<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Silat Indonesia &#187; Featured Articles</title>
	<atom:link href="http://silatindonesia.com/category/featured-articles/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://silatindonesia.com</link>
	<description>Pusat Informasi Pencak Silat Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 09:13:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 08:11:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[edwin]]></category>
		<category><![CDATA[fp2sti]]></category>
		<category><![CDATA[koran jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[padepokan]]></category>
		<category><![CDATA[populer]]></category>
		<category><![CDATA[silat bogor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1659</guid>
		<description><![CDATA[Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air Lewat penelusuran yang dilakukan Koran Jakarta, akhirnya jawaban atas pertanyaan di atas didapatkan dari sebuah komunitas yang bernama Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Pencak silat pada umumnya hanya menjadi &#8220;penghias bibir&#8221; bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal itu sangat bertolak belakang dengan berkembang pesatnya kebudayaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/"><strong>Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air</strong></a></p>
<p><a class="shutterset_" title="" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/20120425-pop01.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/thumbs/thumbs_20120425-pop01.jpg" alt="Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air" /></a>Lewat penelusuran yang dilakukan Koran Jakarta, akhirnya jawaban atas pertanyaan di atas didapatkan dari sebuah komunitas yang bernama <a href="http://silatindonesia.com/tag/fp2sti"><strong>Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia</strong></a> (<a href="http://silatindonesia.com/tag/fp2sti">FP2STI</a>). Pencak silat pada umumnya hanya menjadi &#8220;penghias bibir&#8221; bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.</p>
<p>Hal itu sangat bertolak belakang dengan berkembang pesatnya kebudayaan nasional itu di mancanegara. Warga dunia sudah mulai mempelajari silat bukan hanya jurus dan aplikasinya, namun juga seluruh aspek yang berkaitan dengan silat. Berakar dari hal itu, muncullah sebuah komunitas <a href="http://silatindonesia.com/tag/fp2sti">FP2STI </a>yang berupaya mengangkat kembali budaya bangsa Indonesia tersebut.<br />
<span id="more-1659"></span><br />
Komunitas itu terbentuk dari sekelompok pencinta pencak silat yang sering berkumpul dan berdiskusi dalam laman online <a href="http://silatindonesia.com/tag/silat-bogor">Silat Bogor</a>. Seringnya bertukar pikiran pada forum tersebut menyebabkan timbul keinginan mencari tahu pendekar-pendekar silat tradisional yang sebelumnya sangat jarang diketahui keberadaannya.</p>
<p>Sejumlah guru besar dengan murid-muridnya akhirnya memutuskan untuk melakukan pertemuan secara langsung. Seiring dengan semakin seringnya kopi darat pada saat itu, akhirnya didirikanlah FP2STI pada tanggal 6 Juni 2006 di <a href="http://silatindonesia.com/tag/padepokan">Padepokan Pencak Silat TMII</a>.</p>
<p><strong>Misi dan Visi</strong><br />
Visi yang diemban oleh FP2STI adalah melestarikan silat tradisional sebagai budaya luhur bangsa Indonesia. Adapun misi berjalannya FP-2STI antara lain menjadikan silat tradisional sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan menjadikan Indonesia pusat pengembangan silat tradisional dunia.</p>
<p>&#8220;<em>Kita ingin menyosialisasikan bahwa pencak silat itu tidaklah seperti pandangan yang ada di benak masyarakat bahwa silat itu kampungan</em>,&#8221; ungkap Taufan Prasetya, Ketua FP2STI, ketika ditemui oleh Koran Jakarta.</p>
<p>Dilihat dari strukturnya, FP2STI ini pada dasarnya berada dalam sebuah yayasan bernama Sahabat Silat yang dimotori oleh Alda Amtha. Yayasan itu tentunya memerlukan suatu forum kegiatan. Forum kegiatan itulah yang dinamakan FP2STI. Bentuknya jauh berbeda dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang berupa organisasi nasional yang membawahi kegiatan pencak silat secara resmi.</p>
<p>Menurut Taufan, FP2STI lebih berupa padepokan-padepokan dan berbasis komunitas. Selain itu, di dalam FP2STI, tidak adanya pertandingan kompetisi, berbeda dengan IPSI yang bentuknya lebih berupa kompetisi. Selama perkembangannya, FP2STI tidak lepas mengalami masa pasang-surut.</p>
<p>Dimulai dari hanya 25 orang dan berbentuk tim-tim kecil, mereka mendatangi sejumlah perguruan lainnya untuk kemudian merangkulnya bersama-sama. &#8220;Hingga sekarang, sudah ada ratusan guru besar silat yang bergabung dengan ribuan muridnya,&#8221; ujar Edwin Hidayat, pendekar Golok Saliwa sekaligus pengurus komunitas itu.</p>
<p>Saat ini, perguruan silat yang di bawah naungan FP2STI telah berjumlah 33 di Jakarta, sekitar 40 di Riau, 77 perguruan di Surabaya, dan masih banyak lagi yang tersebar di wilayah Indonesia lainnya. Komunitas itu pun berhasil menjangkau sejumlah negara lain. Beberapa aktivis FP2STI juga berada di Amerika, Singapura, Belanda, Jerman, dan beberapa lainnya. Orang Prancis, Italia, dan Inggris pun sering mendatangi salah satu guru besar FP2STI sekadar untuk berlatih silat. edh/R-3</p>
<p><strong>Ragam dan Tantangan Seni Pencak</strong></p>
<p>Terdapat lebih-kurang 800 aliran silat di Indonesia. Di Sumatra Barat, terdapat sekitar 200 aliran asli. Masing-masing aliran berbeda dan memiliki ciri khas. Bukan hanya aliran Jawa Barat dengan Sumatra Barat yang berbeda, namun juga antara aliran silat di Sumatra Barat yang tinggal di pegunungan dan di pantai.</p>
<p>Bahkan antara gunung yang satu dan yang lainnya berbeda. Menurut Taufan, silat secara umum pada zaman Orde Baru perkembangannya sangat pesat, terutama sebagai aspek olah raga. Saat itu, perhatian pemerintah memang besar dan sangat mendukung perkembangan pencak silat.</p>
<p>Namun, semenjak era reformasi hingga sekarang, perkembangan silat kembali menurun. Sosialisasi yang diadakan oleh FP2STI beberapa tahun belakangan ternyata berbuah hasil yang bagus dalam meningkatkan minat masyarakat untuk kembali ke silat. Diadakannya beberapa kegiatan yang walaupun hanya bermodalkan dana swadaya anggotanya serta ekspos media yang semakin tinggi membuat perkembangan silat saat ini dirasa kembali meningkat.</p>
<p>Salah satu bentuk ekspos media ini adalah dibuatnya film Merantau dan The Raid. Penggunaan teknik-teknik silat yang kental pada kedua film tersebut sedikit membuka mata masyarakat bawha ternyata pencak silat tidak kampungan dan tidak seperti yang selama ini mereka ketahui. &#8220;Film itu sangat besar pengaruhnya terhadap minat silat, dan dilihat dari trennya terhadap silat, memang semakin ke sini semakin meningkat,&#8221; aku Taufan.</p>
<p>Masih kurang diminatinya pencak silat oleh kaum urban adalah kurang tersedianya fasilitas berlatih di daerah perkotaan dibanding dengan olah raga bela diri lainnya seperti boxing atau capoiera yang dapat ditemui di gym atau tempat-tempat strategis perkotaan lainnya yang mudah dicapai.</p>
<p>Perkembangan pencak silat di negara lain, misalnya Malaysia, dikatakan Taufan, malah jauh lebih baik dibanding Indonesia. Hal itu dikarenakan lemahnya Indonesia dalam budaya tulis dan hanya mengutamakan budaya tutur. Di Malaysia, dalam hal pendokumentasian lebih jelas.</p>
<p>Padahal jika ditelusuri lebih lanjut, 90 persen silat di Malaysia datang dari Sumatra Barat. Singapura bahkan lebih hebat. Negara tersebut dikabarkan memiliki visi menjadi negara pusat silat. Mereka akan membangun sebuah institusi khusus pencak silat. Menyadari tidak adanya sumber daya, Singapura akan memanggil guru besar-guru besar dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk mengajar di sana. edh/R-3</p>
<p><strong>Mempelajari Nilai-nilai Kehidupan yang Luhur</strong></p>
<p>Melalui forum itu, FP2STI ingin menggali aspekaspek luhur kehidupan yang terkandung dalam silat. Oleh karena itu, bentuk kegiatankegiatan yang diadakan memang sedikit berbeda. Beragam kegiatan dirancang oleh FP2STI untuk menarik minat masyarakat, terutama kaum muda, untuk melestarikan silat tradisional Indonesia.</p>
<p>Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah workshop atau semacam diskusi bulanan. Komunitas itu mengundang perguruan-perguruan anggota FP2STI untuk mempresentasikan apa yang perguruan tersebut persembahkan atau ajarkan kepada muridnya. &#8220;Jadi, lebih ke berbagi pengetahuan sesama perguruan,&#8221; kata Taufan.</p>
<p>&#8220;<em>Workshop ini diadakan selain bermaksud untuk belajar, menjadi media silaturahim sehingga masalah egosentris yang semisal memang ada akan kita minimalisasi</em>,&#8221; tambah dia. Salah satu workshop yang pernah dibuat oleh FP2STI bermateri tentang silat dari perspektif budaya.</p>
<p>Sejumlah perguruan silat melakukan demonstrasi pada kegiatan tersebut. Perguruan Iko Uwais saat itu juga diundang. Ia juga sempat hadir dalam workshop itu dan ikut berbagi sedikit pengalamannya dalam bersilat. Bentuk workshop silat yang pernah diadakan antara lain silat Bandrong, silat Harimau, silat Kumango, silat Seliwa, dan silat Champ.</p>
<p><strong>Pengabdian FP2STI</strong><br />
Selain mengadakan workshop, forum itu pernah mengadakan kegiatan seminar &#8220;Silat for Life&#8221;. FP2STI, dalam kegiatan ini, mendatangkan beberapa CEO perusahaan sebagai tamu narasumber. Melalui kegiatan itu, konsep silat dijabarkan dapat juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari, bahkan dapat diterapkan dalam sebuah manajemen.</p>
<p>FP2STI juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah aksi sosial saat terjadi gempa di Sumatera Barat, dan memberikan pelatihan pencak silat untuk tenaga kerja wanita di Hong Kong. Baru-baru ini, FP2STI pun mengadakan sebuah lomba penulisan artikel yang bertema silat.</p>
<p>&#8220;<em>Rupanya tanggapannya cukup baik oleh para penggemar silat, dan kita sempat kaget juga mengetahui responsnya yang luar biasa</em>,&#8221; ungkap Edwin. Program lainnya yang diadakan oleh FP2STI adalah kolaborasi dengan IPSI dalam pertunjukan pencak silat indah di berbagai perlombaan, wisata menuju daerah-daerah pusat berkembangnya pencak silat, gerakan peduli silat, silat goes to campus, Indonesian community exhibition, dan pameran budaya Indonesia.</p>
<p>Ada juga kampung silat Jampang sebagai bentuk dari kerja sama dengan sebuah yayasan sosial, yakni pembangunan pusat pelatihan silat dan menghidupkan kembali roh silat kampung Jampang. Ke depan, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh FP- 2STI melibatkan anak-anak sekolah.</p>
<p>Rencana jangka panjangnya, aku Edwin, FP-2STI harus memiliki sebuah kantor pusat serta fasilitasfasilitas lainnya yang turut mendukung komunitas itu. &#8220;Semua ini harus dilakukan secara bergulir dan tidak mudah. Soalnya, aktivis kita sendiri di antaranya juga merupakan orang-orang sibuk semua,&#8221; jelas Edwin.</p>
<p>Melalui forum tersebut, diharapkan akan timbul sebuah kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya silat tradisional di Indonesia. FP2STI memiliki tujuan mencuri perhatian orangorang pintar, tokoh-tokoh masyarakat, kaum muda, dan pemerintah untuk bergabung dengan forum tersebut.</p>
<p>&#8220;<em>Kita perlu sponsor dalam mengembangkan silat ini karena pendanaan yang masih dilakukan secara swadaya hingga saat ini memang menjadikan salah satu kendala FP2STI dalam mengembangkan silat tradisional lebih besar lagi</em>,&#8221; pungkas Edwin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: <a title="Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air - koran jakarta" href="http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/89405" target="_blank">koran jakarta</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>( red: dicopy sesuai artikel aslinya, walau ada beberapa distorsi informasi )</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Film tentang silat raih penghargaan JAFF 2011</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 02:34:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[2011]]></category>
		<category><![CDATA[fantastic fest austin]]></category>
		<category><![CDATA[gareth]]></category>
		<category><![CDATA[Gareth Huw Evans]]></category>
		<category><![CDATA[jaff]]></category>
		<category><![CDATA[merantau]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[raid]]></category>
		<category><![CDATA[the raid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1520</guid>
		<description><![CDATA[Film The Raid karya Gareth Huw Evans meraih penghargaan spesial dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema. Presiden Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2011 Garin Nugoro pada acara penutupan JAFF di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan film yang masuk dalam festival film internasional Toronto mampu menampilkan karakter cerita yang kuat. &#8220;Film itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Film <a title="The Raid" href="http://silatindonesia.com/tag/the-raid">The Raid</a> karya Gareth Huw Evans meraih penghargaan spesial dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema.</p>
<p>Presiden Jogja-Netpac Asian Film Festival (<a title="jaff" href="http://silatindonesia.com/tag/jaff">JAFF</a>) 2011 Garin Nugoro pada acara penutupan JAFF di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan film yang masuk dalam festival film internasional Toronto mampu menampilkan karakter cerita yang kuat.<br />
<span id="more-1520"></span><br />
&#8220;<em>Film itu menarik karena berkisah tentang silat sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. Gareth berhasil menyampaikan pesan tentang silat sebagai pertunjukan budaya</em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan film tersebut memiliki karakter personalitas yang kuat dalam setiap adegan.</p>
<p>Menurutnya, film pembuka karya Gareth pada JAFF 2009 juga memenangkan audience choice award di <a title="fantastic fest austin" href="http://silatindonesia.com/tag/fantastic-fest-austin">Fantastic Fest Austin</a>, Texas dan mendapatkan anugerah film terbaik pada 2010 dalam action fest di North Carolina, Amerika.</p>
<p>Ia mengatakan Gareth mulai membuat film Footstep pada 2006, yang dirilis di Amerika.</p>
<p>Menurutnya, Gareth terus aktif menulis dan menjadi sutradara film, salah satunya adalah <a title="merantau" href="http://silatindonesia.com/tag/merantau">Film Merantau</a>.</p>
<p>Sementara itu, Sutradara Film The Raid Gareth Huw Evans mengatakan silat di Indonesia menampilkan gerakan yang indah sehingga ia memutuskan untuk menulisnya.</p>
<p>&#8220;Saya menangkap peluang yang ada dengan melihat keunikan dan keindahan gerakan silat di Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p>Aktor Film The Raid Iko Uwais mengatakan film tersebut benar-benar menampilkan atlet silat yang menyuguhkan tontonan yang menarik.</p>
<p>Sementara itu, dalam acara penutupan JAFF 2011 tim juri juga memberikan enam penghargaan film yang lain.</p>
<p>Direktur JAFF Budi Irawanto mengatakan terdapat tiga kategori juri dalam JAFF setiap tahunnya, yakni festival juri netpac, festival juri JAFF, dan festival juri community.</p>
<p>Menurut dia, film panjang yang masuk kompetisi memiliki pendekatan beragam dari sisi bertutur, isu, dan pendekatan teknis.</p>
<p>Ia mengatakan tim juri telah menetapkan tujuh film peraih penghargaan.</p>
<p>Menurutnya, Film Oxygen karya Janchivdorj Sangedorj dari Mongolia menerima penghargaan netpac award karena memadukan seni dan etnografi kehidupan kota yang keras dan Gurun Gobi.</p>
<p>Ia mengatakan Film Winter Vacation dari China karya Li Hongqi meraih silver hanoman award karena sutradara mampu meramu kehidupan sehari-hari dalam perspektif yang menarik.</p>
<p>Dia mengatakan tim juri film pendek Asia memberikan penghargaan film pendek terbaik atau blencong award pada Film Open The Door karya Ashish Pandey dari India karena film mampu menampilkan kualitas film yang baik dengan durasi singkat.</p>
<p>Sedangkan, penghargaan juri special mention diberikan pada Film Bermula dari A karya BW Purba Negara.</p>
<p>Film tentang perdagangan perempuan karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola meraih dua dari tujuh penghargaan.</p>
<p>Juri Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Gregorius Djaduk Ferianto mengatakan film karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola berjudul Ang Damgo Ni Eleuteria menggunakan pendekatan baru dan inspiratif sehingga layak mendapatkan dua penghargaan.</p>
<p>Menurutnya, film tersebut meraih penghargaan golden hanoman award dan Geber award.</p>
<p>Dia mengatakan golden hanoman award merupakan penghargaan yang diberikan kepada film Asia terbaik pertama melalui penjurian dalam program Asian Feature.</p>
<p>Sementara itu, geber award merupakan penghargaan kepada film Asia yang dipilih oleh komunitas film dari berbagai kota di Indonesia.</p>
<p>Dia mengatakan film berdurasi 90 menit itu mampu mengangkat dengan baik isu aktual yang dialami negara berkembang.</p>
<p>Menurutnya, film tersebut memanfaatkan ruang kreativitas dengan memaksimalkan teknologi digital melalui pengambilan gambar yang tidak terputus dari awal sampai akhir.</p>
<p>&#8220;<em>Film tersebut memiliki ide yang bagus dan berani mengambil risiko dengan jalan mengambil gambar secara tidak terputus,</em>&#8221; katanya.</p>
<p>sumber: <a title="antara news" href="http://www.antaranews.com/berita/289357/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011" target="_blank">antaranews</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanpa Sponsor Rokok, RI Mampu Gelar Sea Games XXVI</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 03:09:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[detik]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>
		<category><![CDATA[sea games]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa sponsor rokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1482</guid>
		<description><![CDATA[Meski tim sepakbolanya kalah, Indonesia masih punya banyak prestasi lain di Sea Games XXVI yang baru saja usai. Bukan hanya keluar sebagai juara umum, Indonesia untuk pertama kalinya juga berhasil menggelar Sea Games tanpa menggunakan sponsor rokok. Adanya sponsor rokok dinilai bertentangan dengan semangat sportivitas dalam olahraga. Di satu sisi olahraga bertujuan agar orang menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meski tim sepakbolanya kalah, Indonesia masih punya banyak prestasi lain di Sea Games XXVI yang baru saja usai. Bukan hanya keluar sebagai juara umum, Indonesia untuk pertama kalinya juga berhasil menggelar Sea Games tanpa menggunakan sponsor rokok.</p>
<p>Adanya sponsor rokok dinilai bertentangan dengan semangat sportivitas dalam olahraga. Di satu sisi olahraga bertujuan agar orang menjadi lebih sehat, sementara rokok di sisi lainjustru merusak kesehatan dengan ratusan racun yang terkandung di dalam asapnya.<br />
<span id="more-1482"></span><br />
&#8220;<em>Rokok juga merupakan pintu gerbang kemaksiatan, seperti narkoba, HIV/AIDS dan lain-lain,</em>&#8221; kata Prof Dr dr Afansa Moeloek, SpOG, ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dalam konferensi pers di kantor Yayasan Jantung Indonesia, Kamis (24/11/2011).</p>
<p>Sea Games XXVI 2011 ini merupakan gelaran pesta olahraga multicabang yang pelaksanaannya harus bebas asap, iklan, promosi dan sponsor rokok. Smoke Free Sea Games atau Sea Games bebas asap rokok pertama kali digelar di Vietnam tahun 2003, lalu di Filipina tahun 2005 dan Laos tahun 2009.</p>
<p>Dengan sukses ini, diharapkan event-event olahraga lain yang digelar di Indonesia juga akan bebas rokok. Bahkan Sekretaris Komite Eksekutif Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Sarluhut Napitupulu menjamin liga sepakbola Indonesia musim ini juga akan bebas sponsor rokok.</p>
<p>&#8220;<em>Ini juga akan menjadi kompetisi pertama kita yang bebas sponsor rokok,</em>&#8221; kata Sarluhut yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut.</p>
<p>Dukungan terhadap kampanye antirokok juga datang dari kalangan atlet, khususnya pemain sepakbola yang dalam Sea Games XXVI baru saja dikalahkan Malaysia. Titus Bonai alias Tibo, bintang muda asal Papua yang memperkuat tim nasional sepakbola Indonesia berpesan agar generasi muda menjauhi rokok.</p>
<p>&#8220;<em>Janganlah merokok, karena kami para atlet sangat terganggu. Atlet butuh fisik dan pernapasan yang bagus. Tapi rokok bisa mengganggu pernapasan kami,</em>&#8221; kata Tibo yang memang besar di keluarga yang bebas rokok.</p>
<p>sumber: <a title="detik" href="http://www.detikhealth.com/read/2011/11/24/155519/1774929/763/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi?l991101755&amp;mid=538" target="_blank">detik</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sea Games, Indonesia Raih Juara Umum cabang Pencak Silat</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 08:37:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[juara umum]]></category>
		<category><![CDATA[sea games]]></category>
		<category><![CDATA[silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1477</guid>
		<description><![CDATA[Kontingen silat Indonesia akhirnya mewujudkan target untuk tampil sebagai juara umum SEA Games 2011 setelah menambah tiga emas pada pertandingan hari terakhir di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Kamis. Dengan tambahan tiga medali emas tersebut, pencak silat yang sempat terpuruk di SEA Games 2009 Laos itu, secara keseluruhan mengumpulkan sembilan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="shutterset_" title="" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/maskot-silat.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/thumbs/thumbs_maskot-silat.jpg" alt="maskot-silat" width="106" height="80" /></a>Kontingen silat Indonesia akhirnya mewujudkan target untuk tampil sebagai juara umum <a title="SEA Games 2011" href="http://silatindonesia.com/tag/sea-games" target="_blank">SEA Games 2011</a> setelah menambah tiga emas pada pertandingan hari terakhir di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Kamis.</p>
<p>Dengan tambahan tiga medali emas tersebut, pencak silat yang sempat terpuruk di SEA Games 2009 Laos itu, secara keseluruhan mengumpulkan sembilan emas dari total 18 nomor yang dipertandingkan.<br />
<span id="more-1477"></span><br />
Meski gagal mencapai target sepuluh medali emas, Indonesia setidaknya berhasil mengembalikan dominasi yang sejak 1997 sempat diambil alih Vietnam.</p>
<p>Tiga emas terakhir tersebut dipersembahkan oleh Amelia Roring di kelas E putri, Rosmayani (kelas C putri) dan Dian Kristianto (kelas A putra).</p>
<p>Amelia meraih emas setelah pada pertandingan final mengalahkan Siti Rahmah Mohamed Nazir asal Malaysia dengan skor 5-0, sementara Rosmayani juga menang 5-0 atas Jutarat Noytapa (Thailand).</p>
<p>Sebelumnya Dian Kristianto juga menang telak 5-0 atas Anothai Choopeng dari Thailand.</p>
<p>Sementara itu, atlet Sofani Rahmawati yang turun di kelas F putri harus puas mendapat medali perak, setelah dikalahkan pesilat Vietnam Tran Thi Luyen.</p>
<p>Begitu juga atlet Indonesia Pranoto di kelas I hanya mampu menyabet medali perak setelah gagal mengalahkan lawannya Dang Minh Le (Vietnam).</p>
<p>Pencak silat Indonesia sempat mengalami hasil berburuk dalam sejarah SEA Games di Laos pada 2009 karena ketika itu hanya mampu meraih dua medali emas, tiga perak dan tiga perunggu.</p>
<p>Sementara itu, atlet Rosmayani mengaku puas menyabet medali emas ini, sebagai wujud bakti kepada bangsa dan negara.</p>
<p>&#8220;Syukur saya bisa menang dan medali ini saya serahkan kepada bangsa dan negara. Tanding kali ini adalah tanding saya untuk berlaga di kegiatan internasional,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Berikut klasemen cabang pencak silat:<br />
Indonesia   9  5  2 16<br />
Vietnam     6  7  5 18<br />
Malaysia    3  1  7 11<br />
Thailand    0  4  3 7<br />
Philippines 0  1  3 4<br />
Singapore  0  0  3 3<br />
Brunei         0  0  3 3<br />
Myanmar    0  0  3 3<br />
Laos           0   0  1 1<br />
Total          18 18 30 66</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: <a title="bola.net" href="http://www.bola.net/seagames2011/pencak-silat-indonesia-raih-juara-umum-7e95ee.html" target="_blank">bola.net</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sea games, Tim pencak silat putra dan putri Indonesia sabet emas</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 01:28:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[final]]></category>
		<category><![CDATA[games]]></category>
		<category><![CDATA[juara]]></category>
		<category><![CDATA[sea]]></category>
		<category><![CDATA[seagames]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1471</guid>
		<description><![CDATA[Pesilat tim Indonesia masing-masing kategori putra dan putri berhasil menyabet medali emas pada SEA Games XXVI, Selasa malam. Dengan demikian, keenam emas yang diperebutkan Selasa (15/11) semua disapu bersih Timnas Indonesia pada final pencak silat kategori seni bela diri. Untuk juara I tim &#8220;Merah Putih&#8221; yang sukses mendulang medali emas adalah Zakki Imadudin, Exa Purbianto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pesilat tim Indonesia masing-masing kategori putra dan putri berhasil menyabet medali emas pada SEA Games XXVI, Selasa malam.</p>
<p>Dengan demikian, keenam emas yang diperebutkan Selasa (15/11) semua disapu bersih Timnas Indonesia pada final pencak silat kategori seni bela diri.<br />
<span id="more-1471"></span><br />
Untuk juara I tim &#8220;Merah Putih&#8221; yang sukses mendulang medali emas adalah Zakki Imadudin, Exa Purbianto dan Abdul Muqit Iryat dengan nilai 461, catatan waktu 03.00 menit,</p>
<p>Juara II medali perak diraih tim Vietnam yakni Nyuyen Thanh Tung, Nguyen Tien Tai dan Nguyen Huu Tuan skor 540 dengan waktu 03.00 menit.</p>
<p>Sedangkan juara III perunggu diraih tim Brunei Darussalam yaitu AWG Abdul Malik Bin Haji Ladi, Jufri Bin Haji Junaidi dan Abdul Rahman Bin Haji Asli dengan nilai 451, waktu 03.01 menit.</p>
<p>Sementara untuk tim putri juara I diraih Indonesia yaitu Kikih Dyah Ayuwati, Djuariah dan Yuli Adriani, skor 459, catatan waktu 03.00 menit. Sementara juara II tim Vietnam Thi Thuy Nguyen, Pham Thi Ha dan Thi Quyen Ngo serta juara III perunggu disabet tim Brunei Darussalam diperkuat oleh atlet Noerleyermah Bte Haji Raya, Noerleyharyanti Bte Haji Raya dan Nurul Aimi Amalina Bte Zainidi dengan skor 449, catatan waktu 03.00 menit.</p>
<p>Dalam kategori seni pencak silat tersebut memperebutkan sebanyak enam medali emas.</p>
<p>Pada kategori seni tersebut untuk perorangan putra adalah pesilat dari negara Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar dan Indonesia.</p>
<p>Sedangkan untuk putri perorangan yang lolos final adalah Myanmar, Indonesia, Singapura, Malaysia dan Viatnam.</p>
<p>Untuk tim putra masuk final adalah Indonesia, Singapura, Vietnam dan Malaysia. Sedangkan tim putri adalah Indonesia, Singapura, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darussalam.</p>
<p>Untuk kategori tim putra, negara yang lolos final adalah Brunei Darussalam. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: <a title="antara news" href="http://www.antaranews.com/berita/284879/tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas?mid=52" target="_blank">antaranews</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sea games, Ganda putra dan putri pencak silat raih emas</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-ganda-putra-dan-putri-pencak-silat-raih-emas/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-ganda-putra-dan-putri-pencak-silat-raih-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 13:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[sea games]]></category>
		<category><![CDATA[silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1475</guid>
		<description><![CDATA[Pesilat Indonesia kategori ganda putra dan putri masing-masing meraih medali emas cabang olahraga pencak silat SEA Games XXVI di Padepokan Pencak Silat Indonesia Jakarta, Selasa malam. Pada final pencak silat kategori ganda putra seni bela diri tim Merah Putih terdiri atas Hamdani dan M Yusuf Effendi mencatat skor 574, dengan catatan waktu 03.00 menit. Juara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pesilat Indonesia kategori ganda putra dan putri masing-masing meraih medali emas cabang olahraga pencak silat <a title="sea games" href="http://silatindonesia.com/tag/sea-games">SEA Games XXVI </a>di Padepokan Pencak Silat Indonesia Jakarta, Selasa malam.</p>
<p>Pada final pencak silat kategori ganda putra seni bela diri tim Merah Putih terdiri atas Hamdani dan M Yusuf Effendi mencatat skor 574, dengan catatan waktu 03.00 menit. Juara II medali perak diraih Nguyen Huu Tuan dan Thanh Tung Nguyen (Vietnam) skor 540 dengan waktu 03.00<br />
<span id="more-1475"></span><br />
Sedangkan juara III perunggu Muhd Danial Azlani dan Muhd Azri Abdullah, skor 540, waktu 03.01 menit .</p>
<p>Sementara ganda putri atlet Indonesia yang menyabet medali emas adalah Sang Ayu Ketut Wilantri dan Ni Made Dwi Yanti dengan skor 470, waktu 03.00, sedangkan juara II Vietnam (Thi My Nguyen dan Nguyen Thi Lan) dengan skor 553 (03.03) serta juara III perunggu diraih Malaysia (Kamila BT Sulong dan Siti Arfiyah BT Abdul Jalil) dengan nilai 543, catatan waktu 03.01 menit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: <a title="antara news" href="http://www.antaranews.com/berita/284886/ganda-putra-dan-putri-pencak-silat-raih-emas" target="_blank">antara news</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-ganda-putra-dan-putri-pencak-silat-raih-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eko dan Tuti sumbang medali emas pertama pencak silat</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/11/eko-dan-tuti-sumbang-medali-emas-pertama-pencak-silat/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/11/eko-dan-tuti-sumbang-medali-emas-pertama-pencak-silat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 13:29:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[eko]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[sea games]]></category>
		<category><![CDATA[tuti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1473</guid>
		<description><![CDATA[Pesilat Indonesia Eko Wahyudi dan Tuti Winarni berhasil meraih medali emas masing-masing dalam kategori tunggal putra dan putri cabang olahraga pencak silat SEA Games XXVI di Padepokan Pencak Silat Indonesia Jakarta, Selasa malam. Pada final pencak silat kategori seni ini, Eko Wahyudi mendapat nilai 457 dengan catatan waktu 03.00 menit, sedangkan Tuti Winarni nilai 456 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pesilat Indonesia Eko Wahyudi dan Tuti Winarni berhasil meraih medali emas masing-masing dalam kategori tunggal putra dan putri cabang olahraga pencak silat SEA Games XXVI di Padepokan Pencak Silat Indonesia Jakarta, Selasa malam.</p>
<p>Pada final pencak silat kategori seni ini, Eko Wahyudi mendapat nilai 457 dengan catatan waktu 03.00 menit, sedangkan Tuti Winarni nilai 456 dengan catatan waktu 03.00 menit.<br />
<span id="more-1473"></span><br />
Sedangkan juara II tunggal putra meraih perak Quang Trung Hoang (Vietnam) dengan nilai 453, catatan waktu 03.00 dan juara III medali perunggu Ahmad Tajul Zaman Tajuddin (Malaysia) dengan nilai 448, catatan waktu 03.00.</p>
<p>Sementara itu, di kategori tunggal putri juara II Ngunyen Thi Thuy (Vietnam) nilai 447 dengan catatan waktu 03.00 menit dan juara III Noerleyerman Haji Raya (Brunei Darussalam) nilai 445 dengan catatan waktu 03.01 menit.</p>
<p>Dalam kategori seni pencak silat ini diperebutkan sebanyak enam medali emas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: <a title="antara news" href="http://www.antaranews.com/berita/284851/eko-dan-tuti-sumbang-medali-emas-pertama-pencak-silat" target="_blank">antaranews</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/11/eko-dan-tuti-sumbang-medali-emas-pertama-pencak-silat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto-foto Liputan Kegiatan Pelatihan Silat di Hongkong</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/07/foto-foto-liputan-kegiatan-pelatihan-silat-di-hongkong/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/07/foto-foto-liputan-kegiatan-pelatihan-silat-di-hongkong/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 00:27:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[arifin]]></category>
		<category><![CDATA[dompet dhuafa]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[fp2sti]]></category>
		<category><![CDATA[hongkong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1344</guid>
		<description><![CDATA[Berikut beberapa foto-foto dokumentasi sementara kegiatan pelatihan silat di Hongkong. Setidaknya bisa berbagi rasa tentang kondisi disana &#160; Dokumentasi dari mas Moh. Arifin Purwakananta]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut beberapa <a title="Foto Liputan Pelatihan Silat di Hongkong" href="http://silatindonesia.com/2011/07/foto-foto-liputan-kegiatan-pelatihan-silat-di-hongkong/">foto-foto dokumentasi</a> sementara kegiatan pelatihan silat di Hongkong.</p>
<p>Setidaknya bisa berbagi rasa tentang kondisi disana</p>
<p><span id="more-1344"></span></p>
<p>&nbsp;<br />

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-7-1344">

	<!-- Slideshow link -->
	<div class="slideshowlink">
		<a class="slideshowlink" href="http://silatindonesia.com/2011/07/foto-foto-liputan-kegiatan-pelatihan-silat-di-hongkong/?show=slide">
			[Show as slideshow]		</a>
	</div>

	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-164" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110720-ajaddaniwan.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="Ajad dan Iwan beserta DD di Hongkong" alt="Ajad dan Iwan beserta DD di Hongkong" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110720-ajaddaniwan.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-162" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110710hongkong.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="Pelatihan silat di hongkong" alt="Pelatihan silat di hongkong" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110710hongkong.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-160" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110710-f1605.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="Pelatihan silat di hongkong" alt="Pelatihan silat di hongkong" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110710-f1605.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-159" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110710-f1604.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="Foto Bersama Pelatihan silat di hongkong" alt="Foto Bersama Pelatihan silat di hongkong" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110710-f1604.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-158" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110710-f1601.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="Kang Iwan sedang Diwawancarai TV Hongkong" alt="Kang Iwan sedang Diwawancarai TV Hongkong" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110710-f1601.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-157" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110710-f1432.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="Aplikasi" alt="Aplikasi" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110710-f1432.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-156" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110710-f1206.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="Aplikasi" alt="Aplikasi" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110710-f1206.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-155" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110710-f1134.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="Latihan Bersama di Victoria Park" alt="Latihan Bersama di Victoria Park" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110710-f1134.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-154" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110710-f11331.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="Latihan Bersama di Victoria Park" alt="Latihan Bersama di Victoria Park" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110710-f11331.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-153" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110710-f11330.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="Latihan Bersama di Victoria Park" alt="Latihan Bersama di Victoria Park" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110710-f11330.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-152" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110710-f1047.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="Semangat semangat" alt="Semangat semangat" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110710-f1047.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-151" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110710-f1046.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="Pengarahan Pelatihan" alt="Pengarahan Pelatihan" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110710-f1046.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-150" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110710-f1042.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="Pelatihan" alt="Pelatihan" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110710-f1042.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-149" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110710-f1040.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="Persiapan Pelatihan" alt="Persiapan Pelatihan" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110710-f1040.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-147" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110708-f.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="Foto bersama dengan aktivis dompet dhuafa" alt="Foto bersama dengan aktivis dompet dhuafa" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110708-f.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-119" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110710-Kiprah FP2STI mengembangkan silat di Hongkong.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="Kiprah FP2STI mengembangkan silat di Hongkong" alt="Kiprah FP2STI mengembangkan silat di Hongkong" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110710-Kiprah FP2STI mengembangkan silat di Hongkong.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-102" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110710-hiburan-malam-bang-iwan-mencoba-jurus-silat-ke-ustadz-dd-di-hongkong.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="hiburan-malam-bang-iwan-mencoba-jurus-silat-ke-ustadz-dd-di-hongkong" alt="hiburan-malam-bang-iwan-mencoba-jurus-silat-ke-ustadz-dd-di-hongkong" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110710-hiburan-malam-bang-iwan-mencoba-jurus-silat-ke-ustadz-dd-di-hongkong.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-93" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110709-semoga-peragaan-silat-iwan-dan-ajad-mengesankan-dan-membuat-tkw-hongkong-ingin-belajar-silat.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="semoga-peragaan-silat-iwan-dan-ajad-mengesankan-dan-membuat-tkw-hongkong-ingin-belajar-silat" alt="semoga-peragaan-silat-iwan-dan-ajad-mengesankan-dan-membuat-tkw-hongkong-ingin-belajar-silat" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110709-semoga-peragaan-silat-iwan-dan-ajad-mengesankan-dan-membuat-tkw-hongkong-ingin-belajar-silat.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-92" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110709-peragaan-silat-sebelum-berlatih.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="peragaan-silat-sebelum-berlatih" alt="peragaan-silat-sebelum-berlatih" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110709-peragaan-silat-sebelum-berlatih.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-91" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/20110709-peragaan-silat-oleh-bang-iwan-dan-ajad-di-hongkong.jpg" title=" " class="shutterset_set_7" >
								<img title="peragaan-silat-oleh-bang-iwan-dan-ajad-di-hongkong" alt="peragaan-silat-oleh-bang-iwan-dan-ajad-di-hongkong" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan-201107-hongkong/thumbs/thumbs_20110709-peragaan-silat-oleh-bang-iwan-dan-ajad-di-hongkong.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-navigation'><span class="current">1</span><a class="page-numbers" href="http://silatindonesia.com/2011/07/foto-foto-liputan-kegiatan-pelatihan-silat-di-hongkong/?nggpage=2">2</a><a class="next" id="ngg-next-2" href="http://silatindonesia.com/2011/07/foto-foto-liputan-kegiatan-pelatihan-silat-di-hongkong/?nggpage=2">&#9658;</a></div> 	
</div>

</p>
<p><em>Dokumentasi dari mas Moh. Arifin Purwakananta</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/07/foto-foto-liputan-kegiatan-pelatihan-silat-di-hongkong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Edaran Diknas DKI mengenai Kegiatan Wajib (silat) di Sekolah</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/03/surat-edaran-diknas-dki-mengenai-kegiatan-wajib-silat-di-sekolah/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/03/surat-edaran-diknas-dki-mengenai-kegiatan-wajib-silat-di-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 14:57:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[diknas]]></category>
		<category><![CDATA[dki]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[surat edaran]]></category>
		<category><![CDATA[wajib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1155</guid>
		<description><![CDATA[Surat Edaran Diknas DKI mengenai Kegiatan Wajib (silat) di Sekolah berikut kutipannya: Tanggal : 29 Desember 2009 Nomor : 176/SE/2009 Sifat : Penting Hal : Menumbuhkan Nilai-nilai spiritual, budaya, patriotisme dan nasionalisme SURAT EDARAN Dalam rangka menumbuhkan nilai-nilai spiritual, patriotisme, nasionalisme dan budaya nasional peserta didik, dengan ini saya minta dalam menyelenggarakan pendidikan di sekolah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surat Edaran Diknas DKI mengenai Kegiatan Wajib (silat) di Sekolah</strong></p>
<p>berikut kutipannya:</p>
<p>Tanggal : 29 Desember 2009<br />
Nomor : 176/SE/2009<br />
Sifat : Penting<br />
Hal : Menumbuhkan Nilai-nilai spiritual, budaya, patriotisme dan nasionalisme<br />
<span id="more-1155"></span><br />
<strong>SURAT EDARAN</strong></p>
<p>Dalam rangka menumbuhkan nilai-nilai spiritual, patriotisme, nasionalisme dan budaya nasional peserta didik, dengan ini saya minta dalam menyelenggarakan pendidikan di sekolah dan PKBM, Saudara melakukan hal-hal sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Membaca do&#8217;a sesuai agama masing-masing secara bersama-sama sebelum memulai pembelajaran dengan dipimpin oleh salah seorang peserta didik dan dengan cara dilafazkan.</li>
<li>Bagi sekolah, tetap melaksanakan Upacara Bendera pada setiap hari Senin secara teratur dan disiplin.</li>
<li>Melaksanakan Upacara Bendera para Peringatan Hari-hari Besar Nasional.</li>
<li>Memasang dan merawat Lambang Negera, Gambar Presiden dan Wakil Presiden, dan Bendera Merah Putih pada setiap ruang belajar.</li>
<li>Memasang dan merawat gambar pahlawan nasional pada setiap ruang belajar.</li>
<li>Memasang Peta Jakarta dan Peta Indonesia pada setiap ruang belajar.</li>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong>Memasukkan Pencak Silat sebagai Olahraga Bela Diri pilihan wajib sekolah pada kegiatan Ekstra Kurikuler.</strong></span></li>
<li>Mengembangkan dan membina budaya lokal Jakarta pada setiap kegiatan ekstra kurikuler.</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">
Atas perhatian Saudara, Saya ucapkan terima kasih.</p>
<p><a title="Dinas Pendidikan DKI" href="http://disdikdki.net/" target="_blank">KEPALA DINAS PENDIDIKAN </a><br />
PROVINSI DKI JAKARTA</p>
<p>Surat ini sudah dimulai di Jakarta di tahun 2009 yang lalu, tapi entah bagaimana peredaran, sosialisasi dan implementasi.<br />
Semoga bisa disusul juga oleh daerah lain.</p>
<p style="text-align: center;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class=" " title="Surat Edaran Diknas" src="http://silatindonesia.com/pub/dok/surat.edaran.diknas.jpg" alt="" width="500" /><p class="wp-caption-text">Surat Edaran Diknas</p></div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/03/surat-edaran-diknas-dki-mengenai-kegiatan-wajib-silat-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi Bulanan, Management Perguruan Silat</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/01/diskusi-bulanan-management-perguruan-silat/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/01/diskusi-bulanan-management-perguruan-silat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Jan 2011 04:43:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[don basuki]]></category>
		<category><![CDATA[fp2sti]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[management]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan]]></category>
		<category><![CDATA[sudirman yan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=952</guid>
		<description><![CDATA[Di awal tahun 2011 ini Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI) mulai melakukan start, kembali berkiprah dalam memajukan dan mengembangkan pencak silat tradisional. Setelah sempat “tertidur” selama setahun, pada hari Sabtu, 22 Januari 2011, bertempat di ruangan PERSILAT, Padepokan Pencak Silat TMII, digelar acara DISKUSI BULANAN SAHABAT SILAT yang bertajuk MANAJEMEN PERGURUAN SILAT, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="shutterset_" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan/20110122-managementperguruan.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan/thumbs/thumbs_20110122-managementperguruan.jpg" alt="sahabat silat, manajemen perguruan silat" /></a>Di awal tahun 2011 ini <a href="http://sahabatsilat.com">Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional  Indonesia</a> (FP2STI) mulai melakukan start, kembali berkiprah dalam  memajukan dan mengembangkan pencak silat tradisional.</p>
<p>Setelah sempat “tertidur” selama setahun, pada hari Sabtu, 22 Januari  2011, bertempat di ruangan PERSILAT, Padepokan Pencak Silat TMII,  digelar acara DISKUSI BULANAN SAHABAT SILAT yang bertajuk <a href="http://silatindonesia.com/2011/01/diskusi-bulanan-management-perguruan-silat/">MANAJEMEN  PERGURUAN SILAT, dan PERESMIAN PENGURUS BARU FP2STI</a>.</p>
<p><span id="more-952"></span></p>
<p><strong>HADIRIN</strong></p>
<p>Berdasarkan data yang ada pada buku tamu, acara ini tidak saja  diikuti oleh +/- 50 <a href="http://sahabatsilat.com" target="_blank">sahabat silat</a>, tetapi juga yang tak kalah  menggembirakan dihadiri juga oleh <a href="http://silatindonesia.com/tag/guru">sesepuh dan guru</a> besar pencak silat  yaitu :</p>
<ol>
<li>H. Ceng Suryana dari <a href="http://silatindonesia.com/tag/cikalong">Maenpo Cikalong</a>, Cianjur</li>
<li>H. Azis Asy’ari dari Maenpo Cikalong, Cianjur</li>
<li>H. Nunung dari <a href="http://silatindonesia.com/tag/gerak-rasa">Gerak Rasa Sanalika</a>, Rawa Belong</li>
<li>Mohamad Sani (Babe Nani) dari <a href="http://silatindonesia.com/tag/gerak-saka">Gerak Saka</a></li>
<li>Bang Marhali dari <a href="http://silatindonesia.com/tag/cingkrik">Cingkrig Goning Rawa Belong</a></li>
<li>Bang Amri dari <a href="http://silatindonesia.com/tag/cingkrik">Cingkrig Gerak Cipta</a>, rawa Belong</li>
<li>Bpk Tb Bambang Sudrajad dari Cingkrig Goning</li>
<li>Bpk Bambang sarkoro dari <a href="http://silatindonesia.com/tag/mlp">MLP</a></li>
<li>Bang Husein <a href="http://silatindonesia.com/tag/seliwa">Golok Seliwa</a></li>
<li>Bang Nashri dari <a href="http://silatindonesia.com/tag/troktok">Troktok Ulu jami</a></li>
<li>Perwakilan dari <a href="http://silatindonesia.com/tag/gerak-gulung">Gerak Gulung</a></li>
<li>Perwakilan dari <a href="http://silatindonesia.com/tag/sibunder">Si Bunder</a></li>
<li>Perwakilan dari <a href="http://silatindonesia.com/tag/beksi">Beksi Tradisional H. Hasbulloh</a></li>
<li>Dt Edwel dari <a href="http://silatindonesia.com/tag/silek-harimau">Silek Harimau Minangkabau</a></li>
<li>dan tentu saja Bpk <a href="http://silatindonesia.com/tag/eddie">Edy Nalapraya</a> sebagai pembina FP2STI</li>
</ol>
<p><strong>DISKUSI MANAJEMEN PERGURUAN  SILAT</strong></p>
<p>Diskusi yang sangat menarik dan disambut dengan antusias oleh hadirin  ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dibawakan oleh Mas <a href="http://silatindonesia.com/tag/don-basuki">Don  Basuki</a> dari Kelatnas Perisai Diri. Mas Don menguraikan panjang lebar  tentang bagaimana membentuk dan mengorganisir perguruan silat.</p>
<p>Berdasarkan pengalamannya di Perisai Diri, Mas Don berbagi pengalaman  dan pengetahuan yang tentu sangat bermanfaat untuk ditiru dan  diterapakan. Tanya jawab dan diskusi menjadi semarak, karena memang  salah satu “kelemahan” perguruan silat tradisional adalah dalam segi  manajemen dan organisasi, kaderisasi dan pendanaan. Dibahas dalam  diskusi ini bagaimana awal mula membentuk organisasi perguruan,  tipe-tipe perguruan silat, legalitas, iuran dan pendanaan, promosi, dan  kaderisasi. Diskusi berlangsung hangat, gayeng, interaktif, dan penuh  canda dalam suasana penuh kekeluargaan.</p>
<p>Setelah ISHOMA, sesi kedua diskusi dilanjutkan, yang kali ini  dibawakan oleh Bpk <a href="http://silatindonesia.com/tag/sudirman-yan">Sudirman Yan</a>, sekretaris dewan pendekar Perisai  Putih. Pak Yan membawakan materi antara lain : kurikulum perguruan, tata  cara latihan, lambang perguruan, salam perguruan, dll.</p>
<p>Sesi kedua tidak kalah menarik karena peserta masih antusias dengan  mengajukan pertanyaan, tanggapan, masukan serta permintaan dari para  guru silat tradisional agar mendapatkan Pak Yan dan FP2STI membantu  perguruan-perguruan silat tradisional dalam membentuk organisasi  perguruan, manajemen perguruan dan sebagai nya.</p>
<p><strong>PENGURUS BARU FP2STI</strong></p>
<p>Setelah sambutan dariPak Edy, usai diskusi, dipimpin oleh Taufan  Prasetya sebagai ketua <a href="http://silatindonesia.com/tag/fp2sti">FP2STI </a>periode 2011, diperkenalkan jajaran  pengurus baru dan program kerja yang akan dilakukan pada masa  kepengurusan ini.</p>
<p>Acara selesai kurang lebih pukul 16.00.</p>
<p>Semoga ini merupakan awal yang baik.</p>
<p>sumber : <a href="http://waroengsilat.com/2011/01/silaturahim-dan-diskusi-bulanan-sahabat-silat-1189/" target="_blank">waroeng silat<br />
</a>gallery foto ada di <a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=45853&amp;id=100000655375849" target="_blank">fb sahabat silat</a></p>

<a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan/20110122-managementperguruan.jpg" title="" class="shutterset_singlepic42" >
	<img class="ngg-singlepic" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/cache/42__320x240_20110122-managementperguruan.jpg" alt="sahabat silat, manajemen perguruan silat" title="sahabat silat, manajemen perguruan silat" />
</a>

<p>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/01/diskusi-bulanan-management-perguruan-silat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

