<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Silat Indonesia &#187; Cover Story</title>
	<atom:link href="http://silatindonesia.com/category/cover-story/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://silatindonesia.com</link>
	<description>Pusat Informasi Pencak Silat Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 09:13:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Semua silat sih bagus, tapi kita harus cinta sama mainan kita sendiri, Gerak Rasa Babeh Acul Slipi</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/05/semua-silat-sih-bagus-tapi-kita-harus-cinta-sama-mainan-kita-sendiri-gerak-rasa-babeh-acul-slipi/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/05/semua-silat-sih-bagus-tapi-kita-harus-cinta-sama-mainan-kita-sendiri-gerak-rasa-babeh-acul-slipi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 May 2012 09:13:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Figure Pesilat]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Babeh Acul]]></category>
		<category><![CDATA[Gerak Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[mainan]]></category>
		<category><![CDATA[mencintai]]></category>
		<category><![CDATA[silat]]></category>
		<category><![CDATA[Slipi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1690</guid>
		<description><![CDATA[Matahari telah mulai terbenam. Sinarnya berwarna kuning kemerahan mulai menghilang. Tampak rona bahagia menerpa kota Jakarta menghiasi raut wajah para penghuninya. Dengan semangat kami  buat pergi ke sebuah tempat pelosok Kota Jakarta untuk  liputan khusus mengenai aliran silat atau ke guru-guru silat yang mengajar. Menghabiskan waktu malam dengan melihat tebenamnya semburat cahaya jingga bersama. Bermodal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Matahari telah mulai terbenam. Sinarnya berwarna kuning kemerahan mulai menghilang. Tampak rona bahagia menerpa kota Jakarta menghiasi raut wajah para penghuninya. Dengan semangat kami  buat pergi ke sebuah tempat pelosok Kota Jakarta untuk  liputan khusus mengenai aliran silat atau ke guru-guru silat yang mengajar. Menghabiskan waktu malam dengan melihat tebenamnya semburat cahaya jingga bersama.</p>
<p>Bermodal kenalan dari seorang teman yang memberitahu tentang nama Babeh Acul, kami putuskan untuk keluar dari kantor menuju daerah Slipi, kami langkahkan kaki menelusuri daerah sekitaran Kantor Pos Jl. KS Tubun IV Belakang Hotel Shantika, malam yang begitu menusuk sungsum tulang tidak kami rasakan untuk semangat mencari <a href="http://silatindonesia.com/tag/babeh-acul">Babeh Acul</a>, salah satu seorang Guru silat daerah ini. Jalanan masih ramai walau hujan sisa semalam masih menutupi jalan.<span id="more-1690"></span></p>
<p>Dari alamat yang diberikan ternyata orang yang kami cari tidak ada di rumahnya. Kamipun terus melangkahkan kaki. Mata kami mengembara memperhatikan alamat kantor pos yang diberitahu <a href="http://silatindonesia.com/tag/babeh-acul">Babeh Acul</a> ada di daerah sana.<br />
Kuputuskan untuk masuk ke sebuah tempat tongkrongan. Sebuah bambu panjang, aku duduk di dibangku itu. Mataku langsung tertuju ke sebelah orang tua disebelahku.</p>
<p>“<em>Pak maaf kalau boleh bertanya kami bisa ketemui Babeh Acul dimana ya?</em>”<br />
“<em>Laah saya Babeh Acul…</em>”, katanya mengakui dirinya</p>
<p>Ternyata Babeh Acul yang bernama asli Mashuri ini adalah seorang lelaki tua yang sedang duduk menyaksikan pemandangan jalan, yang pernah kami lewati tadi.</p>
<p>Lalu kami berbincang-bincang dengan dirinya yang selalu penuh canda tawa. Sedikit-sedikit tangannya bergerak luwes menceritakan silat aliran “<a href="http://silatindonesia.com/tag/gerak-rasa">Gerak Rasa Babeh Acul Slipi</a>” yang ia miliki.</p>
<p>“Kalau &#8220;GR&#8221; disini (maksudnya <a href="http://silatindonesia.com/tag/gerak-rasa">Gerak Rasa Babeh Acul Slipi</a>),  modelnye yang  ane mainin mainannya rapet dan serangannya ngikutin geraknya tergantung lawannya mau kemane memakai Rasa, terus kayak begitu tergantung lawannya mau kemane&#8230;”</p>
<p>“<em>Maenan ini silatnya bang Pi&#8217;i dulunya, bang Pi&#8217;i belajar dari Om Wid atau Raden Widarma, Bang pii juga dulu sebelumnya mainannya udah banyak</em>”<br />
<em>*mainan = silat</em></p>
<p>Kalau dilihat dari penjelasan babeh Acul mengenai permainan Gerak Rasa-nya, Pelatihan yang  dilatih sehingga muncul rasa dan reflek sehingga bisa dilakukan tanpa melihat lawan, karena mampu membaca pergerakan lawan, bukan dengan ilmu magis atau ghaib. ini karakteristik yang sangat berbahaya pada silat <a href="http://silatindonesia.com/tag/gerak-rasa">Gerak Rasa</a>, Gerakannya selalu “merangsek” masuk, tidak menunggu diserang, serangan tidak dilakukan dengan menghindar atau menangkis lebih dulu. Karena menurut beliau tidak efektif. Kata Beliau permainannya tidak pernah mundur kebelakang,  tapi “merangsek masuk”, sehingga dlm sekejap tangannya sudah ada menempel di area vital lawannya, leher mata dan lain lain.</p>
<p>“Semua silat sih bagus, tapi kita harus cinta sama mainan kite sendiri, ane sendiri sudah cinta sama ini mainan yang ane punya, kalau mainan satu aja ditekunin terus  dan dicintai pasti bagus”, katanya</p>
<p>“Rasa cinta dan hormat itu harus ada, sampai sekarang ane masih hormatin para petinggi-petinggi Gerak dan juga Kesepuhannya di Bogor”</p>
<p>“Dari Rasa Cinta itu ane kutrak-kutrik  Gerak  jadi deh mainan 9 jurus,walau sebenarnya ane dapat  5 gerak dasarnya”, lanjutnya</p>
<p>“Tapi bukan keluar dari pemahaman “Gerak” yang ane tahu lho?!?, itu hasil kecintaan ane sama “Gerak” yang ane punya”</p>
<p>Terlihat wajahnya yang mengharukan dari lelaki tua ini tiba-tiba mulai termenung menunduk seakan-akan  kegagahan beliau saat memainkan silat sebelumnya yang terlihat ganas, mulai sirna saat dia bilang “mencintai” silatnya, tanpa terasa matanya terlihat berkaca-kaca.</p>
<p>Karena waktu yang demikian sempit kamipun pamit kepada Babeh Acul untuk pulang.</p>
<p>Saat perjalanan pulang, Kamipun  masih termenung dari makna dalam kata-katanya bahwa kita harus belajar  “mencintai “.</p>
<p>“Seberapa banyakkah para penduduk di negeri ini yang mampu mencintai produk negerinya sendiri khususnya Silat sebagai salah satu ikon beladiri di Indonesia?”</p>
<p><a href="http://silatindonesia.com/tag/fp2sti">FP2STI</a> adalah <a href="http://silatindonesia.com/tag/fp2sti">Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia</a>, yang mempunyai salah satu misi “Menumbuhkan kembali kecintaan dan pelestarian Silat Tradisional”.</p>
<p>Mencintai adalah satu proses, proses yang panjang, nyata dan memerlukan usaha dan istiqamah yang bukan sedikit, mungkin akan butuh sebuah pengorbanan. Sepanjang proses itu, pasti akan banyak dugaan yg silih berganti, untuk menguji kekuatan hati, pikiran  dan emosi bermain.</p>
<p>Jatuh cinta segalanya indah. Mencintai itu lebih payah, menjerihkan dan melelahkan. Namun Kita semua berharap bahwa semua itu pasti dapat diarungi karena kekuatan cinta itu menjadikan siapa saja mampu melalui apa saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Alamat Pelatihan :</p>
<p>Kantor Pos Daerah Slipi</p>
<p>Sekitaran Jl. KS TUBUN IV Belakang Hotel Shantika</p>
<p>Telp. 021 96046828 (Babeh Acul)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/05/semua-silat-sih-bagus-tapi-kita-harus-cinta-sama-mainan-kita-sendiri-gerak-rasa-babeh-acul-slipi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gak Berusaha Jadi Jago, Cuma kepengen jago dalam Berusaha, Ki Ontong Kota Bambu Utara</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/05/gak-berusaha-jadi-jago-cuma-kepengen-jago-dalam-berusaha-ki-ontong-kota-bambu-utara/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/05/gak-berusaha-jadi-jago-cuma-kepengen-jago-dalam-berusaha-ki-ontong-kota-bambu-utara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 May 2012 12:37:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[bambu utara]]></category>
		<category><![CDATA[ki ontong]]></category>
		<category><![CDATA[maen pukulan]]></category>
		<category><![CDATA[maenan]]></category>
		<category><![CDATA[ontong]]></category>
		<category><![CDATA[sibuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1680</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kota yang ada di negara Indonesia dan sebagai Ibukota , yaitu kota Jakarta. Kota yang sangat identik dengan keramaian nya, bukan hanya  pada siang hari saja, tetapi saat malam hari pun di kota ini tetap menawarkan berbagai macam hiburan malam. Ibu kota jakarta atau kota metropolitan yang ada di negara Indonesia ini,mempunyai dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/person/ki-ontong-kota-bambu.jpg" alt="ki-ontong-kota-bambu" />Salah satu kota yang ada di negara Indonesia dan sebagai Ibukota , yaitu kota Jakarta. Kota yang sangat identik dengan keramaian nya, bukan hanya  pada siang hari saja, tetapi saat malam hari pun di kota ini tetap menawarkan berbagai macam hiburan malam. Ibu kota jakarta atau kota metropolitan yang ada di negara Indonesia ini,mempunyai dua sisi yang berbeda. di satu sisi kota ini sebagai ikon negara indonesia ,karena semua orang yang ada di daerah-daerah maupun pelosok negara ini sangat berhasrat untuk mengadu nasib di kota ini. seperti mencari pekerjaan,membuka usaha,atau hanya sekedar untuk jalan-jalan ke objek wisata yang ada di jakarta. Saat ini kami berkunjung ke sebuah pelosok di Ibu kota, Daerah  Kota bambu Utara, Jakarta Barat. Di daerah ini kami menemukan sebuah maenan (orang betawi menyebut silat sebagai maenan, atau maen pukulan) yang dikenal <a href="http://silatindonesia.com/tag/ki-ontong">Ki Ontong Bambu Utara</a>. Disana saya bertemu dengan Bang Jack (Ahmad Yani), Bang BJ (Firdaus) dan Bang Edi.<span id="more-1680"></span></p>
<p>Saat kami datang malam hari di rumah Bang BJ (bacanya Bije) , kami menemukan keramahan dan rasa persaudaraan yang kental. Disebuah ruang tamu yang diset sebagai tempat latihan silat, saya berbincang-bincang panjang lebar disana.</p>
<p>“Ini tempat kite latihan maenan disinin bang, diatas anak-anak kalau buat prakarya bambu”, tutur Bang BJ. Terlihat tempat ukuran yang tidak terlalu besar dipakai untuk latihan silat. (prakarya bambu : kerajinan tangan dari bambu)</p>
<p>&#8220;<em> Tapi biar begini tempatnya kita berpikir dan berharap Ki Ontong, salah satu seni beladiri tradisional betawi yang harus tetap dilestarikan</em>&#8220;, sambungnya</p>
<p>“Ki Ontong- katenye sih asalnye nama orang yg tinggalnye dikemanggisan. orang-orang dulu yang punya silat ‘Ki Ontong’ diajarin sama ngajarinnye ketutup, jadi agak susah dah nyari siape nyang punya”.</p>
<p>&#8220;Ki Ontong- kagak cuman berkembang di kemanggisan doang, tapi ke daerah laen kayak Kota Bambu Utara contohnye. menurut cerita juga, di Kota Bambu Utara banyak nyang punya silat ‘Ki Ontong’ cuman kagak ada nyang ngajarin lagi”</p>
<p>“Nah, Seiring berkembangnye zaman, kite mau nyoba kenalin lagi silat ‘<a href="http://silatindonesia.com/tag/ki-ontong">Ki Ontong</a>’ ke sodare sodare, encang, encing, nyak, babe disekitar kite dan dunia luar. kite takutnya salah satu kesenian tradisional betawi lama-lama ilang, kayak orangnye yang pade minggir kena gusur “, canda Bang BJ,  diselingi gelak tawa.</p>
<p>“Karena udah jarang yang ngelestariin seni budaya betawi pada umumnye, silat ‘Ki Ontong’ khususnye”</p>
<p>&#8220;Ki Ontong yang di kite- ciri permaenannye pake kuda-kuda rendah trus seliwa ,berlawanan arah juga. Agak rapet, cepet, sama ringkes”.</p>
<p>&#8220;Ki Ontong- ada 20 jurus sama makannye, nah jalannye ada 3 yaitu jalan jurus, jalan susur, sama jalan rimbang”</p>
<p>“Nah selain buat olah raga biar sehat, di lingkungan setempat juga mengikuti program pemerintah tentang pemberdayaan Sumber Daya Manusia dan Melestarikan Kebudayaan  Tradisional dengan cara melatih anak muda setempat, bahkan anak kecil di lingkungan setempat biar ga salah jalan”, sambungnya lagi</p>
<p>“Selain berlatih silat ‘<a title="ki ontong" href="http://silatindonesia.com/tag/ki-ontong">Ki Ontong</a>’ juga diberikan pendidikan moral melalui mengaji, diskusi singkat, pelatihan berusaha dan berkarya. sehingga terwujud kata-kata ‘ Jago Dalam Berusaha, Bukan Berusaha Menjadi Jago ‘” katanya.</p>
<p>Memang saat kami bersilahturahmi di daerah Kota Bambu Utara, kami melihat ‘Ki Ontong Bambu Utara menyatu dalam wadah “<a href="http://silatindonesia.com/tag/sibuk">SIBUK</a>” (<a href="http://silatindonesia.com/tag/sibuk">Seni Budaya Usaha  &amp; Kreasi</a>) antara lain : Silat,  Palang Pintu, Marawis, Jahit Menjahit, Pengolahan Limbah Bambu, dan lain-lain. Kesemuanya itu yang bertujuan untuk dijadikan gerak usaha. Sehingga Moto mereka pakai tertulis “<a href="http://silatindonesia.com/2012/05/gak-berusaha-jadi-jago-cuma-kepengen-jago-dalam-berusaha-ki-ontong-kota-bambu-utara/"><strong>Gak Berusaha Jadi JAGO, Cuma kepengen jago dalam BERUSAHA</strong></a>”.</p>
<p>“Buat semuanye kalo ada yang berminat belajar atau silahturahmi liat silat ‘<a href="http://silatindonesia.com/2012/05/gak-berusaha-jadi-jago-cuma-kepengen-jago-dalam-berusaha-ki-ontong-kota-bambu-utara/">Ki Ontong Kota Bambu</a>’ bisa dateng ke Sekretariatnye kite, mau panggil kite buat acara-acara juga, atawa mau join usaha sama kite disini, Kita juga bukan organisasi yang berlandaskan materi usahanya, melainkan persaudaraan”</p>
<p>“Kita ‘Ki Ontong Kota Bambu Utara’,seneng diskusi, yah kalau salah-salah kate tolong di benerin, kalo ada kurang tolong ditambahin. karena kita cuma mau ngelestariin seni budaya tradisional betawi khususnya Silat  ‘Ki Ontong’’” , kata-kata ramah mereka saat kami minta ijin untuk pulang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekretariat ‘ Ki Ontong Bambu Utara’</p>
<p>Jl. Wuluh I Rt.002 Rw.007 No.29 A</p>
<p>Kel. Kota bambu Utara, Jakarta Barat.</p>
<p>Telp  0815 881 3497 ( Om BJ )</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/05/gak-berusaha-jadi-jago-cuma-kepengen-jago-dalam-berusaha-ki-ontong-kota-bambu-utara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ameng Timbangan, Berkelahi Tanpa Menyakiti</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/05/ameng-timbangan-berkelahi-tanpa-menyakiti/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/05/ameng-timbangan-berkelahi-tanpa-menyakiti/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 10:08:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[ameng]]></category>
		<category><![CDATA[ameng timbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Anggakusumah]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[gending]]></category>
		<category><![CDATA[kang]]></category>
		<category><![CDATA[kang gending]]></category>
		<category><![CDATA[Nyengseret]]></category>
		<category><![CDATA[timbangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1673</guid>
		<description><![CDATA[Ameng Timbangan, Menemukan keseimbangan manusia dalam penjara, Raden Anggakusumah mengajarkan pekerti luhur dan menyelaraskan gerak. Hindari kekuatan lawan, alihkan serangan, duduki posisinya. Tapi, jangan sakiti lawan tak berdaya. Wajah Gending Raspuzi mendadak serius. Tatapannya fokus menghadap lawan. Dengan sigap, lelaki yang akrab disapa Kang Gending itu menepis pukulan yang mengarah wajahnya. Sejurus kemudian, praktisi Ameng [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ameng Timbangan,</strong><br />
<strong>Menemukan keseimbangan manusia dalam penjara, Raden Anggakusumah mengajarkan pekerti luhur dan menyelaraskan gerak. Hindari kekuatan lawan, alihkan serangan, duduki posisinya. Tapi, jangan sakiti lawan tak berdaya</strong>.</p>
<p>Wajah Gending Raspuzi mendadak serius. Tatapannya fokus menghadap lawan. Dengan sigap, lelaki yang akrab disapa Kang Gending itu menepis pukulan yang mengarah wajahnya. Sejurus kemudian, praktisi Ameng Timbangan ini menjatuhkan lawan tanpa melukainya.<br />
<span id="more-1673"></span><br />
<img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/person/kanggending-01.jpg" alt="kang gending" width="291" height="182" />Selama ini, memang tak banyak yang mengetahui <a href="http://silatindonesia.com/tag/ameng-timbangan">Ameng Timbangan</a> seperti yang dilakukan <a href="http://silatindonesia.com/tag/kang-gending">Kang Gending</a>. Beladiri asli Bandung ini terkesan tertutup dan jauh dari publikasi. Namun beladiri ini oleh penciptanya tidak dipandang sebagai salah satu aliran pencak silat. Hanya, pandangan umum tetap menganggapnya salah satu aliran pencak silat lain.</p>
<p>Muncul pertama kali di Bandung pada 1927, Ameng Timbangan digagas Raden (Rd.) Anggakusumah, putra Rd. Haji Adra’i, penghulu kepala di Sumedang. Menurut Kang Gending, Rd. Anggakusumah sebelumnya tak pernah belajar pencak silat, juga tak menganut aliran pencak silat yang ada. Jadi, Ameng Timbangan benar-benar temuan orisinal <a href="http://silatindonesia.com/tag/anggakusumah/">Rd. Anggakusumah</a> sendiri.</p>
<p>Menurut sang cucu, Rd. Darajat Anggakusumah, biasa disapa Kang Aom, Ameng Timbangan memang bukan pencak silat. “Karena timbangan itu prinsipnya untuk menyelamatkan diri. Baik diri sendiri maupun lawan. Makanya, dalam timbangan tak ada pukulan maupun tendangan,” ujarnya.</p>
<p>Ameng Timbangan, tutur Kang Gending, dipelajari dalam beberapa tahapan. Awalnya calon murid harus memahami lebih dulu filosofi Timbangan. Biasanya itu dilakukan lewat dialog dalam beberapa pertemuan. “Saya sendiri tujuh kali bertemu hanya mengobrol saja, tidak juga diajari Timbangan,” kata Kang Gending, murid Rd. Muhyidin Angga kusumah (ayah Kang Aom).</p>
<p>Sekilas, obrolan itu tak penting. Namun sebenarnya itu menjadi salah satu ujian bagi calon murid. Ya, filosofi Timbangan yang dikemas dalam obrolan ringan justru erat berhubungan dengan teknik yang dipelajari. Lewat tanya jawab, seorang guru dapat menilai mental dan moral muridnya.</p>
<p>Lebih jauh, menurut filosofi Rd. Anggakusumah, manusia bakal selamat bila memegang teguh prinsip cageur (sehat jasmani), bageur (berkelakuan baik), dan bener (berbuat benar). Ketiga unsur ini dilengkapi kembali oleh Rd. Muhyidin dengan enam pegangan lain, sehingga menjadi sembilan (sangawedi): Ati-ati (hati-hati), taliti (teliti), gumati (sungguh-sungguh), toweksa (cermat), wiwaha (penuh pertimbangan), dan waspada. Setelah melewati tahap pembinaan mental dan spiritual, barulah para murid diberi pelajaran jasmani.</p>
<p>Gending Raspuzi mempraktekan gerakan ameng timbangan.</p>
<p>Menurut Kang Gending, tahap pertama pendekar <a href="http://silatindonesia.com/tag/timbangan">Timbangan </a>menghadapi lawan adalah bicara dari hati ke hati. Bila kata-kata lemah lembut tidak diterima, dan lawan tetap mengandalkan kekerasan, barulah pendekar Timbangan melawan secara jasmani. Kendati, itu hanya untuk menguasai posisi atau kedudukan sedemikian rupa, sehingga lawan sulit menyerang namun mudah diserang. Ini terus menerus dilakukan atau dikuasai, tapi tidak dimanfaatkan untuk menyakiti lawan. Dengan demikian, di pihak lawan, diharapkan timbul kesadaran bahwa pendekar Timbangan tidak bermaksud buruk.</p>
<p>Untuk merebut kedudukan atau posisi ideal, pendekar Timbangan akan memberi kesempatan lawan untuk menyerang. Arus tenaga tidak ditangkis, karena Ameng Timbangan tak menggunakan teknik tangkisan. Namun serangan itu dibelokkan atau dielakkan agar kedudukan lawan menjadi labil. Dalam kondisi labil, pendekar Timbangan segera melakukan penutupan atau perebutan posisi, sesuai tujuan yang dikehendaki.</p>
<p>Toh, untuk melaksanakan taktik yang seakan-akan sangat sederhana itu tetap dibutuhkan keterampilan pelbagai jenis teknik. Seperti, kepekaan rasa yang memungkinkan pendekar Timbangan mampu menangkap atau mengantisipasi dengan cepat, situasi yang sedang dihadapi. Tak cuma itu, ia juga harus punya kecepatan reaksi. Sebagai seni beladiri tanpa kekerasan, dan dalam sasaran strateginya hanya berusaha menempati atau menguasai posisi, unsur kecepatan sangatlah penting.</p>
<p>Setelah itu, ia harus mampu menghitung dan menetapkan jarak dengan lawan. Dengan penguasaan jarak yang tepat, ia dapat mengantisipasi sekaligus menguasai kemungkinan serangan. Penilaian tepat terhadap jarak akan mampu menghindarkan serangan lawan dan merebut kedudukan secara tepat.</p>
<p>Selanjutnya, ia harus mampu mengendalikan tubuh lawan serta seluruh anggota tubuhnya. Untuk itu, dibutuhkan kepekaan rasa dan gerak cukup tinggi. Teknik menempel dan merapat, khusus digunakan untuk perkelahian jarak dekat. Dengan kemampuan menilai sikap dan posisi jasmani seseorang, kita akan mendapatkan gambaran tentang gerakan yang mungkin dilakukan lawan.</p>
<p>Sementara itu, gerakan menyalurkan tenaga lawan berupa penghindaran atau pengalihan lintasan gerak lawan lewat pembelokan, dilakukan dengan tenaga sekadarnya. Adapun melepas kuncian atau cekikan tidak berbeda dengan teknik aliran pencak silat lain. Prinsipnya, tetap menggunakan tenaga sekadarnya namun dengan efektivitas tinggi. Akhirnya, pendekar Timbangan harus dapat menghindari serangan lawan dan berusaha menyalurkannya ke tempat lain, sampai tenaga lawan terkuras dan posisinya labil.</p>
<p>Untuk tahap ini, pendekar harus menguasai beberapa jenis langkah. Misalnya, langkah lurus (maju mundur), serong (maju mundur), menyamping, dan balik arah. Setiap gerakan harus lambat, lembut, dan santai. Setiap perpindahan berat tubuh harus benar-benar dihayati, agar ditemukan rasa keseimbangan. Sehingga, setiap gerak terkesan tanpa arti, kosong, bersih, dan tanpa niat mencelakakan orang lain. Lawan yang menyerang biasanya akan celaka sendiri akibat perbuatannya. Bahkan, pendekar yang telah menghayati Ameng Timbangan justru akan menyelamatkan lawannya agar tidak terjatuh. Kalau toh jatuh, ia akan segera membangunkannya.</p>
<p>Mempelajari beberapa langkah atau kuda-kuda dalam gerak lambat ini dimaksudkan untuk bersiap menghadapi lawan yang mengerahkan beragam jenis kuda-kuda. Mengombinasi langkah-langkah yang telah dipelajari juga sangat penting, agar dapat bergerak terus tanpa canggung, serta berpindah dari satu posisi ke posisi lain.</p>
<p>Mungkin, karena kekhasan ujaran dan jurus itulah perkembangan Ameng Timbangan tidak sepesat aliran pencak silat lain. Itu memang akibat beratnya pendidikan ruhani atau mental spiritual calon murid. Mereka yang tak punya kesabaran dan motivasi tinggi serta mudah bosan, biasanya akan segera meninggalkan Ameng Timbangan. Tapi bagi yang sabar, akan sering diajak guru untuk berdialog.</p>
<p>Selain itu, jurus-jurus Ameng Timbangan tidak terlihat atraktif dan cenderung membosankan. Latihan mengulang gerakan dalam gerak lambat, umumnya tidak begitu diminati kawula muda. Tapi, justru itulah tantangan yang harus dilalui dengan baik agar hasilnya dapat dirasakan dan dihayati.</p>
<p>Seperti gerakan atau seni beladiri lain yang lahir di masa kolonialisme, keberadaan Ameng Timbangan tak luput dari kecurigaan pihak penjajah Belanda. Berkali-kali Belanda mengutus mata-mata untuk mengawasi kegiatannya. Kebetulan, kegiatan awal Ameng Timbangan berupa pembacaan kitab, tak ubahnya pengajian. Mata-mata itu pun menilainya tidak mengkhawatirkan. Padahal, setelah acara membacaan kitab, mereka mulai melakukan gerakan yang sudah tidak lagi diawasi. Bahkan, mata-mata itu akhirnya membelot dan bergabung untuk mempelajari Ameng Timbangan, karena menurutnya memang bermaksud baik.</p>
<p>Dari segi geraknya, banyak kalangan menilai Ameng Timbangan mirip Taichi, seni beladiri asal China. “Sewaktu belajar Timbangan, saya juga sengaja belajar Taichi. Saya ingin buktikan apakah keduanya saling terkait satu sama lain. Ternyata tidak,” ungkap Kang Gending. Kalau toh prinsipnya sama (mengajarkan keseimbangan), namun dalam Timbangan, keseimbangan yang dibutuhkan bukan cuma fisik, tapi juga mental. Itulah pekerti luhur jasmani ruhani yang diinginkan penggagas Ameng Timbangan.</p>
<p>Menemukan Keseimbangan dalam Penjara</p>
<p>Semasa muda, Rd. Anggakusumah aktif dalam organisasi politik Syarikat Islam, Bandung. Sikap kritisnya terhadap kondisi sosial politik kala itu membuatnya ditangkap aparat Belanda dan dijebloskan ke penjara Banceuy, 1919. Di situ , ia banyak bergaul dan berdiskusi dengan tokoh pergerakan lain.</p>
<p>Hasilnya, tercetus gagasan untuk menyelamatkan manusia dalam kehidupan fana ini. Rd. Anggakusumah menyimpulkan, segala sesuatu di dunia ini selalu berada dalam harmoni atau keseimbangan. Hasil renungannya dibukukan dalam tiga kitab berbahasa Sunda, yang ditulisnya dalam bentuk guguritan (tembang): Gurinda Alam Rohani Majaji (Guaroma), Imam Bener Tetengger Allah (Ibtat), dan Sareat, Tarekat, Hakekat, Makrifat (Satahama). Kitab-kitab itulah yang dianggap awal terciptanya beladiri Timbangan. Bentuk latihannya masih berupa diskusi antartahanan, demi membentuk kepribadian kuat. Pada perenungan berikutnya, ia menjumpai banyak orang lemah menderita akibat ditindas orang kuat, sekalipun korban berada di pihak yang benar.</p>
<p><a class="shutterset_" title="" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/person/rdanggakusumah.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/person/thumbs/thumbs_rdanggakusumah.jpg" alt="raden anggakusumah" /></a>Sejak itu, Rd. Anggakusumah mulai memikirkan latihan jasmani sebagai bagian sistem beladiri Timbangan. Ia yakin, seperti alam, gerak tubuh manusia selalu dalam keseimbangan. Tak lama, ia dipindahkan ke penjara Sawah lunto, Sumatera Barat. Di sana, ia disatukan dengan para penjahat dan pembunuh. Di tempat itulah hasil renungannya sempat dipraktikkan untuk melumpuhkan narapidana gila yang mengamuk serta menyadarkan jagoan yang iri.</p>
<p>Nama Timbangan diciptakan Rd. Anggakusumah karena sangat sesuai dengan filosofi yang diyakininya. Timbangan merupakan alat ukur untuk menilai sesuatu, serta menimbang salah dan benar. Ajaran dan ujaran dalam tiga kitab itu hanya dapat dipelajari murid Ameng Timbangan, Namun seperti pengajian umumnya kitab itu dibaca bersama.</p>
<p>Rd. Anggakusumah wafat 1979 dan di makamkan di Nyengseret, Bandung.</p>
<p>sumber:<br />
<a title="potretnews" href="http://www.prioritasnews.com/2012/05/15/ameng-timbangan-berkelahi-tanpa-menyakiti/" target="_blank">prioritasnews<br />
</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/05/ameng-timbangan-berkelahi-tanpa-menyakiti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Palembang Akan Miliki Padepokan Pencak Silat Seluas Satu Hektar</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/05/palembang-akan-miliki-padepokan-pencak-silat-seluas-satu-hektar/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/05/palembang-akan-miliki-padepokan-pencak-silat-seluas-satu-hektar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 12:42:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[jakabaring]]></category>
		<category><![CDATA[ogan]]></category>
		<category><![CDATA[padepokan]]></category>
		<category><![CDATA[palembang]]></category>
		<category><![CDATA[terbesar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1671</guid>
		<description><![CDATA[Palembang &#8211; Komplek Olahraga Jakabaring akan memiliki fasilitas baru berupa padepokan pencak silat. Tak tanggung-tanggung, padepokan tersebut akan mencakup luas satu hektar. &#8220;Di padepokan itu semua atlet pencak silat di Sumatera Selatan akan berlatih dan dibina. Harapannya, akan lahir sejumlah atlet pencak silat yang andal, serta olahraga ini akan kembali dicintai masyarakat,&#8221; ujar Ketua Umum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palembang</strong> &#8211; Komplek Olahraga Jakabaring akan memiliki fasilitas baru berupa padepokan pencak silat. Tak tanggung-tanggung, padepokan tersebut akan mencakup luas satu hektar.</p>
<p><em>&#8220;Di padepokan itu semua atlet pencak silat di Sumatera Selatan akan berlatih dan dibina. Harapannya, akan lahir sejumlah atlet pencak silat yang andal, serta olahraga ini akan kembali dicintai masyarakat,</em>&#8221; ujar Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Sumatera, Selatan Ishak Mekki, kepada wartawan di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Senin (14/05/2012).<br />
<span id="more-1671"></span><br />
Lahan seluas satu hektar tersebut merupakan hibah dari Ishak Mekki sendiri. Menurut Ishak, selama ini prestasi pencak silat Sumatera Selatan belum optimal, karenanya pembangunan padepokan ini diharapkan bisa mengubah hal tersebut.</p>
<p>Di lahan seluas satu hektare itu, selain disediakan lapangan buat berlatih, juga dibangun gedung pertandingan, penginapan dan sarana lainnya.</p>
<p>&#8220;<em>Insya Allah dalam satu-dua bulan ini peletakan batu pertama padepokan itu dilakukan</em>,&#8221; tuntas dia.</p>
<p>sumber:<br />
<a href="http://sport.detik.com/read/2012/05/14/161846/1916823/82/palembang-akan-miliki-padepokan-pencak-silat-seluas-satu-hektar">detik</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/05/palembang-akan-miliki-padepokan-pencak-silat-seluas-satu-hektar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rukun dan Pakai Hati, Cingkrig Nasrullah Rawa Belong</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/04/rukun-dan-pakai-hati-cingkrig-nasrullah-rawa-belong/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/04/rukun-dan-pakai-hati-cingkrig-nasrullah-rawa-belong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 08:37:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[betawi]]></category>
		<category><![CDATA[cingkrig]]></category>
		<category><![CDATA[forkabi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrullah]]></category>
		<category><![CDATA[rawa belong]]></category>
		<category><![CDATA[rawabelong]]></category>
		<category><![CDATA[sukabumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1648</guid>
		<description><![CDATA[Ini sudah kedua kali kami saya mewakili dari Silat Indonesia bertemu dengan beliau . Kian hari wajahnya semakin ceria menunjukan keramah tamahan dengan mata yang selalu berbinar-binar bila Beliau cerita tentang Silat dan Betawi. Pertama kali bertemu di lapangan Futsal di daerah Jl. Berdikari Raya (Kebayoran Lama), kemudian kedua kalinya saya bertemu di rumahnya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini sudah kedua kali kami saya mewakili dari <a href="http://silatindonesia.com">Silat Indonesia</a> bertemu dengan beliau . Kian hari wajahnya semakin ceria menunjukan keramah tamahan dengan mata yang selalu berbinar-binar bila Beliau cerita tentang Silat dan Betawi.</p>
<p>Pertama kali bertemu di lapangan Futsal di daerah Jl. Berdikari Raya (Kebayoran Lama), kemudian kedua kalinya saya bertemu di rumahnya di daerah Jl Adam Ujung, saya merasa dijamu dengan segala keramahtamahannya dan kebaikan budinya.</p>
<p>Beliau adalah Bang Abdul Basit M.S.I , Beliau salah Satu Guru Besar Padepokan Cingkrig Nasrullah Rawa Belong dan Ketua <a href="http://silatindonesia.com/tag/forkabi">FORKABI</a> <a href="http://silatindonesia.com/tag/rawa-belong">Rawa Belong</a>, juga salah satu tokoh Tiga Serangkai.<span id="more-1648"></span></p>
<p>Sebetulnya saya agak sungkan bertemu dengan beliau. Karena sederet nama harum beliau di daerah Rawa Belong. Belum lama diriku mengenal beliau  baru dua kali. Tetapi entah kenapa saya langsung menyukainya.</p>
<p>Beliau berapi-api menceritakan Betawi tempo dulu dan bermacam-macam aliran silat yang ada di tanah betawi. Salah satu aliran silat terkenal di tanah betawi adalah aliran Cingkrig.</p>
<p>Si Pitung hanyalah salah satu kisah dari sekian banyak kisah legenda  jawara-jawara Betawi zaman silam yang diidentikan dengan daerah Rawa Belong. Hingga di tengah-tengah masyarakat Betawi pun muncul menjadi simbol sebuah semacam bentuk keyakinan, bahwa memperdalam pencak silat adalah salah satu upaya memelihara warisan leluhur.</p>
<p>Peragaan Jurus dasar dan Bong Bang oleh Murid-Murid Padepokan Cingkrig Nasrullah Rawa Belong di bawah asuhan dan bimbingan Bang Basit pun sempat diperlihatkan kepada saya. Saya melihat kehebatan, kelincahan dan keluwesan tata gerak Cingkrig Nasrullah Rawa Belong di depan mata saya. Saya tak henti-hentinya berdecak kagum melihatnya.</p>
<p>Di sela-sela perbincangan kami, Beliau tak ada henti-hentinya berbicara masalah &#8220;kerukunan&#8221; walau kadang diselingi canda tawa. Dibalik ke-sahaja-an beliau terlihat kecerdasan pola pikir beliau, yang berpikir mengenai masa depan Betawi dan Silat.</p>
<p>Mengenang Betawi tidak terlepas dari sejarah perkembangan dan dinamika Jakarta tempo dulu dan sekarang. Sejak dahulu Jakarta sudah menjadi kota kosmopolitan tempat di mana pertemuan berbagai ragam budaya, suku bangsa, hingga bangsa lain seperti Arab, Melayu, India, China, Portugal, Belanda, dan lain-lainnya.</p>
<p>Kemajemukan ini pula yang menyebabkan terjadinya pertukaran seni, budaya, adat istiadat hingga ilmu bela diri yang berkembang saat itu. Betawi memang dikenal memiliki banyak cerita dan kenangan di dunia pencak silat. Konon kabarnya di Jakarta terdapat ratusan aliran silat. Begitu juga silat tak lepas dari nuansa Betawi yang yang banyak alirannya hingga bermacam sepertinya ada di tanah Betawi.Keragaman aliran silat Betawi turut diwarnai oleh latarbelakang silat dari pendatang-pendatang yang ada di tanah Betawi, berasimilasi dengan aliran silat yang ada di Tanah Betawi. Proses asimilasi ini mendapatkan nama aliran ataupun bentuk bentuk baru. Nampaknya ciri khas dan latar belakang betawi tetap kuat mewarnai gerakan jurus-jurusnya yang ada di Tanah Betawi.</p>
<p>Dan menurut cerita Bang Basit, silat di Tanah Betawi disebut &#8220;Maenan&#8221;.</p>
<p>&#8220;Dulu ane diajar maenan harus pake hati, kalau bisa semua mencintai maenannya masing-masing, dan semua maenan semuanya bagus, tinggal pelakunye yang bermain bagus atau nggak, kalau bisa dibarengin sama tabiat-nye yang bagus, walau ane juga dulu bandel&#8221;, tutur beliau sambil tertawa, dengan logat betawinya yang kental.</p>
<p>&#8220;Kalau bise semua aliran di Betawi atawe seluruh Indonesia semuanye bersatu saling hormat-menghormatin, bekumpul semuanye, saling silahturahmi, saling sayang, gak ada bentrok-bentrokan atawa adu-aduan dan maju bersama, itu impian ane. Jangan kalah sama mainan luar negeri yang dikemas sangat bagus&#8221;, sambung beliau.</p>
<p><strong>Alamat Padepokan Cingkrig Nasrullah Rawa Belong</strong> :</p>
<p>Jl. Masjid Al Anwar Gg Berdikari Kav 2. Rt. 002 Rw.001<br />
Rawabelong, Sukabumi Utara, Jakarta Barat</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/04/rukun-dan-pakai-hati-cingkrig-nasrullah-rawa-belong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengumuman Pemenang Lomba Artikel Pencak Silat Indonesia</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/04/pengumuman-pemenang-lomba-artikel-pencak-silat-indonesia/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/04/pengumuman-pemenang-lomba-artikel-pencak-silat-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 02:38:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[juara]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[pemenang]]></category>
		<category><![CDATA[silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1639</guid>
		<description><![CDATA[PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA PENULISAN ARTIKEL PENCAK SILAT INDONESIA Assalamau alaiakum wrwb, Berdarkan rangkaian rapat penjurian yang dilaksanakan melalui penilaian dan diskusi yang ketat berikut ini diumumkan para pemenang lomba Penulisan artikel Pencak Silat Indonesia sebagai berikut : Pemenang I. Mitos Mata Maung dari Silat Sunda Peninggalan Padjadjaran, oleh Alamsyah dan Muhammad Ridwan II. Pencak Silat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://silatindonesia.com/2012/04/pengumuman-pemenang-lomba-artikel-pencak-silat-indonesia/">PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA PENULISAN ARTIKEL PENCAK SILAT INDONESIA</a></p>
<p>Assalamau alaiakum wrwb,</p>
<p>Berdarkan rangkaian rapat penjurian yang dilaksanakan melalui penilaian dan diskusi yang ketat berikut ini diumumkan para pemenang lomba Penulisan artikel Pencak Silat Indonesia sebagai berikut :</p>
<p><span id="more-1639"></span></p>
<p><strong>Pemenang</strong><br />
I. Mitos Mata Maung dari Silat Sunda Peninggalan Padjadjaran, oleh Alamsyah dan Muhammad Ridwan<br />
II. Pencak Silat sebagai Icon Nation dan Character Building, oleh Moch. Nur Rofiq<br />
III. Tawuran dan Anarkisme, Apakah Pencak Silat Tidak Makin Memperparah? oleh Khoirul Azis Rifai</p>
<p><strong>Harapan</strong><br />
- OSIS, Silat, dan Karakter Unggulan, oleh Ganar Adhitya<br />
- Belajar Silat Berarti Belajar untuk Mengendalikan Diri Sendiri, oleh Gede agus Bramanta<br />
- Lingkar Manfaat Pencak Silat Dalam Kehidupan Kita, oleh Yudianto</p>
<p>Demikian keputusan dewan juri, semoga akan memberi semangat dan menbangkitkan penulisan artikel silat di Indonesia sehingga akan meningkatkan pengembangan silat Indonesia.<br />
Semoga ALLAH SWT memberi keberkahan kepada kita sekalian dan seluruh pejuang pengembangan Pencak Silat di seluruh dunia.</p>
<p><strong>Atas nama Dewan Juri</strong></p>
<p>Satria Naga<br />
Ketua Dewan Juri</p>
<p>ref: <a title="Lomba Penulisan Artikel Silat" href="http://sahabatsilat.com/forum/pencak-silat-general-forum/lomba-penulisan-artikel-silat/msg41613/?topicseen#new">Lomba Penulisan Artikel Silat oleh Sahabat Silat</a></p>
<p><a href="http://silatindonesia.com/2012/02/lomba-penulisan-artikel-silat/">Lomba Penulisan Artikel Silat</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/04/pengumuman-pemenang-lomba-artikel-pencak-silat-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Raid Sukses, Saatnya Wisatawan Belajar Silat!</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/03/the-raid-sukses-saatnya-wisatawan-belajar-silat/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/03/the-raid-sukses-saatnya-wisatawan-belajar-silat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 08:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[capoeira]]></category>
		<category><![CDATA[filem]]></category>
		<category><![CDATA[iko]]></category>
		<category><![CDATA[iko uwais]]></category>
		<category><![CDATA[mari]]></category>
		<category><![CDATA[muay thai]]></category>
		<category><![CDATA[redemption]]></category>
		<category><![CDATA[silat]]></category>
		<category><![CDATA[thailand]]></category>
		<category><![CDATA[the raid]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>
		<category><![CDATA[xxi]]></category>
		<category><![CDATA[yayan ruhiyan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1624</guid>
		<description><![CDATA[Thailand punya Muay Thai, Brazil punya Capoeira, dan kini Indonesia punya Silat untuk menarik wisatawan. Seiring suksesnya film aksi The Raid, terbuka kemungkinan para traveler berwisata untuk belajar Silat di Indonesia. Kenapa tidak dengan belajar Silat? Di Bangkok, para turis mendatangi sasana tinju untuk belajar Muay Thai. Di Brazil, ada banyak sekolah Capoeira yang bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/theraid.jpg" alt="theraid" width="128" height="189" />Thailand punya Muay Thai, Brazil punya Capoeira, dan kini Indonesia punya Silat untuk menarik wisatawan. Seiring suksesnya film aksi <a title="the raid" href="http://silatindonesia.com/tag/the-raid">The Raid</a>, terbuka kemungkinan para traveler berwisata untuk belajar Silat di Indonesia.<span id="more-1624"></span></p>
<p>Kenapa tidak dengan belajar Silat? Di Bangkok, para turis mendatangi sasana tinju untuk belajar Muay Thai. Di Brazil, ada banyak sekolah Capoeira yang bisa diikuti oleh wisatawan.</p>
<p>Hal ini juga yang bisa dikembangkan oleh Indonesia. Menparekraf Mari Elka Pangestu menjelaskan, untuk mengembangkan Silat sebagai daya tarik wisata, bisa saja disiapkan padepokan-padepokan Silat sebagai destinasi wisatawan.</p>
<p>&#8220;Nantinya akan ada padepokan juga, yang menjadi tujuan khusus untuk Pencak Silat,&#8221; kata Menparekraf Mari Elka Pangestu saat screening film The Raid di XXI Epiwalk, Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/3/2012) malam.</p>
<p>Menjadikan sekolah beladiri sebagai destinasi wisata, menurut Mari sudah lebih dulu dilakukan di China. &#8220;Semacam Shaolin Temple di China, tempat orang-orang belajar Kung Fu,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Mari pun menyambut gembira suksesnya film The Raid yang diputar di berbagai negara. Pencak Silat kini berpeluang besar menjadi sport tourism baru di Indonesia, menyusul surfing, arung jerman, dan olahraga lain yang menjadi favorit wisatawan.</p>
<p>&#8220;<em>Tentu saja jadi bagian sport tourism, sangat positif untuk mengangkat warisan budaya Indonesia. Orang-orang akan bertanya apa itu Pencak Silat, dan ingin tahu lebih banyak tentang itu</em>,&#8221; kata Mari.</p>
<p>sumber: <a title="detik" href="http://travel.detik.com/read/2012/03/23/175058/1875197/1025/the-raid-sukses-saatnya-wisatawan-belajar-silat?vt22021024">detik</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/03/the-raid-sukses-saatnya-wisatawan-belajar-silat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lomba Penulisan Artikel Silat</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/02/lomba-penulisan-artikel-silat/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/02/lomba-penulisan-artikel-silat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 14:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[fp2sti]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat silat]]></category>
		<category><![CDATA[silat]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan sahabat silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1599</guid>
		<description><![CDATA[FP2STI dibawah naungan Yayasan Sahabat Silat mengundangan para guru, pendekar dan para sahabat silat semua untuk berpartisipasi dalam lomba penulisan artikel tentang silat. Tema artikel silat yang diminta adalah: Manfaat Silat Bagi Kehidupan. Artikel diharapkan memberikan inspirasi kepada pembaca bahwa ilmu silat tidak saja menjadikan kita cekatan dalam perkelahian namun juga memudahkan kita dalam menjalani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="fp2sti" href="http://silatindonesia.com/tag/fp2sti">FP2STI</a> dibawah naungan <a title="yayasan sahabat silat" href="http://silatindonesia.com/tag/yayasan-sahabat-silat">Yayasan Sahabat Silat </a>mengundangan para guru, pendekar dan para sahabat silat semua untuk berpartisipasi dalam lomba penulisan artikel tentang silat.<br />
<strong> Tema</strong> artikel silat yang diminta adalah: <strong>Manfaat Silat Bagi Kehidupan</strong>.</p>
<p><span id="more-1599"></span><br />
Artikel diharapkan memberikan inspirasi kepada pembaca bahwa ilmu silat tidak saja menjadikan kita cekatan dalam perkelahian namun juga memudahkan kita dalam menjalani peran kita masing2 dalam kehidupan. Peran dalam kehidupan yang dimaksud bisa sebagai anak, orang tua, guru, pelajar, karyawan, pengusaha, programmer computer,dokter,pasien, ketua RT atau RW dan ribuan peran lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Peserta bisa menuliskannya dalam bentuk opini, cerita pengalaman pribadi atau cerita pengalaman orang lain yang benar2 terjadi atau kajian filosofi kaidah-kaidah dalam silat yang peserta kuasai.<br />
Semua tulisan yang masuk akan dimuat di SilatIndonesia.com dan SahabatSilat.com. Untuk 10 tulisan terbaik akan diusahakan untuk diterbitkan dalam bentuk buku.</p>
<p><strong>Syarat tulisan yang boleh diikutkan lomba</strong>:</p>
<p>1. Minimal 7000 karakter, Maksimal 30.000 karakter (termasuk spasi)<br />
2. Tidak Mengandung unsur SARA dan parnografi;<br />
3. Belum pernah diterbitkan di publikasi manapun termasuk di blog pribadi.<br />
4. Ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik</p>
<p><strong>Syarat Peserta:</strong></p>
<p>1. Umum. Tidak ada batasan usia, jenis kelamin, agama, suku atau pun kewarganegaraan.<br />
2. Terdaftar sebagai member Sahabatsilat.com</p>
<p>Tulisan dapat dikirim langsung ke admin dengan melampirkan biodatan singkat (nama, nickname di SS, usia, alamat, email, telpon, perguruan (kalau ada), dan pekerjaan)</p>
<p><strong>Disediakan 3 hadiah utama untuk penulisan terbaik.</strong></p>
<p>Hadiah Pertama senilai Rp. 2.500.000<br />
Hadiah Kedua     Senilai Rp. 1.500.000<br />
Hadiah Ketiga    senilai   Rp. 1.000.000</p>
<p>Setiap tulisan yang dikirim menjadi milik FP2STI dan jika diterbitkan FP2STI tetap akan menyantumkan nama penulis.</p>
<p><strong>Tata cara pengiriman</strong> :</p>
<p>01. artikel ditulis dalam dokumen berformat .doc<br />
02. artikel dikirimkan sebagai attachment di dalam email (boleh di-zip dahulu)<br />
03. tiap peserta boleh mengirimkan maksimal 3 (tiga) artikel<br />
04. tiap email hanya untuk 1 (satu) artikel<br />
05. format nama file: &#8220;namalengkap-judul artikel.doc&#8221;<br />
06. artikel <strong>dikirimkan paling lambat pada : 26 maret 2012</strong><br />
07. artikel dikirimkan ke: artikel@silatindonesia.com dan di-CC ke artikel@sahabatsilat.com</p>
<p><strong>Pengumuman Pemenang : 6 april 2012.</strong></p>
<p><em>*note*</em><br />
<em> jika mengirimkan lebih dari 1 artikel,</em><br />
<em> masing-masing artikel dikirimkan dalam email yang terpisah.</em></p>
<p>Salam Silat,</p>
<p>Santri Kinasih<br />
Atas Nama Ketua FP2STI, Taufan Prasetya dan Ketua Yayasan Sahabat Silat, Alda F Amtha.</p>
<p>informasi lebih lanjut akan diinformasikan di:<br />
<a title="forum sahabat silat" href="http://sahabatsilat.com/forum/pencak-silat-general-forum/lomba-penulisan-artikel-silat" target="_blank">forum sahabat silat</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/02/lomba-penulisan-artikel-silat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uncul Betawi</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/02/uncul-betawi/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/02/uncul-betawi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 02:35:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[betawi]]></category>
		<category><![CDATA[sampyong]]></category>
		<category><![CDATA[ujungan]]></category>
		<category><![CDATA[uncul]]></category>
		<category><![CDATA[uncul betawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1587</guid>
		<description><![CDATA[Uncul merupakan bagian atau biasa diselipkan pada pertunjukan Ujungan Betawi. Sebagaimana ujungan di daerah lain, yang biasa disebut citikan atau sabetan, ujungan Betawi berupa pertandingan ketrampilan pukul-memukul dan tangkis-menangkis dengan rotan. Uncul berfungsi sebagai rangsangan dan tantangan kepada lawan dalam arena ujungan. Musik pengiring uncul biasa disebut “sampyong”. Terdiri atas sebuah sampyong, semacam gambang sederhana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="shutterset_" title="" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/20120208-uncul-betawi.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/thumbs/thumbs_20120208-uncul-betawi.jpg" alt="20120208-uncul-betawi" /></a>Uncul merupakan bagian atau biasa diselipkan pada pertunjukan <a title="ujungan" href="http://silatindonesia.com/tag/ujungan">Ujungan </a>Betawi. Sebagaimana ujungan di daerah lain, yang biasa disebut citikan atau sabetan, ujungan Betawi berupa pertandingan ketrampilan pukul-memukul dan tangkis-menangkis dengan rotan. <a href="http://silatindonesia.com/tag/uncul">Uncul</a> berfungsi sebagai rangsangan dan tantangan kepada lawan dalam arena ujungan.<span id="more-1587"></span></p>
<p>Musik pengiring uncul biasa disebut “<a href="http://silatindonesia.com/tag/sampyong">sampyong</a>”. Terdiri atas sebuah sampyong, semacam gambang sederhana denga empat bilah terbuat dari bamboo atau kayu, ditambah kentongan bamboo dan tanduk kerbau. Kostum penari uncul, sebagaimana pemain ujungan Betawi tidak ditetapkan. Tetapi umumnya mereka mengenakan celana pangsi hitam, kaos oblong hitam, atau kadang-kadang bertelanjang dada. Sambil memegang pukulan rotan sebesar ibu jari kaki dan panjang 80cm, seorang penari uncul muncul di arena setelah lebih dulu memberi hormat dengan membungkukkan badan. Setelah itu barulah ia menari dengan gerakan-gerakan pukulan, menangkis dengan rotannya, secara berirama dan ditingkahi alunan music sampyong. Ada pula yang menari dengan gerak lucu seperti gerak monyet, untuk memancing dan memanaskan hati lawan.</p>
<p>Pendukung uncul sebagaimana ujungan Betawi, adalah petani. Penyebarannya janya di  Jakarta Timur terutama daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi. Sedang di Bekasi hampir di semua kecamatan ada, tetapi  lebih diutamakan ujungannya ketimbang unculnya. Tokoh-tokoh uncul di Jakarta antara lain Yakub, Mamad, Peto dan Sapri. Mereka semua sudah lanjut usia.</p>
<p><em>eng:</em></p>
<p>Uncul is a part or usually put in a Ujungan <em>Batavienese</em> performance. As like Ujungan in the other area, which usually called Citikan or Sabetan, Ujungan  <em>Batavienese </em>is acompetition of hitting and dodging skill using rattan. Uncul is usually to stimulate and a challenge to the opponents inside the Ujungan arena.</p>
<p>Music that usually complement uncul is called “sampyong”. Sampyong consist of sampyong, a simple <em>Gambang</em> with 4 piles of bamboo or woods, added with bamboo drum and buffalo horn. The costume, as like Ujungan <em>Batavienese</em> player, is free. But they usually wear a black <em>Pangsi</em> , black shirt, or sometimes topless. While hitting a rattan club with the thumb sized diameter and length of 80cm, an Uncul performer present in the arena after giving salutation and bow. After that, then he will dance with hitting move, dodging with his rattan, rhyming and complemented with Sampyong music. Some others are dancing with funny movement like monkey to stimulate and challenge the opponents.</p>
<p>The supporter of Uncul, as like Ujungan <em>Batavienese</em>, is farmers, the distriburion area is only in Eastern Jakarta, especially those which close to the border of Bekasi Regency. While in Bekasi, almost aall district have theirs, but they put more attention on the ujungan than the Uncul. Uncul figure in Jakarta are  Yakub, Mamad, Peto and Sapri, but all of them are old.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber:<br />
<a title="note aditya kurniawan" href="https://www.facebook.com/notes/t-aditya-kurniawan/uncul-betawi/10150586572968830" target="_blank">fb note T. Aditya Kurniawan</a></p>
<p>&nbsp;</p>

<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/20120208-uncul-betawi.jpg" title="" class="shutterset_singlepic185" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-center" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/cache/185__320x240_20120208-uncul-betawi.jpg" alt="20120208-uncul-betawi" title="20120208-uncul-betawi" />
</a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/02/uncul-betawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Silat Singkat, Komunitas Sahabat Cilik (KOSACIL)</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/11/pelatihan-silat-singkat-komunitas-sahabat-cilik-kosacil/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/11/pelatihan-silat-singkat-komunitas-sahabat-cilik-kosacil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 07:49:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[cikalong]]></category>
		<category><![CDATA[kocacil]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas sahabat cilik]]></category>
		<category><![CDATA[pancer bumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1486</guid>
		<description><![CDATA[Insya Allah pada hari AHAD, 4 Desember 2011, Anggota Paguron Maenpo Cikalong Pancer Bumi diundang oleh Komunitas Sahabat Cilik (Kosacil) di Kampung Cipeuteuy, Desa Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor untuk memberikan pelatihan singkat mengenai Pencak Silat. Tak lupa sahabat silat dari paguron ini juga turut membawa salah satu misi dan tujuan dari Komunitas Sahabat Silat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Insya Allah pada hari AHAD, 4 Desember 2011,</p>
<p>Anggota <a title="pancer bumi cikalong" href="http://www.pancerbumicikalong.com/" target="_blank">Paguron Maenpo Cikalong Pancer Bumi</a> diundang oleh Komunitas Sahabat Cilik (Kosacil) di Kampung Cipeuteuy, Desa Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor untuk memberikan pelatihan singkat mengenai Pencak Silat.<br />
<span id="more-1486"></span><br />
Tak lupa sahabat silat dari paguron ini juga turut membawa salah satu misi dan tujuan dari Komunitas Sahabat Silat yakni memperkenalkan pencak silat kepada generasi muda berikut nilai-nilai luhur yang terdapat di dalamnya.</p>
<p>kelas yang diajar Kosacil terbagi dalam:<br />
Kelas A untuk anak-anak usia 6-8 tahun;<br />
Kelas B untuk anak-anak usia 9-11 tahun; dan<br />
Kelas C untuk anak-anak di atas 11 tahun.</p>
<p>Jumlah murid sekitar 90 (sembilan puluh) orang anak dan mereka terbiasa berkomunikasi dengan bahasa Sunda.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa Kosacil ini adalah komunitas nirlaba yang peduli pada pendidikan anak dengan fokus ingin setiap anak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh kemampuan pendidikan dasar seperti menulis, membaca dan berhitung serta nilai-nilai moral dalam kehidupan melalui bermain.<br />
Demikian juga dengan Komunitas Sahabat Silat yang merupakan komunitas nirlaba yang bergerak dalam upaya pelestarian silat tradisional Indonesia yang aktivisnya banyak menjadi anggota <a title="fp2sti" href="http://silatindonesia.com/tag/fp2sti">FP2STI</a>.</p>
<p>Informasi lebih lanjut mengenai Kosacil bisa melihat link dibawah ini :<br />
<a title="media indonesia" href="http://www.mediaindonesia.com/move/?p=1707" target="_blank">http://www.mediaindonesia.com/move/?p=1707</a><br />
<a title="komunitas sahabat cilik" href="http://komunitassahabatkecil.blogspot.com/" target="_blank">http://komunitassahabatkecil.blogspot.com/</a></p>
<p>Dengan kerjasama dua KOMUNITAS ini setidaknya memberi gambaran pada sahabat silat lainnya&#8230;..<br />
ayo kita semua memperkenalkan budaya yang luhur ini pada anak bangsa dengan ide dan usaha apa saja yang kita bisa &#8230;.!!!</p>
<p><a title="pancer bumi cikalong" href="http://www.pancerbumicikalong.com/" target="_blank">pancer bumi cikalong</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/11/pelatihan-silat-singkat-komunitas-sahabat-cilik-kosacil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

