<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Silatindonesia.Com</title>
	<atom:link href="http://silatindonesia.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://silatindonesia.com</link>
	<description>Media Informasi Pencak Silat Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 12:55:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Silat Pauh</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/09/silat-pauh/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/09/silat-pauh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 12:51:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>
		<category><![CDATA[naqsabandiyah]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[pauh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=716</guid>
		<description><![CDATA[Silat pauh ternyata digunakan guru tarikat Naqsabandiyah di Kecamatan Pauh, Kota Padang untuk menarik seorang laki-laki belajar tarikat Naqsabandiyah. &#8220;Siapa yang hendak belajar beladiri pencak silat pauh harus masuk dulu ke dalam ajaran Naqsabandiyah,&#8221; ujar Syafri Malin Mudo, guru Naqsabandiyah di Musala Baitul Makmur, Pauh, Sabtu (6/12). Syafri yang juga pengurus silat &#8220;Alam Pauh Sejati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Silat pauh ternyata digunakan guru tarikat Naqsabandiyah di Kecamatan Pauh, Kota Padang untuk menarik seorang laki-laki belajar tarikat Naqsabandiyah.</p>
<p>&#8220;Siapa yang hendak belajar beladiri pencak silat pauh harus masuk dulu ke dalam ajaran Naqsabandiyah,&#8221; ujar Syafri Malin Mudo, guru Naqsabandiyah di Musala Baitul Makmur, Pauh, Sabtu (6/12).</p>
<p>Syafri yang juga pengurus silat &#8220;<strong>Alam Pauh Sejati Nan Jombang</strong>&#8221; ini mengakui pelajaran silat pauh salah satu strategi menarik orang untuk belajar Naqsabandiyah. Secara turun-temurun setiap malam minggu diadakan latihan silat dekat musala.</p>
<p>&#8220;Silat pauh sangat dikenal di Kota Padang , setiap pertandingan silat pauh selalu meraih juara,&#8221; katanya.</p>
<p>Jika seseorang ingin belajar silat, ada dua tahap yang harus dilaluinya. Pertama dari surau ke halaman. Mereka terlebih dulu sembahyang dan berdoa di surau, baru kemudian turun ke halaman untuk berlatih.</p>
<p>Sebelum berlatih, terlebih dulu si murid menyediakan syarat seekor ayam, sebilah pisah, kain, dan cermin. Ayam ini kemudian dipotong.</p>
<p>&#8220;<em>Saat pemotongan ayam ini akan diketahui karakter murid baru yang akan mengikuti latihan silat tersebut, apakah itu akan dilanjutkan ke tingkat atas atau tidak</em>,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Jika lulus syarat, si murid baru langsung diajarkan latihan dasar silat yang dibina seorang guru bernama Rajo Basa.</p>
<p>Jika sudah mapan dalam gerakan silat maka tahap selanjutkan adalah dari halaman masuk surau. Tapi dengan syarat mereka yang telah dipilih oleh gurunya.</p>
<p>&#8220;Para murid kembali diajarkan pencak silat tapi tidak di halaman surau namun dalam surau yaitu penyaluran tenaga dalam dan itu bukan sembarangan saja, itu adalah murid pilihan,&#8221; katanya.</p>
<p>Latihan silat akan dilakukan pada malam hari sesudah salat Isa hingga pagi menjelang Subuh. Saat belajar inilah para murid selain belajar beladiri juga belajar Tarikat Naqsabandiyah.</p>
<p>&#8220;Dari dulu hingga sekarang semua guru di surau <a href="http://silatindonesia/tag/naqsabandiyah">Naqsabandiyah</a> memiliki ilmu beladiri silat pauh sebagai bekal hidupnya,&#8221; kata Syafri. (ruslian/s)</p>
<p>sumber: <a href="http://www.padangkini.com/berita/single.php?id=2761" target="_blank">padangkini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/09/silat-pauh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seni Silat Jaman Pangeran Diponegoro</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/07/seni-silat-jaman-pangeran-diponegoro/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/07/seni-silat-jaman-pangeran-diponegoro/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 05:02:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[diponegoro]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=696</guid>
		<description><![CDATA[Secara historis dalam arti tertulis kemungkinan besar keilmuan Krida Yudha Sinalika (Krida Yudha = Seni perang, Sinalika = Naluri) dapat ditelusuri dari jaman Pangeran Wiryowilogo Niti Yudha yang hidup pada jaman Pangeran Diponegoro. Keilmuan Krida Yudha Sinalika dahulunya merupakan &#8220;Ilmu Polah Emoh&#8221; artinya &#8220;Tidak Mau Disakiti Lahir Batin dan Tidak Mau Menyakiti. Ilmu Polah Emoh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="shutterset_" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/1024-seni-silat-jaman-pangeran-diponegoro-2506.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/thumbs/thumbs_1024-seni-silat-jaman-pangeran-diponegoro-2506.jpg" alt="Seni Silat Jaman Pangeran Diponegoro" /></a>Secara historis dalam arti tertulis kemungkinan besar keilmuan Krida Yudha Sinalika (Krida Yudha = Seni perang, Sinalika = Naluri) dapat ditelusuri dari jaman Pangeran Wiryowilogo Niti Yudha yang hidup pada jaman Pangeran Diponegoro.</p>
<p>Keilmuan Krida Yudha Sinalika dahulunya merupakan &#8220;Ilmu Polah Emoh&#8221; artinya &#8220;Tidak Mau Disakiti Lahir Batin dan Tidak Mau Menyakiti. Ilmu Polah Emoh yang diturunkan secara lisan (melalui sabda) dari leluhur Sinalika sampai kepada Mpu R. Samiadji Niti Yudha Negara.<br />
<span id="more-696"></span>Ilmu ini tercipta dari pengalaman menghadapi rona hidup di mana pada jaman dahulu hutan masih sangat lebat. Dengan lebatnya hutan berarti juga banyak binatang buas yang berkeliaran dan masih sulit dihadapi dan dilawan karena senjata juga masih sangat tradisional.</p>
<p>Maka diciptakanlah seni bela diri untuk dapat mempertahankan diri dan melestarikan anak cucu dari mara bahaya ganasnya hutan rimba, peperangan, sakit penyakit dan untuk menghadapi hidup ini yang hanya sekali saja sesuai dengan fitrahnya.</p>
<p>Beratnya medan hidup yang harus dihadapi pada jaman itu membuat leluhur Krida Yudha Sinalika merancang keilmuan &#8220;Pola Emoh&#8221; agar anak cucu mampu dan secara tegas menghadapinya.</p>
<p>Ilmu Sinalika saat itu masih diwariskan turun temurun khusus untuk keluarga keraton secara lisan dan dapat ditelusuri dimulai dari Pangeran Wiryowilogo (Niti Yudha) yang di makamkan di Pagerluhur, beliau adalah Adipati Ngayoeda Mataram, beliau mempunyai putra Pangeran Wiryohatmaja yang berputrakan Raden Mas Niti Widjoyo yang berputrakan Raden Mas Niti Hadiwijoyo yang berputrakan Mpu Raden Samiadji Niti Yudha Negara, saat ini adalah sebagai Pewaris Tunggal, Guru Besar, dan pendiri PPS KRIDA YUDHA SINALIKA.</p>
<p>Semenjak tahun 1974 secara resmi Mpu R Samiadji mendirikan perguruan pencak silat SINALIKA yang dibuka untuk umum di Pacrabaan Lamuk Putih Dusun Pagerluhur, Desa Pagerejo, Kec. Kertek, Kab. Wonosobo, Jawa Tengah (lereng Gunung Sindoro).</p>
<p>Dan pada tahun 1986 Mpu R Samiadji membuka dan mengembangkan lagi di Jakarta dengan Nama Krida Yudha Sinalika. ( Sumber kutipan PPS Krida Yudha Sinalika )</p>
<p>sumber: <a href="http://kasakusuk.com/seni-silat-jaman-pangeran-diponegoro" target="_blank">kasakusuk.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/07/seni-silat-jaman-pangeran-diponegoro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ground Fighting ala Silat Paseban</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/07/ground-fighting-ala-silat-paseban/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/07/ground-fighting-ala-silat-paseban/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 04:57:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[ground fighting]]></category>
		<category><![CDATA[paseban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=694</guid>
		<description><![CDATA[Acara tayangan UFC (Ultimate Fighting Championship) tak pelak lagi mengangkat nama Brazilian Jujitsu, banyak orang di setiap belahan dunia sepertinya menjadi tergila-gila oleh aliran beladiri yang dikuasai oleh keluarga Gracie ini. Dunia terkagum-kagum oleh teknik grappling dan ground fighting yang di tawarkan beladiri tersebut. Beberapa waktu belakangan di jejaring sosial Facebook sebagian orang terkejut dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<script type='text/javascript' src='/swfobject.js'></script>
<div id='videoContainer-1'>This text will be replaced</div>
<script type='text/javascript'>
var so = new SWFObject('/player.swf','ply','480','385','9','#000000');
so.addParam('allowfullscreen','true');
so.addParam('allowscriptaccess','always');
so.addParam('wmode','opaque');
so.addVariable('file','http://videosilat.com/files/videos/128105900207fae.flv');
so.write('videoContainer-1');
</script>
<p><a class="shutterset_" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/1017-ground-fighting-ala-paseban-2307.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/thumbs/thumbs_1017-ground-fighting-ala-paseban-2307.jpg" alt="ground fighting ala paseban" /></a>Acara tayangan UFC (Ultimate Fighting Championship) tak pelak lagi mengangkat nama Brazilian Jujitsu, banyak orang di setiap belahan dunia sepertinya menjadi tergila-gila oleh aliran beladiri yang dikuasai oleh keluarga Gracie ini. Dunia terkagum-kagum oleh teknik grappling dan ground fighting yang di tawarkan beladiri tersebut.<br />
<span id="more-694"></span>Beberapa waktu belakangan di jejaring sosial Facebook sebagian orang terkejut dan terperangah saat muncul sebuah video ground fighting yang sangat fenomenal. Yang mengagetkan adalah video groundfighting tersebut bukan di peragakan oleh praktisi BJJ ataupun praktisi MMA seperti biasanya. Tetapi yang diperagakan oleh video tersebut adalah aplikasi pencak silat, dan yang lebih mengagetkan adalah Pencak Silat tersebut berasal dari Betawi.</p>
<p>Silat Paseban namanya setelah ditelusuri. Berbagai macam teknik grappling dan kuncian yang sangat efektif dan terlihat mematikan di tunjukkan oleh Pencak Silat Paseban dalam video tersebut. Video tersebut menunjukkan sebuah aplikasi groundfighting yang tidak kalah dari yang biasa diperagakan oleh BJJ maupun MMA lainnya..</p>
<p>Galih Iman, salah satu peraga berkata bahwa dia adalah salah satu dari sedikit pewaris Pencak Silat Paseban dari jalur Kong Moh Saleh bin Salman dan Babe Cacang.  Galih Iman berusaha mengembangkan silat paseban ini dan sudah membuktikannya bahwa silat paseban itu sangat efektif dalam berbagai pertarungannya.</p>
<p>Pencak Silat…? Ada pencak silat yang seperti ini…? Pencak silat bukannya hanya beladiri sport atau klenik…? Cobalah cari tahu lebih jauh bagaimanakah sebenarnya pencak silat itu, maka anda akan sangat terkejut dengan kekayaan warisan leluhur kita ini.(Arief Baskoro, Tangtungan Project)</p>
<p><strong>video </strong>performance <a href="http://videosilat.com/video/D15DM2A4U2B1/Ground-Fighting-ala-Silat-Paseban" target="_blank">Silat Paseban</a> bisa dilihat melalui situs <strong><a href="http://videosilat.com/video/D15DM2A4U2B1/Ground-Fighting-ala-Silat-Paseban">Video Silat</a></strong> dot Com</p>
<p>sumber: <a href="http://kasakusuk.com/ground-fighting-ala-paseban" target="_blank">kasakusuk.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/07/ground-fighting-ala-silat-paseban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencak Silat ISMD Putra Setia</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/07/pencak-silat-ismd-putra-setia/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/07/pencak-silat-ismd-putra-setia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 09:42:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=676</guid>
		<description><![CDATA[Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a class="shutterset_" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/20100722-putrasetia-01.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/thumbs/thumbs_20100722-putrasetia-01.jpg" alt="20100722-putrasetia-01" /></a>Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.</div>
<div>Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).</div>
<div></div>
<div><span id="more-676"></span></div>
<div><a class="shutterset_" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/20100722-putrasetia-02.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/thumbs/thumbs_20100722-putrasetia-02.jpg" alt="20100722-putrasetia-02" /></a>Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.</div>
<div>Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.</div>
<div>Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.</div>
<div id="_mcePaste">Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.</div>
<div id="_mcePaste">Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.</div>
<div>Sedangkan makna dari 7  jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.</div>
<div>ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.</div>
<div id="_mcePaste">Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah :</div>
<div id="_mcePaste">Pembina : H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua : K. Zaenuddin, sekartaris : Latif,  Bendahara : Zainuddin.</div>
<div id="_mcePaste">Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Dengan agenda acara: Pembentukan Pengurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.</div>
<div id="_mcePaste">Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.</div>
<div>Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.</div>
<div id="_mcePaste">Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.</div>
<div id="_mcePaste">Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.</div>
<div>Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.</div>
<div>Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.</div>
<div id="_mcePaste">ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.</div>
<p>Perguruan Ikatan Seni Membela Diri (ISMD) Putra Setia sudah melaksanakan kegiatannya pada awal tahun 80 an di daerah kampong Bulak Klender, Jakarta timur Dipimpin Oleh Guru besar Putra Setia Bapak H Muhammad Mukhtar Hasfullah atau akrab di panggil ,,Abang,, As (tahun 1989 Lebih dikenal dengan sebutan Habib) Sebagai Pendiri dan Guru Besar ISMD Putra setia.Pada awal berdirinya,Perguruan bernama “IKATAN SENI MEMBELA DIRI” disingkat ISMD. Dengan symbol khas tangan bersalaman sebagai lambang bersilaturrahmi dan persaudaraan kemudian mengalami tiga kali perubahan lambang, sampai lambang yang sekarang digunakan. Sedang ide pemberiaan nama “PUTRA SETIA” berasal dari Lurah Daeng Husin Umar, yang saat itu sebagai sekartaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang ketua umum ISMD Putra Setia).Kenapa harus “PUTRA SETIA” ? Saat itu ISMD dapat perhatian Khusus (negatif) dari masyarakat sekitar, baru pertama kalinya melihat kegiatan dan gerakan olah tubuh yang awam bagi mereka, dan mengangkat kegiatan ISMD Sebagai aliran sesat hingga berita ini telah sampai ke jajaran Muspiko dan IPSI setempat, kemudian mereka melanjutkan sidak langsung, setelah mereka diberikan penjelasan oleh Abang As, barulah mereka mengerti tujuan dari kegiatan perguruan ini, dan Mereka menganjurkan agar ISMD bergabung dengan IPSI.Secara prosedur apabila suatu perguruan pencak silat akan bergabung dengan IPSI Maka perguruan itu harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur pengurusan yang jelas.  Sedangkan saat itu karena keterbatasan sumber daya manusia-nya, ISMD belum mampu menyiapkan persyaratan tersebut. Mengingat situasi dan kondisinya sangat mendesak Bapak Daeng selaku pengurus IPSI mengusulkan nama “PUTRA SETIA” Usul ini di terima oleh Abang As dan tanpa prosedur yang sulit ISMD bergabung dengan IPSI dan namanya Menjadi IKATAN SENI MEMBELA DIRI PUTRA SETIA dengan surat keputusan dari IPSI Cabang Jakarta Timur Nomor : 091/IPSI/JT/X/1988 tanggal 28 Oktober 1988. Harapan Abang As dengan tambahan nama Putra Setia anggota-anggotanya akan setia pada tiga prinsip yaitu,setia pada Allah diaktualisasikan dengan ibadah,setia dan bakti kepada Orang tua,dan setia pada Negara dan Masyarakat.Berawal dari 12 anggota pada pendirinya,ISMD putra Setia belum memiliki jurus khas perguruan. Kegiatan perguruan masih berupa taklim pengajian, dan olah tubuh yang diberi nama “Gerakan Pembawaan Diri” serta pengobatan penyakit yang langsung ditangani oleh Abang As sendiri.Setahun setelah menjadi anggota IPSI, pada awal tahun 89 Abang As Menciptakan jurus khas ISMD Putra Setia yang diberi nama “jurus syahadat” Artinya : dengan makna kalimat syahdat, anggota ISMD Puta Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah, dan suri tauladan nabi Muhammad Saw. Jurus Syahadat ini berjumlah 30 gerakan, mengambil hikmah dari kitab suci Alquran yang 30 juz,artinya anggota ISMD dalam menjalankan doanya selalu berpedoman kepada Al Quran dan AL Hadist.Sejalan dengan perkembangan perguruan, jurus syahadat berkembang menjadi 7(tujuh) jurus, masing masing jurus berjumlah 30 gerakan. Dimanah didalamnya terdapat jurus empat panser atau jurus empat penjuru dan juga jurus tenaga dalam.Sedangkan makna dari 7 jurus adalah “tujuh ayat yang berulang ulang” yaitu surat Alfatihah atau juga di sebut Ummul Quran atau induk Al Quran: Artinya ilmu ISMD Putra Setia menjadi induk berbagai aliran perguruan pencak silat ada, dan digerakan secara berulang ulang setiap akan melaksanakan latihan.ISMD Putra Setia terus berkembang. Anggotanya tidak hanya dari sekitar klender saja, tetapi juga berasal dari bekasi, bogor,dan juga sampai ke tegal jawa tengah, ngawi jawa timur dll. Cabang ISMD Putra Setia yang pertama adalah kranji Bekasi Jawa barat yang di pelopori oleh GM Madsuri.Dan di klender sendiri ada dua tempat latihan sebagai basis pengembangan perguruan,pertama di kediaman Bang As sendiri di kampong bulak, dan dirumah Bapak Muhammad atau biasa di sebut Abang Amat di kampung sumur, dan sampai dengan sekarang ISMD Putra Setia sudah berkembang keberbagai Negara.<br />
Pengurus ISMD Putra Setia yang pertama di bentuk pertengahan 88 adalah <img src='http://silatindonesia.com/id/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> embina:H Muhammad Muchtar Hasfullah, Ketua :K. Zaenuddin, sekartaris:Latif, Bendahara:Zainuddin.Pada tanggal 25 januari 1990 diadakan rapat Anggota Villa Bambu Pecel cipanas Jawa barat Denggan agenda acara: Pembentukan Penggurus Pusat,Perumusan AD/ART,dan penyempurnaan Simbol lambang Perguruan. Dari hasil Pertemuan tersebut ISMD Putra Setia telah memiliki AD/ART. Lambang perguruan dan pengurus pusat yang baru dengan masa bakti 1990 – 1994.Dan mulai dari kepengurusan ini ISMD Putra Setia berkembang sangat pesat hingga mencapai rekor perguruan pencak silat dengan masa terbesar di jabodetabek.Pada bulan September 1993, Guru Besar ISMD Putra Setia pidah rumah ke Ujung menteng Cakung Jakarta Timur. Dengan demikian sekretariat Pengurusan Pusat ISMD Putra Setia juga pindah ketempat yang sama.Pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta ISMD Putra Setia mengirim 2 dua orang pelatih dan 40 orang anggotanya bersama 20 pengurus se DKI dalam pagelaran pencak silat kolosal.Dan pada pertengahan 1996. ISMD Putra Setia satu satunya perguruan yang ditunjuk sebagai mitra kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan diberi nama Pendekar Kamtibmas. Selanjutnya ISMD Putra Setia aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.Pada tanggal 22 mei 2000 Guru Besar Putra Setia wafat,di usianya yang ke 48 tahun. Pengurus pusat ISMD Putra Setia mengangkat H M Abdul Muchji dan KH Yahya Ibrahim sebagai wakil Guru Besar.Kepergian Guru Besar tercinta tidak membuat surut anggota ISMD Putra Setia. Seluruh Anggota ISMD Putra Setia bertekad mewujudkan cita-cita beliau. Dan salah satu amanatnya yang di sampaikan kepada pengurus pusat pada PON XIV di Padepokan Pencak Silat Taman Mini adalah agar anggota ISMD Putra Setia ikut andil dalam event event olah raga pencak silat prestasi, baik sebagai Pembina maupun peserta. Dan untuk mensosialisasikan amanat beliau diadakan latihan-latihan tehnik pertandingan pencak silat setiap hari minggu sore di pusat ISMD Putra Setia yang ditujukan untuk pelatihan-pelatihan cabang dan ranting yang nantinya akan diteruskan kepada anggotanya. Latihan ini disetujui oleh Guru Besar ISMD Putra Setia secara tertulis dalam surat yang di keluarkan oleh Pengurus Pusat tertanggal 4 mei 2000 yang ditandatangani oleh H M A Muchji sebagai Ketua Harian,dan Fachrudin sebagai Kordinator Kepelatihan dan Habib H M Muctar Hasfullah selaku Guru Besar.Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting ISMD Putra Setia yang pertama di adakan pada tanggal 19 dan 26 september 2000 di pusat ISMD Putra Setia Jakarta. Kejuaraan pencak silat antar cabang dan ranting yang kedua di adakan di GOR Cakung Jakarta Timur bertepatan dengan HUT ISMD Putra Setia ke 13 Tanggal 27 28 oktober 2001 keluar sebagai Juara umum Cabang Jakarta Timur.ISMD Putra Setia terus berkembang sampai ke pelolosok propinsi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan Padang, Riau, NTB, Lampung, Palembang, Malaysia dan seterusnya. Anggota ISMD Putra Setia di DKI mencapai 15000 orang.</p>
<p><img class="ngg-singlepic ngg-none" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/20100722-putrasetia-00.jpg" alt="20100722-putrasetia-00" /></p>
<p>sumber: <a href="http://sahabatsilat.com/forum/index.php/topic,1593.msg33711.html?PHPSESSID=100eb59ce509e0df09d44c705c0eda90#msg33711" target="_blank">Sahabat Silat</a>, Mas Agung dan Jhon Winarto</p>
<p>foto by : Marselano Anca</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/07/pencak-silat-ismd-putra-setia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menilik Sejarah Merpati Putih</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/07/menilik-sejarah-merpati-putih/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/07/menilik-sejarah-merpati-putih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 06:54:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=662</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tak mengenal perguruan silat Merpati Putih ? beberapa praktisi silat pasti mengenal perguruan ini. Namun apakah adakah yang tahu mengenai sejarahnya  dan perkembangannya? Berikut artikel yang didapat Tim SI mengenai sejarah dan perkembangannya dari panitia Kejurnas MP V/2010 . Sekitar tahun 1960 Bapak Saring Hadi Poernomo aktif membina kedua puteranya sekaligus yaitu Poerwoto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang tak mengenal perguruan silat Merpati Putih ? beberapa praktisi silat pasti mengenal perguruan ini. Namun apakah adakah yang tahu mengenai sejarahnya  dan perkembangannya? Berikut artikel yang didapat Tim SI mengenai sejarah dan perkembangannya dari panitia Kejurnas MP V/2010 .</p>
<p><span id="more-662"></span></p>
<p>Sekitar tahun 1960 Bapak Saring Hadi Poernomo aktif membina kedua puteranya sekaligus yaitu Poerwoto Hadi Poernomo dan Budisantoso Hadi Poernomo merupakan pewaris termuda yang dikenal dengan panggilan Mas Poeng dan Mas Budi.</p>
<p>Pada tahun 1962 mas Poeng dan mas Budi mendapat amanat dari ayahnya Sang Guru Bapak Saring Hadi Poernomo agar ilmu beladiri yang sebelumnya merupakan milik keluarga itu disebarluaskan kepada umum demi kepentingan bangsa.</p>
<p>Tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, Merpati Putih resmi didirikan. Sejak inilah Merpati Putih dikenal masyarakat berkat usaha yang keras dan tekun dari kedua putera Sang Guru Saring Hadi Poernomo, yang tidak segan-segan turun langsung menangani latihan atau dengan wejangan-wejangan yang pada dasarnya untuk membangkitkan gairah dan perkembangan Merpati Putih.</p>
<p>Tahun 1968 kedua putera Sang Guru mencoba mengembangkan sayap dengan dibentuknya cabang pertama Madiun JawaTimur. Selanjutnya pihak militer juga mulai ditembus dan berhasil. Dari hasil peragaannya mendapat kehormatan melatih seksi I Korem 072 dan Batalyon 403/Diponegoro di Yogyakarta.  Ketika itu  suasana memasuki era Orde baru.</p>
<p>Pada Tahun 1969 atau tepatnya 2 April 1969 Sang Guru Sarengat Hadi Poernomo wafat. Tahun 1973 Merpati Putih mendapat undangan untuk diadakan penelitian dari segi-segi yang menyangkut metode latihan yang diselenggarakannya. Penelitian di AKABRI udara ditangani langsung oleh tenaga-tenaga ahli, antara lain Prof. Dr. Achmad Muhammad Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM dibantu beberapa ahli lainnya dari AKABRI udara sendiri. Hasilnya menggembirakan dan ini mendorong pengembangan yang lebih luas wawasan Merpati Putih.Di Ibukota Jakarta pada tahun 1976 mendapat kehormatan melatih para anggota Pasukan Pengawal Presiden(PasWalPres).</p>
<p>Tahun 1977 komisariat cabang Jakarta dibentuk, dan mendapat peluang melatih para anggota Koppasandha di Cijantung sampai para anggota Kopassandha sanggup memperagakan keahliannya pada kemeriahan acara peringatan HUT ABRI 5 Oktober 1978.</p>
<p>Hingga kini, PPS. Betako Merpati Putih tersebar di tanah air dengan mempunyai hampir 100 cabang</p>
<p>dan lebih dari 10 pengurus daerah. Tidak hanya di Indonesia, Merpati Putih juga tersebar di manca negara seperti Amerika, Jepang, Paris, Belanda, Australia, Austria, NewZealand,dll.</p>
<p>Agar perguruan ini dapat dinikmati oleh masyarakat luas dan terorganisir dengan baik, maka pada  17 April 1998, Mas Poeng dan Mas Budi mendirikan Yayasan Saring Hadipoernomo.  Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, ilmu kanuragan warisan orangtuanya mulai dikembangkan dan diteliti secara ilmiah bersama dengan adiknya, R Budi Santoso.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/uploads/mp.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-666" title="mp" src="id/wp-content/uploads/mp-300x101.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Pada tanggal 7- 11 Juli 2010, Setelah vakum lebih dari 12 (dua belas) tahun, Merpati Putih menyelenggarakan Kejuaraan Nasional PPS. Betako Merpati Putih V/2010 bertempat di Padepokan Nasional Pencak Silat – Taman Mini. Disamping untuk mempertahankan keutuhan budaya bangsa Indonesia yang saat ini diakui oleh negara lain, Indonesia juga membutuhkan generasi yang berkualitas, berprestasi, tangguh dan sportif. Tema Kejurnas PPS. Betako Merpati PutihV/2010 adalah:</p>
<p>“Melalui Kejuaraan Nasional PPS. Betako Merpati Putih ke V kita kukuhkan kiprah dan peran Merpati Putih sebagai pilar pelestarian nilai budaya dan jati diri ”- “SaveOurCulture”</p>
<p>Materi yang dipertandingkan pada Kejurnas MP V/2010 :</p>
<p>1.  Laga(fighting)</p>
<p>2.  Stamina dan tenaga(pemecahan benda-benda keras)</p>
<p>3.  Getaran(tutup mata dan pemukulan benda keras dengan getaran)</p>
<p>4.  Seni tunggal,berpasangan dan regu</p>
<p>Pesan yang ingin disampaikan dari Kejurnas MP V/2010:</p>
<p>1.  Mempertahankan seni budaya bangsa dan menjaga kemurniannya</p>
<p>2.  Memantapkan ketangkasan dalam seni beladiri Merpati putih dikalangan anggota</p>
<p>3.  Lebih memasyarakatkan seni beladiri Merpati Putih di masyarakat</p>
<p>4.  Menggali potensi pesilat yang tangguh</p>
<p>Sampai saat ini PPS Betako Merpati Putih merupakan salah satu budaya bangsa Indonesia yang berada dibawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) salah satu Pencak Silat kebanggaan bangsa dan merupakan salah satu wadah pengembangan diri menjadi manusia yang mencintai budayanya sendiri, terutama seni bela diri.</p>
<p><em><strong>*Team SI : Kong Nizam, Ipam MJ,Sarkam</strong></em></p>
<p><img class="ngg-singlepic ngg-none" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan/20100713-mp_0.jpg" alt="20100713 merpati putih" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/07/menilik-sejarah-merpati-putih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perisai Diri International Championship VI &#8211; 2010</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/07/perisai-diri-international-championship-vi-2010/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/07/perisai-diri-international-championship-vi-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 11:13:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[championship]]></category>
		<category><![CDATA[diri]]></category>
		<category><![CDATA[international]]></category>
		<category><![CDATA[perisai]]></category>
		<category><![CDATA[perisai diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=655</guid>
		<description><![CDATA[Kejuaraan ini rencananya akan diikuti oleh kurang lebih 600 pesilat dari luar maupun dalam negeri, dan akan digelar di Padepokan Nasional Pencak Silat TMII yang berkapasitas 5.000 penonton dan akan diliput baik oleh media cetak maupun elektronik. 600 pesilat (athletes) from Indonesia and overseas are expected to take part in the Championship and which will [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="shutterset_" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan/20100723-pdic02.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan/thumbs/thumbs_20100723-pdic02.jpg" alt="Perisai Diri International Championship" /></a>Kejuaraan ini rencananya akan diikuti oleh kurang lebih 600 pesilat dari luar maupun dalam negeri, dan akan digelar di Padepokan Nasional Pencak Silat TMII yang berkapasitas 5.000 penonton dan akan diliput baik oleh media cetak maupun elektronik.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p><em>600 pesilat (athletes) from Indonesia and overseas are expected to take part in the Championship and which will be held in Padepokan Nasional Pencak Silat TMII, (capacity up to 5000 supporters) and be broadcasted by national</em></p>
<p><span id="more-655"></span><br />
Selain sebagai sarana untuk mengukur kemam-puan atlit Perisai Diri dalam prestasi, kejuaraan ini juga merupakan suatu wadah silaturahmi untuk mempererat tali kekeluargaan diantara sesama anggota Kelatnas Indonesia Perisai Did yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan negara lain. Oleh karena itu, prinsip asah, asih, asuh diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan kejuaraan ini.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p><em>This event, apart from its function as a tool to explore the performance of the Perisai Diri athlete (pesilat), is also as a media of communication and gathering between the members of Kelatnas Indonesia Perisai Diri from Indonesia and abroad. Thus, the principle of silih asah (mutual practice), silih asih (mutual respect), and silih asuh (mutual concern), is expected to be implemented during the event.</em></p>
<p>Pembukaan acara Perisai Diri International Championship (PDIC) VI 2010 akan diselenggarakan pada<br />
hari <span style="text-decoration: underline;"><strong>Minggu, 18 Juli 2010</strong></span><br />
pukul 18:00 hingga selesai<br />
di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.</p>
<p>Acara penutupan PDIC akan diselenggarakan pada hari Jumat 23 Juli 2010.</p>
<p>Silakan beramai-ramai menonton dan memeriahkan perhelatan ini.</p>
<p>Acara ini terbuka untuk umum dan GRATIS, alias tidak dipungut biaya apa pun.</p>
<p><strong>Kami tunggu kedatangan para sahabat sekalian di PDIC VI 2010 di Padepokan  Pencak Silat TMII.</strong></p>
<p>ref:<br />
<a href="http://pdic.silatperisaidiri.com/" target="_blank">http://pdic.silatperisaidiri.com/</a><br />
<a title="Perisai Diri International Championship" href="http://sahabatsilat.com/forum/index.php/topic,1264.msg25686.html#msg25686" target="_blank">http://sahabatsilat.com/forum/index.php/topic,1264.msg25686.html#msg25686</a></p>
<p><a title="Perisai Diri International Championship" href="http://sahabatsilat.com/forum/index.php/topic,1264.msg25686.html#msg25686" target="_blank"><img class="ngg-singlepic ngg-none" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/kegiatan/20100723-pdic01.jpg" alt="20100723 - Perisai Diri International Championship" width="500" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/07/perisai-diri-international-championship-vi-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gus Mus seorang Kiyai dan Pendekar</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/06/gus-mus-seorang-kiyai-dan-pendekar/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/06/gus-mus-seorang-kiyai-dan-pendekar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 07:16:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Figure Pesilat]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Mus]]></category>
		<category><![CDATA[Kiai]]></category>
		<category><![CDATA[Pendekar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[Nama beliau, Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), beliau kini pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin, Rembang.  Mantan Rais PBNU ini dilahirkan di Rembang, 10 Agustus 1944. Nyantri di berbagai pesantren seperti Pesantren Lirboyo Kediri di bawah asuhan KH Marzuqi dan KH Mahrus Ali; Al Munawwar Krapyak Yogyakarta di bawah asuhan KH Ali Ma&#8217;shum dan KH Abdul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="shutterset_" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/person/gusmus.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/person/thumbs/thumbs_gusmus.jpg" alt="gusmus" /></a>Nama beliau, Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), beliau kini pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin, Rembang.  Mantan Rais PBNU ini dilahirkan di Rembang, 10 Agustus 1944. Nyantri di berbagai pesantren seperti Pesantren Lirboyo Kediri di bawah asuhan KH Marzuqi dan KH Mahrus Ali; Al Munawwar Krapyak Yogyakarta di bawah asuhan KH Ali Ma&#8217;shum dan KH Abdul Qadir; dan Universitas Al Azhar Cairo di samping di pesantren milik ayahnya sendiri, KH Bisri Mustofa, Raudlatuth Thalibin Rembang.</p>
<p>Menikah dengan St. Fatma, dikaruniai 6 (enam) orang anak perempuan : Ienas Tsuroiya, Kutsar Uzmut, Raudloh Quds, Rabiatul Bisriyah, Nada dan Almas serta seorang anak laki-laki: Muhammad Bisri Mustofa.  Kini beliau telah memiliki 5 (lima) orang menantu: Ulil Abshar Abdalla, Reza Shafi Habibi,  Ahmad Sampton, Wahyu Salvana, dan Fadel Irawan serta 7 (tujuh) orang cucu: Ektada Bennabi Muhammad; Ektada Bilhadi Muhammad; Muhammad Ravi Hamadah, Muhammad Raqie Haidarah Habibi; Muhammad Najie Ukasyah, Ahmad Naqie Usamah; dan Samih Wahyu Maulana.</p>
<p><span id="more-622"></span></p>
<p>Selain sebagai ulama dan Rais Syuriah PBNU, Gus Mus juga dikenal sebagai budayawan,Pelukis, Pujangga dan penulis produktif.</p>
<p>Tapi adakah yang tahu bahwa beliau adalah seorang <strong>Pendekar</strong> yang mencintai silat sebagai khasanah budayanya sendiri?</p>
<p>Ini kisah lucu tentang beliau (Gus Mus) dan kakaknya, Gus Kholil yang ditulis oleh Gus Yahya Cholil Staquf dalam notesnya :</p>
<p>Sebelum mondok di Krapyak, Yogya, Gus Mus dan Gus Kholil muda sempat mondok di Lirboyo, Kediri. Pada waktu itu Lirboyo terkenal gudangnya ilmu hikmah dan kanuragan. Maka dua santri kakak-beradik ini pun tak ketinggalan, getol <em>mesu diri</em>, tirakat, menekuni gemblengan untuk mempelajari berbagai ilmu kejadugan.</p>
<p>Sampailah akhirnya kesempatan pulang kampung di waktu liburan. Sebagai orang-orang<em> &#8220;dhugdheng alu gembreng&#8221;</em>, dua bersaudara ini pulang ke Rembang dengan bersengaja mengenakan pakaian dan perhiasan yang menegaskan kejadugan mereka:</p>
<ol>
<li>Rambut gondrong sampai ke punggung pertanda tak mempan dicukur</li>
<li>Baju kutung dan celana komprang sebatas dengkul, semua serba hitam, khas pendekar</li>
<li>Ikat kepala batik dan terompah kayu yang tebalnya hampir sehasta yang mungkin mereka kira mirip kepunyaan Sunan Kalijaga; dan lain-lain.</li>
</ol>
<p>Sepanjang perjalanan, mereka benar-benar bergaya super-pendekar yang membuat jerih siapa pun disekitarnya. Memandang langsung kepada mereka pun orang tak berani, takut dikira nantang.</p>
<p>Tak dinyana, begitu sampai di rumah, Mbah Bisri, ayahanda mereka marah besar!<br />
Segala pakaian dan perhiasan kependekaran mereka dilucuti dan dibakar. Karena tak ada yang mampu mencukur rambut mereka —benar-benar jadug rupanya, Mbah Bisri sendiri yang turun tangan membabat habis rambut mereka. Pendek kata mereka divonis harus berhenti main jadug-jadugan!</p>
<p><img title="mbahkangkung" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/uploads/mbahkangkung.jpg" alt="" /></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30272304&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=93544048226&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=93544048226&amp;id=1298842599"></a><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30272261&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=93544048226&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=93544048226&amp;id=1298842599"></a></p>
<p>Kenapa Mbah Bisri melakukan semua itu<br />
<strong>&#8220;AKU SAJA CUMA KIYAI KOK KALIAN MAU JADI WALI!&#8221;</strong></p>
<p>Kakak-beradik itu akhirnya dipindahkan mondoknya ke Krapyak, Yogya.</p>
<p>-sumber : GusMusdotNet, Gus Yahya Cholil Staquf</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/06/gus-mus-seorang-kiyai-dan-pendekar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Silat di Piala Dunia</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/06/silat-di-piala-dunia/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/06/silat-di-piala-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 03:09:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[piala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Pencak silat berbendera Indonesia tampil di parade pembukaan Piala Dunia 2010 di Pretoria, Afrika Selatan, 10 Juni. Indonesia kemudian ”heboh”, apalagi tampilnya silat itu tanpa sepengetahuan pengurus Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia. Namun, Adhyaksa Dault (47) senang bukan main. Bukan karena dia mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, tetapi karena dia pembinanya. ”Saya bangga pencak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pencak silat berbendera Indonesia tampil di parade pembukaan Piala Dunia 2010 di Pretoria, Afrika Selatan, 10 Juni. Indonesia kemudian ”heboh”, apalagi tampilnya silat itu <strong>tanpa</strong> sepengetahuan pengurus Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia.</p>
<p><span id="more-619"></span></p>
<p>Namun, Adhyaksa Dault (47) senang bukan main. Bukan karena dia mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, tetapi karena dia pembinanya.</p>
<p>”Saya bangga pencak silat menjadi perhatian dunia,” kata Adhyaksa, Selasa (15/6). ”Perguruan Permai Martial Arts milik Sariat Arifia, yang tampil di parade itu, menginduk pada Pencak Silat Al-Azhar Indonesia, yang pembinanya saya. Penampilan silat itu dipimpin Ketua Delegasi Ibnu Muchtar,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Adhyaksa, tahun 2009 ia diundang Pemerintah Afsel yang meminta bela diri asli Indonesia itu tampil di parade pembukaan Piala Dunia 2010. Pemerintah Afsel pun meminta secara resmi kepada perguruan Pencak Silat Al-Azhar Indonesia. Kesempatan itu diberikan kepada perguruan pencak silat Permai Martial Arts, yang pesilatnya orang Afrika Selatan, tetapi pelatihnya orang Indonesia—salah seorang di antaranya Yoyok—yang sudah menetap di negara itu sejak satu tahun lalu.</p>
<p>Adhyaksa menjadi pembina perguruan pencak silat karena sudah senior dan menjalani latihan pencak silat sejak kelas III SD Islam Al-Azhar, Jakarta. (NAL)</p>
<p>ref: <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/06/21/02485496/silat.di.piala.dunia" target="_blank">kompas</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/06/silat-di-piala-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencak Silat Warnai Piala Dunia</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/06/pencak-silat-warnai-piala-dunia/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/06/pencak-silat-warnai-piala-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 02:51:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[piala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[Laporan langsung wartawan Kompas.com, Hery Prasetyo, dari Afrika Selatan. PRETORIA, KOMPAS.com — Masyarakat Pretoria, Afrika Selatan (Afsel), sempat kaget. Tiba-tiba dalam festival tahunan Musamba muncul dua atraksi baru dan menarik. Kedua atraksi itu adalah pencak silat dari Indonesia dan tarian suku Ovahimba dari Namibia. Festival yang juga untuk memeriahkan Piala Dunia 2010 itu pun mendapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="shutterset_" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/repo/20100611-silat-di-piala-dunia.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/repo/thumbs/thumbs_20100611-silat-di-piala-dunia.jpg" alt="Silat di Piala Dunia 2010" /></a><strong>Laporan langsung wartawan Kompas.com, Hery Prasetyo, dari Afrika Selatan</strong>.<br />
<strong>PRETORIA, KOMPAS.com</strong> — Masyarakat Pretoria, Afrika Selatan (Afsel), sempat kaget. Tiba-tiba dalam festival tahunan Musamba muncul dua atraksi baru dan menarik. Kedua atraksi itu adalah pencak silat dari Indonesia dan tarian suku Ovahimba dari Namibia.</p>
<p>Festival yang juga untuk memeriahkan Piala Dunia 2010 itu pun mendapat perhatian khusus. Dan, Indonesia ikut berperan memeriahkan pesta bola terakbar tersebut.</p>
<p>Musanda merupakan festival tahunan yang digelar di Pretoria. Khusus tahun ini, festival itu diramaikan secara besar-besaran, sekaligus untuk memeriahkan Piala Dunia 2010 di Afsel.</p>
<p>Selain ada karnaval dari Museum Pretoria ke Burger Park yang berjarak 5 km, juga dibuka stan-stan selama sebulan di Burger Park. Indonesia melalui KBRI di Pretoria juga membuka stan selama sebulan.</p>
<p>Dalam karnaval yang digelar di jalan-jalan kota, Kamis (10/6/2010), wakil Indonesia dan Namibia mendapat perhatian khusus. Sebab, mereka menyuguhkan aksi baru yang tak pernah ada sebelumnya.</p>
<p>Persatuan Masyarakat Indonesia (Permai) menampilkan 35 murid pencak silat. Sepanjang jalan, mereka sesekali memamerkan kebolehannya. Masyarakat Afsel pun menyambut gembira, bahkan selalu berebut memotretnya.</p>
<p>&#8220;Chinese kungfu, ha?&#8221; begitu reaksi masyarakat setempat. Mereka mengira silat asli Indonesia itu kungfu dari China. Namun, para pelatih dan staf kedutaan selalu menjelaskan kepada masyarakat bahwa ini pencak silat asal Indonesia.</p>
<p>&#8220;Good, Indonesia is good,&#8221; komentar seorang penonton di jalan menuju Burger Park.</p>
<p>Pencak silat memang barang baru di Afsel. Menurut pelatih pencak silat Permai, Pri Harjono, perguruan pencak silat mulai dibuka di Johannesburg pada pertengahan Januari 2010. Perguruan dibuka di Bosmond Islamic School, Al Azhar Islamic School, dan Darul Ulum Zakaria.</p>
<p>&#8220;Pencak silat baru dipromosikan pada September 2009. Namun, antusias masyarakat Afsel sangat besar. Sampai sekarang, kami sudah memiliki 270 murid. Desember depan, kita sudah berani kirim wakil ke kejuaraan silat di Kalimantan Timur. Sebelumnya, Juli sampai September kita akan melakukan promosi di Cape Town,&#8221; jelas Pri.</p>
<p>Dalam karnaval, kebetulan posisi Indonesia di belakang wakil dari Namibia. Negeri Afrika itu memamerkan kekhasan suku Ovahimba. Sebanyak 10 pria dan 2 wanita berdandan tradisional, hanya memakai pakaian bawah dan seluruh tubuh dilumuri air tanah liat.</p>
<p>Sepanjang jalan, mereka terus menari dan memamerkan nyanyian-nyanyian khas mereka. Para penonton yang menyaksikan mereka langsung terkesima. Apalagi, setelah itu disusul aksi pencak silat dari KBRI di Pretoria. Indonesia pun ikut mewarnai Piala Dunia 2010.</p>
<p>sumber: <a title="Pencak Silat Warnai Piala Dunia" href="http://bola.kompas.com/read/xml/2010/06/11/07052847/Pencak.Silat.Warnai.Piala.Dunia-4" target="_blank">kompas bola</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/06/pencak-silat-warnai-piala-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ciaat! Silat Betawi Rasa Shaolin (r)</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2010/05/ciaat-silat-betawi-rasa-shaolin-r/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2010/05/ciaat-silat-betawi-rasa-shaolin-r/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 00:15:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[beksi]]></category>
		<category><![CDATA[betawi]]></category>
		<category><![CDATA[saolin]]></category>
		<category><![CDATA[shaolin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=607</guid>
		<description><![CDATA[Kalau menyebut kata &#8216;pendekar&#8217;, yang terbayang adalah orang kekar berwajah garang. Senjata tajam entah pisau atau golok, mungkin terselip di pinggang. Namun dua pria yang ditemui detikcom, jauh dari kesan itu. Yang satu tinggi berkacamata, satu lagi pendek dan agak gemuk. Keduanya ramah dan banyak guyon. Rasanya hampir tidak percaya kalau mereka adalah pendekar pencak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="shutterset_" href="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/detikbeksi.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/umum/thumbs/thumbs_detikbeksi.jpg" alt="detikbeksi" /></a>Kalau menyebut kata &#8216;pendekar&#8217;, yang terbayang adalah orang kekar berwajah garang.<br />
Senjata tajam entah pisau atau golok, mungkin terselip di pinggang. Namun dua pria<br />
yang ditemui detikcom, jauh dari kesan itu. Yang satu tinggi berkacamata, satu lagi pendek dan agak gemuk. Keduanya ramah dan banyak guyon. Rasanya hampir tidak percaya kalau mereka adalah pendekar pencak silat Beksi dari Betawi.</p>
<p>&#8220;Wah kirain belum sampe, nyok masuk,&#8221; sapa Haji Basyir (41) dengan logat Betawi kental kepada detikcom di rumahnya di Jl KPBD, Kampung Baru, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (25/5/2010).</p>
<p>Haji Basyir adalah Ketua Umum Perguruan Pencak Silat (PPS) Beksi H Hasbullah, sementara temannya Endang, adalah Koordinator Pelatih di PPS Beksi H Hasbullah. Dalam obrolan sore itu, Basyir membandingkan pencak silat dengan karate, taekwondo<br />
dan sejumlah beladiri lain yang menjadi eskul di sekolah.</p>
<p>&#8220;Di Jakarta, pencak silat jarang jadi eskul di sekolah kalau dibanding olah raga bela diri dari luar. Aneh kan? Padahal silat adalah budaya bangsa sendiri,&#8221; kata Basyir.</p>
<p>Pencak silat, juga merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari budaya Betawi. Basyir menjelaskan silat Betawi tidak hanya Beksi. Menurut Basyir, ada juga silat Cingkrik, Kotek, Honje, Golok Seliwa dan Mustika Kwitang. Belum lagi, silat Cimande asal Jawa Barat dan Banten yang ikut meramaikan khasanah ilmu beladiri di Jakarta, namun lagi-lagi pamornya dikalahkan dengan ilmu beladiri dari China, Jepang, Korea dan Brazil. Banyak juga perguruan yang bubar atau hilang, ketika sang guru meninggal. Para pengurus Beksi kini berencana membuat yayasan agar bisa mempertahankan paguyuban para pendekar Beksi.</p>
<p>&#8220;Kita sudah masuk Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), tapi Beksi belum bisa ikut pertandingan. Kita dianggap keras tekniknya, padahal pertandingan ini menjadi salah satu cara mempopulerkan Beksi,&#8221; ungkapnya panjang lebar.</p>
<p>Di tengah obrolannya itu, Basyir dan Endang pun memperaktekkan beberapa jurus Beksi. Gerakannya cepat dan banyak permainan tangan. Sekilas jadi mirip dengan aikido, bela diri kegemaran aktor Steven Seagal. &#8220;Gerakan dan jurus Beksi murni kekuatan fisik,<br />
kecepatan berpikir untuk melumpuhkan musuh. Jadi, kita tidak menggunakan ilmu tenaga dalam,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dalam Beksi ada ada 9 formasi, 12 jurus dan 6 jurus kembangan yang harus dikuasai setiap murid. Beksi mengandung filosofi dari setiap hurufnya, &#8216;Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan&#8217;. Filosofi ini menjadi landasan kebijaksanaan para pendekar Beksi. Sementara kata &#8216;Beksi&#8217; aslinya berasal dari bahasa China, Bek berarti pertahanan, Si berarti empat. Sehingga Beksi berarti empat pertahanan. Kenapa memakai bahasa China? Rupanya silat Beksi adalah hasil akulturasi budaya China dan Betawi.</p>
<p>Basyir pun mengisahkan, silat Beksi diciptakan Lie Cheng Oek, warga keturunan China yang tinggal di Kampung Dadap, Tangerang, Banten. Lie adalah seorang pendekar silat beraliran Shaolin Utara di China. &#8220;Beliau diakui bersama sebagai guru besar yang pertama di Indonesia. Tepatnya di wilayah Tangerang dan Jakarta yang daerahnya dihuni oleh komunitas masyarakat etnis Betawi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ilmu Lie Cheng Oek diturunkan ke anaknya Lie Tong San, dan lalu diturunkan lagi ke cucunya, Lie Gie Tong. Selain itu, Lie Cheng Oek juga punya beberapa murid lain yaitu Ki Marhali, Engkong Haji Ghozali dan Engkong Haji Hasbullah. Lie Gie Tong pun mengakui ketiga orang ini sebagai pewaris ilmu sang kakek. Pencak silat Beksi banyak berkembang di Jakarta Selatan seperti di Cipulir, Kebayoran Lama, ada juga di Bintaro, Karawang dan Bekasi.</p>
<p>&#8220;Harapan kita, agar Beksi atau pencak silat lainnya tidak hilang ditelan zaman dan kalah dengan bela diri asing yang masuk ke sini,&#8221; ujar Basyir berharap.</p>
<p>Baysir mengatakan, Beksi juga digemari oleh orang asing. Silat Beksi juga sudah dipelajari sejumlah orang dari beberapa negara. &#8220;Nah, kenapa kita sendiri tidak mau belajar silat? Gerakan dan jurus kita berbeda, nggak apa-apa. Yang penting, pencak silat tetap jadi tuan rumah di negeri sendiri,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>sumber: <a href="http://www.detiknews.com/read/2010/05/26/162101/1364601/159/ciaat-silat-betawi-rasa-shaolin" target="_blank">detik</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2010/05/ciaat-silat-betawi-rasa-shaolin-r/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 1.098 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-09-03 02:48:20 -->
<!-- Compression = gzip -->