /><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Nafas Gang Toapekong dalam PSRI Syahbandar</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Secara pribadi penulis berasumsi bahwa pengaruh bela diri Cina (Kuntao) juga merupakan mozaik dalam membentuk “ruh” perguruan silat ini, hal ini dapat dilihat dari gerakan dan nama langkah atau jalan, seperti jalan Cengcorang, Naga Nyebrang dan salam hormat Saowja. Begitupun dengan penggunaan senjata, tampak jelas pengaruh dari senjata beladiri Cina, seperti piauw, teco (trisula), toya dan tombak. Hal ini dimungkinkan dengan lingkungan tempat tinggal TM Satiri sendiri yang dibesarkan di Jalan Laksana Dalam, Gg Toapekong Pasar Baru. Gang Toapekong pada masanya, disamping sebagai kantong imigran Cina, banyak pula dijumpai pendekar-pendekar Kuntao Cina peranakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"><span> </span>Gbr. Tombak khas PSRI Syahbandar yang diyakini terpengaruh oleh Kuntao.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"><!--[if gte vml 1]><v:shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75"  style='width:467.25pt;height:61.5pt'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\yk3233\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image007.jpg" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\yk3233\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image007.jpg"   o:title="TombakSyahbandar copy" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://farm4.static.flickr.com/3619/3340710186_f162f6c4ab_m.jpg" alt="" width="623" height="82" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Beberapa murid TM Satiri diantaranya dikenal sebagai organisatoris di lingkungan masyarakat Betawi, seperti TM Chaidir (alm) yang pernah menjabat sebagai Sekjen PPS Putra Betawi tahun 1987, selain itu terdapat peranakan Tionghoa Djien Djien (alm), Musa, Fachruddin Pane, dan tidak ketinggalan Zainul Arifin yang sampai kini eksis mengusung PSRI Syahbandar dan FORKABI.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"><span> </span><!--[if gte vml 1]><v:shape  id="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" style='width:223.5pt;height:300.75pt'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\yk3233\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image009.jpg" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\yk3233\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image009.jpg"   o:title="DSC00374" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://farm4.static.flickr.com/3399/3339883945_58981260dd_m.jpg" alt="" width="298" height="401" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify;"><em><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"><span> </span><span> </span>Gbr. Sikap pasang Jalan Naga Nyebrang</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 22.00 WIB, kami pamit undur diri.<span> </span>Sebagai salam penutup seorang teman dari FP2STI memainkan senjata tombak khas PSRI Syahbandar dengan lihainya, yang menggiring kenangan Muhammad Nuh kembali kepada masa mudanya sebagai seorang pesilat PSRI Syahbandar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Betawi, 17 Januari 2009 (20 Muharam 1430 H)- (<strong>Gusman “Jali” Natawidjaja</strong>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><em><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Nara</span></em><em><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> Sumber:<span> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><em><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">- Muhammad Nuh, murid dan keponakan TM Satiri, PSRI Syahbandar</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><em><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">- A. Sanusi, sesepuh PPS Putera Betawi-PS Pusaka Jakarta</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><em><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><em><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Foto-foto: dok. pribadi</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2009/03/silat-psri-syahbandar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencak Silat Harus Berprestasi di Ajang Internasional</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2009/01/pencak-silat-harus-berprestasi-di-ajang-internasional/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2009/01/pencak-silat-harus-berprestasi-di-ajang-internasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 15:43:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA&#8211;MI: Jika masih muda, Wapres Jusuf Kalla pasti akan mempelajari gerakan silat. Pasalnya, olahraga ini sudah menjadi bagian keseharian kebanyakan masyarakat Indonesia. &#8220;Seandainya saya masih muda, saya juga akan bergabung dan belajar pencak silat,&#8221; katanya saat menerima pengurus pusat Ikatan Pencak Silat Indonesia NU Pagar Nusa mendatangi Kantor Wapres di Jakarta, Rabu (21/1). Ia menyebutkan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">JAKARTA&#8211;MI:</span> Jika masih muda, Wapres Jusuf Kalla pasti akan mempelajari gerakan silat. Pasalnya, olahraga ini sudah menjadi bagian keseharian kebanyakan masyarakat Indonesia.</p>
<p>&#8220;Seandainya saya masih muda, saya juga akan bergabung dan belajar pencak silat,&#8221; katanya saat menerima pengurus pusat Ikatan Pencak Silat Indonesia NU Pagar Nusa mendatangi Kantor Wapres di Jakarta, Rabu (21/1).</p>
<p>Ia menyebutkan, saat ini pencak silat bukan hanya sekadar warisan budaya saja, namun juga telah menjadi olahraga keseharian. &#8220;Bahkan di Asian Games, pencak silat sudah menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan. Karena itu jika ingin terus berkembang pencak silat harus mampu berprestasi dalam ajang olahraga internasional yang digelar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kedatangan mereka selain bersilahturahim, mereka juga mengundang JK untuk menghadiri rakernas yang akan digelar pada akhir Januari 2009. Dalam kunjungan tersebut, puluhan pendekar berseragam hitam-hitam ini sempat beraksi dengan menunjukkan gerakan atau jurus silat yang mereka pelajari di depan wapres.</p>
<p>Salah satu Ketua Pagar Nusa Teddy Permana Daud menyebutkan, Pagar Nusa memiliki 18 juta anggota di seluruh Indonesia. Anggota Pagar Nusa itu berfungsi untuk melindungi para kiai Nahdatul Ulama. (Che/OL-03)</p>
<p>Berita dari OKEzone.com<br />
Sekira 40 pendekar dan pengurus Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla (JK) di Istana Wapres siang hari ini.</p>
<p>Selain mengelar pertemuan resmi, Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa juga memamerkan sejumlah kepiawaian para pendekarnya dalam berseni beladiri di depan Wapres Jusuf Kalla. Wapres terlihat sangat antusias memperhatikan kepiawaian para pendekar Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa.</p>
<p>Adapun tujuan kedatangan Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa.antara lain adalah dalam rangka mengundang Wapres Jusuf Kalla untuk dapat membuka Rakernas Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa yang akan diselenggarakan pada  26 Januari 2009.</p>
<p>Dalam sambutannya Wapres Jusuf Kalla mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Perguruan Silat Pagar Nusa yang notabenenya berasal dari Nahdlatul Ulama. Wapres juga menilai perkembangan pencak silat belakangan ini sangatlah baik, oleh karenanya dirinya meminta agar sistem dan kualitas dari pencak silat semakin ditingkatkan.</p>
<p>&#8220;Pencak silat yang selama ini seakan-akan hanya menjadi warisan masa lalu, sekarang sudah menjadi bagian olah raga internasional sehingga sudah masuk Sea Games, Asean Games, sehingga menjadi bagian yang harus kita tingkatkan kualitas dan sistemnya,&#8221; terang Kalla.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Wapres juga menyampaikan rasa penghargaannya kepada Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa yang dinilainya ikut berjasa dalam mengembangkan olah raga pencak silat.</p>
<p>Menyangkut undangan yang disampaikan oleh Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa kepada Wapres untuk bersedia membuka Rakernas, Wapres mengaku jika waktunya memungkinkan dirinya akan hadir membuka Rakernas tersebut.</p>
<p>&#8220;Insya Allah, Rakernas nanti jika waktunya pas,&#8221; pungkasnya.(mbs)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2009/01/pencak-silat-harus-berprestasi-di-ajang-internasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita perlu belajar beladiri ?</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2008/12/wanita-perlu-belajar-beladiri/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2008/12/wanita-perlu-belajar-beladiri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 16:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Wanita perlu belajar beladiri ? Mengapa tidak? Beladiri dengan segala jenisnya sudah ada dari jaman dahulu kala, bahkan pada jaman Rosul sudah terdapat beberapa wanita muslimah yang ikut berjihad mengangkat pedang, misalnya Ummu Athiyyah yang tujuh kali ikut perang pada masa Rosul, Nasibah Al Maziniyyah, menjadi srikandi pada perang Uhud, Arrobi’ binti Muawwidz dan lain-lain. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wanita perlu belajar beladiri ? Mengapa tidak? Beladiri dengan segala jenisnya sudah ada dari jaman dahulu kala, bahkan pada jaman Rosul sudah terdapat beberapa wanita muslimah yang ikut berjihad mengangkat pedang, misalnya Ummu Athiyyah yang tujuh kali ikut perang pada masa Rosul, Nasibah Al Maziniyyah, menjadi srikandi pada perang Uhud, Arrobi’ binti Muawwidz dan lain-lain. D iera awal Thifan Po Khan juga terdapat banyak pendekar muslimah, sebut saja misalnya Lulu Tan yang ahli dalam bermain selendang, pendekar-pendekar lainnya juga sering ikut dalam medan pertempuran bersama pendekar lainnya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://farm4.static.flickr.com/3268/2752769994_e4ba4ed98b.jpg?v=0" alt="" width="483" height="500" /></p>
<p>Jumlah pendekar wanita memang tidak sebanyak pendekar laki-laki, baik di era dahulu maupun era sekarang. Di era sekarang bisa kita lihat, misalnya data peserta di Olimpiade Atlanta 1996, ada 26 negara peserta yang tidak mengirim atlet putri.Jumlah negara tersebut berkurang pada Olimpiade Sydney 2000, yakni hanya sembilan negara yang tidak menyertakan atlet putri. Di Sydney pula jumlah atlet putri mencapai 4.063 orang atau 38,2 persen dari total jumlah atlet keseluruhan. Di Athena 2004 kehadiran atlet putri bertambah menjadi 4.306 orang atau 40,7 persen dari total atlet yang ikut serta. Jumlah terbesar sepanjang sejarah. Dari dari di atas secara umum menunjukkan bahwa memang jumlah pegiat olah raga termasuk beladiri lebih diminati oleh pria dibandingkan wanita.</p>
<p><span id="fullpost"><br />
Mengapa hanya sedikit wanita yang menyukai beladiri? Menurut penelusuran penulis, belum ada jawaban yang komprehensif terhadap permasalah ini. Mungkin salah satu hal yang mendasar adalah karena wanita secara psikologis maupun fisiologis lebih menyukai sesuatu yang halus, lembut, mengutamakan perasaan. Selain itu bagi wanita muslimah, mereka mengalami kesulitan ketika akan mengikuti beladiri karena terbatasnya beladiri khusus muslimah. Padahal dari segi manfaat, beladiri selain untuk menjaga kesehatan, menambah stamina juga sangat berguna untuk menjaga diri dari bahaya, karena menurut Catatan Tahunan Komnas Perempuan, setiap tahun jumlah kekerasan kepada wanita selalu meningkat, tahun 2001 setidaknya terjadi 3.169 kasus dan pada tahun 2007 jumlah kasus meningkat menjadi 25.522 kasus.</span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://farm4.static.flickr.com/3072/2852370324_df08476aa8.jpg?v=0" alt="" width="500" height="332" /></p>
<p>Untuk meningkatkan minat wanita mempelajari beladiri, selain memberikan penyadaran tentang pentingnya beladiri, juga perlu perubahan paradigma bahwa beladiri selalu identik dengan kekerasan. Beladiri dapat merubah formatnya sesuai dengan kebutuhan orang yang mempelajarinya, misalnya Thifan Po Khan, dari jaman awal sudah terdapat lanah (tempat latihan) khusus wanita muslimah. Di dalam lanah ini, yang diajarkan adalah beladiri Thifan Po Khan khusus muslimah, gerakan jurus, senam dan lain-lain disesuaikan dengan karakteristik wanita, dengan metode ini maka akan tercetak wanita yang ahli beladiri tetapi tetap memiliki sifat kelembutan seorang wanita dan tidak merubah fisik wanita menjadi perkasa atau gagah seperti pria.</p>
<p>Sebagai pendukung dari segi aspek syariah, berikut ini penulis sadurkan jawaban fiqih mengenai wanita yang mempelajari beladiri dari situs Pusat Konsultasi Syariah <span style="color: #000099;">www.syariahonline.com </span><br />
(hb)</p>
<p><span style="color: #000099;"><strong></strong></span></p>
<blockquote><p><span id="fullpost"><span style="color: #000099;"><strong>Jawaban:<br />
</strong>Assalamu alaikum wr.wb.</span></span></p>
<p>Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua.</p>
<p>Pada dasarnya Islam memberikan kesempatan kepada siapapun tak terkecuali wanita muslimah untuk melakukan kegiatan seperti olahraga dan sebagainya. Hanya saja untuk mencegah fitnah dan hal-hal negatif yang bisa timbul darinya, Islam memberikan batasan bagi setiap muslimah dalam melakukan aktivitasnya. Khususnya ketika kegiatan tersebut dilaksanakan di luar rumah. Di antara syarat tersebut adalah:</p>
<p><span style="color: #990000;">1. Dilakukan Secara Terpisah dengan Kaum Lelaki (Tidak Ikhtilath) dan Menjauhi Khalwah.<br />
</span><br />
Hadits Nabi SAW: Artinya: &#8220;Janganlah seorang lelaki berkhalwat dengan seorang wanita karena yang ketiganya adalah syetan&#8221; (HR Ibnu Majah dan Ahmad)</p>
<p>Dan untuk olah-raga tertentu seperti renang, silat, senam dan lain-lain harus benar-benar terpisah dengan kaum lelaki dan tidak boleh bercampur baur dengan mereka.</p>
<p><span style="color: #990000;">2. Ghodhdhul Bashar (Menahan Pandangan)</span> Allah SWT berfirman:<br />
Artinya: Dan katakanlah kepada wanita yang beriman:&#8217;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaknya mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dangan janganlah menampakkan perhiasannya &#8230;&#8217;( QS An Nuur 30-31)</p>
<p><span style="color: #990000;">3.</span><span style="color: #990000;"> Iltizam (Komitmen) dengan Pakaian Syar&#8217;i.</span> Artinya harus menutup aurat, pakaian tidak boleh ketat, tidak boleh transparan, dan potongannya harus dibuat khusus untuk kaum wanita.</p>
<p>Allah SWT berfirman: Artinya: Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu?min: ?Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( QS Al- Ahzab 59).</p>
<p><span style="color: #990000;">4. Hendaknya olah raga seperti silat, mukhoyyam, outbound dan lain-lain yang akan dilakukan akhwat sesuai dengan kadar kebutuhannya, tidak menimbulkan fitnah dan tidak mengabaikan tugas asasinya.<br />
</span><br />
Kaidah Fiqhiyah menyebutkan: Hajat diukur sesuai dengan batas-batas kebutuhannya</p>
<p><span style="color: #990000;">5. Mendapat izin suami atau mahramnya</span></p>
<p>Hadits Nabi saw.: Dari Ibnu Abbas ra. Bahwa ia mendengar Nabi saw bersabda: &#8220;Tidak boleh seorang lelaki berdua dengan wanita kecuali bersama mahramnya, dan tidak boleh wanita bepergian kecuali dengan mahramny&#8221;. Berkata seseorang, &#8221; Wahai Rasulullah sesungguhnya istri keluar untuk naik haji, dan saya diwajibkan mengikuti perang ini dan itu&#8221;. Rasul saw.bersabda, &#8221; Pergilah berhaji bersama istrimu.&#8221; (Muttafaqun alaihi)</p>
<p>Demikianlah syarat yang harus dipenuhi manakala seorang muslimah mengikuti aktivitas seperti silat atau olahraga lainnya.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bish-shawab.</p>
<p>Wassalamu alaikum wr.wb.</p></blockquote>
<p>http://thifanpokhan.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2008/12/wanita-perlu-belajar-beladiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Bali Ditunda</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2008/11/kejuaraan-dunia-pencak-silat-di-bali-ditunda/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2008/11/kejuaraan-dunia-pencak-silat-di-bali-ditunda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 17:20:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Kapanlagi.com &#8211; Kejuaraan dunia pencak silat yang semula dijadwalkan berlangsung di Bali, 17-23 Desember 2008 akhirnya ditunda sampai waktu yang belum ditentukan, kata pelatih pencak silat nasional asal Jateng, Indro Catur. &#8220;Hari Rabu sore ini saya ditelepon oleh PB IPSI yang mengatakan bahwa kejuaraan dunia pencak silat ditunda sampai batas waktu yang ditentukan sehingga pelaksanaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kapanlagi.com &#8211; Kejuaraan dunia pencak silat yang semula dijadwalkan berlangsung di Bali, 17-23 Desember 2008 akhirnya ditunda sampai waktu yang belum ditentukan, kata pelatih pencak silat nasional asal Jateng, Indro Catur.</p>
<p>&#8220;Hari Rabu sore ini saya ditelepon oleh PB IPSI yang mengatakan bahwa kejuaraan dunia pencak silat ditunda sampai batas waktu yang ditentukan sehingga pelaksanaan pelatnas untuk persiapan tampil pada even ini juga mundur,&#8221; katanya ketika dihubungi dari Semarang, Rabu malam (19/11).</p>
<p>Pelatih yang sukses mengantarkan tim pencak silat Indonesia menjadi juara umum pada Asian Beach Games (ABG) I di Bali bulan Oktober 2008, mengatakan, pelatnas untuk kejuaraan dunia sebenarnya dimulai tanggal 22 November 2008, tetapi karena pelaksanaan kejuaraan ini ditunda maka pelaksanaan pelatnas juga mundur.</p>
<p>&#8220;Saya tidak tahu kapan kejuaraan dunia itu akan dilaksanakan. Yang jelas tahun 2009 tetapi bulannya apa, saya juga tidak tahu,&#8221; kata Indro yang ditunjuk menjadi pelatih kepala Program Atlet Andalan (PAL) yang sudah diresmikan tanggal 12 November 2008 ini.</p>
<p>Menurut dia, mungkin penundaan kejuaraan dunia pencak silat tersebut karena peserta dari negara-negara Eropa juga belum siap, kemudian beberapa negara Asia Tenggara seperti Vietnam dan Thailand sedang menggelar pekan olahraga nasional di negaranya masing-masing.</p>
<p>&#8220;Saya kira dengan penundaan ini membuat kita memiliki waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan atletnya, mengingat beberapa atlet pencak silat tidak pernah istirahat usai mengikuti PON XVII/2008 Kalimantan Timur,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, usai mengikuti pesta multieven empat tahunan di Kaltim dan atlet tersebut membela daerahnya masing-masing, langsung mengikuti pelatnas untuk persiapan tampil pada pesta olahraga multieven pantai pertama di Bali bulan Oktober 2008.</p>
<p>&#8220;Untuk persiapan tampil di ABG Bali, anak-anak harus menjalani pelatnas di Bali selama tiga bulan. Jadi praktis mereka tidak memiliki waktu untuk istirahat. Makanya, penundaan kejuaraan dunia ini membuat kita bisa melakukan persiapan lebih matang lagi,&#8221; katanya menegaskan.</p>
<p>Pada ABG di Bali ini, Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan merebut lima dari delapan medali emas yang diperebutkan.</p>
<p>Lima medali emas tersebut diraih dari nomor seni tunggal putra (I Gusti Ngurah Arya Yudapandita), tunggal putri (Ni Luh Putu Spyanawati), ganda putra (pasangan Hamdani/M. Yusuf Effendi), ganda putri (pasangan Sang Ayu Ketut Sidan/Ni Made Dwiyanti). Satu emas lagi direbut dari nomor tanding kelas D putri atas nama Ni Nyoman Suparniti.</p>
<p>Ia menambahkan, untuk persiapan tampil pada kejuaraan dunia, Indonesia akan turun dengan kekuatan penuh dengan mengikuti semua nomor yang dipertandingkan. &#8220;Kita sebenarnya sudah mempersiapkan 28 atlet putra-putri untuk mengikuti pelatnas mulai tanggal 22 November 2008, tetapi karena ditunda tentunya mereka juga ditunda masuk pelatnas,&#8221; katanya. (kpl/rif)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2008/11/kejuaraan-dunia-pencak-silat-di-bali-ditunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jember kota pencak silat perlu dievaluasi</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2008/11/jember-kota-pencak-silat-perlu-dievaluasi/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2008/11/jember-kota-pencak-silat-perlu-dievaluasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 16:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Para atlit pencak silat dari berbagai perguruan, minta bupati Jember MZA Djalal, mengevaluasi kembali pencanangan kabupaten Jember, sebagai kota pencak silat. Menurut mereka, ketentuan muatan lokal, yang masuk sebagai kurikulum pendidikan di sd, hanya gebrakan bupati semata, tidak jelas kelanjutannya. pantauan prosalina, hanya sebagian sd di Jember, yang sudah menerapkan muatan lokal pencak silat. ketua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para atlit pencak silat dari berbagai perguruan, minta bupati Jember MZA Djalal, mengevaluasi kembali pencanangan kabupaten Jember, sebagai kota pencak silat.</p>
<p>Menurut mereka, ketentuan muatan lokal, yang masuk sebagai kurikulum pendidikan di sd, hanya gebrakan bupati semata, tidak jelas kelanjutannya.</p>
<p>pantauan prosalina, hanya sebagian sd di Jember, yang sudah menerapkan muatan lokal pencak silat.</p>
<p>ketua perguruan pencak silat, tapak suci kecamatan ambulu, bejo sukatman mengatakan, selama ini banyak guru olah raga sd, yang tidak menguasai pencak silat, sehingga terkesan asal-asalan mengajar.</p>
<p>ia berharap, dinas pendidikan melibatkan atlit-atlit pencak silat, untuk mengoptimalkan pelaksanaan kurikulum pencak silat di setiap sekolah.</p>
<p>hal senada disampaikan nasrudin shodik, dari perguruan pencak silat cimande. meski anggaran program pencak silat di Jember jumlahnya besar, namun pelaksanaannya tidak serius.</p>
<p>oleh sebab itu, shodik berharap pencanangan kabupaten Jember sebagai kota pencak silat oleh bupati mza jalal, di evaluasi kembali.</p>
<p>sementara ketua komisi disiplin dan pelaksana lapangan, ikatan pencak silat indonesia atau ipsi Jember, kusnandi melihat, besarnya anggaran untuk menunjang kemajuan pencak silat, belum sebanding dengan kenyataan di lapangan.</p>
<p>buktinya, prestasi atlit pencak silat Jember, masih tertinggal dengan atlit dari luar daerah, di jawa timur maupun nasional.</p>
<p>ketua bidang pendidikan tk dan sd, dinas pendidikan Jember, jumari, mengakui belum maksimalnya pelaksanaan kurikulum pencak silat. penyebabnya, belum adanya peraturan bupati Jember, terkait pelaksanaan muatan lokal pencak silat, yang diterapkan dalam kurikulum pendidikan.</p>
<p>tanpa adanya ketentuan kurikulum yang jelas, penerapannya juga tidak bisa maksimal jumari berharap, para guru olah raga sd, tidak menganggap muatan lokal pencak silat, sebagai pelajaran seni beladiri semata, melainkan sebagai olah raga senam, seperti olah raga lainnya.</p>
<p>dinas pendidikan, juga berencana melibatkan para atlit, untuk mengoptimalkan muatan lokal pencak silat, di setiap sekolah di Jember.</p>
<p>source : prosalinaradio.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2008/11/jember-kota-pencak-silat-perlu-dievaluasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Film Merantau, Mengangkat Seni Beladiri Pencak Silat</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2008/11/film-merantau-mengangkat-seni-beladiri-pencak-silat/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2008/11/film-merantau-mengangkat-seni-beladiri-pencak-silat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 15:55:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yanweka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, SABTU - Sebuah film penuh laga akan meramaikan pentas perfilman yang kini kian menggeliat di Tanah Air, yakni film bertajuk Merantau.Film yang akan digarap sutradara asal Inggris Gareth Huw Evans itu, akan mengangkat tema beladiri khas Indonesia, pencak silat.  Rencananya, Minggu (2/11) besok, akan memulai proses syutingnya dengan melibatkan aktris kenamaan Christine Hakim, Alex Abbad, Donny [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, SABTU - </strong>Sebuah film penuh laga akan meramaikan pentas perfilman yang kini kian menggeliat di Tanah Air, yakni film bertajuk <em>Merantau.</em>Film yang akan digarap sutradara asal Inggris Gareth Huw Evans itu, akan mengangkat tema beladiri khas Indonesia, pencak silat. </p>
<p>Rencananya, Minggu (2/11) besok, akan memulai proses syutingnya dengan melibatkan aktris kenamaan Christine Hakim, Alex Abbad, Donny Alamsyah, altet pencak silat nasional, Iko Uwais dan dua aktor asing aktor asing seperti Mads Kudal asal Denmark dan Laurent Buson (Prancis).<br />
  <br />
Film  <em>Merantau </em>mengangkat cerita salah satu tradisi di Minangkabau Sumatera Barat, di mana seorang anak laki-laki harus melakukan perjalanan guna memperoleh nama untuk dirinya.  Tokoh sentralnya, Yuda, akan dipercayakan kepada pesilat Iko Uwais.  <br />
 <br />
Sementara itu, Donny Alamsyah, pemeran tokoh Yayan dalam film tersebut, mengaku sangat antusias terlibat dalam film layar ketiganya, setelah <em>Sang Dewi </em>dan <em>9 Naga</em>.  &#8220;Saya melihat skenario film ini sangat bagus. Ini film drama, tapi juga mengangkat seni budaya beladiri tradisional Indonesia. Sayang, saya enggak dapat adegan berantemnya,&#8221; kata Donny di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jumat. </p>
<p>Di film tersebut, aktor asal Denmark Mads Kudal, akan berperan sebagai seorang penjahat bernama Ratger. Ia mengungkapkan keterlibatannya di film ini lantaran pernah satu menggarap proyek bareng sutradara asal Inggris, Gareth Huw Evans.  </p>
<p>&#8220;Sejujurnya, saya tak begitu banyak tahu tentang film Indonesia, biasanya hanya dari Jepang atau China. Tapi menurut saya skenario di film ini sangat bagus,&#8221; puji bintang serial  <em>Six Reasons Why</em> itu.  </p>
<p>Rencananya, film yang penata gerak beladirinya dipercayakan kepada Edwel Datok Rajo Gampo alamn ini akan dirilis pada April 2009 mendatang. <strong>(C-02/ANT/EH)</strong></p>
<p>SOURCE : kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2008/11/film-merantau-mengangkat-seni-beladiri-pencak-silat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencak Silat di Asian Beach Games (ABG)</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2008/10/pencak-silat-indonesia-pede-rebut-empat-emas/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2008/10/pencak-silat-indonesia-pede-rebut-empat-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 06:23:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yanweka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Flash Info]]></category>
		<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Penyelenggaran Asian Beach Games (ABG) pertama kali yang diadakan di Bali tahun ini hanya menyertakan satu olahraga khas Indonesia yakni pencak silat. Namun, karena terkait dengan olahraga pantai, pencak silat itu dipertandingkan di atas hamparan pasir.&#8221;Potensi pencak silat besar dan kali ini kita tuan rumah,&#8221; kata Rita Subowo, Ketua Umum KONI dalam acara penandatanganan kerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Penyelenggaran Asian Beach Games (ABG) pertama kali yang diadakan di Bali tahun ini hanya menyertakan satu olahraga khas Indonesia yakni pencak silat. Namun, karena terkait dengan olahraga pantai, pencak silat itu dipertandingkan di atas hamparan pasir.&#8221;Potensi pencak silat besar dan kali ini kita tuan rumah,&#8221; kata Rita Subowo, Ketua Umum KONI dalam acara penandatanganan kerja sama sponsor antara pihaknya dan Samsung, Jumat (26/9).</p>
<p>Lebih lanjut Rita mengungkapkan, penentuan masuknya pencak silat di dalam ABG kali ini haru melewati perdebatan sengit di Komite Olimpiade Asia. &#8220;Pencak silat susah masuknya, tapi kita tetap berupaya agar pada ABG berikutnya di Oman dan China pencak silat tetap bisa ikut,&#8221; imbuh Rita.</p>
</div>
<div>
</div>
<div>
</div>
<div><span class="isi1">Indonesia  berhasil menyumbang 2 medali emas pertama di pelaksanaan Asean Beach Games (ABG) Bali, memasuki hari kedua Minggu (19/10) emas pertama disumbang dari cabang olahraga pencak silat. Dua medali emas dari pencak silat yang dilombakan di kawasan tepi Pantai Nusa Dua, berasal dari nomor perorangan putera dan <em>double</em> putri</span></div>
<div>
</div>
<div>
</div>
<div><span class="isi1">Untuk emas putera disumbangkan oleh GUSTI NGURAH ARYA YUDHA PANDITA asal Bali, sementara emas kedua disumbang atlet SANG AYU KETUT SIDANG-NYI MADE DWI YANTI.</p>
<p>ARYA YUDHA PANDITA meraih medali emas sesudah mengumpulkan poin terbanyak sebanyak 457. Ini mengalahkan atlet dari Vietnam dan Brunei Darussalam. Sementara pasangan SANG AYU-NYI MADE ini mengalahkan pasangan putri dari Vietnam dan Malaysia. </span></div>
<div>
</div>
<div><strong>Pasangan Sang Ayu Ketut Sidan/Ni Made Dwiyanti, Minggu (19/10) berhasil meraih medali emas Asian Beach Games (ABG) di cabang pencak silat nomor seni atau penampilan ganda putri.</strong>&#8220;Terus terang ini merupakan penampilan pertama kami pada event internasional,&#8221; ujar kedua pasangan itu usai meraih emas di Tanjung Benoa, Kuta Selatan Kabupaten Badung, Bali.</p>
<p>Baik Sidan maupun Dwiyanti mengatakan, untuk masuk ke pelatnas ABG ini, mereka harus bersaing dengan atlet senior yang meraih medali emas SEA Games 2007, yakni Wulandari dan Sutri.</p>
<p>Mereka juga ikut seleksi untuk masuk pelatnas ABG selama tiga bulan ini, Sang Ayu dan Dwiyanti yang sama-sama kelas 3 SMA itu berhasil menyisihkan sang senior.</p>
<p>&#8220;Terus terang emas ini saya persembahkan untuk Indonesia, Bali, dan perguruan Silat Bakti Negara yang telah mendidik kami menjadi seperti ini,&#8221; imbuha keduanya.</p>
</div>
<div>
<p>Pelatih Pencak Silat Pantai Oyong Karma Yuda hanya menjelaskan pihaknya belum mengalami kendala berarti menghadapi event di pantai. Dia hanya menginstruksikan kepada anak asuhnya lebih keras dalam berlatih.</p>
<p>Keinginan Oyong memberikan porsi latihan tambahan disebabkan posisi kuda-kuda di pantai sedikit berbeda.</p>
<p>&#8220;Peraturan di pantai tidak berbeda dengan biasanya, tapi anak-anak harus lebih memerhatikan kuda-kuda mereka saat bertanding. Biasanya, posisi mereka akan mengalami perubahan saat berada di pasir sedalam 20 cm,&#8221; kata Oyong.</p>
<p>Di luar itu, pihaknya tidak mengkhawatirkan masalah lain seperti ancaman kecurangan lawan dengan menggunakan pasir sebagai senjata. Sebab, selain diperbolehkan menggunakan kacamata, pesilat Indonesia telah mengantisipasi masalah tersebut.</p>
<p>Dia hanya berharap anak asuhnya tak boleh gegabah karena peta kekuatan pencak silat di Asia terbilang merata. Apalagi, negara kuat di pencak silat seperti Malaysia, Vietnam, dan Singapura telah berada di Bali sebagai proses adaptasi sebelum bertanding.</p>
<p>Mereka kemungkinan akan menjadi ancaman kami, tapi kami bertekad akan mempertahankan target dalam delapan nomor yang akan dipertandingkan nanti,&#8221; ujar Oyong yang masih mengharapkan dua negara Jepang dan Uzbekistan akan bergabung.</p>
<p>Peserta yang ambil bagian di cabang pencak silat ABG terdaftar sebanyak tujuh negara. Mereka adalah Malaysia, Vietnam, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, dan tuan rumah Indonesia.</p>
</div>
<p><strong> </strong></p>
<p>source : <strong><br />
Dari ragam sumber dam members yang Ikut di Ke BALI<br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2008/10/pencak-silat-indonesia-pede-rebut-empat-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENCAK SILAT: Siap Tempur di ABG</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2008/10/pencak-silat-siap-tempur-di-abg/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2008/10/pencak-silat-siap-tempur-di-abg/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 06:19:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yanweka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[CINTA OLAHRAGA INDONESIA &#8211; Tim pencak silat Indonesia yang akan bertanding di Asian Beach Games (ABG) 2008 di Bali, Oktober mendatang, semuanya dalam kondisi siap tempur. Tim yang terdiri dari 10 pesilat tersebut akan berlaga dalam 8 nomor yang dipertandingkan. Mereka pun tetap menjalankan aktivitas latihan meski dalam suasana puasa. &#8220;Semua pesilat dalam kondisi siap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="post hentry"><a name="7362696435961904701"></a></p>
<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://cinta-olahraga-indonesia.blogspot.com/2008/09/pencak-silat-siap-tempur-di-abg.html"><br />
</a></h3>
<div class="post-body entry-content">CINTA OLAHRAGA INDONESIA &#8211; Tim pencak silat Indonesia yang akan bertanding di Asian Beach Games (ABG) 2008 di Bali, Oktober mendatang, semuanya dalam kondisi siap tempur. Tim yang terdiri dari 10 pesilat tersebut akan berlaga dalam 8 nomor yang dipertandingkan. Mereka pun tetap menjalankan aktivitas latihan meski dalam suasana puasa.</p>
<p>&#8220;Semua pesilat dalam kondisi siap tempur baik stamina maupun kecepatan. Kalau soal teknik, mereka semua juga sudah menguasai dengan baik. Selama puasa ini kami juga tetap latihan seperti biasa. Namun, kami sesuaikan waktunya. Di pagi hari, kami hanya latihan ringan saja. Baru sore harinya kami bisa latihan fisik dan kecepatan,&#8221; ujar Manajer Tim Pencak Silat Indonesia untuk ajang ABG, Bambang Rus Effendi, ketika dihubungi Suara Karya, Minggu (31/8) malam.</p>
<div class="fullpost">Menurut Bambang, selama puasa program latihan harus benar-benar seimbang. Artinya, jangan sampai kondisi pesilat drop lantaran terlalu keras berlatih. Namun, juga harus dijaga jangan sampai kecepatan menurun. &#8220;Di sinilah pintar-pintarnya kami menyeimbangkan program latihan selama puasa,&#8221; ujar Bambang.</div>
<div class="fullpost"><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 5px; float: left;" src="http://images.sariptambakyoso.multiply.com/image/4/photos/31/500x500/1/fes.-paris-02.jpg?et=c7lYSfEFv3heyMIfcRdM5w&amp;nmid=115751655" alt="" width="330" height="221" /></div>
<div class="fullpost">
<p>Mengenai mundurnya dua pesilat asal Sulawesi Utara (Sulut), Pengki Simbar (kelas A) dan Amelia Roring (kelas B), Bambang mengatakan bahwa posisi keduanya di pelatnas ABG sudah tergantikan.</p>
<p>&#8220;Pengki memang mundur dari pelatnas ABG, tetapi Amelia Roring sebenarnya mundur sebelum dia mengikuti seleksi. Sekarang tempat keduanya sudah terisi. Ria Puspitasari dari Sumsel menggantikan Pengki di kelas A dan Ni Komang Ayu dari Bali akan bertanding di kelas B,&#8221; ujar Bambang.</p>
<p>Menurut Bambang, selain Ria Puspitasari, semua pesilat pelatnas ABG sudah masuk dalam pemusatan latihan di Bali sejak 10 Agustus lalu. &#8220;Ria memang masih harus dipoles lagi karena dia masuk belakangan. Selain itu, dia juga harus menyesuaikan diri dengan arena berpasir,&#8221; ujar Bambang.</p>
<p>Meski baru bergabung, Bambang melihat ada grafik peningkatan pada kemampuan Ria. Ia juga optimistis Ria tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi di gelanggang berpasir. &#8220;Ria sudah menunjukkan peningkatan yang bagus, dan saya yakin dia akan siap 100 persen pada saatnya nanti,&#8221; ujar Bambang.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan, Pengki Simbar dan Amelia Roring mundur dari pelatnas karena ingin ikut dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di daerahnya. Hal itu dikemukakan Komisi Teknik Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sulut, Ventje Simbar, pekan lalu. Kedua pesilat tersebut lebih memilih mempersiapkan berbagai keperluan untuk masuk CPNS di daerah itu.</p>
<p>Pengky Simbar merupakan atlet pencak silat terbaik Sulut yang berhasil meraih medali emas di SEA Games 2007 serta PON XVII Kalimantan Timur (Kaltim), sementara Amelia Roring meraih emas di PON Kaltim.</p>
<p>Pada ABG di Bali, Oktober mendatang, pencak silat mempertandingkan 8 nomor, yakni kategori tanding kelas A putri, B putri, A putra, dan H Putra. Sementara kategori seni dipertandingkan nomor ganda putra, ganda putri, tunggal putra, dan tunggal putri. ***</p>
</div>
</div>
<div class="post-footer">
<div class="post-footer-line post-footer-line-1"><span class="post-author vcard"> Diposkan oleh <span class="fn">CINTA OLAHRAGA INDONESIA</span></span></div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2008/10/pencak-silat-siap-tempur-di-abg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
