<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Silat Indonesia</title>
	<atom:link href="http://silatindonesia.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://silatindonesia.com</link>
	<description>Pusat Informasi Pencak Silat Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 May 2012 10:18:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Ameng Timbangan, Berkelahi Tanpa Menyakiti</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/05/ameng-timbangan-berkelahi-tanpa-menyakiti/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/05/ameng-timbangan-berkelahi-tanpa-menyakiti/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 10:08:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[ameng]]></category>
		<category><![CDATA[ameng timbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Anggakusumah]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[gending]]></category>
		<category><![CDATA[kang]]></category>
		<category><![CDATA[kang gending]]></category>
		<category><![CDATA[Nyengseret]]></category>
		<category><![CDATA[timbangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1673</guid>
		<description><![CDATA[Ameng Timbangan, Menemukan keseimbangan manusia dalam penjara, Raden Anggakusumah mengajarkan pekerti luhur dan menyelaraskan gerak. Hindari kekuatan lawan, alihkan serangan, duduki posisinya. Tapi, jangan sakiti lawan tak berdaya. Wajah Gending Raspuzi mendadak serius. Tatapannya fokus menghadap lawan. Dengan sigap, lelaki yang akrab disapa Kang Gending itu menepis pukulan yang mengarah wajahnya. Sejurus kemudian, praktisi Ameng [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ameng Timbangan,</strong><br />
<strong>Menemukan keseimbangan manusia dalam penjara, Raden Anggakusumah mengajarkan pekerti luhur dan menyelaraskan gerak. Hindari kekuatan lawan, alihkan serangan, duduki posisinya. Tapi, jangan sakiti lawan tak berdaya</strong>.</p>
<p>Wajah Gending Raspuzi mendadak serius. Tatapannya fokus menghadap lawan. Dengan sigap, lelaki yang akrab disapa Kang Gending itu menepis pukulan yang mengarah wajahnya. Sejurus kemudian, praktisi Ameng Timbangan ini menjatuhkan lawan tanpa melukainya.<br />
<span id="more-1673"></span><br />
<img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/person/kanggending-01.jpg" alt="kang gending" width="291" height="182" />Selama ini, memang tak banyak yang mengetahui <a href="http://silatindonesia.com/tag/ameng-timbangan">Ameng Timbangan</a> seperti yang dilakukan <a href="http://silatindonesia.com/tag/kang-gending">Kang Gending</a>. Beladiri asli Bandung ini terkesan tertutup dan jauh dari publikasi. Namun beladiri ini oleh penciptanya tidak dipandang sebagai salah satu aliran pencak silat. Hanya, pandangan umum tetap menganggapnya salah satu aliran pencak silat lain.</p>
<p>Muncul pertama kali di Bandung pada 1927, Ameng Timbangan digagas Raden (Rd.) Anggakusumah, putra Rd. Haji Adra’i, penghulu kepala di Sumedang. Menurut Kang Gending, Rd. Anggakusumah sebelumnya tak pernah belajar pencak silat, juga tak menganut aliran pencak silat yang ada. Jadi, Ameng Timbangan benar-benar temuan orisinal <a href="http://silatindonesia.com/tag/anggakusumah/">Rd. Anggakusumah</a> sendiri.</p>
<p>Menurut sang cucu, Rd. Darajat Anggakusumah, biasa disapa Kang Aom, Ameng Timbangan memang bukan pencak silat. “Karena timbangan itu prinsipnya untuk menyelamatkan diri. Baik diri sendiri maupun lawan. Makanya, dalam timbangan tak ada pukulan maupun tendangan,” ujarnya.</p>
<p>Ameng Timbangan, tutur Kang Gending, dipelajari dalam beberapa tahapan. Awalnya calon murid harus memahami lebih dulu filosofi Timbangan. Biasanya itu dilakukan lewat dialog dalam beberapa pertemuan. “Saya sendiri tujuh kali bertemu hanya mengobrol saja, tidak juga diajari Timbangan,” kata Kang Gending, murid Rd. Muhyidin Angga kusumah (ayah Kang Aom).</p>
<p>Sekilas, obrolan itu tak penting. Namun sebenarnya itu menjadi salah satu ujian bagi calon murid. Ya, filosofi Timbangan yang dikemas dalam obrolan ringan justru erat berhubungan dengan teknik yang dipelajari. Lewat tanya jawab, seorang guru dapat menilai mental dan moral muridnya.</p>
<p>Lebih jauh, menurut filosofi Rd. Anggakusumah, manusia bakal selamat bila memegang teguh prinsip cageur (sehat jasmani), bageur (berkelakuan baik), dan bener (berbuat benar). Ketiga unsur ini dilengkapi kembali oleh Rd. Muhyidin dengan enam pegangan lain, sehingga menjadi sembilan (sangawedi): Ati-ati (hati-hati), taliti (teliti), gumati (sungguh-sungguh), toweksa (cermat), wiwaha (penuh pertimbangan), dan waspada. Setelah melewati tahap pembinaan mental dan spiritual, barulah para murid diberi pelajaran jasmani.</p>
<p>Gending Raspuzi mempraktekan gerakan ameng timbangan.</p>
<p>Menurut Kang Gending, tahap pertama pendekar <a href="http://silatindonesia.com/tag/timbangan">Timbangan </a>menghadapi lawan adalah bicara dari hati ke hati. Bila kata-kata lemah lembut tidak diterima, dan lawan tetap mengandalkan kekerasan, barulah pendekar Timbangan melawan secara jasmani. Kendati, itu hanya untuk menguasai posisi atau kedudukan sedemikian rupa, sehingga lawan sulit menyerang namun mudah diserang. Ini terus menerus dilakukan atau dikuasai, tapi tidak dimanfaatkan untuk menyakiti lawan. Dengan demikian, di pihak lawan, diharapkan timbul kesadaran bahwa pendekar Timbangan tidak bermaksud buruk.</p>
<p>Untuk merebut kedudukan atau posisi ideal, pendekar Timbangan akan memberi kesempatan lawan untuk menyerang. Arus tenaga tidak ditangkis, karena Ameng Timbangan tak menggunakan teknik tangkisan. Namun serangan itu dibelokkan atau dielakkan agar kedudukan lawan menjadi labil. Dalam kondisi labil, pendekar Timbangan segera melakukan penutupan atau perebutan posisi, sesuai tujuan yang dikehendaki.</p>
<p>Toh, untuk melaksanakan taktik yang seakan-akan sangat sederhana itu tetap dibutuhkan keterampilan pelbagai jenis teknik. Seperti, kepekaan rasa yang memungkinkan pendekar Timbangan mampu menangkap atau mengantisipasi dengan cepat, situasi yang sedang dihadapi. Tak cuma itu, ia juga harus punya kecepatan reaksi. Sebagai seni beladiri tanpa kekerasan, dan dalam sasaran strateginya hanya berusaha menempati atau menguasai posisi, unsur kecepatan sangatlah penting.</p>
<p>Setelah itu, ia harus mampu menghitung dan menetapkan jarak dengan lawan. Dengan penguasaan jarak yang tepat, ia dapat mengantisipasi sekaligus menguasai kemungkinan serangan. Penilaian tepat terhadap jarak akan mampu menghindarkan serangan lawan dan merebut kedudukan secara tepat.</p>
<p>Selanjutnya, ia harus mampu mengendalikan tubuh lawan serta seluruh anggota tubuhnya. Untuk itu, dibutuhkan kepekaan rasa dan gerak cukup tinggi. Teknik menempel dan merapat, khusus digunakan untuk perkelahian jarak dekat. Dengan kemampuan menilai sikap dan posisi jasmani seseorang, kita akan mendapatkan gambaran tentang gerakan yang mungkin dilakukan lawan.</p>
<p>Sementara itu, gerakan menyalurkan tenaga lawan berupa penghindaran atau pengalihan lintasan gerak lawan lewat pembelokan, dilakukan dengan tenaga sekadarnya. Adapun melepas kuncian atau cekikan tidak berbeda dengan teknik aliran pencak silat lain. Prinsipnya, tetap menggunakan tenaga sekadarnya namun dengan efektivitas tinggi. Akhirnya, pendekar Timbangan harus dapat menghindari serangan lawan dan berusaha menyalurkannya ke tempat lain, sampai tenaga lawan terkuras dan posisinya labil.</p>
<p>Untuk tahap ini, pendekar harus menguasai beberapa jenis langkah. Misalnya, langkah lurus (maju mundur), serong (maju mundur), menyamping, dan balik arah. Setiap gerakan harus lambat, lembut, dan santai. Setiap perpindahan berat tubuh harus benar-benar dihayati, agar ditemukan rasa keseimbangan. Sehingga, setiap gerak terkesan tanpa arti, kosong, bersih, dan tanpa niat mencelakakan orang lain. Lawan yang menyerang biasanya akan celaka sendiri akibat perbuatannya. Bahkan, pendekar yang telah menghayati Ameng Timbangan justru akan menyelamatkan lawannya agar tidak terjatuh. Kalau toh jatuh, ia akan segera membangunkannya.</p>
<p>Mempelajari beberapa langkah atau kuda-kuda dalam gerak lambat ini dimaksudkan untuk bersiap menghadapi lawan yang mengerahkan beragam jenis kuda-kuda. Mengombinasi langkah-langkah yang telah dipelajari juga sangat penting, agar dapat bergerak terus tanpa canggung, serta berpindah dari satu posisi ke posisi lain.</p>
<p>Mungkin, karena kekhasan ujaran dan jurus itulah perkembangan Ameng Timbangan tidak sepesat aliran pencak silat lain. Itu memang akibat beratnya pendidikan ruhani atau mental spiritual calon murid. Mereka yang tak punya kesabaran dan motivasi tinggi serta mudah bosan, biasanya akan segera meninggalkan Ameng Timbangan. Tapi bagi yang sabar, akan sering diajak guru untuk berdialog.</p>
<p>Selain itu, jurus-jurus Ameng Timbangan tidak terlihat atraktif dan cenderung membosankan. Latihan mengulang gerakan dalam gerak lambat, umumnya tidak begitu diminati kawula muda. Tapi, justru itulah tantangan yang harus dilalui dengan baik agar hasilnya dapat dirasakan dan dihayati.</p>
<p>Seperti gerakan atau seni beladiri lain yang lahir di masa kolonialisme, keberadaan Ameng Timbangan tak luput dari kecurigaan pihak penjajah Belanda. Berkali-kali Belanda mengutus mata-mata untuk mengawasi kegiatannya. Kebetulan, kegiatan awal Ameng Timbangan berupa pembacaan kitab, tak ubahnya pengajian. Mata-mata itu pun menilainya tidak mengkhawatirkan. Padahal, setelah acara membacaan kitab, mereka mulai melakukan gerakan yang sudah tidak lagi diawasi. Bahkan, mata-mata itu akhirnya membelot dan bergabung untuk mempelajari Ameng Timbangan, karena menurutnya memang bermaksud baik.</p>
<p>Dari segi geraknya, banyak kalangan menilai Ameng Timbangan mirip Taichi, seni beladiri asal China. “Sewaktu belajar Timbangan, saya juga sengaja belajar Taichi. Saya ingin buktikan apakah keduanya saling terkait satu sama lain. Ternyata tidak,” ungkap Kang Gending. Kalau toh prinsipnya sama (mengajarkan keseimbangan), namun dalam Timbangan, keseimbangan yang dibutuhkan bukan cuma fisik, tapi juga mental. Itulah pekerti luhur jasmani ruhani yang diinginkan penggagas Ameng Timbangan.</p>
<p>Menemukan Keseimbangan dalam Penjara</p>
<p>Semasa muda, Rd. Anggakusumah aktif dalam organisasi politik Syarikat Islam, Bandung. Sikap kritisnya terhadap kondisi sosial politik kala itu membuatnya ditangkap aparat Belanda dan dijebloskan ke penjara Banceuy, 1919. Di situ , ia banyak bergaul dan berdiskusi dengan tokoh pergerakan lain.</p>
<p>Hasilnya, tercetus gagasan untuk menyelamatkan manusia dalam kehidupan fana ini. Rd. Anggakusumah menyimpulkan, segala sesuatu di dunia ini selalu berada dalam harmoni atau keseimbangan. Hasil renungannya dibukukan dalam tiga kitab berbahasa Sunda, yang ditulisnya dalam bentuk guguritan (tembang): Gurinda Alam Rohani Majaji (Guaroma), Imam Bener Tetengger Allah (Ibtat), dan Sareat, Tarekat, Hakekat, Makrifat (Satahama). Kitab-kitab itulah yang dianggap awal terciptanya beladiri Timbangan. Bentuk latihannya masih berupa diskusi antartahanan, demi membentuk kepribadian kuat. Pada perenungan berikutnya, ia menjumpai banyak orang lemah menderita akibat ditindas orang kuat, sekalipun korban berada di pihak yang benar.</p>
<p><a class="shutterset_" title="" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/person/rdanggakusumah.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/person/thumbs/thumbs_rdanggakusumah.jpg" alt="raden anggakusumah" /></a>Sejak itu, Rd. Anggakusumah mulai memikirkan latihan jasmani sebagai bagian sistem beladiri Timbangan. Ia yakin, seperti alam, gerak tubuh manusia selalu dalam keseimbangan. Tak lama, ia dipindahkan ke penjara Sawah lunto, Sumatera Barat. Di sana, ia disatukan dengan para penjahat dan pembunuh. Di tempat itulah hasil renungannya sempat dipraktikkan untuk melumpuhkan narapidana gila yang mengamuk serta menyadarkan jagoan yang iri.</p>
<p>Nama Timbangan diciptakan Rd. Anggakusumah karena sangat sesuai dengan filosofi yang diyakininya. Timbangan merupakan alat ukur untuk menilai sesuatu, serta menimbang salah dan benar. Ajaran dan ujaran dalam tiga kitab itu hanya dapat dipelajari murid Ameng Timbangan, Namun seperti pengajian umumnya kitab itu dibaca bersama.</p>
<p>Rd. Anggakusumah wafat 1979 dan di makamkan di Nyengseret, Bandung.</p>
<p>sumber:<br />
<a title="potretnews" href="http://www.prioritasnews.com/2012/05/15/ameng-timbangan-berkelahi-tanpa-menyakiti/" target="_blank">prioritasnews<br />
</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/05/ameng-timbangan-berkelahi-tanpa-menyakiti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Palembang Akan Miliki Padepokan Pencak Silat Seluas Satu Hektar</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/05/palembang-akan-miliki-padepokan-pencak-silat-seluas-satu-hektar/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/05/palembang-akan-miliki-padepokan-pencak-silat-seluas-satu-hektar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 12:42:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[jakabaring]]></category>
		<category><![CDATA[ogan]]></category>
		<category><![CDATA[padepokan]]></category>
		<category><![CDATA[palembang]]></category>
		<category><![CDATA[terbesar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1671</guid>
		<description><![CDATA[Palembang &#8211; Komplek Olahraga Jakabaring akan memiliki fasilitas baru berupa padepokan pencak silat. Tak tanggung-tanggung, padepokan tersebut akan mencakup luas satu hektar. &#8220;Di padepokan itu semua atlet pencak silat di Sumatera Selatan akan berlatih dan dibina. Harapannya, akan lahir sejumlah atlet pencak silat yang andal, serta olahraga ini akan kembali dicintai masyarakat,&#8221; ujar Ketua Umum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palembang</strong> &#8211; Komplek Olahraga Jakabaring akan memiliki fasilitas baru berupa padepokan pencak silat. Tak tanggung-tanggung, padepokan tersebut akan mencakup luas satu hektar.</p>
<p><em>&#8220;Di padepokan itu semua atlet pencak silat di Sumatera Selatan akan berlatih dan dibina. Harapannya, akan lahir sejumlah atlet pencak silat yang andal, serta olahraga ini akan kembali dicintai masyarakat,</em>&#8221; ujar Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Sumatera, Selatan Ishak Mekki, kepada wartawan di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Senin (14/05/2012).<br />
<span id="more-1671"></span><br />
Lahan seluas satu hektar tersebut merupakan hibah dari Ishak Mekki sendiri. Menurut Ishak, selama ini prestasi pencak silat Sumatera Selatan belum optimal, karenanya pembangunan padepokan ini diharapkan bisa mengubah hal tersebut.</p>
<p>Di lahan seluas satu hektare itu, selain disediakan lapangan buat berlatih, juga dibangun gedung pertandingan, penginapan dan sarana lainnya.</p>
<p>&#8220;<em>Insya Allah dalam satu-dua bulan ini peletakan batu pertama padepokan itu dilakukan</em>,&#8221; tuntas dia.</p>
<p>sumber:<br />
<a href="http://sport.detik.com/read/2012/05/14/161846/1916823/82/palembang-akan-miliki-padepokan-pencak-silat-seluas-satu-hektar">detik</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/05/palembang-akan-miliki-padepokan-pencak-silat-seluas-satu-hektar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rukun dan Pakai Hati, Cingkrig Nasrullah Rawa Belong</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/04/rukun-dan-pakai-hati-cingkrig-nasrullah-rawa-belong/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/04/rukun-dan-pakai-hati-cingkrig-nasrullah-rawa-belong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 08:37:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[betawi]]></category>
		<category><![CDATA[cingkrig]]></category>
		<category><![CDATA[forkabi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrullah]]></category>
		<category><![CDATA[rawa belong]]></category>
		<category><![CDATA[rawabelong]]></category>
		<category><![CDATA[sukabumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1648</guid>
		<description><![CDATA[Ini sudah kedua kali kami saya mewakili dari Silat Indonesia bertemu dengan beliau . Kian hari wajahnya semakin ceria menunjukan keramah tamahan dengan mata yang selalu berbinar-binar bila Beliau cerita tentang Silat dan Betawi. Pertama kali bertemu di lapangan Futsal di daerah Jl. Berdikari Raya (Kebayoran Lama), kemudian kedua kalinya saya bertemu di rumahnya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini sudah kedua kali kami saya mewakili dari <a href="http://silatindonesia.com">Silat Indonesia</a> bertemu dengan beliau . Kian hari wajahnya semakin ceria menunjukan keramah tamahan dengan mata yang selalu berbinar-binar bila Beliau cerita tentang Silat dan Betawi.</p>
<p>Pertama kali bertemu di lapangan Futsal di daerah Jl. Berdikari Raya (Kebayoran Lama), kemudian kedua kalinya saya bertemu di rumahnya di daerah Jl Adam Ujung, saya merasa dijamu dengan segala keramahtamahannya dan kebaikan budinya.</p>
<p>Beliau adalah Bang Abdul Basit M.S.I , Beliau salah Satu Guru Besar Padepokan Cingkrig Nasrullah Rawa Belong dan Ketua <a href="http://silatindonesia.com/tag/forkabi">FORKABI</a> <a href="http://silatindonesia.com/tag/rawa-belong">Rawa Belong</a>, juga salah satu tokoh Tiga Serangkai.<span id="more-1648"></span></p>
<p>Sebetulnya saya agak sungkan bertemu dengan beliau. Karena sederet nama harum beliau di daerah Rawa Belong. Belum lama diriku mengenal beliau  baru dua kali. Tetapi entah kenapa saya langsung menyukainya.</p>
<p>Beliau berapi-api menceritakan Betawi tempo dulu dan bermacam-macam aliran silat yang ada di tanah betawi. Salah satu aliran silat terkenal di tanah betawi adalah aliran Cingkrig.</p>
<p>Si Pitung hanyalah salah satu kisah dari sekian banyak kisah legenda  jawara-jawara Betawi zaman silam yang diidentikan dengan daerah Rawa Belong. Hingga di tengah-tengah masyarakat Betawi pun muncul menjadi simbol sebuah semacam bentuk keyakinan, bahwa memperdalam pencak silat adalah salah satu upaya memelihara warisan leluhur.</p>
<p>Peragaan Jurus dasar dan Bong Bang oleh Murid-Murid Padepokan Cingkrig Nasrullah Rawa Belong di bawah asuhan dan bimbingan Bang Basit pun sempat diperlihatkan kepada saya. Saya melihat kehebatan, kelincahan dan keluwesan tata gerak Cingkrig Nasrullah Rawa Belong di depan mata saya. Saya tak henti-hentinya berdecak kagum melihatnya.</p>
<p>Di sela-sela perbincangan kami, Beliau tak ada henti-hentinya berbicara masalah &#8220;kerukunan&#8221; walau kadang diselingi canda tawa. Dibalik ke-sahaja-an beliau terlihat kecerdasan pola pikir beliau, yang berpikir mengenai masa depan Betawi dan Silat.</p>
<p>Mengenang Betawi tidak terlepas dari sejarah perkembangan dan dinamika Jakarta tempo dulu dan sekarang. Sejak dahulu Jakarta sudah menjadi kota kosmopolitan tempat di mana pertemuan berbagai ragam budaya, suku bangsa, hingga bangsa lain seperti Arab, Melayu, India, China, Portugal, Belanda, dan lain-lainnya.</p>
<p>Kemajemukan ini pula yang menyebabkan terjadinya pertukaran seni, budaya, adat istiadat hingga ilmu bela diri yang berkembang saat itu. Betawi memang dikenal memiliki banyak cerita dan kenangan di dunia pencak silat. Konon kabarnya di Jakarta terdapat ratusan aliran silat. Begitu juga silat tak lepas dari nuansa Betawi yang yang banyak alirannya hingga bermacam sepertinya ada di tanah Betawi.Keragaman aliran silat Betawi turut diwarnai oleh latarbelakang silat dari pendatang-pendatang yang ada di tanah Betawi, berasimilasi dengan aliran silat yang ada di Tanah Betawi. Proses asimilasi ini mendapatkan nama aliran ataupun bentuk bentuk baru. Nampaknya ciri khas dan latar belakang betawi tetap kuat mewarnai gerakan jurus-jurusnya yang ada di Tanah Betawi.</p>
<p>Dan menurut cerita Bang Basit, silat di Tanah Betawi disebut &#8220;Maenan&#8221;.</p>
<p>&#8220;Dulu ane diajar maenan harus pake hati, kalau bisa semua mencintai maenannya masing-masing, dan semua maenan semuanya bagus, tinggal pelakunye yang bermain bagus atau nggak, kalau bisa dibarengin sama tabiat-nye yang bagus, walau ane juga dulu bandel&#8221;, tutur beliau sambil tertawa, dengan logat betawinya yang kental.</p>
<p>&#8220;Kalau bise semua aliran di Betawi atawe seluruh Indonesia semuanye bersatu saling hormat-menghormatin, bekumpul semuanye, saling silahturahmi, saling sayang, gak ada bentrok-bentrokan atawa adu-aduan dan maju bersama, itu impian ane. Jangan kalah sama mainan luar negeri yang dikemas sangat bagus&#8221;, sambung beliau.</p>
<p><strong>Alamat Padepokan Cingkrig Nasrullah Rawa Belong</strong> :</p>
<p>Jl. Masjid Al Anwar Gg Berdikari Kav 2. Rt. 002 Rw.001<br />
Rawabelong, Sukabumi Utara, Jakarta Barat</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/04/rukun-dan-pakai-hati-cingkrig-nasrullah-rawa-belong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 08:11:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[edwin]]></category>
		<category><![CDATA[fp2sti]]></category>
		<category><![CDATA[koran jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[padepokan]]></category>
		<category><![CDATA[populer]]></category>
		<category><![CDATA[silat bogor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1659</guid>
		<description><![CDATA[Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air Lewat penelusuran yang dilakukan Koran Jakarta, akhirnya jawaban atas pertanyaan di atas didapatkan dari sebuah komunitas yang bernama Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Pencak silat pada umumnya hanya menjadi &#8220;penghias bibir&#8221; bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal itu sangat bertolak belakang dengan berkembang pesatnya kebudayaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/"><strong>Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air</strong></a></p>
<p><a class="shutterset_" title="" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/20120425-pop01.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/thumbs/thumbs_20120425-pop01.jpg" alt="Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air" /></a>Lewat penelusuran yang dilakukan Koran Jakarta, akhirnya jawaban atas pertanyaan di atas didapatkan dari sebuah komunitas yang bernama <a href="http://silatindonesia.com/tag/fp2sti"><strong>Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia</strong></a> (<a href="http://silatindonesia.com/tag/fp2sti">FP2STI</a>). Pencak silat pada umumnya hanya menjadi &#8220;penghias bibir&#8221; bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.</p>
<p>Hal itu sangat bertolak belakang dengan berkembang pesatnya kebudayaan nasional itu di mancanegara. Warga dunia sudah mulai mempelajari silat bukan hanya jurus dan aplikasinya, namun juga seluruh aspek yang berkaitan dengan silat. Berakar dari hal itu, muncullah sebuah komunitas <a href="http://silatindonesia.com/tag/fp2sti">FP2STI </a>yang berupaya mengangkat kembali budaya bangsa Indonesia tersebut.<br />
<span id="more-1659"></span><br />
Komunitas itu terbentuk dari sekelompok pencinta pencak silat yang sering berkumpul dan berdiskusi dalam laman online <a href="http://silatindonesia.com/tag/silat-bogor">Silat Bogor</a>. Seringnya bertukar pikiran pada forum tersebut menyebabkan timbul keinginan mencari tahu pendekar-pendekar silat tradisional yang sebelumnya sangat jarang diketahui keberadaannya.</p>
<p>Sejumlah guru besar dengan murid-muridnya akhirnya memutuskan untuk melakukan pertemuan secara langsung. Seiring dengan semakin seringnya kopi darat pada saat itu, akhirnya didirikanlah FP2STI pada tanggal 6 Juni 2006 di <a href="http://silatindonesia.com/tag/padepokan">Padepokan Pencak Silat TMII</a>.</p>
<p><strong>Misi dan Visi</strong><br />
Visi yang diemban oleh FP2STI adalah melestarikan silat tradisional sebagai budaya luhur bangsa Indonesia. Adapun misi berjalannya FP-2STI antara lain menjadikan silat tradisional sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan menjadikan Indonesia pusat pengembangan silat tradisional dunia.</p>
<p>&#8220;<em>Kita ingin menyosialisasikan bahwa pencak silat itu tidaklah seperti pandangan yang ada di benak masyarakat bahwa silat itu kampungan</em>,&#8221; ungkap Taufan Prasetya, Ketua FP2STI, ketika ditemui oleh Koran Jakarta.</p>
<p>Dilihat dari strukturnya, FP2STI ini pada dasarnya berada dalam sebuah yayasan bernama Sahabat Silat yang dimotori oleh Alda Amtha. Yayasan itu tentunya memerlukan suatu forum kegiatan. Forum kegiatan itulah yang dinamakan FP2STI. Bentuknya jauh berbeda dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang berupa organisasi nasional yang membawahi kegiatan pencak silat secara resmi.</p>
<p>Menurut Taufan, FP2STI lebih berupa padepokan-padepokan dan berbasis komunitas. Selain itu, di dalam FP2STI, tidak adanya pertandingan kompetisi, berbeda dengan IPSI yang bentuknya lebih berupa kompetisi. Selama perkembangannya, FP2STI tidak lepas mengalami masa pasang-surut.</p>
<p>Dimulai dari hanya 25 orang dan berbentuk tim-tim kecil, mereka mendatangi sejumlah perguruan lainnya untuk kemudian merangkulnya bersama-sama. &#8220;Hingga sekarang, sudah ada ratusan guru besar silat yang bergabung dengan ribuan muridnya,&#8221; ujar Edwin Hidayat, pendekar Golok Saliwa sekaligus pengurus komunitas itu.</p>
<p>Saat ini, perguruan silat yang di bawah naungan FP2STI telah berjumlah 33 di Jakarta, sekitar 40 di Riau, 77 perguruan di Surabaya, dan masih banyak lagi yang tersebar di wilayah Indonesia lainnya. Komunitas itu pun berhasil menjangkau sejumlah negara lain. Beberapa aktivis FP2STI juga berada di Amerika, Singapura, Belanda, Jerman, dan beberapa lainnya. Orang Prancis, Italia, dan Inggris pun sering mendatangi salah satu guru besar FP2STI sekadar untuk berlatih silat. edh/R-3</p>
<p><strong>Ragam dan Tantangan Seni Pencak</strong></p>
<p>Terdapat lebih-kurang 800 aliran silat di Indonesia. Di Sumatra Barat, terdapat sekitar 200 aliran asli. Masing-masing aliran berbeda dan memiliki ciri khas. Bukan hanya aliran Jawa Barat dengan Sumatra Barat yang berbeda, namun juga antara aliran silat di Sumatra Barat yang tinggal di pegunungan dan di pantai.</p>
<p>Bahkan antara gunung yang satu dan yang lainnya berbeda. Menurut Taufan, silat secara umum pada zaman Orde Baru perkembangannya sangat pesat, terutama sebagai aspek olah raga. Saat itu, perhatian pemerintah memang besar dan sangat mendukung perkembangan pencak silat.</p>
<p>Namun, semenjak era reformasi hingga sekarang, perkembangan silat kembali menurun. Sosialisasi yang diadakan oleh FP2STI beberapa tahun belakangan ternyata berbuah hasil yang bagus dalam meningkatkan minat masyarakat untuk kembali ke silat. Diadakannya beberapa kegiatan yang walaupun hanya bermodalkan dana swadaya anggotanya serta ekspos media yang semakin tinggi membuat perkembangan silat saat ini dirasa kembali meningkat.</p>
<p>Salah satu bentuk ekspos media ini adalah dibuatnya film Merantau dan The Raid. Penggunaan teknik-teknik silat yang kental pada kedua film tersebut sedikit membuka mata masyarakat bawha ternyata pencak silat tidak kampungan dan tidak seperti yang selama ini mereka ketahui. &#8220;Film itu sangat besar pengaruhnya terhadap minat silat, dan dilihat dari trennya terhadap silat, memang semakin ke sini semakin meningkat,&#8221; aku Taufan.</p>
<p>Masih kurang diminatinya pencak silat oleh kaum urban adalah kurang tersedianya fasilitas berlatih di daerah perkotaan dibanding dengan olah raga bela diri lainnya seperti boxing atau capoiera yang dapat ditemui di gym atau tempat-tempat strategis perkotaan lainnya yang mudah dicapai.</p>
<p>Perkembangan pencak silat di negara lain, misalnya Malaysia, dikatakan Taufan, malah jauh lebih baik dibanding Indonesia. Hal itu dikarenakan lemahnya Indonesia dalam budaya tulis dan hanya mengutamakan budaya tutur. Di Malaysia, dalam hal pendokumentasian lebih jelas.</p>
<p>Padahal jika ditelusuri lebih lanjut, 90 persen silat di Malaysia datang dari Sumatra Barat. Singapura bahkan lebih hebat. Negara tersebut dikabarkan memiliki visi menjadi negara pusat silat. Mereka akan membangun sebuah institusi khusus pencak silat. Menyadari tidak adanya sumber daya, Singapura akan memanggil guru besar-guru besar dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk mengajar di sana. edh/R-3</p>
<p><strong>Mempelajari Nilai-nilai Kehidupan yang Luhur</strong></p>
<p>Melalui forum itu, FP2STI ingin menggali aspekaspek luhur kehidupan yang terkandung dalam silat. Oleh karena itu, bentuk kegiatankegiatan yang diadakan memang sedikit berbeda. Beragam kegiatan dirancang oleh FP2STI untuk menarik minat masyarakat, terutama kaum muda, untuk melestarikan silat tradisional Indonesia.</p>
<p>Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah workshop atau semacam diskusi bulanan. Komunitas itu mengundang perguruan-perguruan anggota FP2STI untuk mempresentasikan apa yang perguruan tersebut persembahkan atau ajarkan kepada muridnya. &#8220;Jadi, lebih ke berbagi pengetahuan sesama perguruan,&#8221; kata Taufan.</p>
<p>&#8220;<em>Workshop ini diadakan selain bermaksud untuk belajar, menjadi media silaturahim sehingga masalah egosentris yang semisal memang ada akan kita minimalisasi</em>,&#8221; tambah dia. Salah satu workshop yang pernah dibuat oleh FP2STI bermateri tentang silat dari perspektif budaya.</p>
<p>Sejumlah perguruan silat melakukan demonstrasi pada kegiatan tersebut. Perguruan Iko Uwais saat itu juga diundang. Ia juga sempat hadir dalam workshop itu dan ikut berbagi sedikit pengalamannya dalam bersilat. Bentuk workshop silat yang pernah diadakan antara lain silat Bandrong, silat Harimau, silat Kumango, silat Seliwa, dan silat Champ.</p>
<p><strong>Pengabdian FP2STI</strong><br />
Selain mengadakan workshop, forum itu pernah mengadakan kegiatan seminar &#8220;Silat for Life&#8221;. FP2STI, dalam kegiatan ini, mendatangkan beberapa CEO perusahaan sebagai tamu narasumber. Melalui kegiatan itu, konsep silat dijabarkan dapat juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari, bahkan dapat diterapkan dalam sebuah manajemen.</p>
<p>FP2STI juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah aksi sosial saat terjadi gempa di Sumatera Barat, dan memberikan pelatihan pencak silat untuk tenaga kerja wanita di Hong Kong. Baru-baru ini, FP2STI pun mengadakan sebuah lomba penulisan artikel yang bertema silat.</p>
<p>&#8220;<em>Rupanya tanggapannya cukup baik oleh para penggemar silat, dan kita sempat kaget juga mengetahui responsnya yang luar biasa</em>,&#8221; ungkap Edwin. Program lainnya yang diadakan oleh FP2STI adalah kolaborasi dengan IPSI dalam pertunjukan pencak silat indah di berbagai perlombaan, wisata menuju daerah-daerah pusat berkembangnya pencak silat, gerakan peduli silat, silat goes to campus, Indonesian community exhibition, dan pameran budaya Indonesia.</p>
<p>Ada juga kampung silat Jampang sebagai bentuk dari kerja sama dengan sebuah yayasan sosial, yakni pembangunan pusat pelatihan silat dan menghidupkan kembali roh silat kampung Jampang. Ke depan, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh FP- 2STI melibatkan anak-anak sekolah.</p>
<p>Rencana jangka panjangnya, aku Edwin, FP-2STI harus memiliki sebuah kantor pusat serta fasilitasfasilitas lainnya yang turut mendukung komunitas itu. &#8220;Semua ini harus dilakukan secara bergulir dan tidak mudah. Soalnya, aktivis kita sendiri di antaranya juga merupakan orang-orang sibuk semua,&#8221; jelas Edwin.</p>
<p>Melalui forum tersebut, diharapkan akan timbul sebuah kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya silat tradisional di Indonesia. FP2STI memiliki tujuan mencuri perhatian orangorang pintar, tokoh-tokoh masyarakat, kaum muda, dan pemerintah untuk bergabung dengan forum tersebut.</p>
<p>&#8220;<em>Kita perlu sponsor dalam mengembangkan silat ini karena pendanaan yang masih dilakukan secara swadaya hingga saat ini memang menjadikan salah satu kendala FP2STI dalam mengembangkan silat tradisional lebih besar lagi</em>,&#8221; pungkas Edwin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: <a title="Populerkan Kembali Bela Diri Asli Tanah Air - koran jakarta" href="http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/89405" target="_blank">koran jakarta</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>( red: dicopy sesuai artikel aslinya, walau ada beberapa distorsi informasi )</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/04/populerkan-kembali-bela-diri-asli-tanah-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengumuman Pemenang Lomba Artikel Pencak Silat Indonesia</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/04/pengumuman-pemenang-lomba-artikel-pencak-silat-indonesia/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/04/pengumuman-pemenang-lomba-artikel-pencak-silat-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 02:38:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[juara]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[pemenang]]></category>
		<category><![CDATA[silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1639</guid>
		<description><![CDATA[PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA PENULISAN ARTIKEL PENCAK SILAT INDONESIA Assalamau alaiakum wrwb, Berdarkan rangkaian rapat penjurian yang dilaksanakan melalui penilaian dan diskusi yang ketat berikut ini diumumkan para pemenang lomba Penulisan artikel Pencak Silat Indonesia sebagai berikut : Pemenang I. Mitos Mata Maung dari Silat Sunda Peninggalan Padjadjaran, oleh Alamsyah dan Muhammad Ridwan II. Pencak Silat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://silatindonesia.com/2012/04/pengumuman-pemenang-lomba-artikel-pencak-silat-indonesia/">PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA PENULISAN ARTIKEL PENCAK SILAT INDONESIA</a></p>
<p>Assalamau alaiakum wrwb,</p>
<p>Berdarkan rangkaian rapat penjurian yang dilaksanakan melalui penilaian dan diskusi yang ketat berikut ini diumumkan para pemenang lomba Penulisan artikel Pencak Silat Indonesia sebagai berikut :</p>
<p><span id="more-1639"></span></p>
<p><strong>Pemenang</strong><br />
I. Mitos Mata Maung dari Silat Sunda Peninggalan Padjadjaran, oleh Alamsyah dan Muhammad Ridwan<br />
II. Pencak Silat sebagai Icon Nation dan Character Building, oleh Moch. Nur Rofiq<br />
III. Tawuran dan Anarkisme, Apakah Pencak Silat Tidak Makin Memperparah? oleh Khoirul Azis Rifai</p>
<p><strong>Harapan</strong><br />
- OSIS, Silat, dan Karakter Unggulan, oleh Ganar Adhitya<br />
- Belajar Silat Berarti Belajar untuk Mengendalikan Diri Sendiri, oleh Gede agus Bramanta<br />
- Lingkar Manfaat Pencak Silat Dalam Kehidupan Kita, oleh Yudianto</p>
<p>Demikian keputusan dewan juri, semoga akan memberi semangat dan menbangkitkan penulisan artikel silat di Indonesia sehingga akan meningkatkan pengembangan silat Indonesia.<br />
Semoga ALLAH SWT memberi keberkahan kepada kita sekalian dan seluruh pejuang pengembangan Pencak Silat di seluruh dunia.</p>
<p><strong>Atas nama Dewan Juri</strong></p>
<p>Satria Naga<br />
Ketua Dewan Juri</p>
<p>ref: <a title="Lomba Penulisan Artikel Silat" href="http://sahabatsilat.com/forum/pencak-silat-general-forum/lomba-penulisan-artikel-silat/msg41613/?topicseen#new">Lomba Penulisan Artikel Silat oleh Sahabat Silat</a></p>
<p><a href="http://silatindonesia.com/2012/02/lomba-penulisan-artikel-silat/">Lomba Penulisan Artikel Silat</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/04/pengumuman-pemenang-lomba-artikel-pencak-silat-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paguyuban Angkringan Silat</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/03/paguyuban-angkringan-silat/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/03/paguyuban-angkringan-silat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 03:52:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[angkringan]]></category>
		<category><![CDATA[ipsi]]></category>
		<category><![CDATA[jogjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[koni]]></category>
		<category><![CDATA[paguyuban]]></category>
		<category><![CDATA[Paguyuban Angkringan Silat]]></category>
		<category><![CDATA[silat tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1634</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 24 Maret 2012 di cetuskan lah Paguyuban Angkringan Silat, sebuah komunitas tempat para praktisi Pencak Silat Tradisi Jogyakarta berkumpul, sebuah komunitas dengan gaya khas Jogjakarta&#8230; Paguyuban ini di dukung oleh banyak elemen penting Jogjakarta, baik dari IPSI Kota, KONI, sampai Walikota sendiri pun mendukung dengan menyediakan Pendopo Walikota sebagai tempat berkumpul malam itu. Bahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 24 Maret 2012 di cetuskan lah <a href="http://silatindonesia.com/2012/03/paguyuban-angkringan-silat/"><strong>Paguyuban Angkringan Silat</strong></a>, sebuah komunitas tempat para praktisi <a href="http://silatindonesia.com">Pencak Silat Tradisi</a> Jogyakarta berkumpul, sebuah komunitas dengan gaya khas Jogjakarta&#8230;<br />
<span id="more-1634"></span><br />
Paguyuban ini di dukung oleh banyak elemen penting Jogjakarta, baik dari IPSI Kota, KONI, sampai Walikota sendiri pun mendukung dengan menyediakan Pendopo Walikota sebagai tempat berkumpul malam itu. Bahkan dari Pihak Media Lokal, Retjo Buntung Group juga sangat mendukung terbentuknya Paguyuban ini demi kemajuan Pencak Tradisi di Jogjakarta</p>
<p>Acara malam itu sangat meriah, seperti biasa angkringan disediakan gratis, para pengisi acara sangat bersemangat menunjukkan ke khasan dari masing-masing perguruan..</p>
<p>Selamat Jogjakarta atas berdirinya Paguyuban Angkringan Silat&#8230;</p>
<p>sumber: <a title="tangtungan project" href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.412741612086420.112328.111992298828021&amp;type=1" target="_blank">fb tangtungan project</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/03/paguyuban-angkringan-silat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kritikus Dunia Komentari Film &#8216;The Raid&#8217;</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/03/kritikus-dunia-komentari-film-the-raid/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/03/kritikus-dunia-komentari-film-the-raid/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 01:26:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[filem]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[iko]]></category>
		<category><![CDATA[kritukus]]></category>
		<category><![CDATA[redemption]]></category>
		<category><![CDATA[silat]]></category>
		<category><![CDATA[the raid]]></category>
		<category><![CDATA[yayan ruhiyan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1629</guid>
		<description><![CDATA[Film &#8216;The Raid: Redemption&#8216; mendapat sambutan hangat dari para kritikus dunia. Film karya anak bangsa ini diulas di sejumlah media asing seperti Los Angeles Times, Hollywood.com, dan New York Post. Lewat ulasannya berjudul &#8216;Armed for the ‘Redemption’&#8217; di New York Post, kritikus film Lou Lumenick menyebut, adegan aksi di film &#8220;The Raid&#8216; brutal dan memacu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Film &#8216;<a title="the raid" href="http://silatindonesia.com/tag/the-raid">The Raid: Redemption</a>&#8216; mendapat sambutan hangat dari para kritikus dunia. Film karya anak bangsa ini diulas di sejumlah media asing seperti Los Angeles Times, Hollywood.com, dan New York Post.</p>
<p>Lewat ulasannya berjudul &#8216;Armed for the ‘Redemption’&#8217; di New York Post, kritikus film Lou Lumenick menyebut, adegan aksi di film &#8220;<a title="the raid" href="http://silatindonesia.com/tag/the-raid"><strong>The Raid</strong></a>&#8216; brutal dan memacu adrenalin. Ia juga mengatakan, film &#8216;The Raid&#8217; tidak ditujukan bagi penonton yang memiliki jantung lemah ataupun masalah dengan perut.<span id="more-1629"></span></p>
<p>&#8220;&#8216;The Raid: Redemption&#8217; memiliki beberapa plot twist yang rapih dan sedikit banyak karakterisasi dari yang Anda harapkan dari jenis film semacam ini. Namun kebanyakan hal tersebut merupakan impian dari para pecinta laga,&#8221; ujar Lumenick.</p>
<p>Kritikus Gary Goldstein tak ketinggalan mengulas film garapan sutradara Gareth Evans tersebut dengan tajuk &#8216;The Raid: Redemption&#8217; is an action bonanza&#8217; di Los Angeles Times. Goldstein menilai, film &#8216;The Raid&#8217; kaya akan adegan laga yang mengejutkan. Ia juga tak segan memuji kemampuan Evans dalam menyajikan visualiasi menakjubkan yang bisa membuat mata penonton tak teralihkan.</p>
<p>&#8220;Ini melelahkan, menggembirakan, hal-hal memukau yang tidak boleh dilewatkan oleh penggemar film yang dibuat dengan penuh enerjik,&#8221; ujar Goldstein.</p>
<p>Pujian terhadap film yang dibintangi Iko Uwais ini juga datang dari kritikus film Matt Patches. Lewat ulasannya di Holywood.com, Patches mengatakan bahwa definisi film laga modern bisa diperdebatkan setelah menyaksikan film &#8216;<a href="http://silatindonesia.com/tag/the-raid">The Raid</a>&#8216;.</p>
<p>&#8220;<em>Tentu saja mereka memiliki adegan laga- tapi tak ada yang setara dengan apa yang telah dilakukan sutradara Gareth Evans lewat seni bela diri yang hebat sekali, koreografi dengan presisi yang tak terbayangkan</em>,&#8221; ujar Patches.</p>
<p>Selain tayang di Indonesia, film &#8216;The Raid&#8217; juga diputar di 14 bioskop di Amerika Serikat. Film tersebut didistribusikan di luar negeri oleh Sony Pictures Classic. Semenjak diputar di Negeri Paman Sam, &#8216;The Raid&#8217; sukses mengantongi pendapatan sekitar Rp2 miliar.</p>
<p>&#8216;The Raid&#8217; menceritakan perjalanan 20 anggota pasukan khusus dalam menjalankan misi menangkap satu gembong narkotika kejam di sebuah gedung 30 lantai yang tak tersentuh aparat. Misi penuh bahaya ini juga dibintangi oleh Ray Sahetapy, Donny Alamsyah, Yayan Ruhiyan, Joe Taslim dan Pierre Gruno.</p>
<p>sumber: <a title="viva news" href="http://showbiz.vivanews.com/news/read/299746-kritikus-dunia-komentari-film--the-raid-" target="_blank">vivanews</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/03/kritikus-dunia-komentari-film-the-raid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Raid Sukses, Saatnya Wisatawan Belajar Silat!</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/03/the-raid-sukses-saatnya-wisatawan-belajar-silat/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/03/the-raid-sukses-saatnya-wisatawan-belajar-silat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 08:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[capoeira]]></category>
		<category><![CDATA[filem]]></category>
		<category><![CDATA[iko]]></category>
		<category><![CDATA[iko uwais]]></category>
		<category><![CDATA[mari]]></category>
		<category><![CDATA[muay thai]]></category>
		<category><![CDATA[redemption]]></category>
		<category><![CDATA[silat]]></category>
		<category><![CDATA[thailand]]></category>
		<category><![CDATA[the raid]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>
		<category><![CDATA[xxi]]></category>
		<category><![CDATA[yayan ruhiyan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1624</guid>
		<description><![CDATA[Thailand punya Muay Thai, Brazil punya Capoeira, dan kini Indonesia punya Silat untuk menarik wisatawan. Seiring suksesnya film aksi The Raid, terbuka kemungkinan para traveler berwisata untuk belajar Silat di Indonesia. Kenapa tidak dengan belajar Silat? Di Bangkok, para turis mendatangi sasana tinju untuk belajar Muay Thai. Di Brazil, ada banyak sekolah Capoeira yang bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/theraid.jpg" alt="theraid" width="128" height="189" />Thailand punya Muay Thai, Brazil punya Capoeira, dan kini Indonesia punya Silat untuk menarik wisatawan. Seiring suksesnya film aksi <a title="the raid" href="http://silatindonesia.com/tag/the-raid">The Raid</a>, terbuka kemungkinan para traveler berwisata untuk belajar Silat di Indonesia.<span id="more-1624"></span></p>
<p>Kenapa tidak dengan belajar Silat? Di Bangkok, para turis mendatangi sasana tinju untuk belajar Muay Thai. Di Brazil, ada banyak sekolah Capoeira yang bisa diikuti oleh wisatawan.</p>
<p>Hal ini juga yang bisa dikembangkan oleh Indonesia. Menparekraf Mari Elka Pangestu menjelaskan, untuk mengembangkan Silat sebagai daya tarik wisata, bisa saja disiapkan padepokan-padepokan Silat sebagai destinasi wisatawan.</p>
<p>&#8220;Nantinya akan ada padepokan juga, yang menjadi tujuan khusus untuk Pencak Silat,&#8221; kata Menparekraf Mari Elka Pangestu saat screening film The Raid di XXI Epiwalk, Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/3/2012) malam.</p>
<p>Menjadikan sekolah beladiri sebagai destinasi wisata, menurut Mari sudah lebih dulu dilakukan di China. &#8220;Semacam Shaolin Temple di China, tempat orang-orang belajar Kung Fu,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Mari pun menyambut gembira suksesnya film The Raid yang diputar di berbagai negara. Pencak Silat kini berpeluang besar menjadi sport tourism baru di Indonesia, menyusul surfing, arung jerman, dan olahraga lain yang menjadi favorit wisatawan.</p>
<p>&#8220;<em>Tentu saja jadi bagian sport tourism, sangat positif untuk mengangkat warisan budaya Indonesia. Orang-orang akan bertanya apa itu Pencak Silat, dan ingin tahu lebih banyak tentang itu</em>,&#8221; kata Mari.</p>
<p>sumber: <a title="detik" href="http://travel.detik.com/read/2012/03/23/175058/1875197/1025/the-raid-sukses-saatnya-wisatawan-belajar-silat?vt22021024">detik</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/03/the-raid-sukses-saatnya-wisatawan-belajar-silat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lomba Penulisan Artikel Silat</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/02/lomba-penulisan-artikel-silat/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/02/lomba-penulisan-artikel-silat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 14:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[fp2sti]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat silat]]></category>
		<category><![CDATA[silat]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan sahabat silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1599</guid>
		<description><![CDATA[FP2STI dibawah naungan Yayasan Sahabat Silat mengundangan para guru, pendekar dan para sahabat silat semua untuk berpartisipasi dalam lomba penulisan artikel tentang silat. Tema artikel silat yang diminta adalah: Manfaat Silat Bagi Kehidupan. Artikel diharapkan memberikan inspirasi kepada pembaca bahwa ilmu silat tidak saja menjadikan kita cekatan dalam perkelahian namun juga memudahkan kita dalam menjalani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="fp2sti" href="http://silatindonesia.com/tag/fp2sti">FP2STI</a> dibawah naungan <a title="yayasan sahabat silat" href="http://silatindonesia.com/tag/yayasan-sahabat-silat">Yayasan Sahabat Silat </a>mengundangan para guru, pendekar dan para sahabat silat semua untuk berpartisipasi dalam lomba penulisan artikel tentang silat.<br />
<strong> Tema</strong> artikel silat yang diminta adalah: <strong>Manfaat Silat Bagi Kehidupan</strong>.</p>
<p><span id="more-1599"></span><br />
Artikel diharapkan memberikan inspirasi kepada pembaca bahwa ilmu silat tidak saja menjadikan kita cekatan dalam perkelahian namun juga memudahkan kita dalam menjalani peran kita masing2 dalam kehidupan. Peran dalam kehidupan yang dimaksud bisa sebagai anak, orang tua, guru, pelajar, karyawan, pengusaha, programmer computer,dokter,pasien, ketua RT atau RW dan ribuan peran lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Peserta bisa menuliskannya dalam bentuk opini, cerita pengalaman pribadi atau cerita pengalaman orang lain yang benar2 terjadi atau kajian filosofi kaidah-kaidah dalam silat yang peserta kuasai.<br />
Semua tulisan yang masuk akan dimuat di SilatIndonesia.com dan SahabatSilat.com. Untuk 10 tulisan terbaik akan diusahakan untuk diterbitkan dalam bentuk buku.</p>
<p><strong>Syarat tulisan yang boleh diikutkan lomba</strong>:</p>
<p>1. Minimal 7000 karakter, Maksimal 30.000 karakter (termasuk spasi)<br />
2. Tidak Mengandung unsur SARA dan parnografi;<br />
3. Belum pernah diterbitkan di publikasi manapun termasuk di blog pribadi.<br />
4. Ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik</p>
<p><strong>Syarat Peserta:</strong></p>
<p>1. Umum. Tidak ada batasan usia, jenis kelamin, agama, suku atau pun kewarganegaraan.<br />
2. Terdaftar sebagai member Sahabatsilat.com</p>
<p>Tulisan dapat dikirim langsung ke admin dengan melampirkan biodatan singkat (nama, nickname di SS, usia, alamat, email, telpon, perguruan (kalau ada), dan pekerjaan)</p>
<p><strong>Disediakan 3 hadiah utama untuk penulisan terbaik.</strong></p>
<p>Hadiah Pertama senilai Rp. 2.500.000<br />
Hadiah Kedua     Senilai Rp. 1.500.000<br />
Hadiah Ketiga    senilai   Rp. 1.000.000</p>
<p>Setiap tulisan yang dikirim menjadi milik FP2STI dan jika diterbitkan FP2STI tetap akan menyantumkan nama penulis.</p>
<p><strong>Tata cara pengiriman</strong> :</p>
<p>01. artikel ditulis dalam dokumen berformat .doc<br />
02. artikel dikirimkan sebagai attachment di dalam email (boleh di-zip dahulu)<br />
03. tiap peserta boleh mengirimkan maksimal 3 (tiga) artikel<br />
04. tiap email hanya untuk 1 (satu) artikel<br />
05. format nama file: &#8220;namalengkap-judul artikel.doc&#8221;<br />
06. artikel <strong>dikirimkan paling lambat pada : 26 maret 2012</strong><br />
07. artikel dikirimkan ke: artikel@silatindonesia.com dan di-CC ke artikel@sahabatsilat.com</p>
<p><strong>Pengumuman Pemenang : 6 april 2012.</strong></p>
<p><em>*note*</em><br />
<em> jika mengirimkan lebih dari 1 artikel,</em><br />
<em> masing-masing artikel dikirimkan dalam email yang terpisah.</em></p>
<p>Salam Silat,</p>
<p>Santri Kinasih<br />
Atas Nama Ketua FP2STI, Taufan Prasetya dan Ketua Yayasan Sahabat Silat, Alda F Amtha.</p>
<p>informasi lebih lanjut akan diinformasikan di:<br />
<a title="forum sahabat silat" href="http://sahabatsilat.com/forum/pencak-silat-general-forum/lomba-penulisan-artikel-silat" target="_blank">forum sahabat silat</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/02/lomba-penulisan-artikel-silat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prabowo Siap Angkat Pamor Silat</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/02/prabowo-siap-angkat-pamor-silat/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/02/prabowo-siap-angkat-pamor-silat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Feb 2012 01:52:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[ipsi]]></category>
		<category><![CDATA[prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[profesional]]></category>
		<category><![CDATA[silat]]></category>
		<category><![CDATA[sirkuit]]></category>
		<category><![CDATA[sirkuit silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1609</guid>
		<description><![CDATA[Mempopulerkan olahraga pencak silat baik secara nasional maupun internasional menjadi tantangan tersendiri bagi Prabowo Subianto yang terpilih kembali untuk memimpin PB IPSI (Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) periode 2012-2016. “Menjadi tugas yang cukup berat untuk mempopulerkan silat. Jangankan di internasional di nasional saja olahraga silat masih dipandang sebagai cabang olahraga kampungan. Padahal silat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mempopulerkan olahraga pencak silat baik secara nasional maupun internasional menjadi tantangan tersendiri bagi <a title="prabowo" href="http://silatindonesia.com/tag/prabowo">Prabowo Subianto </a>yang terpilih kembali untuk memimpin <a title="ipsi" href="http://silatindonesia.com/tag/ipsi">PB IPSI</a> (Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) periode 2012-2016.<span id="more-1609"></span></p>
<p>“<em>Menjadi tugas yang cukup berat untuk mempopulerkan silat. Jangankan di internasional di nasional saja olahraga silat masih dipandang sebagai cabang olahraga kampungan. Padahal silat ini adalah warisan budaya yang terbesar yang kita miliki,</em>” ujar mantan <a href="http://silatindonesia.com/tag/kopasus">Danjen Kopasus</a> ini yang untuk ketiga kalinya menahkodai PB IPSI setelah terpilih secara aklamasi di Padepokan Pencak Silat TMII, Rabu (22/2).</p>
<p><a href="http://silatindonesia.com/tag/sirkuit-silat"><strong>SIRKUIT SILAT</strong></a></p>
<p>Salah satu terobosan yang akan dilakukan oleh Prabowo bersama kepengurusannya nanti adalah membuat sirkuit <a href="http://silatindonesia.com/tag/profesional">silat profesional</a>. “Trendnya memang ke arah situ (sirkuit silat profesional). Beberapa perguruan sudah menyanggupinya dan nantinya akan dikemas secara menarik sehingga tidak kalah pamornya dengan olahraga sepakbola,” terangnya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu Prabowo mengaku miris dengan kecenderungan anak-anak muda yang konsumerisme dan materialisme ketimbang melakukan kegiatan olahraga.</p>
<p>sumber: <a href="http://www.poskotanews.com/2012/02/23/prabowo-siap-angkat-pamor-silat/" target="_blank">postkotanews</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/02/prabowo-siap-angkat-pamor-silat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

