<br />
<b>Warning</b>:  Parameter 1 to wpdb::escape_by_ref() expected to be a reference, value given in <b>/home/silatind/public_html/id/wp-content/plugins/db-cache-reloaded/db-module-wrapper.php</b> on line <b>450</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Parameter 1 to wpdb::escape_by_ref() expected to be a reference, value given in <b>/home/silatind/public_html/id/wp-content/plugins/db-cache-reloaded/db-module-wrapper.php</b> on line <b>450</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Parameter 1 to wpdb::escape_by_ref() expected to be a reference, value given in <b>/home/silatind/public_html/id/wp-content/plugins/db-cache-reloaded/db-module-wrapper.php</b> on line <b>450</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Parameter 1 to wpdb::escape_by_ref() expected to be a reference, value given in <b>/home/silatind/public_html/id/wp-content/plugins/db-cache-reloaded/db-module-wrapper.php</b> on line <b>450</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Parameter 1 to wpdb::escape_by_ref() expected to be a reference, value given in <b>/home/silatind/public_html/id/wp-content/plugins/db-cache-reloaded/db-module-wrapper.php</b> on line <b>450</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Parameter 1 to wpdb::escape_by_ref() expected to be a reference, value given in <b>/home/silatind/public_html/id/wp-content/plugins/db-cache-reloaded/db-module-wrapper.php</b> on line <b>450</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Silat Indonesia</title>
	<atom:link href="http://silatindonesia.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://silatindonesia.com</link>
	<description>Pusat Informasi Pencak Silat Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 03:32:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Aom Tur&#8217;at : Sang Perintis Pencak Silat di Tatar Galuh Ciamis</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/01/aom-turat-sang-perintis-pencak-silat-di-tatar-galuh-ciamis/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/01/aom-turat-sang-perintis-pencak-silat-di-tatar-galuh-ciamis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 20:44:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Figure Pesilat]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Aom Tur'at]]></category>
		<category><![CDATA[Ciamis]]></category>
		<category><![CDATA[maenpo]]></category>
		<category><![CDATA[Tatar Galuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1567</guid>
		<description><![CDATA[”Mama guru cumarios, ‘Naha lain kuring geus nyaritakeun pamaksudan ka anjeun’, sarta karuhun baheula ogé geus nyarita, yén éta para utusan anu satia satuhu seja unjukkan ka Gusti Alloh” RADEN AOM TUR&#8217;AT Salah satu aliran pencak silat (maénpo) yang asli dari Tatar Galuh Ciamis adalah Aliran AOM TUR’AT. Menurut tuturan dari para muridnya, AOM TUR’AT [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>”<em>Mama guru cumarios, ‘Naha lain kuring geus nyaritakeun pamaksudan ka anjeun’, sarta karuhun baheula ogé geus nyarita, yén éta para utusan anu satia satuhu seja unjukkan ka Gusti Alloh</em>”</p>
<p><a href="http://silatindonesia.com/tag/aom-turat/"><strong>RADEN AOM TUR&#8217;AT</strong></a><br />
Salah satu aliran pencak silat (<a href="http://silatindonesia.com/tag/maenpo">maénpo</a>) yang asli dari <a href="http://silatindonesia.com/tag/ciamis">Tatar Galuh Ciamis</a> adalah Aliran AOM TUR’AT. Menurut tuturan dari para muridnya, AOM TUR’AT berasal dari kota Bandung. Ia lahir pada tahun 1878, kemudian pada tahun 1935 ia berkelana ke Tatar Galuh Ciamis untuk menyebarkan seni bela diri tradisional yang diciptakannya. Pertama kali ia mengembangkan ajarannya di daerah Cijantung Ciamis, karena ia menikah dengan seorang gadis Cijantung. Namun beberapa tahun kemudian istrinya meninggal dunia.<br />
<span id="more-1567"></span><br />
Setahun setelah Indonesia Merdeka (1946), ia menikah lagi dengan seorang janda dari kampung Cikatomas Desa Handapherang Ciamis, yang bernama Nyi Arsitem (yang acapkali dipanggil Nyi Itong). Dari daerah Handapherang inilah, ia terus mengembangkan ajaran pencak silatnya, bahkan menyebar ke berbagai daerah, seperti daerah Cidewa Dewasari, Janggala Cidolog, Cimaragas, Karangampel Baregbeg, dan Ciparigi Sukadana Ciamis.</p>
<p>Pada waktu itu istilah pencak silat disebut dengan maénpo (maén usik nu tara méré témpo). AOM TUR’AT mengatakan bahwa pencak silat (maénpo) itu ada tiga pengertian, yakni 1) usik (gerakan), 2) karep (kemauan/niat yang kuat), 3) rasa (dorongan batin). Adapun gerakan jurus-jurus AOM TUR’AT merupakan gabungan dari berbagai guru yang telah teruji kemahirannya. Untuk mendapatkan kesempurnaan ilmunya, ia berguru ke sepuluh orang guru, yang salah satunya ia pernah belajar silat Cikalong ciptaan Juragan Haji Ibrahim atau Raden Djajaperbata. Dari kesepuluh guru yang ia pelajari, lalu diambil intisarinya yang telah ia uji kehebatan gerakannya, dan ia gabungkan menjadi gerakan silat tersendiri yang dinamakan Pencak Silat (Maénpo) Aliran AOM TUR’AT, yang terdiri dari :</p>
<ul>
<li>30 Gerakan Jurus Dasar</li>
<li>11 Gerakan Lapisan (Gerakan gabungan dari jurus dasar)</li>
<li>5 Gerakan Pecahan (Gerakan gabungan dari jurus dasar dan lapisan yang diiringi gerak langkah kaki/mecah)</li>
<li>Kaedah (Isi dari gerakan jurus dasar, lapisan dan pecahan)</li>
<li>Jurus Bedog (diambil dari gerakan pecahan)</li>
<li>Usik (gerak reflek)</li>
<li>Akal (gerak rasa).</li>
</ul>
<p>Selanjutnya dalam gerakan pencak silat ini mengandung gerakan néwak (menangkap, miceun (membuang); neunggeul (memukul); ngelés/nyingcet (menghindar), dan ngalumpuhkeun (melumpuhkan lawan). Ketiga bentuk gerakan tersebut secara filosofis berarti kita harus mampu menangkap nafsu jahat yang datang pada diri yang seterusnya harus segera dibuang, namun apabila nafsu terus berkobar maka harus dipatahkan dengan cara memukulnya, dan apabila membahayakan pada diri maka harus segera dilumpuhkan.</p>
<p>AOM TUR’AT terkenal sebagai orang yang taat menjalankan ajaran agama, dan dekat dengan guru-guru ngaji di madrasah. Sehingga setiap akan mengajarkan silat kepada murid-muridnya, ia selalu berpesan untuk tidak meninggalkan shalat wajib yang lima waktu dan mengajarkan agar senantiasa menjaga hubungan tali silaturrahim. Sehingga falsafahnya, ”Ngaliwatan silat sing ngetol sholat, jeung ulah pegat silaturrahim.” Dalam hal ini, jurus hanya boleh digunakan untuk menjaga diri bukan untuk menyombongkan diri.</p>
<p>Pada waktu itu, warna seragama yang dipakai untuk latihan, AOM TUR’AT menyarankan untuk memakai pakaian putih, dengan ikat pinggang berwarna kuning. Dari sini dapat kita pahami bahwa warna putih merupakan lambang kesucian dan kebersihan lahir batin, sedangkan warna kuning perlambang keagungan, kewibawaan dan persahabatan.</p>
<p><a href="http://silatindonesia.com/tag/aom-turat/">AOM TUR&#8217;AT</a> yang mahir juga berbahasa Belanda ini wafat pada jaman revolusi bertepatan dengan Agresi Militer Belanda ke II yang terjadi pada tahun 1949 dalam usia 71 tahun. Ketika wafatnya tidak seperti halnya kebanyakan orang pada umumnya, ia wafat secara tiba-tiba dan langsung lenyap (sunda: silem). Sehingga pada waktu itu, masyarakat pun tersentak kaget. Sebelum wafat ia memang mengalami sakit, namun sakitnya pun tidak seperti kita berbaring di tempat tidur. Ketika sakit, ia masih sempat jalan-jalan ke sana ke mari tanpa pakai baju, sehingga orang-orang pun keheranan sambil bergumam (ting kecewis). Maka sampai saat ini, kuburannya pun tidak ada yang tahu di mana sebenarnya dia meninggal, karena ia lenyap tanpa ada yang mengetahuinya.</p>
<p>Murid-murid <a href="http://silatindonesia.com/tag/aom-turat/">AOM TUR&#8217;AT</a> yang terkenal adalah:<br />
1) Wikatma (Bah Emo) dari Handapherang<br />
2) Fachrudin (ayahanda Empud Saepudin) dari Handapherang<br />
3) Abas Masduki dari Janggala<br />
4) Den Emod dari Cimaragas.</p>
<p>Adapun murid-muridnya yang lain di antaranya: H. Hasan (Mantan Kepala Desa Handapherang), Achmad Djalaludin (Kepala Desa Handapherang pada saat itu = Ayahanda Kang Hasbi), Ijazi (anak dari Ny Arsitem sebelum nikah dengan Aom Tur’at), Sasmita, Sukinta, Suwanta, Ahmad, H. Tahya, Tahyudin, Sayubi, Samsudin, Muchtar, Al Hapi, Atmaja, Jajuli, Ahyar, Lomri, Madrofi, Ojo, Wanta, Jae/Sasmita, Hambali, Sukaeri, Fahroji dan Djuhana.</p>
<p>AOM TUR&#8217;AT berpesan pada murid-muridnya dengan kalimat: ”Kudu hormat ka saluhureun, nyaah ka sahandapeun, deudeuh ka sasama”. Ini adalah bagian dari gerak rasa, karena itu beliau berkata, “rasa sajeroning rasa” (bagian rasa mesti diterima oleh rasa). Jangan malah sebaliknya, ”resep maledog kanu gedé, nalipak kanu leutik, resep pasea”. Sehingga jika ada yang sedang latihan pencak silat dalam kondisi penuh dengan nafsu amarah, beliau acap kali berkata, ”beu lapur” (tidak ada manfaatnya –belajar silat). Dalam hal ini ketika menghadapi lawan, kata beliau, kuncinya adalah: ”Ulah hayang menang, ulah sieun éléh, babakuna kedah teger, kumpulkeun dina manah; kantun nengetan usikna jalmi” (Jangan ingin menang, jangan takut kalah, tapi harus konsentrasi yang dipusatkan di hati, perhatikan gerak langkahnya orang lain).</p>
<p>Selain itu, dalam belajar usik (gerak jurus dengan rasa) harus memiliki tiga kontrol utama, yaitu :<br />
1. Kedah tiasa ngosongkeun émutan sareng minuhan émutan (gembleng kana hiji hal). Maksudnya kita harus mampu mengosongkan pikiran dan mengisinya pikiran itu untuk fokus pada satu hal/tujuan.<br />
2. Kedah bedas, hartosna bedas nyaéta sanés tanaga namung manah kedah teguh, kedah tiasa merangan nafsu anu awon. Artinya hati harus teguh, dan harus mampu memerangi hawa nafsu yang jelek.<br />
3. Kedah ikhlas, hartosna manah kedah suci, margi kedah tiasa ningali batin salira ku anjeun, sareng kedah nyaksi ku manah kana kaagungan Gusti anu Maha Suci. Maksudnya, harus ikhlas, dalam arti hati harus suci, sebab harus bisa melihat diri dengan batin kita sendiri, serta harus meyakini akan keagungan Allah Yang Maha Suci.</p>
<p>Dalam masalah peralatan pencak silat pun memiliki makna tersendiri, yakni :<br />
a. Kendang indung, artinya bahwa fungsi sang bunda (indung) merupakan wujud yang mesti menjadi patokan yang dapat menuntut jalan hidup kita (nu nungtun jalan hirup urang saréréa) dalam menjalankan derap langkah kehidupan.<br />
b. Kendang anak, artinya anak mesti tunduk kepada tuntunan ibundanya (indung).<br />
c. Kuluwung (kula suwung) jeung kulitna, artinya bahwa diri kita sudah semestinya banyak diingatkan oleh diri kita sendiri sebelum diingatkan oleh orang lain.<br />
d. Sora Goong (gung&#8230; gung… gung&#8230;), artinya dalam setiap langkah kita senantiasa menyuarakan pujian kepada Allah Yang Maha Agung.<br />
e. Sora Tarompet, artinya ajakan untuk senantiasa serempak untuk giat bekerja (ngehempak-hempak nitah prak gawé).</p>
<p>Sebagai kata penutup, sudah semestinya siapa saja yang akan mempelajari gerakan pencak silat aliran AOM TUR’AT memahami 11 (sebelas) hal, sebagaimana amanat dari penggagasnya, yakni:<br />
1. Kedah ngabdi ka Alloh<br />
2. Hidmah ka Ibu rama<br />
3. Ta’at ka pamaréntah salagi aya dina jalan bener<br />
4. Ta’at kana kawajiban diajar<br />
5. Sopan santun<br />
6. Silih ma’afkeun<br />
7. Silih wasiatan dina jalan kasaéan<br />
8. Silih tulungan<br />
9. Ngaberesihkeun laku tina mipit teu amit ngala teu ménta<br />
10. Ngaberesihkeun tékad<br />
11. Jihadun-nafsi (ngendalikeun nafsu).</p>
<p>Mari kita lestarikan pencak silat di Tatar Sunda yang mengandung nilai-nilai spiritual dan budaya luhur. Melalui khazanah budaya luhur pencak silat itu sendiri, maka akan terwujud hakikat dan tingkatan tertinggi ilmu silat yakni silaturrahim.</p>
<p>Salam silaturrahim ka sadayana!</p>
<p>sumber:<a href="http://www.facebook.com/groups/silattradisional/permalink/419889904980/">facebook group silat tradisional</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&quot;type&quot;:1}"></h6>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/01/aom-turat-sang-perintis-pencak-silat-di-tatar-galuh-ciamis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dr Hiltrud Cordes, Peneliti &#8220;Silek&#8221; Minangkabau</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/01/dr-hiltrud-cordes-peneliti-silek-minangkabau/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/01/dr-hiltrud-cordes-peneliti-silek-minangkabau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 07:47:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[hiltrud]]></category>
		<category><![CDATA[Hiltrud Cordes]]></category>
		<category><![CDATA[minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[psud]]></category>
		<category><![CDATA[silek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1563</guid>
		<description><![CDATA[Hiltrud memulai hubungannya dengan Indonesia dari Minangkabau. Setelah meneliti ”silek” (pencak silat) Minangkabau dan menulis buku rujukan pertama dari sisi antropologi, Hiltrud tak terbendung lagi. Mendirikan perguruan pencak silat di Jerman dan Serikat Pencak Silat Jerman (PSUD). Ia lalu menjadi presiden pertama Federasi Pencak Silat Eropa (EPSF). Hiltrud juga mendirikan lembaga amal Kultur Kontakt yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://silatindonesia.com/tag/hiltrud"><strong>Hiltrud</strong> </a>memulai hubungannya dengan Indonesia dari Minangkabau. Setelah meneliti ”silek” (pencak silat) Minangkabau dan menulis buku rujukan pertama dari sisi antropologi, Hiltrud tak terbendung lagi.</p>
<p>Mendirikan perguruan pencak silat di Jerman dan <a href="http://silatindonesia.com/2012/01/dr-hiltrud-cordes-peneliti-silek-minangkabau/">Serikat Pencak Silat Jerman</a> (PSUD). Ia lalu menjadi presiden pertama Federasi Pencak Silat Eropa (EPSF).</p>
<p><span id="more-1563"></span></p>
<p>Hiltrud juga mendirikan lembaga amal <strong>Kultur Kontakt</strong> yang berfokus pada kerja sama lembaga dan pembangunan kebudayaan Indonesia- Jerman. Hal itu di antaranya mengumpulkan dana bagi kelompok-kelompok kesenian dari Indonesia untuk berpentas di Eropa.</p>
<p>Dia juga mendirikan Yayasan Penyu yang berpusat di Swiss dan Jerman serta mengelola program konservasi penyu di Berau, Kalimantan Timur. Ia juga menjadi manajer produksi beragam program dokumenter soal Indonesia yang digarap stasiun televisi Bayerischer Rundfunk di Muenchen, Jerman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dua tahun terakhir, Hiltrud menjadi salah seorang kurator Sawahlunto International Music Festival (SIMFes). Sebuah festival musik di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, yang baru saja merangkak dengan seniman dari berbagai benua.</p>
<p>”<em>Jangan panggil saya doktor, panggil saja Hill</em>i,” katanya.</p>
<p>Hilli lalu menerawang jauh ke tahun 1980-an, seusai menamatkan kuliah S-2 tahun 1983, saat ia melancong ke Indonesia untuk pertama kali. ”Saat itu Indonesia adalah tujuan yang cukup populer. Banyak anak muda Eropa jalan-jalan ke Indonesia,” kenangnya.</p>
<p>Hilli bukan sekadar jalan-jalan. Ia mencari daerah penelitian untuk program S-3. Ia langsung betah dan menetapkan fokus. Apalagi ketika ia menemukan pencak silat di dataran Sunda. ”Saya cerita kepada pembimbing saya, Prof Kurt Tauchmann, bagaimana jika saya meneliti pencak silat,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Terpesona silat</strong></p>
<p>Gayung bersambut karena saat itu belum ada penelitian di dunia akademis soal pencak silat dari sudut pandang antropologi. Ia kembali ke Eropa dan tahun 1986 ia terpesona penampilan dua perempuan Bukittinggi yang menampilkan silek dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Vienna, Austria.</p>
<p><em><strong>Ia mengingat silek untuk pertama kali sebagai perpaduan yang sangat harmonis. Sederhana, tak banyak gerak, tetapi penuh ledakan energi.</strong></em></p>
<p>Dia pun bertemu dengan mahasiswa Indonesia dari Nagari Magek, Kabupaten Agam -dekat Bukittinggi- yang tengah melanjutkan kuliah di Hamburg. Mahasiswa itu, Aryadie Adnan, kini dosen Jurusan Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang.</p>
<p>”Saya bertemu Hilli dalam pertandingan sepak takraw di Hamburg. Saat itu dia datang dari Cologne dan mengutarakan keinginannya meneliti silek. Saya langsung persilakan datang dan tinggal bersama orangtua saya,” kata Aryadie.</p>
<p>Beberapa waktu kemudian, Hilli berkirim surat kepada Aryadie yang sudah kembali ke Indonesia. ”Kami lalu bertemu di Padang. Dia antar saya ke Magek. Saya dititipkan kepada ibunya untuk menumpang tinggal selama sepuluh bulan. Mereka adalah keluarga angkat saya sekarang,” kenang Hilli.</p>
<p>Hilli belajar kepada sejumlah guru silek, termasuk kepada Sutan Malenggang, guru dua perempuan pesilat dari Bukittinggi yang pernah ditontonnya di Vienna. Ia merasa perlu belajar langsung silek Minangkabau. ”Supaya saya paham, saya harus praktik sendiri,” kata Hilli.</p>
<p><strong>Persiapan merantau</strong></p>
<p>Penelitiannya lalu berfokus pada fungsi silek dalam sistem sosial Minangkabau. Filosofi silek Minangkabau sebagai persiapan bagi anak-anak muda Minang sebelum merantau menjadi dasar pemahamannya kemudian.</p>
<p>Ia mengatakan tidak ada aliran dalam silek Minangkabau. Pengajaran dilakukan antara kelompok murid dan guru. Ini menjadi mata pelajaran untuk penguasaan soft skill sebelum memasuki jenjang pendidikan formal. ”Dengan surau sebagai pusatnya,” ujarnya.</p>
<p>Hilli melanjutkan, sekalipun belum ada data sahih, kuat diduga maksimal hanya 95 persen ilmu dari guru silek yang diturunkan kepada muridnya. ”Ada rahasia yang tidak diturunkan. Barulah biasanya ketika menjelang ajal, itu diturunkan,” kata anak kedua dari lima bersaudara itu.</p>
<p>Pesan untuk mengembangkan pencak silat di Eropa datang dari Sutan Malenggang di ujung masa penelitiannya. Sebagai murid yang baik, Hilli patuh.</p>
<p>Di sudut Museum Goedang Ransoem, Kota Sawahlunto, yang basah karena hujan malam itu, perbincangan kami sempat terhenti. Hilli mesti mengurusi pembukaan SIMFes yang padat. Namun, seusai pergelaran, ia kemudian kembali dan melanjutkan ceritanya sembari mengisap sebatang rokok mentol.</p>
<p>Di Jerman, dia mendirikan Perguruan Silek Tuo. Tahun 1988, dia mendirikan PSUD di Jerman dengan total lima perguruan pencak silat.</p>
<p>Selain itu, dia juga menjalankan amanah Sutan Malenggang dengan mengembangkan organisasi pencak silat di Eropa dengan mendirikan EPSF. ”Ini sebagai balas budi saya karena saya mendapatkan gelar S-3 juga karena orang-orang lain yang membantu,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekalipun lama tak bermain silek, Hilli mengatakan dirinya masih ingat beberapa jurus. ”Itu mirip dengan keterampilan bersepeda. Tinggal diasah saja lagi sekalipun lama tidak melakukannya,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tahun 1991 ia membantu seorang sutradara membuat film dokumenter soal konservasi. Tidak kurang dari 23 film dokumenter tentang kehidupan alam liar yang mencakup orangutan, burung, dan penyu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari sinilah, ia berkenalan dengan fakta menyedihkan soal kehidupan penyu sebagai penjamin tingkat nutrisi di perairan dan fosil hidup. Ia menjalankan program konservasi di Berau. Bukan hanya menyelamatkan penyu, tetapi juga memikirkan mata pencarian alternatif bagi penangkap penyu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hilli masih memendam keinginan untuk membuat program konservasi penyu di beberapa daerah lain di Indonesia. Namun, dana yang tersedia terbatas.</p>
<p>Suaminya, Prof Dr Otto Jockel, yang juga Rektor Sekolah Ekonomi Internasional Neuss di Jerman mendukungnya. Bagaimana pendapatnya mengenai negeri, terutama yang berkaitan dengan konservasi alam? ”<em>Saya lihat dari undang-undang bagus. Saya kasih jempol. Cuma pelaksanaannya kurang</em>,” kata Hilli</p>
<p>sumber : <a title="kompas" href="http://cetak.kompas.com/read/2012/01/14/02105227/penyambung.indonesia.di.eropa" target="_blank">kompas</a><br />
Kompas, Sabtu, 14 Januari 2012, rubrik Sosok</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/01/dr-hiltrud-cordes-peneliti-silek-minangkabau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karambit/Kerambit/Kurambik Indonesia Punya</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/01/karambitkerambitkurambik-indonesia-punya/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/01/karambitkerambitkurambik-indonesia-punya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 04:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Karambit]]></category>
		<category><![CDATA[Kerambit]]></category>
		<category><![CDATA[Kurambik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1554</guid>
		<description><![CDATA[Kerambit Indonesia Punya Kerambit lahir di negeri ini. Itu artinya Kerambit adalah salah satu senjata warisan budaya. Namun sayang jenis senjata ini kurang begitu populer di kalangan kita sendiri. Ironisnya jutru di luar negeri senjata ini malah cukup dikenal, seperti di Malaysia, Philipina, bahkan di Amerika sekalipun. Bahkan US marshal menjadikan Kerambit sebagai salah satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kerambit Indonesia Punya</strong></p>
<p><a href="http://silatindonesia.com/tag/kerambit"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/20120116-karambit-minang.jpg" alt="karambit minang" width="207" height="155" />Kerambit </a>lahir di negeri ini. Itu artinya Kerambit adalah salah satu senjata warisan budaya. Namun sayang jenis senjata ini kurang begitu populer di kalangan kita sendiri. Ironisnya jutru di luar negeri senjata ini malah cukup dikenal, seperti di Malaysia, Philipina, bahkan di Amerika sekalipun. Bahkan US marshal menjadikan <a href="http://silatindonesia.com/tag/kerambit">Kerambit </a>sebagai salah satu alat wajib yang harus dibawa setiap personilnya.</p>
<p>Di luar negeri nama nama seperti Steve Tarani atau Ray Dionaldo cukup dikenal di kalangan penggemar beladiri sebagai orang yang mahir memainkan senjata ini. Bahkan Ray Dionaldo mendapat julukan <a href="http://silatindonesia.com/tag/kerambit">The King of Kerambit</a>.</p>
<p>Di Indonesia? Saya bisa paham jika anda kurang menggenalnya. Sangat jarang para pendekar silat yang mau mengajarkan tehnik bermain Kerambit. Sangat jarang pula para pendekar silat yang mendemostrasikan kemampuannya di depan khalayak. Hal ini bisa dipahami, karena Kerambit sendiri sebenarnya masuk dalam kategori <strong>senjata rahasia</strong>. Dan guru silat yang menguasainya tidak sembarangan mau menurunkan ilmunya, kecuali kepada murid yang benar benar dipercaya. Dan jika ia tidak mendapatkan murid yang dipercaya ini, maka ilmu Kerambit pun dibawanya mati.</p>
<p><span id="more-1554"></span></p>
<p>Beberapa perguruan memang akhirnya bersedia membuka tehnik bermain Kerambit ini, khususnya silat silat aliran Jawa Barat. Dari sinilah ilmu Kerambit kemudian berkembang di luar. Para expatriat kemudian mengenalkan tehnik Kerambit ini di luar negeri dan bisa menjadi populer disana.</p>
<p>Kita mungkin bangga karena salah satu warisan budaya kita bisa dikenal di manca negara. Namun mungkin juga miris, kenapa justru berkembangnya disana. Mari kita bersama mengkajinya.</p>
<p><strong>Senjatanya Kaum Tani Jawa</strong></p>
<p>Karambit atau Kerambit adalah pisau genggam kecil, pisau melengkung dari Asia Tenggara, khususnya kepulauan Asia tenggara. Berdasarkan sejarah tertulis, Kerambit telah mulai digunakan dari daerah Jawa. Menurut cerita rakyat, terinspirasi oleh cakar kucing besar. Seperti senjata sebagian besar kawasan melayu, pada awalnya merupakan alat pertanian dirancang untuk menyapu akar, mengumpulkan batang padi dan alat pengirikan padi. Dirancang seperti itu menjadi lebih melengkung untuk memaksimalkan potensi pemotongan. Karambit akhirnya tersebar melalui jaringan perdagangan Indonesia hingga ke  negara-negara tetangga, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina dan Thailand.</p>
<p>Di Jawa Kerambit digunakan sebagai senjata simpanan kaum tani agraria, Kerambit tidak dipakai oleh kesatria (kelas prajurit) yang dilatih di keraton atau istana. Jadi Kerambit adalah senjata rakyat biasa.</p>
<p>Buku sejarah di Eropa mengatakan bahwa tentara di Malaysia dan Indonesia dipersenjatai dengan keris di pinggang dan tombak di tangan mereka, sedangkan Kerambit itu digunakan sebagai upaya terakhir ketika senjata lain hilang dalam pertempuran. Meskipun demikian, akhirnya populer di kalangan wanita yang akan mengikat senjata ke rambut mereka untuk digunakan dalam membela diri. Bahkan saat ini, guru silat menganggapnya sebagai senjata feminin. Para prajurit Bugis Sulawesi terkenal untuk keahlian mereka dalam memakai Kerambit. Saat ini Kerambit adalah salah satu senjata utama silat dan umumnya digunakan dalam seni beladiri.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Senjata Genggam Khas Minangkabau</strong></p>
<p>Menurut Tambo Minangkabau, Kerambit merupakan jenis senjata asli Minangkabau Sumatera Barat, termasuk senjata khas andalan yang sangat berbahaya. Dalam aksen Minangkabau disebut “kurambik”. Pada masa dahulu, permainan senjata Kerambit di Minangkabau hanya diwarisi oleh para Datuk atau kalangan Raja, tidak sembarang orang menguasai permainan yang dianggap rahasia dan hanya untuk kalangan tertentu saja.</p>
<p>Dalam klasifikasi senjata genggam paling berbahaya, Kerambit sebagai senjata mematikan menempati urutan kedua setelah pistol. Sabetan senjata Kerambit bila mengenai tubuh lawan, dari luar memang tampak seperti luka sayatan kecil, namun pada bagian dalam tubuh bisa menimbulkan akibat yang sangat fatal karena urat-urat putus. Dan apabila mengenai perut, maka usus terpotong atau tercabik-cabik didalam.</p>
<p>Disamping menjadi senjata khas Minangkabau, permainan senjata Kerambit juga berkembang di Madiun Jawa Timur yang dalam aksen Jawa disebut dengan nama “kerambik”. Permainan senjata ini diajarkan oleh Ki Ngabei Surodiwiryo dalam permainan pencak silat Setia Hati (SH), yang didapatnya dari Gurunya yang bernama Datuk Rajo Batuah di Kampung Ampang Padang. Dan Datuk Rajo Batuah tersebut merupakan murid dari para Panglima Minangkabau yang disebut Harimau Nan Salapan. Di Madiun, permainan senjata Kerambit ini menjadi senjata khas pencak silat Setia Hati.</p>
<p><strong> Filosofi</strong></p>
<ol>
<li>Sepasang Kerambit bila dimainkan, menggambarkan seekor kerbau yang menjadi lambang suku bangsa Minangkabau. Hal ini mengisyaratkan jati diri seorang satria atau pendekar Minangkabau yang sebenarnya.</li>
<li>Sepasang Kerambit bila disatukan, menggambarkan perlambang hati. Dan barangsiapa yang setia kepada hati sanubarinya atau dapat merasakan sumber dari rasa yang selalu menghadap kepada Tuhan, niscaya ia akan selamat lahir bathinnya dan sampai kepada tujuannya. Artinya mengandung nilai ketaqwaan. Namun, jika ingkar atau menyimpang dari hati sanubarinya, maka ia akan celaka karena perbuatannya itu. Hal ini digambarkan dari senjata Kerambit yang tajam sisi luar maupun sisi dalamnya, dari luar mampu melindungi ancaman dan dari dalam juga dapat memberi kontrol diri karena jika menyimpang akan menjadi senjata makan tuan. Dengan demikian untuk meraih kemenangan atau tujuan, maka dalam memainkan senjata Kerambit juga harus berpedoman pada hukumnya yakni menjalankan “langkah” dalam “jurus” yang benar, tidak asal melangkah dalam memainkan suatu jurus. Sebab langkah dalam jurus merupakan sebuah hukum dalam pencak silat. Jika menyimpang atau melanggar dari hukum itu, maka akan memperoleh akibat hukumnya atau tergelincir karenanya. Dalam pencak silat, ini apa yang dimaksud sebagai rohnya pencak silat itu sendiri.</li>
<li>Dalam memainkan langkah Kerambit, Kerambit muncul dari sisi atau samping perut, tersembunyi disamping iga atau rusuk. Hal ini mengandung maksud:</li>
</ol>
<ul>
<li>Kerambit ibarat tulang iga (bentuknya melengkung), mengingatkan kepada riwayat seorang wanita, sehingga wajib hukumnya untuk menempatkan wanita pada kedudukan yang terhormat mengingat kedudukannya sebagai seorang ibu. Dalam sistem adat Minangkabau, wanita memperoleh kedudukan yang sangat tinggi (matrilineal).</li>
<li>Kerambit ibarat tulang rusuk, memperlihatkan bahwa organ-organ tubuh bagian dalam manusia terlindungi oleh rusuk yang dapat membentuk tubuh manusia memiliki alat pertahanan yang kokoh dan kuat. Jika tidak ada tulang rusuk, maka badan menjadi lemah. Rusuk berfungsi melindungi ancaman dari luar dan ancaman dari dalam agar organ bagian dalam tidak mudah keluar dari badan. Dibalik rusuk juga bersemayam hati atau sumber rasa.</li>
</ul>
<p>Dapat disimpulkan bahwa sebenarnya senjata Kerambit itu adalah senjata yang berasal dari dalam tubuh manusia. Maka dalam pencak silat Minangkabau atau pencak silat Setia Hati (disingkat SH) merupakan satu kesatuan sistem yang tak dapat dipisahkan. Senjata yang ampuh adalah senjata yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. Seperti yang digambarkan pada binatang kerbau yang memiliki tanduk yang kuat dan harimau yang memiliki kuku yang tajam, senjatanya binatang juga berasal dari dalam dirinya sendiri.</p>
<p><strong>Senjata Silat Harimau</strong></p>
<p>Untuk pesilat Harimau senjata andalan adalah Kurambik ini, yang diambil dari model kuku atau taring harimau.</p>
<p>Berdasarkan penuturan Guru Besar Silat Harimau bapak Edwel Yusri Datuk Rajo Gampo Alam. Menurut Datuk Edwel, di Tanah Datar Minangkabau Kerambit itu <strong>sangat sangat rahasia ilmunya</strong>.</p>
<p>Dahulu dipakai oleh pasukan harimau dengan Spesialisasi <em>Silent Killing – Special Force </em>untuk membunuh dan menculik. Bentuk melengkungnya juga leluasa dipakai untuk mencongkel kunci pintu.</p>
<p>Pewaris ilmu Kerambit ini harus dari kalangan keluarga. Keponakan-keponakan yang menjadi tanggung jawab para ninikmamak sudah dipantau jauh-jauh hari. Jikalau dipandang tidak ada yang bisa mewarisi, maka ilmu itu lebih baik dibawa mati.</p>
<p>Pembuatan Kerambit sangat personalized. Kenapa? Karena Kerambit selain sebagai alat membunuh juga sebagai identitas. Jikalau Kerambit digunakan (biasanya hanya pertarungan antar pendekar) dan musuhnya mati, maka bagian tajam harus dibiarkan menancap di tubuh korban. Sang pendekar harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, entah secara adat atau secara hukum. Bilah tajam disambungkan dengan Hilt menggunakan penguncian yang unik, dan ring index juga sangat personal. Dua hal ini yg akan membuktikan bahwa Kerambit adalah sah milik si pendekar.</p>
<p>Dibuat dengan besi tempa dengan campuran tujuh logam dan bagian yang tajam atau tengah dalam besi diberi Besi babajo (baja keras) philosofi tujuh logam dahulunya untuk melumpuhkan orang yang memiliki ilmu kebal, dengan tujuh logam biasanya akan tembus. (<em>Japuik japuik tabao semba semba putuih,tibo dikulik cabiak tibo diurek putuih tibo ditulang patah, minuman angkau darah makanan engkau daging ,mauik manyapuik angkau</em>)</p>
<p><strong>Keberadaan Kerambit di Dunia</strong></p>
<p>Kerambit adalah asli Sumatera, selain wilayah Indonesia karena penyebaran budaya, Asia Tenggara juga berhak mengklaim ini sebagai senjata tradisional mereka.</p>
<p>Dalam dunia barat terutama Amerika, Kerambit merupakan satu senjata favorit yang dikembangkan oleh beberapa perguruan. Steve Tarani mempunyai Basic Kerambit dari Silat Sunda, sedangkan Sayoc Kali mempuyai Basic Kerambit dari FMA (Filipino Martial Arts), dalam Silat Melayu Kerambit terkenal di kenalkan ke dunia oleh Silat Gayong.</p>
<p>Di Indonesia sendiri Kerambit di pakai oleh Silat Sumatera seperti Silat Harimau/Silek Harimau dengan sebutan Kurambik.</p>
<p>Untuk Karambit asal Sumatera, catatan tertua yang di temukan adalah penggunaan karambit yang ditulis pada Asian Journal British, July – Dec 1827.</p>
<p>Tahun 1960?an Daeger keliling Indonesia untuk melakukan pencatatan tentang senjata tajam dan pencak silat di Indonesia yang sampai sekarang dijadikan rujukan informasi mengenai senjata tajam dan pencak silat oleh banyak orang.</p>
<p><strong>Berbagai nama Kerambit</strong></p>
<p>Di beberapa daerah Jawa Timur ada satu bentukan pisau (biasanya digunakan untuk keperluan rumah tangga dan pertanian) yang dipakai untuk menyerut bambu yang digunakan untuk dijadikan kipas, atau sebagai pengulit kelapa, kelapa ada bahasa Jawa disebut kerambil, dan senjata ini fungsi awalnya untuk itu.</p>
<p>Kerambit juga memiliki istilah lain yaitu “korambit atau kerambui”. Selain itu dikenal juga dengan “KURAMBI” atau “KURAMBIK” dalam bahasa Minang, “KARAMBET” dalam bahasa Aceh dan Aceh juga punya karambit jenis sendiri yang berbeda. Di jambi dan Sumatera Tengah ada yg nyebutnya “RAMBAI”, “KUDI”. Sedikit Melayu disebut Lawi Ayam, Kuku Ayam. Diantara semua nama panggilan untuk sejenis senjata dengan Dua sisi tajam dan melengkung baik yg memiliki ring atau tidak lebih banyak digunakan “KARAMBIT” lantaran referensi yang ada menyebut kata itu.</p>
<p><strong>Kelebihan Karambit</strong></p>
<p>Kelebihan dari Kerambit adalah:</p>
<ul>
<li>Bentuknyah kecil dan mudah disembunyikan</li>
<li>Sulit untuk di <em>disarmed</em> atau dilucuti dalam pertarungan</li>
<li>Jarak bisa berubah tanpa ada gerakan footwork atau merubah langkah</li>
<li>Bisa untuk dua serangan dalam satu gerakan tangan</li>
<li>Lebih membuat robekan besar untuk gerakan-gerakan tarikan</li>
<li>Serangan cepat dengan pegangan standart secara pukulan jab</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Jenis Karambit</strong></p>
<p>Meski secara umum bentuk Kerambit adalah sama yaitu melengkung (curve) dan memiliki lobang dibagian pegangannya, namun dalam perkembangannya Kerambit memiliki beberapa bentuk. Dari bilah tajamnya terbagai menjadi dua yaitu tajam tunggal (single edge) dan tajam ganda (double edges). Sedangkan di Indonesia sendiri, Kerambit ada dua yaitu Kerambit Jawa Barat dan Kerambit Padang. Kerambit Jawa Barat biasanya memiliki lengkungan yang membulat, sedangkan Kerambit Padang memiliki lengkungan siku.</p>
<ul>
<li>Kerambit kuku bima: Jawa barat</li>
<li>Kerambit kuku Hanuman: Jawa Barat</li>
<li>Kerambit kuku harimau: Sumatra, Jawa Barat dan Madura</li>
<li>Kerambit Sumbawa: Pulau Sumba</li>
<li>Kerambit Lombok: Lombok</li>
<li>Lawi ayam: Cakar ayam dari Padang</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: <a title="primadonal" href="http://primadonal.wordpress.com/2011/08/17/karambitkerambitkurambik-indonesia-punya/" target="_blank">primadonal</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/01/karambitkerambitkurambik-indonesia-punya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ratusan Pendekar di Ponorogo Bentrok</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/01/ratusan-pendekar-di-ponorogo-bentrok/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/01/ratusan-pendekar-di-ponorogo-bentrok/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 21:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[bentrok]]></category>
		<category><![CDATA[Pendekar]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[slahung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1548</guid>
		<description><![CDATA[Ratusan pendekar dari dua perguruan pencak silat bentrok di Desa Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Ahad (15/1). Empat rumah warga rusak akibat terkena lemparan batu. Sebuah sepeda motor yang kebetulan terparkir di lokasi bentrokan juga ikut dirusak. Menurut warga bentrok terjadi ketika massa salah satu perguruan terbesar di Ponorogo tengah berkonvoi. Entah apa pemicunya, tiba-tiba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ratusan pendekar dari dua perguruan pencak silat bentrok di Desa <a href="http://silatindonesia.com/tag/slahung">Slahung</a>, Kabupaten <a href="http://silatindonesia.com/tag/ponorogo">Ponorogo</a>, Jawa Timur, Ahad (15/1). Empat rumah warga rusak akibat terkena lemparan batu. Sebuah sepeda motor yang kebetulan terparkir di lokasi bentrokan juga ikut dirusak.<br />
<span id="more-1548"></span><br />
Menurut warga bentrok terjadi ketika massa salah satu perguruan terbesar di Ponorogo tengah berkonvoi. Entah apa pemicunya, tiba-tiba mereka saling lempar dengan massa perguruan silat lainnya. Untuk menghidari bentrok susulan, ratusan polisi berjaga di sejumlah titik rawan kerusuhan</p>
<p>sumber: <a title="liputan 6" href="http://berita.liputan6.com/read/372410/ratusan-pendekar-di-ponorogo-bentrok" target="_blank">liputan6</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/01/ratusan-pendekar-di-ponorogo-bentrok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sambung Rasa Pencak Tradisi</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2012/01/sambung-rasa-pencak-tradisi/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2012/01/sambung-rasa-pencak-tradisi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 04:44:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[perpi harimurti]]></category>
		<category><![CDATA[tangtungan project]]></category>
		<category><![CDATA[tantungan]]></category>
		<category><![CDATA[tapak suci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1542</guid>
		<description><![CDATA[GUYUB&#8230;!!! Hanya satu kata itulah yang dapat menggambarkan suasana acara Sambung Rasa Pencak Tradisi yang di adakan Sabtu 24 Desember 2011 kemarin di Padepokan PERPI HARIMURTI. Terhitung 30 perguruan pencak silat lokal dan 9 perguruan pencak silat dari luar kota Jogjakarta yang menghadiri acara tersebut. Semua bersatu, membaur dan dengan bersemangat mempertunjukkan ciri khas masing2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GUYUB&#8230;!!!</p>
<p>Hanya satu kata itulah yang dapat menggambarkan suasana acara Sambung Rasa Pencak Tradisi yang di adakan Sabtu 24 Desember 2011 kemarin di Padepokan <a title="perpi harimurti" href="http://silatindonesia.com/tag/perpi-harimurti">PERPI HARIMURTI</a>.</p>
<p>Terhitung 30 perguruan pencak silat lokal dan 9 perguruan pencak silat dari luar kota Jogjakarta yang menghadiri acara tersebut. Semua bersatu, membaur dan dengan bersemangat mempertunjukkan ciri khas masing2 perguruan dengan iringan alunan gamelan Jawa yang sangat unik.</p>
<p><span id="more-1542"></span></p>
<p>Tak pernah terbayangkan berbagai perguruan, pesilat dan guru dari berbagai aliran, perguruan terutama dari berbagai daerah berkumpul di satu tempat dalam suasana kekeluargaan seperti ini.</p>
<p>Yang tak kalah pentingnya adalah sesi sarasehan dan sumbang pendapat, masing2 wakil perguruan bersama <a title="ipsi jogja" href="http://silatindonesia.com/tag/ipsi">IPSI Jogja</a> bersama mencari solusi untuk perkembangan dan promosi pencak silat tradisi ke depannya. IPSI Jogja berjanji dan bertekad untuk terus menjadi pendukung penuh pencak tradisi agar bisa mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah terutama IPSI Pusat</p>
<p>Rangkaian foto tentu saja tidak dapat 100% menggambarkan betapa luar biasanya malam <a title="sambung rasa pencak tradisi" href="http://silatindonesia.com/2012/01/sambung-rasa-pencak-tradisi/">Sambung Rasa Pencak Tradisi</a> tersebut. Semoga ke depan akan ada lebih banyak lagi acara serupa yang dapat diadakan.</p>
<p>Terima Kasih banyak kepada IPSI Jogja, <a href="http://silatindonesia.com/tag/perpi-harimurti">PERPI Harimurti</a>, Bakul Mie Jawa, Bakul Angkringan, Bakul Ronde, serta seluruh Guru Besar Paguron, dan para pesilat yang telah bersama berkumpul demi kemajuan Pencak Silat Indonesia. Secara khusus terima kasih banyak kepada Bapak Siswantoyo sebagai Ketua Harian IPSI Jogja dan Mas Joko Harimurti sebagai tuan rumah.</p>
<p>Seperti motto <a href="http://silatindonesia.com/tag/tapak-suci">Tapak Suci</a> Jogja yang tertera di jaket mereka, Kami Datang untuk menang. Kami datang untuk memenangkan pertarungan, menjadikan pencak silat kembali menjadi tuan rumah di negeri sendiri, menjadi harta karun yang di cari dan di hormati semua bangsa. Kami datang untuk menang sudah tidak ada lagi kata mundur untuk itu&#8230;</p>
<p><strong> Bangunlah Pencak Silat Indonesia&#8230;!!!!</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: <a title="tangtungan project" href="https://www.facebook.com/media/set/?set=a.342271042466811.98708.111992298828021&amp;type=3">facebook tangtungan project</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2012/01/sambung-rasa-pencak-tradisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Film tentang silat raih penghargaan JAFF 2011</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 02:34:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[2011]]></category>
		<category><![CDATA[fantastic fest austin]]></category>
		<category><![CDATA[gareth]]></category>
		<category><![CDATA[Gareth Huw Evans]]></category>
		<category><![CDATA[jaff]]></category>
		<category><![CDATA[merantau]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[raid]]></category>
		<category><![CDATA[the raid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1520</guid>
		<description><![CDATA[Film The Raid karya Gareth Huw Evans meraih penghargaan spesial dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema. Presiden Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2011 Garin Nugoro pada acara penutupan JAFF di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan film yang masuk dalam festival film internasional Toronto mampu menampilkan karakter cerita yang kuat. &#8220;Film itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Film <a title="The Raid" href="http://silatindonesia.com/tag/the-raid">The Raid</a> karya Gareth Huw Evans meraih penghargaan spesial dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema.</p>
<p>Presiden Jogja-Netpac Asian Film Festival (<a title="jaff" href="http://silatindonesia.com/tag/jaff">JAFF</a>) 2011 Garin Nugoro pada acara penutupan JAFF di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan film yang masuk dalam festival film internasional Toronto mampu menampilkan karakter cerita yang kuat.<br />
<span id="more-1520"></span><br />
&#8220;<em>Film itu menarik karena berkisah tentang silat sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. Gareth berhasil menyampaikan pesan tentang silat sebagai pertunjukan budaya</em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan film tersebut memiliki karakter personalitas yang kuat dalam setiap adegan.</p>
<p>Menurutnya, film pembuka karya Gareth pada JAFF 2009 juga memenangkan audience choice award di <a title="fantastic fest austin" href="http://silatindonesia.com/tag/fantastic-fest-austin">Fantastic Fest Austin</a>, Texas dan mendapatkan anugerah film terbaik pada 2010 dalam action fest di North Carolina, Amerika.</p>
<p>Ia mengatakan Gareth mulai membuat film Footstep pada 2006, yang dirilis di Amerika.</p>
<p>Menurutnya, Gareth terus aktif menulis dan menjadi sutradara film, salah satunya adalah <a title="merantau" href="http://silatindonesia.com/tag/merantau">Film Merantau</a>.</p>
<p>Sementara itu, Sutradara Film The Raid Gareth Huw Evans mengatakan silat di Indonesia menampilkan gerakan yang indah sehingga ia memutuskan untuk menulisnya.</p>
<p>&#8220;Saya menangkap peluang yang ada dengan melihat keunikan dan keindahan gerakan silat di Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p>Aktor Film The Raid Iko Uwais mengatakan film tersebut benar-benar menampilkan atlet silat yang menyuguhkan tontonan yang menarik.</p>
<p>Sementara itu, dalam acara penutupan JAFF 2011 tim juri juga memberikan enam penghargaan film yang lain.</p>
<p>Direktur JAFF Budi Irawanto mengatakan terdapat tiga kategori juri dalam JAFF setiap tahunnya, yakni festival juri netpac, festival juri JAFF, dan festival juri community.</p>
<p>Menurut dia, film panjang yang masuk kompetisi memiliki pendekatan beragam dari sisi bertutur, isu, dan pendekatan teknis.</p>
<p>Ia mengatakan tim juri telah menetapkan tujuh film peraih penghargaan.</p>
<p>Menurutnya, Film Oxygen karya Janchivdorj Sangedorj dari Mongolia menerima penghargaan netpac award karena memadukan seni dan etnografi kehidupan kota yang keras dan Gurun Gobi.</p>
<p>Ia mengatakan Film Winter Vacation dari China karya Li Hongqi meraih silver hanoman award karena sutradara mampu meramu kehidupan sehari-hari dalam perspektif yang menarik.</p>
<p>Dia mengatakan tim juri film pendek Asia memberikan penghargaan film pendek terbaik atau blencong award pada Film Open The Door karya Ashish Pandey dari India karena film mampu menampilkan kualitas film yang baik dengan durasi singkat.</p>
<p>Sedangkan, penghargaan juri special mention diberikan pada Film Bermula dari A karya BW Purba Negara.</p>
<p>Film tentang perdagangan perempuan karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola meraih dua dari tujuh penghargaan.</p>
<p>Juri Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Gregorius Djaduk Ferianto mengatakan film karya Sutradara Filipina Remton Siega Zuasola berjudul Ang Damgo Ni Eleuteria menggunakan pendekatan baru dan inspiratif sehingga layak mendapatkan dua penghargaan.</p>
<p>Menurutnya, film tersebut meraih penghargaan golden hanoman award dan Geber award.</p>
<p>Dia mengatakan golden hanoman award merupakan penghargaan yang diberikan kepada film Asia terbaik pertama melalui penjurian dalam program Asian Feature.</p>
<p>Sementara itu, geber award merupakan penghargaan kepada film Asia yang dipilih oleh komunitas film dari berbagai kota di Indonesia.</p>
<p>Dia mengatakan film berdurasi 90 menit itu mampu mengangkat dengan baik isu aktual yang dialami negara berkembang.</p>
<p>Menurutnya, film tersebut memanfaatkan ruang kreativitas dengan memaksimalkan teknologi digital melalui pengambilan gambar yang tidak terputus dari awal sampai akhir.</p>
<p>&#8220;<em>Film tersebut memiliki ide yang bagus dan berani mengambil risiko dengan jalan mengambil gambar secara tidak terputus,</em>&#8221; katanya.</p>
<p>sumber: <a title="antara news" href="http://www.antaranews.com/berita/289357/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011" target="_blank">antaranews</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/12/film-tentang-silat-raih-penghargaan-jaff-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Robot Ini Jago Silat Cimande</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/12/robot-ini-jago-silat-cimande/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/12/robot-ini-jago-silat-cimande/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 09:56:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[cimande]]></category>
		<category><![CDATA[International Robot Olympiade]]></category>
		<category><![CDATA[robot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1514</guid>
		<description><![CDATA[Selama tiga menit, empat sekawan itu beraksi: menendang, memukul, dan berputar dengan luwes. Mereka mengenakan baju silat hitam, dua ban merah, dua ban putih. Aksi ini bukan peragaan jurus di pertandingan. Lakonnya pun bukan atlet silat. Empat sekawan itu adalah robot bikinan Galvin Amaris, pelajar kelas enam Sekolah Dasar Springfield, Jakarta Barat, yang sedang mengikuti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama tiga menit, empat sekawan itu beraksi: menendang, memukul, dan berputar dengan luwes. Mereka mengenakan baju silat hitam, dua ban merah, dua ban putih.</p>
<p>Aksi ini bukan peragaan jurus di pertandingan. Lakonnya pun bukan atlet silat. Empat sekawan itu adalah <a title="robot" href="http://silatindonesia.com/tag/robot">robot </a>bikinan Galvin Amaris, pelajar kelas enam Sekolah Dasar Springfield, Jakarta Barat, yang sedang mengikuti International Robot Olympiade di Universitas Tarumanegara, Kamis, 15 Desember 2011.<br />
<span id="more-1514"></span><br />
Bocah sebelas tahun ini mulai membuat robot ini bulan lalu. &#8220;Terinspirasi <a title="Sea Games" href="http://silatindonesia.com/tag/sea-games">SEA Games</a>,&#8221; katanya. Galvin mengadopsi gerakan Silat <a title="cimande" href="http://silatindonesia.com/tag/cimande">Cimande </a>dari Internet.</p>
<p>Dia tidak menemukan banyak kesulitan untuk membuat empat robot 30 sentimeter dan bobot 1,45 kilogram itu. Maklum, Galvin sudah tiga tahun digembleng ilmu membuat robot di World Robotic Explorer di Thamrin City milik ibunya.</p>
<p>Jully Tjindrawan, ibunda Galvin, mendatangkan bahan robot Silat Cimande itu dari Korea Selatan. &#8220;<em>Pas</em> datang, cuma berbentuk kotak-kotak, Galvin yang merakitnya,&#8221; katanya. Si bocah juga menambah empat <em>servo</em> atau motor jadi 20 supaya gerakan lebih luwes. Harga satu unit robot sekitar Rp 6 juta.</p>
<p>Di olimpiade robot itu, Galvin bertarung di kategori robot kreatif junior. Terdapat 14 kategori yang diperlombakan sampai Sabtu mendatang. Pengumuman pemenang dilangsungkan Ahad di Balai Kartini.<strong><br />
</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: <a title="tempo" href="http://www.tempo.co/read/news/2011/12/15/061371853/Robot-Ini-Jago-Silat-Cimande" target="_blank">tempo</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/12/robot-ini-jago-silat-cimande/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ribuan Pesilat Turun ke Jalan</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/12/ribuan-pesilat-turun-ke-jalan/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/12/ribuan-pesilat-turun-ke-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 00:49:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[liputan6]]></category>
		<category><![CDATA[madiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1504</guid>
		<description><![CDATA[Madiun: Ribuan pesilat dari sejumlah kota berkumpul di Kota Madiun, Jawa Timur, belum lama ini, memperingati Tahun Baru Islam 1433 Hijriah. Guna mengantisipasi terjadinya bentrok, ribuan personel TNI maupun Polri pun diturunkan di sejumlah titik rawan. Sebelum konvoi digelar, sejumlah aktivis pencak silat membagikan bunga dan mengimbau kepada pengguna jalan ataupun pemilik toko tidak takut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Madiun</strong>: Ribuan pesilat dari sejumlah kota berkumpul di Kota <a title="madiun" href="http://silatindonesia.com/tag/madiun" target="_blank">Madiun</a>, Jawa Timur, belum lama ini, memperingati Tahun Baru Islam 1433 Hijriah. Guna mengantisipasi terjadinya bentrok, ribuan personel TNI maupun Polri pun diturunkan di sejumlah titik rawan.<br />
<span id="more-1504"></span><br />
Sebelum konvoi digelar, sejumlah aktivis pencak silat membagikan bunga dan mengimbau kepada pengguna jalan ataupun pemilik toko tidak takut. Terutama, menepis kekhawatiran atas aktivitas para pesilat yang akan digelar.</p>
<p>Setiap kegiatan yang dilakukan dapat dipastikan terjadi aksi bentrok dengan perguruan pencak silat di Madiun. Bahkan, tak jarang ketika ada kegiatan yang melibatkan pencak silat, banyak warga yang takut dan menutup tokonya. Meski demikian, ribuan personel TNI-Polri tetap disiagakan di titik-titik rawan.</p>
<p>sumber: <a title="liputan 6" href="http://berita.liputan6.com/read/366999/ribuan-pesilat-turun-ke-jalan" target="_blank">liputan6</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/12/ribuan-pesilat-turun-ke-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sasaran silek minang harimau cupak</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/12/sasaran-silek-minang-harimau-cupak/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/12/sasaran-silek-minang-harimau-cupak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 06:03:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Silat]]></category>
		<category><![CDATA[cupak]]></category>
		<category><![CDATA[harimau cupak]]></category>
		<category><![CDATA[Mak Danin Capek]]></category>
		<category><![CDATA[Mangunci Mati]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<category><![CDATA[minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Takunci lapeh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1500</guid>
		<description><![CDATA[SASARAN SILEK MINANG HARIMAU CUPAK (Minangkabau Tradisional Martial Arts) &#8220;Takunci Lapeh Mangunci Mati&#8221; Silek Minang Harimau Cupak Atau Silek Cupak merupakan sebuah aliran silat yang berasal dari Nagari Cupak Kabupaten Solok Sumatera Barat, Silek Cupak ini merupakan hasil perpaduan dan penyarian dari beberapa aliran silat di Minangkabau dan silat lainnya dari Nusantara yang di kreasikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SASARAN SILEK MINANG HARIMAU CUPAK</strong><br />
(<a href="http://silatindonesia.com/2011/12/sasaran-silek-minang-harimau-cupak/">Minangkabau Tradisional Martial Arts</a>)<br />
&#8220;Takunci Lapeh Mangunci Mati&#8221;</p>
<p><a href="http://silatindonesia.com/2011/12/sasaran-silek-minang-harimau-cupak/">Silek Minang Harimau Cupak</a> Atau Silek Cupak merupakan sebuah aliran silat yang berasal dari Nagari Cupak Kabupaten Solok Sumatera Barat, Silek Cupak ini merupakan hasil perpaduan dan penyarian dari beberapa aliran silat di Minangkabau dan silat lainnya dari Nusantara yang di kreasikan dan di formulasikan oleh Bapak Danin Malin Marajo atau lebih dikenal dengan sebutan <a title="mak danin capek" href="http://silatindonesia.com/tag/mak-danin-capek">Mak Danin Capek</a>.</p>
<p><span id="more-1500"></span></p>
<p>Beberapa aliran silat yang mendasari dan mewarnai Silek Cupak ini antara lain:<br />
• Silek Sitaralak<br />
• Silek Tuo<br />
• Silek Langkah Tigo<br />
• Silek Langkah Ampek<br />
• Silek Kuciang<br />
• Silek Silek Kunci<br />
• Silek Kinari (Jantan, Batino)<br />
• Silek Galombang<br />
• Silat Bugis<br />
• Silat Banten<br />
• Kuntau</p>
<p>Keunikan dari Silek ini adalah tidak menggunakan teknik berjurus atau menghafal jurus, tapi dengan pola latihan langsung praktek berpasangan, murni melatih rasa dan melatih reflek sehingga ilmu silat tsb akan menyatu dengan diri praktisinya dan akan menjadi insting tubuh, dan keunggulan silat yang dipelajari dengan pola melatih rasa dan insting tubuh tidak akan mudah lupa. Kelebihan lainnya karena silek ini tidak ada jurus maka silek ini sangat flesible untuk terus berkembang seiring perkembangan kemampuan orang yang mempelajarinya dalam menguasai tata gerak dan langkah dalam silat maupun beladiri, silek ini bisa menyerap dan mengadopsi teknik dari beladiri manapun yang dipelajari praktisinya setelah mempelajari silek Cupak ini namun tetap tidak kehilangan jati dirinya sebagai silek minang. Sebagai mana yang di alami oleh Saudara Hosra Afrizoni Datuak Bagindo Rajo yang mengembangkan Silek Minang Harimau Cupak ini di Kota Bandung, Beliau mempelajari berbagai macam aliran beladiri selama kurang lebih 25 tahun, sehingga banyak mempengaruhi teknik silek cupak yang beliau terima dari Bapak Danin Malin Marajo dan juga dari Bapak Hasan Basri Paduko, diantaranya beladiri yang pernah beliau pelajari selain Silek Cupak Mak Danin Capek adalah: Ju Jitsu, Kempo, Kindo Kateda (PSTD), LSBD Hikmatul Iman Indonesia, Thipan Pokhan, Syufu Taesyukhan, Kungfu Naga langit Liong Fun (Siauw Lim Sie), Kungfu Bandung Club Indonesia (KBCI), Aikido, Maenpo Cikalong, Silek Harimau.<br />
Methoda pelatihan yang dikembangkan pada silek cupak ini adalah teknik pelajaran timbal balik contohnya pesilat 1 melakukan serangan kuncian atau patahan kepada pesilat 2, maka pesilat 2 yang di kunci atau dipatahin membuat antisipasi atau anti dari kuncian atau patahan tsb dan seterusnya bagaimana cara pesilat 1 menghadapi antisipasi atau anti yang dilakukan pesilat 2, dan begitu juga sebaliknya pesilat 2 akan membuat lagi anti dari anti dan seterusnya sehingga permainan silat ini bagi yang sudah mahir akan mengalir tanpa berhenti sebagaimana layaknya orang yang sedang bertarung, jadi permainan silatnya tidak terputus ataupun sepihak, jadi bukan sekedar bagaimana cara melumpuhkan musuh dengan sebuah teknik seperti kuncian maupun patahan tapi seandainya kita dikunci atau dipatahkan dengan cara yang sama maka kita pun bisa mengantisipasi teknik tersebut, namun walaupun kita belajar cara melepaskan kuncian maupun patahan dari pihak lawan, tapi pada saat kita melakukan kuncian harus benar-benar kuncian yang mematikan sehingga susah untuk dilepaskan oleh lawan, sesuai dengan falsafah Silek Cupak ini “<em>Takunci lapeh, Mangunci Mati</em>”.</p>
<p>Sekian Informasi yang dapat disampaikan, bagi yang berminat untuk belajar bisa menghubungi alamat dan nomor kontak diatas (Latian Setiap Malam Minggu atau Hari Minggu).</p>
<p>Terimakasih.</p>
<p>Sekretariat: Jl. Karang Pasundan VI No.72 RT 06 RW 13<br />
Komplek Pasir Jati Ujung Berung Bandung<br />
HP: 081322897149 / 087822471476 / (022) – 61106049</p>
<p>sumber: <a title="facebook group Perguruan Silek Cupak Mak Danin Capek" href="http://www.facebook.com/groups/167906013262778/permalink/257709297615782/" target="_blank">facebook group Perguruan Silek Cupak Mak Danin Capek</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/12/sasaran-silek-minang-harimau-cupak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tradisi Pencak Dor</title>
		<link>http://silatindonesia.com/2011/12/tradisi-pencak-dor/</link>
		<comments>http://silatindonesia.com/2011/12/tradisi-pencak-dor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 09:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>repo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Silat]]></category>
		<category><![CDATA[nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[pagar nusa]]></category>
		<category><![CDATA[pencak dor]]></category>
		<category><![CDATA[suro]]></category>
		<category><![CDATA[tarung bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silatindonesia.com/?p=1492</guid>
		<description><![CDATA[NGANJUK &#124; Sejumlah pemuda menderita luka-luka saat mengikuti tradisi pencak dor atau tarung bebas di Kota Nganjuk, Minggu (27/11) siang. Dalam tradisi tersebut, ratusan pesilat muda antar berbagai perguruan silat saling bertarung secara bebas tanpa pendaftaran tanpa alat pengaman dan tanpa aturan yang macam-macam. Pokoknya siapa yang berani langsung diperbolehkan masuk ke tengah arena pertandingan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://silatindonesia.com/id/wp-content/gallery/artikel/20111206-pencakdor1.jpg" alt="pencak dor" width="132" height="110" />NGANJUK</strong> | Sejumlah pemuda menderita luka-luka saat mengikuti tradisi pencak dor atau tarung bebas di Kota Nganjuk, Minggu (27/11) siang. Dalam tradisi tersebut, ratusan pesilat muda antar berbagai perguruan silat saling bertarung secara bebas tanpa pendaftaran tanpa alat pengaman dan tanpa aturan yang macam-macam.</p>
<p><span id="more-1492"></span></p>
<p>Pokoknya siapa yang berani langsung diperbolehkan masuk ke tengah arena pertandingan. Uniknya meski tak ada hadiah yang diberikan pada pemenang, namun setiap tradisi ini di gelar pesertanya mencapai ratusan orang. Acara ini di gelar untuk merayakan datangnya tahun baru Islam.</p>
<p>Pencak dor atau tarung bebas yang digelar di Kelurahan Mangundikaran Kecamatan Kota Nganjuk ini diikuti oleh remaja dan pemuda dari berbagai perguruan silat di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Sesuai dengan namanya “<a title="tarung bebas" href="http://silatindonesia.com/tag/tarung-bebas">tarung bebas</a>”, dalam pertandingan ini para peserta bertarung secara bebas. Meski peserta pertarungan bebas ini adalah para pendekar dari berbagai perguruan silat, namun dalam pertarungan langsung dan bebas ternyata tak tampak satupun jurus-jurus yang bisa dikeluarkan oleh para petarung.</p>
<p>Begitu wasit membuka pertandingan, para pendekar ini langsung saling serang sekenanya. Karena tak ada alat pengaman, tak sedikit dari para petarung yang menderita luka-luka. Meski demikian, para petarung ini mengaku tidak ciut nyali dan justru merasa lebih berani.</p>
<p>KH. Amir Marwah Dahlan, tokoh dan sesepuh perguruan silat <a title="http://silatindonesia.com/tag/" href="http://silatindonesia.com/tag/pagar-nusa">Pagar Nusa</a> di Nganjuk mengaku sengaja menggelar acara pencak dor atau tarung bebas untuk merayakan datangnya tahun baru Islam atau datangnya tanggal 1 Suro.</p>
<p>Sebab pada tanggal 1 Suro biasanya para murid perguruan silat menjalani prosesi khataman atas pelatihan silat yang telah mereka ikuti selama satu tahun sebelumnya. Sehingga pasca khataman, kemampuan yang diperoleh pesilat dapat langsung dibuktikan.</p>
<p>Meski dalam tarung bebas ini para peserta bertarung habis-habisan, namun tak ada hadiah apapun buat para peserta. Pasca bertarung meski mengalami luka, bersama lawannya para peserta tidak boleh saling mendendam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: <a title="gerbang news" href="http://www.gerbangnews.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=611%3Atradisi-pencak-dor&amp;catid=39%3Ahumanesia&amp;Itemid=175" target="_blank">gerbang news</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silatindonesia.com/2011/12/tradisi-pencak-dor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!--
Hyper cache file: b243b753d151e74e3e5dde23efaf7a1c
Cache created: 04-02-2012 03:33:47
HCE Version: 0.9.8
Load AVG: 0(3)
-->
