Silat Indonesia » Featured Articles http://content.silatindonesia.com Pusat Informasi Pencak Silat Indonesia Mon, 23 Dec 2013 23:02:50 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.8.1 Minangkabau Silat Camp Summer 2013 http://silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/ http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/#comments Mon, 10 Jun 2013 02:45:06 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1912 Minangkabau Silat Camp Summer 2013
Galanggang Aluang Bunian

Datang dan Saksikan
Festival Silek Minangkabau dan Jambore Silek Internasional
tangal 20-29 Agustus 2013
di Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Minangkabau Silat Camp Summer 2013,
akan menampilkan seni silek Tradisi Minangkabau, diantaranya:
Silek Tuo, Silek Kurambik, Silek Kilangan Endek, Silek Langkah Ampek, Silek Pangian, Silek Gaib.

Galanggang Aluang Bunian adalah festival silek tradisi Minangkabau se Sumatera Barat, Ajang Silaturahmi tuo silek dan anak-anak sasian Minangkabau

Info selengkapnya hubungi:
Edwardo Guci
http://www.facebook.com/edwardo.guci

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/feed/ 0
Lestarikan Silat Tradisional, Cilegon Bentuk FP2STI http://silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/ http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/#comments Mon, 06 May 2013 10:32:29 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1868 Kurang terakomodirnya perguruan pencak silat yang ada di Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Cilegon, membuat para sahabat pesilat di Kota Baja mulai mencari solusi altenatif. Rencananya, mereka akan membentuk Forum pecinta dan Pelestari Silat Tradisonal Indonesia (FP2STI), dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan salah satu sahabat pesilat Kota Cilegon, Wawan Mulyana. Kata dia, hingga saat ini, banyak perguruan pencak silat yang belum tercantum di IPSI Kota Cilegon. Hal itu disebabkan, perguruan belum memiliki persyaratan yang ditetapkan IPSI, seperti adanya akte notaris, akte perguruan dan AD/ART perguruan, sehingga mereka belum bisa terakomodir.

Nah, karena takut kebudayaan silat tradisional yang ada disetiap perguruan punah akibat belum terakomodir, makanya para sahabat pesilat di Kota Cilegon sepakat untuk membentuk  FP2STI Kota Cilegon.

Itu kami lakukan, untuk tetap menjaga kelestariannya. Sekaligus, membantu IPSI untuk menjaga dan melakukan pembinaan,” papar Wawan kepada BANTEN POS, Sabtu (4/5).

Tapi Wawan menegaskan, orientasinya FP2STI nanti, tidak sama dengan IPSI. Soalnya, mereka tidak mengarah kejenjang prestasi seperti IPSI. Melainkan, terfokus untuk melakukan pelestarian. Itu juga sesuai dengan visi dan misi FP2STI pusat, yang telah berdiri sejak 2006 lalu dan hampir tersebar di seluruh Indonesia.

Jadi, tidak akan timbul perpecahan atau kami ingin berdiri sejajar dengan IPSI. Kami hanya murni terfokus untuk melestarikan budaya saja,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Ketua FP2STI pusat, Taufan Prassetya menyambut baik keinginan para sahabat pesilat Kota Cilegon tersebut. Bahkan, ia memang sangat menanti berdirinya FP2STI Kota Cilegon, sejak lama.

Pasalnya, sejak 2006 lalu, para sahabat pesilat Kota Cilegon, khususnya aliran Bandrong, sudah sering mengikuti kegiatan yang dilakukan FP2STI pusat. Makanya, besar harapannya, di Kota Cilegon segera berdiri.

Tidak hanya itu, lebih jauh ia menyampaikan, ingin FP2STI tingkat Banten, juga segera lahir seiring munculnya FP2STI yang ada diseluruh kabupaten/kota se-Banten nantinya. Makanya, Cilegon diharapkan jadi pelopor berdirinya FP2STI Banten.

Saya ingin, dengan adanya FP2STI di Banten, seluruh aliran silat tradisional bisa dilestarikan seperti didaerah lain. Yakni Jawa Timur, Aceh dan Riau, yang telah lebih dulu memiliki FP2STI,” kata Taufan.

sumber:
Banten Pos

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/feed/ 0
Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012 http://silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/#comments Mon, 29 Oct 2012 14:28:57 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1809 Saksikan Peragaan Silat dari berbagai Perguruan Silat Indonesia di Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012

Hari Minggu 4 November 2012 Jam 08.30 – 12.00 Wib

Lokasi :
Pelataran Zona Madina
Jl. Raya Parung Bogor
Desa Jampang
Kec. Kemang Kab. Bogor

Silakan mengajak sahabat dan saudara serta para pecinta silat lainnya.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/feed/ 0
Training for Trainer : SILAT for WOMAN SELF DEFENSE http://silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/#comments Mon, 15 Oct 2012 01:21:24 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1802 Buat anda yg suka beladiri, mari ikuti :

Training for Trainer
SILAT for WOMAN SELF DEFENSE

cewe-silatmateri mengajarkan silat praktis utk beladiri wanita dengan memanfaatkan kekuatan alami yg dimiliki wanita melalui jurus dan teknik silat yg jitu.

Pelatihan ini dilaksanakan :

Tanggal 20-21 Oktober 2012
Jam 10.00 – 16.00 wib.

 

 
bertempat di Sekretariat FP2STI

Galeri Green Art Space
jl. Abdul Majid 46 A
cipete utara.
Jakarta Selatan.

Pendaftaran dikirim melalui email ke :
training@silatindonesia.com

Biaya Rp 300.000
termasuk makan siang dan sertifikat mengikuti TFT SWSD dari FP2STI.
Gratis untuk anggota FP2STI.

informasi lain bisa melalui telp/sms
Arifin 0818152007
Luri 087876469000

Segera mendaftar, TEMPAT SANGAT TERBATAS
(Mohon sebarkan ke teman yg lain)

Rekening :

BCA KCP Majapahit Semarang
4620.313.586
a.n. Luri Darmawan

Mandiri Pondok Indah
1010006717787
a.n. Luri Darmawan

mohon cantumkan keterangan/informasi jika transfaer.
dan jangan lupa konfirmasi yaaa

sahabat silat

 

20121020-swsd-rev

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/feed/ 0
169 Aliran Silat Sumbar Terancam Punah http://silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/ http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/#comments Wed, 19 Sep 2012 02:50:16 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1788 BANGKINANG – Sebanyak 169 aliran pencak silat di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dikhawatirkan hilang. Karena itu, regenerasi sangat diperlukan sebab aliran silat tersebut selama ini hanya dikuasai para pesilat yang umurnya sudah tua.

Masalah banyaknya aliran silat itu merupakan aset berharga untuk pembinaan pesilat muda. Karena, ada sekitar 169 aliran di daerah ini,” kata Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Sumatera Barat, Fauzi Bahar, Rabu.

Ia mengatakan pesilat tua sebagai pewaris aliran tersebut belum menularkan keahliannya kepada pesilat muda. Sehingga, aset tersebut terancam hilang.

Masalah tersebut dinilai serius dan mengkhawatirkan. Karena jika pesilat tua itu meninggal, maka hilanglah aliran tersebut tanpa ada pewarisnya.

Oleh sebab itu, pihaknya tahun ini akan melakukan festival pencak silat se-Sumatera Barat. Mereka akan mengundang para pesilat tua yang memiliki aliran tersebut.

sumber:
replublika

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/feed/ 0
Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/ http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/#comments Wed, 25 Apr 2012 08:11:49 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1659 Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air

Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah AirLewat penelusuran yang dilakukan Koran Jakarta, akhirnya jawaban atas pertanyaan di atas didapatkan dari sebuah komunitas yang bernama Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Pencak silat pada umumnya hanya menjadi “penghias bibir” bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Hal itu sangat bertolak belakang dengan berkembang pesatnya kebudayaan nasional itu di mancanegara. Warga dunia sudah mulai mempelajari silat bukan hanya jurus dan aplikasinya, namun juga seluruh aspek yang berkaitan dengan silat. Berakar dari hal itu, muncullah sebuah komunitas FP2STI yang berupaya mengangkat kembali budaya bangsa Indonesia tersebut.

Komunitas itu terbentuk dari sekelompok pencinta pencak silat yang sering berkumpul dan berdiskusi dalam laman online Silat Bogor. Seringnya bertukar pikiran pada forum tersebut menyebabkan timbul keinginan mencari tahu pendekar-pendekar silat tradisional yang sebelumnya sangat jarang diketahui keberadaannya.

Sejumlah guru besar dengan murid-muridnya akhirnya memutuskan untuk melakukan pertemuan secara langsung. Seiring dengan semakin seringnya kopi darat pada saat itu, akhirnya didirikanlah FP2STI pada tanggal 6 Juni 2006 di Padepokan Pencak Silat TMII.

Misi dan Visi
Visi yang diemban oleh FP2STI adalah melestarikan silat tradisional sebagai budaya luhur bangsa Indonesia. Adapun misi berjalannya FP-2STI antara lain menjadikan silat tradisional sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan menjadikan Indonesia pusat pengembangan silat tradisional dunia.

Kita ingin menyosialisasikan bahwa pencak silat itu tidaklah seperti pandangan yang ada di benak masyarakat bahwa silat itu kampungan,” ungkap Taufan Prasetya, Ketua FP2STI, ketika ditemui oleh Koran Jakarta.

Dilihat dari strukturnya, FP2STI ini pada dasarnya berada dalam sebuah yayasan bernama Sahabat Silat yang dimotori oleh Alda Amtha. Yayasan itu tentunya memerlukan suatu forum kegiatan. Forum kegiatan itulah yang dinamakan FP2STI. Bentuknya jauh berbeda dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang berupa organisasi nasional yang membawahi kegiatan pencak silat secara resmi.

Menurut Taufan, FP2STI lebih berupa padepokan-padepokan dan berbasis komunitas. Selain itu, di dalam FP2STI, tidak adanya pertandingan kompetisi, berbeda dengan IPSI yang bentuknya lebih berupa kompetisi. Selama perkembangannya, FP2STI tidak lepas mengalami masa pasang-surut.

Dimulai dari hanya 25 orang dan berbentuk tim-tim kecil, mereka mendatangi sejumlah perguruan lainnya untuk kemudian merangkulnya bersama-sama. “Hingga sekarang, sudah ada ratusan guru besar silat yang bergabung dengan ribuan muridnya,” ujar Edwin Hidayat, pendekar Golok Saliwa sekaligus pengurus komunitas itu.

Saat ini, perguruan silat yang di bawah naungan FP2STI telah berjumlah 33 di Jakarta, sekitar 40 di Riau, 77 perguruan di Surabaya, dan masih banyak lagi yang tersebar di wilayah Indonesia lainnya. Komunitas itu pun berhasil menjangkau sejumlah negara lain. Beberapa aktivis FP2STI juga berada di Amerika, Singapura, Belanda, Jerman, dan beberapa lainnya. Orang Prancis, Italia, dan Inggris pun sering mendatangi salah satu guru besar FP2STI sekadar untuk berlatih silat. edh/R-3

Ragam dan Tantangan Seni Pencak

Terdapat lebih-kurang 800 aliran silat di Indonesia. Di Sumatra Barat, terdapat sekitar 200 aliran asli. Masing-masing aliran berbeda dan memiliki ciri khas. Bukan hanya aliran Jawa Barat dengan Sumatra Barat yang berbeda, namun juga antara aliran silat di Sumatra Barat yang tinggal di pegunungan dan di pantai.

Bahkan antara gunung yang satu dan yang lainnya berbeda. Menurut Taufan, silat secara umum pada zaman Orde Baru perkembangannya sangat pesat, terutama sebagai aspek olah raga. Saat itu, perhatian pemerintah memang besar dan sangat mendukung perkembangan pencak silat.

Namun, semenjak era reformasi hingga sekarang, perkembangan silat kembali menurun. Sosialisasi yang diadakan oleh FP2STI beberapa tahun belakangan ternyata berbuah hasil yang bagus dalam meningkatkan minat masyarakat untuk kembali ke silat. Diadakannya beberapa kegiatan yang walaupun hanya bermodalkan dana swadaya anggotanya serta ekspos media yang semakin tinggi membuat perkembangan silat saat ini dirasa kembali meningkat.

Salah satu bentuk ekspos media ini adalah dibuatnya film Merantau dan The Raid. Penggunaan teknik-teknik silat yang kental pada kedua film tersebut sedikit membuka mata masyarakat bawha ternyata pencak silat tidak kampungan dan tidak seperti yang selama ini mereka ketahui. “Film itu sangat besar pengaruhnya terhadap minat silat, dan dilihat dari trennya terhadap silat, memang semakin ke sini semakin meningkat,” aku Taufan.

Masih kurang diminatinya pencak silat oleh kaum urban adalah kurang tersedianya fasilitas berlatih di daerah perkotaan dibanding dengan olah raga bela diri lainnya seperti boxing atau capoiera yang dapat ditemui di gym atau tempat-tempat strategis perkotaan lainnya yang mudah dicapai.

Perkembangan pencak silat di negara lain, misalnya Malaysia, dikatakan Taufan, malah jauh lebih baik dibanding Indonesia. Hal itu dikarenakan lemahnya Indonesia dalam budaya tulis dan hanya mengutamakan budaya tutur. Di Malaysia, dalam hal pendokumentasian lebih jelas.

Padahal jika ditelusuri lebih lanjut, 90 persen silat di Malaysia datang dari Sumatra Barat. Singapura bahkan lebih hebat. Negara tersebut dikabarkan memiliki visi menjadi negara pusat silat. Mereka akan membangun sebuah institusi khusus pencak silat. Menyadari tidak adanya sumber daya, Singapura akan memanggil guru besar-guru besar dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk mengajar di sana. edh/R-3

Mempelajari Nilai-nilai Kehidupan yang Luhur

Melalui forum itu, FP2STI ingin menggali aspekaspek luhur kehidupan yang terkandung dalam silat. Oleh karena itu, bentuk kegiatankegiatan yang diadakan memang sedikit berbeda. Beragam kegiatan dirancang oleh FP2STI untuk menarik minat masyarakat, terutama kaum muda, untuk melestarikan silat tradisional Indonesia.

Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah workshop atau semacam diskusi bulanan. Komunitas itu mengundang perguruan-perguruan anggota FP2STI untuk mempresentasikan apa yang perguruan tersebut persembahkan atau ajarkan kepada muridnya. “Jadi, lebih ke berbagi pengetahuan sesama perguruan,” kata Taufan.

Workshop ini diadakan selain bermaksud untuk belajar, menjadi media silaturahim sehingga masalah egosentris yang semisal memang ada akan kita minimalisasi,” tambah dia. Salah satu workshop yang pernah dibuat oleh FP2STI bermateri tentang silat dari perspektif budaya.

Sejumlah perguruan silat melakukan demonstrasi pada kegiatan tersebut. Perguruan Iko Uwais saat itu juga diundang. Ia juga sempat hadir dalam workshop itu dan ikut berbagi sedikit pengalamannya dalam bersilat. Bentuk workshop silat yang pernah diadakan antara lain silat Bandrong, silat Harimau, silat Kumango, silat Seliwa, dan silat Champ.

Pengabdian FP2STI
Selain mengadakan workshop, forum itu pernah mengadakan kegiatan seminar “Silat for Life”. FP2STI, dalam kegiatan ini, mendatangkan beberapa CEO perusahaan sebagai tamu narasumber. Melalui kegiatan itu, konsep silat dijabarkan dapat juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari, bahkan dapat diterapkan dalam sebuah manajemen.

FP2STI juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah aksi sosial saat terjadi gempa di Sumatera Barat, dan memberikan pelatihan pencak silat untuk tenaga kerja wanita di Hong Kong. Baru-baru ini, FP2STI pun mengadakan sebuah lomba penulisan artikel yang bertema silat.

Rupanya tanggapannya cukup baik oleh para penggemar silat, dan kita sempat kaget juga mengetahui responsnya yang luar biasa,” ungkap Edwin. Program lainnya yang diadakan oleh FP2STI adalah kolaborasi dengan IPSI dalam pertunjukan pencak silat indah di berbagai perlombaan, wisata menuju daerah-daerah pusat berkembangnya pencak silat, gerakan peduli silat, silat goes to campus, Indonesian community exhibition, dan pameran budaya Indonesia.

Ada juga kampung silat Jampang sebagai bentuk dari kerja sama dengan sebuah yayasan sosial, yakni pembangunan pusat pelatihan silat dan menghidupkan kembali roh silat kampung Jampang. Ke depan, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh FP- 2STI melibatkan anak-anak sekolah.

Rencana jangka panjangnya, aku Edwin, FP-2STI harus memiliki sebuah kantor pusat serta fasilitasfasilitas lainnya yang turut mendukung komunitas itu. “Semua ini harus dilakukan secara bergulir dan tidak mudah. Soalnya, aktivis kita sendiri di antaranya juga merupakan orang-orang sibuk semua,” jelas Edwin.

Melalui forum tersebut, diharapkan akan timbul sebuah kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya silat tradisional di Indonesia. FP2STI memiliki tujuan mencuri perhatian orangorang pintar, tokoh-tokoh masyarakat, kaum muda, dan pemerintah untuk bergabung dengan forum tersebut.

Kita perlu sponsor dalam mengembangkan silat ini karena pendanaan yang masih dilakukan secara swadaya hingga saat ini memang menjadikan salah satu kendala FP2STI dalam mengembangkan silat tradisional lebih besar lagi,” pungkas Edwin.

 

sumber: koran jakarta

 

( red: dicopy sesuai artikel aslinya, walau ada beberapa distorsi informasi )

 

.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/feed/ 0
Film tentang silat raih penghargaan JAFF 2011 http://silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/ http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/#comments Mon, 19 Dec 2011 02:34:58 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1520 Film The Raid karya Gareth Huw Evans meraih penghargaan spesial dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema.

Presiden Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2011 Garin Nugoro pada acara penutupan JAFF di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan film yang masuk dalam festival film internasional Toronto mampu menampilkan karakter cerita yang kuat.

Film itu menarik karena berkisah tentang silat sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. Gareth berhasil menyampaikan pesan tentang silat sebagai pertunjukan budaya,” katanya.

Ia mengatakan film tersebut memiliki karakter personalitas yang kuat dalam setiap adegan.

Menurutnya, film pembuka karya Gareth pada JAFF 2009 juga memenangkan audience choice award di Fantastic Fest Austin, Texas dan mendapatkan anugerah film terbaik pada 2010 dalam action fest di North Carolina, Amerika.

Ia mengatakan Gareth mulai membuat film Footstep pada 2006, yang dirilis di Amerika.

Menurutnya, Gareth terus aktif menulis dan menjadi sutradara film, salah satunya adalah Film Merantau.

Sementara itu, Sutradara Film The Raid Gareth Huw Evans mengatakan silat di Indonesia menampilkan gerakan yang indah sehingga ia memutuskan untuk menulisnya.

“Saya menangkap peluang yang ada dengan melihat keunikan dan keindahan gerakan silat di Indonesia,” katanya.

Aktor Film The Raid Iko Uwais mengatakan film tersebut benar-benar menampilkan atlet silat yang menyuguhkan tontonan yang menarik.

Sementara itu, dalam acara penutupan JAFF 2011 tim juri juga memberikan enam penghargaan film yang lain.

Direktur JAFF Budi Irawanto mengatakan terdapat tiga kategori juri dalam JAFF setiap tahunnya, yakni festival juri netpac, festival juri JAFF, dan festival juri community.

Menurut dia, film panjang yang masuk kompetisi memiliki pendekatan beragam dari sisi bertutur, isu, dan pendekatan teknis.

Ia mengatakan tim juri telah menetapkan tujuh film peraih penghargaan.

Menurutnya, Film Oxygen karya Janchivdorj Sangedorj dari Mongolia menerima penghargaan netpac award karena memadukan seni dan etnografi kehidupan kota yang keras dan Gurun Gobi.

Ia mengatakan Film Winter Vacation dari China karya Li Hongqi meraih silver hanoman award karena sutradara mampu meramu kehidupan sehari-hari dalam perspektif yang menarik.

Dia mengatakan tim juri film pendek Asia memberikan penghargaan film pendek terbaik atau blencong award pada Film Open The Door karya Ashish Pandey dari India karena film mampu menampilkan kualitas film yang baik dengan durasi singkat.

Sedangkan, penghargaan juri special mention diberikan pada Film Bermula dari A karya BW Purba Negara.

Film tentang perdagangan perempuan karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola meraih dua dari tujuh penghargaan.

Juri Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Gregorius Djaduk Ferianto mengatakan film karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola berjudul Ang Damgo Ni Eleuteria menggunakan pendekatan baru dan inspiratif sehingga layak mendapatkan dua penghargaan.

Menurutnya, film tersebut meraih penghargaan golden hanoman award dan Geber award.

Dia mengatakan golden hanoman award merupakan penghargaan yang diberikan kepada film Asia terbaik pertama melalui penjurian dalam program Asian Feature.

Sementara itu, geber award merupakan penghargaan kepada film Asia yang dipilih oleh komunitas film dari berbagai kota di Indonesia.

Dia mengatakan film berdurasi 90 menit itu mampu mengangkat dengan baik isu aktual yang dialami negara berkembang.

Menurutnya, film tersebut memanfaatkan ruang kreativitas dengan memaksimalkan teknologi digital melalui pengambilan gambar yang tidak terputus dari awal sampai akhir.

Film tersebut memiliki ide yang bagus dan berani mengambil risiko dengan jalan mengambil gambar secara tidak terputus,” katanya.

sumber: antaranews

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/feed/ 0
Tanpa Sponsor Rokok, RI Mampu Gelar Sea Games XXVI http://silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/#comments Fri, 25 Nov 2011 03:09:43 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1482 Meski tim sepakbolanya kalah, Indonesia masih punya banyak prestasi lain di Sea Games XXVI yang baru saja usai. Bukan hanya keluar sebagai juara umum, Indonesia untuk pertama kalinya juga berhasil menggelar Sea Games tanpa menggunakan sponsor rokok.

Adanya sponsor rokok dinilai bertentangan dengan semangat sportivitas dalam olahraga. Di satu sisi olahraga bertujuan agar orang menjadi lebih sehat, sementara rokok di sisi lainjustru merusak kesehatan dengan ratusan racun yang terkandung di dalam asapnya.

Rokok juga merupakan pintu gerbang kemaksiatan, seperti narkoba, HIV/AIDS dan lain-lain,” kata Prof Dr dr Afansa Moeloek, SpOG, ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dalam konferensi pers di kantor Yayasan Jantung Indonesia, Kamis (24/11/2011).

Sea Games XXVI 2011 ini merupakan gelaran pesta olahraga multicabang yang pelaksanaannya harus bebas asap, iklan, promosi dan sponsor rokok. Smoke Free Sea Games atau Sea Games bebas asap rokok pertama kali digelar di Vietnam tahun 2003, lalu di Filipina tahun 2005 dan Laos tahun 2009.

Dengan sukses ini, diharapkan event-event olahraga lain yang digelar di Indonesia juga akan bebas rokok. Bahkan Sekretaris Komite Eksekutif Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Sarluhut Napitupulu menjamin liga sepakbola Indonesia musim ini juga akan bebas sponsor rokok.

Ini juga akan menjadi kompetisi pertama kita yang bebas sponsor rokok,” kata Sarluhut yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut.

Dukungan terhadap kampanye antirokok juga datang dari kalangan atlet, khususnya pemain sepakbola yang dalam Sea Games XXVI baru saja dikalahkan Malaysia. Titus Bonai alias Tibo, bintang muda asal Papua yang memperkuat tim nasional sepakbola Indonesia berpesan agar generasi muda menjauhi rokok.

Janganlah merokok, karena kami para atlet sangat terganggu. Atlet butuh fisik dan pernapasan yang bagus. Tapi rokok bisa mengganggu pernapasan kami,” kata Tibo yang memang besar di keluarga yang bebas rokok.

sumber: detik

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/feed/ 0
Sea Games, Indonesia Raih Juara Umum cabang Pencak Silat http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/#comments Fri, 18 Nov 2011 08:37:14 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1477 maskot-silatKontingen silat Indonesia akhirnya mewujudkan target untuk tampil sebagai juara umum SEA Games 2011 setelah menambah tiga emas pada pertandingan hari terakhir di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Kamis.

Dengan tambahan tiga medali emas tersebut, pencak silat yang sempat terpuruk di SEA Games 2009 Laos itu, secara keseluruhan mengumpulkan sembilan emas dari total 18 nomor yang dipertandingkan.

Meski gagal mencapai target sepuluh medali emas, Indonesia setidaknya berhasil mengembalikan dominasi yang sejak 1997 sempat diambil alih Vietnam.

Tiga emas terakhir tersebut dipersembahkan oleh Amelia Roring di kelas E putri, Rosmayani (kelas C putri) dan Dian Kristianto (kelas A putra).

Amelia meraih emas setelah pada pertandingan final mengalahkan Siti Rahmah Mohamed Nazir asal Malaysia dengan skor 5-0, sementara Rosmayani juga menang 5-0 atas Jutarat Noytapa (Thailand).

Sebelumnya Dian Kristianto juga menang telak 5-0 atas Anothai Choopeng dari Thailand.

Sementara itu, atlet Sofani Rahmawati yang turun di kelas F putri harus puas mendapat medali perak, setelah dikalahkan pesilat Vietnam Tran Thi Luyen.

Begitu juga atlet Indonesia Pranoto di kelas I hanya mampu menyabet medali perak setelah gagal mengalahkan lawannya Dang Minh Le (Vietnam).

Pencak silat Indonesia sempat mengalami hasil berburuk dalam sejarah SEA Games di Laos pada 2009 karena ketika itu hanya mampu meraih dua medali emas, tiga perak dan tiga perunggu.

Sementara itu, atlet Rosmayani mengaku puas menyabet medali emas ini, sebagai wujud bakti kepada bangsa dan negara.

“Syukur saya bisa menang dan medali ini saya serahkan kepada bangsa dan negara. Tanding kali ini adalah tanding saya untuk berlaga di kegiatan internasional,” ucapnya.

Berikut klasemen cabang pencak silat:
Indonesia   9  5  2 16
Vietnam     6  7  5 18
Malaysia    3  1  7 11
Thailand    0  4  3 7
Philippines 0  1  3 4
Singapore  0  0  3 3
Brunei         0  0  3 3
Myanmar    0  0  3 3
Laos           0   0  1 1
Total          18 18 30 66

 

sumber: bola.net

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/feed/ 0
sea games, Tim pencak silat putra dan putri Indonesia sabet emas http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/#comments Thu, 17 Nov 2011 01:28:54 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1471 Pesilat tim Indonesia masing-masing kategori putra dan putri berhasil menyabet medali emas pada SEA Games XXVI, Selasa malam.

Dengan demikian, keenam emas yang diperebutkan Selasa (15/11) semua disapu bersih Timnas Indonesia pada final pencak silat kategori seni bela diri.

Untuk juara I tim “Merah Putih” yang sukses mendulang medali emas adalah Zakki Imadudin, Exa Purbianto dan Abdul Muqit Iryat dengan nilai 461, catatan waktu 03.00 menit,

Juara II medali perak diraih tim Vietnam yakni Nyuyen Thanh Tung, Nguyen Tien Tai dan Nguyen Huu Tuan skor 540 dengan waktu 03.00 menit.

Sedangkan juara III perunggu diraih tim Brunei Darussalam yaitu AWG Abdul Malik Bin Haji Ladi, Jufri Bin Haji Junaidi dan Abdul Rahman Bin Haji Asli dengan nilai 451, waktu 03.01 menit.

Sementara untuk tim putri juara I diraih Indonesia yaitu Kikih Dyah Ayuwati, Djuariah dan Yuli Adriani, skor 459, catatan waktu 03.00 menit. Sementara juara II tim Vietnam Thi Thuy Nguyen, Pham Thi Ha dan Thi Quyen Ngo serta juara III perunggu disabet tim Brunei Darussalam diperkuat oleh atlet Noerleyermah Bte Haji Raya, Noerleyharyanti Bte Haji Raya dan Nurul Aimi Amalina Bte Zainidi dengan skor 449, catatan waktu 03.00 menit.

Dalam kategori seni pencak silat tersebut memperebutkan sebanyak enam medali emas.

Pada kategori seni tersebut untuk perorangan putra adalah pesilat dari negara Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar dan Indonesia.

Sedangkan untuk putri perorangan yang lolos final adalah Myanmar, Indonesia, Singapura, Malaysia dan Viatnam.

Untuk tim putra masuk final adalah Indonesia, Singapura, Vietnam dan Malaysia. Sedangkan tim putri adalah Indonesia, Singapura, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Untuk kategori tim putra, negara yang lolos final adalah Brunei Darussalam. (*)

 

sumber: antaranews

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/feed/ 0
Silat Indonesia » Featured Articles http://content.silatindonesia.com Pusat Informasi Pencak Silat Indonesia Mon, 23 Dec 2013 23:02:50 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.8.1 Minangkabau Silat Camp Summer 2013 http://silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/ http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/#comments Mon, 10 Jun 2013 02:45:06 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1912 Minangkabau Silat Camp Summer 2013
Galanggang Aluang Bunian

Datang dan Saksikan
Festival Silek Minangkabau dan Jambore Silek Internasional
tangal 20-29 Agustus 2013
di Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Minangkabau Silat Camp Summer 2013,
akan menampilkan seni silek Tradisi Minangkabau, diantaranya:
Silek Tuo, Silek Kurambik, Silek Kilangan Endek, Silek Langkah Ampek, Silek Pangian, Silek Gaib.

Galanggang Aluang Bunian adalah festival silek tradisi Minangkabau se Sumatera Barat, Ajang Silaturahmi tuo silek dan anak-anak sasian Minangkabau

Info selengkapnya hubungi:
Edwardo Guci
http://www.facebook.com/edwardo.guci

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/feed/ 0
Lestarikan Silat Tradisional, Cilegon Bentuk FP2STI http://silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/ http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/#comments Mon, 06 May 2013 10:32:29 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1868 Kurang terakomodirnya perguruan pencak silat yang ada di Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Cilegon, membuat para sahabat pesilat di Kota Baja mulai mencari solusi altenatif. Rencananya, mereka akan membentuk Forum pecinta dan Pelestari Silat Tradisonal Indonesia (FP2STI), dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan salah satu sahabat pesilat Kota Cilegon, Wawan Mulyana. Kata dia, hingga saat ini, banyak perguruan pencak silat yang belum tercantum di IPSI Kota Cilegon. Hal itu disebabkan, perguruan belum memiliki persyaratan yang ditetapkan IPSI, seperti adanya akte notaris, akte perguruan dan AD/ART perguruan, sehingga mereka belum bisa terakomodir.

Nah, karena takut kebudayaan silat tradisional yang ada disetiap perguruan punah akibat belum terakomodir, makanya para sahabat pesilat di Kota Cilegon sepakat untuk membentuk  FP2STI Kota Cilegon.

Itu kami lakukan, untuk tetap menjaga kelestariannya. Sekaligus, membantu IPSI untuk menjaga dan melakukan pembinaan,” papar Wawan kepada BANTEN POS, Sabtu (4/5).

Tapi Wawan menegaskan, orientasinya FP2STI nanti, tidak sama dengan IPSI. Soalnya, mereka tidak mengarah kejenjang prestasi seperti IPSI. Melainkan, terfokus untuk melakukan pelestarian. Itu juga sesuai dengan visi dan misi FP2STI pusat, yang telah berdiri sejak 2006 lalu dan hampir tersebar di seluruh Indonesia.

Jadi, tidak akan timbul perpecahan atau kami ingin berdiri sejajar dengan IPSI. Kami hanya murni terfokus untuk melestarikan budaya saja,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Ketua FP2STI pusat, Taufan Prassetya menyambut baik keinginan para sahabat pesilat Kota Cilegon tersebut. Bahkan, ia memang sangat menanti berdirinya FP2STI Kota Cilegon, sejak lama.

Pasalnya, sejak 2006 lalu, para sahabat pesilat Kota Cilegon, khususnya aliran Bandrong, sudah sering mengikuti kegiatan yang dilakukan FP2STI pusat. Makanya, besar harapannya, di Kota Cilegon segera berdiri.

Tidak hanya itu, lebih jauh ia menyampaikan, ingin FP2STI tingkat Banten, juga segera lahir seiring munculnya FP2STI yang ada diseluruh kabupaten/kota se-Banten nantinya. Makanya, Cilegon diharapkan jadi pelopor berdirinya FP2STI Banten.

Saya ingin, dengan adanya FP2STI di Banten, seluruh aliran silat tradisional bisa dilestarikan seperti didaerah lain. Yakni Jawa Timur, Aceh dan Riau, yang telah lebih dulu memiliki FP2STI,” kata Taufan.

sumber:
Banten Pos

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/feed/ 0
Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012 http://silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/#comments Mon, 29 Oct 2012 14:28:57 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1809 Saksikan Peragaan Silat dari berbagai Perguruan Silat Indonesia di Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012

Hari Minggu 4 November 2012 Jam 08.30 – 12.00 Wib

Lokasi :
Pelataran Zona Madina
Jl. Raya Parung Bogor
Desa Jampang
Kec. Kemang Kab. Bogor

Silakan mengajak sahabat dan saudara serta para pecinta silat lainnya.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/feed/ 0
Training for Trainer : SILAT for WOMAN SELF DEFENSE http://silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/#comments Mon, 15 Oct 2012 01:21:24 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1802 Buat anda yg suka beladiri, mari ikuti :

Training for Trainer
SILAT for WOMAN SELF DEFENSE

cewe-silatmateri mengajarkan silat praktis utk beladiri wanita dengan memanfaatkan kekuatan alami yg dimiliki wanita melalui jurus dan teknik silat yg jitu.

Pelatihan ini dilaksanakan :

Tanggal 20-21 Oktober 2012
Jam 10.00 – 16.00 wib.

 

 
bertempat di Sekretariat FP2STI

Galeri Green Art Space
jl. Abdul Majid 46 A
cipete utara.
Jakarta Selatan.

Pendaftaran dikirim melalui email ke :
training@silatindonesia.com

Biaya Rp 300.000
termasuk makan siang dan sertifikat mengikuti TFT SWSD dari FP2STI.
Gratis untuk anggota FP2STI.

informasi lain bisa melalui telp/sms
Arifin 0818152007
Luri 087876469000

Segera mendaftar, TEMPAT SANGAT TERBATAS
(Mohon sebarkan ke teman yg lain)

Rekening :

BCA KCP Majapahit Semarang
4620.313.586
a.n. Luri Darmawan

Mandiri Pondok Indah
1010006717787
a.n. Luri Darmawan

mohon cantumkan keterangan/informasi jika transfaer.
dan jangan lupa konfirmasi yaaa

sahabat silat

 

20121020-swsd-rev

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/feed/ 0
169 Aliran Silat Sumbar Terancam Punah http://silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/ http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/#comments Wed, 19 Sep 2012 02:50:16 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1788 BANGKINANG – Sebanyak 169 aliran pencak silat di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dikhawatirkan hilang. Karena itu, regenerasi sangat diperlukan sebab aliran silat tersebut selama ini hanya dikuasai para pesilat yang umurnya sudah tua.

Masalah banyaknya aliran silat itu merupakan aset berharga untuk pembinaan pesilat muda. Karena, ada sekitar 169 aliran di daerah ini,” kata Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Sumatera Barat, Fauzi Bahar, Rabu.

Ia mengatakan pesilat tua sebagai pewaris aliran tersebut belum menularkan keahliannya kepada pesilat muda. Sehingga, aset tersebut terancam hilang.

Masalah tersebut dinilai serius dan mengkhawatirkan. Karena jika pesilat tua itu meninggal, maka hilanglah aliran tersebut tanpa ada pewarisnya.

Oleh sebab itu, pihaknya tahun ini akan melakukan festival pencak silat se-Sumatera Barat. Mereka akan mengundang para pesilat tua yang memiliki aliran tersebut.

sumber:
replublika

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/feed/ 0
Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/ http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/#comments Wed, 25 Apr 2012 08:11:49 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1659 Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air

Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah AirLewat penelusuran yang dilakukan Koran Jakarta, akhirnya jawaban atas pertanyaan di atas didapatkan dari sebuah komunitas yang bernama Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Pencak silat pada umumnya hanya menjadi “penghias bibir” bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Hal itu sangat bertolak belakang dengan berkembang pesatnya kebudayaan nasional itu di mancanegara. Warga dunia sudah mulai mempelajari silat bukan hanya jurus dan aplikasinya, namun juga seluruh aspek yang berkaitan dengan silat. Berakar dari hal itu, muncullah sebuah komunitas FP2STI yang berupaya mengangkat kembali budaya bangsa Indonesia tersebut.

Komunitas itu terbentuk dari sekelompok pencinta pencak silat yang sering berkumpul dan berdiskusi dalam laman online Silat Bogor. Seringnya bertukar pikiran pada forum tersebut menyebabkan timbul keinginan mencari tahu pendekar-pendekar silat tradisional yang sebelumnya sangat jarang diketahui keberadaannya.

Sejumlah guru besar dengan murid-muridnya akhirnya memutuskan untuk melakukan pertemuan secara langsung. Seiring dengan semakin seringnya kopi darat pada saat itu, akhirnya didirikanlah FP2STI pada tanggal 6 Juni 2006 di Padepokan Pencak Silat TMII.

Misi dan Visi
Visi yang diemban oleh FP2STI adalah melestarikan silat tradisional sebagai budaya luhur bangsa Indonesia. Adapun misi berjalannya FP-2STI antara lain menjadikan silat tradisional sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan menjadikan Indonesia pusat pengembangan silat tradisional dunia.

Kita ingin menyosialisasikan bahwa pencak silat itu tidaklah seperti pandangan yang ada di benak masyarakat bahwa silat itu kampungan,” ungkap Taufan Prasetya, Ketua FP2STI, ketika ditemui oleh Koran Jakarta.

Dilihat dari strukturnya, FP2STI ini pada dasarnya berada dalam sebuah yayasan bernama Sahabat Silat yang dimotori oleh Alda Amtha. Yayasan itu tentunya memerlukan suatu forum kegiatan. Forum kegiatan itulah yang dinamakan FP2STI. Bentuknya jauh berbeda dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang berupa organisasi nasional yang membawahi kegiatan pencak silat secara resmi.

Menurut Taufan, FP2STI lebih berupa padepokan-padepokan dan berbasis komunitas. Selain itu, di dalam FP2STI, tidak adanya pertandingan kompetisi, berbeda dengan IPSI yang bentuknya lebih berupa kompetisi. Selama perkembangannya, FP2STI tidak lepas mengalami masa pasang-surut.

Dimulai dari hanya 25 orang dan berbentuk tim-tim kecil, mereka mendatangi sejumlah perguruan lainnya untuk kemudian merangkulnya bersama-sama. “Hingga sekarang, sudah ada ratusan guru besar silat yang bergabung dengan ribuan muridnya,” ujar Edwin Hidayat, pendekar Golok Saliwa sekaligus pengurus komunitas itu.

Saat ini, perguruan silat yang di bawah naungan FP2STI telah berjumlah 33 di Jakarta, sekitar 40 di Riau, 77 perguruan di Surabaya, dan masih banyak lagi yang tersebar di wilayah Indonesia lainnya. Komunitas itu pun berhasil menjangkau sejumlah negara lain. Beberapa aktivis FP2STI juga berada di Amerika, Singapura, Belanda, Jerman, dan beberapa lainnya. Orang Prancis, Italia, dan Inggris pun sering mendatangi salah satu guru besar FP2STI sekadar untuk berlatih silat. edh/R-3

Ragam dan Tantangan Seni Pencak

Terdapat lebih-kurang 800 aliran silat di Indonesia. Di Sumatra Barat, terdapat sekitar 200 aliran asli. Masing-masing aliran berbeda dan memiliki ciri khas. Bukan hanya aliran Jawa Barat dengan Sumatra Barat yang berbeda, namun juga antara aliran silat di Sumatra Barat yang tinggal di pegunungan dan di pantai.

Bahkan antara gunung yang satu dan yang lainnya berbeda. Menurut Taufan, silat secara umum pada zaman Orde Baru perkembangannya sangat pesat, terutama sebagai aspek olah raga. Saat itu, perhatian pemerintah memang besar dan sangat mendukung perkembangan pencak silat.

Namun, semenjak era reformasi hingga sekarang, perkembangan silat kembali menurun. Sosialisasi yang diadakan oleh FP2STI beberapa tahun belakangan ternyata berbuah hasil yang bagus dalam meningkatkan minat masyarakat untuk kembali ke silat. Diadakannya beberapa kegiatan yang walaupun hanya bermodalkan dana swadaya anggotanya serta ekspos media yang semakin tinggi membuat perkembangan silat saat ini dirasa kembali meningkat.

Salah satu bentuk ekspos media ini adalah dibuatnya film Merantau dan The Raid. Penggunaan teknik-teknik silat yang kental pada kedua film tersebut sedikit membuka mata masyarakat bawha ternyata pencak silat tidak kampungan dan tidak seperti yang selama ini mereka ketahui. “Film itu sangat besar pengaruhnya terhadap minat silat, dan dilihat dari trennya terhadap silat, memang semakin ke sini semakin meningkat,” aku Taufan.

Masih kurang diminatinya pencak silat oleh kaum urban adalah kurang tersedianya fasilitas berlatih di daerah perkotaan dibanding dengan olah raga bela diri lainnya seperti boxing atau capoiera yang dapat ditemui di gym atau tempat-tempat strategis perkotaan lainnya yang mudah dicapai.

Perkembangan pencak silat di negara lain, misalnya Malaysia, dikatakan Taufan, malah jauh lebih baik dibanding Indonesia. Hal itu dikarenakan lemahnya Indonesia dalam budaya tulis dan hanya mengutamakan budaya tutur. Di Malaysia, dalam hal pendokumentasian lebih jelas.

Padahal jika ditelusuri lebih lanjut, 90 persen silat di Malaysia datang dari Sumatra Barat. Singapura bahkan lebih hebat. Negara tersebut dikabarkan memiliki visi menjadi negara pusat silat. Mereka akan membangun sebuah institusi khusus pencak silat. Menyadari tidak adanya sumber daya, Singapura akan memanggil guru besar-guru besar dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk mengajar di sana. edh/R-3

Mempelajari Nilai-nilai Kehidupan yang Luhur

Melalui forum itu, FP2STI ingin menggali aspekaspek luhur kehidupan yang terkandung dalam silat. Oleh karena itu, bentuk kegiatankegiatan yang diadakan memang sedikit berbeda. Beragam kegiatan dirancang oleh FP2STI untuk menarik minat masyarakat, terutama kaum muda, untuk melestarikan silat tradisional Indonesia.

Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah workshop atau semacam diskusi bulanan. Komunitas itu mengundang perguruan-perguruan anggota FP2STI untuk mempresentasikan apa yang perguruan tersebut persembahkan atau ajarkan kepada muridnya. “Jadi, lebih ke berbagi pengetahuan sesama perguruan,” kata Taufan.

Workshop ini diadakan selain bermaksud untuk belajar, menjadi media silaturahim sehingga masalah egosentris yang semisal memang ada akan kita minimalisasi,” tambah dia. Salah satu workshop yang pernah dibuat oleh FP2STI bermateri tentang silat dari perspektif budaya.

Sejumlah perguruan silat melakukan demonstrasi pada kegiatan tersebut. Perguruan Iko Uwais saat itu juga diundang. Ia juga sempat hadir dalam workshop itu dan ikut berbagi sedikit pengalamannya dalam bersilat. Bentuk workshop silat yang pernah diadakan antara lain silat Bandrong, silat Harimau, silat Kumango, silat Seliwa, dan silat Champ.

Pengabdian FP2STI
Selain mengadakan workshop, forum itu pernah mengadakan kegiatan seminar “Silat for Life”. FP2STI, dalam kegiatan ini, mendatangkan beberapa CEO perusahaan sebagai tamu narasumber. Melalui kegiatan itu, konsep silat dijabarkan dapat juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari, bahkan dapat diterapkan dalam sebuah manajemen.

FP2STI juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah aksi sosial saat terjadi gempa di Sumatera Barat, dan memberikan pelatihan pencak silat untuk tenaga kerja wanita di Hong Kong. Baru-baru ini, FP2STI pun mengadakan sebuah lomba penulisan artikel yang bertema silat.

Rupanya tanggapannya cukup baik oleh para penggemar silat, dan kita sempat kaget juga mengetahui responsnya yang luar biasa,” ungkap Edwin. Program lainnya yang diadakan oleh FP2STI adalah kolaborasi dengan IPSI dalam pertunjukan pencak silat indah di berbagai perlombaan, wisata menuju daerah-daerah pusat berkembangnya pencak silat, gerakan peduli silat, silat goes to campus, Indonesian community exhibition, dan pameran budaya Indonesia.

Ada juga kampung silat Jampang sebagai bentuk dari kerja sama dengan sebuah yayasan sosial, yakni pembangunan pusat pelatihan silat dan menghidupkan kembali roh silat kampung Jampang. Ke depan, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh FP- 2STI melibatkan anak-anak sekolah.

Rencana jangka panjangnya, aku Edwin, FP-2STI harus memiliki sebuah kantor pusat serta fasilitasfasilitas lainnya yang turut mendukung komunitas itu. “Semua ini harus dilakukan secara bergulir dan tidak mudah. Soalnya, aktivis kita sendiri di antaranya juga merupakan orang-orang sibuk semua,” jelas Edwin.

Melalui forum tersebut, diharapkan akan timbul sebuah kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya silat tradisional di Indonesia. FP2STI memiliki tujuan mencuri perhatian orangorang pintar, tokoh-tokoh masyarakat, kaum muda, dan pemerintah untuk bergabung dengan forum tersebut.

Kita perlu sponsor dalam mengembangkan silat ini karena pendanaan yang masih dilakukan secara swadaya hingga saat ini memang menjadikan salah satu kendala FP2STI dalam mengembangkan silat tradisional lebih besar lagi,” pungkas Edwin.

 

sumber: koran jakarta

 

( red: dicopy sesuai artikel aslinya, walau ada beberapa distorsi informasi )

 

.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/feed/ 0
Film tentang silat raih penghargaan JAFF 2011 http://silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/ http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/#comments Mon, 19 Dec 2011 02:34:58 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1520 Film The Raid karya Gareth Huw Evans meraih penghargaan spesial dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema.

Presiden Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2011 Garin Nugoro pada acara penutupan JAFF di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan film yang masuk dalam festival film internasional Toronto mampu menampilkan karakter cerita yang kuat.

Film itu menarik karena berkisah tentang silat sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. Gareth berhasil menyampaikan pesan tentang silat sebagai pertunjukan budaya,” katanya.

Ia mengatakan film tersebut memiliki karakter personalitas yang kuat dalam setiap adegan.

Menurutnya, film pembuka karya Gareth pada JAFF 2009 juga memenangkan audience choice award di Fantastic Fest Austin, Texas dan mendapatkan anugerah film terbaik pada 2010 dalam action fest di North Carolina, Amerika.

Ia mengatakan Gareth mulai membuat film Footstep pada 2006, yang dirilis di Amerika.

Menurutnya, Gareth terus aktif menulis dan menjadi sutradara film, salah satunya adalah Film Merantau.

Sementara itu, Sutradara Film The Raid Gareth Huw Evans mengatakan silat di Indonesia menampilkan gerakan yang indah sehingga ia memutuskan untuk menulisnya.

“Saya menangkap peluang yang ada dengan melihat keunikan dan keindahan gerakan silat di Indonesia,” katanya.

Aktor Film The Raid Iko Uwais mengatakan film tersebut benar-benar menampilkan atlet silat yang menyuguhkan tontonan yang menarik.

Sementara itu, dalam acara penutupan JAFF 2011 tim juri juga memberikan enam penghargaan film yang lain.

Direktur JAFF Budi Irawanto mengatakan terdapat tiga kategori juri dalam JAFF setiap tahunnya, yakni festival juri netpac, festival juri JAFF, dan festival juri community.

Menurut dia, film panjang yang masuk kompetisi memiliki pendekatan beragam dari sisi bertutur, isu, dan pendekatan teknis.

Ia mengatakan tim juri telah menetapkan tujuh film peraih penghargaan.

Menurutnya, Film Oxygen karya Janchivdorj Sangedorj dari Mongolia menerima penghargaan netpac award karena memadukan seni dan etnografi kehidupan kota yang keras dan Gurun Gobi.

Ia mengatakan Film Winter Vacation dari China karya Li Hongqi meraih silver hanoman award karena sutradara mampu meramu kehidupan sehari-hari dalam perspektif yang menarik.

Dia mengatakan tim juri film pendek Asia memberikan penghargaan film pendek terbaik atau blencong award pada Film Open The Door karya Ashish Pandey dari India karena film mampu menampilkan kualitas film yang baik dengan durasi singkat.

Sedangkan, penghargaan juri special mention diberikan pada Film Bermula dari A karya BW Purba Negara.

Film tentang perdagangan perempuan karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola meraih dua dari tujuh penghargaan.

Juri Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Gregorius Djaduk Ferianto mengatakan film karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola berjudul Ang Damgo Ni Eleuteria menggunakan pendekatan baru dan inspiratif sehingga layak mendapatkan dua penghargaan.

Menurutnya, film tersebut meraih penghargaan golden hanoman award dan Geber award.

Dia mengatakan golden hanoman award merupakan penghargaan yang diberikan kepada film Asia terbaik pertama melalui penjurian dalam program Asian Feature.

Sementara itu, geber award merupakan penghargaan kepada film Asia yang dipilih oleh komunitas film dari berbagai kota di Indonesia.

Dia mengatakan film berdurasi 90 menit itu mampu mengangkat dengan baik isu aktual yang dialami negara berkembang.

Menurutnya, film tersebut memanfaatkan ruang kreativitas dengan memaksimalkan teknologi digital melalui pengambilan gambar yang tidak terputus dari awal sampai akhir.

Film tersebut memiliki ide yang bagus dan berani mengambil risiko dengan jalan mengambil gambar secara tidak terputus,” katanya.

sumber: antaranews

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/feed/ 0
Tanpa Sponsor Rokok, RI Mampu Gelar Sea Games XXVI http://silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/#comments Fri, 25 Nov 2011 03:09:43 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1482 Meski tim sepakbolanya kalah, Indonesia masih punya banyak prestasi lain di Sea Games XXVI yang baru saja usai. Bukan hanya keluar sebagai juara umum, Indonesia untuk pertama kalinya juga berhasil menggelar Sea Games tanpa menggunakan sponsor rokok.

Adanya sponsor rokok dinilai bertentangan dengan semangat sportivitas dalam olahraga. Di satu sisi olahraga bertujuan agar orang menjadi lebih sehat, sementara rokok di sisi lainjustru merusak kesehatan dengan ratusan racun yang terkandung di dalam asapnya.

Rokok juga merupakan pintu gerbang kemaksiatan, seperti narkoba, HIV/AIDS dan lain-lain,” kata Prof Dr dr Afansa Moeloek, SpOG, ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dalam konferensi pers di kantor Yayasan Jantung Indonesia, Kamis (24/11/2011).

Sea Games XXVI 2011 ini merupakan gelaran pesta olahraga multicabang yang pelaksanaannya harus bebas asap, iklan, promosi dan sponsor rokok. Smoke Free Sea Games atau Sea Games bebas asap rokok pertama kali digelar di Vietnam tahun 2003, lalu di Filipina tahun 2005 dan Laos tahun 2009.

Dengan sukses ini, diharapkan event-event olahraga lain yang digelar di Indonesia juga akan bebas rokok. Bahkan Sekretaris Komite Eksekutif Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Sarluhut Napitupulu menjamin liga sepakbola Indonesia musim ini juga akan bebas sponsor rokok.

Ini juga akan menjadi kompetisi pertama kita yang bebas sponsor rokok,” kata Sarluhut yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut.

Dukungan terhadap kampanye antirokok juga datang dari kalangan atlet, khususnya pemain sepakbola yang dalam Sea Games XXVI baru saja dikalahkan Malaysia. Titus Bonai alias Tibo, bintang muda asal Papua yang memperkuat tim nasional sepakbola Indonesia berpesan agar generasi muda menjauhi rokok.

Janganlah merokok, karena kami para atlet sangat terganggu. Atlet butuh fisik dan pernapasan yang bagus. Tapi rokok bisa mengganggu pernapasan kami,” kata Tibo yang memang besar di keluarga yang bebas rokok.

sumber: detik

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/feed/ 0
Sea Games, Indonesia Raih Juara Umum cabang Pencak Silat http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/#comments Fri, 18 Nov 2011 08:37:14 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1477 maskot-silatKontingen silat Indonesia akhirnya mewujudkan target untuk tampil sebagai juara umum SEA Games 2011 setelah menambah tiga emas pada pertandingan hari terakhir di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Kamis.

Dengan tambahan tiga medali emas tersebut, pencak silat yang sempat terpuruk di SEA Games 2009 Laos itu, secara keseluruhan mengumpulkan sembilan emas dari total 18 nomor yang dipertandingkan.

Meski gagal mencapai target sepuluh medali emas, Indonesia setidaknya berhasil mengembalikan dominasi yang sejak 1997 sempat diambil alih Vietnam.

Tiga emas terakhir tersebut dipersembahkan oleh Amelia Roring di kelas E putri, Rosmayani (kelas C putri) dan Dian Kristianto (kelas A putra).

Amelia meraih emas setelah pada pertandingan final mengalahkan Siti Rahmah Mohamed Nazir asal Malaysia dengan skor 5-0, sementara Rosmayani juga menang 5-0 atas Jutarat Noytapa (Thailand).

Sebelumnya Dian Kristianto juga menang telak 5-0 atas Anothai Choopeng dari Thailand.

Sementara itu, atlet Sofani Rahmawati yang turun di kelas F putri harus puas mendapat medali perak, setelah dikalahkan pesilat Vietnam Tran Thi Luyen.

Begitu juga atlet Indonesia Pranoto di kelas I hanya mampu menyabet medali perak setelah gagal mengalahkan lawannya Dang Minh Le (Vietnam).

Pencak silat Indonesia sempat mengalami hasil berburuk dalam sejarah SEA Games di Laos pada 2009 karena ketika itu hanya mampu meraih dua medali emas, tiga perak dan tiga perunggu.

Sementara itu, atlet Rosmayani mengaku puas menyabet medali emas ini, sebagai wujud bakti kepada bangsa dan negara.

“Syukur saya bisa menang dan medali ini saya serahkan kepada bangsa dan negara. Tanding kali ini adalah tanding saya untuk berlaga di kegiatan internasional,” ucapnya.

Berikut klasemen cabang pencak silat:
Indonesia   9  5  2 16
Vietnam     6  7  5 18
Malaysia    3  1  7 11
Thailand    0  4  3 7
Philippines 0  1  3 4
Singapore  0  0  3 3
Brunei         0  0  3 3
Myanmar    0  0  3 3
Laos           0   0  1 1
Total          18 18 30 66

 

sumber: bola.net

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/feed/ 0
sea games, Tim pencak silat putra dan putri Indonesia sabet emas http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/#comments Thu, 17 Nov 2011 01:28:54 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1471 Pesilat tim Indonesia masing-masing kategori putra dan putri berhasil menyabet medali emas pada SEA Games XXVI, Selasa malam.

Dengan demikian, keenam emas yang diperebutkan Selasa (15/11) semua disapu bersih Timnas Indonesia pada final pencak silat kategori seni bela diri.

Untuk juara I tim “Merah Putih” yang sukses mendulang medali emas adalah Zakki Imadudin, Exa Purbianto dan Abdul Muqit Iryat dengan nilai 461, catatan waktu 03.00 menit,

Juara II medali perak diraih tim Vietnam yakni Nyuyen Thanh Tung, Nguyen Tien Tai dan Nguyen Huu Tuan skor 540 dengan waktu 03.00 menit.

Sedangkan juara III perunggu diraih tim Brunei Darussalam yaitu AWG Abdul Malik Bin Haji Ladi, Jufri Bin Haji Junaidi dan Abdul Rahman Bin Haji Asli dengan nilai 451, waktu 03.01 menit.

Sementara untuk tim putri juara I diraih Indonesia yaitu Kikih Dyah Ayuwati, Djuariah dan Yuli Adriani, skor 459, catatan waktu 03.00 menit. Sementara juara II tim Vietnam Thi Thuy Nguyen, Pham Thi Ha dan Thi Quyen Ngo serta juara III perunggu disabet tim Brunei Darussalam diperkuat oleh atlet Noerleyermah Bte Haji Raya, Noerleyharyanti Bte Haji Raya dan Nurul Aimi Amalina Bte Zainidi dengan skor 449, catatan waktu 03.00 menit.

Dalam kategori seni pencak silat tersebut memperebutkan sebanyak enam medali emas.

Pada kategori seni tersebut untuk perorangan putra adalah pesilat dari negara Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar dan Indonesia.

Sedangkan untuk putri perorangan yang lolos final adalah Myanmar, Indonesia, Singapura, Malaysia dan Viatnam.

Untuk tim putra masuk final adalah Indonesia, Singapura, Vietnam dan Malaysia. Sedangkan tim putri adalah Indonesia, Singapura, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Untuk kategori tim putra, negara yang lolos final adalah Brunei Darussalam. (*)

 

sumber: antaranews

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/feed/ 0
Silat Indonesia » Featured Articles http://content.silatindonesia.com Pusat Informasi Pencak Silat Indonesia Mon, 23 Dec 2013 23:02:50 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.8.1 Minangkabau Silat Camp Summer 2013 http://silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/ http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/#comments Mon, 10 Jun 2013 02:45:06 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1912 Minangkabau Silat Camp Summer 2013
Galanggang Aluang Bunian

Datang dan Saksikan
Festival Silek Minangkabau dan Jambore Silek Internasional
tangal 20-29 Agustus 2013
di Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Minangkabau Silat Camp Summer 2013,
akan menampilkan seni silek Tradisi Minangkabau, diantaranya:
Silek Tuo, Silek Kurambik, Silek Kilangan Endek, Silek Langkah Ampek, Silek Pangian, Silek Gaib.

Galanggang Aluang Bunian adalah festival silek tradisi Minangkabau se Sumatera Barat, Ajang Silaturahmi tuo silek dan anak-anak sasian Minangkabau

Info selengkapnya hubungi:
Edwardo Guci
http://www.facebook.com/edwardo.guci

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/feed/ 0
Lestarikan Silat Tradisional, Cilegon Bentuk FP2STI http://silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/ http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/#comments Mon, 06 May 2013 10:32:29 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1868 Kurang terakomodirnya perguruan pencak silat yang ada di Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Cilegon, membuat para sahabat pesilat di Kota Baja mulai mencari solusi altenatif. Rencananya, mereka akan membentuk Forum pecinta dan Pelestari Silat Tradisonal Indonesia (FP2STI), dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan salah satu sahabat pesilat Kota Cilegon, Wawan Mulyana. Kata dia, hingga saat ini, banyak perguruan pencak silat yang belum tercantum di IPSI Kota Cilegon. Hal itu disebabkan, perguruan belum memiliki persyaratan yang ditetapkan IPSI, seperti adanya akte notaris, akte perguruan dan AD/ART perguruan, sehingga mereka belum bisa terakomodir.

Nah, karena takut kebudayaan silat tradisional yang ada disetiap perguruan punah akibat belum terakomodir, makanya para sahabat pesilat di Kota Cilegon sepakat untuk membentuk  FP2STI Kota Cilegon.

Itu kami lakukan, untuk tetap menjaga kelestariannya. Sekaligus, membantu IPSI untuk menjaga dan melakukan pembinaan,” papar Wawan kepada BANTEN POS, Sabtu (4/5).

Tapi Wawan menegaskan, orientasinya FP2STI nanti, tidak sama dengan IPSI. Soalnya, mereka tidak mengarah kejenjang prestasi seperti IPSI. Melainkan, terfokus untuk melakukan pelestarian. Itu juga sesuai dengan visi dan misi FP2STI pusat, yang telah berdiri sejak 2006 lalu dan hampir tersebar di seluruh Indonesia.

Jadi, tidak akan timbul perpecahan atau kami ingin berdiri sejajar dengan IPSI. Kami hanya murni terfokus untuk melestarikan budaya saja,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Ketua FP2STI pusat, Taufan Prassetya menyambut baik keinginan para sahabat pesilat Kota Cilegon tersebut. Bahkan, ia memang sangat menanti berdirinya FP2STI Kota Cilegon, sejak lama.

Pasalnya, sejak 2006 lalu, para sahabat pesilat Kota Cilegon, khususnya aliran Bandrong, sudah sering mengikuti kegiatan yang dilakukan FP2STI pusat. Makanya, besar harapannya, di Kota Cilegon segera berdiri.

Tidak hanya itu, lebih jauh ia menyampaikan, ingin FP2STI tingkat Banten, juga segera lahir seiring munculnya FP2STI yang ada diseluruh kabupaten/kota se-Banten nantinya. Makanya, Cilegon diharapkan jadi pelopor berdirinya FP2STI Banten.

Saya ingin, dengan adanya FP2STI di Banten, seluruh aliran silat tradisional bisa dilestarikan seperti didaerah lain. Yakni Jawa Timur, Aceh dan Riau, yang telah lebih dulu memiliki FP2STI,” kata Taufan.

sumber:
Banten Pos

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/feed/ 0
Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012 http://silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/#comments Mon, 29 Oct 2012 14:28:57 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1809 Saksikan Peragaan Silat dari berbagai Perguruan Silat Indonesia di Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012

Hari Minggu 4 November 2012 Jam 08.30 – 12.00 Wib

Lokasi :
Pelataran Zona Madina
Jl. Raya Parung Bogor
Desa Jampang
Kec. Kemang Kab. Bogor

Silakan mengajak sahabat dan saudara serta para pecinta silat lainnya.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/feed/ 0
Training for Trainer : SILAT for WOMAN SELF DEFENSE http://silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/#comments Mon, 15 Oct 2012 01:21:24 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1802 Buat anda yg suka beladiri, mari ikuti :

Training for Trainer
SILAT for WOMAN SELF DEFENSE

cewe-silatmateri mengajarkan silat praktis utk beladiri wanita dengan memanfaatkan kekuatan alami yg dimiliki wanita melalui jurus dan teknik silat yg jitu.

Pelatihan ini dilaksanakan :

Tanggal 20-21 Oktober 2012
Jam 10.00 – 16.00 wib.

 

 
bertempat di Sekretariat FP2STI

Galeri Green Art Space
jl. Abdul Majid 46 A
cipete utara.
Jakarta Selatan.

Pendaftaran dikirim melalui email ke :
training@silatindonesia.com

Biaya Rp 300.000
termasuk makan siang dan sertifikat mengikuti TFT SWSD dari FP2STI.
Gratis untuk anggota FP2STI.

informasi lain bisa melalui telp/sms
Arifin 0818152007
Luri 087876469000

Segera mendaftar, TEMPAT SANGAT TERBATAS
(Mohon sebarkan ke teman yg lain)

Rekening :

BCA KCP Majapahit Semarang
4620.313.586
a.n. Luri Darmawan

Mandiri Pondok Indah
1010006717787
a.n. Luri Darmawan

mohon cantumkan keterangan/informasi jika transfaer.
dan jangan lupa konfirmasi yaaa

sahabat silat

 

20121020-swsd-rev

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/feed/ 0
169 Aliran Silat Sumbar Terancam Punah http://silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/ http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/#comments Wed, 19 Sep 2012 02:50:16 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1788 BANGKINANG – Sebanyak 169 aliran pencak silat di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dikhawatirkan hilang. Karena itu, regenerasi sangat diperlukan sebab aliran silat tersebut selama ini hanya dikuasai para pesilat yang umurnya sudah tua.

Masalah banyaknya aliran silat itu merupakan aset berharga untuk pembinaan pesilat muda. Karena, ada sekitar 169 aliran di daerah ini,” kata Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Sumatera Barat, Fauzi Bahar, Rabu.

Ia mengatakan pesilat tua sebagai pewaris aliran tersebut belum menularkan keahliannya kepada pesilat muda. Sehingga, aset tersebut terancam hilang.

Masalah tersebut dinilai serius dan mengkhawatirkan. Karena jika pesilat tua itu meninggal, maka hilanglah aliran tersebut tanpa ada pewarisnya.

Oleh sebab itu, pihaknya tahun ini akan melakukan festival pencak silat se-Sumatera Barat. Mereka akan mengundang para pesilat tua yang memiliki aliran tersebut.

sumber:
replublika

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/feed/ 0
Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/ http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/#comments Wed, 25 Apr 2012 08:11:49 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1659 Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air

Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah AirLewat penelusuran yang dilakukan Koran Jakarta, akhirnya jawaban atas pertanyaan di atas didapatkan dari sebuah komunitas yang bernama Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Pencak silat pada umumnya hanya menjadi “penghias bibir” bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Hal itu sangat bertolak belakang dengan berkembang pesatnya kebudayaan nasional itu di mancanegara. Warga dunia sudah mulai mempelajari silat bukan hanya jurus dan aplikasinya, namun juga seluruh aspek yang berkaitan dengan silat. Berakar dari hal itu, muncullah sebuah komunitas FP2STI yang berupaya mengangkat kembali budaya bangsa Indonesia tersebut.

Komunitas itu terbentuk dari sekelompok pencinta pencak silat yang sering berkumpul dan berdiskusi dalam laman online Silat Bogor. Seringnya bertukar pikiran pada forum tersebut menyebabkan timbul keinginan mencari tahu pendekar-pendekar silat tradisional yang sebelumnya sangat jarang diketahui keberadaannya.

Sejumlah guru besar dengan murid-muridnya akhirnya memutuskan untuk melakukan pertemuan secara langsung. Seiring dengan semakin seringnya kopi darat pada saat itu, akhirnya didirikanlah FP2STI pada tanggal 6 Juni 2006 di Padepokan Pencak Silat TMII.

Misi dan Visi
Visi yang diemban oleh FP2STI adalah melestarikan silat tradisional sebagai budaya luhur bangsa Indonesia. Adapun misi berjalannya FP-2STI antara lain menjadikan silat tradisional sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan menjadikan Indonesia pusat pengembangan silat tradisional dunia.

Kita ingin menyosialisasikan bahwa pencak silat itu tidaklah seperti pandangan yang ada di benak masyarakat bahwa silat itu kampungan,” ungkap Taufan Prasetya, Ketua FP2STI, ketika ditemui oleh Koran Jakarta.

Dilihat dari strukturnya, FP2STI ini pada dasarnya berada dalam sebuah yayasan bernama Sahabat Silat yang dimotori oleh Alda Amtha. Yayasan itu tentunya memerlukan suatu forum kegiatan. Forum kegiatan itulah yang dinamakan FP2STI. Bentuknya jauh berbeda dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang berupa organisasi nasional yang membawahi kegiatan pencak silat secara resmi.

Menurut Taufan, FP2STI lebih berupa padepokan-padepokan dan berbasis komunitas. Selain itu, di dalam FP2STI, tidak adanya pertandingan kompetisi, berbeda dengan IPSI yang bentuknya lebih berupa kompetisi. Selama perkembangannya, FP2STI tidak lepas mengalami masa pasang-surut.

Dimulai dari hanya 25 orang dan berbentuk tim-tim kecil, mereka mendatangi sejumlah perguruan lainnya untuk kemudian merangkulnya bersama-sama. “Hingga sekarang, sudah ada ratusan guru besar silat yang bergabung dengan ribuan muridnya,” ujar Edwin Hidayat, pendekar Golok Saliwa sekaligus pengurus komunitas itu.

Saat ini, perguruan silat yang di bawah naungan FP2STI telah berjumlah 33 di Jakarta, sekitar 40 di Riau, 77 perguruan di Surabaya, dan masih banyak lagi yang tersebar di wilayah Indonesia lainnya. Komunitas itu pun berhasil menjangkau sejumlah negara lain. Beberapa aktivis FP2STI juga berada di Amerika, Singapura, Belanda, Jerman, dan beberapa lainnya. Orang Prancis, Italia, dan Inggris pun sering mendatangi salah satu guru besar FP2STI sekadar untuk berlatih silat. edh/R-3

Ragam dan Tantangan Seni Pencak

Terdapat lebih-kurang 800 aliran silat di Indonesia. Di Sumatra Barat, terdapat sekitar 200 aliran asli. Masing-masing aliran berbeda dan memiliki ciri khas. Bukan hanya aliran Jawa Barat dengan Sumatra Barat yang berbeda, namun juga antara aliran silat di Sumatra Barat yang tinggal di pegunungan dan di pantai.

Bahkan antara gunung yang satu dan yang lainnya berbeda. Menurut Taufan, silat secara umum pada zaman Orde Baru perkembangannya sangat pesat, terutama sebagai aspek olah raga. Saat itu, perhatian pemerintah memang besar dan sangat mendukung perkembangan pencak silat.

Namun, semenjak era reformasi hingga sekarang, perkembangan silat kembali menurun. Sosialisasi yang diadakan oleh FP2STI beberapa tahun belakangan ternyata berbuah hasil yang bagus dalam meningkatkan minat masyarakat untuk kembali ke silat. Diadakannya beberapa kegiatan yang walaupun hanya bermodalkan dana swadaya anggotanya serta ekspos media yang semakin tinggi membuat perkembangan silat saat ini dirasa kembali meningkat.

Salah satu bentuk ekspos media ini adalah dibuatnya film Merantau dan The Raid. Penggunaan teknik-teknik silat yang kental pada kedua film tersebut sedikit membuka mata masyarakat bawha ternyata pencak silat tidak kampungan dan tidak seperti yang selama ini mereka ketahui. “Film itu sangat besar pengaruhnya terhadap minat silat, dan dilihat dari trennya terhadap silat, memang semakin ke sini semakin meningkat,” aku Taufan.

Masih kurang diminatinya pencak silat oleh kaum urban adalah kurang tersedianya fasilitas berlatih di daerah perkotaan dibanding dengan olah raga bela diri lainnya seperti boxing atau capoiera yang dapat ditemui di gym atau tempat-tempat strategis perkotaan lainnya yang mudah dicapai.

Perkembangan pencak silat di negara lain, misalnya Malaysia, dikatakan Taufan, malah jauh lebih baik dibanding Indonesia. Hal itu dikarenakan lemahnya Indonesia dalam budaya tulis dan hanya mengutamakan budaya tutur. Di Malaysia, dalam hal pendokumentasian lebih jelas.

Padahal jika ditelusuri lebih lanjut, 90 persen silat di Malaysia datang dari Sumatra Barat. Singapura bahkan lebih hebat. Negara tersebut dikabarkan memiliki visi menjadi negara pusat silat. Mereka akan membangun sebuah institusi khusus pencak silat. Menyadari tidak adanya sumber daya, Singapura akan memanggil guru besar-guru besar dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk mengajar di sana. edh/R-3

Mempelajari Nilai-nilai Kehidupan yang Luhur

Melalui forum itu, FP2STI ingin menggali aspekaspek luhur kehidupan yang terkandung dalam silat. Oleh karena itu, bentuk kegiatankegiatan yang diadakan memang sedikit berbeda. Beragam kegiatan dirancang oleh FP2STI untuk menarik minat masyarakat, terutama kaum muda, untuk melestarikan silat tradisional Indonesia.

Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah workshop atau semacam diskusi bulanan. Komunitas itu mengundang perguruan-perguruan anggota FP2STI untuk mempresentasikan apa yang perguruan tersebut persembahkan atau ajarkan kepada muridnya. “Jadi, lebih ke berbagi pengetahuan sesama perguruan,” kata Taufan.

Workshop ini diadakan selain bermaksud untuk belajar, menjadi media silaturahim sehingga masalah egosentris yang semisal memang ada akan kita minimalisasi,” tambah dia. Salah satu workshop yang pernah dibuat oleh FP2STI bermateri tentang silat dari perspektif budaya.

Sejumlah perguruan silat melakukan demonstrasi pada kegiatan tersebut. Perguruan Iko Uwais saat itu juga diundang. Ia juga sempat hadir dalam workshop itu dan ikut berbagi sedikit pengalamannya dalam bersilat. Bentuk workshop silat yang pernah diadakan antara lain silat Bandrong, silat Harimau, silat Kumango, silat Seliwa, dan silat Champ.

Pengabdian FP2STI
Selain mengadakan workshop, forum itu pernah mengadakan kegiatan seminar “Silat for Life”. FP2STI, dalam kegiatan ini, mendatangkan beberapa CEO perusahaan sebagai tamu narasumber. Melalui kegiatan itu, konsep silat dijabarkan dapat juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari, bahkan dapat diterapkan dalam sebuah manajemen.

FP2STI juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah aksi sosial saat terjadi gempa di Sumatera Barat, dan memberikan pelatihan pencak silat untuk tenaga kerja wanita di Hong Kong. Baru-baru ini, FP2STI pun mengadakan sebuah lomba penulisan artikel yang bertema silat.

Rupanya tanggapannya cukup baik oleh para penggemar silat, dan kita sempat kaget juga mengetahui responsnya yang luar biasa,” ungkap Edwin. Program lainnya yang diadakan oleh FP2STI adalah kolaborasi dengan IPSI dalam pertunjukan pencak silat indah di berbagai perlombaan, wisata menuju daerah-daerah pusat berkembangnya pencak silat, gerakan peduli silat, silat goes to campus, Indonesian community exhibition, dan pameran budaya Indonesia.

Ada juga kampung silat Jampang sebagai bentuk dari kerja sama dengan sebuah yayasan sosial, yakni pembangunan pusat pelatihan silat dan menghidupkan kembali roh silat kampung Jampang. Ke depan, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh FP- 2STI melibatkan anak-anak sekolah.

Rencana jangka panjangnya, aku Edwin, FP-2STI harus memiliki sebuah kantor pusat serta fasilitasfasilitas lainnya yang turut mendukung komunitas itu. “Semua ini harus dilakukan secara bergulir dan tidak mudah. Soalnya, aktivis kita sendiri di antaranya juga merupakan orang-orang sibuk semua,” jelas Edwin.

Melalui forum tersebut, diharapkan akan timbul sebuah kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya silat tradisional di Indonesia. FP2STI memiliki tujuan mencuri perhatian orangorang pintar, tokoh-tokoh masyarakat, kaum muda, dan pemerintah untuk bergabung dengan forum tersebut.

Kita perlu sponsor dalam mengembangkan silat ini karena pendanaan yang masih dilakukan secara swadaya hingga saat ini memang menjadikan salah satu kendala FP2STI dalam mengembangkan silat tradisional lebih besar lagi,” pungkas Edwin.

 

sumber: koran jakarta

 

( red: dicopy sesuai artikel aslinya, walau ada beberapa distorsi informasi )

 

.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/feed/ 0
Film tentang silat raih penghargaan JAFF 2011 http://silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/ http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/#comments Mon, 19 Dec 2011 02:34:58 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1520 Film The Raid karya Gareth Huw Evans meraih penghargaan spesial dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema.

Presiden Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2011 Garin Nugoro pada acara penutupan JAFF di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan film yang masuk dalam festival film internasional Toronto mampu menampilkan karakter cerita yang kuat.

Film itu menarik karena berkisah tentang silat sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. Gareth berhasil menyampaikan pesan tentang silat sebagai pertunjukan budaya,” katanya.

Ia mengatakan film tersebut memiliki karakter personalitas yang kuat dalam setiap adegan.

Menurutnya, film pembuka karya Gareth pada JAFF 2009 juga memenangkan audience choice award di Fantastic Fest Austin, Texas dan mendapatkan anugerah film terbaik pada 2010 dalam action fest di North Carolina, Amerika.

Ia mengatakan Gareth mulai membuat film Footstep pada 2006, yang dirilis di Amerika.

Menurutnya, Gareth terus aktif menulis dan menjadi sutradara film, salah satunya adalah Film Merantau.

Sementara itu, Sutradara Film The Raid Gareth Huw Evans mengatakan silat di Indonesia menampilkan gerakan yang indah sehingga ia memutuskan untuk menulisnya.

“Saya menangkap peluang yang ada dengan melihat keunikan dan keindahan gerakan silat di Indonesia,” katanya.

Aktor Film The Raid Iko Uwais mengatakan film tersebut benar-benar menampilkan atlet silat yang menyuguhkan tontonan yang menarik.

Sementara itu, dalam acara penutupan JAFF 2011 tim juri juga memberikan enam penghargaan film yang lain.

Direktur JAFF Budi Irawanto mengatakan terdapat tiga kategori juri dalam JAFF setiap tahunnya, yakni festival juri netpac, festival juri JAFF, dan festival juri community.

Menurut dia, film panjang yang masuk kompetisi memiliki pendekatan beragam dari sisi bertutur, isu, dan pendekatan teknis.

Ia mengatakan tim juri telah menetapkan tujuh film peraih penghargaan.

Menurutnya, Film Oxygen karya Janchivdorj Sangedorj dari Mongolia menerima penghargaan netpac award karena memadukan seni dan etnografi kehidupan kota yang keras dan Gurun Gobi.

Ia mengatakan Film Winter Vacation dari China karya Li Hongqi meraih silver hanoman award karena sutradara mampu meramu kehidupan sehari-hari dalam perspektif yang menarik.

Dia mengatakan tim juri film pendek Asia memberikan penghargaan film pendek terbaik atau blencong award pada Film Open The Door karya Ashish Pandey dari India karena film mampu menampilkan kualitas film yang baik dengan durasi singkat.

Sedangkan, penghargaan juri special mention diberikan pada Film Bermula dari A karya BW Purba Negara.

Film tentang perdagangan perempuan karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola meraih dua dari tujuh penghargaan.

Juri Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Gregorius Djaduk Ferianto mengatakan film karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola berjudul Ang Damgo Ni Eleuteria menggunakan pendekatan baru dan inspiratif sehingga layak mendapatkan dua penghargaan.

Menurutnya, film tersebut meraih penghargaan golden hanoman award dan Geber award.

Dia mengatakan golden hanoman award merupakan penghargaan yang diberikan kepada film Asia terbaik pertama melalui penjurian dalam program Asian Feature.

Sementara itu, geber award merupakan penghargaan kepada film Asia yang dipilih oleh komunitas film dari berbagai kota di Indonesia.

Dia mengatakan film berdurasi 90 menit itu mampu mengangkat dengan baik isu aktual yang dialami negara berkembang.

Menurutnya, film tersebut memanfaatkan ruang kreativitas dengan memaksimalkan teknologi digital melalui pengambilan gambar yang tidak terputus dari awal sampai akhir.

Film tersebut memiliki ide yang bagus dan berani mengambil risiko dengan jalan mengambil gambar secara tidak terputus,” katanya.

sumber: antaranews

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/feed/ 0
Tanpa Sponsor Rokok, RI Mampu Gelar Sea Games XXVI http://silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/#comments Fri, 25 Nov 2011 03:09:43 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1482 Meski tim sepakbolanya kalah, Indonesia masih punya banyak prestasi lain di Sea Games XXVI yang baru saja usai. Bukan hanya keluar sebagai juara umum, Indonesia untuk pertama kalinya juga berhasil menggelar Sea Games tanpa menggunakan sponsor rokok.

Adanya sponsor rokok dinilai bertentangan dengan semangat sportivitas dalam olahraga. Di satu sisi olahraga bertujuan agar orang menjadi lebih sehat, sementara rokok di sisi lainjustru merusak kesehatan dengan ratusan racun yang terkandung di dalam asapnya.

Rokok juga merupakan pintu gerbang kemaksiatan, seperti narkoba, HIV/AIDS dan lain-lain,” kata Prof Dr dr Afansa Moeloek, SpOG, ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dalam konferensi pers di kantor Yayasan Jantung Indonesia, Kamis (24/11/2011).

Sea Games XXVI 2011 ini merupakan gelaran pesta olahraga multicabang yang pelaksanaannya harus bebas asap, iklan, promosi dan sponsor rokok. Smoke Free Sea Games atau Sea Games bebas asap rokok pertama kali digelar di Vietnam tahun 2003, lalu di Filipina tahun 2005 dan Laos tahun 2009.

Dengan sukses ini, diharapkan event-event olahraga lain yang digelar di Indonesia juga akan bebas rokok. Bahkan Sekretaris Komite Eksekutif Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Sarluhut Napitupulu menjamin liga sepakbola Indonesia musim ini juga akan bebas sponsor rokok.

Ini juga akan menjadi kompetisi pertama kita yang bebas sponsor rokok,” kata Sarluhut yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut.

Dukungan terhadap kampanye antirokok juga datang dari kalangan atlet, khususnya pemain sepakbola yang dalam Sea Games XXVI baru saja dikalahkan Malaysia. Titus Bonai alias Tibo, bintang muda asal Papua yang memperkuat tim nasional sepakbola Indonesia berpesan agar generasi muda menjauhi rokok.

Janganlah merokok, karena kami para atlet sangat terganggu. Atlet butuh fisik dan pernapasan yang bagus. Tapi rokok bisa mengganggu pernapasan kami,” kata Tibo yang memang besar di keluarga yang bebas rokok.

sumber: detik

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/feed/ 0
Sea Games, Indonesia Raih Juara Umum cabang Pencak Silat http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/#comments Fri, 18 Nov 2011 08:37:14 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1477 maskot-silatKontingen silat Indonesia akhirnya mewujudkan target untuk tampil sebagai juara umum SEA Games 2011 setelah menambah tiga emas pada pertandingan hari terakhir di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Kamis.

Dengan tambahan tiga medali emas tersebut, pencak silat yang sempat terpuruk di SEA Games 2009 Laos itu, secara keseluruhan mengumpulkan sembilan emas dari total 18 nomor yang dipertandingkan.

Meski gagal mencapai target sepuluh medali emas, Indonesia setidaknya berhasil mengembalikan dominasi yang sejak 1997 sempat diambil alih Vietnam.

Tiga emas terakhir tersebut dipersembahkan oleh Amelia Roring di kelas E putri, Rosmayani (kelas C putri) dan Dian Kristianto (kelas A putra).

Amelia meraih emas setelah pada pertandingan final mengalahkan Siti Rahmah Mohamed Nazir asal Malaysia dengan skor 5-0, sementara Rosmayani juga menang 5-0 atas Jutarat Noytapa (Thailand).

Sebelumnya Dian Kristianto juga menang telak 5-0 atas Anothai Choopeng dari Thailand.

Sementara itu, atlet Sofani Rahmawati yang turun di kelas F putri harus puas mendapat medali perak, setelah dikalahkan pesilat Vietnam Tran Thi Luyen.

Begitu juga atlet Indonesia Pranoto di kelas I hanya mampu menyabet medali perak setelah gagal mengalahkan lawannya Dang Minh Le (Vietnam).

Pencak silat Indonesia sempat mengalami hasil berburuk dalam sejarah SEA Games di Laos pada 2009 karena ketika itu hanya mampu meraih dua medali emas, tiga perak dan tiga perunggu.

Sementara itu, atlet Rosmayani mengaku puas menyabet medali emas ini, sebagai wujud bakti kepada bangsa dan negara.

“Syukur saya bisa menang dan medali ini saya serahkan kepada bangsa dan negara. Tanding kali ini adalah tanding saya untuk berlaga di kegiatan internasional,” ucapnya.

Berikut klasemen cabang pencak silat:
Indonesia   9  5  2 16
Vietnam     6  7  5 18
Malaysia    3  1  7 11
Thailand    0  4  3 7
Philippines 0  1  3 4
Singapore  0  0  3 3
Brunei         0  0  3 3
Myanmar    0  0  3 3
Laos           0   0  1 1
Total          18 18 30 66

 

sumber: bola.net

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/feed/ 0
sea games, Tim pencak silat putra dan putri Indonesia sabet emas http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/#comments Thu, 17 Nov 2011 01:28:54 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1471 Pesilat tim Indonesia masing-masing kategori putra dan putri berhasil menyabet medali emas pada SEA Games XXVI, Selasa malam.

Dengan demikian, keenam emas yang diperebutkan Selasa (15/11) semua disapu bersih Timnas Indonesia pada final pencak silat kategori seni bela diri.

Untuk juara I tim “Merah Putih” yang sukses mendulang medali emas adalah Zakki Imadudin, Exa Purbianto dan Abdul Muqit Iryat dengan nilai 461, catatan waktu 03.00 menit,

Juara II medali perak diraih tim Vietnam yakni Nyuyen Thanh Tung, Nguyen Tien Tai dan Nguyen Huu Tuan skor 540 dengan waktu 03.00 menit.

Sedangkan juara III perunggu diraih tim Brunei Darussalam yaitu AWG Abdul Malik Bin Haji Ladi, Jufri Bin Haji Junaidi dan Abdul Rahman Bin Haji Asli dengan nilai 451, waktu 03.01 menit.

Sementara untuk tim putri juara I diraih Indonesia yaitu Kikih Dyah Ayuwati, Djuariah dan Yuli Adriani, skor 459, catatan waktu 03.00 menit. Sementara juara II tim Vietnam Thi Thuy Nguyen, Pham Thi Ha dan Thi Quyen Ngo serta juara III perunggu disabet tim Brunei Darussalam diperkuat oleh atlet Noerleyermah Bte Haji Raya, Noerleyharyanti Bte Haji Raya dan Nurul Aimi Amalina Bte Zainidi dengan skor 449, catatan waktu 03.00 menit.

Dalam kategori seni pencak silat tersebut memperebutkan sebanyak enam medali emas.

Pada kategori seni tersebut untuk perorangan putra adalah pesilat dari negara Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar dan Indonesia.

Sedangkan untuk putri perorangan yang lolos final adalah Myanmar, Indonesia, Singapura, Malaysia dan Viatnam.

Untuk tim putra masuk final adalah Indonesia, Singapura, Vietnam dan Malaysia. Sedangkan tim putri adalah Indonesia, Singapura, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Untuk kategori tim putra, negara yang lolos final adalah Brunei Darussalam. (*)

 

sumber: antaranews

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/feed/ 0
Silat Indonesia » Featured Articles http://content.silatindonesia.com Pusat Informasi Pencak Silat Indonesia Mon, 23 Dec 2013 23:02:50 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.8.1 Minangkabau Silat Camp Summer 2013 http://silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/ http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/#comments Mon, 10 Jun 2013 02:45:06 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1912 Minangkabau Silat Camp Summer 2013
Galanggang Aluang Bunian

Datang dan Saksikan
Festival Silek Minangkabau dan Jambore Silek Internasional
tangal 20-29 Agustus 2013
di Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Minangkabau Silat Camp Summer 2013,
akan menampilkan seni silek Tradisi Minangkabau, diantaranya:
Silek Tuo, Silek Kurambik, Silek Kilangan Endek, Silek Langkah Ampek, Silek Pangian, Silek Gaib.

Galanggang Aluang Bunian adalah festival silek tradisi Minangkabau se Sumatera Barat, Ajang Silaturahmi tuo silek dan anak-anak sasian Minangkabau

Info selengkapnya hubungi:
Edwardo Guci
http://www.facebook.com/edwardo.guci

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/feed/ 0
Lestarikan Silat Tradisional, Cilegon Bentuk FP2STI http://silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/ http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/#comments Mon, 06 May 2013 10:32:29 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1868 Kurang terakomodirnya perguruan pencak silat yang ada di Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Cilegon, membuat para sahabat pesilat di Kota Baja mulai mencari solusi altenatif. Rencananya, mereka akan membentuk Forum pecinta dan Pelestari Silat Tradisonal Indonesia (FP2STI), dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan salah satu sahabat pesilat Kota Cilegon, Wawan Mulyana. Kata dia, hingga saat ini, banyak perguruan pencak silat yang belum tercantum di IPSI Kota Cilegon. Hal itu disebabkan, perguruan belum memiliki persyaratan yang ditetapkan IPSI, seperti adanya akte notaris, akte perguruan dan AD/ART perguruan, sehingga mereka belum bisa terakomodir.

Nah, karena takut kebudayaan silat tradisional yang ada disetiap perguruan punah akibat belum terakomodir, makanya para sahabat pesilat di Kota Cilegon sepakat untuk membentuk  FP2STI Kota Cilegon.

Itu kami lakukan, untuk tetap menjaga kelestariannya. Sekaligus, membantu IPSI untuk menjaga dan melakukan pembinaan,” papar Wawan kepada BANTEN POS, Sabtu (4/5).

Tapi Wawan menegaskan, orientasinya FP2STI nanti, tidak sama dengan IPSI. Soalnya, mereka tidak mengarah kejenjang prestasi seperti IPSI. Melainkan, terfokus untuk melakukan pelestarian. Itu juga sesuai dengan visi dan misi FP2STI pusat, yang telah berdiri sejak 2006 lalu dan hampir tersebar di seluruh Indonesia.

Jadi, tidak akan timbul perpecahan atau kami ingin berdiri sejajar dengan IPSI. Kami hanya murni terfokus untuk melestarikan budaya saja,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Ketua FP2STI pusat, Taufan Prassetya menyambut baik keinginan para sahabat pesilat Kota Cilegon tersebut. Bahkan, ia memang sangat menanti berdirinya FP2STI Kota Cilegon, sejak lama.

Pasalnya, sejak 2006 lalu, para sahabat pesilat Kota Cilegon, khususnya aliran Bandrong, sudah sering mengikuti kegiatan yang dilakukan FP2STI pusat. Makanya, besar harapannya, di Kota Cilegon segera berdiri.

Tidak hanya itu, lebih jauh ia menyampaikan, ingin FP2STI tingkat Banten, juga segera lahir seiring munculnya FP2STI yang ada diseluruh kabupaten/kota se-Banten nantinya. Makanya, Cilegon diharapkan jadi pelopor berdirinya FP2STI Banten.

Saya ingin, dengan adanya FP2STI di Banten, seluruh aliran silat tradisional bisa dilestarikan seperti didaerah lain. Yakni Jawa Timur, Aceh dan Riau, yang telah lebih dulu memiliki FP2STI,” kata Taufan.

sumber:
Banten Pos

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/feed/ 0
Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012 http://silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/#comments Mon, 29 Oct 2012 14:28:57 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1809 Saksikan Peragaan Silat dari berbagai Perguruan Silat Indonesia di Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012

Hari Minggu 4 November 2012 Jam 08.30 – 12.00 Wib

Lokasi :
Pelataran Zona Madina
Jl. Raya Parung Bogor
Desa Jampang
Kec. Kemang Kab. Bogor

Silakan mengajak sahabat dan saudara serta para pecinta silat lainnya.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/feed/ 0
Training for Trainer : SILAT for WOMAN SELF DEFENSE http://silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/#comments Mon, 15 Oct 2012 01:21:24 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1802 Buat anda yg suka beladiri, mari ikuti :

Training for Trainer
SILAT for WOMAN SELF DEFENSE

cewe-silatmateri mengajarkan silat praktis utk beladiri wanita dengan memanfaatkan kekuatan alami yg dimiliki wanita melalui jurus dan teknik silat yg jitu.

Pelatihan ini dilaksanakan :

Tanggal 20-21 Oktober 2012
Jam 10.00 – 16.00 wib.

 

 
bertempat di Sekretariat FP2STI

Galeri Green Art Space
jl. Abdul Majid 46 A
cipete utara.
Jakarta Selatan.

Pendaftaran dikirim melalui email ke :
training@silatindonesia.com

Biaya Rp 300.000
termasuk makan siang dan sertifikat mengikuti TFT SWSD dari FP2STI.
Gratis untuk anggota FP2STI.

informasi lain bisa melalui telp/sms
Arifin 0818152007
Luri 087876469000

Segera mendaftar, TEMPAT SANGAT TERBATAS
(Mohon sebarkan ke teman yg lain)

Rekening :

BCA KCP Majapahit Semarang
4620.313.586
a.n. Luri Darmawan

Mandiri Pondok Indah
1010006717787
a.n. Luri Darmawan

mohon cantumkan keterangan/informasi jika transfaer.
dan jangan lupa konfirmasi yaaa

sahabat silat

 

20121020-swsd-rev

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/feed/ 0
169 Aliran Silat Sumbar Terancam Punah http://silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/ http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/#comments Wed, 19 Sep 2012 02:50:16 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1788 BANGKINANG – Sebanyak 169 aliran pencak silat di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dikhawatirkan hilang. Karena itu, regenerasi sangat diperlukan sebab aliran silat tersebut selama ini hanya dikuasai para pesilat yang umurnya sudah tua.

Masalah banyaknya aliran silat itu merupakan aset berharga untuk pembinaan pesilat muda. Karena, ada sekitar 169 aliran di daerah ini,” kata Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Sumatera Barat, Fauzi Bahar, Rabu.

Ia mengatakan pesilat tua sebagai pewaris aliran tersebut belum menularkan keahliannya kepada pesilat muda. Sehingga, aset tersebut terancam hilang.

Masalah tersebut dinilai serius dan mengkhawatirkan. Karena jika pesilat tua itu meninggal, maka hilanglah aliran tersebut tanpa ada pewarisnya.

Oleh sebab itu, pihaknya tahun ini akan melakukan festival pencak silat se-Sumatera Barat. Mereka akan mengundang para pesilat tua yang memiliki aliran tersebut.

sumber:
replublika

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/feed/ 0
Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/ http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/#comments Wed, 25 Apr 2012 08:11:49 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1659 Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air

Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah AirLewat penelusuran yang dilakukan Koran Jakarta, akhirnya jawaban atas pertanyaan di atas didapatkan dari sebuah komunitas yang bernama Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Pencak silat pada umumnya hanya menjadi “penghias bibir” bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Hal itu sangat bertolak belakang dengan berkembang pesatnya kebudayaan nasional itu di mancanegara. Warga dunia sudah mulai mempelajari silat bukan hanya jurus dan aplikasinya, namun juga seluruh aspek yang berkaitan dengan silat. Berakar dari hal itu, muncullah sebuah komunitas FP2STI yang berupaya mengangkat kembali budaya bangsa Indonesia tersebut.

Komunitas itu terbentuk dari sekelompok pencinta pencak silat yang sering berkumpul dan berdiskusi dalam laman online Silat Bogor. Seringnya bertukar pikiran pada forum tersebut menyebabkan timbul keinginan mencari tahu pendekar-pendekar silat tradisional yang sebelumnya sangat jarang diketahui keberadaannya.

Sejumlah guru besar dengan murid-muridnya akhirnya memutuskan untuk melakukan pertemuan secara langsung. Seiring dengan semakin seringnya kopi darat pada saat itu, akhirnya didirikanlah FP2STI pada tanggal 6 Juni 2006 di Padepokan Pencak Silat TMII.

Misi dan Visi
Visi yang diemban oleh FP2STI adalah melestarikan silat tradisional sebagai budaya luhur bangsa Indonesia. Adapun misi berjalannya FP-2STI antara lain menjadikan silat tradisional sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan menjadikan Indonesia pusat pengembangan silat tradisional dunia.

Kita ingin menyosialisasikan bahwa pencak silat itu tidaklah seperti pandangan yang ada di benak masyarakat bahwa silat itu kampungan,” ungkap Taufan Prasetya, Ketua FP2STI, ketika ditemui oleh Koran Jakarta.

Dilihat dari strukturnya, FP2STI ini pada dasarnya berada dalam sebuah yayasan bernama Sahabat Silat yang dimotori oleh Alda Amtha. Yayasan itu tentunya memerlukan suatu forum kegiatan. Forum kegiatan itulah yang dinamakan FP2STI. Bentuknya jauh berbeda dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang berupa organisasi nasional yang membawahi kegiatan pencak silat secara resmi.

Menurut Taufan, FP2STI lebih berupa padepokan-padepokan dan berbasis komunitas. Selain itu, di dalam FP2STI, tidak adanya pertandingan kompetisi, berbeda dengan IPSI yang bentuknya lebih berupa kompetisi. Selama perkembangannya, FP2STI tidak lepas mengalami masa pasang-surut.

Dimulai dari hanya 25 orang dan berbentuk tim-tim kecil, mereka mendatangi sejumlah perguruan lainnya untuk kemudian merangkulnya bersama-sama. “Hingga sekarang, sudah ada ratusan guru besar silat yang bergabung dengan ribuan muridnya,” ujar Edwin Hidayat, pendekar Golok Saliwa sekaligus pengurus komunitas itu.

Saat ini, perguruan silat yang di bawah naungan FP2STI telah berjumlah 33 di Jakarta, sekitar 40 di Riau, 77 perguruan di Surabaya, dan masih banyak lagi yang tersebar di wilayah Indonesia lainnya. Komunitas itu pun berhasil menjangkau sejumlah negara lain. Beberapa aktivis FP2STI juga berada di Amerika, Singapura, Belanda, Jerman, dan beberapa lainnya. Orang Prancis, Italia, dan Inggris pun sering mendatangi salah satu guru besar FP2STI sekadar untuk berlatih silat. edh/R-3

Ragam dan Tantangan Seni Pencak

Terdapat lebih-kurang 800 aliran silat di Indonesia. Di Sumatra Barat, terdapat sekitar 200 aliran asli. Masing-masing aliran berbeda dan memiliki ciri khas. Bukan hanya aliran Jawa Barat dengan Sumatra Barat yang berbeda, namun juga antara aliran silat di Sumatra Barat yang tinggal di pegunungan dan di pantai.

Bahkan antara gunung yang satu dan yang lainnya berbeda. Menurut Taufan, silat secara umum pada zaman Orde Baru perkembangannya sangat pesat, terutama sebagai aspek olah raga. Saat itu, perhatian pemerintah memang besar dan sangat mendukung perkembangan pencak silat.

Namun, semenjak era reformasi hingga sekarang, perkembangan silat kembali menurun. Sosialisasi yang diadakan oleh FP2STI beberapa tahun belakangan ternyata berbuah hasil yang bagus dalam meningkatkan minat masyarakat untuk kembali ke silat. Diadakannya beberapa kegiatan yang walaupun hanya bermodalkan dana swadaya anggotanya serta ekspos media yang semakin tinggi membuat perkembangan silat saat ini dirasa kembali meningkat.

Salah satu bentuk ekspos media ini adalah dibuatnya film Merantau dan The Raid. Penggunaan teknik-teknik silat yang kental pada kedua film tersebut sedikit membuka mata masyarakat bawha ternyata pencak silat tidak kampungan dan tidak seperti yang selama ini mereka ketahui. “Film itu sangat besar pengaruhnya terhadap minat silat, dan dilihat dari trennya terhadap silat, memang semakin ke sini semakin meningkat,” aku Taufan.

Masih kurang diminatinya pencak silat oleh kaum urban adalah kurang tersedianya fasilitas berlatih di daerah perkotaan dibanding dengan olah raga bela diri lainnya seperti boxing atau capoiera yang dapat ditemui di gym atau tempat-tempat strategis perkotaan lainnya yang mudah dicapai.

Perkembangan pencak silat di negara lain, misalnya Malaysia, dikatakan Taufan, malah jauh lebih baik dibanding Indonesia. Hal itu dikarenakan lemahnya Indonesia dalam budaya tulis dan hanya mengutamakan budaya tutur. Di Malaysia, dalam hal pendokumentasian lebih jelas.

Padahal jika ditelusuri lebih lanjut, 90 persen silat di Malaysia datang dari Sumatra Barat. Singapura bahkan lebih hebat. Negara tersebut dikabarkan memiliki visi menjadi negara pusat silat. Mereka akan membangun sebuah institusi khusus pencak silat. Menyadari tidak adanya sumber daya, Singapura akan memanggil guru besar-guru besar dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk mengajar di sana. edh/R-3

Mempelajari Nilai-nilai Kehidupan yang Luhur

Melalui forum itu, FP2STI ingin menggali aspekaspek luhur kehidupan yang terkandung dalam silat. Oleh karena itu, bentuk kegiatankegiatan yang diadakan memang sedikit berbeda. Beragam kegiatan dirancang oleh FP2STI untuk menarik minat masyarakat, terutama kaum muda, untuk melestarikan silat tradisional Indonesia.

Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah workshop atau semacam diskusi bulanan. Komunitas itu mengundang perguruan-perguruan anggota FP2STI untuk mempresentasikan apa yang perguruan tersebut persembahkan atau ajarkan kepada muridnya. “Jadi, lebih ke berbagi pengetahuan sesama perguruan,” kata Taufan.

Workshop ini diadakan selain bermaksud untuk belajar, menjadi media silaturahim sehingga masalah egosentris yang semisal memang ada akan kita minimalisasi,” tambah dia. Salah satu workshop yang pernah dibuat oleh FP2STI bermateri tentang silat dari perspektif budaya.

Sejumlah perguruan silat melakukan demonstrasi pada kegiatan tersebut. Perguruan Iko Uwais saat itu juga diundang. Ia juga sempat hadir dalam workshop itu dan ikut berbagi sedikit pengalamannya dalam bersilat. Bentuk workshop silat yang pernah diadakan antara lain silat Bandrong, silat Harimau, silat Kumango, silat Seliwa, dan silat Champ.

Pengabdian FP2STI
Selain mengadakan workshop, forum itu pernah mengadakan kegiatan seminar “Silat for Life”. FP2STI, dalam kegiatan ini, mendatangkan beberapa CEO perusahaan sebagai tamu narasumber. Melalui kegiatan itu, konsep silat dijabarkan dapat juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari, bahkan dapat diterapkan dalam sebuah manajemen.

FP2STI juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah aksi sosial saat terjadi gempa di Sumatera Barat, dan memberikan pelatihan pencak silat untuk tenaga kerja wanita di Hong Kong. Baru-baru ini, FP2STI pun mengadakan sebuah lomba penulisan artikel yang bertema silat.

Rupanya tanggapannya cukup baik oleh para penggemar silat, dan kita sempat kaget juga mengetahui responsnya yang luar biasa,” ungkap Edwin. Program lainnya yang diadakan oleh FP2STI adalah kolaborasi dengan IPSI dalam pertunjukan pencak silat indah di berbagai perlombaan, wisata menuju daerah-daerah pusat berkembangnya pencak silat, gerakan peduli silat, silat goes to campus, Indonesian community exhibition, dan pameran budaya Indonesia.

Ada juga kampung silat Jampang sebagai bentuk dari kerja sama dengan sebuah yayasan sosial, yakni pembangunan pusat pelatihan silat dan menghidupkan kembali roh silat kampung Jampang. Ke depan, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh FP- 2STI melibatkan anak-anak sekolah.

Rencana jangka panjangnya, aku Edwin, FP-2STI harus memiliki sebuah kantor pusat serta fasilitasfasilitas lainnya yang turut mendukung komunitas itu. “Semua ini harus dilakukan secara bergulir dan tidak mudah. Soalnya, aktivis kita sendiri di antaranya juga merupakan orang-orang sibuk semua,” jelas Edwin.

Melalui forum tersebut, diharapkan akan timbul sebuah kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya silat tradisional di Indonesia. FP2STI memiliki tujuan mencuri perhatian orangorang pintar, tokoh-tokoh masyarakat, kaum muda, dan pemerintah untuk bergabung dengan forum tersebut.

Kita perlu sponsor dalam mengembangkan silat ini karena pendanaan yang masih dilakukan secara swadaya hingga saat ini memang menjadikan salah satu kendala FP2STI dalam mengembangkan silat tradisional lebih besar lagi,” pungkas Edwin.

 

sumber: koran jakarta

 

( red: dicopy sesuai artikel aslinya, walau ada beberapa distorsi informasi )

 

.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/feed/ 0
Film tentang silat raih penghargaan JAFF 2011 http://silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/ http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/#comments Mon, 19 Dec 2011 02:34:58 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1520 Film The Raid karya Gareth Huw Evans meraih penghargaan spesial dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema.

Presiden Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2011 Garin Nugoro pada acara penutupan JAFF di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan film yang masuk dalam festival film internasional Toronto mampu menampilkan karakter cerita yang kuat.

Film itu menarik karena berkisah tentang silat sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. Gareth berhasil menyampaikan pesan tentang silat sebagai pertunjukan budaya,” katanya.

Ia mengatakan film tersebut memiliki karakter personalitas yang kuat dalam setiap adegan.

Menurutnya, film pembuka karya Gareth pada JAFF 2009 juga memenangkan audience choice award di Fantastic Fest Austin, Texas dan mendapatkan anugerah film terbaik pada 2010 dalam action fest di North Carolina, Amerika.

Ia mengatakan Gareth mulai membuat film Footstep pada 2006, yang dirilis di Amerika.

Menurutnya, Gareth terus aktif menulis dan menjadi sutradara film, salah satunya adalah Film Merantau.

Sementara itu, Sutradara Film The Raid Gareth Huw Evans mengatakan silat di Indonesia menampilkan gerakan yang indah sehingga ia memutuskan untuk menulisnya.

“Saya menangkap peluang yang ada dengan melihat keunikan dan keindahan gerakan silat di Indonesia,” katanya.

Aktor Film The Raid Iko Uwais mengatakan film tersebut benar-benar menampilkan atlet silat yang menyuguhkan tontonan yang menarik.

Sementara itu, dalam acara penutupan JAFF 2011 tim juri juga memberikan enam penghargaan film yang lain.

Direktur JAFF Budi Irawanto mengatakan terdapat tiga kategori juri dalam JAFF setiap tahunnya, yakni festival juri netpac, festival juri JAFF, dan festival juri community.

Menurut dia, film panjang yang masuk kompetisi memiliki pendekatan beragam dari sisi bertutur, isu, dan pendekatan teknis.

Ia mengatakan tim juri telah menetapkan tujuh film peraih penghargaan.

Menurutnya, Film Oxygen karya Janchivdorj Sangedorj dari Mongolia menerima penghargaan netpac award karena memadukan seni dan etnografi kehidupan kota yang keras dan Gurun Gobi.

Ia mengatakan Film Winter Vacation dari China karya Li Hongqi meraih silver hanoman award karena sutradara mampu meramu kehidupan sehari-hari dalam perspektif yang menarik.

Dia mengatakan tim juri film pendek Asia memberikan penghargaan film pendek terbaik atau blencong award pada Film Open The Door karya Ashish Pandey dari India karena film mampu menampilkan kualitas film yang baik dengan durasi singkat.

Sedangkan, penghargaan juri special mention diberikan pada Film Bermula dari A karya BW Purba Negara.

Film tentang perdagangan perempuan karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola meraih dua dari tujuh penghargaan.

Juri Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Gregorius Djaduk Ferianto mengatakan film karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola berjudul Ang Damgo Ni Eleuteria menggunakan pendekatan baru dan inspiratif sehingga layak mendapatkan dua penghargaan.

Menurutnya, film tersebut meraih penghargaan golden hanoman award dan Geber award.

Dia mengatakan golden hanoman award merupakan penghargaan yang diberikan kepada film Asia terbaik pertama melalui penjurian dalam program Asian Feature.

Sementara itu, geber award merupakan penghargaan kepada film Asia yang dipilih oleh komunitas film dari berbagai kota di Indonesia.

Dia mengatakan film berdurasi 90 menit itu mampu mengangkat dengan baik isu aktual yang dialami negara berkembang.

Menurutnya, film tersebut memanfaatkan ruang kreativitas dengan memaksimalkan teknologi digital melalui pengambilan gambar yang tidak terputus dari awal sampai akhir.

Film tersebut memiliki ide yang bagus dan berani mengambil risiko dengan jalan mengambil gambar secara tidak terputus,” katanya.

sumber: antaranews

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/feed/ 0
Tanpa Sponsor Rokok, RI Mampu Gelar Sea Games XXVI http://silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/#comments Fri, 25 Nov 2011 03:09:43 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1482 Meski tim sepakbolanya kalah, Indonesia masih punya banyak prestasi lain di Sea Games XXVI yang baru saja usai. Bukan hanya keluar sebagai juara umum, Indonesia untuk pertama kalinya juga berhasil menggelar Sea Games tanpa menggunakan sponsor rokok.

Adanya sponsor rokok dinilai bertentangan dengan semangat sportivitas dalam olahraga. Di satu sisi olahraga bertujuan agar orang menjadi lebih sehat, sementara rokok di sisi lainjustru merusak kesehatan dengan ratusan racun yang terkandung di dalam asapnya.

Rokok juga merupakan pintu gerbang kemaksiatan, seperti narkoba, HIV/AIDS dan lain-lain,” kata Prof Dr dr Afansa Moeloek, SpOG, ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dalam konferensi pers di kantor Yayasan Jantung Indonesia, Kamis (24/11/2011).

Sea Games XXVI 2011 ini merupakan gelaran pesta olahraga multicabang yang pelaksanaannya harus bebas asap, iklan, promosi dan sponsor rokok. Smoke Free Sea Games atau Sea Games bebas asap rokok pertama kali digelar di Vietnam tahun 2003, lalu di Filipina tahun 2005 dan Laos tahun 2009.

Dengan sukses ini, diharapkan event-event olahraga lain yang digelar di Indonesia juga akan bebas rokok. Bahkan Sekretaris Komite Eksekutif Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Sarluhut Napitupulu menjamin liga sepakbola Indonesia musim ini juga akan bebas sponsor rokok.

Ini juga akan menjadi kompetisi pertama kita yang bebas sponsor rokok,” kata Sarluhut yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut.

Dukungan terhadap kampanye antirokok juga datang dari kalangan atlet, khususnya pemain sepakbola yang dalam Sea Games XXVI baru saja dikalahkan Malaysia. Titus Bonai alias Tibo, bintang muda asal Papua yang memperkuat tim nasional sepakbola Indonesia berpesan agar generasi muda menjauhi rokok.

Janganlah merokok, karena kami para atlet sangat terganggu. Atlet butuh fisik dan pernapasan yang bagus. Tapi rokok bisa mengganggu pernapasan kami,” kata Tibo yang memang besar di keluarga yang bebas rokok.

sumber: detik

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/feed/ 0
Sea Games, Indonesia Raih Juara Umum cabang Pencak Silat http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/#comments Fri, 18 Nov 2011 08:37:14 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1477 maskot-silatKontingen silat Indonesia akhirnya mewujudkan target untuk tampil sebagai juara umum SEA Games 2011 setelah menambah tiga emas pada pertandingan hari terakhir di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Kamis.

Dengan tambahan tiga medali emas tersebut, pencak silat yang sempat terpuruk di SEA Games 2009 Laos itu, secara keseluruhan mengumpulkan sembilan emas dari total 18 nomor yang dipertandingkan.

Meski gagal mencapai target sepuluh medali emas, Indonesia setidaknya berhasil mengembalikan dominasi yang sejak 1997 sempat diambil alih Vietnam.

Tiga emas terakhir tersebut dipersembahkan oleh Amelia Roring di kelas E putri, Rosmayani (kelas C putri) dan Dian Kristianto (kelas A putra).

Amelia meraih emas setelah pada pertandingan final mengalahkan Siti Rahmah Mohamed Nazir asal Malaysia dengan skor 5-0, sementara Rosmayani juga menang 5-0 atas Jutarat Noytapa (Thailand).

Sebelumnya Dian Kristianto juga menang telak 5-0 atas Anothai Choopeng dari Thailand.

Sementara itu, atlet Sofani Rahmawati yang turun di kelas F putri harus puas mendapat medali perak, setelah dikalahkan pesilat Vietnam Tran Thi Luyen.

Begitu juga atlet Indonesia Pranoto di kelas I hanya mampu menyabet medali perak setelah gagal mengalahkan lawannya Dang Minh Le (Vietnam).

Pencak silat Indonesia sempat mengalami hasil berburuk dalam sejarah SEA Games di Laos pada 2009 karena ketika itu hanya mampu meraih dua medali emas, tiga perak dan tiga perunggu.

Sementara itu, atlet Rosmayani mengaku puas menyabet medali emas ini, sebagai wujud bakti kepada bangsa dan negara.

“Syukur saya bisa menang dan medali ini saya serahkan kepada bangsa dan negara. Tanding kali ini adalah tanding saya untuk berlaga di kegiatan internasional,” ucapnya.

Berikut klasemen cabang pencak silat:
Indonesia   9  5  2 16
Vietnam     6  7  5 18
Malaysia    3  1  7 11
Thailand    0  4  3 7
Philippines 0  1  3 4
Singapore  0  0  3 3
Brunei         0  0  3 3
Myanmar    0  0  3 3
Laos           0   0  1 1
Total          18 18 30 66

 

sumber: bola.net

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/feed/ 0
sea games, Tim pencak silat putra dan putri Indonesia sabet emas http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/#comments Thu, 17 Nov 2011 01:28:54 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1471 Pesilat tim Indonesia masing-masing kategori putra dan putri berhasil menyabet medali emas pada SEA Games XXVI, Selasa malam.

Dengan demikian, keenam emas yang diperebutkan Selasa (15/11) semua disapu bersih Timnas Indonesia pada final pencak silat kategori seni bela diri.

Untuk juara I tim “Merah Putih” yang sukses mendulang medali emas adalah Zakki Imadudin, Exa Purbianto dan Abdul Muqit Iryat dengan nilai 461, catatan waktu 03.00 menit,

Juara II medali perak diraih tim Vietnam yakni Nyuyen Thanh Tung, Nguyen Tien Tai dan Nguyen Huu Tuan skor 540 dengan waktu 03.00 menit.

Sedangkan juara III perunggu diraih tim Brunei Darussalam yaitu AWG Abdul Malik Bin Haji Ladi, Jufri Bin Haji Junaidi dan Abdul Rahman Bin Haji Asli dengan nilai 451, waktu 03.01 menit.

Sementara untuk tim putri juara I diraih Indonesia yaitu Kikih Dyah Ayuwati, Djuariah dan Yuli Adriani, skor 459, catatan waktu 03.00 menit. Sementara juara II tim Vietnam Thi Thuy Nguyen, Pham Thi Ha dan Thi Quyen Ngo serta juara III perunggu disabet tim Brunei Darussalam diperkuat oleh atlet Noerleyermah Bte Haji Raya, Noerleyharyanti Bte Haji Raya dan Nurul Aimi Amalina Bte Zainidi dengan skor 449, catatan waktu 03.00 menit.

Dalam kategori seni pencak silat tersebut memperebutkan sebanyak enam medali emas.

Pada kategori seni tersebut untuk perorangan putra adalah pesilat dari negara Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar dan Indonesia.

Sedangkan untuk putri perorangan yang lolos final adalah Myanmar, Indonesia, Singapura, Malaysia dan Viatnam.

Untuk tim putra masuk final adalah Indonesia, Singapura, Vietnam dan Malaysia. Sedangkan tim putri adalah Indonesia, Singapura, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Untuk kategori tim putra, negara yang lolos final adalah Brunei Darussalam. (*)

 

sumber: antaranews

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/feed/ 0
Silat Indonesia » Featured Articles http://content.silatindonesia.com Pusat Informasi Pencak Silat Indonesia Mon, 23 Dec 2013 23:02:50 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.8.1 Minangkabau Silat Camp Summer 2013 http://silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/ http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/#comments Mon, 10 Jun 2013 02:45:06 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1912 Minangkabau Silat Camp Summer 2013
Galanggang Aluang Bunian

Datang dan Saksikan
Festival Silek Minangkabau dan Jambore Silek Internasional
tangal 20-29 Agustus 2013
di Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Minangkabau Silat Camp Summer 2013,
akan menampilkan seni silek Tradisi Minangkabau, diantaranya:
Silek Tuo, Silek Kurambik, Silek Kilangan Endek, Silek Langkah Ampek, Silek Pangian, Silek Gaib.

Galanggang Aluang Bunian adalah festival silek tradisi Minangkabau se Sumatera Barat, Ajang Silaturahmi tuo silek dan anak-anak sasian Minangkabau

Info selengkapnya hubungi:
Edwardo Guci
http://www.facebook.com/edwardo.guci

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/feed/ 0
Lestarikan Silat Tradisional, Cilegon Bentuk FP2STI http://silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/ http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/#comments Mon, 06 May 2013 10:32:29 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1868 Kurang terakomodirnya perguruan pencak silat yang ada di Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Cilegon, membuat para sahabat pesilat di Kota Baja mulai mencari solusi altenatif. Rencananya, mereka akan membentuk Forum pecinta dan Pelestari Silat Tradisonal Indonesia (FP2STI), dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan salah satu sahabat pesilat Kota Cilegon, Wawan Mulyana. Kata dia, hingga saat ini, banyak perguruan pencak silat yang belum tercantum di IPSI Kota Cilegon. Hal itu disebabkan, perguruan belum memiliki persyaratan yang ditetapkan IPSI, seperti adanya akte notaris, akte perguruan dan AD/ART perguruan, sehingga mereka belum bisa terakomodir.

Nah, karena takut kebudayaan silat tradisional yang ada disetiap perguruan punah akibat belum terakomodir, makanya para sahabat pesilat di Kota Cilegon sepakat untuk membentuk  FP2STI Kota Cilegon.

Itu kami lakukan, untuk tetap menjaga kelestariannya. Sekaligus, membantu IPSI untuk menjaga dan melakukan pembinaan,” papar Wawan kepada BANTEN POS, Sabtu (4/5).

Tapi Wawan menegaskan, orientasinya FP2STI nanti, tidak sama dengan IPSI. Soalnya, mereka tidak mengarah kejenjang prestasi seperti IPSI. Melainkan, terfokus untuk melakukan pelestarian. Itu juga sesuai dengan visi dan misi FP2STI pusat, yang telah berdiri sejak 2006 lalu dan hampir tersebar di seluruh Indonesia.

Jadi, tidak akan timbul perpecahan atau kami ingin berdiri sejajar dengan IPSI. Kami hanya murni terfokus untuk melestarikan budaya saja,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Ketua FP2STI pusat, Taufan Prassetya menyambut baik keinginan para sahabat pesilat Kota Cilegon tersebut. Bahkan, ia memang sangat menanti berdirinya FP2STI Kota Cilegon, sejak lama.

Pasalnya, sejak 2006 lalu, para sahabat pesilat Kota Cilegon, khususnya aliran Bandrong, sudah sering mengikuti kegiatan yang dilakukan FP2STI pusat. Makanya, besar harapannya, di Kota Cilegon segera berdiri.

Tidak hanya itu, lebih jauh ia menyampaikan, ingin FP2STI tingkat Banten, juga segera lahir seiring munculnya FP2STI yang ada diseluruh kabupaten/kota se-Banten nantinya. Makanya, Cilegon diharapkan jadi pelopor berdirinya FP2STI Banten.

Saya ingin, dengan adanya FP2STI di Banten, seluruh aliran silat tradisional bisa dilestarikan seperti didaerah lain. Yakni Jawa Timur, Aceh dan Riau, yang telah lebih dulu memiliki FP2STI,” kata Taufan.

sumber:
Banten Pos

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/feed/ 0
Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012 http://silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/#comments Mon, 29 Oct 2012 14:28:57 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1809 Saksikan Peragaan Silat dari berbagai Perguruan Silat Indonesia di Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012

Hari Minggu 4 November 2012 Jam 08.30 – 12.00 Wib

Lokasi :
Pelataran Zona Madina
Jl. Raya Parung Bogor
Desa Jampang
Kec. Kemang Kab. Bogor

Silakan mengajak sahabat dan saudara serta para pecinta silat lainnya.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/feed/ 0
Training for Trainer : SILAT for WOMAN SELF DEFENSE http://silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/#comments Mon, 15 Oct 2012 01:21:24 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1802 Buat anda yg suka beladiri, mari ikuti :

Training for Trainer
SILAT for WOMAN SELF DEFENSE

cewe-silatmateri mengajarkan silat praktis utk beladiri wanita dengan memanfaatkan kekuatan alami yg dimiliki wanita melalui jurus dan teknik silat yg jitu.

Pelatihan ini dilaksanakan :

Tanggal 20-21 Oktober 2012
Jam 10.00 – 16.00 wib.

 

 
bertempat di Sekretariat FP2STI

Galeri Green Art Space
jl. Abdul Majid 46 A
cipete utara.
Jakarta Selatan.

Pendaftaran dikirim melalui email ke :
training@silatindonesia.com

Biaya Rp 300.000
termasuk makan siang dan sertifikat mengikuti TFT SWSD dari FP2STI.
Gratis untuk anggota FP2STI.

informasi lain bisa melalui telp/sms
Arifin 0818152007
Luri 087876469000

Segera mendaftar, TEMPAT SANGAT TERBATAS
(Mohon sebarkan ke teman yg lain)

Rekening :

BCA KCP Majapahit Semarang
4620.313.586
a.n. Luri Darmawan

Mandiri Pondok Indah
1010006717787
a.n. Luri Darmawan

mohon cantumkan keterangan/informasi jika transfaer.
dan jangan lupa konfirmasi yaaa

sahabat silat

 

20121020-swsd-rev

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/feed/ 0
169 Aliran Silat Sumbar Terancam Punah http://silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/ http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/#comments Wed, 19 Sep 2012 02:50:16 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1788 BANGKINANG – Sebanyak 169 aliran pencak silat di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dikhawatirkan hilang. Karena itu, regenerasi sangat diperlukan sebab aliran silat tersebut selama ini hanya dikuasai para pesilat yang umurnya sudah tua.

Masalah banyaknya aliran silat itu merupakan aset berharga untuk pembinaan pesilat muda. Karena, ada sekitar 169 aliran di daerah ini,” kata Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Sumatera Barat, Fauzi Bahar, Rabu.

Ia mengatakan pesilat tua sebagai pewaris aliran tersebut belum menularkan keahliannya kepada pesilat muda. Sehingga, aset tersebut terancam hilang.

Masalah tersebut dinilai serius dan mengkhawatirkan. Karena jika pesilat tua itu meninggal, maka hilanglah aliran tersebut tanpa ada pewarisnya.

Oleh sebab itu, pihaknya tahun ini akan melakukan festival pencak silat se-Sumatera Barat. Mereka akan mengundang para pesilat tua yang memiliki aliran tersebut.

sumber:
replublika

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/feed/ 0
Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/ http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/#comments Wed, 25 Apr 2012 08:11:49 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1659 Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air

Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah AirLewat penelusuran yang dilakukan Koran Jakarta, akhirnya jawaban atas pertanyaan di atas didapatkan dari sebuah komunitas yang bernama Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Pencak silat pada umumnya hanya menjadi “penghias bibir” bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Hal itu sangat bertolak belakang dengan berkembang pesatnya kebudayaan nasional itu di mancanegara. Warga dunia sudah mulai mempelajari silat bukan hanya jurus dan aplikasinya, namun juga seluruh aspek yang berkaitan dengan silat. Berakar dari hal itu, muncullah sebuah komunitas FP2STI yang berupaya mengangkat kembali budaya bangsa Indonesia tersebut.

Komunitas itu terbentuk dari sekelompok pencinta pencak silat yang sering berkumpul dan berdiskusi dalam laman online Silat Bogor. Seringnya bertukar pikiran pada forum tersebut menyebabkan timbul keinginan mencari tahu pendekar-pendekar silat tradisional yang sebelumnya sangat jarang diketahui keberadaannya.

Sejumlah guru besar dengan murid-muridnya akhirnya memutuskan untuk melakukan pertemuan secara langsung. Seiring dengan semakin seringnya kopi darat pada saat itu, akhirnya didirikanlah FP2STI pada tanggal 6 Juni 2006 di Padepokan Pencak Silat TMII.

Misi dan Visi
Visi yang diemban oleh FP2STI adalah melestarikan silat tradisional sebagai budaya luhur bangsa Indonesia. Adapun misi berjalannya FP-2STI antara lain menjadikan silat tradisional sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan menjadikan Indonesia pusat pengembangan silat tradisional dunia.

Kita ingin menyosialisasikan bahwa pencak silat itu tidaklah seperti pandangan yang ada di benak masyarakat bahwa silat itu kampungan,” ungkap Taufan Prasetya, Ketua FP2STI, ketika ditemui oleh Koran Jakarta.

Dilihat dari strukturnya, FP2STI ini pada dasarnya berada dalam sebuah yayasan bernama Sahabat Silat yang dimotori oleh Alda Amtha. Yayasan itu tentunya memerlukan suatu forum kegiatan. Forum kegiatan itulah yang dinamakan FP2STI. Bentuknya jauh berbeda dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang berupa organisasi nasional yang membawahi kegiatan pencak silat secara resmi.

Menurut Taufan, FP2STI lebih berupa padepokan-padepokan dan berbasis komunitas. Selain itu, di dalam FP2STI, tidak adanya pertandingan kompetisi, berbeda dengan IPSI yang bentuknya lebih berupa kompetisi. Selama perkembangannya, FP2STI tidak lepas mengalami masa pasang-surut.

Dimulai dari hanya 25 orang dan berbentuk tim-tim kecil, mereka mendatangi sejumlah perguruan lainnya untuk kemudian merangkulnya bersama-sama. “Hingga sekarang, sudah ada ratusan guru besar silat yang bergabung dengan ribuan muridnya,” ujar Edwin Hidayat, pendekar Golok Saliwa sekaligus pengurus komunitas itu.

Saat ini, perguruan silat yang di bawah naungan FP2STI telah berjumlah 33 di Jakarta, sekitar 40 di Riau, 77 perguruan di Surabaya, dan masih banyak lagi yang tersebar di wilayah Indonesia lainnya. Komunitas itu pun berhasil menjangkau sejumlah negara lain. Beberapa aktivis FP2STI juga berada di Amerika, Singapura, Belanda, Jerman, dan beberapa lainnya. Orang Prancis, Italia, dan Inggris pun sering mendatangi salah satu guru besar FP2STI sekadar untuk berlatih silat. edh/R-3

Ragam dan Tantangan Seni Pencak

Terdapat lebih-kurang 800 aliran silat di Indonesia. Di Sumatra Barat, terdapat sekitar 200 aliran asli. Masing-masing aliran berbeda dan memiliki ciri khas. Bukan hanya aliran Jawa Barat dengan Sumatra Barat yang berbeda, namun juga antara aliran silat di Sumatra Barat yang tinggal di pegunungan dan di pantai.

Bahkan antara gunung yang satu dan yang lainnya berbeda. Menurut Taufan, silat secara umum pada zaman Orde Baru perkembangannya sangat pesat, terutama sebagai aspek olah raga. Saat itu, perhatian pemerintah memang besar dan sangat mendukung perkembangan pencak silat.

Namun, semenjak era reformasi hingga sekarang, perkembangan silat kembali menurun. Sosialisasi yang diadakan oleh FP2STI beberapa tahun belakangan ternyata berbuah hasil yang bagus dalam meningkatkan minat masyarakat untuk kembali ke silat. Diadakannya beberapa kegiatan yang walaupun hanya bermodalkan dana swadaya anggotanya serta ekspos media yang semakin tinggi membuat perkembangan silat saat ini dirasa kembali meningkat.

Salah satu bentuk ekspos media ini adalah dibuatnya film Merantau dan The Raid. Penggunaan teknik-teknik silat yang kental pada kedua film tersebut sedikit membuka mata masyarakat bawha ternyata pencak silat tidak kampungan dan tidak seperti yang selama ini mereka ketahui. “Film itu sangat besar pengaruhnya terhadap minat silat, dan dilihat dari trennya terhadap silat, memang semakin ke sini semakin meningkat,” aku Taufan.

Masih kurang diminatinya pencak silat oleh kaum urban adalah kurang tersedianya fasilitas berlatih di daerah perkotaan dibanding dengan olah raga bela diri lainnya seperti boxing atau capoiera yang dapat ditemui di gym atau tempat-tempat strategis perkotaan lainnya yang mudah dicapai.

Perkembangan pencak silat di negara lain, misalnya Malaysia, dikatakan Taufan, malah jauh lebih baik dibanding Indonesia. Hal itu dikarenakan lemahnya Indonesia dalam budaya tulis dan hanya mengutamakan budaya tutur. Di Malaysia, dalam hal pendokumentasian lebih jelas.

Padahal jika ditelusuri lebih lanjut, 90 persen silat di Malaysia datang dari Sumatra Barat. Singapura bahkan lebih hebat. Negara tersebut dikabarkan memiliki visi menjadi negara pusat silat. Mereka akan membangun sebuah institusi khusus pencak silat. Menyadari tidak adanya sumber daya, Singapura akan memanggil guru besar-guru besar dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk mengajar di sana. edh/R-3

Mempelajari Nilai-nilai Kehidupan yang Luhur

Melalui forum itu, FP2STI ingin menggali aspekaspek luhur kehidupan yang terkandung dalam silat. Oleh karena itu, bentuk kegiatankegiatan yang diadakan memang sedikit berbeda. Beragam kegiatan dirancang oleh FP2STI untuk menarik minat masyarakat, terutama kaum muda, untuk melestarikan silat tradisional Indonesia.

Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah workshop atau semacam diskusi bulanan. Komunitas itu mengundang perguruan-perguruan anggota FP2STI untuk mempresentasikan apa yang perguruan tersebut persembahkan atau ajarkan kepada muridnya. “Jadi, lebih ke berbagi pengetahuan sesama perguruan,” kata Taufan.

Workshop ini diadakan selain bermaksud untuk belajar, menjadi media silaturahim sehingga masalah egosentris yang semisal memang ada akan kita minimalisasi,” tambah dia. Salah satu workshop yang pernah dibuat oleh FP2STI bermateri tentang silat dari perspektif budaya.

Sejumlah perguruan silat melakukan demonstrasi pada kegiatan tersebut. Perguruan Iko Uwais saat itu juga diundang. Ia juga sempat hadir dalam workshop itu dan ikut berbagi sedikit pengalamannya dalam bersilat. Bentuk workshop silat yang pernah diadakan antara lain silat Bandrong, silat Harimau, silat Kumango, silat Seliwa, dan silat Champ.

Pengabdian FP2STI
Selain mengadakan workshop, forum itu pernah mengadakan kegiatan seminar “Silat for Life”. FP2STI, dalam kegiatan ini, mendatangkan beberapa CEO perusahaan sebagai tamu narasumber. Melalui kegiatan itu, konsep silat dijabarkan dapat juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari, bahkan dapat diterapkan dalam sebuah manajemen.

FP2STI juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah aksi sosial saat terjadi gempa di Sumatera Barat, dan memberikan pelatihan pencak silat untuk tenaga kerja wanita di Hong Kong. Baru-baru ini, FP2STI pun mengadakan sebuah lomba penulisan artikel yang bertema silat.

Rupanya tanggapannya cukup baik oleh para penggemar silat, dan kita sempat kaget juga mengetahui responsnya yang luar biasa,” ungkap Edwin. Program lainnya yang diadakan oleh FP2STI adalah kolaborasi dengan IPSI dalam pertunjukan pencak silat indah di berbagai perlombaan, wisata menuju daerah-daerah pusat berkembangnya pencak silat, gerakan peduli silat, silat goes to campus, Indonesian community exhibition, dan pameran budaya Indonesia.

Ada juga kampung silat Jampang sebagai bentuk dari kerja sama dengan sebuah yayasan sosial, yakni pembangunan pusat pelatihan silat dan menghidupkan kembali roh silat kampung Jampang. Ke depan, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh FP- 2STI melibatkan anak-anak sekolah.

Rencana jangka panjangnya, aku Edwin, FP-2STI harus memiliki sebuah kantor pusat serta fasilitasfasilitas lainnya yang turut mendukung komunitas itu. “Semua ini harus dilakukan secara bergulir dan tidak mudah. Soalnya, aktivis kita sendiri di antaranya juga merupakan orang-orang sibuk semua,” jelas Edwin.

Melalui forum tersebut, diharapkan akan timbul sebuah kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya silat tradisional di Indonesia. FP2STI memiliki tujuan mencuri perhatian orangorang pintar, tokoh-tokoh masyarakat, kaum muda, dan pemerintah untuk bergabung dengan forum tersebut.

Kita perlu sponsor dalam mengembangkan silat ini karena pendanaan yang masih dilakukan secara swadaya hingga saat ini memang menjadikan salah satu kendala FP2STI dalam mengembangkan silat tradisional lebih besar lagi,” pungkas Edwin.

 

sumber: koran jakarta

 

( red: dicopy sesuai artikel aslinya, walau ada beberapa distorsi informasi )

 

.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/feed/ 0
Film tentang silat raih penghargaan JAFF 2011 http://silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/ http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/#comments Mon, 19 Dec 2011 02:34:58 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1520 Film The Raid karya Gareth Huw Evans meraih penghargaan spesial dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema.

Presiden Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2011 Garin Nugoro pada acara penutupan JAFF di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan film yang masuk dalam festival film internasional Toronto mampu menampilkan karakter cerita yang kuat.

Film itu menarik karena berkisah tentang silat sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. Gareth berhasil menyampaikan pesan tentang silat sebagai pertunjukan budaya,” katanya.

Ia mengatakan film tersebut memiliki karakter personalitas yang kuat dalam setiap adegan.

Menurutnya, film pembuka karya Gareth pada JAFF 2009 juga memenangkan audience choice award di Fantastic Fest Austin, Texas dan mendapatkan anugerah film terbaik pada 2010 dalam action fest di North Carolina, Amerika.

Ia mengatakan Gareth mulai membuat film Footstep pada 2006, yang dirilis di Amerika.

Menurutnya, Gareth terus aktif menulis dan menjadi sutradara film, salah satunya adalah Film Merantau.

Sementara itu, Sutradara Film The Raid Gareth Huw Evans mengatakan silat di Indonesia menampilkan gerakan yang indah sehingga ia memutuskan untuk menulisnya.

“Saya menangkap peluang yang ada dengan melihat keunikan dan keindahan gerakan silat di Indonesia,” katanya.

Aktor Film The Raid Iko Uwais mengatakan film tersebut benar-benar menampilkan atlet silat yang menyuguhkan tontonan yang menarik.

Sementara itu, dalam acara penutupan JAFF 2011 tim juri juga memberikan enam penghargaan film yang lain.

Direktur JAFF Budi Irawanto mengatakan terdapat tiga kategori juri dalam JAFF setiap tahunnya, yakni festival juri netpac, festival juri JAFF, dan festival juri community.

Menurut dia, film panjang yang masuk kompetisi memiliki pendekatan beragam dari sisi bertutur, isu, dan pendekatan teknis.

Ia mengatakan tim juri telah menetapkan tujuh film peraih penghargaan.

Menurutnya, Film Oxygen karya Janchivdorj Sangedorj dari Mongolia menerima penghargaan netpac award karena memadukan seni dan etnografi kehidupan kota yang keras dan Gurun Gobi.

Ia mengatakan Film Winter Vacation dari China karya Li Hongqi meraih silver hanoman award karena sutradara mampu meramu kehidupan sehari-hari dalam perspektif yang menarik.

Dia mengatakan tim juri film pendek Asia memberikan penghargaan film pendek terbaik atau blencong award pada Film Open The Door karya Ashish Pandey dari India karena film mampu menampilkan kualitas film yang baik dengan durasi singkat.

Sedangkan, penghargaan juri special mention diberikan pada Film Bermula dari A karya BW Purba Negara.

Film tentang perdagangan perempuan karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola meraih dua dari tujuh penghargaan.

Juri Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Gregorius Djaduk Ferianto mengatakan film karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola berjudul Ang Damgo Ni Eleuteria menggunakan pendekatan baru dan inspiratif sehingga layak mendapatkan dua penghargaan.

Menurutnya, film tersebut meraih penghargaan golden hanoman award dan Geber award.

Dia mengatakan golden hanoman award merupakan penghargaan yang diberikan kepada film Asia terbaik pertama melalui penjurian dalam program Asian Feature.

Sementara itu, geber award merupakan penghargaan kepada film Asia yang dipilih oleh komunitas film dari berbagai kota di Indonesia.

Dia mengatakan film berdurasi 90 menit itu mampu mengangkat dengan baik isu aktual yang dialami negara berkembang.

Menurutnya, film tersebut memanfaatkan ruang kreativitas dengan memaksimalkan teknologi digital melalui pengambilan gambar yang tidak terputus dari awal sampai akhir.

Film tersebut memiliki ide yang bagus dan berani mengambil risiko dengan jalan mengambil gambar secara tidak terputus,” katanya.

sumber: antaranews

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/feed/ 0
Tanpa Sponsor Rokok, RI Mampu Gelar Sea Games XXVI http://silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/#comments Fri, 25 Nov 2011 03:09:43 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1482 Meski tim sepakbolanya kalah, Indonesia masih punya banyak prestasi lain di Sea Games XXVI yang baru saja usai. Bukan hanya keluar sebagai juara umum, Indonesia untuk pertama kalinya juga berhasil menggelar Sea Games tanpa menggunakan sponsor rokok.

Adanya sponsor rokok dinilai bertentangan dengan semangat sportivitas dalam olahraga. Di satu sisi olahraga bertujuan agar orang menjadi lebih sehat, sementara rokok di sisi lainjustru merusak kesehatan dengan ratusan racun yang terkandung di dalam asapnya.

Rokok juga merupakan pintu gerbang kemaksiatan, seperti narkoba, HIV/AIDS dan lain-lain,” kata Prof Dr dr Afansa Moeloek, SpOG, ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dalam konferensi pers di kantor Yayasan Jantung Indonesia, Kamis (24/11/2011).

Sea Games XXVI 2011 ini merupakan gelaran pesta olahraga multicabang yang pelaksanaannya harus bebas asap, iklan, promosi dan sponsor rokok. Smoke Free Sea Games atau Sea Games bebas asap rokok pertama kali digelar di Vietnam tahun 2003, lalu di Filipina tahun 2005 dan Laos tahun 2009.

Dengan sukses ini, diharapkan event-event olahraga lain yang digelar di Indonesia juga akan bebas rokok. Bahkan Sekretaris Komite Eksekutif Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Sarluhut Napitupulu menjamin liga sepakbola Indonesia musim ini juga akan bebas sponsor rokok.

Ini juga akan menjadi kompetisi pertama kita yang bebas sponsor rokok,” kata Sarluhut yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut.

Dukungan terhadap kampanye antirokok juga datang dari kalangan atlet, khususnya pemain sepakbola yang dalam Sea Games XXVI baru saja dikalahkan Malaysia. Titus Bonai alias Tibo, bintang muda asal Papua yang memperkuat tim nasional sepakbola Indonesia berpesan agar generasi muda menjauhi rokok.

Janganlah merokok, karena kami para atlet sangat terganggu. Atlet butuh fisik dan pernapasan yang bagus. Tapi rokok bisa mengganggu pernapasan kami,” kata Tibo yang memang besar di keluarga yang bebas rokok.

sumber: detik

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/feed/ 0
Sea Games, Indonesia Raih Juara Umum cabang Pencak Silat http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/#comments Fri, 18 Nov 2011 08:37:14 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1477 maskot-silatKontingen silat Indonesia akhirnya mewujudkan target untuk tampil sebagai juara umum SEA Games 2011 setelah menambah tiga emas pada pertandingan hari terakhir di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Kamis.

Dengan tambahan tiga medali emas tersebut, pencak silat yang sempat terpuruk di SEA Games 2009 Laos itu, secara keseluruhan mengumpulkan sembilan emas dari total 18 nomor yang dipertandingkan.

Meski gagal mencapai target sepuluh medali emas, Indonesia setidaknya berhasil mengembalikan dominasi yang sejak 1997 sempat diambil alih Vietnam.

Tiga emas terakhir tersebut dipersembahkan oleh Amelia Roring di kelas E putri, Rosmayani (kelas C putri) dan Dian Kristianto (kelas A putra).

Amelia meraih emas setelah pada pertandingan final mengalahkan Siti Rahmah Mohamed Nazir asal Malaysia dengan skor 5-0, sementara Rosmayani juga menang 5-0 atas Jutarat Noytapa (Thailand).

Sebelumnya Dian Kristianto juga menang telak 5-0 atas Anothai Choopeng dari Thailand.

Sementara itu, atlet Sofani Rahmawati yang turun di kelas F putri harus puas mendapat medali perak, setelah dikalahkan pesilat Vietnam Tran Thi Luyen.

Begitu juga atlet Indonesia Pranoto di kelas I hanya mampu menyabet medali perak setelah gagal mengalahkan lawannya Dang Minh Le (Vietnam).

Pencak silat Indonesia sempat mengalami hasil berburuk dalam sejarah SEA Games di Laos pada 2009 karena ketika itu hanya mampu meraih dua medali emas, tiga perak dan tiga perunggu.

Sementara itu, atlet Rosmayani mengaku puas menyabet medali emas ini, sebagai wujud bakti kepada bangsa dan negara.

“Syukur saya bisa menang dan medali ini saya serahkan kepada bangsa dan negara. Tanding kali ini adalah tanding saya untuk berlaga di kegiatan internasional,” ucapnya.

Berikut klasemen cabang pencak silat:
Indonesia   9  5  2 16
Vietnam     6  7  5 18
Malaysia    3  1  7 11
Thailand    0  4  3 7
Philippines 0  1  3 4
Singapore  0  0  3 3
Brunei         0  0  3 3
Myanmar    0  0  3 3
Laos           0   0  1 1
Total          18 18 30 66

 

sumber: bola.net

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/feed/ 0
sea games, Tim pencak silat putra dan putri Indonesia sabet emas http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/#comments Thu, 17 Nov 2011 01:28:54 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1471 Pesilat tim Indonesia masing-masing kategori putra dan putri berhasil menyabet medali emas pada SEA Games XXVI, Selasa malam.

Dengan demikian, keenam emas yang diperebutkan Selasa (15/11) semua disapu bersih Timnas Indonesia pada final pencak silat kategori seni bela diri.

Untuk juara I tim “Merah Putih” yang sukses mendulang medali emas adalah Zakki Imadudin, Exa Purbianto dan Abdul Muqit Iryat dengan nilai 461, catatan waktu 03.00 menit,

Juara II medali perak diraih tim Vietnam yakni Nyuyen Thanh Tung, Nguyen Tien Tai dan Nguyen Huu Tuan skor 540 dengan waktu 03.00 menit.

Sedangkan juara III perunggu diraih tim Brunei Darussalam yaitu AWG Abdul Malik Bin Haji Ladi, Jufri Bin Haji Junaidi dan Abdul Rahman Bin Haji Asli dengan nilai 451, waktu 03.01 menit.

Sementara untuk tim putri juara I diraih Indonesia yaitu Kikih Dyah Ayuwati, Djuariah dan Yuli Adriani, skor 459, catatan waktu 03.00 menit. Sementara juara II tim Vietnam Thi Thuy Nguyen, Pham Thi Ha dan Thi Quyen Ngo serta juara III perunggu disabet tim Brunei Darussalam diperkuat oleh atlet Noerleyermah Bte Haji Raya, Noerleyharyanti Bte Haji Raya dan Nurul Aimi Amalina Bte Zainidi dengan skor 449, catatan waktu 03.00 menit.

Dalam kategori seni pencak silat tersebut memperebutkan sebanyak enam medali emas.

Pada kategori seni tersebut untuk perorangan putra adalah pesilat dari negara Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar dan Indonesia.

Sedangkan untuk putri perorangan yang lolos final adalah Myanmar, Indonesia, Singapura, Malaysia dan Viatnam.

Untuk tim putra masuk final adalah Indonesia, Singapura, Vietnam dan Malaysia. Sedangkan tim putri adalah Indonesia, Singapura, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Untuk kategori tim putra, negara yang lolos final adalah Brunei Darussalam. (*)

 

sumber: antaranews

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/feed/ 0
Silat Indonesia » Featured Articles http://content.silatindonesia.com Pusat Informasi Pencak Silat Indonesia Mon, 17 Mar 2014 05:23:43 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.8.1 Minangkabau Silat Camp Summer 2013 http://silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/ http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/#comments Mon, 10 Jun 2013 02:45:06 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1912 Minangkabau Silat Camp Summer 2013
Galanggang Aluang Bunian

Datang dan Saksikan
Festival Silek Minangkabau dan Jambore Silek Internasional
tangal 20-29 Agustus 2013
di Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Minangkabau Silat Camp Summer 2013,
akan menampilkan seni silek Tradisi Minangkabau, diantaranya:
Silek Tuo, Silek Kurambik, Silek Kilangan Endek, Silek Langkah Ampek, Silek Pangian, Silek Gaib.

Galanggang Aluang Bunian adalah festival silek tradisi Minangkabau se Sumatera Barat, Ajang Silaturahmi tuo silek dan anak-anak sasian Minangkabau

Info selengkapnya hubungi:
Edwardo Guci
http://www.facebook.com/edwardo.guci

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/feed/ 0
Lestarikan Silat Tradisional, Cilegon Bentuk FP2STI http://silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/ http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/#comments Mon, 06 May 2013 10:32:29 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1868 Kurang terakomodirnya perguruan pencak silat yang ada di Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Cilegon, membuat para sahabat pesilat di Kota Baja mulai mencari solusi altenatif. Rencananya, mereka akan membentuk Forum pecinta dan Pelestari Silat Tradisonal Indonesia (FP2STI), dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan salah satu sahabat pesilat Kota Cilegon, Wawan Mulyana. Kata dia, hingga saat ini, banyak perguruan pencak silat yang belum tercantum di IPSI Kota Cilegon. Hal itu disebabkan, perguruan belum memiliki persyaratan yang ditetapkan IPSI, seperti adanya akte notaris, akte perguruan dan AD/ART perguruan, sehingga mereka belum bisa terakomodir.

Nah, karena takut kebudayaan silat tradisional yang ada disetiap perguruan punah akibat belum terakomodir, makanya para sahabat pesilat di Kota Cilegon sepakat untuk membentuk  FP2STI Kota Cilegon.

Itu kami lakukan, untuk tetap menjaga kelestariannya. Sekaligus, membantu IPSI untuk menjaga dan melakukan pembinaan,” papar Wawan kepada BANTEN POS, Sabtu (4/5).

Tapi Wawan menegaskan, orientasinya FP2STI nanti, tidak sama dengan IPSI. Soalnya, mereka tidak mengarah kejenjang prestasi seperti IPSI. Melainkan, terfokus untuk melakukan pelestarian. Itu juga sesuai dengan visi dan misi FP2STI pusat, yang telah berdiri sejak 2006 lalu dan hampir tersebar di seluruh Indonesia.

Jadi, tidak akan timbul perpecahan atau kami ingin berdiri sejajar dengan IPSI. Kami hanya murni terfokus untuk melestarikan budaya saja,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Ketua FP2STI pusat, Taufan Prassetya menyambut baik keinginan para sahabat pesilat Kota Cilegon tersebut. Bahkan, ia memang sangat menanti berdirinya FP2STI Kota Cilegon, sejak lama.

Pasalnya, sejak 2006 lalu, para sahabat pesilat Kota Cilegon, khususnya aliran Bandrong, sudah sering mengikuti kegiatan yang dilakukan FP2STI pusat. Makanya, besar harapannya, di Kota Cilegon segera berdiri.

Tidak hanya itu, lebih jauh ia menyampaikan, ingin FP2STI tingkat Banten, juga segera lahir seiring munculnya FP2STI yang ada diseluruh kabupaten/kota se-Banten nantinya. Makanya, Cilegon diharapkan jadi pelopor berdirinya FP2STI Banten.

Saya ingin, dengan adanya FP2STI di Banten, seluruh aliran silat tradisional bisa dilestarikan seperti didaerah lain. Yakni Jawa Timur, Aceh dan Riau, yang telah lebih dulu memiliki FP2STI,” kata Taufan.

sumber:
Banten Pos

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/feed/ 0
Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012 http://silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/#comments Mon, 29 Oct 2012 14:28:57 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1809 Saksikan Peragaan Silat dari berbagai Perguruan Silat Indonesia di Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012

Hari Minggu 4 November 2012 Jam 08.30 – 12.00 Wib

Lokasi :
Pelataran Zona Madina
Jl. Raya Parung Bogor
Desa Jampang
Kec. Kemang Kab. Bogor

Silakan mengajak sahabat dan saudara serta para pecinta silat lainnya.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/feed/ 0
Training for Trainer : SILAT for WOMAN SELF DEFENSE http://silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/#comments Mon, 15 Oct 2012 01:21:24 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1802 Buat anda yg suka beladiri, mari ikuti :

Training for Trainer
SILAT for WOMAN SELF DEFENSE

cewe-silatmateri mengajarkan silat praktis utk beladiri wanita dengan memanfaatkan kekuatan alami yg dimiliki wanita melalui jurus dan teknik silat yg jitu.

Pelatihan ini dilaksanakan :

Tanggal 20-21 Oktober 2012
Jam 10.00 – 16.00 wib.

 

 
bertempat di Sekretariat FP2STI

Galeri Green Art Space
jl. Abdul Majid 46 A
cipete utara.
Jakarta Selatan.

Pendaftaran dikirim melalui email ke :
training@silatindonesia.com

Biaya Rp 300.000
termasuk makan siang dan sertifikat mengikuti TFT SWSD dari FP2STI.
Gratis untuk anggota FP2STI.

informasi lain bisa melalui telp/sms
Arifin 0818152007
Luri 087876469000

Segera mendaftar, TEMPAT SANGAT TERBATAS
(Mohon sebarkan ke teman yg lain)

Rekening :

BCA KCP Majapahit Semarang
4620.313.586
a.n. Luri Darmawan

Mandiri Pondok Indah
1010006717787
a.n. Luri Darmawan

mohon cantumkan keterangan/informasi jika transfaer.
dan jangan lupa konfirmasi yaaa

sahabat silat

 

20121020-swsd-rev

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/feed/ 0
169 Aliran Silat Sumbar Terancam Punah http://silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/ http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/#comments Wed, 19 Sep 2012 02:50:16 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1788 BANGKINANG – Sebanyak 169 aliran pencak silat di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dikhawatirkan hilang. Karena itu, regenerasi sangat diperlukan sebab aliran silat tersebut selama ini hanya dikuasai para pesilat yang umurnya sudah tua.

Masalah banyaknya aliran silat itu merupakan aset berharga untuk pembinaan pesilat muda. Karena, ada sekitar 169 aliran di daerah ini,” kata Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Sumatera Barat, Fauzi Bahar, Rabu.

Ia mengatakan pesilat tua sebagai pewaris aliran tersebut belum menularkan keahliannya kepada pesilat muda. Sehingga, aset tersebut terancam hilang.

Masalah tersebut dinilai serius dan mengkhawatirkan. Karena jika pesilat tua itu meninggal, maka hilanglah aliran tersebut tanpa ada pewarisnya.

Oleh sebab itu, pihaknya tahun ini akan melakukan festival pencak silat se-Sumatera Barat. Mereka akan mengundang para pesilat tua yang memiliki aliran tersebut.

sumber:
replublika

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/feed/ 0
Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/ http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/#comments Wed, 25 Apr 2012 08:11:49 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1659 Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air

Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah AirLewat penelusuran yang dilakukan Koran Jakarta, akhirnya jawaban atas pertanyaan di atas didapatkan dari sebuah komunitas yang bernama Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Pencak silat pada umumnya hanya menjadi “penghias bibir” bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Hal itu sangat bertolak belakang dengan berkembang pesatnya kebudayaan nasional itu di mancanegara. Warga dunia sudah mulai mempelajari silat bukan hanya jurus dan aplikasinya, namun juga seluruh aspek yang berkaitan dengan silat. Berakar dari hal itu, muncullah sebuah komunitas FP2STI yang berupaya mengangkat kembali budaya bangsa Indonesia tersebut.

Komunitas itu terbentuk dari sekelompok pencinta pencak silat yang sering berkumpul dan berdiskusi dalam laman online Silat Bogor. Seringnya bertukar pikiran pada forum tersebut menyebabkan timbul keinginan mencari tahu pendekar-pendekar silat tradisional yang sebelumnya sangat jarang diketahui keberadaannya.

Sejumlah guru besar dengan murid-muridnya akhirnya memutuskan untuk melakukan pertemuan secara langsung. Seiring dengan semakin seringnya kopi darat pada saat itu, akhirnya didirikanlah FP2STI pada tanggal 6 Juni 2006 di Padepokan Pencak Silat TMII.

Misi dan Visi
Visi yang diemban oleh FP2STI adalah melestarikan silat tradisional sebagai budaya luhur bangsa Indonesia. Adapun misi berjalannya FP-2STI antara lain menjadikan silat tradisional sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan menjadikan Indonesia pusat pengembangan silat tradisional dunia.

Kita ingin menyosialisasikan bahwa pencak silat itu tidaklah seperti pandangan yang ada di benak masyarakat bahwa silat itu kampungan,” ungkap Taufan Prasetya, Ketua FP2STI, ketika ditemui oleh Koran Jakarta.

Dilihat dari strukturnya, FP2STI ini pada dasarnya berada dalam sebuah yayasan bernama Sahabat Silat yang dimotori oleh Alda Amtha. Yayasan itu tentunya memerlukan suatu forum kegiatan. Forum kegiatan itulah yang dinamakan FP2STI. Bentuknya jauh berbeda dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang berupa organisasi nasional yang membawahi kegiatan pencak silat secara resmi.

Menurut Taufan, FP2STI lebih berupa padepokan-padepokan dan berbasis komunitas. Selain itu, di dalam FP2STI, tidak adanya pertandingan kompetisi, berbeda dengan IPSI yang bentuknya lebih berupa kompetisi. Selama perkembangannya, FP2STI tidak lepas mengalami masa pasang-surut.

Dimulai dari hanya 25 orang dan berbentuk tim-tim kecil, mereka mendatangi sejumlah perguruan lainnya untuk kemudian merangkulnya bersama-sama. “Hingga sekarang, sudah ada ratusan guru besar silat yang bergabung dengan ribuan muridnya,” ujar Edwin Hidayat, pendekar Golok Saliwa sekaligus pengurus komunitas itu.

Saat ini, perguruan silat yang di bawah naungan FP2STI telah berjumlah 33 di Jakarta, sekitar 40 di Riau, 77 perguruan di Surabaya, dan masih banyak lagi yang tersebar di wilayah Indonesia lainnya. Komunitas itu pun berhasil menjangkau sejumlah negara lain. Beberapa aktivis FP2STI juga berada di Amerika, Singapura, Belanda, Jerman, dan beberapa lainnya. Orang Prancis, Italia, dan Inggris pun sering mendatangi salah satu guru besar FP2STI sekadar untuk berlatih silat. edh/R-3

Ragam dan Tantangan Seni Pencak

Terdapat lebih-kurang 800 aliran silat di Indonesia. Di Sumatra Barat, terdapat sekitar 200 aliran asli. Masing-masing aliran berbeda dan memiliki ciri khas. Bukan hanya aliran Jawa Barat dengan Sumatra Barat yang berbeda, namun juga antara aliran silat di Sumatra Barat yang tinggal di pegunungan dan di pantai.

Bahkan antara gunung yang satu dan yang lainnya berbeda. Menurut Taufan, silat secara umum pada zaman Orde Baru perkembangannya sangat pesat, terutama sebagai aspek olah raga. Saat itu, perhatian pemerintah memang besar dan sangat mendukung perkembangan pencak silat.

Namun, semenjak era reformasi hingga sekarang, perkembangan silat kembali menurun. Sosialisasi yang diadakan oleh FP2STI beberapa tahun belakangan ternyata berbuah hasil yang bagus dalam meningkatkan minat masyarakat untuk kembali ke silat. Diadakannya beberapa kegiatan yang walaupun hanya bermodalkan dana swadaya anggotanya serta ekspos media yang semakin tinggi membuat perkembangan silat saat ini dirasa kembali meningkat.

Salah satu bentuk ekspos media ini adalah dibuatnya film Merantau dan The Raid. Penggunaan teknik-teknik silat yang kental pada kedua film tersebut sedikit membuka mata masyarakat bawha ternyata pencak silat tidak kampungan dan tidak seperti yang selama ini mereka ketahui. “Film itu sangat besar pengaruhnya terhadap minat silat, dan dilihat dari trennya terhadap silat, memang semakin ke sini semakin meningkat,” aku Taufan.

Masih kurang diminatinya pencak silat oleh kaum urban adalah kurang tersedianya fasilitas berlatih di daerah perkotaan dibanding dengan olah raga bela diri lainnya seperti boxing atau capoiera yang dapat ditemui di gym atau tempat-tempat strategis perkotaan lainnya yang mudah dicapai.

Perkembangan pencak silat di negara lain, misalnya Malaysia, dikatakan Taufan, malah jauh lebih baik dibanding Indonesia. Hal itu dikarenakan lemahnya Indonesia dalam budaya tulis dan hanya mengutamakan budaya tutur. Di Malaysia, dalam hal pendokumentasian lebih jelas.

Padahal jika ditelusuri lebih lanjut, 90 persen silat di Malaysia datang dari Sumatra Barat. Singapura bahkan lebih hebat. Negara tersebut dikabarkan memiliki visi menjadi negara pusat silat. Mereka akan membangun sebuah institusi khusus pencak silat. Menyadari tidak adanya sumber daya, Singapura akan memanggil guru besar-guru besar dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk mengajar di sana. edh/R-3

Mempelajari Nilai-nilai Kehidupan yang Luhur

Melalui forum itu, FP2STI ingin menggali aspekaspek luhur kehidupan yang terkandung dalam silat. Oleh karena itu, bentuk kegiatankegiatan yang diadakan memang sedikit berbeda. Beragam kegiatan dirancang oleh FP2STI untuk menarik minat masyarakat, terutama kaum muda, untuk melestarikan silat tradisional Indonesia.

Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah workshop atau semacam diskusi bulanan. Komunitas itu mengundang perguruan-perguruan anggota FP2STI untuk mempresentasikan apa yang perguruan tersebut persembahkan atau ajarkan kepada muridnya. “Jadi, lebih ke berbagi pengetahuan sesama perguruan,” kata Taufan.

Workshop ini diadakan selain bermaksud untuk belajar, menjadi media silaturahim sehingga masalah egosentris yang semisal memang ada akan kita minimalisasi,” tambah dia. Salah satu workshop yang pernah dibuat oleh FP2STI bermateri tentang silat dari perspektif budaya.

Sejumlah perguruan silat melakukan demonstrasi pada kegiatan tersebut. Perguruan Iko Uwais saat itu juga diundang. Ia juga sempat hadir dalam workshop itu dan ikut berbagi sedikit pengalamannya dalam bersilat. Bentuk workshop silat yang pernah diadakan antara lain silat Bandrong, silat Harimau, silat Kumango, silat Seliwa, dan silat Champ.

Pengabdian FP2STI
Selain mengadakan workshop, forum itu pernah mengadakan kegiatan seminar “Silat for Life”. FP2STI, dalam kegiatan ini, mendatangkan beberapa CEO perusahaan sebagai tamu narasumber. Melalui kegiatan itu, konsep silat dijabarkan dapat juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari, bahkan dapat diterapkan dalam sebuah manajemen.

FP2STI juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah aksi sosial saat terjadi gempa di Sumatera Barat, dan memberikan pelatihan pencak silat untuk tenaga kerja wanita di Hong Kong. Baru-baru ini, FP2STI pun mengadakan sebuah lomba penulisan artikel yang bertema silat.

Rupanya tanggapannya cukup baik oleh para penggemar silat, dan kita sempat kaget juga mengetahui responsnya yang luar biasa,” ungkap Edwin. Program lainnya yang diadakan oleh FP2STI adalah kolaborasi dengan IPSI dalam pertunjukan pencak silat indah di berbagai perlombaan, wisata menuju daerah-daerah pusat berkembangnya pencak silat, gerakan peduli silat, silat goes to campus, Indonesian community exhibition, dan pameran budaya Indonesia.

Ada juga kampung silat Jampang sebagai bentuk dari kerja sama dengan sebuah yayasan sosial, yakni pembangunan pusat pelatihan silat dan menghidupkan kembali roh silat kampung Jampang. Ke depan, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh FP- 2STI melibatkan anak-anak sekolah.

Rencana jangka panjangnya, aku Edwin, FP-2STI harus memiliki sebuah kantor pusat serta fasilitasfasilitas lainnya yang turut mendukung komunitas itu. “Semua ini harus dilakukan secara bergulir dan tidak mudah. Soalnya, aktivis kita sendiri di antaranya juga merupakan orang-orang sibuk semua,” jelas Edwin.

Melalui forum tersebut, diharapkan akan timbul sebuah kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya silat tradisional di Indonesia. FP2STI memiliki tujuan mencuri perhatian orangorang pintar, tokoh-tokoh masyarakat, kaum muda, dan pemerintah untuk bergabung dengan forum tersebut.

Kita perlu sponsor dalam mengembangkan silat ini karena pendanaan yang masih dilakukan secara swadaya hingga saat ini memang menjadikan salah satu kendala FP2STI dalam mengembangkan silat tradisional lebih besar lagi,” pungkas Edwin.

 

sumber: koran jakarta

 

( red: dicopy sesuai artikel aslinya, walau ada beberapa distorsi informasi )

 

.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/feed/ 0
Film tentang silat raih penghargaan JAFF 2011 http://silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/ http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/#comments Mon, 19 Dec 2011 02:34:58 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1520 Film The Raid karya Gareth Huw Evans meraih penghargaan spesial dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema.

Presiden Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2011 Garin Nugoro pada acara penutupan JAFF di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan film yang masuk dalam festival film internasional Toronto mampu menampilkan karakter cerita yang kuat.

Film itu menarik karena berkisah tentang silat sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. Gareth berhasil menyampaikan pesan tentang silat sebagai pertunjukan budaya,” katanya.

Ia mengatakan film tersebut memiliki karakter personalitas yang kuat dalam setiap adegan.

Menurutnya, film pembuka karya Gareth pada JAFF 2009 juga memenangkan audience choice award di Fantastic Fest Austin, Texas dan mendapatkan anugerah film terbaik pada 2010 dalam action fest di North Carolina, Amerika.

Ia mengatakan Gareth mulai membuat film Footstep pada 2006, yang dirilis di Amerika.

Menurutnya, Gareth terus aktif menulis dan menjadi sutradara film, salah satunya adalah Film Merantau.

Sementara itu, Sutradara Film The Raid Gareth Huw Evans mengatakan silat di Indonesia menampilkan gerakan yang indah sehingga ia memutuskan untuk menulisnya.

“Saya menangkap peluang yang ada dengan melihat keunikan dan keindahan gerakan silat di Indonesia,” katanya.

Aktor Film The Raid Iko Uwais mengatakan film tersebut benar-benar menampilkan atlet silat yang menyuguhkan tontonan yang menarik.

Sementara itu, dalam acara penutupan JAFF 2011 tim juri juga memberikan enam penghargaan film yang lain.

Direktur JAFF Budi Irawanto mengatakan terdapat tiga kategori juri dalam JAFF setiap tahunnya, yakni festival juri netpac, festival juri JAFF, dan festival juri community.

Menurut dia, film panjang yang masuk kompetisi memiliki pendekatan beragam dari sisi bertutur, isu, dan pendekatan teknis.

Ia mengatakan tim juri telah menetapkan tujuh film peraih penghargaan.

Menurutnya, Film Oxygen karya Janchivdorj Sangedorj dari Mongolia menerima penghargaan netpac award karena memadukan seni dan etnografi kehidupan kota yang keras dan Gurun Gobi.

Ia mengatakan Film Winter Vacation dari China karya Li Hongqi meraih silver hanoman award karena sutradara mampu meramu kehidupan sehari-hari dalam perspektif yang menarik.

Dia mengatakan tim juri film pendek Asia memberikan penghargaan film pendek terbaik atau blencong award pada Film Open The Door karya Ashish Pandey dari India karena film mampu menampilkan kualitas film yang baik dengan durasi singkat.

Sedangkan, penghargaan juri special mention diberikan pada Film Bermula dari A karya BW Purba Negara.

Film tentang perdagangan perempuan karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola meraih dua dari tujuh penghargaan.

Juri Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Gregorius Djaduk Ferianto mengatakan film karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola berjudul Ang Damgo Ni Eleuteria menggunakan pendekatan baru dan inspiratif sehingga layak mendapatkan dua penghargaan.

Menurutnya, film tersebut meraih penghargaan golden hanoman award dan Geber award.

Dia mengatakan golden hanoman award merupakan penghargaan yang diberikan kepada film Asia terbaik pertama melalui penjurian dalam program Asian Feature.

Sementara itu, geber award merupakan penghargaan kepada film Asia yang dipilih oleh komunitas film dari berbagai kota di Indonesia.

Dia mengatakan film berdurasi 90 menit itu mampu mengangkat dengan baik isu aktual yang dialami negara berkembang.

Menurutnya, film tersebut memanfaatkan ruang kreativitas dengan memaksimalkan teknologi digital melalui pengambilan gambar yang tidak terputus dari awal sampai akhir.

Film tersebut memiliki ide yang bagus dan berani mengambil risiko dengan jalan mengambil gambar secara tidak terputus,” katanya.

sumber: antaranews

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/feed/ 0
Tanpa Sponsor Rokok, RI Mampu Gelar Sea Games XXVI http://silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/#comments Fri, 25 Nov 2011 03:09:43 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1482 Meski tim sepakbolanya kalah, Indonesia masih punya banyak prestasi lain di Sea Games XXVI yang baru saja usai. Bukan hanya keluar sebagai juara umum, Indonesia untuk pertama kalinya juga berhasil menggelar Sea Games tanpa menggunakan sponsor rokok.

Adanya sponsor rokok dinilai bertentangan dengan semangat sportivitas dalam olahraga. Di satu sisi olahraga bertujuan agar orang menjadi lebih sehat, sementara rokok di sisi lainjustru merusak kesehatan dengan ratusan racun yang terkandung di dalam asapnya.

Rokok juga merupakan pintu gerbang kemaksiatan, seperti narkoba, HIV/AIDS dan lain-lain,” kata Prof Dr dr Afansa Moeloek, SpOG, ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dalam konferensi pers di kantor Yayasan Jantung Indonesia, Kamis (24/11/2011).

Sea Games XXVI 2011 ini merupakan gelaran pesta olahraga multicabang yang pelaksanaannya harus bebas asap, iklan, promosi dan sponsor rokok. Smoke Free Sea Games atau Sea Games bebas asap rokok pertama kali digelar di Vietnam tahun 2003, lalu di Filipina tahun 2005 dan Laos tahun 2009.

Dengan sukses ini, diharapkan event-event olahraga lain yang digelar di Indonesia juga akan bebas rokok. Bahkan Sekretaris Komite Eksekutif Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Sarluhut Napitupulu menjamin liga sepakbola Indonesia musim ini juga akan bebas sponsor rokok.

Ini juga akan menjadi kompetisi pertama kita yang bebas sponsor rokok,” kata Sarluhut yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut.

Dukungan terhadap kampanye antirokok juga datang dari kalangan atlet, khususnya pemain sepakbola yang dalam Sea Games XXVI baru saja dikalahkan Malaysia. Titus Bonai alias Tibo, bintang muda asal Papua yang memperkuat tim nasional sepakbola Indonesia berpesan agar generasi muda menjauhi rokok.

Janganlah merokok, karena kami para atlet sangat terganggu. Atlet butuh fisik dan pernapasan yang bagus. Tapi rokok bisa mengganggu pernapasan kami,” kata Tibo yang memang besar di keluarga yang bebas rokok.

sumber: detik

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/feed/ 0
Sea Games, Indonesia Raih Juara Umum cabang Pencak Silat http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/#comments Fri, 18 Nov 2011 08:37:14 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1477 maskot-silatKontingen silat Indonesia akhirnya mewujudkan target untuk tampil sebagai juara umum SEA Games 2011 setelah menambah tiga emas pada pertandingan hari terakhir di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Kamis.

Dengan tambahan tiga medali emas tersebut, pencak silat yang sempat terpuruk di SEA Games 2009 Laos itu, secara keseluruhan mengumpulkan sembilan emas dari total 18 nomor yang dipertandingkan.

Meski gagal mencapai target sepuluh medali emas, Indonesia setidaknya berhasil mengembalikan dominasi yang sejak 1997 sempat diambil alih Vietnam.

Tiga emas terakhir tersebut dipersembahkan oleh Amelia Roring di kelas E putri, Rosmayani (kelas C putri) dan Dian Kristianto (kelas A putra).

Amelia meraih emas setelah pada pertandingan final mengalahkan Siti Rahmah Mohamed Nazir asal Malaysia dengan skor 5-0, sementara Rosmayani juga menang 5-0 atas Jutarat Noytapa (Thailand).

Sebelumnya Dian Kristianto juga menang telak 5-0 atas Anothai Choopeng dari Thailand.

Sementara itu, atlet Sofani Rahmawati yang turun di kelas F putri harus puas mendapat medali perak, setelah dikalahkan pesilat Vietnam Tran Thi Luyen.

Begitu juga atlet Indonesia Pranoto di kelas I hanya mampu menyabet medali perak setelah gagal mengalahkan lawannya Dang Minh Le (Vietnam).

Pencak silat Indonesia sempat mengalami hasil berburuk dalam sejarah SEA Games di Laos pada 2009 karena ketika itu hanya mampu meraih dua medali emas, tiga perak dan tiga perunggu.

Sementara itu, atlet Rosmayani mengaku puas menyabet medali emas ini, sebagai wujud bakti kepada bangsa dan negara.

“Syukur saya bisa menang dan medali ini saya serahkan kepada bangsa dan negara. Tanding kali ini adalah tanding saya untuk berlaga di kegiatan internasional,” ucapnya.

Berikut klasemen cabang pencak silat:
Indonesia   9  5  2 16
Vietnam     6  7  5 18
Malaysia    3  1  7 11
Thailand    0  4  3 7
Philippines 0  1  3 4
Singapore  0  0  3 3
Brunei         0  0  3 3
Myanmar    0  0  3 3
Laos           0   0  1 1
Total          18 18 30 66

 

sumber: bola.net

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/feed/ 0
sea games, Tim pencak silat putra dan putri Indonesia sabet emas http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/#comments Thu, 17 Nov 2011 01:28:54 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1471 Pesilat tim Indonesia masing-masing kategori putra dan putri berhasil menyabet medali emas pada SEA Games XXVI, Selasa malam.

Dengan demikian, keenam emas yang diperebutkan Selasa (15/11) semua disapu bersih Timnas Indonesia pada final pencak silat kategori seni bela diri.

Untuk juara I tim “Merah Putih” yang sukses mendulang medali emas adalah Zakki Imadudin, Exa Purbianto dan Abdul Muqit Iryat dengan nilai 461, catatan waktu 03.00 menit,

Juara II medali perak diraih tim Vietnam yakni Nyuyen Thanh Tung, Nguyen Tien Tai dan Nguyen Huu Tuan skor 540 dengan waktu 03.00 menit.

Sedangkan juara III perunggu diraih tim Brunei Darussalam yaitu AWG Abdul Malik Bin Haji Ladi, Jufri Bin Haji Junaidi dan Abdul Rahman Bin Haji Asli dengan nilai 451, waktu 03.01 menit.

Sementara untuk tim putri juara I diraih Indonesia yaitu Kikih Dyah Ayuwati, Djuariah dan Yuli Adriani, skor 459, catatan waktu 03.00 menit. Sementara juara II tim Vietnam Thi Thuy Nguyen, Pham Thi Ha dan Thi Quyen Ngo serta juara III perunggu disabet tim Brunei Darussalam diperkuat oleh atlet Noerleyermah Bte Haji Raya, Noerleyharyanti Bte Haji Raya dan Nurul Aimi Amalina Bte Zainidi dengan skor 449, catatan waktu 03.00 menit.

Dalam kategori seni pencak silat tersebut memperebutkan sebanyak enam medali emas.

Pada kategori seni tersebut untuk perorangan putra adalah pesilat dari negara Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar dan Indonesia.

Sedangkan untuk putri perorangan yang lolos final adalah Myanmar, Indonesia, Singapura, Malaysia dan Viatnam.

Untuk tim putra masuk final adalah Indonesia, Singapura, Vietnam dan Malaysia. Sedangkan tim putri adalah Indonesia, Singapura, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Untuk kategori tim putra, negara yang lolos final adalah Brunei Darussalam. (*)

 

sumber: antaranews

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/feed/ 0
Silat Indonesia » Featured Articles http://content.silatindonesia.com Pusat Informasi Pencak Silat Indonesia Tue, 01 Apr 2014 05:50:06 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.8.1 Minangkabau Silat Camp Summer 2013 http://silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/ http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/#comments Mon, 10 Jun 2013 02:45:06 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1912 Minangkabau Silat Camp Summer 2013
Galanggang Aluang Bunian

Datang dan Saksikan
Festival Silek Minangkabau dan Jambore Silek Internasional
tangal 20-29 Agustus 2013
di Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Minangkabau Silat Camp Summer 2013,
akan menampilkan seni silek Tradisi Minangkabau, diantaranya:
Silek Tuo, Silek Kurambik, Silek Kilangan Endek, Silek Langkah Ampek, Silek Pangian, Silek Gaib.

Galanggang Aluang Bunian adalah festival silek tradisi Minangkabau se Sumatera Barat, Ajang Silaturahmi tuo silek dan anak-anak sasian Minangkabau

Info selengkapnya hubungi:
Edwardo Guci
http://www.facebook.com/edwardo.guci

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/feed/ 0
Lestarikan Silat Tradisional, Cilegon Bentuk FP2STI http://silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/ http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/#comments Mon, 06 May 2013 10:32:29 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1868 Kurang terakomodirnya perguruan pencak silat yang ada di Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Cilegon, membuat para sahabat pesilat di Kota Baja mulai mencari solusi altenatif. Rencananya, mereka akan membentuk Forum pecinta dan Pelestari Silat Tradisonal Indonesia (FP2STI), dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan salah satu sahabat pesilat Kota Cilegon, Wawan Mulyana. Kata dia, hingga saat ini, banyak perguruan pencak silat yang belum tercantum di IPSI Kota Cilegon. Hal itu disebabkan, perguruan belum memiliki persyaratan yang ditetapkan IPSI, seperti adanya akte notaris, akte perguruan dan AD/ART perguruan, sehingga mereka belum bisa terakomodir.

Nah, karena takut kebudayaan silat tradisional yang ada disetiap perguruan punah akibat belum terakomodir, makanya para sahabat pesilat di Kota Cilegon sepakat untuk membentuk  FP2STI Kota Cilegon.

Itu kami lakukan, untuk tetap menjaga kelestariannya. Sekaligus, membantu IPSI untuk menjaga dan melakukan pembinaan,” papar Wawan kepada BANTEN POS, Sabtu (4/5).

Tapi Wawan menegaskan, orientasinya FP2STI nanti, tidak sama dengan IPSI. Soalnya, mereka tidak mengarah kejenjang prestasi seperti IPSI. Melainkan, terfokus untuk melakukan pelestarian. Itu juga sesuai dengan visi dan misi FP2STI pusat, yang telah berdiri sejak 2006 lalu dan hampir tersebar di seluruh Indonesia.

Jadi, tidak akan timbul perpecahan atau kami ingin berdiri sejajar dengan IPSI. Kami hanya murni terfokus untuk melestarikan budaya saja,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Ketua FP2STI pusat, Taufan Prassetya menyambut baik keinginan para sahabat pesilat Kota Cilegon tersebut. Bahkan, ia memang sangat menanti berdirinya FP2STI Kota Cilegon, sejak lama.

Pasalnya, sejak 2006 lalu, para sahabat pesilat Kota Cilegon, khususnya aliran Bandrong, sudah sering mengikuti kegiatan yang dilakukan FP2STI pusat. Makanya, besar harapannya, di Kota Cilegon segera berdiri.

Tidak hanya itu, lebih jauh ia menyampaikan, ingin FP2STI tingkat Banten, juga segera lahir seiring munculnya FP2STI yang ada diseluruh kabupaten/kota se-Banten nantinya. Makanya, Cilegon diharapkan jadi pelopor berdirinya FP2STI Banten.

Saya ingin, dengan adanya FP2STI di Banten, seluruh aliran silat tradisional bisa dilestarikan seperti didaerah lain. Yakni Jawa Timur, Aceh dan Riau, yang telah lebih dulu memiliki FP2STI,” kata Taufan.

sumber:
Banten Pos

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/feed/ 0
Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012 http://silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/#comments Mon, 29 Oct 2012 14:28:57 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1809 Saksikan Peragaan Silat dari berbagai Perguruan Silat Indonesia di Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012

Hari Minggu 4 November 2012 Jam 08.30 – 12.00 Wib

Lokasi :
Pelataran Zona Madina
Jl. Raya Parung Bogor
Desa Jampang
Kec. Kemang Kab. Bogor

Silakan mengajak sahabat dan saudara serta para pecinta silat lainnya.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/feed/ 0
Training for Trainer : SILAT for WOMAN SELF DEFENSE http://silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/#comments Mon, 15 Oct 2012 01:21:24 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1802 Buat anda yg suka beladiri, mari ikuti :

Training for Trainer
SILAT for WOMAN SELF DEFENSE

cewe-silatmateri mengajarkan silat praktis utk beladiri wanita dengan memanfaatkan kekuatan alami yg dimiliki wanita melalui jurus dan teknik silat yg jitu.

Pelatihan ini dilaksanakan :

Tanggal 20-21 Oktober 2012
Jam 10.00 – 16.00 wib.

 

 
bertempat di Sekretariat FP2STI

Galeri Green Art Space
jl. Abdul Majid 46 A
cipete utara.
Jakarta Selatan.

Pendaftaran dikirim melalui email ke :
training@silatindonesia.com

Biaya Rp 300.000
termasuk makan siang dan sertifikat mengikuti TFT SWSD dari FP2STI.
Gratis untuk anggota FP2STI.

informasi lain bisa melalui telp/sms
Arifin 0818152007
Luri 087876469000

Segera mendaftar, TEMPAT SANGAT TERBATAS
(Mohon sebarkan ke teman yg lain)

Rekening :

BCA KCP Majapahit Semarang
4620.313.586
a.n. Luri Darmawan

Mandiri Pondok Indah
1010006717787
a.n. Luri Darmawan

mohon cantumkan keterangan/informasi jika transfaer.
dan jangan lupa konfirmasi yaaa

sahabat silat

 

20121020-swsd-rev

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/feed/ 0
169 Aliran Silat Sumbar Terancam Punah http://silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/ http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/#comments Wed, 19 Sep 2012 02:50:16 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1788 BANGKINANG – Sebanyak 169 aliran pencak silat di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dikhawatirkan hilang. Karena itu, regenerasi sangat diperlukan sebab aliran silat tersebut selama ini hanya dikuasai para pesilat yang umurnya sudah tua.

Masalah banyaknya aliran silat itu merupakan aset berharga untuk pembinaan pesilat muda. Karena, ada sekitar 169 aliran di daerah ini,” kata Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Sumatera Barat, Fauzi Bahar, Rabu.

Ia mengatakan pesilat tua sebagai pewaris aliran tersebut belum menularkan keahliannya kepada pesilat muda. Sehingga, aset tersebut terancam hilang.

Masalah tersebut dinilai serius dan mengkhawatirkan. Karena jika pesilat tua itu meninggal, maka hilanglah aliran tersebut tanpa ada pewarisnya.

Oleh sebab itu, pihaknya tahun ini akan melakukan festival pencak silat se-Sumatera Barat. Mereka akan mengundang para pesilat tua yang memiliki aliran tersebut.

sumber:
replublika

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/feed/ 0
Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/ http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/#comments Wed, 25 Apr 2012 08:11:49 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1659 Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air

Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah AirLewat penelusuran yang dilakukan Koran Jakarta, akhirnya jawaban atas pertanyaan di atas didapatkan dari sebuah komunitas yang bernama Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Pencak silat pada umumnya hanya menjadi “penghias bibir” bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Hal itu sangat bertolak belakang dengan berkembang pesatnya kebudayaan nasional itu di mancanegara. Warga dunia sudah mulai mempelajari silat bukan hanya jurus dan aplikasinya, namun juga seluruh aspek yang berkaitan dengan silat. Berakar dari hal itu, muncullah sebuah komunitas FP2STI yang berupaya mengangkat kembali budaya bangsa Indonesia tersebut.

Komunitas itu terbentuk dari sekelompok pencinta pencak silat yang sering berkumpul dan berdiskusi dalam laman online Silat Bogor. Seringnya bertukar pikiran pada forum tersebut menyebabkan timbul keinginan mencari tahu pendekar-pendekar silat tradisional yang sebelumnya sangat jarang diketahui keberadaannya.

Sejumlah guru besar dengan murid-muridnya akhirnya memutuskan untuk melakukan pertemuan secara langsung. Seiring dengan semakin seringnya kopi darat pada saat itu, akhirnya didirikanlah FP2STI pada tanggal 6 Juni 2006 di Padepokan Pencak Silat TMII.

Misi dan Visi
Visi yang diemban oleh FP2STI adalah melestarikan silat tradisional sebagai budaya luhur bangsa Indonesia. Adapun misi berjalannya FP-2STI antara lain menjadikan silat tradisional sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan menjadikan Indonesia pusat pengembangan silat tradisional dunia.

Kita ingin menyosialisasikan bahwa pencak silat itu tidaklah seperti pandangan yang ada di benak masyarakat bahwa silat itu kampungan,” ungkap Taufan Prasetya, Ketua FP2STI, ketika ditemui oleh Koran Jakarta.

Dilihat dari strukturnya, FP2STI ini pada dasarnya berada dalam sebuah yayasan bernama Sahabat Silat yang dimotori oleh Alda Amtha. Yayasan itu tentunya memerlukan suatu forum kegiatan. Forum kegiatan itulah yang dinamakan FP2STI. Bentuknya jauh berbeda dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang berupa organisasi nasional yang membawahi kegiatan pencak silat secara resmi.

Menurut Taufan, FP2STI lebih berupa padepokan-padepokan dan berbasis komunitas. Selain itu, di dalam FP2STI, tidak adanya pertandingan kompetisi, berbeda dengan IPSI yang bentuknya lebih berupa kompetisi. Selama perkembangannya, FP2STI tidak lepas mengalami masa pasang-surut.

Dimulai dari hanya 25 orang dan berbentuk tim-tim kecil, mereka mendatangi sejumlah perguruan lainnya untuk kemudian merangkulnya bersama-sama. “Hingga sekarang, sudah ada ratusan guru besar silat yang bergabung dengan ribuan muridnya,” ujar Edwin Hidayat, pendekar Golok Saliwa sekaligus pengurus komunitas itu.

Saat ini, perguruan silat yang di bawah naungan FP2STI telah berjumlah 33 di Jakarta, sekitar 40 di Riau, 77 perguruan di Surabaya, dan masih banyak lagi yang tersebar di wilayah Indonesia lainnya. Komunitas itu pun berhasil menjangkau sejumlah negara lain. Beberapa aktivis FP2STI juga berada di Amerika, Singapura, Belanda, Jerman, dan beberapa lainnya. Orang Prancis, Italia, dan Inggris pun sering mendatangi salah satu guru besar FP2STI sekadar untuk berlatih silat. edh/R-3

Ragam dan Tantangan Seni Pencak

Terdapat lebih-kurang 800 aliran silat di Indonesia. Di Sumatra Barat, terdapat sekitar 200 aliran asli. Masing-masing aliran berbeda dan memiliki ciri khas. Bukan hanya aliran Jawa Barat dengan Sumatra Barat yang berbeda, namun juga antara aliran silat di Sumatra Barat yang tinggal di pegunungan dan di pantai.

Bahkan antara gunung yang satu dan yang lainnya berbeda. Menurut Taufan, silat secara umum pada zaman Orde Baru perkembangannya sangat pesat, terutama sebagai aspek olah raga. Saat itu, perhatian pemerintah memang besar dan sangat mendukung perkembangan pencak silat.

Namun, semenjak era reformasi hingga sekarang, perkembangan silat kembali menurun. Sosialisasi yang diadakan oleh FP2STI beberapa tahun belakangan ternyata berbuah hasil yang bagus dalam meningkatkan minat masyarakat untuk kembali ke silat. Diadakannya beberapa kegiatan yang walaupun hanya bermodalkan dana swadaya anggotanya serta ekspos media yang semakin tinggi membuat perkembangan silat saat ini dirasa kembali meningkat.

Salah satu bentuk ekspos media ini adalah dibuatnya film Merantau dan The Raid. Penggunaan teknik-teknik silat yang kental pada kedua film tersebut sedikit membuka mata masyarakat bawha ternyata pencak silat tidak kampungan dan tidak seperti yang selama ini mereka ketahui. “Film itu sangat besar pengaruhnya terhadap minat silat, dan dilihat dari trennya terhadap silat, memang semakin ke sini semakin meningkat,” aku Taufan.

Masih kurang diminatinya pencak silat oleh kaum urban adalah kurang tersedianya fasilitas berlatih di daerah perkotaan dibanding dengan olah raga bela diri lainnya seperti boxing atau capoiera yang dapat ditemui di gym atau tempat-tempat strategis perkotaan lainnya yang mudah dicapai.

Perkembangan pencak silat di negara lain, misalnya Malaysia, dikatakan Taufan, malah jauh lebih baik dibanding Indonesia. Hal itu dikarenakan lemahnya Indonesia dalam budaya tulis dan hanya mengutamakan budaya tutur. Di Malaysia, dalam hal pendokumentasian lebih jelas.

Padahal jika ditelusuri lebih lanjut, 90 persen silat di Malaysia datang dari Sumatra Barat. Singapura bahkan lebih hebat. Negara tersebut dikabarkan memiliki visi menjadi negara pusat silat. Mereka akan membangun sebuah institusi khusus pencak silat. Menyadari tidak adanya sumber daya, Singapura akan memanggil guru besar-guru besar dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk mengajar di sana. edh/R-3

Mempelajari Nilai-nilai Kehidupan yang Luhur

Melalui forum itu, FP2STI ingin menggali aspekaspek luhur kehidupan yang terkandung dalam silat. Oleh karena itu, bentuk kegiatankegiatan yang diadakan memang sedikit berbeda. Beragam kegiatan dirancang oleh FP2STI untuk menarik minat masyarakat, terutama kaum muda, untuk melestarikan silat tradisional Indonesia.

Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah workshop atau semacam diskusi bulanan. Komunitas itu mengundang perguruan-perguruan anggota FP2STI untuk mempresentasikan apa yang perguruan tersebut persembahkan atau ajarkan kepada muridnya. “Jadi, lebih ke berbagi pengetahuan sesama perguruan,” kata Taufan.

Workshop ini diadakan selain bermaksud untuk belajar, menjadi media silaturahim sehingga masalah egosentris yang semisal memang ada akan kita minimalisasi,” tambah dia. Salah satu workshop yang pernah dibuat oleh FP2STI bermateri tentang silat dari perspektif budaya.

Sejumlah perguruan silat melakukan demonstrasi pada kegiatan tersebut. Perguruan Iko Uwais saat itu juga diundang. Ia juga sempat hadir dalam workshop itu dan ikut berbagi sedikit pengalamannya dalam bersilat. Bentuk workshop silat yang pernah diadakan antara lain silat Bandrong, silat Harimau, silat Kumango, silat Seliwa, dan silat Champ.

Pengabdian FP2STI
Selain mengadakan workshop, forum itu pernah mengadakan kegiatan seminar “Silat for Life”. FP2STI, dalam kegiatan ini, mendatangkan beberapa CEO perusahaan sebagai tamu narasumber. Melalui kegiatan itu, konsep silat dijabarkan dapat juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari, bahkan dapat diterapkan dalam sebuah manajemen.

FP2STI juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah aksi sosial saat terjadi gempa di Sumatera Barat, dan memberikan pelatihan pencak silat untuk tenaga kerja wanita di Hong Kong. Baru-baru ini, FP2STI pun mengadakan sebuah lomba penulisan artikel yang bertema silat.

Rupanya tanggapannya cukup baik oleh para penggemar silat, dan kita sempat kaget juga mengetahui responsnya yang luar biasa,” ungkap Edwin. Program lainnya yang diadakan oleh FP2STI adalah kolaborasi dengan IPSI dalam pertunjukan pencak silat indah di berbagai perlombaan, wisata menuju daerah-daerah pusat berkembangnya pencak silat, gerakan peduli silat, silat goes to campus, Indonesian community exhibition, dan pameran budaya Indonesia.

Ada juga kampung silat Jampang sebagai bentuk dari kerja sama dengan sebuah yayasan sosial, yakni pembangunan pusat pelatihan silat dan menghidupkan kembali roh silat kampung Jampang. Ke depan, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh FP- 2STI melibatkan anak-anak sekolah.

Rencana jangka panjangnya, aku Edwin, FP-2STI harus memiliki sebuah kantor pusat serta fasilitasfasilitas lainnya yang turut mendukung komunitas itu. “Semua ini harus dilakukan secara bergulir dan tidak mudah. Soalnya, aktivis kita sendiri di antaranya juga merupakan orang-orang sibuk semua,” jelas Edwin.

Melalui forum tersebut, diharapkan akan timbul sebuah kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya silat tradisional di Indonesia. FP2STI memiliki tujuan mencuri perhatian orangorang pintar, tokoh-tokoh masyarakat, kaum muda, dan pemerintah untuk bergabung dengan forum tersebut.

Kita perlu sponsor dalam mengembangkan silat ini karena pendanaan yang masih dilakukan secara swadaya hingga saat ini memang menjadikan salah satu kendala FP2STI dalam mengembangkan silat tradisional lebih besar lagi,” pungkas Edwin.

 

sumber: koran jakarta

 

( red: dicopy sesuai artikel aslinya, walau ada beberapa distorsi informasi )

 

.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/feed/ 0
Film tentang silat raih penghargaan JAFF 2011 http://silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/ http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/#comments Mon, 19 Dec 2011 02:34:58 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1520 Film The Raid karya Gareth Huw Evans meraih penghargaan spesial dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema.

Presiden Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2011 Garin Nugoro pada acara penutupan JAFF di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan film yang masuk dalam festival film internasional Toronto mampu menampilkan karakter cerita yang kuat.

Film itu menarik karena berkisah tentang silat sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. Gareth berhasil menyampaikan pesan tentang silat sebagai pertunjukan budaya,” katanya.

Ia mengatakan film tersebut memiliki karakter personalitas yang kuat dalam setiap adegan.

Menurutnya, film pembuka karya Gareth pada JAFF 2009 juga memenangkan audience choice award di Fantastic Fest Austin, Texas dan mendapatkan anugerah film terbaik pada 2010 dalam action fest di North Carolina, Amerika.

Ia mengatakan Gareth mulai membuat film Footstep pada 2006, yang dirilis di Amerika.

Menurutnya, Gareth terus aktif menulis dan menjadi sutradara film, salah satunya adalah Film Merantau.

Sementara itu, Sutradara Film The Raid Gareth Huw Evans mengatakan silat di Indonesia menampilkan gerakan yang indah sehingga ia memutuskan untuk menulisnya.

“Saya menangkap peluang yang ada dengan melihat keunikan dan keindahan gerakan silat di Indonesia,” katanya.

Aktor Film The Raid Iko Uwais mengatakan film tersebut benar-benar menampilkan atlet silat yang menyuguhkan tontonan yang menarik.

Sementara itu, dalam acara penutupan JAFF 2011 tim juri juga memberikan enam penghargaan film yang lain.

Direktur JAFF Budi Irawanto mengatakan terdapat tiga kategori juri dalam JAFF setiap tahunnya, yakni festival juri netpac, festival juri JAFF, dan festival juri community.

Menurut dia, film panjang yang masuk kompetisi memiliki pendekatan beragam dari sisi bertutur, isu, dan pendekatan teknis.

Ia mengatakan tim juri telah menetapkan tujuh film peraih penghargaan.

Menurutnya, Film Oxygen karya Janchivdorj Sangedorj dari Mongolia menerima penghargaan netpac award karena memadukan seni dan etnografi kehidupan kota yang keras dan Gurun Gobi.

Ia mengatakan Film Winter Vacation dari China karya Li Hongqi meraih silver hanoman award karena sutradara mampu meramu kehidupan sehari-hari dalam perspektif yang menarik.

Dia mengatakan tim juri film pendek Asia memberikan penghargaan film pendek terbaik atau blencong award pada Film Open The Door karya Ashish Pandey dari India karena film mampu menampilkan kualitas film yang baik dengan durasi singkat.

Sedangkan, penghargaan juri special mention diberikan pada Film Bermula dari A karya BW Purba Negara.

Film tentang perdagangan perempuan karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola meraih dua dari tujuh penghargaan.

Juri Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Gregorius Djaduk Ferianto mengatakan film karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola berjudul Ang Damgo Ni Eleuteria menggunakan pendekatan baru dan inspiratif sehingga layak mendapatkan dua penghargaan.

Menurutnya, film tersebut meraih penghargaan golden hanoman award dan Geber award.

Dia mengatakan golden hanoman award merupakan penghargaan yang diberikan kepada film Asia terbaik pertama melalui penjurian dalam program Asian Feature.

Sementara itu, geber award merupakan penghargaan kepada film Asia yang dipilih oleh komunitas film dari berbagai kota di Indonesia.

Dia mengatakan film berdurasi 90 menit itu mampu mengangkat dengan baik isu aktual yang dialami negara berkembang.

Menurutnya, film tersebut memanfaatkan ruang kreativitas dengan memaksimalkan teknologi digital melalui pengambilan gambar yang tidak terputus dari awal sampai akhir.

Film tersebut memiliki ide yang bagus dan berani mengambil risiko dengan jalan mengambil gambar secara tidak terputus,” katanya.

sumber: antaranews

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/feed/ 0
Tanpa Sponsor Rokok, RI Mampu Gelar Sea Games XXVI http://silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/#comments Fri, 25 Nov 2011 03:09:43 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1482 Meski tim sepakbolanya kalah, Indonesia masih punya banyak prestasi lain di Sea Games XXVI yang baru saja usai. Bukan hanya keluar sebagai juara umum, Indonesia untuk pertama kalinya juga berhasil menggelar Sea Games tanpa menggunakan sponsor rokok.

Adanya sponsor rokok dinilai bertentangan dengan semangat sportivitas dalam olahraga. Di satu sisi olahraga bertujuan agar orang menjadi lebih sehat, sementara rokok di sisi lainjustru merusak kesehatan dengan ratusan racun yang terkandung di dalam asapnya.

Rokok juga merupakan pintu gerbang kemaksiatan, seperti narkoba, HIV/AIDS dan lain-lain,” kata Prof Dr dr Afansa Moeloek, SpOG, ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dalam konferensi pers di kantor Yayasan Jantung Indonesia, Kamis (24/11/2011).

Sea Games XXVI 2011 ini merupakan gelaran pesta olahraga multicabang yang pelaksanaannya harus bebas asap, iklan, promosi dan sponsor rokok. Smoke Free Sea Games atau Sea Games bebas asap rokok pertama kali digelar di Vietnam tahun 2003, lalu di Filipina tahun 2005 dan Laos tahun 2009.

Dengan sukses ini, diharapkan event-event olahraga lain yang digelar di Indonesia juga akan bebas rokok. Bahkan Sekretaris Komite Eksekutif Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Sarluhut Napitupulu menjamin liga sepakbola Indonesia musim ini juga akan bebas sponsor rokok.

Ini juga akan menjadi kompetisi pertama kita yang bebas sponsor rokok,” kata Sarluhut yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut.

Dukungan terhadap kampanye antirokok juga datang dari kalangan atlet, khususnya pemain sepakbola yang dalam Sea Games XXVI baru saja dikalahkan Malaysia. Titus Bonai alias Tibo, bintang muda asal Papua yang memperkuat tim nasional sepakbola Indonesia berpesan agar generasi muda menjauhi rokok.

Janganlah merokok, karena kami para atlet sangat terganggu. Atlet butuh fisik dan pernapasan yang bagus. Tapi rokok bisa mengganggu pernapasan kami,” kata Tibo yang memang besar di keluarga yang bebas rokok.

sumber: detik

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/feed/ 0
Sea Games, Indonesia Raih Juara Umum cabang Pencak Silat http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/#comments Fri, 18 Nov 2011 08:37:14 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1477 maskot-silatKontingen silat Indonesia akhirnya mewujudkan target untuk tampil sebagai juara umum SEA Games 2011 setelah menambah tiga emas pada pertandingan hari terakhir di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Kamis.

Dengan tambahan tiga medali emas tersebut, pencak silat yang sempat terpuruk di SEA Games 2009 Laos itu, secara keseluruhan mengumpulkan sembilan emas dari total 18 nomor yang dipertandingkan.

Meski gagal mencapai target sepuluh medali emas, Indonesia setidaknya berhasil mengembalikan dominasi yang sejak 1997 sempat diambil alih Vietnam.

Tiga emas terakhir tersebut dipersembahkan oleh Amelia Roring di kelas E putri, Rosmayani (kelas C putri) dan Dian Kristianto (kelas A putra).

Amelia meraih emas setelah pada pertandingan final mengalahkan Siti Rahmah Mohamed Nazir asal Malaysia dengan skor 5-0, sementara Rosmayani juga menang 5-0 atas Jutarat Noytapa (Thailand).

Sebelumnya Dian Kristianto juga menang telak 5-0 atas Anothai Choopeng dari Thailand.

Sementara itu, atlet Sofani Rahmawati yang turun di kelas F putri harus puas mendapat medali perak, setelah dikalahkan pesilat Vietnam Tran Thi Luyen.

Begitu juga atlet Indonesia Pranoto di kelas I hanya mampu menyabet medali perak setelah gagal mengalahkan lawannya Dang Minh Le (Vietnam).

Pencak silat Indonesia sempat mengalami hasil berburuk dalam sejarah SEA Games di Laos pada 2009 karena ketika itu hanya mampu meraih dua medali emas, tiga perak dan tiga perunggu.

Sementara itu, atlet Rosmayani mengaku puas menyabet medali emas ini, sebagai wujud bakti kepada bangsa dan negara.

“Syukur saya bisa menang dan medali ini saya serahkan kepada bangsa dan negara. Tanding kali ini adalah tanding saya untuk berlaga di kegiatan internasional,” ucapnya.

Berikut klasemen cabang pencak silat:
Indonesia   9  5  2 16
Vietnam     6  7  5 18
Malaysia    3  1  7 11
Thailand    0  4  3 7
Philippines 0  1  3 4
Singapore  0  0  3 3
Brunei         0  0  3 3
Myanmar    0  0  3 3
Laos           0   0  1 1
Total          18 18 30 66

 

sumber: bola.net

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/feed/ 0
sea games, Tim pencak silat putra dan putri Indonesia sabet emas http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/#comments Thu, 17 Nov 2011 01:28:54 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1471 Pesilat tim Indonesia masing-masing kategori putra dan putri berhasil menyabet medali emas pada SEA Games XXVI, Selasa malam.

Dengan demikian, keenam emas yang diperebutkan Selasa (15/11) semua disapu bersih Timnas Indonesia pada final pencak silat kategori seni bela diri.

Untuk juara I tim “Merah Putih” yang sukses mendulang medali emas adalah Zakki Imadudin, Exa Purbianto dan Abdul Muqit Iryat dengan nilai 461, catatan waktu 03.00 menit,

Juara II medali perak diraih tim Vietnam yakni Nyuyen Thanh Tung, Nguyen Tien Tai dan Nguyen Huu Tuan skor 540 dengan waktu 03.00 menit.

Sedangkan juara III perunggu diraih tim Brunei Darussalam yaitu AWG Abdul Malik Bin Haji Ladi, Jufri Bin Haji Junaidi dan Abdul Rahman Bin Haji Asli dengan nilai 451, waktu 03.01 menit.

Sementara untuk tim putri juara I diraih Indonesia yaitu Kikih Dyah Ayuwati, Djuariah dan Yuli Adriani, skor 459, catatan waktu 03.00 menit. Sementara juara II tim Vietnam Thi Thuy Nguyen, Pham Thi Ha dan Thi Quyen Ngo serta juara III perunggu disabet tim Brunei Darussalam diperkuat oleh atlet Noerleyermah Bte Haji Raya, Noerleyharyanti Bte Haji Raya dan Nurul Aimi Amalina Bte Zainidi dengan skor 449, catatan waktu 03.00 menit.

Dalam kategori seni pencak silat tersebut memperebutkan sebanyak enam medali emas.

Pada kategori seni tersebut untuk perorangan putra adalah pesilat dari negara Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar dan Indonesia.

Sedangkan untuk putri perorangan yang lolos final adalah Myanmar, Indonesia, Singapura, Malaysia dan Viatnam.

Untuk tim putra masuk final adalah Indonesia, Singapura, Vietnam dan Malaysia. Sedangkan tim putri adalah Indonesia, Singapura, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Untuk kategori tim putra, negara yang lolos final adalah Brunei Darussalam. (*)

 

sumber: antaranews

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/feed/ 0
Silat Indonesia » Featured Articles http://content.silatindonesia.com Pusat Informasi Pencak Silat Indonesia Thu, 10 Apr 2014 22:48:06 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.8.2 Minangkabau Silat Camp Summer 2013 http://silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/ http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/#comments Mon, 10 Jun 2013 02:45:06 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1912 Minangkabau Silat Camp Summer 2013
Galanggang Aluang Bunian

Datang dan Saksikan
Festival Silek Minangkabau dan Jambore Silek Internasional
tangal 20-29 Agustus 2013
di Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Minangkabau Silat Camp Summer 2013,
akan menampilkan seni silek Tradisi Minangkabau, diantaranya:
Silek Tuo, Silek Kurambik, Silek Kilangan Endek, Silek Langkah Ampek, Silek Pangian, Silek Gaib.

Galanggang Aluang Bunian adalah festival silek tradisi Minangkabau se Sumatera Barat, Ajang Silaturahmi tuo silek dan anak-anak sasian Minangkabau

Info selengkapnya hubungi:
Edwardo Guci
http://www.facebook.com/edwardo.guci

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/feed/ 0
Lestarikan Silat Tradisional, Cilegon Bentuk FP2STI http://silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/ http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/#comments Mon, 06 May 2013 10:32:29 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1868 Kurang terakomodirnya perguruan pencak silat yang ada di Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Cilegon, membuat para sahabat pesilat di Kota Baja mulai mencari solusi altenatif. Rencananya, mereka akan membentuk Forum pecinta dan Pelestari Silat Tradisonal Indonesia (FP2STI), dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan salah satu sahabat pesilat Kota Cilegon, Wawan Mulyana. Kata dia, hingga saat ini, banyak perguruan pencak silat yang belum tercantum di IPSI Kota Cilegon. Hal itu disebabkan, perguruan belum memiliki persyaratan yang ditetapkan IPSI, seperti adanya akte notaris, akte perguruan dan AD/ART perguruan, sehingga mereka belum bisa terakomodir.

Nah, karena takut kebudayaan silat tradisional yang ada disetiap perguruan punah akibat belum terakomodir, makanya para sahabat pesilat di Kota Cilegon sepakat untuk membentuk  FP2STI Kota Cilegon.

Itu kami lakukan, untuk tetap menjaga kelestariannya. Sekaligus, membantu IPSI untuk menjaga dan melakukan pembinaan,” papar Wawan kepada BANTEN POS, Sabtu (4/5).

Tapi Wawan menegaskan, orientasinya FP2STI nanti, tidak sama dengan IPSI. Soalnya, mereka tidak mengarah kejenjang prestasi seperti IPSI. Melainkan, terfokus untuk melakukan pelestarian. Itu juga sesuai dengan visi dan misi FP2STI pusat, yang telah berdiri sejak 2006 lalu dan hampir tersebar di seluruh Indonesia.

Jadi, tidak akan timbul perpecahan atau kami ingin berdiri sejajar dengan IPSI. Kami hanya murni terfokus untuk melestarikan budaya saja,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Ketua FP2STI pusat, Taufan Prassetya menyambut baik keinginan para sahabat pesilat Kota Cilegon tersebut. Bahkan, ia memang sangat menanti berdirinya FP2STI Kota Cilegon, sejak lama.

Pasalnya, sejak 2006 lalu, para sahabat pesilat Kota Cilegon, khususnya aliran Bandrong, sudah sering mengikuti kegiatan yang dilakukan FP2STI pusat. Makanya, besar harapannya, di Kota Cilegon segera berdiri.

Tidak hanya itu, lebih jauh ia menyampaikan, ingin FP2STI tingkat Banten, juga segera lahir seiring munculnya FP2STI yang ada diseluruh kabupaten/kota se-Banten nantinya. Makanya, Cilegon diharapkan jadi pelopor berdirinya FP2STI Banten.

Saya ingin, dengan adanya FP2STI di Banten, seluruh aliran silat tradisional bisa dilestarikan seperti didaerah lain. Yakni Jawa Timur, Aceh dan Riau, yang telah lebih dulu memiliki FP2STI,” kata Taufan.

sumber:
Banten Pos

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/feed/ 0
Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012 http://silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/#comments Mon, 29 Oct 2012 14:28:57 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1809 Saksikan Peragaan Silat dari berbagai Perguruan Silat Indonesia di Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012

Hari Minggu 4 November 2012 Jam 08.30 – 12.00 Wib

Lokasi :
Pelataran Zona Madina
Jl. Raya Parung Bogor
Desa Jampang
Kec. Kemang Kab. Bogor

Silakan mengajak sahabat dan saudara serta para pecinta silat lainnya.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/feed/ 0
Training for Trainer : SILAT for WOMAN SELF DEFENSE http://silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/#comments Mon, 15 Oct 2012 01:21:24 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1802 Buat anda yg suka beladiri, mari ikuti :

Training for Trainer
SILAT for WOMAN SELF DEFENSE

cewe-silatmateri mengajarkan silat praktis utk beladiri wanita dengan memanfaatkan kekuatan alami yg dimiliki wanita melalui jurus dan teknik silat yg jitu.

Pelatihan ini dilaksanakan :

Tanggal 20-21 Oktober 2012
Jam 10.00 – 16.00 wib.

 

 
bertempat di Sekretariat FP2STI

Galeri Green Art Space
jl. Abdul Majid 46 A
cipete utara.
Jakarta Selatan.

Pendaftaran dikirim melalui email ke :
training@silatindonesia.com

Biaya Rp 300.000
termasuk makan siang dan sertifikat mengikuti TFT SWSD dari FP2STI.
Gratis untuk anggota FP2STI.

informasi lain bisa melalui telp/sms
Arifin 0818152007
Luri 087876469000

Segera mendaftar, TEMPAT SANGAT TERBATAS
(Mohon sebarkan ke teman yg lain)

Rekening :

BCA KCP Majapahit Semarang
4620.313.586
a.n. Luri Darmawan

Mandiri Pondok Indah
1010006717787
a.n. Luri Darmawan

mohon cantumkan keterangan/informasi jika transfaer.
dan jangan lupa konfirmasi yaaa

sahabat silat

 

20121020-swsd-rev

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/feed/ 0
169 Aliran Silat Sumbar Terancam Punah http://silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/ http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/#comments Wed, 19 Sep 2012 02:50:16 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1788 BANGKINANG – Sebanyak 169 aliran pencak silat di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dikhawatirkan hilang. Karena itu, regenerasi sangat diperlukan sebab aliran silat tersebut selama ini hanya dikuasai para pesilat yang umurnya sudah tua.

Masalah banyaknya aliran silat itu merupakan aset berharga untuk pembinaan pesilat muda. Karena, ada sekitar 169 aliran di daerah ini,” kata Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Sumatera Barat, Fauzi Bahar, Rabu.

Ia mengatakan pesilat tua sebagai pewaris aliran tersebut belum menularkan keahliannya kepada pesilat muda. Sehingga, aset tersebut terancam hilang.

Masalah tersebut dinilai serius dan mengkhawatirkan. Karena jika pesilat tua itu meninggal, maka hilanglah aliran tersebut tanpa ada pewarisnya.

Oleh sebab itu, pihaknya tahun ini akan melakukan festival pencak silat se-Sumatera Barat. Mereka akan mengundang para pesilat tua yang memiliki aliran tersebut.

sumber:
replublika

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/feed/ 0
Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/ http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/#comments Wed, 25 Apr 2012 08:11:49 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1659 Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air

Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah AirLewat penelusuran yang dilakukan Koran Jakarta, akhirnya jawaban atas pertanyaan di atas didapatkan dari sebuah komunitas yang bernama Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Pencak silat pada umumnya hanya menjadi “penghias bibir” bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Hal itu sangat bertolak belakang dengan berkembang pesatnya kebudayaan nasional itu di mancanegara. Warga dunia sudah mulai mempelajari silat bukan hanya jurus dan aplikasinya, namun juga seluruh aspek yang berkaitan dengan silat. Berakar dari hal itu, muncullah sebuah komunitas FP2STI yang berupaya mengangkat kembali budaya bangsa Indonesia tersebut.

Komunitas itu terbentuk dari sekelompok pencinta pencak silat yang sering berkumpul dan berdiskusi dalam laman online Silat Bogor. Seringnya bertukar pikiran pada forum tersebut menyebabkan timbul keinginan mencari tahu pendekar-pendekar silat tradisional yang sebelumnya sangat jarang diketahui keberadaannya.

Sejumlah guru besar dengan murid-muridnya akhirnya memutuskan untuk melakukan pertemuan secara langsung. Seiring dengan semakin seringnya kopi darat pada saat itu, akhirnya didirikanlah FP2STI pada tanggal 6 Juni 2006 di Padepokan Pencak Silat TMII.

Misi dan Visi
Visi yang diemban oleh FP2STI adalah melestarikan silat tradisional sebagai budaya luhur bangsa Indonesia. Adapun misi berjalannya FP-2STI antara lain menjadikan silat tradisional sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan menjadikan Indonesia pusat pengembangan silat tradisional dunia.

Kita ingin menyosialisasikan bahwa pencak silat itu tidaklah seperti pandangan yang ada di benak masyarakat bahwa silat itu kampungan,” ungkap Taufan Prasetya, Ketua FP2STI, ketika ditemui oleh Koran Jakarta.

Dilihat dari strukturnya, FP2STI ini pada dasarnya berada dalam sebuah yayasan bernama Sahabat Silat yang dimotori oleh Alda Amtha. Yayasan itu tentunya memerlukan suatu forum kegiatan. Forum kegiatan itulah yang dinamakan FP2STI. Bentuknya jauh berbeda dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang berupa organisasi nasional yang membawahi kegiatan pencak silat secara resmi.

Menurut Taufan, FP2STI lebih berupa padepokan-padepokan dan berbasis komunitas. Selain itu, di dalam FP2STI, tidak adanya pertandingan kompetisi, berbeda dengan IPSI yang bentuknya lebih berupa kompetisi. Selama perkembangannya, FP2STI tidak lepas mengalami masa pasang-surut.

Dimulai dari hanya 25 orang dan berbentuk tim-tim kecil, mereka mendatangi sejumlah perguruan lainnya untuk kemudian merangkulnya bersama-sama. “Hingga sekarang, sudah ada ratusan guru besar silat yang bergabung dengan ribuan muridnya,” ujar Edwin Hidayat, pendekar Golok Saliwa sekaligus pengurus komunitas itu.

Saat ini, perguruan silat yang di bawah naungan FP2STI telah berjumlah 33 di Jakarta, sekitar 40 di Riau, 77 perguruan di Surabaya, dan masih banyak lagi yang tersebar di wilayah Indonesia lainnya. Komunitas itu pun berhasil menjangkau sejumlah negara lain. Beberapa aktivis FP2STI juga berada di Amerika, Singapura, Belanda, Jerman, dan beberapa lainnya. Orang Prancis, Italia, dan Inggris pun sering mendatangi salah satu guru besar FP2STI sekadar untuk berlatih silat. edh/R-3

Ragam dan Tantangan Seni Pencak

Terdapat lebih-kurang 800 aliran silat di Indonesia. Di Sumatra Barat, terdapat sekitar 200 aliran asli. Masing-masing aliran berbeda dan memiliki ciri khas. Bukan hanya aliran Jawa Barat dengan Sumatra Barat yang berbeda, namun juga antara aliran silat di Sumatra Barat yang tinggal di pegunungan dan di pantai.

Bahkan antara gunung yang satu dan yang lainnya berbeda. Menurut Taufan, silat secara umum pada zaman Orde Baru perkembangannya sangat pesat, terutama sebagai aspek olah raga. Saat itu, perhatian pemerintah memang besar dan sangat mendukung perkembangan pencak silat.

Namun, semenjak era reformasi hingga sekarang, perkembangan silat kembali menurun. Sosialisasi yang diadakan oleh FP2STI beberapa tahun belakangan ternyata berbuah hasil yang bagus dalam meningkatkan minat masyarakat untuk kembali ke silat. Diadakannya beberapa kegiatan yang walaupun hanya bermodalkan dana swadaya anggotanya serta ekspos media yang semakin tinggi membuat perkembangan silat saat ini dirasa kembali meningkat.

Salah satu bentuk ekspos media ini adalah dibuatnya film Merantau dan The Raid. Penggunaan teknik-teknik silat yang kental pada kedua film tersebut sedikit membuka mata masyarakat bawha ternyata pencak silat tidak kampungan dan tidak seperti yang selama ini mereka ketahui. “Film itu sangat besar pengaruhnya terhadap minat silat, dan dilihat dari trennya terhadap silat, memang semakin ke sini semakin meningkat,” aku Taufan.

Masih kurang diminatinya pencak silat oleh kaum urban adalah kurang tersedianya fasilitas berlatih di daerah perkotaan dibanding dengan olah raga bela diri lainnya seperti boxing atau capoiera yang dapat ditemui di gym atau tempat-tempat strategis perkotaan lainnya yang mudah dicapai.

Perkembangan pencak silat di negara lain, misalnya Malaysia, dikatakan Taufan, malah jauh lebih baik dibanding Indonesia. Hal itu dikarenakan lemahnya Indonesia dalam budaya tulis dan hanya mengutamakan budaya tutur. Di Malaysia, dalam hal pendokumentasian lebih jelas.

Padahal jika ditelusuri lebih lanjut, 90 persen silat di Malaysia datang dari Sumatra Barat. Singapura bahkan lebih hebat. Negara tersebut dikabarkan memiliki visi menjadi negara pusat silat. Mereka akan membangun sebuah institusi khusus pencak silat. Menyadari tidak adanya sumber daya, Singapura akan memanggil guru besar-guru besar dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk mengajar di sana. edh/R-3

Mempelajari Nilai-nilai Kehidupan yang Luhur

Melalui forum itu, FP2STI ingin menggali aspekaspek luhur kehidupan yang terkandung dalam silat. Oleh karena itu, bentuk kegiatankegiatan yang diadakan memang sedikit berbeda. Beragam kegiatan dirancang oleh FP2STI untuk menarik minat masyarakat, terutama kaum muda, untuk melestarikan silat tradisional Indonesia.

Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah workshop atau semacam diskusi bulanan. Komunitas itu mengundang perguruan-perguruan anggota FP2STI untuk mempresentasikan apa yang perguruan tersebut persembahkan atau ajarkan kepada muridnya. “Jadi, lebih ke berbagi pengetahuan sesama perguruan,” kata Taufan.

Workshop ini diadakan selain bermaksud untuk belajar, menjadi media silaturahim sehingga masalah egosentris yang semisal memang ada akan kita minimalisasi,” tambah dia. Salah satu workshop yang pernah dibuat oleh FP2STI bermateri tentang silat dari perspektif budaya.

Sejumlah perguruan silat melakukan demonstrasi pada kegiatan tersebut. Perguruan Iko Uwais saat itu juga diundang. Ia juga sempat hadir dalam workshop itu dan ikut berbagi sedikit pengalamannya dalam bersilat. Bentuk workshop silat yang pernah diadakan antara lain silat Bandrong, silat Harimau, silat Kumango, silat Seliwa, dan silat Champ.

Pengabdian FP2STI
Selain mengadakan workshop, forum itu pernah mengadakan kegiatan seminar “Silat for Life”. FP2STI, dalam kegiatan ini, mendatangkan beberapa CEO perusahaan sebagai tamu narasumber. Melalui kegiatan itu, konsep silat dijabarkan dapat juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari, bahkan dapat diterapkan dalam sebuah manajemen.

FP2STI juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah aksi sosial saat terjadi gempa di Sumatera Barat, dan memberikan pelatihan pencak silat untuk tenaga kerja wanita di Hong Kong. Baru-baru ini, FP2STI pun mengadakan sebuah lomba penulisan artikel yang bertema silat.

Rupanya tanggapannya cukup baik oleh para penggemar silat, dan kita sempat kaget juga mengetahui responsnya yang luar biasa,” ungkap Edwin. Program lainnya yang diadakan oleh FP2STI adalah kolaborasi dengan IPSI dalam pertunjukan pencak silat indah di berbagai perlombaan, wisata menuju daerah-daerah pusat berkembangnya pencak silat, gerakan peduli silat, silat goes to campus, Indonesian community exhibition, dan pameran budaya Indonesia.

Ada juga kampung silat Jampang sebagai bentuk dari kerja sama dengan sebuah yayasan sosial, yakni pembangunan pusat pelatihan silat dan menghidupkan kembali roh silat kampung Jampang. Ke depan, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh FP- 2STI melibatkan anak-anak sekolah.

Rencana jangka panjangnya, aku Edwin, FP-2STI harus memiliki sebuah kantor pusat serta fasilitasfasilitas lainnya yang turut mendukung komunitas itu. “Semua ini harus dilakukan secara bergulir dan tidak mudah. Soalnya, aktivis kita sendiri di antaranya juga merupakan orang-orang sibuk semua,” jelas Edwin.

Melalui forum tersebut, diharapkan akan timbul sebuah kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya silat tradisional di Indonesia. FP2STI memiliki tujuan mencuri perhatian orangorang pintar, tokoh-tokoh masyarakat, kaum muda, dan pemerintah untuk bergabung dengan forum tersebut.

Kita perlu sponsor dalam mengembangkan silat ini karena pendanaan yang masih dilakukan secara swadaya hingga saat ini memang menjadikan salah satu kendala FP2STI dalam mengembangkan silat tradisional lebih besar lagi,” pungkas Edwin.

 

sumber: koran jakarta

 

( red: dicopy sesuai artikel aslinya, walau ada beberapa distorsi informasi )

 

.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/feed/ 0
Film tentang silat raih penghargaan JAFF 2011 http://silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/ http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/#comments Mon, 19 Dec 2011 02:34:58 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1520 Film The Raid karya Gareth Huw Evans meraih penghargaan spesial dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema.

Presiden Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2011 Garin Nugoro pada acara penutupan JAFF di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan film yang masuk dalam festival film internasional Toronto mampu menampilkan karakter cerita yang kuat.

Film itu menarik karena berkisah tentang silat sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. Gareth berhasil menyampaikan pesan tentang silat sebagai pertunjukan budaya,” katanya.

Ia mengatakan film tersebut memiliki karakter personalitas yang kuat dalam setiap adegan.

Menurutnya, film pembuka karya Gareth pada JAFF 2009 juga memenangkan audience choice award di Fantastic Fest Austin, Texas dan mendapatkan anugerah film terbaik pada 2010 dalam action fest di North Carolina, Amerika.

Ia mengatakan Gareth mulai membuat film Footstep pada 2006, yang dirilis di Amerika.

Menurutnya, Gareth terus aktif menulis dan menjadi sutradara film, salah satunya adalah Film Merantau.

Sementara itu, Sutradara Film The Raid Gareth Huw Evans mengatakan silat di Indonesia menampilkan gerakan yang indah sehingga ia memutuskan untuk menulisnya.

“Saya menangkap peluang yang ada dengan melihat keunikan dan keindahan gerakan silat di Indonesia,” katanya.

Aktor Film The Raid Iko Uwais mengatakan film tersebut benar-benar menampilkan atlet silat yang menyuguhkan tontonan yang menarik.

Sementara itu, dalam acara penutupan JAFF 2011 tim juri juga memberikan enam penghargaan film yang lain.

Direktur JAFF Budi Irawanto mengatakan terdapat tiga kategori juri dalam JAFF setiap tahunnya, yakni festival juri netpac, festival juri JAFF, dan festival juri community.

Menurut dia, film panjang yang masuk kompetisi memiliki pendekatan beragam dari sisi bertutur, isu, dan pendekatan teknis.

Ia mengatakan tim juri telah menetapkan tujuh film peraih penghargaan.

Menurutnya, Film Oxygen karya Janchivdorj Sangedorj dari Mongolia menerima penghargaan netpac award karena memadukan seni dan etnografi kehidupan kota yang keras dan Gurun Gobi.

Ia mengatakan Film Winter Vacation dari China karya Li Hongqi meraih silver hanoman award karena sutradara mampu meramu kehidupan sehari-hari dalam perspektif yang menarik.

Dia mengatakan tim juri film pendek Asia memberikan penghargaan film pendek terbaik atau blencong award pada Film Open The Door karya Ashish Pandey dari India karena film mampu menampilkan kualitas film yang baik dengan durasi singkat.

Sedangkan, penghargaan juri special mention diberikan pada Film Bermula dari A karya BW Purba Negara.

Film tentang perdagangan perempuan karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola meraih dua dari tujuh penghargaan.

Juri Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Gregorius Djaduk Ferianto mengatakan film karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola berjudul Ang Damgo Ni Eleuteria menggunakan pendekatan baru dan inspiratif sehingga layak mendapatkan dua penghargaan.

Menurutnya, film tersebut meraih penghargaan golden hanoman award dan Geber award.

Dia mengatakan golden hanoman award merupakan penghargaan yang diberikan kepada film Asia terbaik pertama melalui penjurian dalam program Asian Feature.

Sementara itu, geber award merupakan penghargaan kepada film Asia yang dipilih oleh komunitas film dari berbagai kota di Indonesia.

Dia mengatakan film berdurasi 90 menit itu mampu mengangkat dengan baik isu aktual yang dialami negara berkembang.

Menurutnya, film tersebut memanfaatkan ruang kreativitas dengan memaksimalkan teknologi digital melalui pengambilan gambar yang tidak terputus dari awal sampai akhir.

Film tersebut memiliki ide yang bagus dan berani mengambil risiko dengan jalan mengambil gambar secara tidak terputus,” katanya.

sumber: antaranews

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/feed/ 0
Tanpa Sponsor Rokok, RI Mampu Gelar Sea Games XXVI http://silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/#comments Fri, 25 Nov 2011 03:09:43 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1482 Meski tim sepakbolanya kalah, Indonesia masih punya banyak prestasi lain di Sea Games XXVI yang baru saja usai. Bukan hanya keluar sebagai juara umum, Indonesia untuk pertama kalinya juga berhasil menggelar Sea Games tanpa menggunakan sponsor rokok.

Adanya sponsor rokok dinilai bertentangan dengan semangat sportivitas dalam olahraga. Di satu sisi olahraga bertujuan agar orang menjadi lebih sehat, sementara rokok di sisi lainjustru merusak kesehatan dengan ratusan racun yang terkandung di dalam asapnya.

Rokok juga merupakan pintu gerbang kemaksiatan, seperti narkoba, HIV/AIDS dan lain-lain,” kata Prof Dr dr Afansa Moeloek, SpOG, ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dalam konferensi pers di kantor Yayasan Jantung Indonesia, Kamis (24/11/2011).

Sea Games XXVI 2011 ini merupakan gelaran pesta olahraga multicabang yang pelaksanaannya harus bebas asap, iklan, promosi dan sponsor rokok. Smoke Free Sea Games atau Sea Games bebas asap rokok pertama kali digelar di Vietnam tahun 2003, lalu di Filipina tahun 2005 dan Laos tahun 2009.

Dengan sukses ini, diharapkan event-event olahraga lain yang digelar di Indonesia juga akan bebas rokok. Bahkan Sekretaris Komite Eksekutif Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Sarluhut Napitupulu menjamin liga sepakbola Indonesia musim ini juga akan bebas sponsor rokok.

Ini juga akan menjadi kompetisi pertama kita yang bebas sponsor rokok,” kata Sarluhut yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut.

Dukungan terhadap kampanye antirokok juga datang dari kalangan atlet, khususnya pemain sepakbola yang dalam Sea Games XXVI baru saja dikalahkan Malaysia. Titus Bonai alias Tibo, bintang muda asal Papua yang memperkuat tim nasional sepakbola Indonesia berpesan agar generasi muda menjauhi rokok.

Janganlah merokok, karena kami para atlet sangat terganggu. Atlet butuh fisik dan pernapasan yang bagus. Tapi rokok bisa mengganggu pernapasan kami,” kata Tibo yang memang besar di keluarga yang bebas rokok.

sumber: detik

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/feed/ 0
Sea Games, Indonesia Raih Juara Umum cabang Pencak Silat http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/#comments Fri, 18 Nov 2011 08:37:14 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1477 maskot-silatKontingen silat Indonesia akhirnya mewujudkan target untuk tampil sebagai juara umum SEA Games 2011 setelah menambah tiga emas pada pertandingan hari terakhir di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Kamis.

Dengan tambahan tiga medali emas tersebut, pencak silat yang sempat terpuruk di SEA Games 2009 Laos itu, secara keseluruhan mengumpulkan sembilan emas dari total 18 nomor yang dipertandingkan.

Meski gagal mencapai target sepuluh medali emas, Indonesia setidaknya berhasil mengembalikan dominasi yang sejak 1997 sempat diambil alih Vietnam.

Tiga emas terakhir tersebut dipersembahkan oleh Amelia Roring di kelas E putri, Rosmayani (kelas C putri) dan Dian Kristianto (kelas A putra).

Amelia meraih emas setelah pada pertandingan final mengalahkan Siti Rahmah Mohamed Nazir asal Malaysia dengan skor 5-0, sementara Rosmayani juga menang 5-0 atas Jutarat Noytapa (Thailand).

Sebelumnya Dian Kristianto juga menang telak 5-0 atas Anothai Choopeng dari Thailand.

Sementara itu, atlet Sofani Rahmawati yang turun di kelas F putri harus puas mendapat medali perak, setelah dikalahkan pesilat Vietnam Tran Thi Luyen.

Begitu juga atlet Indonesia Pranoto di kelas I hanya mampu menyabet medali perak setelah gagal mengalahkan lawannya Dang Minh Le (Vietnam).

Pencak silat Indonesia sempat mengalami hasil berburuk dalam sejarah SEA Games di Laos pada 2009 karena ketika itu hanya mampu meraih dua medali emas, tiga perak dan tiga perunggu.

Sementara itu, atlet Rosmayani mengaku puas menyabet medali emas ini, sebagai wujud bakti kepada bangsa dan negara.

“Syukur saya bisa menang dan medali ini saya serahkan kepada bangsa dan negara. Tanding kali ini adalah tanding saya untuk berlaga di kegiatan internasional,” ucapnya.

Berikut klasemen cabang pencak silat:
Indonesia   9  5  2 16
Vietnam     6  7  5 18
Malaysia    3  1  7 11
Thailand    0  4  3 7
Philippines 0  1  3 4
Singapore  0  0  3 3
Brunei         0  0  3 3
Myanmar    0  0  3 3
Laos           0   0  1 1
Total          18 18 30 66

 

sumber: bola.net

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/feed/ 0
sea games, Tim pencak silat putra dan putri Indonesia sabet emas http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/#comments Thu, 17 Nov 2011 01:28:54 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1471 Pesilat tim Indonesia masing-masing kategori putra dan putri berhasil menyabet medali emas pada SEA Games XXVI, Selasa malam.

Dengan demikian, keenam emas yang diperebutkan Selasa (15/11) semua disapu bersih Timnas Indonesia pada final pencak silat kategori seni bela diri.

Untuk juara I tim “Merah Putih” yang sukses mendulang medali emas adalah Zakki Imadudin, Exa Purbianto dan Abdul Muqit Iryat dengan nilai 461, catatan waktu 03.00 menit,

Juara II medali perak diraih tim Vietnam yakni Nyuyen Thanh Tung, Nguyen Tien Tai dan Nguyen Huu Tuan skor 540 dengan waktu 03.00 menit.

Sedangkan juara III perunggu diraih tim Brunei Darussalam yaitu AWG Abdul Malik Bin Haji Ladi, Jufri Bin Haji Junaidi dan Abdul Rahman Bin Haji Asli dengan nilai 451, waktu 03.01 menit.

Sementara untuk tim putri juara I diraih Indonesia yaitu Kikih Dyah Ayuwati, Djuariah dan Yuli Adriani, skor 459, catatan waktu 03.00 menit. Sementara juara II tim Vietnam Thi Thuy Nguyen, Pham Thi Ha dan Thi Quyen Ngo serta juara III perunggu disabet tim Brunei Darussalam diperkuat oleh atlet Noerleyermah Bte Haji Raya, Noerleyharyanti Bte Haji Raya dan Nurul Aimi Amalina Bte Zainidi dengan skor 449, catatan waktu 03.00 menit.

Dalam kategori seni pencak silat tersebut memperebutkan sebanyak enam medali emas.

Pada kategori seni tersebut untuk perorangan putra adalah pesilat dari negara Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar dan Indonesia.

Sedangkan untuk putri perorangan yang lolos final adalah Myanmar, Indonesia, Singapura, Malaysia dan Viatnam.

Untuk tim putra masuk final adalah Indonesia, Singapura, Vietnam dan Malaysia. Sedangkan tim putri adalah Indonesia, Singapura, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Untuk kategori tim putra, negara yang lolos final adalah Brunei Darussalam. (*)

 

sumber: antaranews

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/feed/ 0
Silat Indonesia » Featured Articles http://content.silatindonesia.com Pusat Informasi Pencak Silat Indonesia Mon, 14 Apr 2014 04:04:10 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.8.3 Minangkabau Silat Camp Summer 2013 http://silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/ http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/#comments Mon, 10 Jun 2013 02:45:06 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1912 Minangkabau Silat Camp Summer 2013
Galanggang Aluang Bunian

Datang dan Saksikan
Festival Silek Minangkabau dan Jambore Silek Internasional
tangal 20-29 Agustus 2013
di Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Minangkabau Silat Camp Summer 2013,
akan menampilkan seni silek Tradisi Minangkabau, diantaranya:
Silek Tuo, Silek Kurambik, Silek Kilangan Endek, Silek Langkah Ampek, Silek Pangian, Silek Gaib.

Galanggang Aluang Bunian adalah festival silek tradisi Minangkabau se Sumatera Barat, Ajang Silaturahmi tuo silek dan anak-anak sasian Minangkabau

Info selengkapnya hubungi:
Edwardo Guci
http://www.facebook.com/edwardo.guci

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/06/minangkabau-silat-camp-summer-2013/feed/ 0
Lestarikan Silat Tradisional, Cilegon Bentuk FP2STI http://silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/ http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/#comments Mon, 06 May 2013 10:32:29 +0000 http://content.silatindonesia.com/?p=1868 Kurang terakomodirnya perguruan pencak silat yang ada di Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Cilegon, membuat para sahabat pesilat di Kota Baja mulai mencari solusi altenatif. Rencananya, mereka akan membentuk Forum pecinta dan Pelestari Silat Tradisonal Indonesia (FP2STI), dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan salah satu sahabat pesilat Kota Cilegon, Wawan Mulyana. Kata dia, hingga saat ini, banyak perguruan pencak silat yang belum tercantum di IPSI Kota Cilegon. Hal itu disebabkan, perguruan belum memiliki persyaratan yang ditetapkan IPSI, seperti adanya akte notaris, akte perguruan dan AD/ART perguruan, sehingga mereka belum bisa terakomodir.

Nah, karena takut kebudayaan silat tradisional yang ada disetiap perguruan punah akibat belum terakomodir, makanya para sahabat pesilat di Kota Cilegon sepakat untuk membentuk  FP2STI Kota Cilegon.

Itu kami lakukan, untuk tetap menjaga kelestariannya. Sekaligus, membantu IPSI untuk menjaga dan melakukan pembinaan,” papar Wawan kepada BANTEN POS, Sabtu (4/5).

Tapi Wawan menegaskan, orientasinya FP2STI nanti, tidak sama dengan IPSI. Soalnya, mereka tidak mengarah kejenjang prestasi seperti IPSI. Melainkan, terfokus untuk melakukan pelestarian. Itu juga sesuai dengan visi dan misi FP2STI pusat, yang telah berdiri sejak 2006 lalu dan hampir tersebar di seluruh Indonesia.

Jadi, tidak akan timbul perpecahan atau kami ingin berdiri sejajar dengan IPSI. Kami hanya murni terfokus untuk melestarikan budaya saja,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Ketua FP2STI pusat, Taufan Prassetya menyambut baik keinginan para sahabat pesilat Kota Cilegon tersebut. Bahkan, ia memang sangat menanti berdirinya FP2STI Kota Cilegon, sejak lama.

Pasalnya, sejak 2006 lalu, para sahabat pesilat Kota Cilegon, khususnya aliran Bandrong, sudah sering mengikuti kegiatan yang dilakukan FP2STI pusat. Makanya, besar harapannya, di Kota Cilegon segera berdiri.

Tidak hanya itu, lebih jauh ia menyampaikan, ingin FP2STI tingkat Banten, juga segera lahir seiring munculnya FP2STI yang ada diseluruh kabupaten/kota se-Banten nantinya. Makanya, Cilegon diharapkan jadi pelopor berdirinya FP2STI Banten.

Saya ingin, dengan adanya FP2STI di Banten, seluruh aliran silat tradisional bisa dilestarikan seperti didaerah lain. Yakni Jawa Timur, Aceh dan Riau, yang telah lebih dulu memiliki FP2STI,” kata Taufan.

sumber:
Banten Pos

]]>
http://content.silatindonesia.com/2013/05/lestarikan-silat-tradisional-cilegon-bentuk-fp2sti/feed/ 0
Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012 http://silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/#comments Mon, 29 Oct 2012 14:28:57 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1809 Saksikan Peragaan Silat dari berbagai Perguruan Silat Indonesia di Festival Kampoeng Silat Jampang ke-4 2012

Hari Minggu 4 November 2012 Jam 08.30 – 12.00 Wib

Lokasi :
Pelataran Zona Madina
Jl. Raya Parung Bogor
Desa Jampang
Kec. Kemang Kab. Bogor

Silakan mengajak sahabat dan saudara serta para pecinta silat lainnya.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/festival-kampoeng-silat-jampang-ke-4-2012/feed/ 0
Training for Trainer : SILAT for WOMAN SELF DEFENSE http://silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/ http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/#comments Mon, 15 Oct 2012 01:21:24 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1802 Buat anda yg suka beladiri, mari ikuti :

Training for Trainer
SILAT for WOMAN SELF DEFENSE

cewe-silatmateri mengajarkan silat praktis utk beladiri wanita dengan memanfaatkan kekuatan alami yg dimiliki wanita melalui jurus dan teknik silat yg jitu.

Pelatihan ini dilaksanakan :

Tanggal 20-21 Oktober 2012
Jam 10.00 – 16.00 wib.

 

 
bertempat di Sekretariat FP2STI

Galeri Green Art Space
jl. Abdul Majid 46 A
cipete utara.
Jakarta Selatan.

Pendaftaran dikirim melalui email ke :
training@silatindonesia.com

Biaya Rp 300.000
termasuk makan siang dan sertifikat mengikuti TFT SWSD dari FP2STI.
Gratis untuk anggota FP2STI.

informasi lain bisa melalui telp/sms
Arifin 0818152007
Luri 087876469000

Segera mendaftar, TEMPAT SANGAT TERBATAS
(Mohon sebarkan ke teman yg lain)

Rekening :

BCA KCP Majapahit Semarang
4620.313.586
a.n. Luri Darmawan

Mandiri Pondok Indah
1010006717787
a.n. Luri Darmawan

mohon cantumkan keterangan/informasi jika transfaer.
dan jangan lupa konfirmasi yaaa

sahabat silat

 

20121020-swsd-rev

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/10/training-for-trainer-silat-for-woman-self-defense/feed/ 0
169 Aliran Silat Sumbar Terancam Punah http://silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/ http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/#comments Wed, 19 Sep 2012 02:50:16 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1788 BANGKINANG – Sebanyak 169 aliran pencak silat di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dikhawatirkan hilang. Karena itu, regenerasi sangat diperlukan sebab aliran silat tersebut selama ini hanya dikuasai para pesilat yang umurnya sudah tua.

Masalah banyaknya aliran silat itu merupakan aset berharga untuk pembinaan pesilat muda. Karena, ada sekitar 169 aliran di daerah ini,” kata Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Sumatera Barat, Fauzi Bahar, Rabu.

Ia mengatakan pesilat tua sebagai pewaris aliran tersebut belum menularkan keahliannya kepada pesilat muda. Sehingga, aset tersebut terancam hilang.

Masalah tersebut dinilai serius dan mengkhawatirkan. Karena jika pesilat tua itu meninggal, maka hilanglah aliran tersebut tanpa ada pewarisnya.

Oleh sebab itu, pihaknya tahun ini akan melakukan festival pencak silat se-Sumatera Barat. Mereka akan mengundang para pesilat tua yang memiliki aliran tersebut.

sumber:
replublika

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/09/169-aliran-silat-sumbar-terancam-punah/feed/ 0
Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/ http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/#comments Wed, 25 Apr 2012 08:11:49 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1659 Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air

Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah AirLewat penelusuran yang dilakukan Koran Jakarta, akhirnya jawaban atas pertanyaan di atas didapatkan dari sebuah komunitas yang bernama Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Pencak silat pada umumnya hanya menjadi “penghias bibir” bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Hal itu sangat bertolak belakang dengan berkembang pesatnya kebudayaan nasional itu di mancanegara. Warga dunia sudah mulai mempelajari silat bukan hanya jurus dan aplikasinya, namun juga seluruh aspek yang berkaitan dengan silat. Berakar dari hal itu, muncullah sebuah komunitas FP2STI yang berupaya mengangkat kembali budaya bangsa Indonesia tersebut.

Komunitas itu terbentuk dari sekelompok pencinta pencak silat yang sering berkumpul dan berdiskusi dalam laman online Silat Bogor. Seringnya bertukar pikiran pada forum tersebut menyebabkan timbul keinginan mencari tahu pendekar-pendekar silat tradisional yang sebelumnya sangat jarang diketahui keberadaannya.

Sejumlah guru besar dengan murid-muridnya akhirnya memutuskan untuk melakukan pertemuan secara langsung. Seiring dengan semakin seringnya kopi darat pada saat itu, akhirnya didirikanlah FP2STI pada tanggal 6 Juni 2006 di Padepokan Pencak Silat TMII.

Misi dan Visi
Visi yang diemban oleh FP2STI adalah melestarikan silat tradisional sebagai budaya luhur bangsa Indonesia. Adapun misi berjalannya FP-2STI antara lain menjadikan silat tradisional sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan menjadikan Indonesia pusat pengembangan silat tradisional dunia.

Kita ingin menyosialisasikan bahwa pencak silat itu tidaklah seperti pandangan yang ada di benak masyarakat bahwa silat itu kampungan,” ungkap Taufan Prasetya, Ketua FP2STI, ketika ditemui oleh Koran Jakarta.

Dilihat dari strukturnya, FP2STI ini pada dasarnya berada dalam sebuah yayasan bernama Sahabat Silat yang dimotori oleh Alda Amtha. Yayasan itu tentunya memerlukan suatu forum kegiatan. Forum kegiatan itulah yang dinamakan FP2STI. Bentuknya jauh berbeda dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang berupa organisasi nasional yang membawahi kegiatan pencak silat secara resmi.

Menurut Taufan, FP2STI lebih berupa padepokan-padepokan dan berbasis komunitas. Selain itu, di dalam FP2STI, tidak adanya pertandingan kompetisi, berbeda dengan IPSI yang bentuknya lebih berupa kompetisi. Selama perkembangannya, FP2STI tidak lepas mengalami masa pasang-surut.

Dimulai dari hanya 25 orang dan berbentuk tim-tim kecil, mereka mendatangi sejumlah perguruan lainnya untuk kemudian merangkulnya bersama-sama. “Hingga sekarang, sudah ada ratusan guru besar silat yang bergabung dengan ribuan muridnya,” ujar Edwin Hidayat, pendekar Golok Saliwa sekaligus pengurus komunitas itu.

Saat ini, perguruan silat yang di bawah naungan FP2STI telah berjumlah 33 di Jakarta, sekitar 40 di Riau, 77 perguruan di Surabaya, dan masih banyak lagi yang tersebar di wilayah Indonesia lainnya. Komunitas itu pun berhasil menjangkau sejumlah negara lain. Beberapa aktivis FP2STI juga berada di Amerika, Singapura, Belanda, Jerman, dan beberapa lainnya. Orang Prancis, Italia, dan Inggris pun sering mendatangi salah satu guru besar FP2STI sekadar untuk berlatih silat. edh/R-3

Ragam dan Tantangan Seni Pencak

Terdapat lebih-kurang 800 aliran silat di Indonesia. Di Sumatra Barat, terdapat sekitar 200 aliran asli. Masing-masing aliran berbeda dan memiliki ciri khas. Bukan hanya aliran Jawa Barat dengan Sumatra Barat yang berbeda, namun juga antara aliran silat di Sumatra Barat yang tinggal di pegunungan dan di pantai.

Bahkan antara gunung yang satu dan yang lainnya berbeda. Menurut Taufan, silat secara umum pada zaman Orde Baru perkembangannya sangat pesat, terutama sebagai aspek olah raga. Saat itu, perhatian pemerintah memang besar dan sangat mendukung perkembangan pencak silat.

Namun, semenjak era reformasi hingga sekarang, perkembangan silat kembali menurun. Sosialisasi yang diadakan oleh FP2STI beberapa tahun belakangan ternyata berbuah hasil yang bagus dalam meningkatkan minat masyarakat untuk kembali ke silat. Diadakannya beberapa kegiatan yang walaupun hanya bermodalkan dana swadaya anggotanya serta ekspos media yang semakin tinggi membuat perkembangan silat saat ini dirasa kembali meningkat.

Salah satu bentuk ekspos media ini adalah dibuatnya film Merantau dan The Raid. Penggunaan teknik-teknik silat yang kental pada kedua film tersebut sedikit membuka mata masyarakat bawha ternyata pencak silat tidak kampungan dan tidak seperti yang selama ini mereka ketahui. “Film itu sangat besar pengaruhnya terhadap minat silat, dan dilihat dari trennya terhadap silat, memang semakin ke sini semakin meningkat,” aku Taufan.

Masih kurang diminatinya pencak silat oleh kaum urban adalah kurang tersedianya fasilitas berlatih di daerah perkotaan dibanding dengan olah raga bela diri lainnya seperti boxing atau capoiera yang dapat ditemui di gym atau tempat-tempat strategis perkotaan lainnya yang mudah dicapai.

Perkembangan pencak silat di negara lain, misalnya Malaysia, dikatakan Taufan, malah jauh lebih baik dibanding Indonesia. Hal itu dikarenakan lemahnya Indonesia dalam budaya tulis dan hanya mengutamakan budaya tutur. Di Malaysia, dalam hal pendokumentasian lebih jelas.

Padahal jika ditelusuri lebih lanjut, 90 persen silat di Malaysia datang dari Sumatra Barat. Singapura bahkan lebih hebat. Negara tersebut dikabarkan memiliki visi menjadi negara pusat silat. Mereka akan membangun sebuah institusi khusus pencak silat. Menyadari tidak adanya sumber daya, Singapura akan memanggil guru besar-guru besar dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk mengajar di sana. edh/R-3

Mempelajari Nilai-nilai Kehidupan yang Luhur

Melalui forum itu, FP2STI ingin menggali aspekaspek luhur kehidupan yang terkandung dalam silat. Oleh karena itu, bentuk kegiatankegiatan yang diadakan memang sedikit berbeda. Beragam kegiatan dirancang oleh FP2STI untuk menarik minat masyarakat, terutama kaum muda, untuk melestarikan silat tradisional Indonesia.

Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah workshop atau semacam diskusi bulanan. Komunitas itu mengundang perguruan-perguruan anggota FP2STI untuk mempresentasikan apa yang perguruan tersebut persembahkan atau ajarkan kepada muridnya. “Jadi, lebih ke berbagi pengetahuan sesama perguruan,” kata Taufan.

Workshop ini diadakan selain bermaksud untuk belajar, menjadi media silaturahim sehingga masalah egosentris yang semisal memang ada akan kita minimalisasi,” tambah dia. Salah satu workshop yang pernah dibuat oleh FP2STI bermateri tentang silat dari perspektif budaya.

Sejumlah perguruan silat melakukan demonstrasi pada kegiatan tersebut. Perguruan Iko Uwais saat itu juga diundang. Ia juga sempat hadir dalam workshop itu dan ikut berbagi sedikit pengalamannya dalam bersilat. Bentuk workshop silat yang pernah diadakan antara lain silat Bandrong, silat Harimau, silat Kumango, silat Seliwa, dan silat Champ.

Pengabdian FP2STI
Selain mengadakan workshop, forum itu pernah mengadakan kegiatan seminar “Silat for Life”. FP2STI, dalam kegiatan ini, mendatangkan beberapa CEO perusahaan sebagai tamu narasumber. Melalui kegiatan itu, konsep silat dijabarkan dapat juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari, bahkan dapat diterapkan dalam sebuah manajemen.

FP2STI juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah aksi sosial saat terjadi gempa di Sumatera Barat, dan memberikan pelatihan pencak silat untuk tenaga kerja wanita di Hong Kong. Baru-baru ini, FP2STI pun mengadakan sebuah lomba penulisan artikel yang bertema silat.

Rupanya tanggapannya cukup baik oleh para penggemar silat, dan kita sempat kaget juga mengetahui responsnya yang luar biasa,” ungkap Edwin. Program lainnya yang diadakan oleh FP2STI adalah kolaborasi dengan IPSI dalam pertunjukan pencak silat indah di berbagai perlombaan, wisata menuju daerah-daerah pusat berkembangnya pencak silat, gerakan peduli silat, silat goes to campus, Indonesian community exhibition, dan pameran budaya Indonesia.

Ada juga kampung silat Jampang sebagai bentuk dari kerja sama dengan sebuah yayasan sosial, yakni pembangunan pusat pelatihan silat dan menghidupkan kembali roh silat kampung Jampang. Ke depan, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh FP- 2STI melibatkan anak-anak sekolah.

Rencana jangka panjangnya, aku Edwin, FP-2STI harus memiliki sebuah kantor pusat serta fasilitasfasilitas lainnya yang turut mendukung komunitas itu. “Semua ini harus dilakukan secara bergulir dan tidak mudah. Soalnya, aktivis kita sendiri di antaranya juga merupakan orang-orang sibuk semua,” jelas Edwin.

Melalui forum tersebut, diharapkan akan timbul sebuah kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya silat tradisional di Indonesia. FP2STI memiliki tujuan mencuri perhatian orangorang pintar, tokoh-tokoh masyarakat, kaum muda, dan pemerintah untuk bergabung dengan forum tersebut.

Kita perlu sponsor dalam mengembangkan silat ini karena pendanaan yang masih dilakukan secara swadaya hingga saat ini memang menjadikan salah satu kendala FP2STI dalam mengembangkan silat tradisional lebih besar lagi,” pungkas Edwin.

 

sumber: koran jakarta

 

( red: dicopy sesuai artikel aslinya, walau ada beberapa distorsi informasi )

 

.

]]>
http://content.silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/feed/ 0
Film tentang silat raih penghargaan JAFF 2011 http://silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/ http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/#comments Mon, 19 Dec 2011 02:34:58 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1520 Film The Raid karya Gareth Huw Evans meraih penghargaan spesial dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema.

Presiden Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2011 Garin Nugoro pada acara penutupan JAFF di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan film yang masuk dalam festival film internasional Toronto mampu menampilkan karakter cerita yang kuat.

Film itu menarik karena berkisah tentang silat sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. Gareth berhasil menyampaikan pesan tentang silat sebagai pertunjukan budaya,” katanya.

Ia mengatakan film tersebut memiliki karakter personalitas yang kuat dalam setiap adegan.

Menurutnya, film pembuka karya Gareth pada JAFF 2009 juga memenangkan audience choice award di Fantastic Fest Austin, Texas dan mendapatkan anugerah film terbaik pada 2010 dalam action fest di North Carolina, Amerika.

Ia mengatakan Gareth mulai membuat film Footstep pada 2006, yang dirilis di Amerika.

Menurutnya, Gareth terus aktif menulis dan menjadi sutradara film, salah satunya adalah Film Merantau.

Sementara itu, Sutradara Film The Raid Gareth Huw Evans mengatakan silat di Indonesia menampilkan gerakan yang indah sehingga ia memutuskan untuk menulisnya.

“Saya menangkap peluang yang ada dengan melihat keunikan dan keindahan gerakan silat di Indonesia,” katanya.

Aktor Film The Raid Iko Uwais mengatakan film tersebut benar-benar menampilkan atlet silat yang menyuguhkan tontonan yang menarik.

Sementara itu, dalam acara penutupan JAFF 2011 tim juri juga memberikan enam penghargaan film yang lain.

Direktur JAFF Budi Irawanto mengatakan terdapat tiga kategori juri dalam JAFF setiap tahunnya, yakni festival juri netpac, festival juri JAFF, dan festival juri community.

Menurut dia, film panjang yang masuk kompetisi memiliki pendekatan beragam dari sisi bertutur, isu, dan pendekatan teknis.

Ia mengatakan tim juri telah menetapkan tujuh film peraih penghargaan.

Menurutnya, Film Oxygen karya Janchivdorj Sangedorj dari Mongolia menerima penghargaan netpac award karena memadukan seni dan etnografi kehidupan kota yang keras dan Gurun Gobi.

Ia mengatakan Film Winter Vacation dari China karya Li Hongqi meraih silver hanoman award karena sutradara mampu meramu kehidupan sehari-hari dalam perspektif yang menarik.

Dia mengatakan tim juri film pendek Asia memberikan penghargaan film pendek terbaik atau blencong award pada Film Open The Door karya Ashish Pandey dari India karena film mampu menampilkan kualitas film yang baik dengan durasi singkat.

Sedangkan, penghargaan juri special mention diberikan pada Film Bermula dari A karya BW Purba Negara.

Film tentang perdagangan perempuan karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola meraih dua dari tujuh penghargaan.

Juri Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Gregorius Djaduk Ferianto mengatakan film karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola berjudul Ang Damgo Ni Eleuteria menggunakan pendekatan baru dan inspiratif sehingga layak mendapatkan dua penghargaan.

Menurutnya, film tersebut meraih penghargaan golden hanoman award dan Geber award.

Dia mengatakan golden hanoman award merupakan penghargaan yang diberikan kepada film Asia terbaik pertama melalui penjurian dalam program Asian Feature.

Sementara itu, geber award merupakan penghargaan kepada film Asia yang dipilih oleh komunitas film dari berbagai kota di Indonesia.

Dia mengatakan film berdurasi 90 menit itu mampu mengangkat dengan baik isu aktual yang dialami negara berkembang.

Menurutnya, film tersebut memanfaatkan ruang kreativitas dengan memaksimalkan teknologi digital melalui pengambilan gambar yang tidak terputus dari awal sampai akhir.

Film tersebut memiliki ide yang bagus dan berani mengambil risiko dengan jalan mengambil gambar secara tidak terputus,” katanya.

sumber: antaranews

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/feed/ 0
Tanpa Sponsor Rokok, RI Mampu Gelar Sea Games XXVI http://silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/#comments Fri, 25 Nov 2011 03:09:43 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1482 Meski tim sepakbolanya kalah, Indonesia masih punya banyak prestasi lain di Sea Games XXVI yang baru saja usai. Bukan hanya keluar sebagai juara umum, Indonesia untuk pertama kalinya juga berhasil menggelar Sea Games tanpa menggunakan sponsor rokok.

Adanya sponsor rokok dinilai bertentangan dengan semangat sportivitas dalam olahraga. Di satu sisi olahraga bertujuan agar orang menjadi lebih sehat, sementara rokok di sisi lainjustru merusak kesehatan dengan ratusan racun yang terkandung di dalam asapnya.

Rokok juga merupakan pintu gerbang kemaksiatan, seperti narkoba, HIV/AIDS dan lain-lain,” kata Prof Dr dr Afansa Moeloek, SpOG, ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dalam konferensi pers di kantor Yayasan Jantung Indonesia, Kamis (24/11/2011).

Sea Games XXVI 2011 ini merupakan gelaran pesta olahraga multicabang yang pelaksanaannya harus bebas asap, iklan, promosi dan sponsor rokok. Smoke Free Sea Games atau Sea Games bebas asap rokok pertama kali digelar di Vietnam tahun 2003, lalu di Filipina tahun 2005 dan Laos tahun 2009.

Dengan sukses ini, diharapkan event-event olahraga lain yang digelar di Indonesia juga akan bebas rokok. Bahkan Sekretaris Komite Eksekutif Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Sarluhut Napitupulu menjamin liga sepakbola Indonesia musim ini juga akan bebas sponsor rokok.

Ini juga akan menjadi kompetisi pertama kita yang bebas sponsor rokok,” kata Sarluhut yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut.

Dukungan terhadap kampanye antirokok juga datang dari kalangan atlet, khususnya pemain sepakbola yang dalam Sea Games XXVI baru saja dikalahkan Malaysia. Titus Bonai alias Tibo, bintang muda asal Papua yang memperkuat tim nasional sepakbola Indonesia berpesan agar generasi muda menjauhi rokok.

Janganlah merokok, karena kami para atlet sangat terganggu. Atlet butuh fisik dan pernapasan yang bagus. Tapi rokok bisa mengganggu pernapasan kami,” kata Tibo yang memang besar di keluarga yang bebas rokok.

sumber: detik

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi/feed/ 0
Sea Games, Indonesia Raih Juara Umum cabang Pencak Silat http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/#comments Fri, 18 Nov 2011 08:37:14 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1477 maskot-silatKontingen silat Indonesia akhirnya mewujudkan target untuk tampil sebagai juara umum SEA Games 2011 setelah menambah tiga emas pada pertandingan hari terakhir di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Kamis.

Dengan tambahan tiga medali emas tersebut, pencak silat yang sempat terpuruk di SEA Games 2009 Laos itu, secara keseluruhan mengumpulkan sembilan emas dari total 18 nomor yang dipertandingkan.

Meski gagal mencapai target sepuluh medali emas, Indonesia setidaknya berhasil mengembalikan dominasi yang sejak 1997 sempat diambil alih Vietnam.

Tiga emas terakhir tersebut dipersembahkan oleh Amelia Roring di kelas E putri, Rosmayani (kelas C putri) dan Dian Kristianto (kelas A putra).

Amelia meraih emas setelah pada pertandingan final mengalahkan Siti Rahmah Mohamed Nazir asal Malaysia dengan skor 5-0, sementara Rosmayani juga menang 5-0 atas Jutarat Noytapa (Thailand).

Sebelumnya Dian Kristianto juga menang telak 5-0 atas Anothai Choopeng dari Thailand.

Sementara itu, atlet Sofani Rahmawati yang turun di kelas F putri harus puas mendapat medali perak, setelah dikalahkan pesilat Vietnam Tran Thi Luyen.

Begitu juga atlet Indonesia Pranoto di kelas I hanya mampu menyabet medali perak setelah gagal mengalahkan lawannya Dang Minh Le (Vietnam).

Pencak silat Indonesia sempat mengalami hasil berburuk dalam sejarah SEA Games di Laos pada 2009 karena ketika itu hanya mampu meraih dua medali emas, tiga perak dan tiga perunggu.

Sementara itu, atlet Rosmayani mengaku puas menyabet medali emas ini, sebagai wujud bakti kepada bangsa dan negara.

“Syukur saya bisa menang dan medali ini saya serahkan kepada bangsa dan negara. Tanding kali ini adalah tanding saya untuk berlaga di kegiatan internasional,” ucapnya.

Berikut klasemen cabang pencak silat:
Indonesia   9  5  2 16
Vietnam     6  7  5 18
Malaysia    3  1  7 11
Thailand    0  4  3 7
Philippines 0  1  3 4
Singapore  0  0  3 3
Brunei         0  0  3 3
Myanmar    0  0  3 3
Laos           0   0  1 1
Total          18 18 30 66

 

sumber: bola.net

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-indonesia-raih-juara-umum-cabang-pencak-silat/feed/ 0
sea games, Tim pencak silat putra dan putri Indonesia sabet emas http://silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/ http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/#comments Thu, 17 Nov 2011 01:28:54 +0000 http://silatindonesia.com/?p=1471 Pesilat tim Indonesia masing-masing kategori putra dan putri berhasil menyabet medali emas pada SEA Games XXVI, Selasa malam.

Dengan demikian, keenam emas yang diperebutkan Selasa (15/11) semua disapu bersih Timnas Indonesia pada final pencak silat kategori seni bela diri.

Untuk juara I tim “Merah Putih” yang sukses mendulang medali emas adalah Zakki Imadudin, Exa Purbianto dan Abdul Muqit Iryat dengan nilai 461, catatan waktu 03.00 menit,

Juara II medali perak diraih tim Vietnam yakni Nyuyen Thanh Tung, Nguyen Tien Tai dan Nguyen Huu Tuan skor 540 dengan waktu 03.00 menit.

Sedangkan juara III perunggu diraih tim Brunei Darussalam yaitu AWG Abdul Malik Bin Haji Ladi, Jufri Bin Haji Junaidi dan Abdul Rahman Bin Haji Asli dengan nilai 451, waktu 03.01 menit.

Sementara untuk tim putri juara I diraih Indonesia yaitu Kikih Dyah Ayuwati, Djuariah dan Yuli Adriani, skor 459, catatan waktu 03.00 menit. Sementara juara II tim Vietnam Thi Thuy Nguyen, Pham Thi Ha dan Thi Quyen Ngo serta juara III perunggu disabet tim Brunei Darussalam diperkuat oleh atlet Noerleyermah Bte Haji Raya, Noerleyharyanti Bte Haji Raya dan Nurul Aimi Amalina Bte Zainidi dengan skor 449, catatan waktu 03.00 menit.

Dalam kategori seni pencak silat tersebut memperebutkan sebanyak enam medali emas.

Pada kategori seni tersebut untuk perorangan putra adalah pesilat dari negara Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar dan Indonesia.

Sedangkan untuk putri perorangan yang lolos final adalah Myanmar, Indonesia, Singapura, Malaysia dan Viatnam.

Untuk tim putra masuk final adalah Indonesia, Singapura, Vietnam dan Malaysia. Sedangkan tim putri adalah Indonesia, Singapura, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Untuk kategori tim putra, negara yang lolos final adalah Brunei Darussalam. (*)

 

sumber: antaranews

 

]]>
http://content.silatindonesia.com/2011/11/sea-games-tim-pencak-silat-putra-dan-putri-indonesia-sabet-emas/feed/ 0